TUGAS TUTON KE 2
HUKUM TATA NEGARA “HKUM4201’’
SOAL
Pada setiap negara dengan setiap jenis sistem pemerintahan Parpol memiliki peranan
penting. Dikemukakan oleh Hans Kelsen bahwa seorang individu saja mempunyai
pengaruh kecil terhadap organ-organ legislatif dan eksekutif sehingga untuk mendapatkan
pengaruh maka individu harus bersatu dengan individu-individu lain yang menganut
pandangan politik yang sama sehingga terbentuk partai politik.
Pertanyaan;
1. Bagaimanakah prosedur pendirian Parpol hingga dapat bertindak sebagai badan
hukum.
Jawaban
Mengacu pada definisi Partai Politik di Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 2 Tahun
2008 tentang Partai Politik (“UU Parpol”) sebagaimana telah diubah dengan Undang-
Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun
2008 tentang Partai Politik (“UU 2/2011”) berbunyi sebagai berikut:
Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok
warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita
untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa
dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945.
Partai politik didirikan dan dibentuk oleh paling sedikit 30 orang warga negara Indonesia
yang telah berusia 21 tahun atau sudah menikah dari setiap provinsi dengan menyertakan
30% keterwakilan perempuan. Selain itu, partai politik didaftarkan oleh paling sedikit 50
orang pendiri yang mewakili seluruh pendiri partai politik dengan akta notaris yang
memuat anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) serta kepengurusan
partai politik tingkat pusat.
Prosedur pendirian partai politik (Parpol) bervariasi di setiap negara, tergantung pada
peraturan dan hukum yang berlaku. Namun, umumnya terdapat beberapa langkah umum
yang harus diikuti untuk mendirikan sebuah Parpol dan memperoleh status hukum. Berikut
adalah langkah-langkah umum yang biasanya diperlukan:
1. Penyusunan Anggaran Dasar : Anggaran Dasar adalah dokumen yang berisi
tujuan, struktur organisasi, aturan internal, dan prinsip-prinsip yang akan menjadi
dasar Parpol. Dokumen ini harus disusun dengan cermat dan sesuai dengan
persyaratan hukum yang berlaku.
2. Pengumpulan Tanda Tangan: Parpol biasanya harus mengumpulkan sejumlah
tanda tangan dari pendukung untuk membuktikan adanya dukungan publik
terhadap pendirian Parpol tersebut. Jumlah tanda tangan yang diperlukan dapat
bervariasi tergantung pada peraturan di setiap negara.
3. Pendaftaran: Setelah mengumpulkan tanda tangan yang cukup, Parpol harus
mendaftar ke badan pemerintahan yang bertanggung jawab atas pendaftaran partai
politik. Biasanya, badan ini adalah Kementerian Dalam Negeri atau badan serupa.
Parpol harus mengajukan dokumen-dokumen yang diperlukan, termasuk Anggaran
Dasar, daftar pendiri, dan tanda tangan pendukung.
4. Pemeriksaan dan Persetujuan: Badan pemerintahan akan memeriksa dokumen-
dokumen yang diajukan oleh Parpol. Mereka akan memastikan bahwa Parpol
memenuhi persyaratan hukum yang berlaku, termasuk keberadaan dukungan
publik yang cukup. Jika semua persyaratan terpenuhi, Parpol akan diberikan status
hukum sebagai badan hukum yang sah.
5. Pelaksanaan Kegiatan: Setelah mendapatkan status hukum, Parpol dapat mulai
melaksanakan kegiatan politiknya. Mereka dapat mengajukan calon untuk
pemilihan umum, mengorganisir kampanye politik, dan berpartisipasi dalam proses
politik lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Untuk menjadi badan hukum, partai politik harus mempunyai persyaratan sebagai berikut:
1. akta notaris pendirian partai politik;
2. nama, lambang, atau tanda gambar yang tidak mempunyai persamaan pada
pokoknya atau keseluruhannya dengan nama, lambang, atau tanda gambar yang
telah dipakai secara sah oleh Partai Politik lain sesuai dengan peraturan
perundangundangan;
3. kepengurusan pada setiap provinsi dan paling sedikit 75% dari jumlah
kabupaten/kota pada provinsi yang bersangkutan dan paling sedikit 50% dari
jumlah kecamatan pada kabupaten/kota yang bersangkutan;
4. kantor tetap pada tingkatan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota sampai tahapan
terakhir pemilihan umum; dan
5. rekening atas nama partai politik.
Berdasarkan Pasal 1 angka 3 Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor
34 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pendaftaran Pendirian Badan Hukum, Perubahan
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta Perubahan Kepengurusan Partai
Politik (“Permenkumham 34/2017”), pendaftaran partai politik adalah pendaftaran
pendirian dan pembentukan partai politik untuk mendapatkan pengesahan sebagai badan
hukum partai politik.
Terdapat proses yang harus dilalui untuk mendapatkan pengesahan tersebut. Pertama,
pendirian partai politik menjadi badan hukum didaftarkan kepada Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia melalui pemohonan yang diajukan secara elektronik melalui laman resmi
Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum.
Pendaftaran pendirian badan hukum partai politik dilakukan dengan cara mengisi format
pendirian badan hukum partai politik secara elektronik. Selanjutnya, kementerian
menerima pendaftaran dan melakukan penelitian dan/atau verifikasi kelengkapan dan
kebenaran persyaratan partai politik untuk menjadi badan hukum paling lama 45 hari sejak
diterimanya dokumen persyaratan secara lengkap. Terakhir, sejak saat proses penelitian
dan/atau verifikasi tersebut selesai, paling lama 15 hari dilakukan pengesahan partai
politik menjadi badan hukum yang dilakukan dengan Keputusan Menteri Hukum dan HAM
yang diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Keputusan Menteri Hukum dan HAM disampaikan kepada pemohon dalam jangka waktu 7
hari terhitung sejak tanggal Keputusan Menteri Hukum dan HAM ditetapkan. Menteri
Hukum dan HAM menyampaikan salinan keputusan kepada :
1. Mahkamah Konstitusi;
2. Mahkamah Agung;
3. Komisi Pemilihan Umum;
4. Kementerian Dalam Negeri;
5. Percetakan Negara.
Setelah mendapatkan pengesahan, istilah partai politik berubah sesuai Pasal 1 angka 2
Permenkumham 34/2017 menjadi:
Badan Hukum Partai Politik adalah subjek hukum berupa organisasi partai politik yang
telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia.
Sehingga dapat disimpulkan, partai politik termasuk badan hukum apabila telah
mendapatkan pengesahan oleh Menteri Hukum dan Hak Aasasi Manusia, yang kemudian
istilahnya berubah menjadi badan hukum partai politik.
2. Berikan analisis anda, dalam hal apa partai politik dapat dibubarkan.
Jawaban
Partai politik dapat dibubarkan dalam beberapa situasi, tergantung pada hukum dan
konstitusi negara yang bersangkutan. Beberapa alasan umum yang dapat menyebabkan
pembubaran partai politik adalah sebagai berikut:
1. Pelanggaran Hukum: Jika partai politik melanggar hukum negara, seperti terlibat
dalam kegiatan ilegal, korupsi, atau kekerasan politik, pemerintah dapat mengambil
tindakan untuk membubarkan partai tersebut. Pembubaran dapat dilakukan melalui
proses hukum yang sesuai dengan konstitusi negara.
2. Pembubaran Sukarela: Partai politik juga dapat memutuskan untuk membubarkan
diri secara sukarela. Alasan di balik keputusan ini dapat bervariasi, seperti
perubahan dalam pandangan politik, kegagalan dalam mencapai tujuan partai, atau
kesulitan finansial. Pembubaran sukarela biasanya melibatkan proses internal
partai dan tidak memerlukan campur tangan pemerintah.
3. Ancaman terhadap Keamanan Nasional: Jika partai politik dianggap sebagai
ancaman terhadap keamanan nasional, pemerintah dapat mengambil
langkahlangkah untuk membubarkan partai tersebut. Ancaman ini dapat berupa
upaya untuk menggulingkan pemerintah secara paksa atau mendukung kegiatan
teroris. Pembubaran dalam kasus ini biasanya dilakukan untuk melindungi stabilitas
negara.
4. Perubahan Konstitusi: Dalam beberapa kasus, perubahan konstitusi negara dapat
mempengaruhi status dan keberadaan partai politik. Jika perubahan konstitusi
mengharuskan partai politik untuk memenuhi persyaratan baru atau mengikuti
prosedur yang berbeda, partai yang tidak memenuhi persyaratan tersebut dapat
dibubarkan.
Pembubaran partai politik adalah tindakan serius yang dapat memiliki dampak politik dan
sosial yang signifikan. Oleh karena itu, proses pembubaran harus dilakukan dengan hati-
hati dan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi dan keadilan.
Sumber :
1. Modul HKUM4201 Hukum Tata Negara.
2. https://www.hukumonline.com/klinik/a/pendaftaran-partai-politik-untuk-menjadi-badan-
hukum-lt5c15aa3878724