PENANGANAN
KEGAWATDARURATAN
HIBAH PENGAPDIAN KEPADA MASYARAKAT
KADER DESA SUKAJAYA LEMPASING
PISTAKSIS (MIMISAN)
Mimisan atau epistaksis adalah kondisi ketika terjadi perdarahan
dari dalam hidung. Pada dasarnya, penyebab mimisan pada anak
adalah pecahnya pembuluh darah kecil atau kapiler di dalam
hidungnya yang bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan
faktor kesehatan anak. Walaupun terlihat mengerikan, mimisan
adalah hal yang lumrah terjadi pada anak-anak usia 3–10 tahun
dan biasanya tidak berbahaya.
FAKTOR PENYEBAB
1. Udara Kering
2. Menggaruk atau mengorek hidung
3. Cedera
4. pilek, Alergi, dan Sinus
5. Infeksi bakteri
PENCEGAHAN MIMISAN
Untuk mencegah terjadinya mimisan, maka dapat dilakukan beberapa hal di
bawah ini :
1. Gunakan alat pelembap udara (humidifier) di kamar anak, terlebih ketika
udara di rumah sedang kering.
2. Bersihkan humidifier secara teratur agar kuman dan jamur tidak tumbuh
di dalamnya.
3. Ajarkan anak untuk tidak membuang ingus terlalu keras dan mengorek
hidung terlalu dalam.
4. Oleskan petroleum jelly di dalam lubang hidung anak secara berkala guna
melembabkan selaput lendir di hidung anak.
5. Jangan merokok di dekat anak dan hindarkan anak dari asap rokok
PENANGANAN
Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menangani mimisan pada anak :
1. Tetap tenang dan jangan panik.
2. Minta anak untuk duduk dengan tegak di kursi atau di pangkuan Anda.
3. Miringkan kepala anak sedikit ke arah depan (setengah menunduk).
4. Jangan biarkan anak bersender atau menengadahkan kepala, sebab hal ini bisa mengakibatkan
darah mengalir ke tenggorokan dan tertelan anak.
5. Minta anak untuk bernapas melalui mulut dan jepit dengan lembut cuping hidung anak dengan tisu
atau lap bersih selama kurang lebih 10 menit. Jangan berhenti terlalu cepat, karena perdarahan
bisa terjadi lagi.
6. Minta anak untuk beristirahat sejenak setelah mimisan mengering.
7. Awasi anak agar tidak mengorek, menggosok, atau membuang ingusnya terlalu kencang.
RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)
Henti jantung (cardiac arrest) adalah ketidaksanggupan curah jantung untuk memenuhi
kebutuhan oksigen ke otak dan organ vital lainya secara mendadak dan dapat balik
normal jika dilakukan tindakan yang tepat atau akan menyababkan kematian dan
kerusakan otak menetap kalau tindakan tidak adekuat.
CARA MELAKUKAN RJP PADA ANAK
1. Langkah pertama :Melakukan pemeriksaan tampilan, usaha nafas dan sirkulasi penting dilakukan untuk
mengetahui apakah bayi atau anak benar-benar mengalami henti jantung dan henti nafas
2. Langkah Berikutnya :
Cari bantuan bila menemukan bayi atau anak yang tidak sadar
Raba nadi brakialis pada bayi atau nadi karotis pada anak berusia di atas 1 tahun
Buka jalan napas, kemudian berikan 5 napas bantuan (rescue breath) bila anak tidak sadar dan tidak
bernapas
·Berikan 15 kali kompresi dada bila tidak teraba nadi
·Lakukan kompresi dada dengan frekuensi 100-120 kali/menit, kedalam adekuat 4 cm pada bayi dan 5 cm
pada anak diatas 1 tahun. Pastikan recoil sempurna dan kompresi minimal interupsi
RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)
·Berikan 30 kali kompresi dada dan 2 bantuan napas. Hindari ventilasi berlebihan
Pasang monitor atau alat defibrilasi segera saat alat tersedia dan nilai irama jantung. Lakukan defibrilasi
bila irama shockable
RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)
CARA MELAKUKAN RJP PADA ORANG DEWASA
1. Pastikan keamanan lokasi
2. Evaluasi respon
3. Aktikan layanan darurat
4. Mulai kompesi dada
5. Berikan napas buatan
6. Gunakan AED jika tersedia
RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)
TERSEDAK Penyebab Tersedak :
Makan terlalu cepat
Tersedak adalah suatu kondisi di mana
jalan napas seseorang terhalang oleh Berbicara atau tertawa saat
benda asing, seperti makanan atau makan
benda kecil lainya, yang menyebabkan Konsumsi alkohol
sumbatan pada saluran pernapasan dan
mengganggu aliran udara ke paru-paru. Masalah kesehatan
Gigi palsu
TERSEDAK HEIMLICH MANUVER
TINDAKAN YANG HARUS DILAKUKAN :
1. Dukungan untuk batuk
2. Heimlich Manuver
3. Panggil bantuan
4. RJP jika perlu
TERSEDAK
TINDAKAN YANG DILAKUKAN PADA ANAK :
1. Evaluasi keadaan anak
2. Lakukan tepukan punggung 5 kali
3. Lakukan 5 tekanan dada dengan 2 jari
4. Lakukan Heimlich Manuver
5. Panggil bantuan
KERACUNAN
Tanda dan Gejala Keracunan :
Mual dan Muntah
Diare
Keracuanan adalah kondisi di mana
Nyeri perut
tubuh terpapar zat beracun atau
bahan kimia berbahaya yang dapat Sesak naps
mengganggu fungsi organ tubuh. Zat ini Pusing dan sakit kepala
bisa berasal dari makanan, minuman,
Pingsan dan hilang
obat-obatan, bahan kimia, atau gas
kesadaran
beracun.
Kejang
Perubahan warna kulit
KERACUNAN Penanganan yang tepat :
Segera cari bantuan medis
Pencegahan Keracuanan :
Hnetikan paparan racun
1. Simpan bahan kimia dan obat- Identifikasi jenis racun
obatan di tempat aman
Jangan memicu muntah
2. Baca label petunjuk penggunaan
3. Periksa tanggal kadaluwarsa Berikan air atau susu
makanan dan obat-obatan CPR atau bantuan naps
4. Gunakan alat pelindung diri buatan
5. Buang limbah berbahaya dengan
benar
GIGITAN BINATANG
Gigitan binatang adalah cedera yang
diakibatkan oleh gigi binatang yang
menembus kulit manusia. Cedera ini bisa
disebabkan oleh berbagai jenis binatang,
seperti anjing, kucing, kelelawar, ular,
serangga, atau hewan liar lainnya.
GIGITAN BINATANG
Penyebab gigitan binatang : Tanda dan Gejala :
Gigitan hewan peliharaan Luka dan pendarahan
Gigitan hewan liar Nyeri dan pembengkakan
Gigitan berhubungan Kemerahan dan panas
dengan pekerjaan Gejala dan infeksi
Gigitan ssat beraktivitas Tanda-tanda rabies
dilaur Tanda-tanda reaksi dan
alergi
GIGITAN BINATANG
Penanganan yang tepat :
Hentikan perdarahan
Bersihkan luka
Gunakan antispetik
Tutup luka
Pantau tanda-tanda infeksi
Dapatkan pertolongan
medis segera
Jangan panik jika terkena
gigitan ular berbisa
GIGITAN SERANGGA
Gigitan serangga adalah luka yang disebabkan oleh penyerangan
serangga, seperti nyamuk, semut, lebah, atau kutu. Pada anak, gigitan
serangga dapat menyebabkan reaksi lokal atau sistemik, tergantung pada
jenis serangga dan sensitivitas individu.
TANDA DAN GEJALA
1. Reaksi Lokal
2. Reaksi Sistematik
CARA PENANGANAN PADA ANAK
Jika anak mengalami gigitan serangga, berikut adalah langkah-langkah pertolongan pertama
yang dapat dilakukan:
Tenangkan Anak,Beri dukungan emosional untuk mengurangi rasa takut dan cemas
Cuci Luka,Bersihkan area yang digigit dengan sabun dan air mengalir untuk mencegah
infeksi
Kompres Dingin, Gunakan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan dan rasa
sakit.
Obat Antihistamin, Jika ada rasa gatal, berikan antihistamin sesuai dosis yang dianjurkan
oleh dokter
Pantau Gejala, Amati gejala yang muncul dan cari pertolongan medis jika terdapat reaksi
alergi yang serius, seperti kesulitan bernapas atau pembengkakan yang meluas
CARA PENANGANAN PADA 0RANG DEWASA
Bersihkan luka, Cuci area yang terkena dengan sabun dan air untuk mengurangi risiko
infeksi
Kompres Dingin, Tempelkan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri
Gunakan Antihistamin atau Krim Hidrokortison, Untuk meredakan gatal dan peradangan
Hindari Garukan, Menggaruk gigitan bisa memperparah iritasi dan meningkatkan risiko
infeksi
Pengobatan Alergi, Jika ada reaksi alergi berat (anafilaksis), segera gunakan epinefrin jika
tersedia dan segera cari pertolongan medis
Pantau Gejala: Jika ada tanda-tanda infeksi seperti demam atau nanah, atau reaksi yang
semakin parah, hubungi tenaga medis.
LUKA BAKAR
Luka bakar adalah cedera yang terjadi pada kulit atau jaringan di bawahnya akibat
kontak dengan sumber panas, bahan kimia, listrik, atau radiasi. Luka bakar dapat
mengakibatkan kerusakan pada lapisan kulit dan jaringan lainnya, dan tingkat
keparahannya bervariasi dari ringan hingga berat.
PENYEBAB LUKA BAKAR
1. Luka bakar termal
2. Luka bakar kimia
3. Luka bakar listrik
4. Luka bakar radiasi
TANDA DAN GEJALA
1. Luka Bakar Tingkat 1 (Ringan)
• Kulit kemerahan
• Nyeri
• Kering dan mengelupas
2.Luka Bakar Tingkat 2 (Sedang):
• Kulit kemerahan dengan lepuh
• Nyeri yang lebih parah
• Keluarnya cairan dari luka
3. Luka Bakar Tingkat 3 (Serius)
• Kerusakan pada semua lapisan kulit dan jaringan di bawahnya
• Kulit mungkin tampak putih, hitam, atau berkerut
• Tidak terasa nyeri di area luka karena kerusakan pada saraf
PERTOLONGAN PERTAMA PADA ANAK
1.Tenangkan Anak
2.Cuci Tangan
3.Hentikan Kontak dengan Sumber Panas
4.Pendinginan Luka
5.Lindungi Luka
6.Hindari Memecahkan Lepuh
7.Konsultasikan ke Dokter
PERTOLONGAN PERTAMA PADA DEWASA
1. Luka Bakar Ringan (Tingkat Pertama dan Kedua)
2. Luka Bakar Sedang hingga Parah (Tingkat Kedua dan Ketiga)
3. Luka Bakar Kimia atau Listrik
TENGGELAM
Tenggelam adalah keadaan di mana saluran napas seseorang, dalam hal ini anak,
terhalang oleh cairan (biasanya air), sehingga anak tidak dapat bernapas secara
efektif. Hal ini dapat menyebabkan kekurangan oksigen dan, jika tidak segera
ditangani, dapat berakibat fatal. Tenggelam dapat terjadi di kolam renang, danau,
laut, bahkan di bak mandi atau ember berisi air.
PENYEBAB
1.Kurangnya Pengawasan
2.Tidak Bisa Berenang
3.Kecelakaan di Air
4.Tersedak atau Kelelahan di Air
5.Kejang atau Kondisi Kesehatan Lainnya
TENGGELAM
TANDA DAN GEJALA 1
1.Tanda-tanda awal
a)Kesulitan bernapas atau terengah-engah
b)Batuk atau muntah setelah keluar dari air
c)Kulit pucat atau kebiruan (sianosis), terutama di bibir dan ujung jari
d)Kebingungan atau disorientasi
e)Lemas atau pingsan
2.Tanda-tanda Tenggelam Berat:
a)Hilangnya kesadaran
b)Tidak ada denyut nadi atau pernapasan
c)Kulit kebiruan (sianosis berat)
d)Jantung berhenti (kondisi yang memerlukan tindakan CPR segera)
PERTOLONGAN PERTAMA PADA ANAK TENGGELAM
1. segera angkat anak dari air
2. Buka jalan nafas
3. Mulai bantuan pernafasan (RJP)
4. Hubungi Layanan Gawat Darurat
5. Perhatikan tanda sekunder
PERTOLONGAN PERTAMA PADA ORANG DEWASA TENGGELAM
1. Panggil bantuan medis
2. Keluarkan korban dari air
3. Cek respon pernafasan
4. Resusitasi jantung paru (RJP)
5. Cegah Hipotermia
6. Pantau kondisi korban
ASMA
Asma adalah penyakit kronis yang menyebabkan peradangan dan penyempitan saluran
napas, yang mengakibatkan kesulitan bernapas. Pada orang dewasa, asma dapat terjadi
sebagai kelanjutan dari asma masa kanak-kanak, atau muncul untuk pertama kalinya saat
dewasa.
PENYEBAB ASMA
1. Genetik
2. Faktor lingkungan
3. Infeksi saluran pernafasan
4. Aktivitas fisik
PERTOLONGAN PERTAMA PADA ANAK DENGAN ASMA
1.Segera gunakan inhaler bronkodilator (misalnya salbutamol) sesuai dengan dosis
yang dianjurkan
2. Dudukkan anak dengan posisi tegak untuk memudahkan pernapasan
3. Berikan oksigen jika tersedia dan jika anak terlihat mengalami kesulitan bernapas
4. Tenangkan anak dan ciptakan lingkungan yang tenang untuk mengurangi
kepanikan yang dapat memperburuk gejala
5. Hubungi tenaga medis: Jika gejala tidak membaik setelah 20 menit atau jika
gejala semakin parah, segera bawa anak ke rumah sakit
PERTOLONGAN PERTAMA PADA ORANG DEWASA ASMA
a.Bawa orang ke tempat yang nyaman
b.Bantu penderita duduk di posisi tegak dan rileks.
c.Gunakan Inhaler, Jika penderita memiliki inhaler, bantu mereka menggunakannya.
d.Tetap Tenang, Sangat penting untuk tetap tenang
e.Pantau Gejala, Jika gejala tidak mereda dalam beberapa menit setelah penggunaan
inhaler
f.Hubungi Layanan Darurat
g.Berikan Bantuan Pernapasan (Jika Diperlukan):
Jika penderita tidak bernapas, berikan bantuan pernapasan (RJP) hingga bantuan
medis tiba.
KEJANG
Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh yang
disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium atau terjadi di luar sistem saraf pusat atau
otak.
Beberapa jenis kejang demam beserta gejalanya berikut ini.
1. Kejang demam sederhana
2. Kejang demam kompleks
PENANGANAN KEJANG DEMAM
Tetap tenang dan tidak panik
Kendorkan pakaian yang ketat terutama di sekitar leher.
Bila tidak sadar, posisikan anak terlentang dengan kepala miring.
Bersihkan muntahan atau lendir di mulut dan hidung.
Observasi dan catat lama dan bentuk kejang.
Selalu ukur suhu.
Tetap bersama pasien selama kejang.
Berikan diazepam melalui anus dan jangan diberikan bila kejang telah berhenti.
BALUTAN DAN PEMBIDAIAN
Balutan adalah upaya untuk mengendalikan perdarahan, mencegah kontaminasi dan
mengurangi nyeri pada luka. Adapun pembidaian adalah upaya untuk menstabilkan dan
mengistirahatkan (mengimobilisasi) bagian yang cedera.
APA YANG HARUS DIPERHATIKAN SEBELUM MENUTUP LUKA
1.Upayakan permukaan luka bersih sebelum ditutup kecuali terjadi peradarahan.
2. Balutan luka harusmeliputi seluruh permukaan luka, namun harus lebih luas dari luka
itu sendiri. Balutan dipasang setelah perdarahan terhenti.
3. Ikatan jangan terlalukendor atau kencangdengan ujung pembalut jangan terurai
4. Jangan menutup ujung jari kecuali ada luka untuk melihat adanya sianosis.
5. Khusus anggota gerak, arah balutan dilakukan dari bawah ke atas (ke arah jantung)
BAGAIMANA CARA MEMBALUT
1. Triagular kepala 2. Triagular lengan
BAGAIMANA CARA MEMBALUT
1. Triagular dada 2. Triagular bahu
BAGAIMANA CARA MEMBALUT
1. Triagular pinggul 2. Triagular kaki
BAGAIMANA CARA MEMBALUT
1. Triagular tangan 2. Triagular telinga
BAGAIMANA CARA MEMBALUT
1. Triagular rahang 2. Triagular mata
BAGAIMANA CARA MEMBALUT
1. Balutan dengan elastic perbandi area 2. Balutan dengan elastic perban di area
telapaktangan lengan dengan metode spiral
BAGAIMANA CARA MEMBALUT
1. Balutan dengan elastic perban di area
lengan dengan metode obliq