LEMBAR JAWABAN TUGAS MATA KULIAH 3
Nama : Widyastuti
Nomor induk mahasiswa/NIM : 044961386
Kode/Mata kuliah : ISIP4211/Logika
Kode/UPBJJ : 44/Surakarta
Prodi : S1 ilmu administrasi negara
KEMENTRIAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS TERBUKA
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan penalaran oposisi? berikan contoh!
Jawaban :
Penalaran oposisi adalah pertentangan antara dua proposisi yang memiliki trem subjek
dan rem predikat yang sama, tetapi berbeda kuantitas dan atau kualitasnya. Komposisi
terjadi dalam bentuk hubungan logis, bukan fisik. Sebagai bentuk penyimpulan langsung,
dalam penalaran oposisi bisa ditentukan nilai benar dari sebuah proposisi (kesimpulan)
jika proposisi lain (Premis) telah terbukti benar atau salah.
Ada 4 macam penalaran oposisi :
1. Oposisi kontraris : komposisi antara proposisi A-E, menurut beda kualitasnya. Hukum
nilai kebenarannya :
a. Jika proposisi yang satu terbukti benar, maka proposisi yang lain pasti salah.
b. Jika proposisi yang terbukti salah, maka proposisi yang lain tidak pasti (bisa benar,
bisa salah).
2. Oposisi subkontraris : komposisi antara proposisi I-O, menurut beda kualitasnya.
Hukum nilai kebenarannya :
a. Jika proposisi yang terbukti salah, maka proposisi yang lain benar.
b. Jika proposisi yang terbukti benar, maka proposisi yang lain tidak pasti ( bisa benar,
bisa salah).
3. Komposisi kontradiktoris : oposisi antara proposisi A-O dan E-I, menurut beda
kuantitas dan kualitasnya. Hukumnya nilai kebenarannya :
a. Jika proposisi yang terbukti benar, maka proposisi yang lain pasti salah.
b. Jika proposisi yang terbukti salah, maka proposisi yang lain pasti benar.
4. Oposisi subaltemasi : oposisi antara A-I (sumperimplikasi) dan E-O (subimplikasi),
menurut berbeda kuantitasnya, hukum nilai kebenaran superimentasi :
a. Jika proposisi universal terbukti benar, maka proposisi partikular pasti benar.
b. Jika proposisi universal terbukti salah, maka proposisi partikular tidak pasti (bisa benar,
bisa salah)
Sedangkan, hukum nilai kebenaran subimplikasi :
a. Jika proporsi seperti keluar terbukti salah, maka proporsi universal pasti salah.
b. Jika proposisi partikular terbukti benar, maka proposisi universal tidak pasti (bisa bener,
kita salah).
Contoh penalaran oposisi
A. Oposisi kontralis contohnya :
• Semua nggak anggota DPR korupsi
• Semua anggota DPR tidak korupsi
B. Oposisi subkontralis contohnya :
• Ada sebagian DPR yang korupsi
• Ada sebagian anggota DPR yang tidak korupsi
C. Oposisi kontradiktoris contohnya
• Semua bangsa Indonesia berketuhanan yang maha esa
• Pada bangsa Indonesia yang tidak bertuhan yang maha esa
D. Oposisi sub altermasi contohnya :
• Sebagian rakyat Indonesia ikut serta bela negara (sub implikasi)
• Sebagian rakyat Indonesia ikut serta bela negara ( super implikasi)
2. Jelaskan apa yang dimaksud silogisme dan unsur-unsurnya!
Jawaban :
Silogisme ialah suatu jenis penalaran deduktif secara tidak langsung. Silogisme juga
sebuah penemuan terbesar dari ahli filsafat yang terkenal yaitu Aristoteles.
Silogisme ialah suatu argumen deduktif yang terdiri dari dua primes dan satu kesimpulan.
Silogisme ialah setiap penyimpulan tidak langsung, yang dari dua proposisi (premis-
premis) disimpulkan suatu proposisi baru (kesimpulan). Premis yang pertama dinamai
premis umum (premis mayor) dan premis yang kedua dinamai premis khusus (premis
minor). Kesimpulan itu berhubungan dekat sekali dengan premis-premis yang ada.
Apabila premisnya benar maka kesimpulannya juga benar.
Unsur-unsur silogisme
1. Premis mayor
Keputusan pertama yang umumnya dinamai primes mayor. Premis memiliki arti kalimat
yang dijadikan dasar penarikan kesimpulan. Remis mayor berarti pangkal pikir yang
memuat tramayon dan silogisme itu, gimana nantinya akan timbul menjadi predikat dalam
kesimpulan.
2. Premis minor
Keputusan kedua yang dinamai premis minor, premis minor artinya pangkal pikiran yang
kecil dari silogisme, di mana nantinya akan timbul menjadi predikat dalam kesimpulan.
3. Medium
Bagian-bagian yang sama dalam dua keputusan, disebut medium atau term menengah,
sebab ia dapat pada kedua premis yaitu mayor dan minor, maka punah sebagai
hubungan antara keduanya tetapi muncul dalam kesimpulan.
4. Kesimpulan
Keputusan ketiga yang disebut kesimpulan, iyalah keputusan yang baru menjelaskan
bahwa apa yang benar dalam mayor, juga benar dalam term minor.
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan silogisme beraturan!
Jawaban :
Silogis beraturan adalah sebuah bentuk dari penyimpulan yang di mana kemudian akan
didasari berdasarkan sebuah perbandingan terhadap dua macam proposisi yang di mana
kemudian di dalamnya terdapat sebuah bentuk pembanding yang di mana akan dapat
menciptakan sebuah bentuk proporsisi sebagai sebuah kesimpulannya.
Bentuk silogisme peraturan sebagai penyempurnaan tidak langsung adalah sebuah
bentuk kumpulan dari berbagai macam bentuk silogisme, yaitu adalah silogisme kategorik
yang di mana kemudian secara proposisinya tidak akan dapat dinyatakan maupun akan
berhubungan dengan berbagai macam bentuk hal atau dengan sebuah bentuk dari
silogisme itu sendiri yang di mana kemudian terdiri atas beberapa macam silogisme yang
di mana akan saling berkaitan. Pada silogisme tidak beraturan semua akan dilakukan
pengembalian bentuk dari silogisme yang beraturan dan juga akan berkaitan dengan hal
yang di mana akan dapat diuraikan secara bertahap.
Sumber referensi BMP ISIP4211-Logika