TUGAS 1
Sistem Hukum Indonesia 55 (ISIP4131.55)
TUTOR : Ibu Siti Zulaichah
Disusun Oleh :
WAHYU SETYO ADI ( 052189262 )
PROGRAM STUDI ILMU HUKUM
UPBJJ UNIVERSITAS TERBUKA YOGYAKARTA
TAHUN AKADEMIK 2024/2025 GANJIL
Pertanyaan:
Sistem hukum Indonesia akan terus berkembang seiring adanya faktor-faktor yang
mempengaruhi perubahannya. Analisis cerita Hayati si Baby Boomers tersebut dan
korelasikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perubahan sistem hukum
Indonesia!
Jawaban:
1. Perubahan Sosial dan Budaya
Seiring berkembangnya masyarakat, norma dan nilai budaya turut berubah. Di masa
muda Hayati, norma sosial lebih konservatif, sehingga hukum cenderung
mencerminkan nilai-nilai tradisional. Kini, dengan globalisasi dan modernisasi, nilai-nilai
tersebut mulai bergeser, menuntut adanya perubahan dalam hukum, seperti dalam hal
kesetaraan gender, hak asasi manusia, hingga kebebasan berekspresi.
2. Teknologi dan Informasi
Hayati menyaksikan perkembangan teknologi dari yang serba manual hingga era
digital. Perubahan ini menuntut hukum Indonesia untuk beradaptasi dalam hal
perlindungan data pribadi, transaksi digital, dan kejahatan siber. Teknologi membuka
akses informasi yang lebih luas, sehingga masyarakat semakin sadar akan hak-hak
hukum mereka dan mendorong pembaruan hukum yang lebih sesuai dengan
perkembangan zaman.
3. Perkembangan Ekonomi
Sistem ekonomi di masa Hayati sangat berbeda dari sekarang. Dulu, sistem ekonomi
Indonesia lebih terpusat, namun kini lebih terbuka pada investasi asing. Perubahan
sistem ekonomi ini mempengaruhi regulasi di bidang investasi, ketenagakerjaan, dan
perdagangan, karena hukum harus menyesuaikan agar bisa mendukung
perkembangan ekonomi dan menjaga stabilitas pasar.
4. Perubahan Politik dan Pemerintahan
Sistem politik Indonesia berubah dari masa Orde Lama, Orde Baru, hingga era
Reformasi, yang juga berdampak pada hukum. Di masa Orde Baru, misalnya, hukum
cenderung lebih represif dan berfungsi untuk mendukung pemerintahan yang otoriter.
Namun, setelah Reformasi, demokratisasi membawa perubahan signifikan, mendorong
terbentuknya undang-undang yang lebih melindungi hak asasi manusia, kebebasan
berpendapat, dan mengurangi campur tangan pemerintah yang berlebihan dalam
hukum.
5. Pengaruh Internasional
Di masa Hayati, Indonesia mulai bergabung dalam organisasi internasional, seperti
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan ASEAN. Perkembangan hukum internasional
mempengaruhi sistem hukum Indonesia, terutama dalam mengadopsi standar-standar
internasional dalam HAM, lingkungan hidup, perdagangan bebas, dan sebagainya.
Perjanjian dan konvensi internasional sering kali mengharuskan Indonesia
mengharmonisasikan hukum nasionalnya dengan ketentuan global.
6. Kesadaran Masyarakat Akan Keadilan dan Hak Asasi Manusia
Kesadaran akan hak-hak masyarakat terus meningkat, terutama setelah Reformasi.
Hayati mungkin menyaksikan betapa sulitnya memperjuangkan keadilan pada masa
lampau. Sekarang, masyarakat semakin berani menuntut keadilan, baik melalui media,
LSM, atau langsung melalui lembaga peradilan. Hal ini mendorong adanya reformasi
hukum yang lebih melindungi kepentingan rakyat, memberikan ruang bagi partisipasi
publik, dan menghapuskan hukum-hukum yang dianggap tidak adil.
Dengan demikian, cerita Hayati menunjukkan bahwa perubahan sistem hukum di
Indonesia sangat dipengaruhi oleh dinamika sosial, ekonomi, politik, teknologi, dan
tekanan global. Perubahan ini mengharuskan hukum Indonesia untuk terus beradaptasi
agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pertanyaan:
Anda merupakan tetua adat desa yang berada di daerah Timor, Mirzani saat ini
mendatangi Anda untuk meminta petunjuk mengenai apakah mantan suaminya masih
bisa menjadi bapak dari anaknya, bagaimana akibat hukumnya dan bagaimana
hubungan hukum adat keluarga mereka secara formil hukum adat?
Jawaban:
Jawaban sebagai Tetua Adat Desa di Timor
Mirzani, anak muda yang sedang menghadapi dilema yang cukup berat. Sebagai tetua
adat, aku akan mencoba memberikan pandangan dan petunjuk sebaik mungkin.
Mengenai Mantan Suami sebagai Bapak Anaknya
Dalam adat istiadat kita, ikatan perkawinan memiliki makna yang sangat sakral. Meski
kalian telah bercerai, jika anak yang dikandung Mirzani lahir dalam waktu yang relatif
dekat dengan perceraian, maka secara adat, mantan suami masih memiliki hubungan
darah dengan anak tersebut. Hal ini dikarenakan masa mengandung seorang
perempuan tidak sebentar, dan mungkin saja pembuahan terjadi sebelum perceraian.
Akibat Hukum dan Hubungan Hukum Adat Keluarga
Secara Hukum Adat:
Pengakuan Anak: Secara adat, anak tersebut akan tetap diakui sebagai keturunan dari
keluarga mantan suami. Ini berarti anak tersebut memiliki hak dan kewajiban yang
sama dengan anak-anak lain dalam keluarga tersebut.
Tanggung Jawab Mantan Suami: Mantan suami memiliki tanggung jawab untuk
memberikan nafkah kepada anak tersebut, baik berupa materi maupun spiritual.
Pertimbangan Masyarakat: Masyarakat akan tetap memandang anak tersebut sebagai
bagian dari keluarga mantan suami.
Secara Hukum Negara:
Pengakuan Anak: Hukum negara juga akan mengakui anak tersebut sebagai anak
biologis dari mantan suami. Ini berarti anak tersebut memiliki hak untuk mendapatkan
nama belakang ayah, warisan, dan hak-hak lainnya yang diatur dalam undang-undang.
Kewajiban Mantan Suami: Mantan suami juga memiliki kewajiban secara hukum untuk
memberikan nafkah kepada anak tersebut.
Saran untuk Mirzani:
Komunikasi dengan Mantan Suami: Cobalah untuk berkomunikasi dengan mantan
suami mengenai status anak yang akan lahir. Jelaskan situasi dan kondisi yang ada,
serta pentingnya dukungan dari kedua orang tua bagi anak.
Mencari Solusi Bersama: Carilah solusi terbaik yang menguntungkan semua pihak,
terutama anak yang akan lahir.
Mengikuti Proses Hukum: Jika ada perselisihan yang tidak dapat diselesaikan secara
musyawarah, jangan ragu untuk menempuh jalur hukum.
Pesan untuk Mirzani:
Situasi yang kamu hadapi memang sulit, namun ingatlah bahwa anak adalah anugerah.
Berpikirlah yang terbaik untuk masa depan anakmu. Sebagai seorang ibu, kamu
memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan anakmu. Jangan ragu untuk
meminta dukungan dari keluarga dan masyarakat sekitar. Sebagai tetua adat, aku akan
selalu siap membantu jika kamu membutuhkan.
Catatan:
Khusus untuk kasus ini, sebaiknya Mirzani juga berkonsultasi dengan pihak berwenang
(seperti kepala desa, tokoh agama, atau pengacara) untuk mendapatkan nasihat
hukum yang lebih komprehensif.
Setiap adat istiadat memiliki aturan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penjelasan di
atas adalah gambaran umum berdasarkan adat istiadat di daerah Timor.