UTS
Diajukan untuk memenuhi ujian mata kuliah Kemah. Penanganan Perkara Pidana
“ SURAT DAKWAAN DARI KASUS DAN PROSES PENYIDIKAN YANG
TELAH DIBUAT ”
Dosen Pengampu :
Dini Ramdania, S.H., M.H.
DISUSUN OLEH :
Nama : Resta Aulia
Kelas : A2 FH Pagi – Semester VII
NPM : 41151010210104
PROGRAM STUDI ILMU HUKUM
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS LANGLANGBUANA BANDUNG 2024
Jl. Karapitan no. 116, Cikawao, Kec. Lengkong, Kota. Bandung, Jawa Barat
40261
Surat Dakwaan Bentuk Tunggal adalah surat dakwaan yang dalam uraiannya
hanya menuduhkan satu jenis tindak pidana tanpa disertai dakwaan pengganti,
dakwaan subsider, atau dakwaan lainnya. Surat Dakwaan ini dapat dibuat apabila
JPU sudah berketetapan hati (yakin benar) bahwa dalam peristiwa yang terjadi
dan dapat dibuktikan hanya satu-satunya tindak pidana. Surat Dakwaan Bentuk
Tunggal baru boleh dibuat apabila peristiwanya sederhana dengan fakta-fakta
hukum yang jelas sehingga peluang terbuktinya sangat besar.
Selain itu tidak ditemukan adanya tindak pidana lain yang dekat dengan tindak
pidana yang diyakini telah terjadi dalam peristiwa yang didakwakan. Apabila
diprediksi ada tindak pidana lain yang mungkin terjadi, maka tidak tepat jika
dibuat surat dakwaan tunggal.
PEMERIKSAAN DI PENGADILAN
PERSIDANGAN PERTAMA
Setelah melalui proses penyelidikan, penyidikan kini saatnya penuntutan akan
dilakukan di Pengadilan. Terdakwa akan dihadapkan di muka persidangan untuk
mempertanggung jawabkan perbuatan yang diduga telah dilakukannya. Jaksa akan
melakukan penuntutan dengan menyiapkan dakwaan dengan disertai berkas BAP
serta barang bukti. Hakim Ketua yang didampingi dua orang hakim anggota akan
memimpin jalannya persidangan. Disebelah kanan belakang duduk seorang
panitera yang bertugas mencatat seluruh aktivitas persidangan.
Sebagai agenda pertama adalah PEMBACAAN SURAT DAKWAAN oleh Jaksa
Penuntut Umum untuk itu dipahami secara benar apa itu surat dakwaan. Di bawah
ini jenis/bentuk surat dakwaan tunggal :
KEJAKSAAN NEGERI BANDUNG
“ UNTUK KEADILAN ”
SURAT DAKWAAN
No. Reg. Perkara : PDM-415/BDUG/05/2021
A. IDENTITAS TERDAKWA :
1. Nama Lengkap : SAEFUL ALI MUIZ Bin UTAR MUHTAR (Alm)
2. Tempat Lahir : Bandung
3. Umur/Tgl. Lahir : 35 Tahun / 08 April 1986
4. Jenis Kelamin : Laki - Laki
5. Kebangsaan : Indonesia
6. Tempat tinggal : Kp, Cicukang RT. 02 RW. 01 Desa Mekarrahayu
Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung
7. Pekerjaan : Karyawan Swasta (Teknisi Mesin Kompayer)
8. Agama : Islam
9. Pendidikan : STM/Sederajat
B. PENAHANAN :
1. Terdakwa ditahan dalam Tahanan Rutan oleh Penyidik sejak tanggal 11
Maret 2021 sampai dengan tanggal 30 Maret 2021;
2. Penyidik Perpanjangan Oleh Penuntut Umum sejak tanggal 31 Maret 2021
Sampai dengan tanggal 9 Mei 2021;
3. Penuntut Umum sejak tanggal 6 Mei 2021 sampai dengan tanggal 25 Mei
2021;
4. Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 19 Mei 2021 sampai dengan
tanggal 17 Juni 2021;
5. Diperpanjang Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 18 Juni 2021 sampai
Dengan tanggal 16 Agustus 2021;
C. DAKWAAN :
Bahwa ia, Terdakwa SAEFUL ALI MUIZ Bin UTAR MUHTAR (Alm),
Pada hari dan tanggal yang tidak dapat diingat lagi antara bulan Januari 2021
Sampai dengan bulan Maret 2021, atau setidak-tidaknya pada kurun waktu Tahun
2021, bertempat di PT SEMUT MERAH SQUAD (J&T Express), Jalan Soekarno
Hatta No. 408 RT. 05 RW. 02 Kelurahan Karasak Kecamatan Astanaanyar Kota
Bandung, atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang Masih termasuk dalam
daerah hukum Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus yang berwenang
memeriksa dan mengadili perkara ini, mengambil barang sesuatu, yang
seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, Dengan maksud untuk
dimiliki secara melawan hukum, yang untuk masuk ke tempat melakukan
kejahatan, atau untuk sampai pada barang yang diambil, dilakukan dengan
merusak, memotong, atau memanjat, atau dengan memakai anak kunci palsu,
perintah palsu atau pakaian, jabatan palsu, jika antara beberapa perbuatan,
meskipun masing-masing merupakan kejahatan atau pelanggaran, ada
hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu
perbuatan berlanjut, yang dilakukan Terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut :
Bahwa awalnya, pada sekitar bulan Januari 2021 sampai dengan bulan
Maret 2021 terdakwa bekerja sebagai teknisi mekanik mesin kompayer
(mesin penyortir barang) di PT SEMUT MERAH SQUAD (J&T Express)
yang bergerak dalam bidang usaha jasa ekspedisi pengiriman barang.
sekitar bulan Januari 2021, terdakwa membutuhkan uang untuk menambah
biaya hidupnya sehari-hari dan biaya sekolah anak sehingga timbul niat
terdakwa untuk mengambil beberapa barang ekspedisi di PT SEMUT
MERAH SQUAD (J&T Express) dengan cara ketika barang-barang yang
akan dikirim berada di atas mesin kompayer untuk disortir dan pada saat
mesin kompayer sedang tidak jalan dikarenakan rusak atau karena
beratnya kelebihan beban, maka otomatis barang-barang yang akan
dikirim tersebut diam di mesin kompayer (tidak bergerak), kemudian
terdakwa naik ke atas mesin kompayer, lalu terdakwa memilih-milih
barang-barang yang kecil namun berharga selanjutnya barang yang dipilih
tersebut dijatuhkan ke lantai bawah, setelah itu terdakwa membuka paksa
bungkus atau dus barang tersebut dengan menggunakan pisau cutter, lalu
tanpa izin dan sepengetahuan dari PT SEMUT MERAH SQUAD (J&T
Express), terdakwa mengambil barang tersebut dengan memasukkannya
ke dalam saku Terdakwa, kemudian terdakwa membawa pulang barang
tersebut.
Bahwa dari bulan Januari 2021 sampai dengan bulan Maret 2021,
terdakwa tanpa izin dan sepengetahuan dari PT SEMUT MERAH
SQUAD (J&T Express) mengambil barang-barang ekspedisi yang dikirim
melalui PT SEMUT MERAH SQUAD (J&T Express) sebanyak 14 (empat
belas) kali, yaitu :
1. 1 (satu) buah liontin pesanan Selli seharga Rp1.508.000,- (satu juta
lima ratus delapan ribu rupiah) ditambah ongkos kirim Rp12.000,-
(dua belas ribu rupiah);
2. 1 (satu) buah emas antam seharga Rp1.200.000,- (satu juta dua
ratus ribu rupiah) ditambah ongkos kirim Rp14.000,- (empat belas
ribu rupiah);
3. 1 (satu) buah gelang dan 1 (satu) buah cincin dengan ongkos kirim
Rp.28.000,- (dua puluh delapan ribu rupiah);
4. 3 (tiga) buah emas fine gold 0,1 gram seharga Rp.335.994,- (tiga
ratus tiga puluh lima ribu sembilan ratus sembilan puluh empat
rupiah) ditambah ongkos kirim Rp14.000,- (empat belas ribu
rupiah);
5. 2 (dua) buah emas fine gold 0,1 gram seharga Rp.220.000,- (dua
ratus dua puluh ribu rupiah) ditambah ongkos kirim Rp14.000,-
(empat belas ribu rupiah);
6. 2 (dua) buah emas fine gold love 0,1 gram seharga Rp.220.000,-
(dua ratus dua puluh ribu rupiah) ditambah ongkos kirim
Rp14.000,- (empat belas ribu rupiah);
7. 2 (dua) buah asesoris xiuping senilai Rp.20,000,- (dua puluh ribu
rupiah) ditambah ongkos kirim Rp14.000,- (empat belas ribu
rupiah);
8. 2 (dua) buah uang kuno Rp.10,- (sepuluh rupiah) seharga
Rp.8.000,- (delapan ribu rupiah) ditambah ongkos kirim
Rp.14.000,- (empat belas ribu rupiah);
9. 50 (lima puluh) buah voucher tri pulsa 2 RB seharga Rp.118.750,-
(seratus delapan belas ribu tujuh ratus lima puluh rupiah) ditambah
ongkos kirim Rp.14.000,- (empat belas ribu rupiah);
10. 40 (empat puluh) buah voucher Axis Aigo seharga Rp.294.000,-
(dua ratus sembilan puluh empat ribu rupiah) ditambah ongkos
kirim Rp.14.000,- (empat belas ribu rupiah);
11. 10 (sepuluh) buah voucher data smartfren 4 GB seharga
Rp.95.000,-(sembilan puluh lima ribu rupiah) ditambah ongkos
kirim Rp.14.000,-(empat belas ribu rupiah);
12. 10 (sepuluh) buah voucher data smartfren 2,5 GB seharga
Rp.50.000,-(lima puluh ribu rupiah) ditambah ongkos kirim
Rp.14.000,- (empat belas ribu rupiah);
13. 10 (sepuluh) buah voucher XL 1,5 GB seharga Rp.80.000,-
(delapan puluh ribu rupiah) ditambah ongkos kirim Rp.14.000,-
(empat belas ribu rupiah); dan
14. 4 (empat) buah voucher XL 2,5 GB seharga Rp.48.000,- (empat
puluh delapan ribu rupiah) ditambah ongkos kirim Rp.14.000,-
(empat belas ribu rupiah).
Sehingga total keseluruhan barang-barang yang diambil oleh
terdakwa senilai Rp.4.405.744,- (empat juta empat ratus lima ribu
tujuh ratus empat puluh empat rupiah).
Bahwa setelah terdakwa mengambil barang-barang tersebut, terdakwa
menjual dan menggunakan beberapa barang tersebut dengan perincian
sebagai berikut :
1. Untuk 40 (empat puluh) buah voucher Axis Aigo telah dijual 18
(delapan belas) buah seharga Rp.132.300,- (seratus tiga puluh dua
ribu tiga ratus rupiah) kepada orang yang tidak dikenal dan 20 (dua
puluh) buah telah digunakan sendiri oleh terdakwa sehingga
sisanya tinggal 2 (dua) buah;
2. Untuk 1 (satu) buah emas antam sebesar 1 (satu) gram telah dijual
seharga Rp.820.000,- (delapan ratus dua puluh ribu rupiah) kepada
orang yang tidak dikenal; dan
3. Untuk 50 (lima puluh) buah voucher tri pulsa telah dijual 18
(delapan belas) buah seharga Rp.132.300,- (seratus tiga puluh dua
ribu tiga ratus rupiah) kepada orang yang tidak dikenal dan 30 (tiga
puluh) buah telah digunakan sendiri oleh terdakwa sehingga
sisanya tinggal 2 (dua) buah.
Bahwa terdakwa secara sadar dan mengetahui bahwa barang-barang yang
diambilnya tersebut adalah milik orang lain yang mengirimkan barangnya
melalui jasa ekspedisi PT.SEMUT MERAH SQUAD (J&T Express), serta
terdakwa juga tidak berhak atas barang-barang tersebut.
Bahwa total harga barang-barang yang diambil oleh terdakwa tersebut
sekitar Rp.4.405.744,- (empat juta empat ratus lima ribu tujuh ratus empat
puluh empat rupiah).
Perbuatan Terdakwa SAEFUL ALI MUIZ Bin UTAR MUHTAR (Alm)
sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP jo.
Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Bandung, 6 Mei 2021
Jaksa Penuntut Umum
Christian Dior Parsaoran Sianturi,
SH.,
Jaksa Muda NIP : 19790802 20031
22005