TUGAS II
Hubungan Pusat dan Daerah (IPEM4425)
Tutor : Drs. Ayi Karyana,[Link].
Disusun Oleh : Marwoto
NIM : 044661397
PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN
UPBJJ UNIVERSITAS TERBUKA YOGYAKARTA
TAHUN AKADEMIK 2023.2
TUGAS 2 KEPEMIMPINAN DAERAH
Baca dan Simak Kasus di bawah ini!
Belanja Pegawai Maksimal 30 Persen APBD, Daerah Lebih Produktif
[Link] - 13 Desember 2021
(Sumber: [Link]
Pemerintah daerah (pemda) harus berpikir keras dalam menyusun penganggaran belanja pegawai
ke depan. Sebab, dalam lima tahun ke depan, alokasi belanja pegawai maksimal yang
diperkenankan hanya 30 persen dari APBD. Itu menyusul disahkannya UU Hubungan Keuangan
Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD).
Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Herman Suparman
mengatakan, norma pembatasan belanja pegawai patut diapresiasi. Pasalnya, pembatasan tersebut
akan membuat daerah lebih produktif.
Selama ini, lanjut dia, ada banyak daerah yang menghabiskan anggaran rutin pegawai hingga
mencapai 50 sampai 70 persen dari total APBD. Imbasnya, alokasi belanja modal untuk
pembangunan dan kesejahteraan masyarakat relatif minim. ’’Menurut kami cukup progresif. Karena
kalau melihat apa yang terjadi di daerah itu tampaknya sangat tidak realistis,” ujarnya kemarin
(8/12).
Meski dalam praktiknya tidak akan mudah, Arman menilai perubahan tersebut harus dilakukan.
Yang utama adalah melaksanakan reformasi birokrasi secara menyeluruh. Berdasar pantauan
KPPOD, kerja birokrasi di daerah banyak yang masih tidak efisien.
Dari sisi sumber daya manusia (SDM), misalnya. Arman melihat banyak yang birokrasinya gendut.
Di sisi lain, merit system tidak berjalan maksimal sehingga besarnya birokrasi kerap tidak diikuti
SDM yang andal dan berkualitas. ’’Kita masih membutuhkan reformasi birokrasi,” ingatnya.
Ke depan, pihaknya mengusulkan agar rekrutmen CPNS dilaksanakan selektif. Selain itu, untuk
menekan pengeluaran, rekrutmen tenaga kontrak bisa diminimalkan.
Selain SDM, reformasi birokrasi perlu menyasar sistem. Misalnya, memasifkan digitalisasi yang bisa
memangkas banyak kebutuhan hingga penyesuaian sistem tunjangan. ’’Tunjangan saya kira tetap
diberikan, tapi dengan sistem insentif disinsentif. Tunjangan diberikan ketika ASN menunjukkan
kinerja,” paparnya.
Lebih lanjut, Arman juga menilai, aspek lain yang bisa diefisiensi adalah perjalanan dinas dan
kegiatan seremonial. Dengan kemajuan teknologi dan komunikasi jarak jauh, perjalanan dinas bisa
dikurangi.
Reformasi tersebut, menurut dia, tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Karena itu, masa transisi
selama lima tahun yang ditentukan UU HKPD harus dimanfaatkan. ’’Pemda harus menyiapkan
proses perencanaan, melakukan road map lima tahun ke depan untuk memikirkan apa-apa yang
bisa diefisiensikan,” jelasnya.
Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Muhammad
Fatoni mengatakan, pihaknya akan membahas lebih lanjut turunan dari UU HKPD. Dia belum bisa
menyampaikan strategi apa yang harus disiapkan daerah. ’’Kita akan bahas dengan Kementerian
Keuangan dulu,” ujarnya.
Sementara itu, Jawa Pos berupaya menghubungi Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh
Indonesia (APKASI). Namun, mereka juga belum berkomentar terkait pengesahan UU HKPD.
Hingga berita ini ditulis, Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti yang
dihubungi terpisah juga belum memberikan komentar.
Anggota Panja RUU HKPD Ela Siti Nuryamah memandang, beleid baru itu bisa memperkuat
semangat desentralisasi fiskal. Selain itu, kualitas belanja negara diyakini bisa lebih baik. ’’RUU
HKPD ini menjadi milestone bagi terciptanya peningkatan pendapatan daerah melalui skema
transfer ke daerah (TKD) serta perbaikan kualitas belanja negara melalui komunikasi yang lebih
intens antara pemerintah pusat dan daerah,’’ ujarnya.
Politikus FPKB itu menuturkan, RUU HKPD merupakan tindak lanjut atas evaluasi pelaksanaan
desentralisasi fiskal yang diatur dalam UU No 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Dari hasil evaluasi itu kemudian dilakukan beberapa
perbaikan. Di antaranya, menyeimbangkan kesenjangan hubungan pemerintah pusat dan daerah
(vertical imbalances) melalui perbaikan instrumen dan bagi hasil.
Selain itu, dilakukan perbaikan terhadap ketidakseimbangan hubungan antar-pemerintah daerah
(horizontal imbalances) melalui perbaikan skema dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi
khusus (DAK). ’’Dalam UU HKPD hasil revisi, ada banyak perbaikan skema dana bagi hasil, DAU,
dan DAK yang muaranya adalah terjadinya pemerataan kualitas layanan publik yang lebih baik,’’
katanya.
Ela melanjutkan, dari sisi perbaikan kualitas belanja negara diharapkan juga terjadi perbaikan
signifikan. Sebab, dilakukan harmonisasi belanja pusat dan daerah. Untuk belanja daerah, diatur
minimal 40 persen untuk belanja infrastruktur dan belanja pegawai dibatasi maksimal sebesar 30
persen. “Yang jelas, ketentuan ini akan membuat ruang untuk belanja publik semakin besar dan
manfaat yang diterima masyarakat akan lebih besar,” jelasnya.
Sumber: [Link]
daerah-lebih-produktif/?page=3
Deskripsi Tugas 2:
Bila Anda seorang Kepala Daerah yang saat ini (2024) alokasi belanja pegawai masih di angka
50% dari APBD, maka di bawah kepemimpinan Anda buatlah strategi kebijakan yang tepat
agar pada lima tahun ke depan , alokasi belanja pegawai maksimal di organisasi Pemda yang Anda
pimpin hanya tinggal 30% dari APBD.
Buatlah jawaban Anda dalam bentuk Essay.
Essay tersebut harus memuat:
JUDUL - Nama dan NIM Anda.
Judul harus mencerminkan permasalahan Anda dan tidak lebih dari 12 kata.
A. Latar belakang masalah secara jelas dan permalahan yang jelas.
Pada latar belakang ungkap berikan fakta empiris, konsep yang relevan, dan gap
(kesenjangan) antara fakta dan konsep atau ketidaksesuaian lain yang menunjukkan
bahwa permasalahan Anda ini penting untuk di bahas.
Lengkapi dengan data dan sumber data yang jelas, untuk menunjukkan adanya gap.
B. Teori dan Konsep.
Kupas bagaimana penelitian sebelumnya terkait permasalahan Anda.
Bahas pula Teori yang Anda gunakan untuk membedah permasalahan Anda.
Gunakan minimal 5 artikel jurnal nasional bereputasi dalam 5 tahun terakhir dan 3
referensi lain yang relevan dengan permasalahan Anda dan tuliskan ini pada referensi
yang anda gunakan.
C. Kesimpulan dan Saran.
Kesimpulan berisi jawaban atas permasalahan Anda dan berikan saran Anda untuk
mengatasi permasalahan tsb.
D. Referensi yang Anda digunakan.
Cantumkan referensi yang benar-benar Anda rujuk. Biasanya terlihat dan dituliskan
dalam body teks essay; sehingga mohon setiap referensi yang menjadi rujukan juga
dituliskan secara jelas pada body teks ketika sitasi.
Ketentuan Penulisan :
Font Times New Roman 12,
Spasi 1
Margin 3-3-3-3
Jumlah halaman: 3 halaman (tidak menggunakan cover)
Sistematika: pendahuluan, pembahasan (dikaitkan juga dengan tinjauan teoretik),
kesimpulan, dan referensi.
Tulisan harus orsinil (TIDAK BOLEH COPY PASTE!!!)
Dikumpulkan dengan cara diunggah tepat waktu.
Cek plagiarism tidak lebih dari 30%.
Aspek yang dinilai meliputi:
Originalitas (30%)
Pentingnya Permasalahan yang didukung oleh data dan fakta (10%)
Relevansi Konsep/Teori (20%)
Ketajaman analisis (20%)
Kesesuaian Referensi (10%)
Kesesuaian sistematika (10%)