0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
9K tayangan2 halaman

Cerpen Pohon Keramat

Diunggah oleh

Hatz H.S.N
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
9K tayangan2 halaman

Cerpen Pohon Keramat

Diunggah oleh

Hatz H.S.N
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

“Pohon Keramat”

Karya : Yus R. Ismail

Di sebelah barat kampung ada gunung yang menyerupai bukit karena areanya begitu
kecil dan pendudukan menyebut dengan Gunung Beser. Pada saat kependudukan Belanda,
ada seorang tokoh yang melawan Belanda dengan berjuang sendiri tanpa ada pasukan, yang
bernama Jayasakti. Jayasakti merupakan tokoh yang menjadi incaran para Belanda untuk
ditangkap lalu dipenjarakan. Jayasakti pun kabur menuju Gunung Beser dan bersembunyi
dari Belanda. Bertahun-tahun pasukan Belanda dengan para centeng demang melacak
Jayasakti ke dalam gunung. Namun, tidak ada seorang pun yang selamat saat melacak ke
gunung. Ada orang pintar yang mengatakan bahwa Jayasakti bersemedi dan tubuhnya
menjadipohon harum yang baunya dibawa angina sekitar angina gunung.
Cerita tersebut pun dipercaya oleh warga sekitar, sehingga tidak seorang pun berani
masuk ke kelabatan Gunung Beser. Karena wara menghormati perjuangan yang dilakukan
oleh Mbah Jayasakti. Warga pun juga takut masuk ke dalam gunung karena dahulu pernah
ada warga pencari kayu bakar nekat masuk dan dia pun tidak bisa kembali. Jadi oara pencari
kayu dan penyabit rumput hanya berani sampai di kaki gunung saja. Pada tiap malam
tertentu, dari Gunung Beser keluar cahaya yang begitu menyejukkan sehingga Gunung Beser
terlihat kharismanya. Cahayatersebut hanya dapat dilihat oleh orang tertentu dengan mata
batinnya.
Setiap subuh Kakek selalu membangunkan saya untuk mengajakpergi ke masjid kecil
di pinggir sawah. Setiap keluar rumah saya merasa takjub melihat Gunung Beser berdiri
kukuh. Saya selalu berharap ketika turun dari rumah bisa melihat gunung itu bercahaya.
Selesai salat saya selalu ikut Kakek ke sawah untuk mengontrol air. Mata air yang ada di kaki
gunung mengalir di sungai yang lumayan besar. Bila panen tiba setiap petani yang
mempunyai sawah luas mengadakan syukuran. Mengundang para tetangga, menangkap ikan
atau menyembelih ayam. Saya senangselalu diajak Kakek ke tempat syukuran. Setiap sore
banyak anak mandi dipancuran kecuali hari jumat, karena anak-anak belajar mengaji di
masjid. Kakek dulu juga mengajar mengaji di masjid, tetapi sekarang sudah digantikan oleh
Kang Hasim.
Saya merasa Kakek merupakan orang yang begitu dihormati oleh penduduk kampung.
Siapa pun akan menggangguk hormat apabilabertemu dengan kakek. Dan jika di sawah,
Kakek menjadi tempat bertanya apabilaada masalah. Kakek juga sering diminta mengobati
orang-orang yang sakit. Apalagi jika karena makhluk halus yang merasuki. Saya tidak tahu
bagaimana Kakek mengobatinya, mungkin hanya memakai doa-doa tetapi tidak jarang Kakek
malah membawa si sakit ke rumah Pak Mantri.
Kedamaian kampung saya dengan dunia luar, kebutuhan hidup yang semakin
meningkat. Kampung saya semakin sibuk, ngobrol-ngobrol santai di sawah atau di masjid
sehabis salat jarang dilakukan para orang tua. Dan saat panen tiba undangan syukuran
semakin jarang, panen hanya dilakukansegelintir orang tidak lagi melakukan pesta kampung.
Para lulusan sekolah dari kota merencanakan membuta pertanian terpadu di kaki gunung
dengan melibatkan seluruh penduduk. Pembangunan pabrik air mineraldan tekstil mulai
dibuat orang kota. Perselisihan antarpenduduk mulai terasa saat pembangunan dari kota
merencakan untuk membuta sebagian Gunung Beser, untuk perluasan lahan pertanian dan
kebutuhan pabrik.
Semakin banyak penduduk yang mendukung pembukaan Gunung Beser, dan sebagian
masih menghormati kharisma Gunung Beser datang ke rumah Kakek untuk meminta
pendapat. Dan keesokan harinya panitia pembangunan pun datang kerumah Kakek karena
tahu jika Kakek adalah kunci dari masalah ini. penduduk yang tidak setuju pun diberi arahan
oleh Kakek. Keesokan harinya saya tahu jika Kakeh menyetujui pembukaan sebagian
Gunung Beser. Pembukaan Gunung Beser dilakukan dengan bergotong royong. Bantuan
tenaga dan dana besar dari pihak pabrik disambut masyarakat. Kejadian yang semakin langka
ditandai dengan syukuran kampung yang dipimpin oleh pak bupati. Tidak ada tandatanda
aneh selama pembukaan kaki gunung.
Kakek meninggal tidak lama kemudian,kematian Kakek tidak mendapatkan perhatian
besar dari penduduk. Saya cemburu kepada penggerak pembangunan yang sudah mencuri
perhatian penduduk dari Kakek. Keberhasilan pertanian dan pabrik memberi kemewahan
tersendiri bagi kampung saya. Kepercayaan bahwa keangkeran Gunung Beser itu tidak ada,
mendorong penduduk untuk membuka Gunung beser lebih jauh lagi. Kekeringan di musim
kemarau dan banjir-banjir kecil di musim hujan tidak asing lagi. Pohon memang keramat,
tanpa pohon bencana akan lebih sering menimpa kita. Mbah Jayasakti berubah menjadi
kesadaran ilmu.

Anda mungkin juga menyukai