RPL Bimbingan Individual
RPL Bimbingan Individual
KONSELING INDIVIDUAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2024/2025
Q Tahapan Konseli
Pembukaan : 1. Guru BK menyampaikan salam pembuka
dan menerima konseli dengan sikap
terbuka, serta mengucapkan terimakasih
atas kehadiran klien pada pertemuan ke
pertama ini, dan konseli mampu
beradaptasi dengan suasana konseling
dengan memberikan respon salam dari
guru BK
2. Guru BK memperkenalkan diri dan
menjelaskan maksud dan tujuan dari
konseling, dan konseli memperkenalkan
diri dan mendengarkan penjelasan
konselor
3. Guru BK menjelaskan pengertian
konseling individu, tujuan konseling
individu, cara pelaksanaan, dan azas
konseling individu, dan konseli
menyimak dan memahami penjelasan
guru BK
4. Guru BK menjelaskan azas kerahasiaan
kesukarelaan dan azas keterbukaan yang
dijunjung tinggi selama pelaksanaan
konseling individu berlangsung, dan
konseli menyimak dan memahami
penjelasan guru BK.
5. Guru BK memberikan informasi yang
harus dipahami dan menjelaska
kepada konseli mengenai persetujuan
atas seluruh isi dari penjelasan guru BK,
dan konseli menyimak dan memahami
penjelasan guru BK.
6. Guru BK menanyakan kepada Konseli
apakah ada yang ingin disampaikan atau
ditanyakan, dan konseli menjawab
pertanyaan guru BK.
Lampiran:
1. LKPD
2. MEDIA
3. EVALUASI
4. MATERI
Lampiran 1: LKPD
Identitas
Kelas : ...................................................
Nama : …………………………………
Petunjuk
Amati dan bacalah LKPD ini dengan cermat dan teliti.
Kerjakan secara individual tugas di bawah ini
1. Pengetahuan baru apa yang anda peroleh setelah mengikuti layanan konseling individual?
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
2. Uraikan 3 perilaku baik yang kamu miliki terkait dengan upaya mengatasi rasa tidak percaya
diri?
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
3. Uraikan 2 perilaku yang masih harus kamu perbaiki terkait dengan kepercayaan dirimu?
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
4. Tentukan 1 tindakan yang akan kamu lakukan untuk mengatasi rasa tidak percaya diri?
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
5. Bagaiamana perasaan anda setelah mengikuti layanan konseling individual?
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
Lampiran 2: Evaluasi proses dan hasil
INSTRUMEN EVALUASI
PROSES LAYANAN KONSELING INDIVIDU
Identitas :
Nama Konseli :
Kelas :
Masalah yang dialami :
Petunjuk:
Beri tanda centang (√ ) pada kolom skor sesuai dengan hasil penilaian Anda.
Skor
No. Pernyataan
1 2 3 4 5
1. Sikap terbuka dalam mengutarakan masalah yang dihadapi
konseli mengenai kurangnya rasa percaya diri
2. Kesadaran diri dengan masalah yang sedang dialami konseli
3. Perhatian terhadap Konselor disaat berjalannya proses konseling
individual
4. Konseli nampak merasa nyaman dalam melakukan konseling
individual
5. Keterlibatan dalam mendapatkan alternative jalan keluar/solusi
dalam pemecahan masalah kurang percaya diri
Jumlah
Nama : .......................................................................
Kelas : IX (Sembilan)
Topik layanan : Percaya Diri
Tujuan Layanan :
Petunjuk : Setelah kamu mengikuti layanan konseling kelompok individual,
jawablah pertanyaan berikut ini
1. Pemahaman baru apa yang anda dapatkan setelah mengikuti layanan konseling individual?
Jawab:……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………….
2. Apa dampak buruk yang terjadi karena rasa tidak percaya diri?
Jawab:……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………….
3. Bagaimana perasaan anda setelah mengikuti layanan konseling individual?
Jawab:……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
4. Bagaimana rencana anda setelah mengikuti layanan konseling individual?
Jawab:………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
LEMBAR OBSERVASI/PENILAIAN KEMAMPUAN GURU DALAM
PELAKSANAAN KONSELING INDIVIDUAL
Materi :
Sub Materi :
Nama Guru BK :
Nama Pengamat :
Tanggal :
Jam :
Petunjuk umum :
1. Diminta kepada Ibu membulati angka pada kolom skor yang sesuai dengan penilaian ibu
2. Diminta kepada Ibu untuk memberikan catatan terkait dengan pelaksanaan Konseling
Individual.
A ATTENDING (PERHATIAN)
.
1 MEMBANGUN Sangat baik 5 4 3 2 1 Tidak Baik
. HUBUNGAN:
a. Menunjukkan
empati terhadap
kebutuhan konseli
b. Mengkomunikasika
n rasa menghormati
konseli
c. Menyampaikan
kata-kata
penerimaan ketika
konseli datang
d. Mengkomunikasika
n peran konselor dan
konseli
e. Menyampaikan
tujuan konseling
kepada konseli
f. Menemukan
kebutuhan-
kebutuhan konseli
secara konkrit
2 PENAMPILAN GESTUR Sangat baik 5 4 3 2 1 Tidak Baik
. DAN MIMIK:
a. Mengatur posisi duduk
b. Mengatur jarak duduk
c. Melakukan kontak
mata
d. Mengatur
Gerakan tangan
dan kaki
e. Menyesuaikan mimik
wajah
3 MENGAMATI: Sangat baik 5 4 3 2 1 Tidak Baik
.
a. Menunjukkan
pemahaman
terhadap gerakan
tubuh konseli
b. Menunjukkan
pemahaman
terhadap
penampilan
konseli
c. Menunjukkan
pemahaman
terhadap
ekspresi wajah
konseli
d. Menunjukkan
pemahaman
terhadap
perhatian
konseli
e. Menunjukkan
pemahaman
terhadap
kesungguhan
konseli.
4 MENDENGARKAN: Sangat baik 5 4 3 2 1 Tidak Baik
. a. Memfokuskan
perhatian pada
pembicaraan
b. Memfokuskan
pada ungkapan
isi pembicaraan
konseli
c. Memperhatikan
konseli saat
mengungkapkan
perasaan
d. Memfokuskan
pada nada suara
pembicaraan
konseli
e. Memfokuskan pada
pengulangan kata-kata konseli
B RESPONDING
.
1 MERESPON TERHADAP ISI: Sangat baik 5 4 3 2 1 Tidak Baik
. a. Merespon
pernyataan konseli
berdasarkan urutan
kepentingan
b. Merespon
pernyataan konseli
berdasarkan
kronologis
c. Merespon
pernyataan konseli
berdasarkan sebab
akibat
d. Memfasilitasi
konseli untuk
mengeksplorasi
isi pembicaraan
e. Memfasilitasi konseli
untuk
mengeksplorasi konteks
pembicaraan
2 MERSPON PERASAAN: Sangat baik 5 4 3 2 1 Tidak Baik
. a. Merespon
perasaan konseli
berdasar pikiran
konseli
b. Merespon
perasaan konseli
berdasar
pengalaman
konseli
c. Merespon perasaan
konseli dengan
pernyataan yang
tepat
d. Merespon
perasaan konseli
pada saat yang
tepat
e. Merespon
perasaan sesuai
dengan
karakteristik
konseli
3 MERESPON MAKNA: Sangat baik 5 4 3 2 1 Tidak Baik
. a. Merspon
makna
pikiran
konseli
b. Merespon
makna perasan
konseli
c. Merespon
makna dengan
pernyataan
yang tepat
d. Merespon
makna pada saat
yang tepat
e. Merespon makna
sesuai dengan
karakteristik
konseli
C PERSONALIZING Sangat baik 5 4 3 2 1 Tidak Baik
. (MEMERSONALISASIKA N
MASALAH DAN TUJUAN)
a. Memersonalisasi
kan makna
pengalaman
konseli
b. Memersonalisasika
n masalah yang
dialami konseli
c. Memersonalisasika
n perasaan yang
dialami konseli
d. Memersonalisasi
kan tujuan yang
diinginkan
konseli
e. Memerso
nalisasika
n
kekurang
an konseli
D INIATING (MENGINISIASI Sangat baik 5 4 3 2 1 Tidak Baik
. KEGIATAN KONSELI):
a. Merumuskan
kegiatan atau
Langkah-langkah
yang akan
dilakukan konseli
b. Mengembangkan
Langkah- langkah
yang akan
dilakukan konseli
c. Menetapkan waktu
untuk memulai
melakukan
kegiatan awal
d. Bersama-sama
dengan konseli
menetapkan
waktu pertemuan
untuk memonitor
langkah-langkah
yang akan
dilakukan konseli
e. Memberikan
penguatan
terhadap
konseli untuk
melakukan
rencana
kegiatannya
TOTAL SKOR
Nilai Pelaksana (T)=(Total skor/45)
x 100
Komentar/Catatan:
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
Penilai,
………………………………………........
Lampiran 3: Media
2. Pena
3. HP
Lampiran 4: Materi
a. Latar belakang konseling realita
Pendekatan konseling realita dipelopori oleh William Glasser. Pendekatan ini
tumbuh, sebagai reaksi ketidakpuasan Glasser atas pendekatan utama dalam
konseling dan psikoterapi (psikoanalisa) yang dianggapnya kurang praktis dalam
membantu konseli. Pendakatan utama yang ada ketika itu terlalu menekankan masa
lalu dan ketidaksadaran sehingga memerlukan waktu yang lama ketika diterapkan
untuk membantu konseli. Melihat kondisi tersebut, Glasser mengembangkan
pendekatan konseling yang lebih tepat sasaran.
Pada awalnya, ide Glasser banyak menerima tentangan dari teman sejawatnya.
Saat itu, pada tahun 1956, Glasser menjadi psikiater konsultan di lembaga
rehabilitasi kenakalan remaja. Namun, lama-kelamaan teman sejawatnya
memberikan apresiasi terhadap ide Glasser tersebut karena diketahui efektivitas dari
ide Glasser tersebut. Pada tahun 1965, Glasser mengeluarkan bukunya yang berjudul
Reality Therapy yang ditulis berdasarkan pengalamannya selama mempraktikkan
pendekatan konseling realita selama menjadi konsultan psikiater di lembaga
rehabilitasi kenakalan remaja. Perkembangan saat ini, pendekatan konseling realita
sudah diterapkan dalam berbagai setting: lembagai pendidikan di berbagai tingkat,
rehabilitasi anak nakal, maupun lembaga bisnis.