Digital Repository Universitas Jember
Digital Repository Universitas Jember
SKRIPSI
Oleh
Rani Fatmawati
NIM 200210104054
SKRIPSI
Oleh
Rani Fatmawati
NIM 200210104054
PERSEMBAHAN
Dengan mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat, hidayah dan
pertolongan-Nya, skripsi ini saya persembahkan untuk :
1. Kedua orang tua saya, Bapak Moh. Syahroji Tanjung dan Ibu Tusniyah, kakak-
kakak saya, Sri Murtiasari dan Ahmad Sodik serta seluruh keluarga yang
senantiasa memberikan do’a, dukungan, dan semangat akan segala sesuatu
yang saya lakukan setiap harinya.
2. Guru-guru sejak Taman Kanak-kanak hingga Sekolah menengah Atas serta
seluruh Dosen Program Studi pendidikan IPA Universitas Jember yang telah
memberikan ilmu dan bimbingan dengan sabar dan ikhlas.
3. Almamater Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.
MOTTO
PERNYATAAN ORISINALITAS
Rani Fatmawati
200210104054
HALAMAN PERSETUJUAN
Skripsi berjudul “Pengaruh Model PBL berbantuan Authentic Video pada Materi
getaran dan Gelombang terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar
Siswa SMP” telah diuji dan disahkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jember pada :
Hari : Selasa
Tanggal :10 September 2024
Tempat : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember
Penguji
1. Penguji Utama
Nama : Pramudya Dwi A.P., [Link]., [Link]., Ph.D (.......................)
NIP :198704012012121002
2. Penguji Anggota 1
Nama : Zainur Rasyid Ridlo, [Link]., [Link] (.......................)
NIP : 198805232019031009
ABSTRAK
RINGKASAN
Pengaruh Model PBL berbantuan Authentic Viddeo pada materi getaran dan
Gelombang terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa
SMP; Rani Fatmawati; 200210104054, 34 halaman, Program Studi pendidikan
IPA; Jurusan pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Jember.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kini berlangsung
cukup pesat sehingga menimbulkan persaingan di berbagai aspek kehidupan,
terkecuali persaingan dalam sumber daya manusia. Setiap individu diharapkan
memiliki bekal dalam menghadapi perkembangan IPTEK, salah satunya dengan
menguasai kemampuan berpikir kritis, yaitu sebuah proses teratur yang didalamnya
mengarah pada aktivitas seperti memberikan asumsi, argumentasi hingga mengarah
pada proses identifikasi. Kemampuan ini menjadi kompetensi yang wajib untuk
dimiliki siswa utamanya dalam pembelajaran IPA. Saat ini banyak miskonsepsi
akan pembelajaran IPA, dimana siswa banyak yang masih menerapkan sistem
menghafal, padahal IPA tidak cukup dihafalkan melainkan harus dipahami terkait
konsep materi yang disajikan. Kemampuan berpikir kritis yang dimiliki siswa
hingga saat ini masih tergolong rendah, hal ini tentunya berdampak pada perolehan
hasil belajar. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan
hasil belajar siswa adalah dengan menerapkan model dan media pembelajaran yang
dirasa dapat mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu model yang dapat menjadi
solusi permasalahan tersebut adalah model PBL berbantuan authentic video pada
materi getaran dan gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji 1) pengaruh
penerapan model PBL berbantuan authentic video pada materi getaran dan
gelombang terhadap kemampuan berpikir kritis, 2) pengaruh penerapan model PBL
berbantuan authentic video pada materi getaran dan gelombang terhadap hasil
belajar.
Penelitian ini menggunakan desain posttest only control group design.
Lokasi penelitian di MTsN 2 Jember pada semester genap tahun ajaran 2023/2024.
Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII, dan teknik yang digunakan
untuk menentukan sampel adalah teknik purposive sampling. Kelas VIII E sebagai
kelas kontrol dan kelas VIII F sebagai kelas eksperimen. Pada kelas kontrol
menggunakan model dan media pembelajaran yang digunakan oleh sekolah setiap
harinya, sementara kelas eksperimen merupakan kelas yang diberi perlakuan yakni
dengan menggunakan model PBL berbantuan authentic video. Pada akhir kegiatan
pembelajaran, siswa diberikan tes untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis dan
hasil belajarnya. Tes merupakan data primer dalam penelitian ini, untuk data
sekunder ada wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan
adalah uji normalitas dan dilanjutkan dengan uji Independent sample t-test untuk
menguji hipotesis.
Berdasarkan hasil penelitian, kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata yang
lebih unggul dibandingkan kelas kontrol. Pada tes kemampuan berpikir kritis kelas
eksperimen memperoleh nilai rata-rata 65,93 sementara kelas kontrol 46,25.
Sedangkan untuk hasil belajar kelas eksperimen memperoleh rata-rata 71,81 dan
kelas kontrol 62,5. Data-data yang ada tersebut kemudian di uji normalitas untuk
melihat apakah data terdistribusi normal atau tidak, dan hasilnya pada kedua kelas
baik untuk kemampuan berpikir kritis maupun hasil belajar datanya berdistribusi
normal. Selanjutnya dilakukan uji Independent sample t-test dengan taraf
signifikansi sebesar 5%, pada data kemampuan berpikir kritis diperoleh nilai sig.
(2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dan untuk data hasil belajar diperoleh nilai sig. (2-
tailed) sebesar 0,004 < 0,05 sehingga berdasarkan hipotesis H0 ditolak dan Ha
diterima, artinya terdapat perbedaan secara signifikan pada kedua kelas pada
kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Sesuai dengan analisis data yang
telah dilakukan oleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PBL
berbantuan authentic video berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir
kritis dan hasil belajar siswa.
PRAKATA
Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, saya
dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Model PBL berbantuan
Authentic Video pada Materi Getaran dan Gelombang terhadap Kemampuan
Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa SMP”. Skripsi ini disusun untuk
memenuhi salah satu syarat penyelesaian pendidikan strata satu (S1) pada Program
Studi Pendidikan IPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.
Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai
pihak. Dengan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada :
1. Prof. Dr. Bambang Soepeno, [Link] selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Jember yang telah bersedia menerbitkan surat
permohonan observasi dan penelitian ke sekolah.
2. Dr. Sri Wahyuni, [Link]., [Link]., selaku Ketua Program Studi Pendidikan IPA
Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan Universitas Jember yang telah
memberikan fasilitas dari proses pengajuan judul hingga proses penyelesaian
skripsi.
3. Dr. Supeno, [Link]., [Link]., selaku Dosen pembimbing utama dan Rayendra
Wahyu Bachtiar, [Link]., [Link]., Ph. D., selaku Dosen pembimbing anggota.
Pramudya Dwi Aristya Putra, [Link]., [Link]., Ph. D., selaku Dosen penguji utama
dan Zainur Rasyid Ridlo, [Link]., [Link]., selaku Dosen penguji anggota yang
telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam membimbing penulisan
skripsi ini.
4. Kepala sekolah MTsN 2 Jember Nur Aliyah, [Link]., [Link] dan guru bidang studi
IPA kelas VIII Myco Hersandi, [Link]., yang telah memberikan izin serta
memfasilitasi selama kegiatan penelitian.
5. Semua pihak yang telah membantu dan mendukung selama penyelesaian tugas
akhir yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Jember, 10 September 2024
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................................. i
PERSEMBAHAN...................................................................................... ii
MOTTO ..................................................................................................... iii
PERNYATAAN ORISINALITAS ............................................................ iv
HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................. v
ABSTRACT ................................................................................................ vi
RINGKASAN ............................................................................................ vii
PRAKATA.................................................................................................. ix
DAFTAR ISI .............................................................................................. x
DAFTAR TABEL ...................................................................................... xi
DAFTAR GAMBAR ................................................................................. xii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. xiii
BAB 1. PENDAHULUAN ........................................................................ 1
1.1 Latar Belakang .............................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................... 4
1.3 Tujuan ........................................................................................... 4
1.4 Manfaat penelitian ........................................................................ 4
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ............................................................... 5
2.1 Pembelajaran IPA di SMP............................................................ 5
2.2 Model Pembelajaran .................................................................... 5
2.3 Model PBL .................................................................................. 6
2.4 Authentic Video ........................................................................... 8
2.5 Kemampuan Berpikir Kritis ........................................................ 9
2.6 Hasil Belajar ................................................................................ 10
2.7 Materi Getaran dan Gelombang................................................... 11
2.8 Kerangka Berpikir ....................................................................... 12
2.9 Hipotesis ...................................................................................... 12
BAB 3. METODOLOGI PENELITIAN ................................................. 13
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ....................................................... 13
3.2 Populasi dan Sampel .................................................................... 13
3.3 Desain Penelitian ......................................................................... 13
3.4 Prosedur Penelitian ...................................................................... 13
3.5 Pengumpulan Data Penelitian ...................................................... 15
3.6 Metode Analisis ........................................................................... 15
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN .................................................... 17
4.1 Hasil Penelitian ............................................................................ 17
4.2 Pembahasan ................................................................................. 23
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN .................................................... 28
5.1 Kesimpulan .................................................................................. 28
5.2 Saran ............................................................................................ 28
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 29
LAMPIRAN ............................................................................................... 33
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Sintakmatik model PBL .............................................................. 8
Tabel 2.2 Indikator Kemampuan Berpikir Kritis ........................................ 10
Tabel 3.1 Skema penelitian Post test only control group design ................ 13
Tabel 4.1 Uji Homogenitas ......................................................................... 17
Tabel 4.2 Hasil uji normalitas kemampuan berpikir kritis .......................... 20
Tabel 4.3 Uji Independent sample t-test kemampuan berpikir kritis .......... 21
Tabel 4.4 Rekapitulasi data nilai post test kemampuan berpikir kritis ....... 21
Tabel 4.5 Hasil uji normalitas hasil belajar siswa ....................................... 22
Tabel 4.6 Hasil uji Independent sample t-test hasil belajar siswa ............... 23
Tabel 4.7 Rekapitulasi data skor post test hasil belajar siswa .................... 23
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.2 Kerangka Berpikir ................................................................ 12
Gambar 3.1 Prosedur Penelitian................................................................. 14
Gambar 4.1 Grafik data per indikator berpikir kritis ................................. 18
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Matriks Penelitian ................................................................... 35
Lampiran 2. Alur dan Tujuan Pembelajaran ............................................... 38
Lampiran 3. Modul Ajar.............................................................................. 40
Lampiran 4. Kisi-kisi Soal .......................................................................... 60
Lampiran 5. Rubrik Penilaian ..................................................................... 65
Lampiran 6. Nilai ulangan harian materi unsur, senyawa, dan campuran .. 68
Lampiran 7. Data kemampuan berpikir kritis ............................................. 69
Lampiran 8. Analisis data kemampuan berpikir kritis ................................ 70
Lampiran 9. Data hasil belajar .................................................................... 72
Lampiran 10. Dokumentasi Kegiatan ......................................................... 73
Lampiran 11. Surat izin penelitian .............................................................. 76
Lampiran 12. Surat selesai penelitian ......................................................... 77
Lampiran 13. Lembar Hasil Posttest........................................................... 78
Lampiran. 14 Hasil LKPD Kelas Eksperimen ............................................ 82
Lampiran 15. Hasil LKPD Kelas Kontrol .................................................. 84
Lampiran 16. Lembar Hasil Observer ......................................................... 86
BAB 1. PENDAHULUAN
Indikator kemampuan berpikir kritis terbagi dalam enam aspek yang terdiri
dari analisis, inferensi, evaluasi, eksplanasi, interpretasi, dan regulasi diri (Facione,
2015). Ke-enam indikator tersebut diharapkan dapat memudahkan siswa dalam
menguasai kemampuan berpikir kritis, karena dengan penguasaan kemampuan
tersebut siswa menjadi lebih mudah untuk melakukan pemecahan di setiap
permasalahan yang dihadapi. Namun, hingga saat ini yang terjadi justru berbanding
terbalik, dimana pada kenyataannya hingga saat ini kemampuan berpikir kritis yang
dimiliki siswa di Indonesia tergolong dalam tingkatan yang masih rendah,
dibuktikan dengan hasil tes Programme for Internasional Student Assessment
(PISA) terbaru yakni di tahun 2022 yang mengungkapkan bahwa Indonesia
menduduki posisi ke 68 dari 81 negara yang ikut serta dengan skor pada kategori
IPA adalah 383 (OECD, 2023). Selain itu, Nuryanti et al., (2018) dalam
penelitiannya menyatakan bahwa kemampuan siswa dalam berpikir kritis masih
tergolong rendah diantaranya dikarenakan ketidaktepatan dalam proses
pembelajaran seperti dalam pemilihan media dan kegiatan pembelajaran yang
masih didominasi oleh guru. Rahayu et al., (2019) menjabarkan bahwa dengan
rendahnya kemampuan siswa dalam berpikir kritis juga akan berdampak terhadap
rendahnya hasil belajar siswa. Oleh sebab itu dalam hal ini dibutuhkan peran guru
atau pendidik dalam mengarahkan peserta didik selama proses belajar agar mereka
dapat mempunyai kemampuan berpikir kritis, diantaranya dengan pemilihan model
dan media belajar yang sesuai.
Getaran dan gelombang ialah salah satu materi IPA yang hingga saat ini
dirasa sulit dimengerti bagi sebagian siswa. Menurut Purwaningsih (2015) materi
getaran dan gelombang merupakan materi yang masih sukar untuk di mengerti,
selain itu pada materi ini sering terjadi miskonsepsi. Berdasarkan penelitian yang
dilakukan Herunisa et al., (2022) miskonsepsi terjadi dimana siswa seringkali salah
dalam membedakan karakteristik gelombang transversal dan longitudinal. Liza et
al., (2016) menyatakan siswa mengalami miskonsepsi arah rambat gelombang
transversal dan longitudial, hubungan antara panjang gelombang dengan jarak
tempuh dan miskonsepsi akan hubungan antara periode, amplitudo dan frekuensi.
Sehingga hal tersebut menjadi kendala tersendiri bagi siswa dalam pemahaman
materi yang juga berakibat pada kurang maksimalnya hasil belajar.
Mengacu pada permasalahan yang sudah diuraikan, diperlukan adanya
pemilihan model pembelajaran yang dirasa tepat sehingga lebih mempermudah
siswa dalam pemahaman setiap materi yang diberikan. Satu di antara banyaknya
model yang dapat dijadikan sebagai pilihan sesuai dengan masalah tersebut adalah
model problem based learning (PBL), yakni suatu model yang memfokuskan
kegiatan pemecahan masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari (Handayani
dan Koeswati, 2021). Pembelajaran menggunakan model PBL memiliki beberapa
tahapan di antaranya ialah orientasi masalah, organisasi siswa, pembimbingan
penyelidikan, pengembangan dan penyajian hasil, serta analisis, evaluasi proses dan
hasil pemecahan masalah Sukmawati (2021). Model Problem Based Learning
(PBL) diketahui mampu dalam membantu peningkatan kemampuan berpikir kritis
siswa, utamanya dalam menemui serta mengatasi setiap permasalahan yang terkait
dengan rutinitas sehari-hari (Kusumawati et al., 2022).
Model PBL dalam pelaksanaannya memiliki beberapa kekurangan, salah
satunya adalah memerlukan waktu yang cukup lama (Helyandari et al., 2020).
Sehingga dipilihlah media berupa authentic video sebagai media bantu agar siswa
lebih mudah dalam mempelajari materi. Authentic video ialah sarana berbentuk
video yang menampilkan berbagai bentuk peristiwa nyata dan kerap ditemukan
dalam rutinitas sehari-hari. Pemilihan media authentic video dikarenakan dapat
memudahkan proses pembelajaran, dimana terdapat beberapa hal seperti alat atau
media yang tidak dapat disajikan dan diamati secara langsung saat proses
pembelajaran, dapat diamati hanya dengan bantuan media video. Penerapan model
PBL berbantuan authentic video ini diharapkan dapat mempermudah siswa dalam
pembelajaran serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan kemampuan
berpikir kritis. Bersumber dari penjelasan latar belakang diatas, maka dari itu
peneliti bermaksud melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Model PBL
berbantuan Authentic Video pada materi getaran dan gelombang terhadap
Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa SMP”.
evaluasi yang membentuk satu kesatuan yang utuh (Adisel et al., 2022).
Penggunaan model pembelajaran diperlukan agar terjadinya proses pembelajaran
menjadi lebih terstruktur, maka tujuan pembelajaran yang sebelumnya telah
ditetapkan dapat terpenuhi. Penerapan model pembelajaran juga terbukti efektif
dalam membantu siswa meningkatkan keterampilan baik dari ranah afektif, kognitif
maupun psikomotor (Purnasari dan Sadewo, 2020). Berbagai macam model
pembelajaran dapat diaplikasikan pada kegiatan belajar, dan dalam konteks ini
pendidik berperan sangat penting untuk dapat menetapkan model mana yang
dianggap tepat untuk diterapkan. Satu di antara banyaknya model yang dapat
diaplikasikan dalam aktivitas belajar adalah model Problem Based Learning (PBL).
peserta didik dihadapkan pada permasalahan nyata atau diberikan tugas proyek
yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari (Wornyo, 2018).
Video termasuk salah satu bentuk media elektronik yang dimanfaatkan
untuk merekam, memutar, dan menampilkan konten visual bergerak (Huda et al.,
2020). Video merupakan media yang dianggap dapat menarik minat belajar peserta
didik sehingga menjadi lebih antusias saat kegiatan pembelajaran, walaupun tidak
bersifat fisik, pembelajaran dengan memanfaatkan indra ganda, yakni penglihatan
dan pendengaran nyatanya dapat memberikan keuntungan pada peserta didik terkait
dalam pemahaman materi (Yunita dan Wijayanti, 2017).
Authentic Video ialah sebuah media pembelajaran berupa audio-visual yang
menggabungkan situasi kehidupan nyata yang terkait dengan konsep IPA yang
sedang dipelajari (Fairuzabadi et al., 2017). Authentic Video menggunakan
peristiwa atau kejadian nyata yang umumnya dialami oleh peserta didik dalam
aktifitas sehari-hari. Mengutip penelitian yang telah dilakukan Putra dan Sudarti
(2015) tentang penggunaan video yang berisi kejadian nyata dapat lebih
meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi utamanya berpikir kritis.
Sementara penelitian yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Putri et al., (2017)
menyatakan jika kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model PBL
berbantuan video lebih efektif dan dapat meningkatkan kemampuan kritis siswa.
Persiapan
Observasi dan
Wawancara Izin Penelitian
Populasi
Sampel
Purposive sampling
Posttest
Analisis data
Kesimpulan
berpikir kritis menurut Facione (2015) yang terdiri dari analisis, evaluasi,
interpretasi, eksplanasi, inferensi, dan regulasi diri. Di bawah ini merupakan
rekapitulasi rerata skor kemampuan berpikir kritis siswa per indikator dalam bentuk
grafik batang pada Gambar 4.1.
Jika dilihat dari grafik tersebut, kelas eksperimen secara keseluruhan lebih
unggul daripada kelas kontrol. Indikator dengan rata-rata tertinggi untuk kelas
eksperimen ada pada eksplanasi dengan 12,87, ekplanasi merupakan indikator yang
berhubungan dengan siswa dapat menyatakan hasil disertai dengan memberikan
bukti untuk memperkuat jawaban yang telah diberikan. Hal ini sesuai dengan
penelitian yang dilakukan Agnafia (2019) yang menyatakan bahwa indikator
eksplanasi menjadi yang tertinggi dengan persentase skor 72%, dalam penelitian
yang dilakukan siswa diminta untuk memberikan hasil disertai argumen yang tepat.
Siswa selalu dilatih agar terbiasa dalam menyampaikan argumennya secara tepat,
sehingga dengan ini dapat membantu dalam mengembangkan kemampuan berpikir
kritisnya. Sejalan dengan ini, Khasanah et al., (2020) juga menyatakan indikator
eksplanasi menjadi indikator dengan perolehan skor tertinggi dengan persentase
87%, dalam penelitiannya siswa diberikan sebuah gambar dan kemudian diminta
untuk menjelaskan mengenai gambar tersebut disertai dengan argumen atau
penguatan yang tepat, dengan ini siswa menjadi lebih terbiasa untuk melatih
kemampuan berpikir kritisinya.
Inferensi menjadi indikator tertinggi untuk kelas kontrol dengan rerata 10,9,
sementara untuk indikator terendah pada kedua kelas sama-sama regulasi diri
dengan perolehan pada kelas eksperimen 8,84 dan kelas kontrol 6,43 yang artinya
kemampuan siswa dalam tipe soal tersebut masih belum maksimal. Adapun
indikator regulasi diri berkaitan dengan kontrol diri siswa dalam menghadapi
permasalahan, yakni dalam mengkaji dan mengoreksi hasil yang ditemukan dan
dapat menuliskan kesesuaian fakta dengan teori. Nursyamsi et al., (2023) dalam
penelitiannya menyatakan bahwa kemampuan siswa dalam mengerjakan soal
berindikator regulasi diri termasuk dalam kategori rendah karena siswa belum
mampu dalam menguraikan pendapatnya terkait dalam pemecahan masalah yang
dihadapi. Rizkika et al., (2022) juga menguraikan bahwa indikator regulasi rendah
disebabkan siswa yang merasa kesulitan dalam mengkaji dan mengkoreksi
pendapatnya terkait permasalahan yang disajikan.
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Melihat Tabel 4.2 perolehan uji normalitas kedua kelas tampak nilai
signifikansi pada kelompok eksperimen yaitu 0,120 dan kontrol 0,083. Sesuai
dengan acuan yang telah digunakan sebelumnya yakni dengan taraf signifikansi
sebesar 5%, jika dilihat pada perolehan data post test kemampuan berpikir kritis
tersebut, hasilnya pada kedua lebih besar dari 0,05 (> 0,05). Dengan demikian
diartikan bahwa kedua kelas yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki
sebaran data yang normal, dan dengan adanya pernyataan tersebut, selanjutnya
dapat dilakukan uji lanjutan yakni parametrik Independents sample t-test. Berikut
merupakan data hasil parametrik yang tercantum dalam tabel 4.3.
Tabel 4.3 Hasil uji Independent sample t-test kemampuan berpikir kritis
Independent Samples Test
Levene's
Test for
Equality of
Variances t-test for Equality of Means
95%
Confidence
Std. Interval of the
Mean Error Difference
Sig. (2- Differen Differen
F Sig. t df tailed) ce ce Lower Upper
Hasil Equal 0,705 0,40 4,224 63 0,000 20,948 4,959 11,038 30,858
Kemampuan variances 4
Berpikir Kritis assumed
Pada Tabel 4.3 perolehan data uji Independent sample t-test memiliki nilai
signifikansi 0,404 yang dapat dilihat pada kolom levene’s test for equality of
variances, karena > 0,05 maka data kedua kelas berdistribusi homogen. Dilanjutkan
dengan membaca hasil pada kolom Equal variances assumed, di mana pada kolom
t-test equality of means diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Dengan taraf
pengambilan keputusan menjadi 0,000 < 0,05. Mengacu pada hipotesis yang telah
dirumuskan maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat diuraikan bahwa kelas
kontrol dan eksperimen memiliki nilai yang berbeda secara signifikan pada
kemampuan berpikir kritis.
Berikut merupakan rekapitulasi perolehan data Post test berpikir kritis baik
kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.4 Rekapitulasi data nilai post test kemampuan berpikir kritis
Post test
Komponen
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Jumlah Siswa 32 33
Nilai Tertinggi 75 90
Nilai Terendah 15 22
Rata-rata 46,25 65,93
SD 18,76 21,33
Sesuai data pada Tabel 4.4, diperoleh bahwa pada kelas kontrol mempunyai
jumlah siswa 32 dengan perolehan nilai paling tinggi 75 dan terendah 15. Sementara
pada kelas eksperimen berjumlah 33 siswa 90 merupakan nilai tertinggi dan 22 nilai
terendah. Pada data tersebut, kelas eksperimen yang merupakan kelas dengan
perlakuan menggunakan model PBL berbantuan Authentic Video memiliki rata-rata
post test sebesar 65,93 dan pada kelas kontrol yang menggunakan kegiatan
pembelajaran sesuai umumnya di sekolah memperoleh nilai rerata post test sebesar
46,25. Statistik data memperlihatkan bahwa kelas eksperimen lebih unggul
dibandingkan kelas kontrol serta terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan
model PBL berbantuan Authentic video pada kelas eksperimen dibandingkan pada
kelas kontrol yang menggunakan model konvensional.
4.1.2 Hasil Belajar
Data hasil belajar siswa didapatkan dari kegiatan tes yang dilaksanakan
pada akhir kegiatan pembelajaran. Tes dilakukan dengan siswa mengerjakan soal
berupa pilihan ganda sebanyak 10 butir, di mana soal tersebut memiliki level
kognitif C1-C4. Dari data-data yang ada kemudian dilakukan uji normalitas yakni
uji Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan SPSS statistic. Berikut merupakan
data hasil uji normlitas belajar siswa yang terdapat pada tabel 4.5.
Tabel 4.5 Hasil uji normalitas hasil belajar siswa
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Levene's Test
for Equality of
Variances t-test for Equality of Means
95% Confidence
Std. Interval of the
Mean Error Difference
Sig. (2- Differen Differen
F Sig. t df tailed) ce ce Lower Upper
Hasil Equal 0,270 0,605 2,625 63 0,011 9,621 3,665 2,296 16,946
Belajar variances
assumed
Mengacu pada Tabel 4.6 data hasil uji Independent sample t-test pada bagian
kolom Levene's Test for Equality of Variances didapatkan nilai signifikan sebesar
0,605, nilai ini menunjukkan bahwa data tersebut homogen. Kemudian karena data
terbukti homogen, selanjutnya membaca kolom Equal variances assumed. Pada
bagian tabel t-test equality of means didapatkan hasil sig. (2-tailed) sebesar 0,011,
dan berdasarkan taraf pengambilan keputusan, nilai tersebut <0,05 sehingga
dikatakan bahwa berdasarkan hipotesis H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar antara kedua kelas berbeda secara
signifikan.
Adanya nilai yang berbeda pada kedua kelas menandakan bahwa adanya
pengaruh terhadap perlakuan yang telah diberikan. Tabel 4.7 dibawah ini
menunjukkan hasil dari rekapitulasi data post test siswa.
Tabel 4.7 Rekapitulasi data skor post test hasil belajar siswa
Post test
Komponen
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Jumlah Siswa 32 33
Nilai Tertinggi 80 90
Nilai Terendah 40 40
Rata-rata 62,5 71,81
SD 13,69 15,65
4.2 Pembahasan
4.2.1 Pengaruh model PBL berbantuan Authentic video terhadap kemampuan
berpikir kritis siswa SMP
Perlakuan yang berbeda diterapkan pada dua sampel kelas yang beda selama
kegiatan penelitian, pada kelas kontrol digunakan model pembelajaran yang
umumnya dipakai sekolah sehari-hari, sementara kelas eksperimen menggunakan
model PBL berbantuan Authentic video. Adanya penyelidikan ini digunakan untuk
mengetahui apakah penggunaan model PBL berbantuan Authentic video
berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Dan untuk membuktikan
adanya pengaruh, maka dilakukan tes dengan memberikan 6 butir soal uraian yang
mengacu pada indikator kemampuan berpikir kritis menurut Facione (2015) yaitu
inferensi, analisis, interpretasi, evaluasi, regulasi diri, dan eksplanasi. Tes
dilaksanakan di akhir setelah siswa melakukan kegiatan pembelajaran.
Berdasarkan data yang telah ada, secara keseluruhan kelas eksperimen
memiliki nilai yang lebih unggul bila dibandingkan kelas kontrol. Jika dilihat dari
grafik data pada Gambar 4.1 di tiap indikator kemampuan berpikir kritis kelas
eksperimen memiliki nilai yang lebih tinggi. Dari seluruh indikator, terdapat satu
indikator yang memiliki nilai rerata hampir sama di kedua kelas tersebut, yakni
indikator inferensi, yang artinya kemampuan siswa di dua kelas tersebut dalam
menyelesaikan jenis soal dengan indikator inferensi hampir sama. Indikator
regulasi diri menjadi indikator dengan nilai yang paling rendah pada kedua kelas,
yang membuktikan bahwa kemampuan siswa dalam menuliskan kesesuaian fakta
dengan teori masih rendah. Berdasarkan hasil tes, kebanyakan siswa mampu
tahapan ini juga guru bersama-sama menyimpulkan terkait tanya jawab dan hasil
diskusi yang sebelumnya telah dilakukan.
Sepanjang kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas eksperimen,
pada awalnya siswa belum terbiasa dengan peralihan dari model pembelajaran yang
sehari-hari digunakan dengan model PBL. Namun, dengan seiring berjalannya
kegiatan pembelajaran siswa mulai terbiasa dan antusias utamanya saat kegiatan
berdiskusi mengerjakan LKPD. Siswa juga lebih aktif bertanya kepada guru saat
terdapat kendala ataupun hal yang kurang dipahami saat proses penyelidikan dan
pengerjaan LKPD. Hampir keseluruhan siswa aktif dalam kegiatan diskusi dan
pemecahan masalah yang secara tidak langsung dapat membantu siswa
mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya (Dewi, 2020).
Kegiatan pembelajaran di kelas kontrol tidak menerapkan model yang sama
seperti kelas eksperimen, di kelas kontrol pembelajaran dilaksanakan dengan model
yang digunakan sehari-hari disekolah. Pada kelompok kontrol ini juga dibentuk
kelompok dan dibagikan LKPD, akan tetapi yang membedakan dengan kelas
eksperimen adalah berbantuan media video sementara pada kontrol menggunakan
media konvensional. Pada kelas kontrol ini guru lebih banyak memberikan
penjelasan dan siswa mendengarkan, sehingga seringkali kegiatan pembelajaran
berjalan pasif. Hanya beberapa siswa yang terlihat aktif dan sisanya hanya diam
mendengarkan. Karena media yang digunakan konvensional, sehingga kegiatan
pembelajaran berjalan lebih lama dibandingkan kelas eksperimen. Berdasarkan
pada uraian yang telah dijabarkan dan dengan melihat data-data bisa disimpulkan
bahwa kegiatan pembelajaran yang menerapkan model PBL berbantuan authentic
video berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
4.2.2 Pengaruh model PBL berbantuan Authentic video terhadap hasil belajar
siswa SMP
Model PBL berbantuan Authentic video yang diimplementasikan pada kelas
eksperimen juga dipakai untuk mengamati adakah pengaruh terhadap hasil belajar.
Hasil belajar ranah kognitif adalah taraf yang akan dikukur pada penelitian ini.
Untuk melihat hasil digunakan tes di akhir kegiatan pembelajaran dengan
memberikan 10 butir soal pilihan ganda yang sebelumnya telah disesuaikan dengan
taksonomi bloom, yakni level soal ada pada C1-C4. Pemilihan level taksonomi
bloom tersebut disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa, dikarenakan siswa
berada tingkat SMP maka peneliti merasa cukup pada level C4. Selain itu, Usman
et al., (2022) menjelaskan bahwa kecerdasan naturalis siswa dapat terbangun
dengan penerapan taksonomi bloom level C1-C4 yang nantinya dapat membantu
siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang baik.
Penerapan model PBL berbantuan Authentic video terbukti efektif
digunakan dalam kegiatan pembelajaran, yakni dengan dibuktikan melalui data
bahwa nilai siswa pada kelompok eksperimen lebih unggul dibandingkan kontrol.
Sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Widyaningrum et al.,
(2018) yang menyatakan bahwa model PBL berbantuan video berpengaruh dalam
membantu siswa untuk meningkatkan hasil belajarnya. Pembelajaran pada kelas
eksperimen menggunakan bantuan video membuat siswa lebih fokus dan
bersungguh-sungguh, siswa juga menjadi lebih aktif bertanya apabila mengalami
kendala saat melakukan penyelidikkan. Penerapan model PBL berbantuan
Authentic video ini juga membuat kegiatan pembelajaran berjalan lebih cepat
sehingga semua materi dapat terselesaikan. Lain pada kelas kontrol, karena
menerapkan model sesuai dengan yang selama ini digunakan oleh sekolah sehingga
semua kegiatan pembelajaran kebanyakan pada ceramah yang disampaikan guru.
Penyelidikan yang dilakukan pada kelas kontrol juga dilakukan secara langsung,
sehingga ini cukup memerlukan waktu yang lebih lama karena harus
mengkondisikan siswa agar lebih tertib selama penyelidikkan. Karena
pembelajaran pada kelas kontrol berjalan lebih lama dibandingkan kelas
eksperimen, sehingga terdapat materi yaitu gelombang bunyi tidak dapat
tersampaikan secara penuh. Pada kelas kontrol siswa terbilang cukup pasif, dan
banyak yang mengabaikan saat diberikan penjelasan materi. Hal ini juga yang
memungkinkan hasil belajar kelas kontrol menjadi lebih rendah dibandingkan kelas
eksperimen.
Selama kegiatan penelitian tentunya tidak lepas dari adanya berbagai
hambatan, seperti saat pengkondisian kelas karena kedua kondisinya kurang
kondusif. Beberapa siswa kurang aktif dan cenderung mengandalkan teman
5.1 Kesimpulan
Berdasar pada data serta olah data yang telah dilakukan, maka didapatkan
simpulan berikut ini :
a. Pengaruh model PBL berbantuan Authentic Video pada materi getaran dan
gelombang berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa
SMP.
b. Pengaruh model PBL berbantuan Authentic Video pada materi getaran dan
gelombang berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa SMP.
5.2 Saran
Mengacu pada hasil penelitian yang telah terlaksana, peneliti memberikan
beberapa saran kepada pembaca ataupun peneliti selanjutnya, sebagai berikut :
a. Bagi guru IPA, model PBL berbantuan Authentic video dapat menjadi salah
satu pilihan variasi model pembelajaran, dan dalam pemilihan media
hendaknya menyesuaikan dengan karakteristik siswa, indikator yang akan
ditentukan, sehingga dengan hal ini tujuan pembelajaran dapat tercapai.
b. Bagi peneliti lain, dapat digunakan sebagai tambahan informasi apabila ingin
melakukan penelitian yang sama dengan menggunakan variabel serta materi
yang berbeda dan dalam memilih media harus diperhatikan terkait isi, sehingga
nantinya media tersebut dapat mencakup keseluruhan aspek pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Li, J., X. Liu., Z. Chen., dan P. Wan. 2020. Design of a New Audio Signal
Generation Circuit. 2020 IEEE 14th International Conference on Anti-
Counterfeiting, Security, and Identification (ASID),154–158.
Liza, M. M., Soewarno S., dan Marwan Ar. 2016. Identifikasi miskonsepsi siswa
pada materi getaran dan gelombang kelas VIII di MTsN Rukoh. Jurnal Ilmiah
Mahasiswa (JIM) Pendidikan Fisika. 1(4) : 212-217.
Masdul,M. R. 2018. Komunikasi Pembelajaran. IQRA : Jurnal Ilmu Kependidikan
dan Keislaman. 13(2) : 1-9.
Melinda, V., dan M. Zainil. 2020. Penerapan model project based learning untuk
meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa sekolah dasar (studi
literatur). Jurnal Pendidikan Tambusai. 4(2) : 1526-1539.
Mirdad, J. 2020. Model-model Pembelajaran (Empat Rumpun Model
Pembelajaran). Indonesia Jurnal Sakinah. 2(1) : 14-23.
Nursyamsi, S. Y., S. R. Rahman., dan Suparman. 2023. Analisis profil keterampilan
berpikir kritis mahasiswa pendidikan biologi pada materi germinasi. BIOMA.
5(2) : 126-135.
Nuryanti, L., S. Zubaidah., dan M. Diantoro. 2018. Analisis kemampuan berpikir
kritis siswa SMP. Jurnal Pendidikan. 3(2) : 155-158.
OECD. 2023. PISA 2022 Result (volume I) : The State of Learning and Equity in
Education. Paris : OECD Publishing.
Purnasari, P. D., dan Y. D. Sadewo. 2020. Perbaikan Kualitas Pembelajaran Melalui
Pelatihan Pemilihan Model Pembelajaran dan Pemanfaatan Media Ajar di
Sekolah Dasar Wilayah Perbatasan. Jurnal Publikasi Pendidikan. 10(2) : 125-
132.
Purwaningsih, E. 2015. Potret Representasi Pedagogical Content Knowledge
(PCK) Guru dalam Mengajarkan Materi Getaran dan Gelombang pada Siswa
Smp. Indonesian Journal of Applied Physics. 5(1) : 15.
Purwanti, E. 2022. Pembelajaran Kontekstual Media Objek Langsung dalam
Menulis Puisi. Jakarta : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian
Indonesia.
Putra, P. D. A., dan Sudarti. 2015. Real life video evaluation dengan sistem E-
Learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa fisika.
Prosiding Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika (SNFPF) ke-6
2015. 6(1): 69-77.
Putri, M. I., I. Wilujeng., dan W. Setianingsih. 2017. Pengaruh model problem based
learning berbantuan video terhadap keterampilan berpikir kritis siswa SMP. I
E-Journal Pendidikan IPA. 6(8) : 1-5.
Raharjo, W. 2020. EKSIS Jadi Diri Sendiri. Jakarta: Kompas Gramedia.
Ridho, S., Ruwiyatun., B. Subali., dan P. Marwoto. 2020. Analisis kemampuan
berpikir kritis siswa pokok bahasan klasifikasi materi dan perubahannya.
Jurnal Pendidikan IPA. 6(1) : 10-15.
Rismawan, H., dan M. C. Aisiyah. 2023. Menentukan nilai periode, amplitudo,
frekuensi dan memvisualisasi getaran harmonik pada pegas dan bentuk
gelombang. Jurnal Fisika Sains dan Aplikasinya. 8(1) : 25-29.
Rizkika, M., P. D. A. Putra., dan N. Ahmad. 2022. Pengembangan E-LKPD berbasis
STEM pada materi tekanan zat untuk meningkatkan kemampuan berpikir
kritis siswa smp. Pancasakti Science Education Journal. 7(1) : 41-48.
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER33
LAMPIRAN
Lampiran 1. Matriks Penelitian
MATRIKS PENELITIAN
Judul Latar Belakang Rumusan Variabel Indikator Sumber Data Metode Penelitian
Masalah
Pengaruh Perkembangan dan perubahan yang a. Apakah terdapat • Variabel • Indikator Populasi : siswa • Jenis penelitian :
Model PBL sangat besar serta persaingan antar pengaruh bebas yang kemampuan nalar SMP kelas VIII Quasi
berbantuan sumber daya manusia, utamanya signifikan digunakan kritis : Eksperimental
Authentic pada bidang pendidikan pada setiap model PBL yaitu : 1. Interpretasi Sumber data : Design
Video pada individu diharapkan memiliki berbantuan Model PBL 2. Analisis • Data Primer (Eksperimen
Materi Getaran kemampuan khususnya dalam authemtic video berbantuan 3. Evaluasi 1. Tes semu)
dan berbagai bidang seperti literasi, pada materi Authentic 4. Inferensi • Data Sekunder • Desain
Gelombang berpikir kritis, kemampuan getaran dan Video 5. Eksplanasi 1. Observasi penelitian :
terhadap pemecahan masalah, komunikasi, gelombang • Variabel 6. Regulasi Diri 2. Wawancara Posttest only
Kemampuan kolaborasi serta karakter yang terhadap terikat : • Hasil belajar 3. Dokumentasi control group
Berpikir Kritis berperilaku baik (Ridho et al., kemampuan Kemampuan siswa: design
dan Hasil 2020). Berpikir kritis merupakan berpikir kritis? berpikir Kognitif • Teknik Analisis
Belajar Siswa kemampuan yang wajib untuk b. Apakah terdapat kritis dan (pengetahuan) Data :
SMP dikuasai oleh siswa di sekolah, pengaruh hasil belajar 1. Uji
sebab kemampuan ini dapat menjadi signifikan siswa Homogenitas
dasar dalam mempelajari berbagai model PBL 2. Uji
aspek kehidupan utamanya dalam berbantuan Normalitas
pembelajaran Ilmu Pengetahuan authentic video 3. Uji
Alam (IPA). Pembelajaran IPA pada materi Independent
merupakan salah satu pembelajaran getaran dan
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
35
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
36
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
37
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
38
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
39
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER40
Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase D, peserta didik mampu memahami konsep getaran dan
gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk alat-alat optik
sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu menganalisis konsep getaran melalui kegiatan diskusi
dengan tepat
2. Peserta didik mampu menganalisis konsep amplitudo, periode dan frekuensi
pada getaran melalui kegiatan diskusi dan ceramah dengan tepat
3. Peserta didik mampu menyelidiki peristiwa getaran melalui pengamatan
video dengan tepat
PERTEMUAN Ke – 1 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka • Siswa menjawab 10
kegiatan pembelajaran salam dari guru. menit
dengan mengucapkan
salam dan sapaan
• Guru mengajak siswa • Siswa mengikuti
untuk berdoa sebelum instruksi guru untuk
kegiatan pembelajaran berdoa
• Guru memeriksa
kehadiran siswa • Siswa menyatakan
• Guru menyampaikan kehadiran
tujuan pembelajaran • Siswa mendengarkan
yang akan dicapai penjelasan guru
• Guru memberikan
pertanyaan pemantik • Siswa menjawab
Pertanyaan : Apakah pertanyaan guru
kalian pernah Jawaban yang
melihat jam dinding diharapkan : pernah,
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER42
PERTEMUAN Ke – 2 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka • Siswa menjawab 10
kegiatan pembelajaran salam dari guru. menit
dengan mengucapkan
salam dan sapaan
• Guru mengajak siswa • Siswa mengikuti
untuk berdoa sebelum instruksi guru untuk
kegiatan pembelajaran berdoa
• Guru memeriksa
kehadiran siswa • Siswa menyatakan
• Guru memberikan kehadiran
motivasi kepada siswa • Siswa mendengarkan
dengan mengarahkan motivasi dari guru
kegiatan belajar hari
ini
Kegiatan Fase 4 Mengembangkan 60
inti dan Menyajikan hasil • Siswa menit
• Guru membimbing mempresentasikan
siswa dalam hasil diskusi yang
mempresentasikan telah dilakukan
hasil percobaan dan
diskusi bersama
kelompok
Fase 5 Menganalisis,
mengevaluasi proses
dan hasil pemecahan • Perwakilan tiap
masalah kelompok
• Guru memberikan menanggapi hasil
kesempatan kepada diskusi yang disajikan
tiap perwakilan • Diskusi tanya jawab
kelompok untuk antar kelompok
memberikan • Siswa terlibat secara
tanggapan terhadap aktif selama kegiatan
penjelasan hasil tanya jawab
diskusi penyaji
• Guru memberikan
kesempatan kepada
kelompok lain untuk
mengevaluasi jawaban
dari kelompok penyaji
• Guru memastikan
semua anggota
kelompok terlibat
secara aktif dalam
diskusi dan saling
membantu dalam
menyelesaikan
masalah
• Guru membimbing
siswa untuk membuat
kesimpulan terkait
diskusi dan tanya
jawab yang telah
dilakukan
Penutup • Guru membimbing • Siswa melakukan 10
siswa dalam refleksi bersama-sama menit
melakukan refleksi • Siswa memperhatikan
terkait kegiatan penjelasan yang
pembelajaran yang disampaikan oleh
sudah dilakukan guru
• Guru memberikan • Siswa berdoa dan
motivasi pada siswa mengucapkan salam
• Guru mengakhiri penutup
kegiatan pembelajaran
dengan berdoa dan
mengucap salam
PERTEMUAN Ke – 3 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka kegiatan • Siswa menjawab 10
pembelajaran dengan salam dari guru. menit
mengucapkan salam dan
sapaan
• Guru mengajak siswa • Siswa mengikuti
untuk berdoa sebelum instruksi guru
kegiatan pembelajaran untuk berdoa
• Guru memeriksa
kehadiran siswa • Siswa menyatakan
kehadiran
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER46
Fase 2 Mengorganisasi
Siswa
• Guru menjelaskan
materi gelombang
• Guru meminta siswa • Siswa
untuk membentuk mendengarkan
kelompok secara penjelasan guru
heterogen sesuai yang • Siswa membentuk
telah ditentukan kelompok secara
• Guru membagikan heterogen
LKPD pada tiap
kelompok
• Guru menjelaskan • Siswa menerima
mengenai LKPD dan memahami
LKPD
Fase 3 Penyelidikan
• Guru menampilkan
tayangan authentic video • Siswa
tentang materi getaran memperhatikan
• Guru meminta siswa tayangan video
untuk mengamati dan
menyelidiki peristiwa
pada tayangan video
• Guru meminta siswa
untuk mengisi LKPD
PERTEMUAN Ke – 4 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka • Siswa menjawab 10
kegiatan pembelajaran salam dari guru. menit
dengan mengucapkan
salam dan sapaan
• Guru mengajak siswa • Siswa mengikuti
untuk berdoa sebelum instruksi guru untuk
kegiatan pembelajaran berdoa
• Guru memeriksa
kehadiran siswa • Siswa menyatakan
• Guru memberikan kehadiran
motivasi kepada siswa • Siswa mendengarkan
dengan mengarahkan motivasi dari guru
kegiatan belajar hari
ini
Kegiatan Fase 4 Mengembangkan 60
inti dan Menyajikan hasil • Siswa menit
• Guru membimbing mempresentasikan
siswa dalam hasil diskusi yang
mempresentasikan telah dilakukan
hasil percobaan dan
diskusi bersama
kelompok
PERTEMUAN Ke – 5 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka • Siswa menjawab 10
kegiatan salam dari guru. menit
pembelajaran dengan
mengucapkan salam
dan sapaan • Siswa mengikuti
• Guru mengajak siswa instruksi guru untuk
untuk berdoa sebelum berdoa
kegiatan
pembelajaran • Siswa menyatakan
• Guru memeriksa kehadiran
kehadiran siswa • Siswa mendengarkan
• Guru memberikan motivasi dari guru
motivasi kepada
siswa dengan
mengarahkan
kegiatan belajar hari
ini
Kegiatan Guru memberikan Siswa mengerjakan 60
inti lembar tes (Post test) Posttest menit
untuk dikerjakan oleh
siswa
Penutup • Guru membimbing • Siswa melakukan 10
siswa dalam refleksi bersama-sama menit
melakukan refleksi • Siswa memperhatikan
terkait kegiatan penjelasan yang
pembelajaran yang disampaikan oleh guru
sudah dilakukan • Siswa berdoa dan
• Guru memberikan mengucapkan salam
motivasi pada siswa penutup
• Guru mengakhiri
kegiatan
pembelajaran dengan
berdoa dan mengucap
salam
Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase D, peserta didik mampu memahami konsep getaran dan
gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk alat-alat optik
sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu menganalisis konsep getaran melalui kegiatan diskusi
dengan tepat
2. Peserta didik mampu menganalisis konsep amplitudo, periode dan frekuensi
pada getaran melalui kegiatan diskusi dan ceramah dengan tepat
3. Peserta didik mampu menyelidiki peristiwa getaran pada bandul melalui
percobaan sederhana dengan tepat
PERTEMUAN Ke – 1 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka • Siswa menjawab 10
kegiatan pembelajaran salam dari guru. menit
dengan mengucapkan
salam dan sapaan
• Guru mengajak siswa • Siswa mengikuti
untuk berdoa sebelum instruksi guru untuk
kegiatan pembelajaran berdoa
• Guru memeriksa
kehadiran siswa • Siswa menyatakan
• Guru menyampaikan kehadiran
tujuan pembelajaran • Siswa mendengarkan
yang akan dicapai penjelasan guru
• Guru memberikan
pertanyaan pemantik
Fase 3 Pengumpulan
Data
• Guru membentuk • Siswa terbentuk atas
siswa menjadi beberapa kelompok,
beberapa kelompok dan menerima LKPD
dan membagikan
LKPD
• Guru dan siswa • Siswa bersama guru
menyiapkan alat bahan menyiapkan alat
yang akan digunakan bahan untuk kegiatan
untuk melakukan percobaan sederhana
percobaan sederhana
• Guru menjelaskan • Siswa mendengarkan
terkait percobaan penjelasan guru
sederhana yang
dilakukan
• Guru membimbing • Siswa melakukan
siswa selama percobaan sederhana
melakukan percobaan sesuai petunjuk di
sederhana LKPD
Penutup • Guru membimbing • Siswa melakukan 10
siswa dalam refleksi bersama- menit
melakukan refleksi sama
terkait kegiatan • Siswa
pembelajaran yang memperhatikan
sudah dilakukan penjelasan yang
• Guru memberikan disampaikan oleh
motivasi pada siswa guru
• Guru mengakhiri • Siswa berdoa dan
kegiatan pembelajaran mengucapkan salam
dengan berdoa dan penutup
mengucap salam
PERTEMUAN Ke – 2 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka • Siswa menjawab 10
kegiatan pembelajaran salam dari guru. menit
dengan mengucapkan
salam dan sapaan
• Guru mengajak siswa • Siswa mengikuti
untuk berdoa sebelum instruksi guru untuk
kegiatan pembelajaran berdoa
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER55
PERTEMUAN Ke – 3 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka • Siswa menjawab 10
kegiatan pembelajaran salam dari guru. menit
dengan mengucapkan
salam dan sapaan
• Guru mengajak siswa • Siswa mengikuti
untuk berdoa sebelum instruksi guru untuk
kegiatan pembelajaran berdoa
• Guru memeriksa
kehadiran siswa • Siswa menyatakan
• Guru menyampaikan kehadiran
tujuan pembelajaran • Siswa mendengarkan
yang akan dicapai penjelasan guru
• Guru memberikan
pertanyaan pemantik • Siswa menjawab
Pertanyaan : apakah pertanyaan guru
kalian pernah Jawaban yang
memperhatikan diharapkan : pernah,
bagaimana pergerakkanya
pergerakan air membentuk
sungai saat gelombang
mengalir? Atau air
laut saat di Pantai?
• Guru memberikan • Siswa mendengarkan
motivasi kepada siswa motivasi dari guru
dengan mengarahkan
kegiatan belajar hari
ini
Kegiatan Fase 1 Stimulasi • Siswa membuat 60
inti Guru memberikan jawaban sementara menit
pertanyaan kepada atau hipotesis atas
siswa : Anisa dan pertanyaan tersebut
Rima sedang bermain
membuat perahu
kertas, kemudian
perahu tersebut
diletakkan di sungai.
Anisa dan Rima ingin
membuat perahu
tersebut dapat berjalan
cepat, bagaimanakah
caranya? Apakah
perahu dapat
digerakkan dengan
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER57
membuat gelombang
air?
Fase 2 Identifikasi
Masalah
• Guru membimbing • Siswa mengajukan
siswa untuk membuat hipotesis atas
hipotesis berdasarkan pertanyaan yang
pertanyaan yang telah diajukan guru
diajukan, kemudian
guru meluruskan
terkait hipotesis yang
sesuai
Fase 3 Pengumpulan
Data
• Guru membentuk • Siswa terbentuk atas
siswa menjadi beberapa kelompok,
beberapa kelompok dan menerima LKPD
dan membagikan
LKPD
• Guru dan siswa • Siswa bersama guru
menyiapkan alat bahan menyiapkan alat
yang akan digunakan bahan untuk kegiatan
untuk melakukan percobaan sederhana
percobaan sederhana
• Guru menjelaskan • Siswa mendengarkan
terkait percobaan penjelasan guru
sederhana yang
dilakukan
• Guru membimbing • Siswa melakukan
siswa selama percobaan sederhana
melakukan percobaan sesuai petunjuk di
sederhana LKPD
Penutup • Guru membimbing • Siswa melakukan 10
siswa dalam refleksi bersama- menit
melakukan refleksi sama
terkait kegiatan
pembelajaran yang • Siswa
sudah dilakukan memperhatikan
• Guru memberikan penjelasan yang
motivasi pada siswa disampaikan oleh
• Guru mengakhiri guru
kegiatan pembelajaran • Siswa berdoa dan
dengan berdoa dan mengucapkan salam
mengucap salam penutup
PERTEMUAN Ke – 4 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka • Siswa menjawab 10
kegiatan pembelajaran salam dari guru. menit
dengan mengucapkan
salam dan sapaan
• Guru mengajak siswa • Siswa mengikuti
untuk berdoa sebelum instruksi guru untuk
kegiatan pembelajaran berdoa
• Guru memeriksa
kehadiran siswa • Siswa menyatakan
• Guru memberikan kehadiran
motivasi kepada siswa • Siswa mendengarkan
dengan mengarahkan motivasi dari guru
kegiatan belajar hari
ini
Kegiatan Fase 4 Pengolahan Data • Siswa bersama 60
inti • Guru membimbing kelompok mengolah menit
siswa dalam mengolah data yang didapatkan
data hasil percobaan setelah percobaan
sederhana
Fase 5 Pembuktian
• Guru • Siswa menuliskan
menginstruksikan data hasil percobaan
siswa untuk pada LKPD dan
menuliskan data yang menjawab semua
diperoleh dan mengisi pertanyaan yang
setiap pertanyaan yang terdapat di LKPD
ada di LKPD
• Guru membimbing • Siswa bersama-sama
siswa untuk menarik guru menarik
kesimpulan terhadap kesimpulan terhadap
percobaan yang telah kegiatan yang telah
dilakukan dilakukan
Penutup • Guru membimbing • Siswa melakukan 10
siswa dalam refleksi bersama- menit
melakukan refleksi sama
terkait kegiatan • Siswa
pembelajaran yang memperhatikan
sudah dilakukan penjelasan yang
• Guru memberikan disampaikan oleh
motivasi pada siswa guru
PERTEMUAN Ke – 5 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka • Siswa menjawab 10
kegiatan salam dari guru. menit
pembelajaran dengan
mengucapkan salam
dan sapaan • Siswa mengikuti
• Guru mengajak siswa instruksi guru untuk
untuk berdoa sebelum berdoa
kegiatan
pembelajaran • Siswa menyatakan
• Guru memeriksa kehadiran
kehadiran siswa • Siswa mendengarkan
• Guru memberikan motivasi dari guru
motivasi kepada
siswa dengan
mengarahkan
kegiatan belajar hari
ini
Kegiatan Guru memberikan Siswa mengerjakan 60
inti lembar tes (Post test) Posttest menit
untuk dikerjakan oleh
siswa
Penutup • Guru membimbing • Siswa melakukan 10
siswa dalam refleksi bersama-sama menit
melakukan refleksi • Siswa memperhatikan
terkait kegiatan penjelasan yang
pembelajaran yang disampaikan oleh guru
sudah dilakukan • Siswa berdoa dan
• Guru memberikan mengucapkan salam
motivasi pada siswa penutup
• Guru mengakhiri
kegiatan
pembelajaran dengan
berdoa dan mengucap
salam
60
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
4. Sari sedang bermain lato-lato, saat dimainkan lato-lato tersebut bergerak dengan periode 10 detik. Berapakah frekuensi C. 0,1 Hz C3 10
getaran ayunan tersebut....
a. 0,5 Hz
b. 1 Hz
c. 0,1 Hz
d. 0,2 Hz
5. Fira dan anisa bermain ayunan di taman kota. Fira menghitung setiap gerakan ayunan yang terjadi, waktu total untuk fira c. 1,6 detik C4 10
mendapatkan 50 ayunan adalah 80 detik. Jika berat badan fira saat ini 45kg, berapakah periode getaran pada ayunan
tersebut......
a. 1 detik
b. 2 detik
c. 3 detik
d. 1,6 detik
6. Berdasarkan arah getarannya, gelombang dibagi menjadi gelombang transversal dan gelombang longitudinal. Apakah a. Gelombang C1 10
yang dimaksud dengan gelombang tranversal…. yang arah
a. Gelombang yang arah getarannya tegak lurus dengan arah rambatnya getarannya
b. Gelombang yang arah getarannya tegak lurus dengan arah geraknya tegak lurus
c. Gelombang yang arah getarannya sejajar dengan arah rambatnya dengan arah
d. Gelombang yang arah getarannya tidak sejajar dengan arah rambatnya rambatnya
7. Contoh gelombang yang termasuk gelombang longitudinal adalah…. C. Gelombang C2 10
a. Gelombang Tali bunyi
b. Gelombang Cahaya
c. Gelombang Bunyi
d. Gelombang Air Laut
8. Sebuah slinky dimainkan hingga membentuk gelombang longitudinal, arah getaran dan rambatan yang terjadi pada slinky D. arah C2 10
tersebut adalah……. getarannya
a. Tegak lurus dengan arah rambatnya sejajar dengan
b. Tegak lurus dan sejajar arah rambatnya
61
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
62
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
Nomor Indikator
Skoring
Soal berpikir kritis Soal
Kriteria Jawaban Skor
1. Interpretasi Getaran merupakan gerakan bolak-balik melalui Orang yang berjalan secara bolak-balik tidak termasuk dalam contoh 15
titik kesetimbangan. Jelaskan apakah orang yang peristiwa getaran, sebab orang yang berjalan bolak-balik tidak pasti berada
berjalan secara bolak-balik juga termasuk ke pada titik kesetimbangan
dalam peristiwa getaran?
2. Analisis Analisislah gambar dibawah ini! Gelombang yang terbentuk pada permukaan air laut termasuk gelombang 15
transversal. Hal tersebut karena gerakan partikel air laut yang terjadi
secara tegak lurus terhadap arah perambatan gelombang
63
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
tersebut berpengaruh terhadap kecepatan dari periode ayunan yang lebih cepat dibandingkan dengan ayunan yang
gerak ayunan? Jika berpengaruh, bagaimanakah memiliki panjang tali yang lebih panjang.
pengaruhnya?
5. Eksplanasi Dina dan Dini sedang bermain ayunan di taman, Diketahui : 25
keduanya memiliki berat badan yang berbeda di n : 12
mana Dina lebih berat yakni 45kg sementara dini t : 30 s
40kg. Ayunan yang dinaiki keduanya memiliki ditanya : f keduanya?
panjang tali yang sama. Saat mengayunkan pada Jawaban :
waktu 30 detik keduanya mendapatkan jumlah Dina :
ayunan yang sama yakni 12 ayunan. Apakah 𝑛 12
f = = = 0,4 Hz
𝑡 30
frekuensi keduanya juga sama? Dan apakah berat
berpengaruh terhadap frekuensi ayunan?
Dini
𝑛 12
f = = 30 = 0,4 Hz
𝑡
jadi, frekuensi keduanya sama yakni 0,4 Hz.
Berat atau massa tidak berpengaruh terhadap frekuensi dari ayunan,
karena frekuensi hanya dipengaruhi oleh panjang tali dan percepatan
gravitasi.
6. Regulasi Diri Galang dan Aryo sedang memainkan slinky dengan Peristiwa yang terjadi adalah gelombang longitudinal. Saat salah satu ujung 15
salah satu ujung slinky ditahan dan ujung lainnya slinky ditahan dan ujung lainnya di dorong maju mundur, energi dari
didorong maju mundur. Saat didorong ternyata ada dorongan tersebut akan merambat melalui slinky. Pergerakkan tersebut
bagian yang bergerak dari slinky tersebut. terjadi secara searah atau sejajar yang merupakan salah satu ciri dari
Dapatkah kalian menjelaskan peristiwa apa yang gelombang longitudinal.
terjadi pada slinky tersebut?
64
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
2. Soal no 2
Skor Keterangan
0 Siswa tidak menjawab
2 Siswa menjawab kurang tepat
5 Siswa dapat menjawab dengan benar mengenai gelombang yang terbentuk, namun tidak disertai penjelasan
10 Siswa dapat menjawab dengan benar mengenai gelombang yang terbentuk, namun penjelasan kurang tepat
15 Siswa dapat menjawab dengan benar mengenai jenis gelombang yang terbentuk beserta penjelasan lengkap mengenai
mengapa gelombang tersebut dapat terbentuk
65
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
3. Soal no 3
Skor Keterangan
0 Siswa tidak menjawab
2 Siswa menjawab kurang tepat
5 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa saat berbicara atau bernyanyi getaran terjadi pada pita suara dan akan
menghasilkan gelombang suara, namun tidak disertai penjelasan
10 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa saat berbicara atau bernyanyi getaran terjadi pada pita suara dan akan
menghasilkan gelombang suara, namun penjelasan kurang tepat
15 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa saat berbicara atau bernyanyi getaran terjadi pada pita suara dan akan
menghasilkan gelombang suara, beserta penjelasan lengkap tentang perambatan gelombang suara hingga bunyi yang keluar
akan dapat didengar oleh telinga
4. Soal no 4
Skor Keterangan
0 Siswa tidak menjawab
2 Siswa menjawab kurang tepat
5 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa perbedaan panjang ayunan berpengaruh, namun tidak disertai penjelasan
10 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa perbedaan panjang ayunan berpengaruh pada gerakan ayunan, namun
penjelasan kurang tepat
15 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa perbedaan panjang ayunan berpengaruh terhadap gerakan, beserta penjelasan
lengkap tentang perbedaan panjang ayunan
66
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
5. Soal no 5
Skor Keterangan
0 Siswa tidak menjawab
10 Siswa menjawab kurang tepat
15 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa frekuensi keduanya sama, namun tidak disertai langkah perhitungan
20 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa frekuensi keduanya sama, namun langkah perhitungan kurang tepat
25 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa frekuensi keduanya sama dan menjelaskan bahwa berat atau massa tidak
berpengaruh terhadap frekuensi, dan disertai langkah perhitungan yang tepat dan lengkap
6. Soal no 6
Skor Keterangan
0 Siswa tidak menjawab
2 Siswa menjawab kurang tepat
5 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa peristiwa yang terjadi adalah gelombang longitudinal, namun tidak disertai
penjelasan
10 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa peristiwa yang terjadi adalah gelombang longitudinal, namun penjelasan yang
diberikan kurang tepat
15 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa peristiwa yang terjadi adalah gelombang longitudinal, disertai penjelasan yang
lengkap tentang terjadinya peristiwa gelombang longitudinal pada slinky
67
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER68
1. ARP 2 10 10 15 10 2
2. AWWA 2 15 10 15 10 10
3. ALSW 2 2 2 2 10 2
4. AZI 0 10 5 0 0 0
5. AHD 15 5 10 15 0 10
6. FA 2 15 10 15 10 15
7. FAA 2 5 2 15 10 5
8. GNP 10 10 15 10 10 10
9. HAI 15 15 15 15 10 5
10. KEJ 15 10 5 15 10 10
11. MBFD 2 5 2 5 0 10
12. MIM 0 10 5 15 0 0
13. MAD 5 2 2 5 10 2
14. MAJR 2 5 2 0 0 10
15. MLM 2 10 10 15 0 2
16. MIFSP 10 10 10 2 0 2
17. MAR 2 10 10 15 10 2
18. MMF 2 5 5 15 10 2
19. MRB 10 10 2 0 0 0
20. MSAM 0 10 5 15 0 0
21. NHR 15 10 5 15 10 10
22. NASW 5 5 0 10 15 5
23. NIM 15 15 10 15 10 10
24. NAM 15 10 10 10 10 5
25. QQ 2 10 10 10 10 10
26. QNF 2 15 10 15 10 15
27. SDCR 2 5 2 0 0 10
28. SSAZ 15 10 5 15 10 15
29. VNA 10 2 2 10 0 5
30. ZASF 15 10 5 15 10 5
31. ZASF 15 10 5 15 10 15
32. ZMK 2 10 10 15 10 2
33.
Rerata 6,65 8,93 6,65 10,9 6,71 6,43
1. ANH 15 15 10 10 10 10
2. AMI 15 15 10 15 10 5
3. ANAD 10 15 5 10 10 0
4. AS 15 15 10 10 20 10
5. AGP 2 2 2 5 10 10
6. FNNF 15 15 15 10 20 10
7. FP 5 15 15 15 10 15
8. FAA 5 15 15 15 20 10
9. JAK 15 10 10 10 0 5
10. JKAL 2 2 10 2 10 5
11. KFS 15 15 15 10 20 10
12. MNPS 15 15 15 15 10 15
13. MIF 0 10 5 15 0 0
14. MAW 5 2 0 10 10 5
15. MDSD 10 2 10 10 20 10
16. MFH 15 15 10 10 0 5
17. MMAK 15 15 10 15 20 15
18. MNMH 10 2 0 10 0 0
19. MJK 15 10 15 15 10 5
20. NNSA 15 15 15 10 20 10
21. NRA 15 15 5 10 20 10
22. NAKW 15 15 15 15 20 10
23. NR 10 5 10 5 15 15
24. NK 15 15 15 10 20 15
25. RAA 15 10 10 15 0 15
26. RVF 15 15 15 15 20 10
27. RA 10 15 15 15 20 15
28. RAKZ 10 2 0 10 0 0
29. RSH 15 15 5 10 20 10
30. SGA 2 10 10 10 10 10
31. SMI 15 15 15 10 20 10
32. TKA 2 15 10 15 10 2
33. WAA 15 15 15 10 20 15
Rerata 11,15 11,57 10,21 11,27 12,87 8,84
Pertemuan ke-2
Pertemuan ke-3
Pertemuan ke-4
Pertemuan ke-5
Pertemuan ke-2
Pertemuan ke-3
Pertemuan ke-4
Pertemuan ke-5
86
87
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
89
90
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER