0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan105 halaman

Digital Repository Universitas Jember

Diunggah oleh

FUN ROOM
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan105 halaman

Digital Repository Universitas Jember

Diunggah oleh

FUN ROOM
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

PENGARUH MODEL PBL BERBANTUAN AUTHENTIC


VIDEO PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG
TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL
BELAJAR SISWA SMP

Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana pada


Program Studi Pendidikan IPA

SKRIPSI

Oleh
Rani Fatmawati
NIM 200210104054

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA
JEMBER
2024

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

PENGARUH MODEL PBL BERBANTUAN AUTHENTIC


VIDEO PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG
TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL
BELAJAR SISWA SMP

Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana pada


Program Studi Pendidikan IPA

SKRIPSI

Oleh
Rani Fatmawati
NIM 200210104054

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA
JEMBER
2024

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


i
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

PERSEMBAHAN

Dengan mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat, hidayah dan
pertolongan-Nya, skripsi ini saya persembahkan untuk :
1. Kedua orang tua saya, Bapak Moh. Syahroji Tanjung dan Ibu Tusniyah, kakak-
kakak saya, Sri Murtiasari dan Ahmad Sodik serta seluruh keluarga yang
senantiasa memberikan do’a, dukungan, dan semangat akan segala sesuatu
yang saya lakukan setiap harinya.
2. Guru-guru sejak Taman Kanak-kanak hingga Sekolah menengah Atas serta
seluruh Dosen Program Studi pendidikan IPA Universitas Jember yang telah
memberikan ilmu dan bimbingan dengan sabar dan ikhlas.
3. Almamater Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


ii
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

MOTTO

”Allah SWT. tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan


kesanggupannya”
(Q.S Al-Baqarah : 286)

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya


bersama kesulitan ada kemudahan”
(Q.S Al-Insyirah : 5-6)

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


iii
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

PERNYATAAN ORISINALITAS

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Rani Fatmawati
NIM : 200210104054
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul “Pengaruh
Model PBL berbantuan Authentic Video pada Materi Getaran dan Gelombang
terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP” adalah benar-benar hasil karya
sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, dan belum pernah
diajukan pada institusi manapun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung
jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan skripsi ilmiah yang harus
dijunjung tinggi.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, tanpa adanya
tekanan dan paksaan dari pihak manapun serta bersedia mendapatkan sanksi
akademik jika ternyata di kemudian hari pernyataan ini tidak benar.

Jember, 10 September 2024


Yang menyatakan,

Rani Fatmawati
200210104054

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


iv
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

HALAMAN PERSETUJUAN

Skripsi berjudul “Pengaruh Model PBL berbantuan Authentic Video pada Materi
getaran dan Gelombang terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar
Siswa SMP” telah diuji dan disahkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jember pada :
Hari : Selasa
Tanggal :10 September 2024
Tempat : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember

Pembimbing Tanda Tangan


1. Pembimbing Utama
Nama : Dr. Supeno, [Link]., [Link] (.......................)
NIP : 19741207199931002
2. Pembimbing Anggota
Nama : Rayendra Wahyu B, [Link]., [Link]., Ph.D (.......................)
NIP :1989011920212121001

Penguji
1. Penguji Utama
Nama : Pramudya Dwi A.P., [Link]., [Link]., Ph.D (.......................)
NIP :198704012012121002
2. Penguji Anggota 1
Nama : Zainur Rasyid Ridlo, [Link]., [Link] (.......................)
NIP : 198805232019031009

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


v
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

ABSTRAK

Kemampuan berpikir tingkat tinggi, salah satunya adalah kemampuan


berpikir kritis merupakan kemampuan yang wajib untuk dikuasai siswa di sekolah,
sebab kompetensi ini dapat menjadi dasar dalam mempelajari berbagai aspek
kehidupan. Namun pada kenyataannya kemampuan berpikir kritis yang dimiliki
siswa masih tergolong rendah, hal ini juga berdampak pada hasil belajar siswa.
Pemilihan media dan model pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa dalam
meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PBL berbantuan
authetic video terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada
materi getaran dan gelombang. Penelitian dilakukan pada kelas kontrol dan kelas
eksperimen, dengan desain penelitian posttest only control group. Data primer
diperoleh melalui tes yang dilakukan di akhir kegiatan pembelajaran (posttest), data
hasil tes akan dianalisis dengan uji normalitas dan uji t dengan taraf signifikansi
5%. Hasil penelitian berpikir kritis kedua kelas menunjukkan 0,000 < 0,05 yang
artinya H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga kedua kelas memiliki perbedaan nilai
yang signifikan. Sementara hasil belajar dengan ketentuan taraf signifikansi yang
sama memiliki hasil sebesar 0,011<0,05 yang artinya hasil belajar kedua kelas
berbeda secara signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan
model PBL berbantuan authentic video berpengaruh terhadap kemampuan berpikir
dan hasil belajar siswa pada materi getaran dan gelombang.

Kata Kunci : berpikir kritis, hasil belajar, PBL, authentic video

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


vi
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

RINGKASAN

Pengaruh Model PBL berbantuan Authentic Viddeo pada materi getaran dan
Gelombang terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa
SMP; Rani Fatmawati; 200210104054, 34 halaman, Program Studi pendidikan
IPA; Jurusan pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Jember.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kini berlangsung
cukup pesat sehingga menimbulkan persaingan di berbagai aspek kehidupan,
terkecuali persaingan dalam sumber daya manusia. Setiap individu diharapkan
memiliki bekal dalam menghadapi perkembangan IPTEK, salah satunya dengan
menguasai kemampuan berpikir kritis, yaitu sebuah proses teratur yang didalamnya
mengarah pada aktivitas seperti memberikan asumsi, argumentasi hingga mengarah
pada proses identifikasi. Kemampuan ini menjadi kompetensi yang wajib untuk
dimiliki siswa utamanya dalam pembelajaran IPA. Saat ini banyak miskonsepsi
akan pembelajaran IPA, dimana siswa banyak yang masih menerapkan sistem
menghafal, padahal IPA tidak cukup dihafalkan melainkan harus dipahami terkait
konsep materi yang disajikan. Kemampuan berpikir kritis yang dimiliki siswa
hingga saat ini masih tergolong rendah, hal ini tentunya berdampak pada perolehan
hasil belajar. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan
hasil belajar siswa adalah dengan menerapkan model dan media pembelajaran yang
dirasa dapat mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu model yang dapat menjadi
solusi permasalahan tersebut adalah model PBL berbantuan authentic video pada
materi getaran dan gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji 1) pengaruh
penerapan model PBL berbantuan authentic video pada materi getaran dan
gelombang terhadap kemampuan berpikir kritis, 2) pengaruh penerapan model PBL
berbantuan authentic video pada materi getaran dan gelombang terhadap hasil
belajar.
Penelitian ini menggunakan desain posttest only control group design.
Lokasi penelitian di MTsN 2 Jember pada semester genap tahun ajaran 2023/2024.
Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII, dan teknik yang digunakan

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


vii
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

untuk menentukan sampel adalah teknik purposive sampling. Kelas VIII E sebagai
kelas kontrol dan kelas VIII F sebagai kelas eksperimen. Pada kelas kontrol
menggunakan model dan media pembelajaran yang digunakan oleh sekolah setiap
harinya, sementara kelas eksperimen merupakan kelas yang diberi perlakuan yakni
dengan menggunakan model PBL berbantuan authentic video. Pada akhir kegiatan
pembelajaran, siswa diberikan tes untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis dan
hasil belajarnya. Tes merupakan data primer dalam penelitian ini, untuk data
sekunder ada wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan
adalah uji normalitas dan dilanjutkan dengan uji Independent sample t-test untuk
menguji hipotesis.
Berdasarkan hasil penelitian, kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata yang
lebih unggul dibandingkan kelas kontrol. Pada tes kemampuan berpikir kritis kelas
eksperimen memperoleh nilai rata-rata 65,93 sementara kelas kontrol 46,25.
Sedangkan untuk hasil belajar kelas eksperimen memperoleh rata-rata 71,81 dan
kelas kontrol 62,5. Data-data yang ada tersebut kemudian di uji normalitas untuk
melihat apakah data terdistribusi normal atau tidak, dan hasilnya pada kedua kelas
baik untuk kemampuan berpikir kritis maupun hasil belajar datanya berdistribusi
normal. Selanjutnya dilakukan uji Independent sample t-test dengan taraf
signifikansi sebesar 5%, pada data kemampuan berpikir kritis diperoleh nilai sig.
(2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dan untuk data hasil belajar diperoleh nilai sig. (2-
tailed) sebesar 0,004 < 0,05 sehingga berdasarkan hipotesis H0 ditolak dan Ha
diterima, artinya terdapat perbedaan secara signifikan pada kedua kelas pada
kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Sesuai dengan analisis data yang
telah dilakukan oleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PBL
berbantuan authentic video berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir
kritis dan hasil belajar siswa.

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


viii
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

PRAKATA

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, saya
dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Model PBL berbantuan
Authentic Video pada Materi Getaran dan Gelombang terhadap Kemampuan
Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa SMP”. Skripsi ini disusun untuk
memenuhi salah satu syarat penyelesaian pendidikan strata satu (S1) pada Program
Studi Pendidikan IPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.
Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai
pihak. Dengan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada :
1. Prof. Dr. Bambang Soepeno, [Link] selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Jember yang telah bersedia menerbitkan surat
permohonan observasi dan penelitian ke sekolah.
2. Dr. Sri Wahyuni, [Link]., [Link]., selaku Ketua Program Studi Pendidikan IPA
Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan Universitas Jember yang telah
memberikan fasilitas dari proses pengajuan judul hingga proses penyelesaian
skripsi.
3. Dr. Supeno, [Link]., [Link]., selaku Dosen pembimbing utama dan Rayendra
Wahyu Bachtiar, [Link]., [Link]., Ph. D., selaku Dosen pembimbing anggota.
Pramudya Dwi Aristya Putra, [Link]., [Link]., Ph. D., selaku Dosen penguji utama
dan Zainur Rasyid Ridlo, [Link]., [Link]., selaku Dosen penguji anggota yang
telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam membimbing penulisan
skripsi ini.
4. Kepala sekolah MTsN 2 Jember Nur Aliyah, [Link]., [Link] dan guru bidang studi
IPA kelas VIII Myco Hersandi, [Link]., yang telah memberikan izin serta
memfasilitasi selama kegiatan penelitian.
5. Semua pihak yang telah membantu dan mendukung selama penyelesaian tugas
akhir yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Jember, 10 September 2024

Penulis

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


ix
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................................. i
PERSEMBAHAN...................................................................................... ii
MOTTO ..................................................................................................... iii
PERNYATAAN ORISINALITAS ............................................................ iv
HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................. v
ABSTRACT ................................................................................................ vi
RINGKASAN ............................................................................................ vii
PRAKATA.................................................................................................. ix
DAFTAR ISI .............................................................................................. x
DAFTAR TABEL ...................................................................................... xi
DAFTAR GAMBAR ................................................................................. xii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. xiii
BAB 1. PENDAHULUAN ........................................................................ 1
1.1 Latar Belakang .............................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................... 4
1.3 Tujuan ........................................................................................... 4
1.4 Manfaat penelitian ........................................................................ 4
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ............................................................... 5
2.1 Pembelajaran IPA di SMP............................................................ 5
2.2 Model Pembelajaran .................................................................... 5
2.3 Model PBL .................................................................................. 6
2.4 Authentic Video ........................................................................... 8
2.5 Kemampuan Berpikir Kritis ........................................................ 9
2.6 Hasil Belajar ................................................................................ 10
2.7 Materi Getaran dan Gelombang................................................... 11
2.8 Kerangka Berpikir ....................................................................... 12
2.9 Hipotesis ...................................................................................... 12
BAB 3. METODOLOGI PENELITIAN ................................................. 13
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ....................................................... 13
3.2 Populasi dan Sampel .................................................................... 13
3.3 Desain Penelitian ......................................................................... 13
3.4 Prosedur Penelitian ...................................................................... 13
3.5 Pengumpulan Data Penelitian ...................................................... 15
3.6 Metode Analisis ........................................................................... 15
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN .................................................... 17
4.1 Hasil Penelitian ............................................................................ 17
4.2 Pembahasan ................................................................................. 23
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN .................................................... 28
5.1 Kesimpulan .................................................................................. 28
5.2 Saran ............................................................................................ 28
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 29
LAMPIRAN ............................................................................................... 33

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


x
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Sintakmatik model PBL .............................................................. 8
Tabel 2.2 Indikator Kemampuan Berpikir Kritis ........................................ 10
Tabel 3.1 Skema penelitian Post test only control group design ................ 13
Tabel 4.1 Uji Homogenitas ......................................................................... 17
Tabel 4.2 Hasil uji normalitas kemampuan berpikir kritis .......................... 20
Tabel 4.3 Uji Independent sample t-test kemampuan berpikir kritis .......... 21
Tabel 4.4 Rekapitulasi data nilai post test kemampuan berpikir kritis ....... 21
Tabel 4.5 Hasil uji normalitas hasil belajar siswa ....................................... 22
Tabel 4.6 Hasil uji Independent sample t-test hasil belajar siswa ............... 23
Tabel 4.7 Rekapitulasi data skor post test hasil belajar siswa .................... 23

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


xi
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.2 Kerangka Berpikir ................................................................ 12
Gambar 3.1 Prosedur Penelitian................................................................. 14
Gambar 4.1 Grafik data per indikator berpikir kritis ................................. 18

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


xii
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Matriks Penelitian ................................................................... 35
Lampiran 2. Alur dan Tujuan Pembelajaran ............................................... 38
Lampiran 3. Modul Ajar.............................................................................. 40
Lampiran 4. Kisi-kisi Soal .......................................................................... 60
Lampiran 5. Rubrik Penilaian ..................................................................... 65
Lampiran 6. Nilai ulangan harian materi unsur, senyawa, dan campuran .. 68
Lampiran 7. Data kemampuan berpikir kritis ............................................. 69
Lampiran 8. Analisis data kemampuan berpikir kritis ................................ 70
Lampiran 9. Data hasil belajar .................................................................... 72
Lampiran 10. Dokumentasi Kegiatan ......................................................... 73
Lampiran 11. Surat izin penelitian .............................................................. 76
Lampiran 12. Surat selesai penelitian ......................................................... 77
Lampiran 13. Lembar Hasil Posttest........................................................... 78
Lampiran. 14 Hasil LKPD Kelas Eksperimen ............................................ 82
Lampiran 15. Hasil LKPD Kelas Kontrol .................................................. 84
Lampiran 16. Lembar Hasil Observer ......................................................... 86

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


xiii
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi pada masa kini
berlangsung relatif pesat sehingga menimbulkan persaingan di berbagai aspek
kehidupan manusia, tak terkecuali persaingan dalam sumber daya manusia. Adanya
berbagai perkembangan dan perubahan yang sangat besar serta persaingan antar
sumber daya manusia, untuk itu saat ini utamanya pada bidang pendidikan pada
setiap individu diharapkan memiliki kemampuan khususnya dalam berbagai bidang
seperti literasi, berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, komunikasi,
kolaborasi serta karakter yang berperilaku baik (Ridho et al., 2020). Oleh sebab itu,
setiap individu diharapkan memiliki bekal dalam menghadapi perkembangan
IPTEK dan transformasi zaman di abad 21 ini, pembelajaran dalam institusi
pendidikan diharapkan mampu menciptakan individu yang kompeten, memiliki
kemampuan literasi yang baik, berpikir kritis, pemecahan masalah, berkolaborasi,
berkomunikasi serta mampu beradaptasi secara efektif terhadap berbagai
perkembangan.
Berpikir kritis merupakan sebuah proses teratur yang di dalamnya mengarah
pada aktivitas seperti memberikan asumsi, argumentasi, hingga mengarah pada
proses identifikasi, pengambilan keputusan dan pemberian kesimpulan (Jamaluddin
et al., 2020). Berpikir kritis termasuk keterampilan yang wajib untuk dikuasai oleh
siswa di sekolah, sebab kompetensi ini dapat menjadi dasar dalam mempelajari
berbagai aspek kehidupan utamanya dalam pembelajaran IPA. Pembelajaran IPA
merupakan satu di antara pembelajaran yang menuntut siswa memiliki kemampuan
berpikir kritis agar mereka dapat mengaplikasikannya dalam menyelesaikan
permasalahan sehari-hari. IPA sendiri dapat diartikan sebagai salah satu ilmu yang
akan membuat peserta didik lebih dekat dengan alam, karena dalam pembelajaran
IPA akan dipelajari berbagai fenomena serta aktivitas alam di sekitar manusia. Pada
kenyataannya hingga saat ini masih banyak miskonsepsi dalam pembelajaran IPA,
diantaranya adalah peserta didik masih menerapkan sistem menghafal, padahal IPA
tidak cukup dihafalkan melainkan harus dipahami terkait konsep materi yang
disajikan (Jufrida et al., 2020).
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
1
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER 2

Indikator kemampuan berpikir kritis terbagi dalam enam aspek yang terdiri
dari analisis, inferensi, evaluasi, eksplanasi, interpretasi, dan regulasi diri (Facione,
2015). Ke-enam indikator tersebut diharapkan dapat memudahkan siswa dalam
menguasai kemampuan berpikir kritis, karena dengan penguasaan kemampuan
tersebut siswa menjadi lebih mudah untuk melakukan pemecahan di setiap
permasalahan yang dihadapi. Namun, hingga saat ini yang terjadi justru berbanding
terbalik, dimana pada kenyataannya hingga saat ini kemampuan berpikir kritis yang
dimiliki siswa di Indonesia tergolong dalam tingkatan yang masih rendah,
dibuktikan dengan hasil tes Programme for Internasional Student Assessment
(PISA) terbaru yakni di tahun 2022 yang mengungkapkan bahwa Indonesia
menduduki posisi ke 68 dari 81 negara yang ikut serta dengan skor pada kategori
IPA adalah 383 (OECD, 2023). Selain itu, Nuryanti et al., (2018) dalam
penelitiannya menyatakan bahwa kemampuan siswa dalam berpikir kritis masih
tergolong rendah diantaranya dikarenakan ketidaktepatan dalam proses
pembelajaran seperti dalam pemilihan media dan kegiatan pembelajaran yang
masih didominasi oleh guru. Rahayu et al., (2019) menjabarkan bahwa dengan
rendahnya kemampuan siswa dalam berpikir kritis juga akan berdampak terhadap
rendahnya hasil belajar siswa. Oleh sebab itu dalam hal ini dibutuhkan peran guru
atau pendidik dalam mengarahkan peserta didik selama proses belajar agar mereka
dapat mempunyai kemampuan berpikir kritis, diantaranya dengan pemilihan model
dan media belajar yang sesuai.
Getaran dan gelombang ialah salah satu materi IPA yang hingga saat ini
dirasa sulit dimengerti bagi sebagian siswa. Menurut Purwaningsih (2015) materi
getaran dan gelombang merupakan materi yang masih sukar untuk di mengerti,
selain itu pada materi ini sering terjadi miskonsepsi. Berdasarkan penelitian yang
dilakukan Herunisa et al., (2022) miskonsepsi terjadi dimana siswa seringkali salah
dalam membedakan karakteristik gelombang transversal dan longitudinal. Liza et
al., (2016) menyatakan siswa mengalami miskonsepsi arah rambat gelombang
transversal dan longitudial, hubungan antara panjang gelombang dengan jarak
tempuh dan miskonsepsi akan hubungan antara periode, amplitudo dan frekuensi.

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER 3

Sehingga hal tersebut menjadi kendala tersendiri bagi siswa dalam pemahaman
materi yang juga berakibat pada kurang maksimalnya hasil belajar.
Mengacu pada permasalahan yang sudah diuraikan, diperlukan adanya
pemilihan model pembelajaran yang dirasa tepat sehingga lebih mempermudah
siswa dalam pemahaman setiap materi yang diberikan. Satu di antara banyaknya
model yang dapat dijadikan sebagai pilihan sesuai dengan masalah tersebut adalah
model problem based learning (PBL), yakni suatu model yang memfokuskan
kegiatan pemecahan masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari (Handayani
dan Koeswati, 2021). Pembelajaran menggunakan model PBL memiliki beberapa
tahapan di antaranya ialah orientasi masalah, organisasi siswa, pembimbingan
penyelidikan, pengembangan dan penyajian hasil, serta analisis, evaluasi proses dan
hasil pemecahan masalah Sukmawati (2021). Model Problem Based Learning
(PBL) diketahui mampu dalam membantu peningkatan kemampuan berpikir kritis
siswa, utamanya dalam menemui serta mengatasi setiap permasalahan yang terkait
dengan rutinitas sehari-hari (Kusumawati et al., 2022).
Model PBL dalam pelaksanaannya memiliki beberapa kekurangan, salah
satunya adalah memerlukan waktu yang cukup lama (Helyandari et al., 2020).
Sehingga dipilihlah media berupa authentic video sebagai media bantu agar siswa
lebih mudah dalam mempelajari materi. Authentic video ialah sarana berbentuk
video yang menampilkan berbagai bentuk peristiwa nyata dan kerap ditemukan
dalam rutinitas sehari-hari. Pemilihan media authentic video dikarenakan dapat
memudahkan proses pembelajaran, dimana terdapat beberapa hal seperti alat atau
media yang tidak dapat disajikan dan diamati secara langsung saat proses
pembelajaran, dapat diamati hanya dengan bantuan media video. Penerapan model
PBL berbantuan authentic video ini diharapkan dapat mempermudah siswa dalam
pembelajaran serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan kemampuan
berpikir kritis. Bersumber dari penjelasan latar belakang diatas, maka dari itu
peneliti bermaksud melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Model PBL
berbantuan Authentic Video pada materi getaran dan gelombang terhadap
Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa SMP”.

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER 4

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan penjelasan latar belakang, didapatkan rumusan masalah
sebagai berikut :
a. Apakah terdapat pengaruh signifikan model PBL berbantuan Authentic video
pada materi getaran dan gelombang terhadap kemampuan berpikir kritis?
b. Apakah terdapat pengaruh signifikan model PBL berbantuan Authentic video
pada materi getaran dan gelombang terhadap hasil belajar?

1.3 Tujuan Penelitian


Berdasarkan uraian pada latar belakang dan rumusan masalah, maka
ditentukan tujuan penelitian sebagai berikut :
a. Untuk mengkaji pengaruh penerapan model PBL berbantuan Authentic video
pada materi getaran dan gelombang terhadap kemampuan berpikir kritis.
b. Untuk mengkaji pengaruh penerapan model PBL berbantuan Authentic video
pada materi getaran dan gelombang terhadap hasil belajar.

1.4 Manfaat Penelitian


Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi berbagai pihak,
diantaranya :
a. Manfaat teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk perkembangan
pengetahuan serta referensi dalam pemilihan model pembelajaran IPA.
b. Manfaat praktis
1) Bagi guru IPA, penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam menentukan
model pembelajaran IPA di sekolah.
2) Bagi siswa, penelitian ini dapat meningkatkan kemampuan meningkatkan
kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar menggunakan model PBL
berbantuan Authentic video.
3) Bagi peneliti lain, diharapkan penelitian ini dapat menjadi rujukan serta
tambahan wawasan dalam melaksanakan penelitian yang berkaitan dengan
model sejenis.

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pembelajaran IPA di SMP


Pembelajaran diartikan sebagai suatu mekanisme timbal balik antara peserta
didik dan pendidik. Interaksi dapat berupa penyampaian pesan atau materi
pembelajaran dengan maksud untuk mencapai tujuan pembelajaran (Masdul, 2018).
Pada hakikatnya proses pembelajaran harus dilaksanakan sesuai acuan yang terdiri
dari susunan rencana pembelajaran, media, sumber belajar, lembar kerja peserta
didik (LKPD), instrumen penilaian serta model pembelajaran (Supeno et al., 2021).
Dari beberapa pendapat tersebut, pembelajaran ialah suatu kegiatan yang sifatnya
timbal balik antara pendidik dan peserta didik terkait berbagai pengetahuan guna
tercapainya tujuan pembelajaran. Selain itu pembelajaran juga harus didukung
dengan berbagai perangkat mulai dari media hingga penilaian peserta didik.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) termasuk kelompok ilmu yang mengkaji
mengenai seluruh alam semesta berserta isinya secara sistematis. Agustina (2018)
menguraikan IPA tergolong ilmu yang sangat kompleks, diperlukan suatu
eksperimen sehingga dapat memperoleh temuan-temuan baru. Sehingga dalam
pembelajaran IPA lebih menekankan pada proses penemuan, sehingga nantinya
siswa dapat berperan aktif selama kegiatan pembelajaran (Ardhani et al., 2021).
Rusyadi (2021) menjelaskan bahwa pembelajaran IPA tidak hanya sebatas
pengetahuan, melainkan merupakan suatu proses serta sikap ilmiah yang bertujuan
untuk menemukan berbagai konsep serta fakta ilmiah yang didasarkan pada hakikat
IPA sebagai produk, sikap ilmiah dan proses.

2.2 Model Pembelajaran


Model pembelajaran didefinisikan sebagai suatu komponen penting seorang
pendidik dalam menyusun kegiatan pembelajaran di kelas mulai dari perangkat,
media, alat bantu hingga pada alat evaluasi sebagai langkah dalam mencapai tujuan
pengajaran (Mirdad, 2020). Pembelajaran ialah suatu proses di mana terjalinnya
interaksi antara guru dan siswa, melalui kontak langsung maupun tidak. Dalam
pelaksanaannya, proses pembelajaran melibatkan beberapa komponen utama, di
antaranya tujuan pembelajaran, materi atau bahan ajar, media, metode, serta

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


5
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER 6

evaluasi yang membentuk satu kesatuan yang utuh (Adisel et al., 2022).
Penggunaan model pembelajaran diperlukan agar terjadinya proses pembelajaran
menjadi lebih terstruktur, maka tujuan pembelajaran yang sebelumnya telah
ditetapkan dapat terpenuhi. Penerapan model pembelajaran juga terbukti efektif
dalam membantu siswa meningkatkan keterampilan baik dari ranah afektif, kognitif
maupun psikomotor (Purnasari dan Sadewo, 2020). Berbagai macam model
pembelajaran dapat diaplikasikan pada kegiatan belajar, dan dalam konteks ini
pendidik berperan sangat penting untuk dapat menetapkan model mana yang
dianggap tepat untuk diterapkan. Satu di antara banyaknya model yang dapat
diaplikasikan dalam aktivitas belajar adalah model Problem Based Learning (PBL).

2.3 Model PBL


2.3.1 Pengertian PBL
Problem-Based Learning (PBL) adalah model belajar yang berfokus pada
identifikasi dan penyelesaian permasalahan yang dijumpai siswa saat proses
pembelajaran (Isrok’atun dan Rosmala, 2021). Model PBL dalam pelaksanaanya
dimulai dengan pemaparan sebuah permasalahan oleh guru, yang selanjutnya siswa
diminta untuk menganalisis dan menemukan solusi dari permasalahan tersebut
(Suliyati et al., 2018). Menurut Melinda dan Zainil (2020) bahwa model PBL
mempunyai beberapa prinsip di antaranya sebagai berikut; 1) keterpusatan
(centrality), dalam konteks ini mengindikasikan bahwa proyek dianggap sebagai
suatu rencana pembelajaran, di mana siswa dapat memahami konsep-konsep inti
dalam suatu bidang ilmu melalui pelaksanaan project, 2) memusatkan pada
pertanyaan atau persoalan, model pembelajaran ini menekankan berfokusnya
pembelajaran pada pertanyaan atau permasalahan, yang menjadi pusat dalam
pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran ini mengharuskan siswa untuk
mengaplikasikan konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang telah diperoleh, 3)
investigasi konstruktif atau desain, menyiratkan bahwa penyelidikan ini melibatkan
proses desain, pembuatan kesimpulan, penemuan permasalahan, pencarian solusi,
atau langkah-langkah dalam membuat model, 4) otonomi. menekankan prioritas
pada kemandirian, jangka waktu bekerja, dan tanggung jawab peserta didik, 5)
realisme, menunjukkan bahwa proyek bersifat naturalistik, dan ciri-ciri
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER 7

pembelajaran berbasis proyek memberikan validitas kepada peserta didik melalui


elemen-elemen seperti tema, tugas, posisi, kerangka, kerja sama, produk, penonton,
dan standar ukur.
2.3.2 Karakteristik model PBL
Setiap model pembelajaran tentunya memiliki ciri atau karakteristik yang
berbeda, seperti halnya pada model pembelajaran PBL yang memiliki fokus utama
terhadap penyajian dan penyelesaian masalah dalam kehidupan nyata. Menurut
Saharsa et al., (2018) menyatakan bahwa karakteristik dari model PBL terletak pada
pemberian rangsangan dalam bentuk penyajian masalah yang umumnya ditemui
dalam kehidupan nyata sebagai pendorong minat agar peserta didik mau belajar
lebih dalam, pembelajaran juga difokuskan pada pemahaman konsep serta
mengajak siswa untuk secara aktif terlibat pada investigasi pemecahan masalah.
Saleh (2013) juga turut menjelaskan mengenai beberapa karakteristik model
pembelajaran PBL, yakni antara lain:
a) Penyajian masalah menjadi langkah awal kegiatan pembelajaran
b) Menyajikan permasalahan yang diambil dari dunia nyata dan tidak terstruktur
c) Menekankan perlunya sudut pandang berbeda dalam menangani permasalahan
d) Membutuhkan berbagai sumber dalam penyelesaiannya
e) Pengembangan keterampilan dalam menemukan serta menganalisis suatu
permasalahan
f) Melibatkan evaluasi yang dihubungkan dengan pengalaman dengan
pengetahuan yang baru
2.3.3 Sintakmatik model PBL
Langkah pembelajaran dengan model PBL umumnya terdiri dari 5 fase,
yakni orientasi masalah, mengorganisasi siswa, bimbingan penyelidikan,
pengembangan dan penyajian hasil serta analisis, evaluasi proses dan hasil
pemecahan masalah. Dalam penelitian ini untuk menuntaskan seluruh langkah PBL
dibutuhkan waktu 2 kali pertemuan pembelajaran. Sintakmatik model PBL menurut
Arends (2014) dapat diamati pada tabel berikut :

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER 8

Tabel 2.1 Sintakmatik model PBL


Fase Aktivitas guru
1 Orientasi masalah - Guru memaparkan tujuan pembelajaran, menjelaskan kebutuhan yang
diperlukan, serta memotivasi siswa agar terlibat secara aktif pada kegiatan
pemecahan masalah.
2 Mengorganisasi siswa - Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas yang
berkaitan dengan pemecahan masalah
3 Membimbing penyelidikan - Guru mendorong siswa dalam mendapatkan informasi dengan tepat,
melakukan penyelidikan, memantau pekerjaan siswa dan membantu
apabila terdapat kendala
4 Mengembangkan dan - Guru membimbing siswa dalam presentasi hasil
menyajikan hasil
5 Menganalisis, mengevaluasi - Guru membantu siswa dalam mengevaluasi hasil pekerjaannya
proses dan hasil pemecahan - Guru membahas hasil diskusi dan memberikan klarifikasi terhadap
masalah masalah
- Menyimpulkan bersama-sama siswa
Arends (2014).
2.3.4 Kelebihan dan kekurangan model PBL
Helyandari et al., (2020) menyatakan keunggulan PBL sebagai berikut :
1. Siswa menjadi lebih terampil dalam menghadapi situasi sulit, serta mampu
menyelesaikan berbagai permasalahan di kehidupan sehari-hari
2. Siswa mampu berperan lebih aktif dalam aktivitas belajar, mulai dari analisis
permasalahan hingga penemuan solusi
3. Membangun solidaritas antar siswa melalui kebiasaan berdiskusi
4. Melatih siswa untuk terbiasa dalam kegiatan eksperimen
Model PBL disamping memiliki kelebihan, juga memiliki kelemahan.
Menurut Helyandari et al., (2020) Kelemahan model PBL adalah :
1. Memerlukan waktu pembelajaran yang lebih lama di bandingan dengan
pembelajaran yang menggunakan metode konvensional.
2. Adanya karakteristik yang bereda di setiap siswa menjadikan kesulitan dalam
menentukan setiap permasalahan yang sesuai.
3. Mengalami kendala dalam beradaptasi terkait perubahan yang kebiasaan yang
awalnya disampaikan oleh guru, menjadi siswa harus belajar mandiri mulai
dari menemukan hingga menyelesaikan permasalahan.

2.4 Authentic Video


Authentic diartikan sebagai asli atau sah (Raharjo, 2020). Pada
pembelajaran, authentic diartikan sebagai suatu keadaan pembelajaran yang
menggabungkan situasi kehidupan nyata agar menjadi lebih bermakna, di mana

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER 9

peserta didik dihadapkan pada permasalahan nyata atau diberikan tugas proyek
yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari (Wornyo, 2018).
Video termasuk salah satu bentuk media elektronik yang dimanfaatkan
untuk merekam, memutar, dan menampilkan konten visual bergerak (Huda et al.,
2020). Video merupakan media yang dianggap dapat menarik minat belajar peserta
didik sehingga menjadi lebih antusias saat kegiatan pembelajaran, walaupun tidak
bersifat fisik, pembelajaran dengan memanfaatkan indra ganda, yakni penglihatan
dan pendengaran nyatanya dapat memberikan keuntungan pada peserta didik terkait
dalam pemahaman materi (Yunita dan Wijayanti, 2017).
Authentic Video ialah sebuah media pembelajaran berupa audio-visual yang
menggabungkan situasi kehidupan nyata yang terkait dengan konsep IPA yang
sedang dipelajari (Fairuzabadi et al., 2017). Authentic Video menggunakan
peristiwa atau kejadian nyata yang umumnya dialami oleh peserta didik dalam
aktifitas sehari-hari. Mengutip penelitian yang telah dilakukan Putra dan Sudarti
(2015) tentang penggunaan video yang berisi kejadian nyata dapat lebih
meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi utamanya berpikir kritis.
Sementara penelitian yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Putri et al., (2017)
menyatakan jika kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model PBL
berbantuan video lebih efektif dan dapat meningkatkan kemampuan kritis siswa.

2.5 Kemampuan Berpikir Kritis


Berpikir kritis merupakan suatu proses identifikasi dari adanya beberapa
asumsi dan menghubungkan dengan pengetahuan sebelumnya untuk memperoleh
pengetahuan yang lebih relevan (Kusumawati et al., 2022). Sementara menurut
Selviana et al., (2023) berpikir kritis ialah sebuah kemampuan yang dapat membuat
siswa menyelesaikan suatu masalah dengan berpikir secara tanggap. Kemampuan
berpikir kritis sendiri tergolong dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi, di mana
dalam prosesnya membutuhkan kemampuan logika dan penalaran yang baik.
Seseorang dapat dikatakan berkemampuan kritis apabila menunjukkan kriteria
sesuai dengan indikator kemampuan berpikir kritis. Selalu merasa ingin tahu
terhadap hubungan suatu permasalahan dan pengetahuan juga termasuk dalam ciri
memiliki kemampuan berpikir kritis.
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER10

Berikut ini merupakan indikator berpikir kritis menurut Facione (2015) :


Tabel 2.2 Indikator Kemampuan Berpikir Kritis
Indikator berpikir Sub Berpikir Kritis Keterangan
kritis
Interpretasi Menguraikan makna Dapat menjelaskan kembali terkait
Menggambarkan makna permasalahan yang disajikan serta dapat
Mengkategorikan menuliskan arti permasalahan secara sederhana
Analisis Mengidentifikasi Dapat menjelaskan hubungan terkait
Memeriksa ide dan pendapat pertanyaan, persoalan dan konsep penyelesaian
masalah
Evaluasi Menilai kualitas argumen Dapat menuliskan kualitas argumen atau
pendapat dengan cara membandingkan
berbagai informasi yang telah diperoleh
Inferensi Membuat hipotesis Dapat membuat dugaan sementara terkait
Membuat kesimpulan permasalahan
Dapat membuat kesimpulan dari permasalahan
Eksplanasi Menyatakan hasil Dapat menjelaskan hasil dan dapat memberikan
Memberikan bukti penguatan berupa bukti
Regulasi Diri Mengkaji dan mengoreksi diri Dapat menuliskan kesesuaian fakta dengan teori
Dapat memeriksa ulang hasil jawaban sehingga
akan ditemukan jawaban yang lebih baik
(Facione, 2015)

2.6 Hasil Belajar


Hasil belajar mencakup adanya perilaku yang berubah dan berasal dari
interaksi antara pembelajaran diri sendiri dan pengaruh lingkungan, melibatkan
perubahan dalam aspek psikomotorik, afektif, dan kognitif dalam diri siswa (Arifin
dan Ekayati, 2021). Siswa dikatakan berhasil dalam penguasaan materi apabila
memperoleh hasil belajar yang baik, sebab hal tersebut juga merupakan indikator
untuk menentukan keberhasilan dalam suatu pembelajaran. Menurut Wahyuningsih
(2020) hasil belajar tergolong atas tiga ranah, yakni ranah afektif, kognitif, dan
psikomotorik. Dalam penelitian ini, ranah kognitif menjadi fokus utama.
Aspek kognitif menilai kemampuan berpikir siswa ketika mengikuti proses
pembelajaran, sehingga pencapaian hasil belajar intelektual sejalan dengan tujuan
dapat terwujud. Syarifah et al., (2020) menyatakan bahwa aspek kognitif dibagi
menjadi beberapa kemampuan intelektual mulai dari yang sederhana hingga pada
kemampuan untuk menciptakan sebuah karya. Ranah afektif melibatkan penilaian
terhadap perilaku seseorang yang dievaluasi berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.
Terdapat lima penilaian afektif, meliputi Receiving, Responding, Evaluing,
Organization, dan Caracterization (Rohmawati dan Kusmanto, 2022). Sementara
aspek psikomotorik ialah terkait dengan kemampuan atau skill yang dimiliki siswa
itu sendiri dan dapat dinilai melalui pengamatan langsung oleh guru.

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER11

2.7 Materi Getaran dan Gelombang


Getaran dan gelombang merupakan materi IPA yang dipelajari siswa
SMP/MTS kelas VIII semester genap. Materi ini berada pada fase D, dengan
capaian pembelajaran (CP) yang ditargetkan yakni peserta didik dapat memahami
getaran dan gelombang, pembiasan dan pemantulan cahaya termasuk alat-alat optik
sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut
Haerunnisa et al., (2022) materi getaran dan gelombang termasuk materi yang
seringkali dianggap rumit oleh siswa dan sering mengalami miskonsepsi dalam
memahami materi. Miskonsepsi yang terjadi diantaranya siswa yang sering salah
dalam membedakan karakteristik gelombang transversal maupun longitudinal.
Miskonsepsi materi getaran dan gelombang juga sering terjadi pada
menentukan hubungan panjang gelombang dan jarak tempuh yang seharusnya
berbanding terbalik, namun siswa menganggap berbanding lurus. Serta pemahaman
pada hubungan antara periode, amplitudo dan frekuensi. Siswa beranggapan
semakin kecil periode, maka amplitudo semakin besar dan berbanding terbalik.
Padahal jawaban yang seharusnya adalah semakin besar periode, maka frekuensi
akan semakin kecil. Sebab, periode berbanding terbalik dengan frekuensi bukan
dengan amplitudo (Liza et al., 2016).
Getaran didefinisikan sebagai suatu keadaan di mana partikel atau benda
mengalami gerakan bolak-balik di lintasan yang sama. Sementara gelombang ialah
getaran yang bergerak menyebar melewati medium tertentu. Berdasarkan arah
rambatnya, gelombang dibedakan menjadi 2 jenis, yakni gelombang transversal
yang arah rambatnya tegak lurus dengan getarannya, contohnya gelombang tali dan
gelombang longitudinal arah gerakan partikelnya sejajar dengan arah rambatnya,
contohnya gelombang bunyi (Li et al., 2020). Penerapan getaran dan gelombang ini
umumnya mudah dijumpai di kehidupan sehari-hari, seperti senar pada gitar yang
dipetik dan media audio speaker yang termasuk dalam penerapan gelombang bunyi.

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER12

2.8 Kerangka Berpikir

Permasalahan pembelajaran IPA adalah masih


banyak peserta didik yang memilih
menghafalkan materi dibandingkan memahami Indikator
Model PBL berbantuan
konsep materi, hal ini tentunya berdampak kemampuan
Authentic Video
terhadap kemampuan berpikir kritis dan berpikir kritis
penguasaan konsep IPA (Jufrida et al., 2020).

Sintakmatik PBL Interpretasi


Hasil tes Programme for Internasional Student
Assessment (PISA) pada tahun 2022 yang
Analisis
merupakan tes yang membutuhkan kemampuan
berpikir tingkat tinggi menunjukkan posisi Orientasi masalah
Indonesia ada pada posisi 68 dari 81 negara yang
ikut serta dengan skor pada kategori IPA adalah Evaluasi
383 (OECD, 2023).
Mengorganisasi
siswa Inferensi

Berpikir kritis ialah salah satu dalam kategori


proses berpikir tingkat tinggi. Hingga saat ini Membimbing Eksplanasi
kemampuan berpikir kritis ini masih perlu penyelidikan
ditingkatkan, karena hal ini juga berpengaruh
terhadap hasil belajar peserta didik. Regulasi diri
Pengembangan
dan penyajian hasil
Kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar
siswa dapat dikembangkan melalui penerapan
model PBL. Karakteristik utama model PBL Analisis, evaluasi
adalah penyajian masalah menjadi langkah awal proses dan hasil
dalam pembelajaran, serta peserta didik diminta pemecahan
secara aktif terlibat mulai dari penentuan masalah masalah
hingga evaluasi akhir.

Model PBL berbantuan Authentic Video. Pengaruh Model PBL


Penggunaan media ini berupa audio-visual dengan berbantuan Authentic
memadukkan situasi kehidupan nyata sebagai Video pada materi
permasalahan sehari-hari yang memungkinkan getaran dan gelombang
peserta didik akan lebih mudah untuk terhadap Kemampuan
menghubungkan langsung antara permasalahan Berpikir Kritis dan Hasil
dan topik yang sedang dipelajari. Belajar Siswa SMP

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir


2.8 Hipotesis
Hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Model PBL berbantuan Authentic Video berpengaruh signifikan terhadap
kemampuan berpikir kritis siswa SMP.
b. Model PBL berbantuan Authentic Video berpengaruh signifikan terhadap hasil
belajar siswa SMP.

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

BAB 3. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian


Lokasi ialah area peneliti melakukan penelitian dan pengambilan data.
Penelitian ini berlokasi di MTsN 2 Jember kelas VIII dan berlangsung saat semester
genap tahun ajaran 2023/2024. Pemilihan area penelitian memakai teknik purposive
sampling area.

3.2 Populasi dan Sampel Penelitian


3.2.1 Populasi penelitian
Populasi penelitian yaitu seluruh objek ataupun subjek yang diamati (Amin
et al., 2023). Semua siswa kelas VIII di MTsN 2 Jember yang mencakup 7 kelas
yakni kelas VIII A hingga G adalah bagian dari populasi penelitian.
3.2.2 Sampel Penelitian
Sampel penelitian adalah bagian yang mewakili populasi menjadi objek
penelitian (Amin et al., 2023). Sampel terdiri atas dua kelas, yakni kelas kontrol
(kelas VIII E) dan kelas eksperimen (kelas VIII F). Sampel didapatkan dengan
menggunakan teknik purposive sampling, dimana peneliti membuat pertimbangan
atau kriteria dalam penentuan sampel.

3.3 Desain Penelitian


Penelitian memakai desain Posttest only control group design, yakni setelah
kegiatan pembelajaran, kedua kelas mengerjakan tes akhir (Post test) yang
bertujuan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.
Skema desain penelitian ini dapat diamati pada tabel berikut :
Tabel 3.1 Skema penelitian Post test only control group design
Kelas Treatment Posttest
Eksperimen X O1
Kontrol - O2
(Sugiyono, 2019 ).

3.4 Prosedur Penelitian


Prosedur yang akan dilakukan selama penelitian ini adalah :
a. Menyiapkan proposal serta instrumen penelitian
b. Memilih sekolah untuk dijadikan lokasi penelitian
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
13
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER14

c. Melaksanakan observasi dan wawancara bersama narasumber yakni guru mata


pelajaran IPA terkait kegiatan pembelajaran.
d. Menentukan populasi penelitian dengan uji homogenitas, dalam hal ini siswa
kelas VIII. Kemudian sampel ditentukan dengan metode Purposive sampling.
e. Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran di kelas kontrol dengan model yang
biasa diterapkan di sekolah dan model PBL berbantuan Authentic Video pada
kelas eksperimen.
f. Membagikan post-test kepada kelas kontrol dan kelas eksperimen
g. Menganalisis perolehan data hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis.
Kemudian menyimpulkannya.

Persiapan

Observasi dan
Wawancara Izin Penelitian

Populasi

Daftar nilai ulangan harian


Uji Homogenitas sebelumnya

Sampel

Purposive sampling

Kelas Kontrol Kelas Eksperimen

Pembelajaran menggunakan Pembelajaran menggunakan model


model yang digunakan oleh guru PBL berbantuan Authentic Video

Posttest

Analisis data

Hasil dan Pembahasan

Kesimpulan

Gambar 3.1 Prosedur Penelitian

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER15

3.5 Pengumpulan Data Penelitian


Teknik pengumpulan data terdiri atas data primer dan sekunder :
3.5.1 Data Primer
Data primer yang digunakan berupa hasil tes. Tes dilakukan agar dapat
diketahui besaran hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis yang dimiliki siswa,
tes dilaksanakan sesudah kegiatan pembelajaran berlangsung (post-test). Tes berisi
soal pilihan ganda dengan level kognitif C1-C4 untuk mengukur hasil belajar
(lampiran halaman 58) dan soal uraian dengan indikator untuk mengukur
kemampuan berpikir kritis (lampiran halaman 61).
3.5.2 Data Sekunder
a. wawancara : guna mengetahui berbagai informasi yang diperlukan seperti
proses pembelajaran yang terjadi, model hingga mengenai kesulitan yang
dihadapi guru selama kegiatan pembelajaran. Guru IPA merupakan
narasumber dalam wawancara ini.
b. Observasi : dilakukan peneliti terhadap suatu objek secara langsung ataupun
dengan bantuan alat seperti lembar observasi, rekaman atau yang lainnya
untuk lebih mengetahui terkait informasi yang diperlukan.
c. Dokumentasi : diperlukan sebagai tambahan data dalam penelitian. Nama
siswa di setiap kelas, nilai ulangan sebelumnya pada mata pelajaran IPA, foto
ataupun video selama kegiatan pembelajaran saat kegiatan penelitian.
3.6 Metode Analisis
Metode analisis yang dipergunakan pada penelitian ini sebagai berikut :
3.6.1 Uji Homogenitas
Uji homogenitas digunakan untuk membuktikan sampel yang telah berasal
dari populasi yang sama. Uji ini dilakukan dengan uji One Way Anova dan
menggunakan data nilai ulangan harian materi IPA sebelumnya. Taraf signifikasi
yang digunakan sebesar 5% dengan acuan sebagai berikut :
a. Jika sig ≥0.05, maka data dapat dikatakan homogen.
b. Jika sig <0.05, maka data dikatakan tidak homogen

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER16

3.6.2 Uji Normalitas


Uji normalitas digunakan sebagai penentu data hasil posttest berdistribusi
normal. Uji yang dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov melalui SPSS. Hasil
pengolahan data kemudian dianalisis, jika terdistribusi normal dapat dilanjutkan
uji selanjutnya, yakni uji parametrik menggunakan Independent t-test. Taraf
signifikasi sebesar 5% dengan acuan :
a. Jika sig >0.05, maka data dapat berdistribusi normal dan dapat dilanjutkan
dengan uji parametik (uji Independent t-test).
b. Jika sig <0.05, maka data dikatakan tidak berdistribusi normal sehingga
akan dilakukan uji non parametik (uji Mann-Whitney).
3.6.3 Uji Hipotesis
Uji Independent Sample T-test dilakukan untuk melihat perbedaan rata-rata
hasil Posttest peserta didik kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hipotesis dalam
pengujian ini adalah :
a. H0 = tidak terdapat perbedaan nilai signifikan kemampuan berpikir kritis dan
hasil belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.
b. Ha = terdapat perbedaan nilai signifikan kemampuan berpikir kritis dan hasil
belajar antara kelas kontrol serta kelas eksperimen.

Kriteria pengujian hipotesis menggunakan acuan di bawah ini :


a. Jika nilai sig (signifikasi) >0.05, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Hal ini
menandakan tidak terdapat perbedaan nilai signifikan antar kedua kelas.
b. Jika nilai sig (signifikasi) <0.05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini
menandakan terdapat perbedaan nilai signifikan antar kedua kelas.

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian


Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat adanya pengaruh model PBL
berbantuan Authentic Video terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar
siswa SMP pada materi getaran dan gelombang, serta penelitian ini berlokasi di
MTs Negeri 2 Jember. Penelitian ini berjenis eksperimen dengan populasi
keseluruhan siswa kelas VIII yakni VIII A hingga VIII G. Pengambilan sampel
dilakukan dengan uji homogenitas pada aplikasi SPSS statistic versi 25. Berikut ini
merupakan output dari uji homogenitas yang dapat diamati pada tabel 4.1
Tabel 4.1 Uji Homogenitas
Test of Homogeneity of Variances
Levene Statistic df1 df2 Sig.
NILAI Based on Mean 1,916 6 230 0,079
Based on Median 1,387 6 230 0,221
Based on Median and with 1,387 6 209,430 0,221
adjusted df
Based on trimmed mean 1,738 6 230 0,113

Berdasarkan tabel tersebut, uji homogenitas yang dilakukan diperoleh data


keseluruhan kelas VIII bersifat homogen, yang artinya data berasal dari varian
populasi yang sama. Pemilihan sampel 2 kelas dilakukan dengan menggunakan
teknik purposive sampling area dan didasarkan pada kriteria yang sudah ditentukan
peneliti, yakni berdasarkan pada nilai rata-rata sumatif harian materi IPA
sebelumnya yang serupa. Ditinjau dari nilai rata-rata, kelas VIII E dan F
mempunyai rerata yang hampir sama. Kemudian untuk nilai rata-rata yang lebih
kecil dijadikan sebagai kelas eksperimen dan nilai rerata yang lebih tinggi adalah
kelas kontrol. Hasil akhirnya, kelas VIII E sebagai kelas kontrol dan kelas VIII F
adalah eksperimen.
4.1.1 Kemampuan Berpikir Kritis
Data hasil kemampuan berpikir kritis siswa diperoleh dari nilai post test
yang dilakukan siswa di akhir kegiatan pembelajaran. Pada kegiatan post test siswa
mengerjakan soal uraian yang berjumlah 6 butir dengan menggunakan 6 indikator

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


17
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER18

berpikir kritis menurut Facione (2015) yang terdiri dari analisis, evaluasi,
interpretasi, eksplanasi, inferensi, dan regulasi diri. Di bawah ini merupakan
rekapitulasi rerata skor kemampuan berpikir kritis siswa per indikator dalam bentuk
grafik batang pada Gambar 4.1.

Indikator Kemampuan Berpikir Kritis


14 12,87
11,15 11,57 11,27
12
10,21 10,9
10 8,93 8,84
8 6,65 6,59 6,71 6,43
6
4
2
0
Interpretasi Analisis Evaluasi Inferensi Eksplanasi Regulasi Diri

Kelas Kontrol Kelas Eksperimen

Gambar 4.1 Grafik data per indikator kemampuan berpikir kritis

Jika dilihat dari grafik tersebut, kelas eksperimen secara keseluruhan lebih
unggul daripada kelas kontrol. Indikator dengan rata-rata tertinggi untuk kelas
eksperimen ada pada eksplanasi dengan 12,87, ekplanasi merupakan indikator yang
berhubungan dengan siswa dapat menyatakan hasil disertai dengan memberikan
bukti untuk memperkuat jawaban yang telah diberikan. Hal ini sesuai dengan
penelitian yang dilakukan Agnafia (2019) yang menyatakan bahwa indikator
eksplanasi menjadi yang tertinggi dengan persentase skor 72%, dalam penelitian
yang dilakukan siswa diminta untuk memberikan hasil disertai argumen yang tepat.
Siswa selalu dilatih agar terbiasa dalam menyampaikan argumennya secara tepat,
sehingga dengan ini dapat membantu dalam mengembangkan kemampuan berpikir
kritisnya. Sejalan dengan ini, Khasanah et al., (2020) juga menyatakan indikator
eksplanasi menjadi indikator dengan perolehan skor tertinggi dengan persentase
87%, dalam penelitiannya siswa diberikan sebuah gambar dan kemudian diminta
untuk menjelaskan mengenai gambar tersebut disertai dengan argumen atau

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER19

penguatan yang tepat, dengan ini siswa menjadi lebih terbiasa untuk melatih
kemampuan berpikir kritisinya.

Inferensi menjadi indikator tertinggi untuk kelas kontrol dengan rerata 10,9,
sementara untuk indikator terendah pada kedua kelas sama-sama regulasi diri
dengan perolehan pada kelas eksperimen 8,84 dan kelas kontrol 6,43 yang artinya
kemampuan siswa dalam tipe soal tersebut masih belum maksimal. Adapun
indikator regulasi diri berkaitan dengan kontrol diri siswa dalam menghadapi
permasalahan, yakni dalam mengkaji dan mengoreksi hasil yang ditemukan dan
dapat menuliskan kesesuaian fakta dengan teori. Nursyamsi et al., (2023) dalam
penelitiannya menyatakan bahwa kemampuan siswa dalam mengerjakan soal
berindikator regulasi diri termasuk dalam kategori rendah karena siswa belum
mampu dalam menguraikan pendapatnya terkait dalam pemecahan masalah yang
dihadapi. Rizkika et al., (2022) juga menguraikan bahwa indikator regulasi rendah
disebabkan siswa yang merasa kesulitan dalam mengkaji dan mengkoreksi
pendapatnya terkait permasalahan yang disajikan.

Mengacu dari ke-enam indikator tersebut, inferensi memiliki rerata yang


hampir sama pada kedua kelas, bahkan perbedaan keduanya hanya sekitar 0,37
yakni kelas eksperimen 11,27 dan kelas kontrol 10,9. Inferensi adalah indikator
yang berkaitan dengan membuat dugaan sementara serta dapat membuat
kesimpulan dari permasalahan, sehingga dengan adanya data tersebut dapat
dinyatakan bahwa kemampuan siswa pada kedua kelas dalam menyelesaikan soal
indikator inferensi hampir sama. Siswa terbiasa dalam membuat dugaan sementara
dari pertanyaan ataupun permasalahan yang dihadapi, selain itu dalam kegiatan
sehari-hari siswa juga telah terbiasa dalam membuat kesimpulan berdasarkan dari
permasalahan yang telah dilalui. Selanjutnya rerata skor pada indikator lain di kelas
eksperimen yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi secara berturut-turut
yaitu 11.15, 11.57, 10.21, dan 11.27. Sedangkan untuk indikator lain pada kelas
kontrol yakni interpretasi, analisis, evaluasi, dan eksplanasi secara berurutan 6.65,
8.93, 6.59, dan 6.71.

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER20

Berdasarkan data yang diperoleh, kemudian dilakukan uji normalitas guna


membuktikan apakah distribusi data tersebut normal atau tidak. Uji normalitas
menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov melalui SPSS statistic. Jikalau data terbukti
normal, maka akan dilakukan pengolahan data dengan uji parametik yaitu
Independent sample t-test, namun seandainya data terdistribusi tidak normal, maka
dilanjutkan dengan uji non parametik yaitu uji Mann-Whitney.
Tabel 4. 2 Hasil uji normalitas kemampuan berpikir kritis
Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Kelas Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Hasil Kemampuan Kelas 0,137 33 0,120 0,897 33 0,004


Berpikir Kritis Eksperimen

Kelas Kontrol 0,145 32 0,083 0,936 32 0,056

a. Lilliefors Significance Correction

Melihat Tabel 4.2 perolehan uji normalitas kedua kelas tampak nilai
signifikansi pada kelompok eksperimen yaitu 0,120 dan kontrol 0,083. Sesuai
dengan acuan yang telah digunakan sebelumnya yakni dengan taraf signifikansi
sebesar 5%, jika dilihat pada perolehan data post test kemampuan berpikir kritis
tersebut, hasilnya pada kedua lebih besar dari 0,05 (> 0,05). Dengan demikian
diartikan bahwa kedua kelas yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki
sebaran data yang normal, dan dengan adanya pernyataan tersebut, selanjutnya
dapat dilakukan uji lanjutan yakni parametrik Independents sample t-test. Berikut
merupakan data hasil parametrik yang tercantum dalam tabel 4.3.

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER21

Tabel 4.3 Hasil uji Independent sample t-test kemampuan berpikir kritis
Independent Samples Test

Levene's
Test for
Equality of
Variances t-test for Equality of Means

95%
Confidence
Std. Interval of the
Mean Error Difference
Sig. (2- Differen Differen
F Sig. t df tailed) ce ce Lower Upper

Hasil Equal 0,705 0,40 4,224 63 0,000 20,948 4,959 11,038 30,858
Kemampuan variances 4
Berpikir Kritis assumed

Equal 4,237 61,402 0,000 20,948 4,944 11,063 30,833


variances not
assumed

Pada Tabel 4.3 perolehan data uji Independent sample t-test memiliki nilai
signifikansi 0,404 yang dapat dilihat pada kolom levene’s test for equality of
variances, karena > 0,05 maka data kedua kelas berdistribusi homogen. Dilanjutkan
dengan membaca hasil pada kolom Equal variances assumed, di mana pada kolom
t-test equality of means diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Dengan taraf
pengambilan keputusan menjadi 0,000 < 0,05. Mengacu pada hipotesis yang telah
dirumuskan maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat diuraikan bahwa kelas
kontrol dan eksperimen memiliki nilai yang berbeda secara signifikan pada
kemampuan berpikir kritis.
Berikut merupakan rekapitulasi perolehan data Post test berpikir kritis baik
kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.4 Rekapitulasi data nilai post test kemampuan berpikir kritis
Post test
Komponen
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Jumlah Siswa 32 33
Nilai Tertinggi 75 90
Nilai Terendah 15 22
Rata-rata 46,25 65,93
SD 18,76 21,33

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER22

Sesuai data pada Tabel 4.4, diperoleh bahwa pada kelas kontrol mempunyai
jumlah siswa 32 dengan perolehan nilai paling tinggi 75 dan terendah 15. Sementara
pada kelas eksperimen berjumlah 33 siswa 90 merupakan nilai tertinggi dan 22 nilai
terendah. Pada data tersebut, kelas eksperimen yang merupakan kelas dengan
perlakuan menggunakan model PBL berbantuan Authentic Video memiliki rata-rata
post test sebesar 65,93 dan pada kelas kontrol yang menggunakan kegiatan
pembelajaran sesuai umumnya di sekolah memperoleh nilai rerata post test sebesar
46,25. Statistik data memperlihatkan bahwa kelas eksperimen lebih unggul
dibandingkan kelas kontrol serta terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan
model PBL berbantuan Authentic video pada kelas eksperimen dibandingkan pada
kelas kontrol yang menggunakan model konvensional.
4.1.2 Hasil Belajar
Data hasil belajar siswa didapatkan dari kegiatan tes yang dilaksanakan
pada akhir kegiatan pembelajaran. Tes dilakukan dengan siswa mengerjakan soal
berupa pilihan ganda sebanyak 10 butir, di mana soal tersebut memiliki level
kognitif C1-C4. Dari data-data yang ada kemudian dilakukan uji normalitas yakni
uji Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan SPSS statistic. Berikut merupakan
data hasil uji normlitas belajar siswa yang terdapat pada tabel 4.5.
Tabel 4.5 Hasil uji normalitas hasil belajar siswa
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Kelas Statistic Df Sig. Statistic df Sig.


Hasil Belajar Kelas Eksperimen 0,148 33 0,064 0,890 33 0,003

Kelas Kontrol 0,147 32 0,075 0,889 32 0,003


a. Lilliefors Significance Correction

Berdasarkan rekapitulasi data pada Tabel 4.5, dengan melihat kolom


Kolmogorov-Smirnov hasil belajar pada kedua kelas terdistribusi normal. Kelas
eksperimen memiliki nilai signifikansi sebesar 0,064 serta kelas kontrol 0,075, dan
berdasarkan taraf signifikansi keduanya >0,05 yang berarti kedua kelas memiliki
distribusi data yang normal. Artinya dapat melanjutkan tahapan uji selanjutnya
yaitu uji parametrik Independent sample t-test. Berikut ini merupakan Tabel 4.6
hasil uji parametrik.
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER23

Tabel 4.6 Hasil uji Independent sample t-test hasil belajar


Independent Samples Test

Levene's Test
for Equality of
Variances t-test for Equality of Means

95% Confidence
Std. Interval of the
Mean Error Difference
Sig. (2- Differen Differen
F Sig. t df tailed) ce ce Lower Upper

Hasil Equal 0,270 0,605 2,625 63 0,011 9,621 3,665 2,296 16,946
Belajar variances
assumed

Equal 2,629 62,593 0,011 9,621 3,659 2,308 16,934


variances not
assumed

Mengacu pada Tabel 4.6 data hasil uji Independent sample t-test pada bagian
kolom Levene's Test for Equality of Variances didapatkan nilai signifikan sebesar
0,605, nilai ini menunjukkan bahwa data tersebut homogen. Kemudian karena data
terbukti homogen, selanjutnya membaca kolom Equal variances assumed. Pada
bagian tabel t-test equality of means didapatkan hasil sig. (2-tailed) sebesar 0,011,
dan berdasarkan taraf pengambilan keputusan, nilai tersebut <0,05 sehingga
dikatakan bahwa berdasarkan hipotesis H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar antara kedua kelas berbeda secara
signifikan.
Adanya nilai yang berbeda pada kedua kelas menandakan bahwa adanya
pengaruh terhadap perlakuan yang telah diberikan. Tabel 4.7 dibawah ini
menunjukkan hasil dari rekapitulasi data post test siswa.
Tabel 4.7 Rekapitulasi data skor post test hasil belajar siswa
Post test
Komponen
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Jumlah Siswa 32 33
Nilai Tertinggi 80 90
Nilai Terendah 40 40
Rata-rata 62,5 71,81
SD 13,69 15,65

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER24

Berdasarkan tabel 4.7 ditemukan perbedaan nilai antara kelas eksperimen


dan kontrol. Pada eksperimen memiliki nilai tertinggi 90 dan lebih unggul
dibandingkan kelas kontrol yang memiliki nilai tertinggi 80. Untuk rata-rata
keduanya juga berbeda, dimana kelas eksperimen mempunyai nilai rerata 71,81
sementara kelas kontrol 62,5. Sehingga dengan adanya data tersebut membuktikan
bahwa kelas eksperimen lebih unggul dan penggunaan model PBL berbantuan
Authentic video pada kelas eksperimen berpengaruh.

4.2 Pembahasan
4.2.1 Pengaruh model PBL berbantuan Authentic video terhadap kemampuan
berpikir kritis siswa SMP
Perlakuan yang berbeda diterapkan pada dua sampel kelas yang beda selama
kegiatan penelitian, pada kelas kontrol digunakan model pembelajaran yang
umumnya dipakai sekolah sehari-hari, sementara kelas eksperimen menggunakan
model PBL berbantuan Authentic video. Adanya penyelidikan ini digunakan untuk
mengetahui apakah penggunaan model PBL berbantuan Authentic video
berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Dan untuk membuktikan
adanya pengaruh, maka dilakukan tes dengan memberikan 6 butir soal uraian yang
mengacu pada indikator kemampuan berpikir kritis menurut Facione (2015) yaitu
inferensi, analisis, interpretasi, evaluasi, regulasi diri, dan eksplanasi. Tes
dilaksanakan di akhir setelah siswa melakukan kegiatan pembelajaran.
Berdasarkan data yang telah ada, secara keseluruhan kelas eksperimen
memiliki nilai yang lebih unggul bila dibandingkan kelas kontrol. Jika dilihat dari
grafik data pada Gambar 4.1 di tiap indikator kemampuan berpikir kritis kelas
eksperimen memiliki nilai yang lebih tinggi. Dari seluruh indikator, terdapat satu
indikator yang memiliki nilai rerata hampir sama di kedua kelas tersebut, yakni
indikator inferensi, yang artinya kemampuan siswa di dua kelas tersebut dalam
menyelesaikan jenis soal dengan indikator inferensi hampir sama. Indikator
regulasi diri menjadi indikator dengan nilai yang paling rendah pada kedua kelas,
yang membuktikan bahwa kemampuan siswa dalam menuliskan kesesuaian fakta
dengan teori masih rendah. Berdasarkan hasil tes, kebanyakan siswa mampu

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER25

menjawab pertanyaan akan tetapi siswa belum dapat menghubungkan antara


kesesuaian fakta yang ditemukan dengan teori.
Perbedaan nilai di tiap indikator pada kelompok eksperimen dan kontrol
disebabkan adanya pemberian perlakuan yang berbeda. Kelas eksperimen
menerapkan model PBL berbantuan authentic video, sementara kelas kontrol hanya
menerapkan model pembelajaran yang digunakan sehari-hari. Dari data-data
tersebut bisa disimpulkan bahwa nilai siswa di kelas eksperimen lebih unggul,
Karena itu juga membuktikan bahwa perbedaan perlakuan yang diberikan pada
kelas eksperimen berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis. Pernyataan ini
selaras dengan penelitian yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Putri et al.,
(2017) bahwa penggunaan model PBL berbantuan media video dapat mendorong
siswa dalam peningkatan kemampuan berpikir kritisnya, karena siswa menjadi
lebih aktif utamanya selama kegiatan diskusi dengan teman sekelompok dan
dengan bantuan media video mempermudah siswa dalam proses penyelidikan.
Kelas eksperimen pada kegiatan belajarnya menerapkan model PBL
berbantuan authentic video dimulai dengan tahapan awal yaitu orientasi masalah,
yakni dengan menampilkan tayangan fenomena yang berhubungan dengan materi,
juga menyampaikan motivasi serta tujuan pembelajaran. Pada tahap kedua adalah
mengorganisasi siswa, dalam hal ini siswa membentuk kelompok dan nantinya
perkelompok akan diberikan sebuah LKPD. Ketiga proses penyelidikan, siswa
diminta untuk melakukan penyelidikan sesuai dengan petunjuk yang ada pada
LKPD, penyelidikan dilakukan dengan melihat tayangan video. Setelah melakukan
penyelidikan secara berkelompok, pada langkah keempat ini siswa diminta untuk
menyajikan hasil diskusi dengan cara melakukan presentasi di depan kelas. Fase
kelima adalah menganalisis, hasil pemecahan masalah, dan mengevaluasi proses
setiap hasil penyelidikan siswa dilakukan evaluasi bersama-sama degan cara tiap
perwakilan kelompok lain memberikan tanggapan ataupun dapat memberikan
pertanyaan terhadap kelompok penyaji. Pada tahapan ini guru memastikan agar
semua anggota kelompok dapat terlibat secara aktif dalam diskusi dan saling
membantu sesama kelompok saat menjawab apabila terdapat pertanyaan. Pada

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER26

tahapan ini juga guru bersama-sama menyimpulkan terkait tanya jawab dan hasil
diskusi yang sebelumnya telah dilakukan.
Sepanjang kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas eksperimen,
pada awalnya siswa belum terbiasa dengan peralihan dari model pembelajaran yang
sehari-hari digunakan dengan model PBL. Namun, dengan seiring berjalannya
kegiatan pembelajaran siswa mulai terbiasa dan antusias utamanya saat kegiatan
berdiskusi mengerjakan LKPD. Siswa juga lebih aktif bertanya kepada guru saat
terdapat kendala ataupun hal yang kurang dipahami saat proses penyelidikan dan
pengerjaan LKPD. Hampir keseluruhan siswa aktif dalam kegiatan diskusi dan
pemecahan masalah yang secara tidak langsung dapat membantu siswa
mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya (Dewi, 2020).
Kegiatan pembelajaran di kelas kontrol tidak menerapkan model yang sama
seperti kelas eksperimen, di kelas kontrol pembelajaran dilaksanakan dengan model
yang digunakan sehari-hari disekolah. Pada kelompok kontrol ini juga dibentuk
kelompok dan dibagikan LKPD, akan tetapi yang membedakan dengan kelas
eksperimen adalah berbantuan media video sementara pada kontrol menggunakan
media konvensional. Pada kelas kontrol ini guru lebih banyak memberikan
penjelasan dan siswa mendengarkan, sehingga seringkali kegiatan pembelajaran
berjalan pasif. Hanya beberapa siswa yang terlihat aktif dan sisanya hanya diam
mendengarkan. Karena media yang digunakan konvensional, sehingga kegiatan
pembelajaran berjalan lebih lama dibandingkan kelas eksperimen. Berdasarkan
pada uraian yang telah dijabarkan dan dengan melihat data-data bisa disimpulkan
bahwa kegiatan pembelajaran yang menerapkan model PBL berbantuan authentic
video berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
4.2.2 Pengaruh model PBL berbantuan Authentic video terhadap hasil belajar
siswa SMP
Model PBL berbantuan Authentic video yang diimplementasikan pada kelas
eksperimen juga dipakai untuk mengamati adakah pengaruh terhadap hasil belajar.
Hasil belajar ranah kognitif adalah taraf yang akan dikukur pada penelitian ini.
Untuk melihat hasil digunakan tes di akhir kegiatan pembelajaran dengan
memberikan 10 butir soal pilihan ganda yang sebelumnya telah disesuaikan dengan

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER27

taksonomi bloom, yakni level soal ada pada C1-C4. Pemilihan level taksonomi
bloom tersebut disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa, dikarenakan siswa
berada tingkat SMP maka peneliti merasa cukup pada level C4. Selain itu, Usman
et al., (2022) menjelaskan bahwa kecerdasan naturalis siswa dapat terbangun
dengan penerapan taksonomi bloom level C1-C4 yang nantinya dapat membantu
siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang baik.
Penerapan model PBL berbantuan Authentic video terbukti efektif
digunakan dalam kegiatan pembelajaran, yakni dengan dibuktikan melalui data
bahwa nilai siswa pada kelompok eksperimen lebih unggul dibandingkan kontrol.
Sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Widyaningrum et al.,
(2018) yang menyatakan bahwa model PBL berbantuan video berpengaruh dalam
membantu siswa untuk meningkatkan hasil belajarnya. Pembelajaran pada kelas
eksperimen menggunakan bantuan video membuat siswa lebih fokus dan
bersungguh-sungguh, siswa juga menjadi lebih aktif bertanya apabila mengalami
kendala saat melakukan penyelidikkan. Penerapan model PBL berbantuan
Authentic video ini juga membuat kegiatan pembelajaran berjalan lebih cepat
sehingga semua materi dapat terselesaikan. Lain pada kelas kontrol, karena
menerapkan model sesuai dengan yang selama ini digunakan oleh sekolah sehingga
semua kegiatan pembelajaran kebanyakan pada ceramah yang disampaikan guru.
Penyelidikan yang dilakukan pada kelas kontrol juga dilakukan secara langsung,
sehingga ini cukup memerlukan waktu yang lebih lama karena harus
mengkondisikan siswa agar lebih tertib selama penyelidikkan. Karena
pembelajaran pada kelas kontrol berjalan lebih lama dibandingkan kelas
eksperimen, sehingga terdapat materi yaitu gelombang bunyi tidak dapat
tersampaikan secara penuh. Pada kelas kontrol siswa terbilang cukup pasif, dan
banyak yang mengabaikan saat diberikan penjelasan materi. Hal ini juga yang
memungkinkan hasil belajar kelas kontrol menjadi lebih rendah dibandingkan kelas
eksperimen.
Selama kegiatan penelitian tentunya tidak lepas dari adanya berbagai
hambatan, seperti saat pengkondisian kelas karena kedua kondisinya kurang
kondusif. Beberapa siswa kurang aktif dan cenderung mengandalkan teman

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER28

sekelompok saat proses penyelidikan. Dalam satu kelompok seringkali ditemukan


beberapa siswa tidak turut dalam proses penyelidikan dan terlalu banyak mengobrol
bersama teman yang lain. Kendala lain terjadi dalam penyusunan media
pembelajaran, yang mana media yang digunakan harus disesuaikan dengan
karakteristik siswa, indikator yang ditentukan, dan isi media yang hendak diberikan
kepada siswa. Sehingga dalam hal ini perlu adanya beberapa kali melakukan revisi
media hingga media tersebut dapat dinyatakan layak untuk dilakukan penelitian.

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasar pada data serta olah data yang telah dilakukan, maka didapatkan
simpulan berikut ini :
a. Pengaruh model PBL berbantuan Authentic Video pada materi getaran dan
gelombang berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa
SMP.
b. Pengaruh model PBL berbantuan Authentic Video pada materi getaran dan
gelombang berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa SMP.
5.2 Saran
Mengacu pada hasil penelitian yang telah terlaksana, peneliti memberikan
beberapa saran kepada pembaca ataupun peneliti selanjutnya, sebagai berikut :
a. Bagi guru IPA, model PBL berbantuan Authentic video dapat menjadi salah
satu pilihan variasi model pembelajaran, dan dalam pemilihan media
hendaknya menyesuaikan dengan karakteristik siswa, indikator yang akan
ditentukan, sehingga dengan hal ini tujuan pembelajaran dapat tercapai.
b. Bagi peneliti lain, dapat digunakan sebagai tambahan informasi apabila ingin
melakukan penelitian yang sama dengan menggunakan variabel serta materi
yang berbeda dan dalam memilih media harus diperhatikan terkait isi, sehingga
nantinya media tersebut dapat mencakup keseluruhan aspek pembelajaran.

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


29
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

DAFTAR PUSTAKA

Adisel., Z. U. Aprilia., R. Putra., dan T. Prasetiyo. 2022. Komponen-komponen


pembelajaran dalam kurikulum 2013 pada mata pelajaran ips. JOEAI Journal
of Education and Instruction). 5(1) : 289-304.
Agnafia, D. N. 2019. Analisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran
biologi. Florea. 6(1) : 45-53.
Agustina,M. 2018. Peran laboratorium ilmu pengetahuan alam (ipa) dalam
pembelajaran ipa madrasah ibtidaiyah (mi) / sekolah dasar (sd). At-Tadib :
Jurnal Pendidikan Agama Islam.10(1) : 1-10.
Amin, N. F., S. Garancang., dan K. Abunawas. 2023. Konsep Umum Populasi dan
Sampel dalam Penelitian. Jurnal Pilar : Jurnal Kajian Islam Kontemporer.
14(1) : 15-31.
Ardhani, A. D., M. L. Ilhamdi., dan S. Istiningsih. 2021. Pengembangan media
pembelajaran berbasis permainan monopoli pada pelajaran ilmu pengetahuan
alam (ipa) kelas iv sd. [Link] MIPA. 16(2) : 170-175.
Arends, R. I. 2014. Learning to Teach Tenth Edition. New York : McGraw-Hill.
Arifin, M., dan R. Ekayati. 2021. Implementasi Metode Tutor Sebaya dalam Upaya
Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa. Medan : Umsu Press.
Creswell, John W. 2018. Qualitative, Quantitative, and Mixed Approaches Fifth
Edition. California:Sage Publishing.
Dewi, D. T. 2020. Penerapan problem based learning untuk meningkatkan
kemampuan berpikir kritis siswa. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha.
12(1). 1-14.
Facione, P. A. 2015. Critical thinking : what i tis and why it counts. Insight
Assesment. 1-31.
Fairuzabadi, A., T. Prihandono., dan P. D. A. Putra. 2017. Penerapan model
pembelajaran inkuiri terbimbing dengan video berbasis konstekstual dalam
pembelajaran IPA pada materi suhu dan pengukurannya di SMP. Jurnal
Pembelajaran Fisika. 6(1): 100-106.
Gusmania, Y., dan T. Wulandari. 2018. Efektivitas penggunaan media pembelajaran
berbasis video terhadap pemahaman konsep matematis siswa. Phytagoras.
7(1) : 61-67.
Haerunnisa., Prasetyaningsih., dan L. T. Biru. 2022. Analisis miskonsepsi siswa
smp pada konsep getaran dan gelombang. PENDIPA Journal of Science
Education. 6(2) : 428-433.

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


30
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER31

Hake, R. R. 1998. Interactive-engagement versus traditional methods: a


sixthousand-student survey of mechanics test data for introductory physics
courses. American Journal of Physics. 66(1): 64-74.
Hastjarjo, T. D. 2019. Rancangan Eksperimen-Kuasi. Buletin Psikologi. 27(2):187-
203.
Helyandari, B. H., H. Sahidu., dan Hikmawati. 2020. Pengaruh model problem
based learning terhadap hasil belajar fisika peserta didik MA Darul Hikmah
Darek tahun pelajaran 2019/2020. Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika. 5(1)
: 10-17.

Huda, A., N. Azhar., Almasri., R. E. Wulansari., A. Mubai., R. H. Sakti., dan


Firdaus. 2020. Media Animasi Digital Berbasis HOTS (Higher Order
Thinking Skill). Padang : UNP Press.
Isrok’atun., dan A. Rosmala. 2021. Model-model Pembelajaran Matematika.
Jakarta : PT Bumi Aksara.
Jamaluddin, A., W. Jufri., Muhlis., dan I. Bahtiar. 2020. Pengembangan instrumen
keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran ipa. J Pijar. 15(1) : 13-19.
Jufrida., Fibrika., R. B., Frenki. R., dan Heni. P. 2020. Analisis permasalahan
pembelajaran IPA : Studi kasus di SMPN 7 Muaro Jambi. Jurnal Pendidikan
Sains (JPS). 8(1) : 50-58.
Junaedi, I. 2019. Proses pembelajaran yang efektif. Journal of Information System,
Applied, Management, Accounting and Reseatch. 3(2) : 19-25.
Khasanah, U., A. S. Budiarso., dan S. Wahyuni. 2020. Pengembangan video
pembelajaran pencemaran lingkungan untuk meningkatkan keterampilan
berpikir kritis siswa pada pembelajaran ipa smp. Education Journal : Journal
Education Research and Development. 5(2) : 235-244.

Kusumawati, I. T., J. Soebagyo., dan I. Nuriadin. 2022. Studi Kepustakaan


Kemampuan Berpikir Kritis dengan Penerapan Model PBL pada Pendekatan
Teori Konstruktivisme. Jurnal MathEdu (Mathematic Education Journal).
5(1) : 13-18.

Li, J., X. Liu., Z. Chen., dan P. Wan. 2020. Design of a New Audio Signal
Generation Circuit. 2020 IEEE 14th International Conference on Anti-
Counterfeiting, Security, and Identification (ASID),154–158.

Liza, M. M., Soewarno S., dan Marwan Ar. 2016. Identifikasi miskonsepsi siswa
pada materi getaran dan gelombang kelas VIII di MTsN Rukoh. Jurnal Ilmiah
Mahasiswa (JIM) Pendidikan Fisika. 1(4) : 212-217.
Masdul,M. R. 2018. Komunikasi Pembelajaran. IQRA : Jurnal Ilmu Kependidikan
dan Keislaman. 13(2) : 1-9.

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER32

Melinda, V., dan M. Zainil. 2020. Penerapan model project based learning untuk
meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa sekolah dasar (studi
literatur). Jurnal Pendidikan Tambusai. 4(2) : 1526-1539.
Mirdad, J. 2020. Model-model Pembelajaran (Empat Rumpun Model
Pembelajaran). Indonesia Jurnal Sakinah. 2(1) : 14-23.
Nursyamsi, S. Y., S. R. Rahman., dan Suparman. 2023. Analisis profil keterampilan
berpikir kritis mahasiswa pendidikan biologi pada materi germinasi. BIOMA.
5(2) : 126-135.
Nuryanti, L., S. Zubaidah., dan M. Diantoro. 2018. Analisis kemampuan berpikir
kritis siswa SMP. Jurnal Pendidikan. 3(2) : 155-158.
OECD. 2023. PISA 2022 Result (volume I) : The State of Learning and Equity in
Education. Paris : OECD Publishing.
Purnasari, P. D., dan Y. D. Sadewo. 2020. Perbaikan Kualitas Pembelajaran Melalui
Pelatihan Pemilihan Model Pembelajaran dan Pemanfaatan Media Ajar di
Sekolah Dasar Wilayah Perbatasan. Jurnal Publikasi Pendidikan. 10(2) : 125-
132.
Purwaningsih, E. 2015. Potret Representasi Pedagogical Content Knowledge
(PCK) Guru dalam Mengajarkan Materi Getaran dan Gelombang pada Siswa
Smp. Indonesian Journal of Applied Physics. 5(1) : 15.
Purwanti, E. 2022. Pembelajaran Kontekstual Media Objek Langsung dalam
Menulis Puisi. Jakarta : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian
Indonesia.
Putra, P. D. A., dan Sudarti. 2015. Real life video evaluation dengan sistem E-
Learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa fisika.
Prosiding Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika (SNFPF) ke-6
2015. 6(1): 69-77.
Putri, M. I., I. Wilujeng., dan W. Setianingsih. 2017. Pengaruh model problem based
learning berbantuan video terhadap keterampilan berpikir kritis siswa SMP. I
E-Journal Pendidikan IPA. 6(8) : 1-5.
Raharjo, W. 2020. EKSIS Jadi Diri Sendiri. Jakarta: Kompas Gramedia.
Ridho, S., Ruwiyatun., B. Subali., dan P. Marwoto. 2020. Analisis kemampuan
berpikir kritis siswa pokok bahasan klasifikasi materi dan perubahannya.
Jurnal Pendidikan IPA. 6(1) : 10-15.
Rismawan, H., dan M. C. Aisiyah. 2023. Menentukan nilai periode, amplitudo,
frekuensi dan memvisualisasi getaran harmonik pada pegas dan bentuk
gelombang. Jurnal Fisika Sains dan Aplikasinya. 8(1) : 25-29.
Rizkika, M., P. D. A. Putra., dan N. Ahmad. 2022. Pengembangan E-LKPD berbasis
STEM pada materi tekanan zat untuk meningkatkan kemampuan berpikir
kritis siswa smp. Pancasakti Science Education Journal. 7(1) : 41-48.
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER33

Rohmawati, N., dan A. S. Kusmanto. 2022. Perlunya memperhatikan dimensi


kognitif, afektif, psikomotorik dan bahasa dalam inovasi pembelajaran anak
usia dini. Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora. 1(9) :1905-1912.
Rusyadi, A. 2021. Pembelajaran IPA berbasis Inkuiri Terbimbing. Prosiding
Seminar Nasional Pendidikan IPA “Mengembangkan Keterampilan Berpikir
tingkat tinggi melalui pembelajaran IPA”.
Saharsa, U., M. Qaddafi., dan Baharuddin. 2018. Efektivitas penerapan model
pembelajaran problem based learning berbantuan video based laboratory
terhadap peningkatan pemahaman konsep fisika. Jurnal Pendidikan Fisika.
(2) : 57-64.
Saleh, M. 2013. Strategi pembelajaran fiqh dengan problem-based learning. Jurnal
Ilmiah DIDAKTIKA. 14(1) : 190-220.
Selviana, Y., Sutarto., dan Supeno. 2023. Pengaruh model pembelajaran group
investigation guided inquiry pada materi energi dalam sistem kehidupan
terhadap keterampilan berpikir kritis siswa SMP. JUSTEK : Jurnal Sains dan
Teknologi. 6(1) : 87-94.
Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung :
ALFABETA.
Sukmawati, R. 2021. Penerapan model pembelajaran problem based learning untuk
meningkatkan hasil belajar matematika kelas ii sdn wonorejo 01. Jurnal Sains
Global Indonesia. 2(2) : 49-59.
Suliyati, M., I. Yusuf., dan S. W. Widyaningsih. 2018. Penerapan Model PBL
Menggunakan Alat Peraga Sederhana Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik.
Jurnal Curricula. 3(1) : 11-22.
Supeno., Indrawati., dan Sutarto. 2021. Pelatihan Penyusunan Modul Fisika
Berbasis Asesmen Kompetensi Minimum Bagi Guru Fisika Madrasah Aliyah
di Kabupaten Jember. Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian
Masyarakat. 1(1) : 47-53.
Syarifah, L.L., Y. Yenni, dan W. K. Dewi. 2020. Analisis soal-soal pada buku ajar
matematika siswa kelas xi ditinjau dari aspek kognitif. Jurnal Cendekia:
Jurnal Pendidikan Matematika. 4(2) : 1259-1272.
Usman,. Mahrawi., R. Yusnita., dan I. Rifqiawati. 2022. Profil kecerdasan naturalis
dengan perspektif taksonomi bloom revisi pada pelajaran biologi. Jurnal
Penelitian Pendidikan Biologi. 6(1) : 1-10.
Wahyuningsih, E. S. 2020. Model Pembelajaran Mastery Learning Upaya
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa. Sleman: Deepublish.
Widyaningrum, A., Wasitohadi., dan T. S. Rahayu. Penerapan model problem based
learning (PBL) berbantuan media video untuk meningkatkan hasil belajar
muatan ipa di kelas 4 sd. Jurnal Pendidikan Indonesia. 4(2). 154-166.

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER34

Wornyo, A. A., E. K. Klu., dan H. Motlhaka. 2018. Authentic learning: enhacing


learner’s academic literay skills. International Journal of Aplied Linguistics
and English Literature. 7(4): 56-62.
Yunita, D., dan A. Wijayanti. 2017. Pengaruh media video pembelajaran terhadap
hasil belajar IPA ditinjau dari keaktifan siswa. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan
Humaniora. 3(2) : 153-160.

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

LAMPIRAN
Lampiran 1. Matriks Penelitian
MATRIKS PENELITIAN

Judul Latar Belakang Rumusan Variabel Indikator Sumber Data Metode Penelitian
Masalah
Pengaruh Perkembangan dan perubahan yang a. Apakah terdapat • Variabel • Indikator Populasi : siswa • Jenis penelitian :
Model PBL sangat besar serta persaingan antar pengaruh bebas yang kemampuan nalar SMP kelas VIII Quasi
berbantuan sumber daya manusia, utamanya signifikan digunakan kritis : Eksperimental
Authentic pada bidang pendidikan pada setiap model PBL yaitu : 1. Interpretasi Sumber data : Design
Video pada individu diharapkan memiliki berbantuan Model PBL 2. Analisis • Data Primer (Eksperimen
Materi Getaran kemampuan khususnya dalam authemtic video berbantuan 3. Evaluasi 1. Tes semu)
dan berbagai bidang seperti literasi, pada materi Authentic 4. Inferensi • Data Sekunder • Desain
Gelombang berpikir kritis, kemampuan getaran dan Video 5. Eksplanasi 1. Observasi penelitian :
terhadap pemecahan masalah, komunikasi, gelombang • Variabel 6. Regulasi Diri 2. Wawancara Posttest only
Kemampuan kolaborasi serta karakter yang terhadap terikat : • Hasil belajar 3. Dokumentasi control group
Berpikir Kritis berperilaku baik (Ridho et al., kemampuan Kemampuan siswa: design
dan Hasil 2020). Berpikir kritis merupakan berpikir kritis? berpikir Kognitif • Teknik Analisis
Belajar Siswa kemampuan yang wajib untuk b. Apakah terdapat kritis dan (pengetahuan) Data :
SMP dikuasai oleh siswa di sekolah, pengaruh hasil belajar 1. Uji
sebab kemampuan ini dapat menjadi signifikan siswa Homogenitas
dasar dalam mempelajari berbagai model PBL 2. Uji
aspek kehidupan utamanya dalam berbantuan Normalitas
pembelajaran Ilmu Pengetahuan authentic video 3. Uji
Alam (IPA). Pembelajaran IPA pada materi Independent
merupakan salah satu pembelajaran getaran dan
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

35
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

yang menuntut siswa memiliki gelombang Sample T-


kemampuan berpikir kritis untuk terhadap hasil test
dapat diterapkan dalam pemecahan belajar?
masalah yang dihadapi dalam
kehidupan sehari-hari. Indikator
kemampuan berpikir kritis terbagi
dalam enam aspek yang terdiri dari
interpretasi, analisis, evaluasi,
inferensi, eksplanasi, dan regulasi
diri.
Getaran dan gelombang merupakan
salah satu materi dalam
pembelajaran IPA yang hingga saat
ini menjadi salah satu permasalahan
dalam kegiatan pembelajarannya,
sebab kebanyakan siswa masih
merasa materi ini sulit untuk
dimengerti. Menurut Purwaningsih
(2015) materi getaran dan
gelombang merupakan materi yang
masih sukar untuk di mengerti,
selain itu pada materi ini sering
terjadi miskonsepsi. Salah satu
model yang dapat menjadi solusi
terkait permasalahan tersebut adalah
model pembelajaran problem based
learning (PBL), yakni sebuah model
yang memfokuskan pada kegiatan

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

36
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

pemecahan masalah yang terjadi


dalam kehidupan sehari-hari
(Handayani dan Koeswati, 2021).
Model PBL dalam pelaksanaannya
memiliki beberapa kelemahan, salah
satunya adalah memerlukan waktu
yang cukup lama. Sehingga
dipilihlah media berupa authentic
video sebagai media yang dapat
membantu agar siswa lebih mudah
dalam mempelajari materi.
Authentic video adalah sebuah
media yang dapat menampilkan
sebuah video yang di dalamnya
terdapat berbagai bentuk peristiwa
nyata dan sering dijumpai dalam
kehidupan sehari-hari.

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

37
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

Lampiran 2. Alur dan Tujuan pembelajaran (ATP)

ALUR DAN TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)


ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) FASE D (KELAS VIII) TAHUN PELAJARAN 2023/2024

Nama Sekolah : MTS Negeri 2 Jember


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Fase : VIII/D

Capaian Konten/ Alokasi Profil Pelajar Sumber


Elemen Tujuan Pembelajaran Asesmen
Pembelajaran Topik Waktu Pancasila Belajar
Pada akhir fase D, Getaran dan 4.1 Peserta didik mampu menganalisis Tes tulis, 10 JP • Beriman, Buku siswa,
peserta didik Gelombang konsep getaran melalui kegiatan diskusi penugasan bertakwa buku
mampu dengan tepat kepada pegangan
4.2 Peserta didik mampu menganalisis dan
memahami Tuhan guru, lembar
Pemahaman konsep getaran, konsep amplitudo, periode dan praktikum Yang kerja siswa,
IPA dan gelombang, frekuensi pada getaran melalui kegiatan dan authentic
Maha Esa
Keterampilan diskusi dan ceramah dengan tepat
Proses pemantulan dan 4.3 Peserta didik mampu menyelidiki dan video
pembiasan cahaya peristiwa getaran melalui pengamatan berakhlak
termasuk alat-alat video dengan tepat mulia
optik sederhana 4.4 Peserta didik mampu menganalisis • Mandiri
yang sering hubungan antara frekuensi dan periode

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

38
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

dimanfaatkan suatu getaran melalui kegiatan diskusi • Bernalar


dalam kehidupan dengan tepat kritis
sehari-hari 4.5 Peserta didik mampu menganalisis • Gotong
konsep gelombang beserta jenis-jenis
gelombang melalui kegiatan percobaan royong
sederhana dan diskusi secara tepat
4.6 Peserta didik mampu menelaah
karakteristik gelombang longitudinal
dan transversal melalui kegiatan
literasi, diskusi dan pengamatan secara
tepat
4.7 Peserta didik mampu menentukan
contoh-contoh peristiwa gelombang
dalam kehidupan sehari-hari melalui
kegiatan diskusi secara tepat
4.8 Peserta didik mampu menganalisis
hubungan antara panjang gelombang,
frekuensi, periode dan cepat rambat
gelombang melalui kegiatan literasi dan
diskusi secara tepat
4.9 Peserta didik mampu menyajikan data
melalui penyelidikan video tentang
gelombang transversal dan longitudinal
dengan tepat

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

39
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER40

Lampiran 3. Modul Ajar


MODUL AJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SMP
GETARAN DAN GELOMBANG
KELAS EKSPERIMEN
Nama Penyusun Rani Fatmawati
Institusi MTS Negeri 2 Jember
Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Pertemuan 1–5
Alokasi Waktu 10 JP x 40 menit
Kelas/Semester/Fase VIII/Genap/D
Materi Getaran dan Gelombang
Profil Pelajar Pancasila 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa
2. Mandiri
3. Bernalar Kritis
4. Gotong royong
Pendekatan Saintifik
Model Pembelajaran Problem Based Learning
Metode Pembelajaran Ceramah, diskusi, praktikum, presentasi,
penugasan
Peserta Didik Peserta didik reguler
Sarana dan Prasarana 1. Buku ajar (Buku paket IPA kelas VIII
Kurikulum Merdeka)
2. Alat tulis
3. HP
4. LKPD
5. Laptop
6. LCD Proyektor
7. Sumber lain yang relevan

Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase D, peserta didik mampu memahami konsep getaran dan
gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk alat-alat optik
sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu menganalisis konsep getaran melalui kegiatan diskusi
dengan tepat
2. Peserta didik mampu menganalisis konsep amplitudo, periode dan frekuensi
pada getaran melalui kegiatan diskusi dan ceramah dengan tepat
3. Peserta didik mampu menyelidiki peristiwa getaran melalui pengamatan
video dengan tepat

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER41

4. Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara frekuensi dan periode


suatu getaran melalui kegiatan diskusi dengan tepat
5. Peserta didik mampu menganalisis konsep gelombang beserta jenis-jenis
gelombang melalui kegiatan percobaan sederhana dan diskusi secara tepat
6. Peserta didik mampu menelaah karakteristik gelombang longitudinal dan
transversal melalui kegiatan literasi, diskusi dan pengamatan secara tepat
7. Peserta didik mampu menentukan contoh-contoh peristiwa gelombang
dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan diskusi secara tepat
8. Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara panjang gelombang,
frekuensi, periode dan cepat rambat gelombang melalui kegiatan literasi dan
diskusi secara tepat
9. Peserta didik mampu menyajikan data melalui penyelidikan video tentang
gelombang transversal dan longitudinal dengan tepat
Pemahaman Bermakna
Fenomena terkait tentang getaran dan gelombang banyak ditemukan di
kehidupan sehari-hari. Konsep getaran tersebut dapat ditemukan pada ayunan
dan dapat dirasakan ketika berteriak maka tenggorokan kita terasa bergetar saat
disentuh. Konsep gelombang dapat ditemukan ketika batu dilemparkan ke air
yang tenang, maka akan terbentuk gelombang pada permukaan air.
Pertanyaan Pemantik
1. Apakah kalian pernah melihat jam dinding bandul antik? Bagaimana
pergerakkannya?
2. Apakah kalian pernah memperhatikan bagaimana pergerakan air sungai
saat mengalir? Atau air laut saat di Pantai?

PERTEMUAN Ke – 1 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka • Siswa menjawab 10
kegiatan pembelajaran salam dari guru. menit
dengan mengucapkan
salam dan sapaan
• Guru mengajak siswa • Siswa mengikuti
untuk berdoa sebelum instruksi guru untuk
kegiatan pembelajaran berdoa
• Guru memeriksa
kehadiran siswa • Siswa menyatakan
• Guru menyampaikan kehadiran
tujuan pembelajaran • Siswa mendengarkan
yang akan dicapai penjelasan guru
• Guru memberikan
pertanyaan pemantik • Siswa menjawab
Pertanyaan : Apakah pertanyaan guru
kalian pernah Jawaban yang
melihat jam dinding diharapkan : pernah,
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER42

bandul antik? pergerakkannya


Bagaimana bolak-balik
pergerakkannya?
• Guru memberikan
motivasi kepada siswa • Siswa mendengarkan
dengan mengarahkan motivasi dari guru
kegiatan belajar hari
ini
Kegiatan Fase 1 Orientasi 60
inti Masalah • Siswa memperhatikan menit
• Guru menampilkan tayangan authentic
tayangan fenomena video yang disajikan
yang berhubungan oleh guru
dengan getaran dalam
authentic video, yakni
berupa tayangan jam • Siswa menjawab
dinding kuno. pertanyaan guru.
• Guru memberikan Jawaban yang
beberapa pertanyaan diharapkan :
kepada siswa : 1. Gerakan yang
1. Berdasarkan terjadi secara
tayangan bolak-
tersebut, balik/gerakan ke
bagaimana kanan dan ke kiri
Gerakan yang 2. Gerakan bolak-
terjadi pada balik yang lain
bandul jam terjadi pada
dinding? Apakah ayunan,
benar bergerak permainan lato-
secara bolak- lato.
balik?
2. Dapatkah kalian
menyebutkan
contoh Gerakan
benda bolak-
balik yang lain?
• Guru menjelaskan
hubungan antara
pertanyaan-pertanyaan
tersebut dengan materi
yang akan di pelajari
• Guru memberi • Siswa mengajukan
kesempatan kepada pertanyaan terkait
siswa apabila ada hal-hal yang belum
pertanyaan yang ingin dipahami dari
diajukan terkait
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER43

fenomena yang sudah permasalahan yang


di jelaskan disajikan
• Guru meminta siswa • Siswa menuliskan
menuliskan informasi informasi yang
yang didapatkan dari didapatkan dari
permasalahan tersebut tayangan authentic
menggunakan bahasa video dengan
sendiri menggunakan bahasa
sendiri
Fase 2 Mengorganisasi
Siswa
• Guru menjelaskan • Siswa mendengarkan
materi getaran penjelasan guru
• Guru meminta siswa • Siswa membentuk
untuk membentuk kelompok secara
kelompok secara heterogen
heterogen sesuai yang
telah ditentukan
• Guru membagikan • Siswa menerima dan
LKPD pada tiap memahami LKPD
kelompok
• Guru menjelaskan
mengenai LKPD
• Siswa memperhatikan
Fase 3 Penyelidikan tayangan video
• Guru menampilkan
tayangan authentic
video tentang materi
getaran
• Guru meminta siswa
untuk mengamati dan
menyelidiki peristiwa
pada tayangan video • Siswa menjawab
• Guru meminta siswa pertanyaan di LKPD
untuk mengisi LKPD
berdasarkan data yang
dihasilkan setelah
melihat tayangan
video
Penutup • Guru membimbing • Siswa melakukan 10
siswa dalam refleksi bersama- menit
melakukan refleksi sama
terkait kegiatan • Siswa memperhatikan
pembelajaran yang penjelasan yang
sudah dilakukan

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER44

• Guru memberikan disampaikan oleh


motivasi pada siswa guru
• Guru mengakhiri • Siswa berdoa dan
kegiatan pembelajaran mengucapkan salam
dengan berdoa dan penutup
mengucap salam

PERTEMUAN Ke – 2 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka • Siswa menjawab 10
kegiatan pembelajaran salam dari guru. menit
dengan mengucapkan
salam dan sapaan
• Guru mengajak siswa • Siswa mengikuti
untuk berdoa sebelum instruksi guru untuk
kegiatan pembelajaran berdoa
• Guru memeriksa
kehadiran siswa • Siswa menyatakan
• Guru memberikan kehadiran
motivasi kepada siswa • Siswa mendengarkan
dengan mengarahkan motivasi dari guru
kegiatan belajar hari
ini
Kegiatan Fase 4 Mengembangkan 60
inti dan Menyajikan hasil • Siswa menit
• Guru membimbing mempresentasikan
siswa dalam hasil diskusi yang
mempresentasikan telah dilakukan
hasil percobaan dan
diskusi bersama
kelompok
Fase 5 Menganalisis,
mengevaluasi proses
dan hasil pemecahan • Perwakilan tiap
masalah kelompok
• Guru memberikan menanggapi hasil
kesempatan kepada diskusi yang disajikan
tiap perwakilan • Diskusi tanya jawab
kelompok untuk antar kelompok
memberikan • Siswa terlibat secara
tanggapan terhadap aktif selama kegiatan
penjelasan hasil tanya jawab
diskusi penyaji

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER45

• Guru memberikan
kesempatan kepada
kelompok lain untuk
mengevaluasi jawaban
dari kelompok penyaji
• Guru memastikan
semua anggota
kelompok terlibat
secara aktif dalam
diskusi dan saling
membantu dalam
menyelesaikan
masalah
• Guru membimbing
siswa untuk membuat
kesimpulan terkait
diskusi dan tanya
jawab yang telah
dilakukan
Penutup • Guru membimbing • Siswa melakukan 10
siswa dalam refleksi bersama-sama menit
melakukan refleksi • Siswa memperhatikan
terkait kegiatan penjelasan yang
pembelajaran yang disampaikan oleh
sudah dilakukan guru
• Guru memberikan • Siswa berdoa dan
motivasi pada siswa mengucapkan salam
• Guru mengakhiri penutup
kegiatan pembelajaran
dengan berdoa dan
mengucap salam

PERTEMUAN Ke – 3 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka kegiatan • Siswa menjawab 10
pembelajaran dengan salam dari guru. menit
mengucapkan salam dan
sapaan
• Guru mengajak siswa • Siswa mengikuti
untuk berdoa sebelum instruksi guru
kegiatan pembelajaran untuk berdoa
• Guru memeriksa
kehadiran siswa • Siswa menyatakan
kehadiran
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER46

• Guru menyampaikan • Siswa


tujuan pembelajaran mendengarkan
yang akan dicapai penjelasan guru
• Guru memberikan
pertanyaan pemantik • Siswa menjawab
Pertanyaan : apakah pertanyaan guru
kalian pernah Jawaban yang
memperhatikan diharapkan :
bagaimana pergerakan pernah,
air sungai saat pergerakkanya
mengalir? Atau air laut membentuk
saat di Pantai? gelombang
• Guru memberikan
motivasi kepada siswa
dengan mengarahkan • Siswa
kegiatan belajar hari ini mendengarkan
motivasi dari guru
Kegiatan Fase 1 Orientasi Masalah 60
inti • Guru menampilkan • Siswa menit
tayangan fenomena yang memperhatikan
berhubungan dengan tayangan authentic
getaran dalam authentic video yang
video, yakni berupa disajikan oleh guru
video gelombang air laut
• Guru memberikan
beberapa pertanyaan • Siswa menjawab
kepada siswa : pertanyaan guru.
1. Berdasarkan Jawaban yang
tayangan diharapkan :
tersebut, 1. Pergerakkan air
bagaimanakah membentuk
pergerakkan gelombang
dari air 2. Gelombang air,
tersebut? gelombang tali,
Apakah gelombang
berbentuk cahaya,
gelombang gelombang
sesuai dengan bunyi
yang kalian
sebutkan di
awal tadi?
2. Dapatkah
kalian
menyebutkan
contoh
gelombang?
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER47

• Guru menjelaskan • Siswa mengajukan


hubungan antara pertanyaan terkait
pertanyaan-pertanyaan hal-hal yang belum
tersebut dengan materi dipahami dari
yang akan di pelajari permasalahan yang
• Guru memberi disajikan
kesempatan kepada • Siswa menuliskan
siswa apabila ada informasi yang
pertanyaan yang ingin didapatkan dari
diajukan terkait tayangan authentic
fenomena yang sudah di video dengan
jelaskan menggunakan
• Guru meminta siswa bahasa sendiri
menuliskan informasi
yang didapatkan dari
permasalahan tersebut
menggunakan bahasa
sendiri

Fase 2 Mengorganisasi
Siswa
• Guru menjelaskan
materi gelombang
• Guru meminta siswa • Siswa
untuk membentuk mendengarkan
kelompok secara penjelasan guru
heterogen sesuai yang • Siswa membentuk
telah ditentukan kelompok secara
• Guru membagikan heterogen
LKPD pada tiap
kelompok
• Guru menjelaskan • Siswa menerima
mengenai LKPD dan memahami
LKPD

Fase 3 Penyelidikan
• Guru menampilkan
tayangan authentic video • Siswa
tentang materi getaran memperhatikan
• Guru meminta siswa tayangan video
untuk mengamati dan
menyelidiki peristiwa
pada tayangan video
• Guru meminta siswa
untuk mengisi LKPD

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER48

berdasarkan data yang • Siswa menjawab


dihasilkan setelah pertanyaan di
melihat tayangan video LKPD

Penutup • Guru membimbing • Siswa melakukan 10


siswa dalam melakukan refleksi bersama- menit
refleksi terkait kegiatan sama
pembelajaran yang • Siswa
sudah dilakukan memperhatikan
• Guru memberikan penjelasan yang
motivasi pada siswa disampaikan oleh
• Guru mengakhiri guru
kegiatan pembelajaran • Siswa berdoa dan
dengan berdoa dan mengucapkan
mengucap salam salam penutup

PERTEMUAN Ke – 4 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka • Siswa menjawab 10
kegiatan pembelajaran salam dari guru. menit
dengan mengucapkan
salam dan sapaan
• Guru mengajak siswa • Siswa mengikuti
untuk berdoa sebelum instruksi guru untuk
kegiatan pembelajaran berdoa
• Guru memeriksa
kehadiran siswa • Siswa menyatakan
• Guru memberikan kehadiran
motivasi kepada siswa • Siswa mendengarkan
dengan mengarahkan motivasi dari guru
kegiatan belajar hari
ini
Kegiatan Fase 4 Mengembangkan 60
inti dan Menyajikan hasil • Siswa menit
• Guru membimbing mempresentasikan
siswa dalam hasil diskusi yang
mempresentasikan telah dilakukan
hasil percobaan dan
diskusi bersama
kelompok

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER49

Fase 5 Menganalisis, • Perwakilan tiap


mengevaluasi proses kelompok
dan hasil pemecahan menanggapi hasil
masalah diskusi yang disajikan
• Guru memberikan • Diskusi tanya jawab
kesempatan kepada antar kelompok
tiap perwakilan • Siswa terlibat secara
kelompok untuk aktif selama kegiatan
memberikan tanya jawab
tanggapan terhadap
penjelasan hasil
diskusi penyaji
• Guru memberikan
kesempatan kepada
kelompok lain untuk
mengevaluasi jawaban
dari kelompok penyaji
• Guru memastikan
semua anggota
kelompok terlibat
secara aktif dalam
diskusi dan saling
membantu dalam
menyelesaikan
masalah
• Guru membimbing
siswa untuk membuat
kesimpulan terkait
diskusi dan tanya
jawab yang telah
dilakukan
Penutup • Guru membimbing • Siswa melakukan 10
siswa dalam refleksi bersama-sama menit
melakukan refleksi • Siswa memperhatikan
terkait kegiatan penjelasan yang
pembelajaran yang disampaikan oleh
sudah dilakukan guru
• Guru memberikan • Siswa berdoa dan
motivasi pada siswa mengucapkan salam
• Guru mengakhiri penutup
kegiatan pembelajaran
dengan berdoa dan
mengucap salam

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER50

PERTEMUAN Ke – 5 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka • Siswa menjawab 10
kegiatan salam dari guru. menit
pembelajaran dengan
mengucapkan salam
dan sapaan • Siswa mengikuti
• Guru mengajak siswa instruksi guru untuk
untuk berdoa sebelum berdoa
kegiatan
pembelajaran • Siswa menyatakan
• Guru memeriksa kehadiran
kehadiran siswa • Siswa mendengarkan
• Guru memberikan motivasi dari guru
motivasi kepada
siswa dengan
mengarahkan
kegiatan belajar hari
ini
Kegiatan Guru memberikan Siswa mengerjakan 60
inti lembar tes (Post test) Posttest menit
untuk dikerjakan oleh
siswa
Penutup • Guru membimbing • Siswa melakukan 10
siswa dalam refleksi bersama-sama menit
melakukan refleksi • Siswa memperhatikan
terkait kegiatan penjelasan yang
pembelajaran yang disampaikan oleh guru
sudah dilakukan • Siswa berdoa dan
• Guru memberikan mengucapkan salam
motivasi pada siswa penutup
• Guru mengakhiri
kegiatan
pembelajaran dengan
berdoa dan mengucap
salam

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER51

MODUL AJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SMP


GETARAN DAN GELOMBANG
KELAS KONTROL

Nama Penyusun Rani Fatmawati


Institusi MTS Negeri 2 Jember
Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Pertemuan 1–5
Alokasi Waktu 10 JP x 40 menit
Kelas/Semester/Fase VIII/Genap/D
Materi Getaran dan Gelombang
Profil Pelajar Pancasila 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa
2. Mandiri
3. Bernalar Kritis
4. Gotong royong
Pendekatan Saintifik
Model Pembelajaran Discovery Learning
Metode Pembelajaran Ceramah, diskusi, praktikum, presentasi,
penugasan
Peserta Didik Peserta didik reguler
Sarana dan Prasarana 1. Buku ajar (Buku paket IPA kelas VIII
Kurikulum Merdeka)
2. Alat tulis
3. HP
4. LKPD
5. Sumber lain yang relevan

Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase D, peserta didik mampu memahami konsep getaran dan
gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk alat-alat optik
sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu menganalisis konsep getaran melalui kegiatan diskusi
dengan tepat
2. Peserta didik mampu menganalisis konsep amplitudo, periode dan frekuensi
pada getaran melalui kegiatan diskusi dan ceramah dengan tepat
3. Peserta didik mampu menyelidiki peristiwa getaran pada bandul melalui
percobaan sederhana dengan tepat

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER52

4. Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara frekuensi dan periode


suatu getaran melalui kegiatan diskusi dengan tepat
5. Peserta didik mampu menganalisis konsep gelombang beserta jenis-jenis
gelombang melalui kegiatan percobaan sederhana dan diskusi secara tepat
6. Peserta didik mampu menelaah karakteristik gelombang longitudinal dan
transversal melalui kegiatan literasi, diskusi dan pengamatan secara tepat
7. Peserta didik mampu menentukan contoh-contoh peristiwa gelombang
dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan diskusi secara tepat
8. Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara panjang gelombang,
frekuensi, periode dan cepat rambat gelombang melalui kegiatan literasi dan
diskusi secara tepat
9. Peserta didik mampu menyajikan hasil percobaan tentang gelombang
transversal dan longitudinal melalui percobaan sederhana dengan
menggunakan tali dan slinky dengan tepat
Pemahaman Bermakna
Fenomena terkait tentang getaran dan gelombang banyak ditemukan di
kehidupan sehari-hari. Konsep getaran tersebut dapat ditemukan pada ayunan
dan dapat dirasakan ketika berteriak maka tenggorokan kita terasa bergetar saat
disentuh. Konsep gelombang dapat ditemukan ketika batu dilemparkan ke air
yang tenang, maka akan terbentuk gelombang pada permukaan air.
Pertanyaan Pemantik
3. Apakah kalian pernah melihat jam dinding bandul antik? Bagaimana
pergerakkannya?
4. Apakah kalian pernah memperhatikan bagaimana pergerakan air sungai
saat mengalir? Atau air laut saat di Pantai?

PERTEMUAN Ke – 1 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka • Siswa menjawab 10
kegiatan pembelajaran salam dari guru. menit
dengan mengucapkan
salam dan sapaan
• Guru mengajak siswa • Siswa mengikuti
untuk berdoa sebelum instruksi guru untuk
kegiatan pembelajaran berdoa
• Guru memeriksa
kehadiran siswa • Siswa menyatakan
• Guru menyampaikan kehadiran
tujuan pembelajaran • Siswa mendengarkan
yang akan dicapai penjelasan guru
• Guru memberikan
pertanyaan pemantik

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER53

Pertanyaan : Apakah • Siswa menjawab


kalian pernah pertanyaan guru
melihat jam dinding Jawaban yang
bandul antik? diharapkan : pernah,
Bagaimana pergerakkannya
pergerakkannya? bolak-balik
• Guru memberikan
motivasi kepada siswa
dengan mengarahkan • Siswa mendengarkan
kegiatan belajar hari motivasi dari guru
ini
Kegiatan Fase 1 Stimulasi • Siswa membuat 60
inti • Guru memberikan jawaban sementara menit
pertanyaan kepada atau hipotesis atas
siswa : pertanyaan tersebut.
Fira dan Roni sedang
bermain ayunan di
taman. Ayunan
tersebut memiliki
panjang yang berbeda,
ayunan yang dinaiki
fira memiliki ukuran
yang lebih panjang
dibandingkan ayunan
rina. Kedua orang
tersebut juga memiliki
berat badan yang
berbeda, dimana fira
memiliki berat yang
lebih besar dibanding
rina. Ayunan siapakah
yang memiliki jumlah
gerakkan terbanyak
perwaktu?
Fase 2 Identifikasi
Masalah
• Guru membimbing • Siswa mengajukan
siswa untuk membuat hipotesis atas
hipotesis berdasarkan pertanyaan yang
pertanyaan yang telah diajukan guru
diajukan, kemudian
guru meluruskan
terkait hipotesis yang
sesuai

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER54

Fase 3 Pengumpulan
Data
• Guru membentuk • Siswa terbentuk atas
siswa menjadi beberapa kelompok,
beberapa kelompok dan menerima LKPD
dan membagikan
LKPD
• Guru dan siswa • Siswa bersama guru
menyiapkan alat bahan menyiapkan alat
yang akan digunakan bahan untuk kegiatan
untuk melakukan percobaan sederhana
percobaan sederhana
• Guru menjelaskan • Siswa mendengarkan
terkait percobaan penjelasan guru
sederhana yang
dilakukan
• Guru membimbing • Siswa melakukan
siswa selama percobaan sederhana
melakukan percobaan sesuai petunjuk di
sederhana LKPD
Penutup • Guru membimbing • Siswa melakukan 10
siswa dalam refleksi bersama- menit
melakukan refleksi sama
terkait kegiatan • Siswa
pembelajaran yang memperhatikan
sudah dilakukan penjelasan yang
• Guru memberikan disampaikan oleh
motivasi pada siswa guru
• Guru mengakhiri • Siswa berdoa dan
kegiatan pembelajaran mengucapkan salam
dengan berdoa dan penutup
mengucap salam

PERTEMUAN Ke – 2 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka • Siswa menjawab 10
kegiatan pembelajaran salam dari guru. menit
dengan mengucapkan
salam dan sapaan
• Guru mengajak siswa • Siswa mengikuti
untuk berdoa sebelum instruksi guru untuk
kegiatan pembelajaran berdoa
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER55

• Guru memeriksa • Siswa menyatakan


kehadiran siswa kehadiran
• Guru memberikan • Siswa mendengarkan
motivasi kepada siswa motivasi dari guru
dengan mengarahkan
kegiatan belajar hari
ini
Kegiatan Fase 4 Pengolahan Data • Siswa bersama 60
inti • Guru membimbing kelompok mengolah menit
siswa dalam mengolah data yang didapatkan
data hasil percobaan setelah percobaan
sederhana
Fase 5 Pembuktian
• Guru • Siswa menuliskan
menginstruksikan data hasil percobaan
siswa untuk pada LKPD dan
menuliskan data yang menjawab semua
diperoleh dan mengisi pertanyaan yang
setiap pertanyaan yang terdapat di LKPD
ada di LKPD
• Guru membimbing • Siswa bersama-sama
siswa untuk menarik guru menarik
kesimpulan terhadap kesimpulan terhadap
percobaan yang telah kegiatan yang telah
dilakukan dilakukan
Penutup • Guru membimbing • Siswa melakukan 10
siswa dalam refleksi bersama- menit
melakukan refleksi sama
terkait kegiatan • Siswa
pembelajaran yang memperhatikan
sudah dilakukan penjelasan yang
• Guru memberikan disampaikan oleh
motivasi pada siswa guru
• Guru mengakhiri • Siswa berdoa dan
kegiatan pembelajaran mengucapkan salam
dengan berdoa dan penutup
mengucap salam

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER56

PERTEMUAN Ke – 3 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka • Siswa menjawab 10
kegiatan pembelajaran salam dari guru. menit
dengan mengucapkan
salam dan sapaan
• Guru mengajak siswa • Siswa mengikuti
untuk berdoa sebelum instruksi guru untuk
kegiatan pembelajaran berdoa
• Guru memeriksa
kehadiran siswa • Siswa menyatakan
• Guru menyampaikan kehadiran
tujuan pembelajaran • Siswa mendengarkan
yang akan dicapai penjelasan guru
• Guru memberikan
pertanyaan pemantik • Siswa menjawab
Pertanyaan : apakah pertanyaan guru
kalian pernah Jawaban yang
memperhatikan diharapkan : pernah,
bagaimana pergerakkanya
pergerakan air membentuk
sungai saat gelombang
mengalir? Atau air
laut saat di Pantai?
• Guru memberikan • Siswa mendengarkan
motivasi kepada siswa motivasi dari guru
dengan mengarahkan
kegiatan belajar hari
ini
Kegiatan Fase 1 Stimulasi • Siswa membuat 60
inti Guru memberikan jawaban sementara menit
pertanyaan kepada atau hipotesis atas
siswa : Anisa dan pertanyaan tersebut
Rima sedang bermain
membuat perahu
kertas, kemudian
perahu tersebut
diletakkan di sungai.
Anisa dan Rima ingin
membuat perahu
tersebut dapat berjalan
cepat, bagaimanakah
caranya? Apakah
perahu dapat
digerakkan dengan
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER57

membuat gelombang
air?

Fase 2 Identifikasi
Masalah
• Guru membimbing • Siswa mengajukan
siswa untuk membuat hipotesis atas
hipotesis berdasarkan pertanyaan yang
pertanyaan yang telah diajukan guru
diajukan, kemudian
guru meluruskan
terkait hipotesis yang
sesuai
Fase 3 Pengumpulan
Data
• Guru membentuk • Siswa terbentuk atas
siswa menjadi beberapa kelompok,
beberapa kelompok dan menerima LKPD
dan membagikan
LKPD
• Guru dan siswa • Siswa bersama guru
menyiapkan alat bahan menyiapkan alat
yang akan digunakan bahan untuk kegiatan
untuk melakukan percobaan sederhana
percobaan sederhana
• Guru menjelaskan • Siswa mendengarkan
terkait percobaan penjelasan guru
sederhana yang
dilakukan
• Guru membimbing • Siswa melakukan
siswa selama percobaan sederhana
melakukan percobaan sesuai petunjuk di
sederhana LKPD
Penutup • Guru membimbing • Siswa melakukan 10
siswa dalam refleksi bersama- menit
melakukan refleksi sama
terkait kegiatan
pembelajaran yang • Siswa
sudah dilakukan memperhatikan
• Guru memberikan penjelasan yang
motivasi pada siswa disampaikan oleh
• Guru mengakhiri guru
kegiatan pembelajaran • Siswa berdoa dan
dengan berdoa dan mengucapkan salam
mengucap salam penutup

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER58

PERTEMUAN Ke – 4 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka • Siswa menjawab 10
kegiatan pembelajaran salam dari guru. menit
dengan mengucapkan
salam dan sapaan
• Guru mengajak siswa • Siswa mengikuti
untuk berdoa sebelum instruksi guru untuk
kegiatan pembelajaran berdoa
• Guru memeriksa
kehadiran siswa • Siswa menyatakan
• Guru memberikan kehadiran
motivasi kepada siswa • Siswa mendengarkan
dengan mengarahkan motivasi dari guru
kegiatan belajar hari
ini
Kegiatan Fase 4 Pengolahan Data • Siswa bersama 60
inti • Guru membimbing kelompok mengolah menit
siswa dalam mengolah data yang didapatkan
data hasil percobaan setelah percobaan
sederhana
Fase 5 Pembuktian
• Guru • Siswa menuliskan
menginstruksikan data hasil percobaan
siswa untuk pada LKPD dan
menuliskan data yang menjawab semua
diperoleh dan mengisi pertanyaan yang
setiap pertanyaan yang terdapat di LKPD
ada di LKPD
• Guru membimbing • Siswa bersama-sama
siswa untuk menarik guru menarik
kesimpulan terhadap kesimpulan terhadap
percobaan yang telah kegiatan yang telah
dilakukan dilakukan
Penutup • Guru membimbing • Siswa melakukan 10
siswa dalam refleksi bersama- menit
melakukan refleksi sama
terkait kegiatan • Siswa
pembelajaran yang memperhatikan
sudah dilakukan penjelasan yang
• Guru memberikan disampaikan oleh
motivasi pada siswa guru

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER59

• Guru mengakhiri • Siswa berdoa dan


kegiatan pembelajaran mengucapkan salam
dengan berdoa dan penutup
mengucap salam

PERTEMUAN Ke – 5 (2 JP x 40 Menit)
Kegiatan Alokasi
Kegiatan guru Kegiatan Siswa
Belajar Waktu
Pendahuluan • Guru membuka • Siswa menjawab 10
kegiatan salam dari guru. menit
pembelajaran dengan
mengucapkan salam
dan sapaan • Siswa mengikuti
• Guru mengajak siswa instruksi guru untuk
untuk berdoa sebelum berdoa
kegiatan
pembelajaran • Siswa menyatakan
• Guru memeriksa kehadiran
kehadiran siswa • Siswa mendengarkan
• Guru memberikan motivasi dari guru
motivasi kepada
siswa dengan
mengarahkan
kegiatan belajar hari
ini
Kegiatan Guru memberikan Siswa mengerjakan 60
inti lembar tes (Post test) Posttest menit
untuk dikerjakan oleh
siswa
Penutup • Guru membimbing • Siswa melakukan 10
siswa dalam refleksi bersama-sama menit
melakukan refleksi • Siswa memperhatikan
terkait kegiatan penjelasan yang
pembelajaran yang disampaikan oleh guru
sudah dilakukan • Siswa berdoa dan
• Guru memberikan mengucapkan salam
motivasi pada siswa penutup
• Guru mengakhiri
kegiatan
pembelajaran dengan
berdoa dan mengucap
salam

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

Lampiran 4. Kisi-kisi Soal


KISI-KISI SOAL POSTTEST
A. PILIHAN GANDA (HASIL BELAJAR KOGNITIF)
No. Soal Jawaban Level Skor
soal Kognitif
1. Anisa bermain ayunan di [Link] di gerakkan ayunan tersebut bergerak secara bolak-balik dan melalui titik seimbang c. Getaran C1 10
yang sama. Gerakan yang terjadi pada ayunan tersebut disebut…..
a. Gelombang
b. Amplitudo
c. Getaran
d. Frekuensi
2. Simpangan maksimum (terjauh) dari titik kesetimbangan disebut.... b. Amplitudo C1 10
a. Getaran
b. Amplitudo
c. Frekuensi
d. Periode
3. Perhatikan beberapa peristiwa di bawah ini! c. 2 dan 4 C2 10
1. Ayunan yang bergerak
2. Pohon tertiup angin
3. Senar gitar dipetik
4. Gerak air di sungai
Klasifikasikan peristiwa mana yang termasuk dalam contoh penerapan getaran, kecuali…..
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 4
d. 4 dan 4

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

60
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

4. Sari sedang bermain lato-lato, saat dimainkan lato-lato tersebut bergerak dengan periode 10 detik. Berapakah frekuensi C. 0,1 Hz C3 10
getaran ayunan tersebut....
a. 0,5 Hz
b. 1 Hz
c. 0,1 Hz
d. 0,2 Hz
5. Fira dan anisa bermain ayunan di taman kota. Fira menghitung setiap gerakan ayunan yang terjadi, waktu total untuk fira c. 1,6 detik C4 10
mendapatkan 50 ayunan adalah 80 detik. Jika berat badan fira saat ini 45kg, berapakah periode getaran pada ayunan
tersebut......
a. 1 detik
b. 2 detik
c. 3 detik
d. 1,6 detik
6. Berdasarkan arah getarannya, gelombang dibagi menjadi gelombang transversal dan gelombang longitudinal. Apakah a. Gelombang C1 10
yang dimaksud dengan gelombang tranversal…. yang arah
a. Gelombang yang arah getarannya tegak lurus dengan arah rambatnya getarannya
b. Gelombang yang arah getarannya tegak lurus dengan arah geraknya tegak lurus
c. Gelombang yang arah getarannya sejajar dengan arah rambatnya dengan arah
d. Gelombang yang arah getarannya tidak sejajar dengan arah rambatnya rambatnya
7. Contoh gelombang yang termasuk gelombang longitudinal adalah…. C. Gelombang C2 10
a. Gelombang Tali bunyi
b. Gelombang Cahaya
c. Gelombang Bunyi
d. Gelombang Air Laut
8. Sebuah slinky dimainkan hingga membentuk gelombang longitudinal, arah getaran dan rambatan yang terjadi pada slinky D. arah C2 10
tersebut adalah……. getarannya
a. Tegak lurus dengan arah rambatnya sejajar dengan
b. Tegak lurus dan sejajar arah rambatnya

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

61
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

c. Arah geraknya sejajar dengan getarannya


d. Arah getarannya sejajar dengan arah rambatnya
9. Sebuah tali yang memiliki panjang 3 meter dan saat di gerakkan memiliki frekuensi sebesar 50 Hz. Berapakah cepat a. 150 m/s C3 10
rambat gelombang tali tersebut.....
a. 90 m/s
b. 150 m/s
c. 120 m/s
d. 85 m/s
10 Feni sedang mendengarkan radio dengan jarak 5 meter dari posisi radio. Jika sinyal radio tersebut memiliki panjang a. 300 m/s C4 10
gelombang 12 meter dan memiliki frekuensi 25 Hz. Berapakah cepat rambat gelombang tersebut hingga suaranya dapat
terdengar.....
a. 300 m/s
b. 150 m/s
c. 150 m/s
d. 280 m/s

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

62
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

B. URAIAN (KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS)

Nomor Indikator
Skoring
Soal berpikir kritis Soal
Kriteria Jawaban Skor
1. Interpretasi Getaran merupakan gerakan bolak-balik melalui Orang yang berjalan secara bolak-balik tidak termasuk dalam contoh 15
titik kesetimbangan. Jelaskan apakah orang yang peristiwa getaran, sebab orang yang berjalan bolak-balik tidak pasti berada
berjalan secara bolak-balik juga termasuk ke pada titik kesetimbangan
dalam peristiwa getaran?
2. Analisis Analisislah gambar dibawah ini! Gelombang yang terbentuk pada permukaan air laut termasuk gelombang 15
transversal. Hal tersebut karena gerakan partikel air laut yang terjadi
secara tegak lurus terhadap arah perambatan gelombang

Gelombang yang terbentuk pada permukaan air


laut termasuk dalam gelombang? Mengapa
demikian?
3. Evaluasi Saat sedang berbicara atau bernyanyi umumnya Peristiwa tersebut terjadi karena pada saat kita berbicara atau bernyanyi 15
suara yang dihasilkan tersebut akan dapat didengar akan terjadi getaran pada pita suara kita di tenggorokan dan menghasilkan
oleh orang lain. Menurut pendapat kalian, gelombang suara. Gelombang suara ini akan merambat melalui udara yang
bagaimanakah peristiwa tersebut dapat terjadi dan kemudian mencapai telinga dan diubah menjadi sinyal listrik oleh telinga
bagaimana prosesnya? bagian dalam, yang kemudian diteruskan ke otak untuk diinterpretasikan
sebagai suara.
4. Inferensi Terdapat dua ayunan di taman bermain dengan Perbedaan panjang kedua ayunan tersebut berpengaruh terhadap kecepatan 15
panjang yang berbeda, apakah perbedaan panjang gerak ayunan. Ayunan dengan tali yang lebih pendek akan memiliki

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

63
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

tersebut berpengaruh terhadap kecepatan dari periode ayunan yang lebih cepat dibandingkan dengan ayunan yang
gerak ayunan? Jika berpengaruh, bagaimanakah memiliki panjang tali yang lebih panjang.
pengaruhnya?
5. Eksplanasi Dina dan Dini sedang bermain ayunan di taman, Diketahui : 25
keduanya memiliki berat badan yang berbeda di n : 12
mana Dina lebih berat yakni 45kg sementara dini t : 30 s
40kg. Ayunan yang dinaiki keduanya memiliki ditanya : f keduanya?
panjang tali yang sama. Saat mengayunkan pada Jawaban :
waktu 30 detik keduanya mendapatkan jumlah Dina :
ayunan yang sama yakni 12 ayunan. Apakah 𝑛 12
f = = = 0,4 Hz
𝑡 30
frekuensi keduanya juga sama? Dan apakah berat
berpengaruh terhadap frekuensi ayunan?
Dini
𝑛 12
f = = 30 = 0,4 Hz
𝑡
jadi, frekuensi keduanya sama yakni 0,4 Hz.
Berat atau massa tidak berpengaruh terhadap frekuensi dari ayunan,
karena frekuensi hanya dipengaruhi oleh panjang tali dan percepatan
gravitasi.
6. Regulasi Diri Galang dan Aryo sedang memainkan slinky dengan Peristiwa yang terjadi adalah gelombang longitudinal. Saat salah satu ujung 15
salah satu ujung slinky ditahan dan ujung lainnya slinky ditahan dan ujung lainnya di dorong maju mundur, energi dari
didorong maju mundur. Saat didorong ternyata ada dorongan tersebut akan merambat melalui slinky. Pergerakkan tersebut
bagian yang bergerak dari slinky tersebut. terjadi secara searah atau sejajar yang merupakan salah satu ciri dari
Dapatkah kalian menjelaskan peristiwa apa yang gelombang longitudinal.
terjadi pada slinky tersebut?

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

64
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

Lampiran 5. Rubrik Penilaian


RUBRIK PENILAIAN TES KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS
1. Soal no 1
Skor Keterangan
0 Siswa tidak menjawab
2 Siswa menjawab kurang tepat
5 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa gerakan berjalan bolak-balik tidak termasuk peristiwa getaran namun tidak
disertai penjelasan
10 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa gerakan berjalan tidak termasuk peristiwa getaran, namun penjelasan kurang
tepat
15 Siswa dapat menjawab secara benar dan lengkap bahwa gerakan berjalan bolak-balik tidak termasuk peristiwa getaran,
disertai penjelasan mengenai peristiwa tersebut.

2. Soal no 2
Skor Keterangan
0 Siswa tidak menjawab
2 Siswa menjawab kurang tepat
5 Siswa dapat menjawab dengan benar mengenai gelombang yang terbentuk, namun tidak disertai penjelasan
10 Siswa dapat menjawab dengan benar mengenai gelombang yang terbentuk, namun penjelasan kurang tepat
15 Siswa dapat menjawab dengan benar mengenai jenis gelombang yang terbentuk beserta penjelasan lengkap mengenai
mengapa gelombang tersebut dapat terbentuk

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

65
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

3. Soal no 3
Skor Keterangan
0 Siswa tidak menjawab
2 Siswa menjawab kurang tepat
5 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa saat berbicara atau bernyanyi getaran terjadi pada pita suara dan akan
menghasilkan gelombang suara, namun tidak disertai penjelasan
10 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa saat berbicara atau bernyanyi getaran terjadi pada pita suara dan akan
menghasilkan gelombang suara, namun penjelasan kurang tepat
15 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa saat berbicara atau bernyanyi getaran terjadi pada pita suara dan akan
menghasilkan gelombang suara, beserta penjelasan lengkap tentang perambatan gelombang suara hingga bunyi yang keluar
akan dapat didengar oleh telinga

4. Soal no 4
Skor Keterangan
0 Siswa tidak menjawab
2 Siswa menjawab kurang tepat
5 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa perbedaan panjang ayunan berpengaruh, namun tidak disertai penjelasan
10 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa perbedaan panjang ayunan berpengaruh pada gerakan ayunan, namun
penjelasan kurang tepat
15 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa perbedaan panjang ayunan berpengaruh terhadap gerakan, beserta penjelasan
lengkap tentang perbedaan panjang ayunan

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

66
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

5. Soal no 5
Skor Keterangan
0 Siswa tidak menjawab
10 Siswa menjawab kurang tepat
15 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa frekuensi keduanya sama, namun tidak disertai langkah perhitungan
20 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa frekuensi keduanya sama, namun langkah perhitungan kurang tepat
25 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa frekuensi keduanya sama dan menjelaskan bahwa berat atau massa tidak
berpengaruh terhadap frekuensi, dan disertai langkah perhitungan yang tepat dan lengkap

6. Soal no 6
Skor Keterangan
0 Siswa tidak menjawab
2 Siswa menjawab kurang tepat
5 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa peristiwa yang terjadi adalah gelombang longitudinal, namun tidak disertai
penjelasan
10 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa peristiwa yang terjadi adalah gelombang longitudinal, namun penjelasan yang
diberikan kurang tepat
15 Siswa dapat menjawab dengan benar bahwa peristiwa yang terjadi adalah gelombang longitudinal, disertai penjelasan yang
lengkap tentang terjadinya peristiwa gelombang longitudinal pada slinky

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

67
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER68

Lampiran 6. Nilai ulangan harian materi unsur, senyawa dan campuran

No. Nilai Sumatif Harian Materi Unsur, Senyawa dan Campuran


absen VIII A VIII B VIII C VIII D VIII E VIII F VIII G
1 77 55 73 75 85 82 90
2 80 40 70 83 81 81 76
3 53 73 41 88 78 80 85
4 72 53 78 84 67 76 75
5 85 64 45 90 93 82 45
6 82 41 85 82 80 77 77
7 74 68 76 79 55 85 78
8 56 73 36 95 86 82 68
9 78 79 79 79 34 55 75
10 63 68 73 87 65 79 88
11 77 45 78 75 87 83 84
12 50 62 82 77 72 45 76
13 82 55 38 56 78 80 80
14 60 68 76 75 90 83 72
15 78 74 90 82 67 77 75
16 77 90 74 67 78 90 88
17 83 55 73 82 80 83 83
18 40 58 84 79 84 79 78
19 77 70 81 87 78 88 65
20 52 82 76 90 85 55 78
21 72 60 85 82 65 84 80
22 78 58 73 78 85 76 64
23 46 65 83 80 90 84 75
24 81 23 81 72 77 78 68
25 52 60 79 81 83 80 80
26 78 78 80 84 80 76 78
27 74 65 77 87 64 86 56
28 72 82 73 83 90 80 45
29 82 73 80 79 83 75 78
30 77 23 73 58 68 55 54
31 85 90 65 66 79 50 82
32 69 73 72 79 85 83 58
33 77 65 84 90 68 90
34 79 85 45 88 85
35 60 90
Rata-
rata 70,80 63,91 72,29 80,35 77,25 76,27 74,83
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER69

Lampiran 7. Data kemampuan berpikir kritis


No. Nama Siswa Kelas Nama Siswa Kelas
Kontrol Eksperimen
1. ARP 49 ANH 70
2. AWWA 62 AMI 70
3. ALSW 20 ANAD 50
4. AZI 15 AS 80
5. AHD 55 AGP 31
6. FA 67 FNNF 85
7. FAA 39 FP 75
8. GNP 65 FAA 80
9. HAI 75 JAK 50
10. KEJ 65 JKAL 31
11. MBFD 24 KFS 85
12. MIM 30 MNPS 85
13. MAD 26 MIF 30
14. MAJR 19 MAW 32
15. MLM 39 MDSD 62
16. MIFSP 34 MFH 55
17. MAR 49 MMAK 90
18. MMF 39 MNMH 22
19. MRB 22 MJK 70
20. MSAM 30 NNSA 85
21. NHR 65 NRA 75
22. NASW 40 NAKW 90
23. NIM 75 NR 60
24. NAM 60 NK 90
25. QQ 52 RAA 65
26. QNF 67 RVF 90
27. SDCR 19 RA 90
28. SSAZ 70 RAKZ 22
29. VNA 29 RSH 75
30. ZASF 60 SGA 52
31. ZASF 70 SMI 85
32. ZMK 49 TKA 54
33. WAA 90
Nilai terendah 15 Nilai terendah 22
Nilai tertinggi 75 Nilai tertinggi 90
Rerata 46,25 Rerata 65,93

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER70

Lampiran 8. Analisis data kemampuan berpikir kritis


Posttest indikator kemampuan berpikir kritis kelas kontrol
Interpretasi Analisis Evaluasi Inferensi Eksplanasi Regulasi diri
No Nama

1. ARP 2 10 10 15 10 2
2. AWWA 2 15 10 15 10 10
3. ALSW 2 2 2 2 10 2
4. AZI 0 10 5 0 0 0
5. AHD 15 5 10 15 0 10
6. FA 2 15 10 15 10 15
7. FAA 2 5 2 15 10 5
8. GNP 10 10 15 10 10 10
9. HAI 15 15 15 15 10 5
10. KEJ 15 10 5 15 10 10
11. MBFD 2 5 2 5 0 10
12. MIM 0 10 5 15 0 0
13. MAD 5 2 2 5 10 2
14. MAJR 2 5 2 0 0 10
15. MLM 2 10 10 15 0 2
16. MIFSP 10 10 10 2 0 2
17. MAR 2 10 10 15 10 2
18. MMF 2 5 5 15 10 2
19. MRB 10 10 2 0 0 0
20. MSAM 0 10 5 15 0 0
21. NHR 15 10 5 15 10 10
22. NASW 5 5 0 10 15 5
23. NIM 15 15 10 15 10 10
24. NAM 15 10 10 10 10 5
25. QQ 2 10 10 10 10 10
26. QNF 2 15 10 15 10 15
27. SDCR 2 5 2 0 0 10
28. SSAZ 15 10 5 15 10 15
29. VNA 10 2 2 10 0 5
30. ZASF 15 10 5 15 10 5
31. ZASF 15 10 5 15 10 15
32. ZMK 2 10 10 15 10 2
33.
Rerata 6,65 8,93 6,65 10,9 6,71 6,43

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER71

Posttest indikator kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen


Interpretasi Analisis Evaluasi Inferensi Eksplanasi Regulasi diri
No. Nama

1. ANH 15 15 10 10 10 10
2. AMI 15 15 10 15 10 5
3. ANAD 10 15 5 10 10 0
4. AS 15 15 10 10 20 10
5. AGP 2 2 2 5 10 10
6. FNNF 15 15 15 10 20 10
7. FP 5 15 15 15 10 15
8. FAA 5 15 15 15 20 10
9. JAK 15 10 10 10 0 5
10. JKAL 2 2 10 2 10 5
11. KFS 15 15 15 10 20 10
12. MNPS 15 15 15 15 10 15
13. MIF 0 10 5 15 0 0
14. MAW 5 2 0 10 10 5
15. MDSD 10 2 10 10 20 10
16. MFH 15 15 10 10 0 5
17. MMAK 15 15 10 15 20 15
18. MNMH 10 2 0 10 0 0
19. MJK 15 10 15 15 10 5
20. NNSA 15 15 15 10 20 10
21. NRA 15 15 5 10 20 10
22. NAKW 15 15 15 15 20 10
23. NR 10 5 10 5 15 15
24. NK 15 15 15 10 20 15
25. RAA 15 10 10 15 0 15
26. RVF 15 15 15 15 20 10
27. RA 10 15 15 15 20 15
28. RAKZ 10 2 0 10 0 0
29. RSH 15 15 5 10 20 10
30. SGA 2 10 10 10 10 10
31. SMI 15 15 15 10 20 10
32. TKA 2 15 10 15 10 2
33. WAA 15 15 15 10 20 15
Rerata 11,15 11,57 10,21 11,27 12,87 8,84

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER72

Lampiran 9. Data hasil belajar


No. Nama Siswa Kelas Nama Siswa Kelas
Kontrol Eksperimen
1. ARP 50 ANH 80
2. AWWA 70 AMI 40
3. ALSW 50 ANAD 70
4. AZI 40 AS 80
5. AHD 60 AGP 70
6. FA 80 FNNF 80
7. FAA 60 FP 70
8. GNP 60 FAA 90
9. HAI 60 JAK 70
10. KEJ 50 JKAL 60
11. MBFD 40 KFS 80
12. MIM 60 MNPS 70
13. MAD 70 MIF 80
14. MAJR 80 MAW 50
15. MLM 80 MDSD 60
16. MIFSP 70 MFH 90
17. MAR 60 MMAK 60
18. MMF 40 MNMH 40
19. MRB 60 MJK 90
20. MSAM 50 NNSA 60
21. NHR 80 NRA 70
22. NASW 60 NAKW 90
23. NIM 80 NR 60
24. NAM 70 NK 70
25. QQ 60 RAA 50
26. QNF 70 RVF 90
27. SDCR 80 RA 90
28. SSAZ 70 RAKZ 70
29. VNA 80 RSH 90
30. ZASF 40 SGA 40
31. ZASF 80 SMI 90
32. ZMK 40 TKA 90
33. WAA 80
Nilai terendah 40 Nilai terendah 40
Nilai tertinggi 80 Nilai tertinggi 90
Rerata 62,5 Rerata 71,81

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER73

Lampiran 10. Dokumentasi Kegiatan


Lampiran Foto kegiatan Kelas Eksperimen
Pertemuan ke-1

Pertemuan ke-2

Pertemuan ke-3

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER74

Pertemuan ke-4

Pertemuan ke-5

Lampiran Foto kegiatan Kelas Kontrol


Pertemuan ke-1

Pertemuan ke-2

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER75

Pertemuan ke-3

Pertemuan ke-4

Pertemuan ke-5

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER76

Lampiran 11. Surat izin penelitian

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER77

Lampiran 12. Surat selesai penelitian

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER78

Lampiran 13. Lembar Hasil Posttest


Perolehan Nilai Tertinggi Kelas Kontrol Kemampuan Berpikir Kritis

Perolehan Nilai Tertinggi Kelas Eksperimen Kemampuan Berpikir Kritis

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER79

Perolehan Nilai Terendah Kelas Kontrol Kemampuan Berpikir Kritis

Perolehan Nilai Terendah Kelas Eksperimen Kemampuan Berpikir Kritis

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER80

Perolehan Nilai Tertinggi Kelas Kontrol Hasil Belajar

Perolehan Nilai Tertinggi Kelas Eksperimen Hasil Belajar

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER81

Perolehan Nilai Terendah Kelas Kontrol Hasil Belajar

Perolehan Nilai Terendah Kelas Eksperimen Hasil Belajar

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER82

Lampiran 14. Hasil LKPD Kelas Eksperimen

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER83

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER84

Lampiran 15. Hasil LKPD Kelas Kontrol

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER85

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
Lampiran 16. Lembar Hasil Observer

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

86
87
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


88
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

89
90
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER


91
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER

Anda mungkin juga menyukai