100% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
14K tayangan46 halaman

Paparan BGN 12 Nov

Diunggah oleh

4g4th4
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
14K tayangan46 halaman

Paparan BGN 12 Nov

Diunggah oleh

4g4th4
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BADAN GIZI NASIONAL

PETUNJUK TEKNIS DAN OPERASIONAL


PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS
TAHUN 2024

Deputi Bidang Sistem & Tata Kelola


November 2024
DAFTAR ISI

1. PENDAHULUAN
2. KERANGKA PIKIR
3. PELAKSANAAN
4. TEKNIS PENGELOLAAN SATUAN PELAYANAN MAKAN
BERGIZI GRATIS
5. STATUS DAN PENGELOLAAN PEKERJA DI SATUAN
PELAYANAN MAKAN BERGIZI GRATIS
6. PROSEDUR DAN ATURAN MENJADI MITRA SATUAN
PELAYANAN MAKAN BERGIZI GRATIS BGN
7. OPERASIONAL PENYEDIAAN DAN PENYALURAN
MAKANAN
8. PENUTUP

LAMPIRAN

FORMAT PENDATAAN & PELAPORAN


Petunjuk Teknis dan Operasional Program ini akan
digunakan untuk pelaksanaan Uji Coba Program MBG
oleh BGN di tahun 2024:

1. Di 2 (dua) Satuan Pelayanan yang berlokasi di


Jakarta Barat dan Kabupaten Bogor, dengan
menggunakan anggaran dari Kementerian
Keuangan melalui BA 125 Badan Pangan Nasional;

2. Di 100 Satuan Pelayanan yang belokasi di 38 Provinsi


di seluruh wilayah Indonesia, dengan menggunakan
anggaran dari Kementerian Keuangan melalui BA
128 Badan Gizi Nasional.
PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS
STRATEGI EKOSISTEM SATUAN PELAYANAN
TUJUAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS

Tujuan Khusus

• Peningkatan akses • Peningkatan


makanan bergizi prestasi, partisipasi &
• Peningkatan kehadiran siswa
pengetahuan gizi • Pengurangan anak
• Peningkatan pola putus sekolah
makan sehat
Tujuan Tujuan
• Meningkatkan Bidang Bidang
Tujuan asupan gizi dan Gizi Pendidikan

Umum pengetahuan gizi


kelompok sasaran
Tujuan Tujuan
Bidang Bidang
Kemiskinan Ekonomi
•Penciptaan •Pemanfaatan
lapangan kerja bahan pangan
•Pengurangan lokal
beban penduduk •Peningkatan
miskin dalam kesejahteraan
perolehan pangan petani dan
pelaku UMKM
SASARAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS
KELOMPOK SASARAN (PERPRES 83/2024)
Peserta Didik:
1. Pendidikan anak usia dini (Siswa TK/PAUD/RA)
2. Pendidikan dasar (Siswa SD/MI)
3. Pendidikan menengah di lingkungan Pendidikan umum (Siswa SMP/MTs dan SMA/MA)
4. Pendidikan kejuruan (Siswa SMK)
5. Pendidikan keagamaan (Siswa Sekolah Keagamaan Lainnya)
6. Pendidikan khusus (SLB)
7. Pendidikan layanan khusus *)
8. Pendidikan pesantren (santri)
Non Peserta Didik:
9. Ibu Hamil
10. Ibu Menyusui
11. Anak Balita

* Pendidikan layanan khusus adalah Pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil /terbelakang, masyarakat adat yang terpencil
dan/atau mengalami bencana alam, bendcana social , dan yang tidak mampu dari segi ekonomi
INDIKATOR KEBERHASILAN
INDIKATOR INPUT 1. Pemberian makan bergizi kepada sasaran peserta didik dan non peserta
didik
2. Pemberian edukasi gizi kepada sasaran peserta didik dan non peserta didik

INDIKATOR OUTPUT 1. Tersalurkannya makanan bergizi kepada sasaran peserta didik dan non
peserta didik
2. Terlaksananya edukasi gizi kepada sasaran peserta didik dan non peserta
didik

INDIKATOR OUTCOME 1. Peningkatan status gizi kepada sasaran peserta didik dan non peserta didik
2. Peningkatan pengetahuan gizi kepada sasaran peserta didik dan non
peserta didik

BENEFIT Terjaganya status gizi sasaran peserta didik dan non peserta didik
dalam upaya pemenuhan gizi nasional di seluruh wilayah di Indonesia

IMPACT Mendukung penyiapan Generasi Emas 2045 di seluruh wilayah di Indonesia


TARGET PENCAPAIAN PROGRAM 2025

BADAN GIZI
NASIONAL

1.542 UNIT
15 JUTA –
18 JUTA
KERJASAMA
PENERIMA
LEMBAGA MANFAAT
5.000 SATUAN NEGARA/PIHAK
PELAYANAN KETIGA

IDR 3.458 UNIT


71 TRILIUN
UJI COBA PROGRAM MBG - 2024
RENCANA PELAKSANAAN UJI COBA

Pelaksanaan Uji Coba Keterangan


Lokasi Satuan Pelayanan : 102 Satuan Pelayanan

Pemilihan Lokasi : 38 Provinsi (6 Jawa dan 32 Luar Jawa)


100 Kabupaten/Kota
Jumlah penerima manfaat : 306.000 sasaran (peserta didik dan non peserta didik)
Waktu Pelaksanaan : Minggu ke 4 bulan November - Desember 2024
Durasi Pelaksanaan : 20 hari efektif
Harga per porsi MBG : Maksimum Rp 15.000,-
1. Satu paket menu makanan lengkap yang memenuhi
Komponen MBG : standar gizi
2. Edukasi gizi
Melakukan uji coba program MBG dengan mengikuti
Tujuan Uji Coba : Pedoman Operasional dan Standar Gizi di sebagian
besar daerah Perkotaan maupun Pedesaan di seluruh
wilayah Indonesia
LOKASI UJI COBA PROGRAM MBG

102 SATUAN PELAYANAN DI 38 PROPINSI

21 17
20
2
STANDAR GIZI MBG MENURUT KELOMPOK SASARAN
PEDOMAN PENYUSUNAN MENU
No Tahapan Penyusunan Menu
1 Analisis Gizi analisis kebutuhan gizi sesuai dengan kelompok
sasaran dan umur

2 Penyusunan Menu menu dirancang dengan bahan pangan lokal,


memenuhi gizi seimbang dan mempertimbangkan
baik kebutuhan gizi maupun preferensi makanan.

3 Uji Coba Menu untuk memastikan cita rasa, porsi, penerimaan


menu dan pemenuhan standar gizi

4 Perhitungan Biaya analisis untuk memastikan semua bahan dan


operasional sesuai dengan anggaran yang telah
ditetapkan

5 Implementasi & setelah menu diimplementasikan, pemantauan


Monitoring kualitas dan penerimaan dilakukan secara berkala
untuk menjamin kepuasan.
6 Penyesuaian & berdasarkan hasil evaluasi dan umpan balik,
Perbaikan dilakukan penyesuaian & perbaikan berkelanjutan
Berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas menu yang disajikan

CONTOH MENU DARI SATUAN PELAYANAN WARUNG KIARA - SUKABUMI


MODEL PENGELOLAAN PROGRAM MBG
MODEL PENGELOLAAN SATUAN PELAYANAN (SP-MB)

MODEL 1: SWAKELOLA BGN MODEL 2: KERJASAMA INSTITUSI/KL LAIN MODEL 3: KERJASAMA PIHAK KETIGA

MODEL 4: DI WILAYAH 3T MODEL 5: HYBRID

• SP-MB bisa dibangun dengan Model 1 atau 2 atau


3, sesuai peluang yang memungkinkan • Model Satuan Pelayanan untuk sekolah-sekolah yang sudah
• < 3000 penerima manfaat mempunyai dapur sendiri
• Satuan Pelayanan bisa di sekolah/rumah • Satuan Pelayanan sudah diverifikasi Tim BGN dan dinyatakan laik
masyarakat sekitar, jika letaknya sangat terpencil Kesehatan oleh Sudin Kesehatan setempat
• Supervisi pengelolaan MBG oleh Tim BGN • Satuan Pelayanan Hybrid akan melayani seluruh siswa yang
• Standar pengelolaan sama dgn di SP-MB lain, terdaftar di sekolah tersebut
terutama kebersihan & keamanan pangan • BGN akan mendukung pembiayaan maksimum Rp 15.000,-/siswa
• Supervisi pengelolaan MBG dilakukan oleh Tim BGN
STANDAR SATUAN PELAYANAN

SPESIFIKASI :
• Luas bangunan 20m x 20m = 400m2 di atas luasan tanah 800m2
atau 15m x 20m = 300m2 di atas tanah minimum 600m2
• Ukuran di luar dari ukuran di atas (lebih kecil ataupun lebih
besar) harus diverifikasi dimana pintu masuk dan keluar
berbeda
• Lokasi tanah/bangunan dalam radius 6 km (dan/atau
membutuhkan waktu 30 menit pengantaran) dari lokasi target
sasaran dan tidak berada di dekat area pembuangan sampah
• Diverifikasi dan disetujui oleh tim yang diutus oleh BGN
• Bangunan bisa menggunakan model beton ataupun modular
• Bangunan SP-MB dilengkapi dengan loading dan unloading
area, ruang gas yang terbuka, ruang Distribution Center, ruang
Food Inspection, ruang cuci bahan makanan, gudang kering,
ruang cooler, ruang Food Preparation, ruang penyimpanan,
ruang produksi basah, ruang produksi, ruang penyimpanan
produksi dingin, ruang pengemasan, ruang alat makan, ruang
cuci alat makan dan alat masak, yang secara umum disebut
ruang dapur.
STATUS & PENGELOLAAN PEKERJA
DI SP-MB
STATUS & PENGELOLAAN PEKERJA MODEL 1 DI SP-MB
STATUS & PENGELOLAAN PEKERJA MODEL 2 DI SP-MB
STATUS & PENGELOLAAN PEKERJA MODEL 3 DI SP-MB
TAHAPAN REKRUTMEN KEPALA SP-MB
TAHAPAN REKRUTMEN PENGAWAS DI SP-MB
TAHAPAN REKRUTMEN PEKERJA PENGOLAH MAKANAN DI SP-MB
CARA MENJADI MITRA SP-MB
MITRA BGN MODEL 1 - DANA APBN
MITRA PEMBANGUNAN UNIT SP-MB (MODEL 1) DANA APBN

01 02 03

Persyaratan menjadi Mitra Pembangunan Kontraktor


Unit SP-MB :

1. Merupakan badan usaha (PT atau CV) yang sah secara


hukum dan mempunyai keahlian di bidang Proses
membangun
pembangunan unit Bangunan. Satuan Pelayanan

2. Mempunyai dokumen-dokumen yang sah secara hukum.

3. Memiliki kelengkapan sumber daya yang diperlukan


untuk melakukan proses pengadaan (kemampuan
keuangan, sumber daya manusia, peralatan yang
diperlukan).

4. Pemilik Badan Usaha mempunyai SKCK dari Kepolisian.

5. Dalam proses seleksi pemilihan kontraktor jasa


Pembangunan diatur oleh mekanisme pengadaan BGN
(lelang, pemilihan langsung atau penunjukan langsung).

Satuan Pelayanan
MITRA PENYEDIA ALAT DAPUR UNTUK SP-MB (MODEL 1) DANA APBN

01 02 03

Mitra
Penyedia Alat-
Alat Dapur/
Masak
Persyaratan menjadi Mitra Penyedia Alat Dapur
SP-MB :

1. Merupakan badan usaha (PT atau CV) yang sah secara


hukum dan mempunyai keahlian di bidang penyediaan Proses
Penyediaan Alat-
alat dapur. Alat Dapur/Masak

2. Mempunyai dokumen-dokumen yang sah secara hukum.

3. Memiliki kelengkapan sumber daya yang diperlukan


untuk melakukan proses pengadaan (kemampuan
keuangan, sumber daya manusia, peralatan yang
diperlukan).

4. Pemilik Badan Usaha mempunyai SKCK dari Kepolisian.

5. Dalam proses seleksi pemilihan Mitra Penyedia Alat Dapur


diatur oleh mekanisme pengadaan BGN (lelang,
pemilihan langsung atau penunjukan langsung).

Satuan Pelayanan
MITRA PENYEDIA ALAT MAKAN UNTUK SP-MB (MODEL 1) DANA APBN

01 02 03

Mitra
Penyedia
Alat Makan
Persyaratan menjadi Mitra Penyedia Alat Makan
SP-MB :

1. Merupakan badan usaha (PT atau CV) yang sah secara


hukum dan mempunyai keahlian di bidang penyediaan Proses
Penyediaan Alat
alat makan. Makan

2. Mempunyai dokumen-dokumen yang sah secara hukum.

3. Memiliki kelengkapan sumber daya yang diperlukan


untuk melakukan proses pengadaan (kemampuan
keuangan, sumber daya manusia, peralatan yang
diperlukan).

4. Pemilik Badan Usaha mempunyai SKCK dari Kepolisian.

5. Dalam proses seleksi pemilihan Mitra Penyedia Alat


Makan diatur oleh mekanisme pengadaan BGN (lelang,
pemilihan langsung atau penunjukan langsung).

Satuan Pelayanan
MITRA PENGELOLA DAN DISTRIBUSI UNTUK SP-MB (MODEL 1) DANA APBN

01 02 03

Mitra
Pengelola & Distribusi
Persyaratan menjadi Mitra Pengelola dan Distribusi
SP-MB :

1. Merupakan Yayasan kelompok masyarakat yang


Proses penyediaan para
menampung para pekerja (sukarelawan) yang pekerja & Supir
melakukan pekerjaan antara lain menerima bahan baku,
menyimpan bahan pangan, memasak, melakukan
pemorsian dan mendistribusikan/melakukan pengiriman
(supir) makanan ke lokasi penerima manfaat.

2. Organisasi kemasyarakatan ini akan dipilih dan ditunjuk


oleh BGN melalui Kepala SP-MB sesuai kondisi dan sittuasi
dimana SP-MB berada.
3. Evaluasi akan diilakukan secara berkala 2 kali dalam
setahun dan berdasarkan kinerja atau pertimbangan lain
sesuai kebutuhan.

Satuan Pelayanan
MITRA PENYEDIA JASA LAIN UNTUK SP-MB (MODEL 1) DANA APBN

01 02 03

Penyedia
Jasa Lain
Persyaratan menjadi Mitra Penyedia Jasa Lainnya
Untuk BGN/Kantor Pelayanan/SP-MB :

1. Merupakan badan usaha (PT atau CV) yang sah secara


hukum dan mempunyai keahlian di bidang penyedia alat Proses
Penyediaan Jasa
Bangunan. Lainnya

2. Mempunyai dokumen-dokumen yang sah secara hukum.

3. Memiliki kelengkapan sumber daya yang diperlukan


untuk melakukan proses pengadaan (kemampuan
keuangan, sumber daya manusia, peralatan yang
diperlukan).

4. Pemilik Badan Usaha mempunyai SKCK dari Kepolisian.

5. Dalam proses seleksi pemilihan Penyedia Jasa Lainnya


diatur oleh mekanisme pengadaan BGN (lelang,
pemilihan langsung atau penunjukan langsung).

Satuan Pelayanan
MITRA BGN MODEL 2 – INSTANSI PEMERINTAH
MITRA SATUAN PELAYANAN MODEL 2 (INSTANSI PEMERINTAH)

01 02 03
Cara menjadi Mitra Pemilik SP-MB Bagi
Instansi Pemerintah (Model 2) :

1. Instansi Pemerintah yang berminat mengajukan Mitra Instansi


Pemerintah
surat permohonan untuk menjadi mitra Pemilik
Satuan Pelayanan kepada Kepala Badan Gizi
Nasional.
2. Jika pada lahan yang ditentukan oleh Instansi
Pemerintah terkait terdapat target sasaran sesuai
dengan standar, maka akan dilakukan kontrak
Kerjasama antara BGN dengan Instansi Pemerintah
terkait.
3. Instansi Pemerintah membangun Satuan Pelayanan
di atas tanah milik Instansi tersebut menggunakan
Proses Proses Proses
dana dari Instansi yang bersangkutan. membangun Penyediaan Alat- Penyediaan Alat
Satuan Pelayanan Alat Dapur/Masak Makan
4. Unit bangunan Satuan Pelayanan dan tanah serta
peralatan dapur/peralatan makan menjadi milik
Instansi Pemerintah.
5. BGN akan mengeluarkan kontrak Kerjasama untuk
mengelola Satuan Pelayanan tersebut, setelah unit
pelayanan terbangun dan siap beroperasi.
KONTRAK KERJASAMA BGN DENGAN INSTANSI PEMERINTAH (MODEL 2)

01 02 03

Kerjasama BGN dengan Pemilik SP-MB Mitra Instansi


Pemerintah
Instansi Pemerintah (Model 2) :

1. BGN akan mengeluarkan kontrak Kerjasama (PKS)


dengan Instansi Pemerintah yang memiliki unit SP di
lokasi dimana Instansi Pemerintah berada.
2. Kedua pihak bersepakat untuk melaksanakan
program MBG di lokasi tersebut sesuai dengan
PERJANJIAN
standar yang ditetapkan oleh BGN. KERJASAMA
(PKS)
3. Tiga orang pegawai BGN akan menjadi pengelola
sekaligus memastikan terlaksananya program
pemberian MBG di SP-MB milik Instansi Pemerintah
sesuai dengan standar dan prosedur dari BGN.

Satuan Pelayanan
MITRA BGN MODEL 3 – PIHAK KETIGA
MITRA SATUAN PELAYANAN MODEL 3 (PIHAK KETIGA)

01 02 03

Cara menjadi Mitra Pemilik SP-MB Bagi


Pihak Ketiga :
PENUNJUKAN MITRA
1. Pihak Ketiga yang berminat mengajukan surat LANGSUNG
permohonan untuk menjadi mitra ke Kepala Badan
Gizi Nasional.
2. Jika di dalam satu titik yang sama hanya ada satu
Pihak Ketiga yang berminat maka akan dilakukan
penunjukan langsung terhadap mitra tersebut.
PENUNJUKAN MITRA
3. Jika pada titik yang sama ada dua atau lebih mitra MELALUI REVIEW,
VERIFIKASI DAN
Pihak Ketiga yang berminat maka dilakukan review, VALIDASI
OLEH BGN
verifikasi dan validasi kesesuaian spesifikasi yang
ditetapkan BGN.
4. BGN akan melakukan kontrak dengan mitra Pihak
Ketiga yang terpilih, dan berlaku jika Satuan
Pelayanan telah selesai dibangun dan siap
beroperasi.
KONTRAK KERJADAMA BGN DENGAN PIHAK KETIGA (MODEL 3)

01 02 03

Kerjasama BGN dengan Pihak Ketiga


Pemilik SP-MB (Model 3) : Mitra Pihak
Ketiga

1. BGN akan mengeluarkan kontrak Kerjasama (PKS)


dengan Pihak Ketiga (Koperasi/Badan
Usaha/Yayasan/BUMDES/CATERING) yang memiliki
unit SP di lokasi dimana Pihak Ketiga berada.
2. Kedua Pihak (BGN dan Mitra Pihak Ketiga)
bersepakat untuk melaksanakan program MBG di
PERJANJIAN
lokasi tersebut sesuai dengan standar yang KERJASAMA
(PKS)
ditetapkan oleh BGN.
3. Tiga orang pegawai BGN akan menjadi pengelola
sekaligus memastikan terlaksananya program
pemberian MBG di SP-MB milik Pihak Ketiga sesuai
dengan standar dan prosedur dari BGN.

Satuan Pelayanan
MITRA PENYEDIA BAHAN BAKU UNTUK SP-MB DANA APBN

01 02 03

Sumber
Karbohidrat Sumber Protein Sumber Serat Susu
Persyaratan menjadi Mitra Penyedia Bahan Baku
untuk SP-MB:

1. Petani/pedagang menyuplai produk pertanian


melalui Koperasi/BUMDES
2. Harga yang diberikan ke Satuan Pelayanan Petani
Jagung,kentang,
Peternak/nelayan
ayam, daging, telur Petani Peternak
adalah harga pasar yang wajar padi,umbi-umbian & ikan Buah & Sayur Sapi Perah (susu)

3. Perusahaan/Badan Usaha yang hendak


menyuplai bahan pangan juga harus melalui
Koperasi/BUMDES

Koperasi/BUMDES1 Koperasi/BUMDES 2 Koperasi/BUMDES 3 Koperasi/BUMDES 4

E-Katalog/Harga pasar/ E-Katalog/Harga pasar/


Kontrak Sebelumnya Kontrak Sebelumnya

E-Katalog/Harga pasar/ E-Katalog/Harga pasar/


Kontrak Sebelumnya Kontrak Sebelumnya

Satuan Pelayanan
PENENTUAN NILAI KONTRAK KERJASAMA
MODEL 2 DAN MODEL 3
NILAI KONTRAK KERJASAMA BGN DENGAN MITRA MODEL 2 DAN MODEL 3

01 02 03
Tahapan penentuan Nilai Sewa Kerjasama BGN dengan Mitra Model 2 (Instansi Pemerintah) dan Mitra Model 3 (Pihak Ketiga):

1. BGN akan melakukan kontrak dengan mitra 2 dan 3 per Satuan Pelayanan.
Mitra Model 2
atau
2. BGN akan melakukan review, appraisal dan penentuan nilai sewa atas: Model 3
▪ Tanah yg digunakan
▪ Bangunan Satuan Pelayanan
▪ Peralatan dapur/alat masak
▪ Peralatan makan
▪ Genset
▪ Kendaraan untuk distribusi
3. BGN akan membayar nilai pembelian bahan makanan yang diberikan di SP-MB sesuai laporan dari pengawas gizi dan yang
diajukan dan disetujui oleh Kepala SP-MB.
4. BGN juga akan membayar biaya operasional lainnya (listrik dan air) yang dipergunakan dan dibuktikan dengan adanya
tagihan resmi.
5. BGN akan membayar biaya pekerja/relawan maksimum 47 pekerja sesuai dengan persetujuan dari kepala SP-MB kepada
organisasi kemasyarakatan yang ditunjuk di SP tersebut. Satuan Pelayanan

6. Keseluruhan pembayaraan akan menggunakan metode pembayaran/mekanisme pengeluaran uang dana APBN.
ALUR PRODUKSI DAN DISTRIBUSI DI SATUAN PELAYANAN

Sekolah Kader PKK

Monev
1. Kepala
Anak Sekolah & Santri Sekolah/ Guru
2. Kader PKK
3. Puskesmas
Satuan 4. Satuan
Bahan baku Produksi/ Masak Pemorsian Distribusi Pelayanan
Pelayanan

Ibu Hamil Balita


Ibu Menyusui

Dinas Dikbud/ Puskesmas Bidan Desa


Sekolah Keterangan :
• Satu Satuan Pelayanan melayani sekitar 3000 target sasaran
1. ATURAN PENGGUNAAN & PEMBERSIHAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
2. ALUR PERENCANAAN, PENGADAAN DAN PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN

PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN PANGAN SURVEI PASAR PENGADAAN BAHAN MAKANAN

PENGOLAHAN MAKANAN PENYIAPAN & PENYIMPANAN

PENERIMAAN BAHAN MAKANAN

07
3. PEMORSIAN DAN PENDISTRIBUSIAN MBG

Kloter 1:
pk 07:45

Sekolah TK/PAUD/RA & SD kls 1-2

Kloter 2:
pk 09:00
Sekolah SD kls 3-6

Kloter 3:
pk 10:00
Sekolah SMP & SMA

PEMORSIAN MAKANAN Kloter 3


Pk 10:00

Posyandu/Rumah
PENUTUP

• Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program


strategis Badan Gizi Nasional yang bertujuan untuk pemenuhan
gizi dan peningkatan pengetahuan gizi terhadap sasaran
peserta didik dan non peserta didik (sesuai Perpres nomor 83
tahun 2024) dalam rangka mendukung terwujudnya generasi
emas menuju Indonesia 2045.
• Petunjuk Teknis dan Operasional Program Makan Bergizi Gratis
ini ditetapkan sebagai acuan bagi para pemangku
kepentingan dalam melaksanakan kegiatan program makan
bergizi gratis.

Anda mungkin juga menyukai