0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan2 halaman

Diskusi 2 Interpretasi

Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan2 halaman

Diskusi 2 Interpretasi

Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Apa yang menjadi perbedaan antara metodologi heteronom dengan

metodologi otonom itu, kemudian jelaskan apakah masing-masing


dari metodologi tersebut mempengaruhi metode interpretasi dan
penalaran?

Mohon ijin menjawab:

Perbedaan antara Metodologi Heteronom dan Otonom 1.


Metodologi Heteronom adalah pendekatan yang menekankan pada
aturan-aturan yang ada di luar komunitas atau individu yang
dimaksud. Hukuman dan peraturan saat ini dianggap berasal dari
otoritas yang lebih tinggi, seperti negara atau lembaga yang sah.
Ciri-cirinya termasuk mematuhi hukum yang ada, mengutamakan
kepatuhan terhadap aturan yang ditetapkan oleh lembaga yang
berwenang, dan penegakan hukum berdasarkan standar yang
sudah ada dan tidak terlalu memperhatikan situasi atau konteks
khusus .
2. Metodologi Otonom: Metodologi ini berfokus pada kemampuan
individu atau komunitas untuk membuat standar hukum mereka
sendiri berdasarkan prinsip, pengalaman, dan kebutuhan sosial
setempat.
Ciri-cirinya meliputi penekanan pada pemberdayaan individu dan
partisipasi mereka dalam pembentukan hukum; interpretasi hukum
yang lebih fleksibel dan sesuai dengan konteks sosial; dan prioritas
untuk inovasi dan adaptasi hukum yang sesuai dengan kemajuan
zaman dan kebutuhan masyarakat.

Pengaruh pada Metode Interpretasi dan Penalaran 1. Metodologi


Heteronom: Metode interpretasi ini cenderung memberikan
interpretasi hukum dengan cara yang lebih formal dan tekstual.
Hukum positif dibenarkan berdasarkan teks undang-undang yang
berlaku, dan kepatuhan terhadap struktur hukum yang telah
ditetapkan diutamakan. o Penalaran: Penalaran lebih deduktif dan
mengambil kesimpulan dari aturan dan norma yang berlaku.
Karena mereka cenderung mengikuti standar dan praktik yang
sudah ada tanpa mempertimbangkan konteks khusus kasus, ini
dapat menghasilkan jawaban yang lebih kaku.
2. Metodologi Otonom: Metode interpretasi ini lebih fokus pada
konteks dan perubahan. Dalam interpretasi norma hukum,
penilaian terhadap situasi dan kebutuhan masyarakat menjadi
pertimbangan penting. Ini memungkinkan variasi dalam penerapan
hukum. o Penalaran: Dalam konteks otonom, di mana hukum
didasarkan pada pengalaman dan kebutuhan masyarakat,
penalaran lebih induktif. Ini dapat menghasilkan solusi yang lebih
adil dan relevan bagi pihak-pihak yang terlibat dengan
mempertimbangkan konteks sosial dan budaya mereka.

Dalam memahami dan menerapkan hukum, metode heteronom dan


otonom berbeda. Metode heteronom lebih menekankan pada
pemenuhan standar eksternal , sedangkan metode otonomi tekanan
pada partisipasi dan adaptasi individu atau komunitas dalam
pembentukan dan penegakan hukum. Perbedaan ini menafsirkan
penafsiran dan pemahaman hukum serta cara penalaran hukum
yang dilakukan dalam masyarakat.

Sumber Referensi :

- Daryono, Triyanto, & Gumbira, S. W. (n.d.). Interpretasi dan


penalaran hukum (HKUM4401). Tangerang Selatan: Universitas
Terbuka. HKUM4401 Modul Interpretasi Penalaran Hukum,
Universitas Terbuka, hal. 3.4–3.8.

- Materi Inisiasi 2

- https://www.hukumonline.com/berita/a/memposisikan-hukum-
perburuhan-heteronom-dan-hukum-perburuhan-otonom-hol22640/

- https://www.hukumonline.com/berita/a/dilarang-
mempertentangkan-kaidah-otonom-dengan-heteronom-hol19482/

- https://www.hukumonline.com/berita/a/dua-hukum-ini-berlaku-di-
tempat-kerja-lt64bfced55a9b0/

Anda mungkin juga menyukai