Proposal Skripsi Agung
Proposal Skripsi Agung
(PROPOSAL SKRIPSI)
Disusn Oleh :
Agung Julian Pangestu
22320044
Alhamdulillah, puji dan syukur senantiasa kami ucapkan kepada Allah SWT Robbi seluruh
alam, yang telah memberikan bermacam-macam Rahmat dan Nikmat-Nya, sehingga penulis
dapat menyelesaikan tugas proposal penelitian ini dengan baik dan lancar untuk memenuhi
salah satu syarat UTS mata kuliah Metodologi Penelitian pada Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Malahayati Bandar Lampung.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW,
semoga Allah SWT selalu melimpahkan Rahmat-Nya kepada beliau, Aamiin. Penulisan tugas
ini adalah tiada lain untuk memperkaya ilmu pengetahuan kita semua. Dalam penyusunan
proposal penelitian mata kuliah Metodologi Penelitian ini tanpa pertolongan-Nya penulis tidak
akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Penulis juga tidak lupa untuk
berterimakasih kepada teman-teman, dosen yang mengajar di Universitas Malahayati Bandar
Lampung, yang telah memberikan dukungan atau motivasi, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah mata kuliah ini dengan baik.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan proposal penelitian ini masih jauh dari kata
sempurna, oleh karena itu bagi pihak yang membaca hal ini bisa memberikan kritik dan saran
untuk mengembangkan serta dalam penyempurnaan proposal penelitian ini. Semoga makalah
ini dapat bermanfaat dan berguna bagi para pembaca terutama pada mahasiswa Universitas
Malahayati beserta memberi pengetahuan dalam bidang pendidikan.
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................................................ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................................iii
BAB I..............................................................................................................................................1
PENDAHULUAN..........................................................................................................................1
BAB II.............................................................................................................................................5
TINJAUAN PUSTAKA................................................................................................................5
2.6 Hipotesis.....................................................................................................................29
BAB III.........................................................................................................................................30
METODE PENELITIAN............................................................................................................30
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................................37
iii
iv
BAB I
PENDAHULUAN
Menurut WHO (2020) Penyakit diare merupakan salah satu penyebab tertinggi
kematian di dunia. Kematian dengan kejadian diare di negara berkembang sekitar 18% yang
artinya lebih dari 5.000 orang di negara berkembang meninggal setiap harinya. Penyakit
diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara perkembang seperti
Indonesia karena morbiditas dari mortalitasnya yang masih tinggi. Survei morbiditas yang
dilakukan oleh Subdit Diare, Dapartemen Kesehatan dari tahun 2020 hingga 2024 terlihat
kecendrungan insidens naik. Pada tahun 2020 Immortality Rate (IR) penyakit Diare
301/1.000 penduduk, tahun 2021 naik menjadi 374/1.000 penduduk, tahun 2023 naik
menjadi 423/1.000 penduduk dan pada tahun 2024 menjadi 411/1.000 penduduk (Depkes
RI, 2024).
Data Dinas Kesehatan Kota Agung dari seluruh Puskesmas yang ada di kota Agung
tahun 2023 jumlah yang mengalami diare di semua kelompok usia sebanyak 12.942 orang,
di dapatkan data tertinggi pada bulan November berjumlah 1.308 orang, bulan September
berjumlah 1.245 orang dan bulan Oktober berjumlah 1.202 orang. Data kejadian diare yang
paling tertinggi anak usia sekolah terdapat pada Puskesmas Cukuh Balak berjumlah 933
orang, yang kedua Puskesmas Kacamarga 841 orang dan yang ketiga Puskesmas Tengor
berjumlah 829 orang (Dinas Kesehatan Kota Agung, 2023).
Diare merupakan suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi
lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya
tiga kali sehari atau lebih) dalam satu hari (Fernando dkk, 2024). Penyakit Diare sampai
saat ini masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian terbesar di dunia. Hampir
seluruh kelompok usia terserang diare khususnya paling banyak menyerang anak berusia
1
di bawah lima tahun karena masih belum mempunyai daya tahan tubuh yang maksimal
atau belum mempunya sistem imun yang belum sepenuhnya terjaga (Seni, W., & Rahmati,
U. 2024). Berdasarkan etiloginya, penyakit diare dapat di sebabkan oleh mikroorganisme
seperti bakteri, virus, dan protozoa. Migroorganisme penyebab diare terutama pada anak
yang paling banyak di temukan antara lain Escherichia coli enterotoksigenik, shigella,
campylobacter jejuni dan cryptosporidium (Fabianus, R. H. 2023).
Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan cerminan pola hidup keluarga yang
senantiasa memperhatikan dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga. Semua
perilaku kesehatan yang di lakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga dapat
mendorong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan-
kegiatan di masyarakat merupakan pengertian lain dari perilaku hidup bersih dan sehat
mencegah lebih baik dari pada mengobati, prinsip kesehatan inilah yang menjadi dasar
dari pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat (Nyorong, M., & Maryanti, E. 2024).
Menurut hasil penelitian Firdausi dkk (2023) Ada hubungan yang bermakna antara
sarana sanitasi dasar rumah (sarana air bersih, jamban keluarga, saluran pembuangan air
limbah, sarana pembuangan sampah) dengan kejadian diare pada balita di Desa Bena
tetapi yang paling dominan menyebabkan kejadian diare pada balita adalah penggunaan
jamban keluarga. Munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang keluarga berkaitan
dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sasmita
dkk (2022). terdapat hubungan antara penggunaan air bersih, kebiasaan ibu mencuci
tangan dengan air bersih dan sabun, penggunaan jamban, pengelolahan sampah dan
pengelolahan air limbah dengan kejadian diare pada balita. Dalam penelitian Syamsu
Alam, S. K. M., & Epid, M. (2024) Terdapat hubungan antara penggunaan air bersih,
pengunaan jamban dan mencuci tangan. Penyakit diare merupakan penyakit endemis di
Indonesia dan juga merupakan penyakit yang potensial KLB yang sering disertai dengan
kematian. Diare merupakan penyebab kematian nomer satu pada bayi 31,4% dan pada
masyarakat 25,2% (Kemenkes RI, 2015). Selain itu faktor perilaku kesadaran dan
pengetahuan masyarakat, ketersediaan sumber air bersih, ketersediaan jamban keluarga
dan jangkauan layanan kesehatan perlu dipertimbangkan juga sebagai faktor yang
mempengaruhi kejadian luar biasa diare (Amalia, L. 2024). Penularan penyakit diare
karena infeksi bakteri dari virus biasanya melalui air minum dan makanan yang
terkontaminasi. Disamping itu jamban keluarga juga ikut berperan terjadinya diare karena
tanpa jamban masyarakat memilih buang air besar disembarang tempat. Hal inilah yang
dapat menularkan penyakit diare melalui media air atau media makanan melalui lalat
(Yeniana, R. D. P. 2024).
2
Hasil Studi pendahuluan yang di lakukan oleh peneliti di Desa Kacamarga, Cukuh
Balak, Tanggamus pada tanggal 16 Oktober 2023 didapatkan jumlah total kunjungan
Puskesmas Kacamarga untuk kasus diare di usia anak sekolah dari bulan Januari –
Desember 2023 berjumlah 869 orang, di dapatkan data tertinggi pada bulan Februari
berjumlah 85 orang, bulan Agustus berjumlah 76 orang dan bulan September berjumlah
67. Melihat dari karakteristik wilayah kerja Puskesmas Kacamarga sebagian besar
penduduknya bermukim di daerah pinggiran sungai dan masih banyak menggunakan
jamban cemplung.
Bedasarkan latar belakang di atas maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian
mengenai hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) anak usia sekolah dengan
riwayat terjadinya diare di Desa Kacamarga, Cukuh Balak, Tanggamus.
Beberapa tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yang akan dilaksanakan :
a. Mengidentifikasi karakteristik responden di wilayah kerja Puskemas Kacamarga,
Cukuh Balak, Tanggamus.
b. Mengetahui gambaran perilaku hidup bersih dan sehat di wilayah kerja Puskesmas
Kacamarga, Cukuh Balak, Tanggamus.
c. Mengidentifikasi riwayat kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas
Kacamarga, Cukuh Balak, Tanggamus.
d. Menganalisis hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat anak usia sekolah
dengan kejadian diare.
1.4 Manfaat Praktis
1. Bagi penelitian
3
Menambah referensi data mengenai cara pencegahan kejadian diare di keluarga serta
hubungan perilaku hidup bersih dan sehat anak usia sekolah dengan riwayat diare dapat
dijadikan data dasar untuk penelitian lebih lanjut.
2. Bagi pendidikan
Dapat dijadikan dasar untuk pengembangan kurikulum mata ajar ilmu kesehatan
masyarakat dan keperawatan medikal bedah khususnya dalam hal perilaku hidup
bersih dan sehat serta pencegahan kejadian diare di keluarga.
3. Bagi praktisi keperawatan
Dapat dijadikan referensi ilmiah dalam pencegahan kejadian diare anak usia sekolah
dan menentukan tindakan keperawatan yang perlu diberikan dalam perilaku hidup
bersih dan sehat.
4. Bagi responden
Sebagai masukan untuk cara mencegah terjadinya kejadian diare anak usia sekolah dan
memperluas perilaku hidup bersih dan sehat anak usia sekolah dengan riwayat
terjadinya diare.
4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
3. Menimbang balita
5
8. Mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari
1. Definisi
2. Tujuan
Menurut Semol, K. (2021) tujuan PHBS adalah sebegai berikut :
8
Organization (WHO) mendefenisikan diare sebagai berak air tiga kali atau lebih
dalam sehari semalam (4 jam) para ibu mungkin mempunyai istilah tersendiri seperti
lembek, cair, berdarah, berlendir atau dengan muntah (muntaber). Penting untuk
menanyakan kepada orang tua mengenai frekuensi dan konsistensi tinja anak yang
dianggap sudah tidak normal lagi (Amraeni, Y., & Nirwan, M. 2021).
Diare atau penyakit diare (Diarrheal Disease) berasal dari bahasa Yunani yaitu
Diarroi yang artinya mengalir terus, adalah keadaan abnormal dari pengeluaran tinja
yang frekuen (Nuraeni, T., & Wardani, S. P. D. K. 2022).
Diare adalah buang air besar dengan frekuensi lebih sering (lebih dari 3 kali
sehari) dan bentuk tinja lebih cair dari biasanya ( Putri, S. M. 2020). Diare adalah
defekasi encer lebih dari 3 kali sehari dengan atau tanpa darah atau lendir atau lendir dalam
tinja. Diare merupakan suatu terjadinya inflamasi mukosa lambung atau usus. Diare
diartikan sebagai suatu keadaan dimana terjadinya kehilangan cairan dan elektrolit
secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi buang air besar satu kali atau lebih
dengan bentuk encer atau cair (Siahaan, R. T., & Tambunan, D. M. 2024)
b. Penyebab Diare
Menurut Rifka Putri (2024) secara umum penyebabnya diare adalah sebagai berikut:
1. Infeksi oleh bakteri, virus atau parasit.
2. Alergi terhadap makanan atau obat tertentu.
3. Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain, seperti campak,
infeksi telinga, infeksi tenggorokan, malaria dan lain-lain.
4. Makanan seperti basi, beracun dan pemanis buatan.
5. Psikologi seperti rasa takut atau cemas.
Menurut hasil penelitian M Syaud, F. (2018). Kejadian diare di desa Karang
mangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang berhubungan dengan kualitas sumber
air minum dan pemanfaatan jamban keluarga. Buruknya kualitas sumber air minum
disebabkan karena adanya kandungan bakteri patogen penyebab diare, sehingga tidak
memenuhi syarat untuk digunakan sebagai air minum. Adapun buruknya pemanfaatan
jamban keluarga ditandai dengan perilaku buang air besar di sungai.
c. Patofiologi
10
kali atau lebih dalam sehari, yang terkadang disertai beberapa hal berikut:
1. Muntah
2. Badan lesu atau lemah
3. Panas
4. Tidak nafsu makan
5. Darah dan lendir kotoran
6. Cengeng
7. Gelisah
8. Suhu meningkat
9. Tinja cair dan lendir terkadang bercampur darah. Lama kelamaan, tinja berwarna
hijau dan asam
10. Anus lecet
11. Dehidrasi, jika menjadi dehidrasi berat, akan terjadi volume darah berkurang,
nadi cepat dan kecil, denyut jantung cepat, tekanan darah menurun, kesadaran
menurun dan diakhiri dengan shook.
12. Berat badan menurun
13. Tugor kulit menurun
14. Mata dan ubun-ubun cekung
15. Selaput lendir, serta mulut dan kulit menjadi kering.
f. Pencegahan
Menurut Faisal, M. S. (2018) Ada 3 tingkat pencegahan penyakit diare secara
umum, yaitu pencegahan tingkat pertama (Primary Prevention), pencegahan tingkat
kedua (Secondary Prevention) dan pecegahan tingkat ketiga (Tertiary Prevention)
yaitu:
12
minggu untuk membantu pemuliham penderita.
g. Penatalaksanaan Diare
Menurut Mulyasih, R. (2023) penatalaksanaan diare di Indonesia sesuai dengan
kebijakan pemerintah dalam mengendalikan penyakit diare adalah dengan Lima
Langkah Tuntaskan Diare atau disebut Lintas diare. Penatalaksanaan Lintas diare
adalah sebagai berikut:
1) Berikan oralit
Oralit yang saat ini beredar di pasaran adalah oralit baru dengan
osmolaritas rendah yang dapat mengurangi rasa mual dan muntah. Oralit
merupakan cairan yang terbaik bagi penderita diare untuk mengganti cairan
yang hilang. Jika tidak tersedia oralit, berikan cairan rumah tangga seperti air
tajin, kuah sayur atau air matang. Dosis oralit bagi penderita diare tanpa
dehidrasi untuk anak usia kurang dari 1 tahun adalah 1/4- ½ gelas, usia 1
sampai 4 tahun adalah 1/2 - 1 gelas, usia di atas 5 tahun adalah 11/2 gelas,
diberikan setiap kali anak mencret atau diare. Dosis oralit untuk diare
dehidrasi ringan atau sedang diberikan dalam 3 jam pertama 75 ml/kg BB dan
selajutnya diteruskan dengan pemberian oralit seperti diare tanpa dehidrasi
tidak dapat minum maka harus segera dirujuk ke Puskesmas untuk diberi infus.
2) Berikan obat zinc
Pemberian zinc selama diare terbukti mampu mengurangi lama dan
tingkat keparahan diare, mengurangi frekuensi buang air besar, mengurangi
volume tinja,serta menurunkan kekambuan kejadian diare pada tiga bulan
berikutnya. Dosis pemberian zinc pada balita untuk usia kurang dari 6 bulan
adalah 1/2 tablet (10mg) hari selama 10 hari untuk usia lebih dari 6 bulan
h. Komplikasi
14
2.4 Kerangka Teori
Lingkungan :
1. Sampah
2. TPS (Tempat Pembuangan
Sampah)
Manusia :
Faktor yang
1. Kebiasaan jajan
mempengaruhi
2. Kebiasaan cuci tangan
kejadian Diare pada
3. Kebiasaan dan cara
Keluarga
menyimpan makanan
15
2.5 Kerangka Konsep
2.6 Hipotesis
Hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang sedang diteliti. Hipotesa
mempunyai karakteristik sebagai berikut: harus mengespresikan hubungan antara dua
variabel atau lebih, harus dinyatakan secara jelas dan tidak bermakna ganda, harus dapat
uji, maksudnya ialah memungkinkan untuk diungkapkan dalam bentuk operasional
yang dapat di evaluasi bedasarkan data.
Hipotesis penelitian :
Ha : Ada hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat keluarga dengan
riwayat kejadian diare
29
BAB III
METODE PENELITIAN
30
𝑛 = 73
Hasil perhitungan rumus lameshaw berbeda proporsi ini, diperoleh jumlah sampel
minimal untuk penelitian ini adalah 73 responden kemudian di genapkan menjadi 75
responden dengan menggunakan Simple Random Sampling. Pertama dengan membagi
jumlah respoden di 3 kelurahan, yaitu kelurahan Kacamarga, Hulu way dan Purwodadi.
Masing-masing kelurahan mendapat proporsi responden yang sama yaitu sebanyak 25
responden. Pengambilan sampel masing-masing kelurahan ditentukan di RT 1 (satu)
dengan cara menentukan nomer rumah yang genap sampai jumlah responden yang di
inginkan di kelurahan tersebut terpenuhi yaitu sebanyak 25 responden.
1. Variabel Penelitian
c. Definisi Operasional
31
Tabel 3.1 Definisi Operasional
Definisi
Variabel Alat Ukur Hasil ukur Skala
Operasional
32
- Jamban Jamban Kuesioner Jika jawaban : Ordinal
Sehat
merupakan suatu Tidak = 0
ruangan
Ya = 1
yang mempunyai
fasilitas Kemudian
pembuangan dikategorikan
kotoran manusia
yang terdiri atas 1. Kurang (0-1)
jongkok atau 2. Cukup (2)
3. Baik (3)
tempat duduk
dengan leher
angsa (cemplung)
yang dilengkapi
dengan unit
penampungan
kotoran.
Variabel
Riwayat diare Kuesioner Dikategorikan Ordinal
Dependen
adalah kejadian
Kejadian Riwayat 1 = Riwayat diare 3
terjadinya diare
Diare 3 bulan bulan terakhir
dalam 3 bulan
terakhir
terakhir di tandai
2 = Tidak ada
dengan
riwayat diare
BAB
yang lebih dari 3
kali atau lebih
dalam 24 jam
dengan frekuensi
dan
konsistensi tinja
lembek, cair,
berdarah,
berlendir atau
dengan muntah
(muntaber).
33
3.5 Pengumpulan Data
1. Pengumpulan data
a. Jenis data
Jenis data yang dikumpulkan pada penelitian ini menggunakan data primer
dan data sekunder adalah sebagai berikut:
1) Data primer
Data primer adalah data yang hanya dapat kita peroleh dari sumber asli atau
pertama. Data primer harus secara langsung kita ambil dari sumber aslinya,
melalui narasumber yang dapat dan yang kita jadikan responden dalam penelitian
kita. Tehnik yang dapat digunakan pada penelitian ini untuk mengumpulkan data
primer antara lain mewawancarai responden, yang pertama adalah kepala rumah
tangga (bapak) apabila tidak ada diwakilkan oleh ibu, apabila juga tidak ada turun
ke anak pertama atau anak yang paling tertua di keluarga yang mampu di ajak
berkomunikasi dan bersedia menjadi responden oleh. Seperti data Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS) anak usia sekolah dengan Riwayat Diare 3 bulan
terakhir.
2) Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal
mencari dan mengumpulkan. Data sekunder merupakan data penelitian yang
diperoleh penelitti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan
dicatat oleh pihak lain). Data yang dikumpulkan adalah jumlah penderita Diare
dan Data tentang PHBS yang didapat di Puskesmas.
2. Cara Mengumpulkan Data
Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan
dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan penelitian yang diungkapkan dalam
bentuk hipotesis merupakan jawaban sementara tentang pertanyaan penelitian.
Metode pengumpulan data bisa dilakukan dengan cara: Data dikumpulkan dengan cara
mentransfer data dari Puskesmas dan mengisi lembar observasi yang disediakan,
penelitian ini juga melakukan metode observasi. Observasi adalah pengamatan dan
pencatatan secara sistematik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala-
gejala dalam objek penelitian (Ramdhan, M. 2021).
3. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah merupakan sebuah alat yang digunakan untuk
mengumpulkan data atau informasi yang bermanfaat untuk menjawab permasalahan
penelitian. Instrumen sebagai alat pada waktu penelitian yang menggunakan suatu
metode (Ramdhan, M. 2021). Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian
ini adalah observasi, wawancara dan kueisoner.
34
3.6 Uji Validasi dan Realiabilitas
1. Uji Validasi
Validitas adalah suatu indek yang menunjukan alat ukur itu benar- benar
mengukur apa yang di ukur. Validitas berasal dari kata validity yang berarti
ketetapan dan kecermatan, secara sederhana yang dimaksud valid adalah sahih
(Aksara, P. B. 2021).
Menurut Aksara, P. B. (2021) alat ukur instrumen penelitian yang dapat diterima
sesuai standar adalah alat ukur yang telah melalui uji validasi dan realibitasi
data. Tehnik korelasi yang dapat dipakai adalah tehnik kolerasi product moment
dengan uji validasi dalam penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Kacamarga
karena Puskesmas Kacamarga memiliki karakteristik penduduk yang sama dengan
di wilayah kerja Puskesmas. Uji tersebut dapat menggunakan rumus pearson
product moment yaitu sebagai berikut :
Rumus pearson product moment :
𝑟 ℎi𝑡𝑢𝑛𝑔 =
n (∑ XY) − (∑ X). (∑ Y)
√[n. ∑ X2 − (∑ X)2]. [n. ∑ X2 − (∑ Y)2]
Keterangan :
2. Uji Reabilitas
Reabilitas merupakan kesamaan hasil pengukuran atau pengamatan bila fakta
atau kenyataan hidup tadi di ukur atau diamati berkali-kali dalam waktu berlainan.
Dalam mengukur realibilitas digunakan rumus uji spearman borwn (Widodo, S.,
dkk 2023).
𝑟11 = 2.𝑟𝑏
1 + 𝑟𝑏
Keterangan
𝑟11 : koefisien reabilitas internal seluruh item
𝑟𝑏 : kolerasi product moment antara belahan Dengan langkah sebagai
berikut :
a. Hitung total skor.
b. Hitung kolerasi Pearson Product Momen tiap item pertanyaan.
c. Hitung realibilitas seluruh dengan Sperman Brown.
d. Cari R tabel, dengan dk = n – 2, α = 0,05
e. Analisis keputusan, apabila 𝑟11 tabel berarti reliabel dan apabila
𝑟11 < r tabel tidak reliabel.
Hasil uji realibilitas di dapatkan nilai Konstanta Cronbach Alpha
36
Setelah data dimasukan atau entry maka dilakukan pengecekan kembali pada
data tersebut apakah terdapat kesalahan atau tidak (Abdiyanti, D. S. 2023).
2. Analisis Univariat
Penelitian analisis univariat adalah analisa yang dilakukan menganalisis tiap
variabel hasil penelitian (Abdiyanti, D. S. 2023). Analisa univariat berfungsi
untuk meringkas kumpulan data hasil pengukuran sedemikian rupa sehingga
kumpulan data tersebut berubah menjadi informasi yang berguna. Peringkasan
tersebut dapat berupa ukuran statistik, tabel, grafik. Bentuk analisa univariat
tergantung dari jenis data. Untuk data numerik digunakan nilai mean atau rata-
rata, median dan standar deviasi. Pada umumnya dalam analisis ini hanya
menghasilkan distribusi frekuensi responden (Abdiyanti, D. S. 2023). Analisa
univariat dilakukan masing-masing variabel yang diteliti yaitu ada 1 variabel
independen (Perilaku Hidup Bersih anak usia sekolah) dan 1 variabel dependen
(Riwayat kejadian Diare).
3. Analisa Bivariat
Analisis Bivariat adalah analisis yang dilakukan terhadap dua variabel yang
di duga berhubungan atau berkolerasi (Abdiyanti, D. S. 2023). Dalam penelitian
ini yang menjadi analisis Bivariat peneliti adalah:
“Menganalisis Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat anak usia sekolah
Dengan Riwayat Kejadian Diare di desa Kacamarga, CukuhBalak, Tanggamus”.
Dalam penelitian ini menggunakan uji kendall tau. Uji ini digunakan untuk
meliat hubungan antara variabel independen yaitu Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat dengan variabel dependen yaitu riwayat kejadian Diare.
Uji kendall tau merupakan uji analisis yang menghubungkan 2 variabel yang
berskala ordinal dan mengetahui tingkat kolerasi antara 2 variabel tersebut
(Sujarweni, V. W., & Utami, L. R. 2019).
a. Karakteristik Kendall Tau:
1. Menguji hubungan dua variabel atau lebih
2. Termasuk kolerasi nonparametik
3. Bisa digunakan untuk sampel kecil.
b. Cara penggunaan uji ini adalah sebagai berikut:
𝑟=
S
n (n2− 1)
1
Ket :
2 dan 2 = Konstanta
c. Syarat dari Uji Kendall Tau
Agar pengujian hipotesis dengan kendall tau dapat digunakan dengan baik
maka hendaknya memperhatikan ketentuan-ketentuan berikut (Faisal, M. S.
2018).
1) Skala data variabel ordinal.
2) Jenis hipotesis koleratif.
Kesimpulan dalam uji kendall tau ini di dapatkan dengan cara
membandingkan hasil 𝑟 dengan 𝑟 tabel. Bila 𝑟 hitung lebih kecil dari𝑟
tabel berarti Ho diterima (tidak ada hubungan antara perilaku hidup bersih
dan sehat (PHBS) anak usia sekolah dengan riwayat terjadinya diare). Jika 𝑟
hitung lebih besar atau sama dengan 𝑟 tabel atau Pvalue < 0,05 berarti Ha
diterima (ada hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) anak
usia sekolah dengan riwayat kejadian diare).
38
DAFTAR PUSTAKA
40
41
42