Bahan NonKlasikal - Kemenhub - 0309024
Bahan NonKlasikal - Kemenhub - 0309024
Terwujudnya Birokrasi
Kelas Dunia dan
Pengembangan kebijakan Pelayanan Publik yang
Kompetitif
pengembangan kompetensi yang
menjamin akses luas bagi semua ASN
(merdeka belajar), inklusif
(memperhatikan akses bagi difabel),
dan mampu menghasilkan dampak
nyata bagi peningkatan kinerja
organisasi dan pembentukan karakter
ASN sesuai nilai BerAkhlak
UU 20 tahun 2023
Pengembangan Kompetensi
Pasal 49
PEMBELAJARAN
17/2020 (Pasal 203)
TERINTEGRASI Peraturan LAN No. 6/2023 • Mengatur mengenai Corporate University Nasional dan Instansi
(CORPORATE
tentang Sistem Bangkom • 7 komponen Corporate University: Struktur, Manajemen Pengetahuan, Forum
Terintegrasi (Corporate Pembelajaran, Sistem Pembelajaran, Strategi Pembelajaran, Teknologi
University) Pembelajaran, Integrasi Sistem
UNIVERSITY) [Link]
Keputusan Kepala LAN No. • Mengatur mengenai pedoman penyelenggaraan ASN Corporate University pada
306/2024 tentang Pedoman Tingkat Instansi (K/L/D) dari 7 komponen Corpu: Struktur, Manajemen
Penyelenggaraan ASN Corpu Pengetahuan, Forum Pembelajaran, Sistem Pembelajaran, Strategi Pembelajaran,
Instansi Teknologi Pembelajaran, Integrasi Sistem
[Link]
RUANG LINGKUP ASN CORPU
Integrasi Sistem
Struktur ASN Corpu
• Aspek Penganggaran • Dewan Pengarah Pembelajaran
• Pengembangan Budaya • Koordinator Pembelajaran (Chief
Organisasi
• Teknologi Pembelajaran
• Manajemen Pengetahuan
• Manajemen Talenta dan
7 1 of Learning Officer)
• Koordinator Kelompok Keahlian
(Chief of Group Skill)
Pengembangan Karier
• Penilaian Kinerja Pegawai Manajemen Pengetahuan
6
Pengelolaan pengetahuan baik tacit
Teknologi Pembelajaran
Pemanfaatan teknologi
2 maupun eksplisit untuk
penyelenggaraan Pengembangan
Kompetensi
informasi dan
komunikasi untuk
mendukung
ASN Corpu
keberhasilan pencapaian
Forum Pembelajaran
tujuan pembelajaran • Level Strategis
Strategi Pembelajaran
5 3
• Level Operasional
• Level Teknis
•
•
•
Pembelajaran formal
Pembelajaran berbasis
lingkungan sosial
Pembelajaran berbasis
4 Sistem Pembelajaran
1. Diagnosis kebutuhan pembelajaran
2. Pengembangan desain
pembelajaran
pengalaman 3. Implementasi pembelajaran
4. Evaluasi pembelajaran
INTEGRASI ANTAR RUANG LINGKUP ASN CORPU
7 Integrasi Sistem
Penilaian Kinerja Manajemen Talenta dan Pengembangan Budaya
Aspek Anggaran
Pegawai Pengembangan Karir Organisasi
• Level Strategis
•
•
Level Operasional
Level Teknis
5 Strategi Pembelajaran diukur dari
output dari
input dari
manajemen
pengetahuan menjadi
6 Teknologi Pembelajaran bangkom menjadi
Input manajemen
pengetahuan Evaluasi Program
Input bangkom
2 Manajemen Pengetahuan
4 7 9
• Rotasi • Project Assignment • Job enrichment and
• Konseling • Coaching enlargement
• Disciplinery Measures • Tugas Belajar • Pelatihan Struktural
• Belajar Mandiri • Patok Banding Kepemimpinan
• E-Learning • Detasering • Pelatihan Manajerial
• Job Shadowing
• Magang
Jalur • Sekolah Kader
Pengembangan • Detasering
Pegawai
Berdasarkan 2 5 8
Pemetaan • Pelatihan Teknis • Challenging Task • Project Assignment
• Action – Based Learning • Workshop • Coaching
Talenta • Konseling • Pelatihan Teknis • Tugas Belajar
• Mentoring • E-Learning • Patok Banding
• Detasering
1 3 6
• Konseling • Pelatihan Teknis • Knowledge Sharing
• Mentoring • Action – Based Learning • Literature Study
• Belajar Mandiri • E-Learning
• E-learning
Perubahan Penggunaan Istilah Jalur
Bangkom Non Klasikal
jalur dan bentuk pengembangaan kompetensi non
klasikal saat ini dikenal dengan istilah social learning,
dan experiential learning, dan masuk sebagai bagian
dari metode pembelajaran
Kelompok Social Learning
Kelompok ini melihat pengembangan
kompetensi dilakukan melalui interaksi
dengan orang lain, adanya hubungan sosial
dengan orang lain. Kelompok social learning
terdiri dari coaching dan mentoring.
Kelompok Experiential Learning
Pengelompokan yang ketiga didasarkan pada pengembangan
kompetensi yang menekankan pada tantangan dan
pengalaman yang diikuti dengan refleksi hasil pembelajaran
yang didapat dari pengalaman tersebut. Yang termasuk dalam
kelompok ini adalah patok banding, magang, datasering,
pertukaranpegawai, bimbingan di tempat kerja, komunitas
belajar dan outbond.
PELATIHAN NON KLASIKAL (SOCIAL LEARNING)
Hubungan kemitraan
dengan individu
melalui proses kreatif
yang ditujukan untuk
memaksimalkan
❒ Kemitraan potensi personal dan
❒ Proses kreatif profesional dirinya.
❒ Memaksimalkan potensi
Definisi Coaching
(Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 10 Tahun 2018)
Perencanaan Evaluasi
Perencanaan Program:
Identifikasi kebutuhan, Evaluasi Coachee
output, dan outcome Evaluasi Coach
Perencanaan Kegiatan: Evaluasi Penyelenggaraan
Penyamaan persepsi, Pelaksanaan
penentuan waktu
Pemetaan masalah
Mendiskusikan penyebab masalah
Identifikasi solusi
Mengembangkan rencana
Mengatur tindak lanjut
Menentukan Kriteria Coach
Dalam proses pengembangan kompetensi berupa coaching,
dibutuhkan seorang coach yang profesional dalam bidangnya,
sebagai berikut:
1. Nama 1. Nama
2. NIP 2. NIP
3. Pangkat/Gol. 3. Pangkat/Gol.
4. Jabatan 4. Jabatan
SARAN COACH:
Jakarta, (dd/mm/yy)
Coach, Coachee,
(Nama Lengkap)
(Nama Lengkap)
Konversi
JP Bukti
Bentuk Deskripsi Konsep Kunci
Konversi
Nas Internas
Pembekalan kemampuan secara intensif
Pembimbingan antara coach dan coachee guna
peningkatan kinerja menemukan tujuan yang akan dicapai
melaui pembekalan kedua belah pihak
Maksimal Maksimal 4
kemampuan Dilakukan untuk menggali dan
Coaching 2 JP x 2 JP x 2 per Formulir
memecahkan mengoptimalkan potensi diri
per bulan bulan
permasalahan dengan Coach lebih berperan untuk memberikan
mengoptimalkan potensi pertanyaan dan mendengarkan coachee
diri Coach merupakan orang yang mempunyai
kemampuan dalam melakukan coach
*Bukti Konversi surat keterangan/sertifikat dikeluarkan oleh instansi (Unit Pengelola SDM) yang
menyelenggarakan Coaching/Mentoring setelah melakukan verifikasi dan validasi form Coaching/Mentoring.
PELATIHAN NON KLASIKAL (SOCIAL LEARNING)
Definisi Mentoring
(Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 10 Tahun 2018)
Dalam bekerja sehari-hari, seringkali kita tanpa sadar melakukan Informal Mentoring
pada situasi tertentu yang dilakukan oleh rekan kerja (peer) ataupun atasan yang dapat
dilakukan secara individual atau kelompok
3 Transfer Dalam Proses Mentoring
1 Transfer Pengetahuan
2 Transfer pengalaman
3 Transfer Keterampilan
32
PELATIHAN NON KLASIKAL (SOCIAL LEARNING)
Konversi
JP Bukti
Bentuk Deskripsi Konsep Kunci
Konversi
Nas Internas
Dilakukan dalam rangka transfer
Suatu proses pembantuan knowledge, pengalaman, dan keterampilan
terhadap individu di dari mentor ke mentee
tempat kerja dengan Maksimal 4
Mentor mempunyai peran dalam berbagi Maksimal
maksud agar pegawai JP x 2 per
Mentoring pengetahuan, pengalaman, dan 2 JP x 2 Formulir
dapat mengetahui tugas bulan
keterampilan per bulan
dan fungsinya di
lingkungan pekerjaannya Mentor merupakan seseorang yang
berpengalaman pada bidang tertentu dan
ditunjuk oleh Bagian SDM
*Bukti Konversi surat keterangan/sertifikat dikeluarkan oleh instansi (Unit Pengelola SDM) yang
menyelenggarakan Coaching/Mentoring setelah melakukan verifikasi dan validasi form Coaching/Mentoring.
PELATIHAN NON KLASIKAL (EXPERIENTIAL LEARNING)
Peraturan LAN No. 10/2018 tentang Pengembangan
Kompetensi Pegawai Negeri Sipil
Magang adalah proses pembelajaran untuk memperoleh dan
menguasai keterampilan dengan melibatkan diri dalam proses
pekerjaan tanpa atau dengan petunjuk orang yang sudah terampil dalam
pekerjaan itu (learning by doing).
Karakterisitik Magang:
03
01
Tujuan dilakukannya magang adalah memperoleh dan
untuk memperoleh pengalaman menguasai keterampilan dilakukan selama
atau keahlian bidang tertentu hasil dengan cara praktik periode waktu
langsung dalam proses tertentu di tempat
pelaksanaan pekerjaan di tempat pekerjaan tertentu
kerja
praktik/magang (learning by doing) dapat melibatkan orang
yang ahli/ terampil, yang
berperan sebagai
koordinator/pembimbing 02
(coach)
Tahapan Magang
Sumber: Pedoman Magang Afirmatif Papua dan Papua Barat (LAN), 2022
DESKRIPSI PROGRAM MAGANG
PROGRAM I PNS BARU (NEW HIRE)
Karakteristik dan Tujuan Diperuntukan bagi PNS dengan masa kerja kurang atau sama dengan 5 tahun
Persyaratan Usia maksimal 45 tahun, pendidikan min D1, sehat jasmani & rohani
Nasional Internasional
Surat Tugas,
Satu kali Satu kali kegiatan Laporan Akhir,
kegiatan magang/ praktik dan Sertifikat
Magang Kegiatan magang/ praktik kerja setara Magang
kerja setara dengan (dikeluarkan oleh
dengan 20 JP 24 JP Instansi Mitra
Magang)
Misal: Seorang PNS mengikuti program magang ke K/L/D di lingkup nasional selama 1 kali kegiatan
yang berlangsung selama 8 bulan, maka konversi 1 kali kegiatan tersebut adalah 20 JP.
PELATIHAN NON KLASIKAL
Patok Banding
Definisi : Kegiatan untuk mengembangkan
kompetensi dengan cara membandingkan dan
mengukur suatu kegiatan organisasi lain yang
mempunyai karakteristik sejenis.
Nas Internas
Nas Internas
Nas Internas
Konversi Bukti
Bentuk Deskripsi Konsep Kunci
JP Konversi
Nas Internas
Nas Internas
Mencetak/menghasilkan SDM unggul 1. Pembelajaran yang menyenangkan, 11. Penerapan Pembelajaran dalam Interaksi
mudah diakses, fleksibel, dan aplikatif. Sosial di Satuan Kerja (Coaching &
yang kapabel di bidang pendidikan, 2. Materi pembelajaran yang kontekstual dan Mentoring)
kebudayaan, riset, & teknologi berdampak pada kapabilitas SDM dan 12. Penerapan Pembelajaran Berbasis
kinerja organisasi. Pengalaman di Satuan Kerja (Job
3. Metodologi pembelajaran terintegrasi dan Assignment)
Visi praktik terbaik 13. Pengembangan Solusi Pembelajaran yang
4. Pembelajaran berbasis teknologi informasi. Terintegrasi dan Aplikatif
Menjadi pusat unggulan pembelajaran 14. Sinergi dengan Berbagai Program di Unit
dan pengetahuan yang mendukung Kinerja di Lingkungan Kemendikbudristek
visi, misi, dan program strategis 15. Penguatan Kolaborasi Pembelajaran Antar Dasbor Area Kinerja Kunci
Kemendikbudristek Nilai Kunci / Keyakinan Unit Kerja
16. Program Magang di CorpU K/L Lain atau
BerAKHLAK (Berorientasi pelayanan, 1. % Pegawai ASN yang terpenuhi hak
BUMN
Misi Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Kolaboratif, pengembangan kompetensinya.
Adaptif, dan Loyal) 2. % Pelatihan yang berdampak pada
1. Membangun sistem manajemen peningkatan kinerja organisasi.
pembelajaran dan pengetahuan yang Program Kunci Program Inovatif 3. Indeks Profesionalitas ASN (IPASN).
integratif dan berkesinambungan. 4. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintahan (SAKIP).
2. Mendukung manajemen talenta dalam Program Utama 1. Pengembangan Program "Leader as a
5. Pemanfaatan hasil tindak lanjut pelatihan
pengelolaan karir dan pencapaian kinerja Trainer/Teacher"
sebagai praktik baik bagi Pegawai ASN.
organisasi. 2. Pengembangan Pembelajaran yang
1. Penyusunan Struktur Pengelola WKMB 6. Pejabat Eselon 1 dan 2 yang mengajar
3. Mengembangkan sarana dan prasarana Ramah Lingkungan
(RPM) (Leader as a Teacher)
pembelajaran dan pengetahuan berbasis 3. Pengembangan Program Perekaman Tacit
2. Penyusunan POS WKMB (Quality Manual) 7. Pensiunan yang mengajar (Retire Faculty
Teknologi Informasi yang aplikatif, inovatif, Knowledge
3. Penguatan Tata Kelola WKMB Program)
dan kolaboratif. 4. Pengembangan Mobile Apps WKMB
(Operational) 5. Pembangunan Unit Riset Pembelajaran
4. Membangun kemitraan dengan institusi 4. Sosialisasi WKMB 6. Pengintegrasian WKMB dengan LAN
penyelenggara pendidikan dan pelatihan 5. Integrasi Antar Sistem CorpU
kementerian/lembaga negara maupun 6. Analisis Kebutuhan Pelatihan (TNA) 7. Kerjasama dengan lembaga pendidikan
swasta di dalam dan luar negeri. berbasis Kompetensi dan Kinerja dan pelatihan di Luar Negeri
5. Menyajikan solusi pembelajaran yang 7. Pembelajaran Berbasis Digital 8. Pemanfaatan "Big Knowledge" di KMS
aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan unit 8. Pengembangan Kurikulum 9. Pemetaan Talenta
kerja. 9. Pengembangan Desain Kerangka Acuan 10. Fasilitasi Program Coaching dan
6. Menjadi Wiyata Kinarya terbaik di seluruh Program (KAP) Pembelajaran Monitoring
kementerian/lembaga negara di Indonesia. 10. Pengembangan Fokus Pembelajaran 11. Pemberlakuan "Credit Learning" sebagai
reward.
Jalur Pengembangan Kompetensi di WKMB
56
Definisi Operasional Jalur Pengembangan Kompetensi (1)
No. Jalur Deskripsi Hasil yang Diharapkan Persyaratan Rekognisi Produk Pengetahuan
1. Seminar/ Pertemuan ilmiah untuk meningkatkan Pengetahuan dan/atau 1. Rencana Pengembangan Ikhtisar materi
Konferensi/ kompetensi terkait peningkatan kinerja dan karier keterampilan baru yang dapat Diri, seminar/konferensi/
Sarasehan yang diberikan oleh pakar/praktisi untuk menghasilkan motivasi/ide 2. Undangan/Pendaftaran + sarasehan.
[PP.01.06] memperoleh pendapat para ahli mengenai baru untuk meningkatkan Jadwal,
suatu permasalahan di bidang aktual tertentu kinerja atau bagi 3. Surat Tugas,
yang relevan dengan bidang tugas atau pengembangan karier PNS. 4. Sertifikat Seminar/Konfe-
kebutuhan pengembangan karier PNS. Fokus rensi/Sarasehan.
kegiatan ini untuk memperbarui pengetahuan
terkini
2. Workshop/ Pertemuan ilmiah untuk meningkatkan Pengetahuan dan/atau 1. Rencana Pengembangan Ikhtisar materi
Lokakarya kompetensi terkait peningkatan kinerja dan karier keterampilan baru yang dapat Diri, workshop/lokakarya.
[PP.01.07] yang diberikan oleh pakar/praktisi. Fokus menghasilkan motivasi/ide 2. Undangan + Jadwal,
kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan baru untuk meningkatkan 3. Surat Tugas,
tertentu yang relevan dengan bidang tugas kinerja atau bagi pengembang- 4. Sertifikat Workshop.
atau kebutuhan pengembangan karier dengan an karier PNS.
memberikan penugasan kepada peserta untuk
menghasilkan produk tertentu selama kegiatan
berlangsung dengan petunjuk praktis dalam
penyelesaian produk.
3. Kursus Kegiatan pembelajaran terkait suatu pengetahuan Pengetahuan dan/atau 1. Rencana Pengembangan Ikhtisar materi kursus.
[PP.01.08] atau ketrampilan dalam waktu yang relatif keterampilan baru yang dapat Diri,
singkat, dan biasanya diberikan oleh lembaga menghasilkan motivasi/ide 2. Pendaftaran,
nonformal. baru untuk meningkatkan 3. Surat Tugas,
kinerja atau bagi pengembang- 4. Sertifikat Kursus.
an karier PNS. 57
Definisi Operasional Jalur Pengembangan Kompetensi (2)
No. Jalur Deskripsi Hasil yang DIharapkan Persyaratan Rekognisi Produk Pengetahuan
4. Penataran Kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan Peningkatan pengetahuan dan 1. Rencana Pengembangan Ikhtisar materi
[PP.01.09] pengetahuan dan karakter PNS dalam bidang karakter PNS sesuai tuntutan Diri, penataran.
tertentu dalam rangka peningkatan kinerja bidang kerja. 2. Undangan,
organisasi. 3. Surat Tugas,
4. Sertifikat Penataran.
5. Bimbingan Teknis Kegiatan Pembelajaran dalam rangka Peningkatan pengetahuan dan 1. Rencana Pengembangan Ikhtisar materi
[PP.01.10] memberikan bantuan untuk menyelesaikan karakter PNS sesuai tuntutan Diri, bimbingan teknis.
persoalan/masalah yang bersifat khusus dan bidang kerja. 2. Undangan,
teknis. 3. Surat Tugas,
4. Sertifikat Bimbingan
Teknis.
6. Sosialisasi Kegiatan ilmiah untuk memasyarakatkan Peningkatan pengeta-huan 1. Rencana Pengembangan Ikhtisar materi
[PP.01.11] sesuatu pengetahuan dan/atau kebijakan agar pada suatu pengetahuan Diri, sosialisasi.
menjadi lebih dikenal, dipahami, dihayati oleh dan/atau kebijakan sesuai 2. Undangan + Jadwal,
PNS. tuntutan bidang kerja. 3. Surat Tugas,
4. Sertifikat Sosialisasi.
7. Coaching Pembimbingan peningkatan kinerja melalui Pengetahuan dan/atau 1. Rencana Pengembangan Ikhtisar materi
[PP.02.00] pembekalan kemampuan memecahkan keterampilan baru yang dapat Diri, Coaching.
permasalahan dengan mengoptimalkan menghasilkan motivasi/ide 2. Surat Tugas Coach &
potensi diri. baru dalam penyelesaian Coachee,
pekerjaan atau pencapaian 3. Formulir Coaching.
pengembangan karier.
58
Definisi Operasional Jalur Pengembangan Kompetensi (3)
No. Jalur Deskripsi Hasil yang DIharapkan Persyaratan Rekognisi Produk Pengetahuan
8. Mentoring Pembimbingan peningkatan kinerja melalui Pengetahuan dan/atau 1. Rencana Pengembangan Ikhtisar materi
[PP.02.01] transfer pengetahuan, pengalaman dan keterampilan baru yang dapat Diri, Mentoring.
keterampilan dari orang yang lebih berpenga- menghasilkan Pengetahuan 2. Surat Tugas Mentor &
laman pada bidang yang sama. teknis dan rujukan Mentee,
pengalaman baru dalam 3. Formulir Mentoring.
penyelesain pekerjaan.
9. E-Learning Pengembangan Kompetensi PNS yang Pemenuhan kompeten-si 1. Rencana Pengembangan Ikhtisar materi e-
[PP.02.02] dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan teknis sesuai tuntutan Jabatan Diri, Learning.
mengoptimalkan penggunaan teknologi dan bidang kerja Pengetahuan 2. Pendaftaran,
informasi dan komunikasi untuk mencapai baru yang dapat menghasilkan 3. Surat Tugas,
tujuan pembelajaran dan peningkatan kinerja. motivasi/ide baru untuk 4. Sertifikat e-Learning.
meningkatakan kinerja atau
bagi pengembangan karier
berikutnya.
10. Pelatihan Jarak Proses pembelajaran secara terstruktur dengan Pengetahuan baru yang dapat 1. Rencana Pengembangan Ikhtisar materi PJJ.
Jauh dipandu oleh penyelenggara pelatihan secara menghasilkan motivasi/ide Diri,
[PP.02.03] jarak jauh. baru untuk meningkatkan 2. Pendaftaran,
keterampilan kerja atau bagi 3. Surat Tugas,
pengembangan karier 4. Sertifikat PJJ.
berikutnya.
59
Definisi Operasional Jalur Pengembangan Kompetensi (4)
No. Jalur Deskripsi Hasil yang Diharapkan Persyaratan Rekognisi Produk Pengetahuan
11. Pembelajaran Alam Pembelajaran melalui simulasi yang diarahkan Pengembangan karakter PNS 1. Rencana Pengembangan Ikhtisar materi Manca
Terbuka (Outbound) agar PNS mampu: disesuaikan dengan nilai- nilai Diri, Krida.
[PP.02.05] a. menunjukkan potensi dalam membangun dan tuntutan bidang kerja. 2. Undangan,
semangat kebersamaan memaknai kebajikan 3. Surat Tugas,
dan keberhasilan bagi diri dan orang lain, 4. Sertifikat Manca Krida.
b. memaknai pentingnya peran kerja sama,
sinergi, dan keberhasilan bersama.
12. Patok Banding Kegiatan untuk mengembangkan kompetensi Peningkatan pengeta-huan, 1. Rencana Pengembangan Ikhtisar materi Patok
(Benchmarking) dengan cara membandingkan dan mengukur keterampilan dan sikap dalam Diri, Banding.
[PP.02.06] suatu kegiatan organisasi lain yang penyelesaian tugas. 2. Surat Tugas,
mempunyai karakteristik sejenis. 3. Formulir Patok Banding.
60