0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
647 tayangan26 halaman

Salin1 MAKALAH

Diunggah oleh

Romi van wilson
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
647 tayangan26 halaman

Salin1 MAKALAH

Diunggah oleh

Romi van wilson
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA

“Pancasila dalam kehidupan Global”

Disusun oleh :
Kelompok 2

•Ersa Afrila husniyah (Ketua) [08]


• Ratu (Anggota) [24]
•Aldi (Anggota) [04]
• Dedek suherman ( Anggota) [07]
• M. Fahri Febriansyah ( Anggota)
•M. Naufal (Anggota)

Guru bidang Studi:


Ahmad darius, S.H

SMAN 9 Tanjung Jabung Timur, Jalan lintas lagan, No 01, Kelurahan Tanjung Solok,
Kecamatan Kuala jambi

Tahun 2024
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah
menganugerahkan kekuatan lahir dan batin, petunjuk serta keridhoannya untuk kami
dan rekan-rekan kelompok dalam menyelesaikan tugas Makalah ini. Tugas Makalah
ini merupakan salah satu tugas sekolah yang diberikan kepada kami dari Bapak
Ahmad darius, S.Pd kami yang dijadikan sebagai tugas akhir semester yang harus
diselesaikan untuk menjadi syarat mengikuti ujian akhir semester genap. Adapun
tema dari tugas kami ini yaitu bertemakan “Pancasila Dalam kehidupan Global”

Tugas akhir makalah kami ini berjudul “ Pancasila dalam kehidupan global”
yang dibuat berdasarkan hasil diskusi kesepakatan yang telah ditetapkan oleh seluruh
rekan-rekan kelompok kami dan bapak Ahmad darius, S.pd dengan berbagai
pertimbangan. Tugas yang telah diselesaikan ini tentunya memiliki sejumlah
perjuangan dalam penciptaannya mulai dari diskusi awal, pemilihan topik,judul
hingga penentuan teori serta metodologi sampai pada tahap penelitian yang
sebenarnya. Kami berterima kasih kepada seluruh dukungan, motivasi serta bantuan
yang diberikan oleh teman-teman, rekan-rekan kelompok serta kerja sama kelompok
lain dan tentunya para informan yang telah berpartisipasi

Kami menyadari sepenuhnya bahwa Karya Tulis Makalah ini masih memiliki
sejumlah kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan yang sebenarnya. Untuk itu,
kami mengharapkan berbagai bentuk komentar,kritik serta rekomendasi atau saran
yang dapat membangun penulisan buku kami ini. Semoga pembahasan yang kami
berikan ini dapat bermanfaat bagi siswa-siswi XII Fase F 3 SMAN 9 Tanjab Timur
pada khususnya dan pada seluruh siswa-siswi SMA N 9 Tanjung Jabung Timur pada
umumnya.

Tanjung Solok, 4 November 2024

Penulis
PAGE \* MERGEFORMAT 21
PAGE \* MERGEFORMAT 21
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................................ii
BAB 1 PENDAHULUAN............................................................................................1
A. latar belakang......................................................................................................1
B. Rumusan Masalah...............................................................................................2
C. Tujuan Pembuatan makalah................................................................................2
D. Kegunaan Penelitian............................................................................................3
BAB ll PEMBAHASAN..............................................................................................4
A. Kekuatan dan Kelemahan Masyarakat Indonesia dalam Kehidupan Global......5
B. Sumber daya alam...............................................................................................7
C. Populasi besar......................................................................................................8
D. Letak geografis strategis.....................................................................................9
BAB lll KESIMPULAN DAN SARAN.....................................................................21
A. Kesimpulan.......................................................................................................21
B. Saran..................................................................................................................21

PAGE \* MERGEFORMAT 21
BAB 1
PENDAHULUAN

A. latar belakang

Era globalisasi saat ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat
Indonesia. Dalam berbagai aspek kehidupan, era globalisasi menjadi tantangan yang
serius bagi Indonesia mengingat sumber daya manusia yang dimiliki masih menjadi
kendala utama dalam menghadapi tantangan sekaligus peluang yang ada, kendala
tersebut datang dari latar belakang pendidikan masyarakat yang masih rendah. Hal ini
tentu menjadi permasalahan yang serius karena arus globalisasi membawa pengaruh
yang sangat besar, dalam konteks tertentu era globalisasi dapat berdampak positif dan
negatif bagi masyarakat.
Latar belakang pendidikan masyarakat Indonesia yang saat ini masih dalam kategori
rendah setidaknya menjadikan masalah bagi masyarakat itu sendiri, karena faktor
pendidikan yang rendah akan menjadi penyebab sulitnya masyarakat beradaptasi
dengan era globalisasi. Pendidikan menjadi bagian yang penting dalam membentuk
suatu kecakapan fundamental, baik kecakapan intelektual maupun emosional, sebab
pendidikan juga merupakan suatu proses internalisasi budaya baik pada diri sendiri
ataupun pada masyarakat. Selaras dengan pemikiran tersebut, Muslich (2011 : 69)
mengatakan bahwa pendidikan bukan hanya sarana untuk transfer ilmu pengetahuan
saja melainkan lebih luas lagi yaitu, sebagai sarana pembudayaan dan penyaluran nilai
(enkulturasasi dan sosialisasi).

Lebih lanjut, nilai-nilai sosial dan budaya yang semakin mengalami degradasi
ditengah-tengah masyarakat disinyalir selain dampak dari arus globalisasi juga
disebabkan karena latar belakang pendidikan masyarakat yang sebagian besar masih
rendah. Khususnya nilai-nilai yang tertuang dalam pancasila, masyarakat tidak lagi
menganggap bahwa nilai-nilai tersebut merupakan fondasi dalam menjalankan
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini tentu menjadikan sebuah
fenomena yang sangat memprihatinkan, mengingat Indonesia sejak merdeka telah
mencetuskan pancasila sebagai dasar negara.
Berbicara mengenai nilai, maka nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila memiliki
arti yang penting dan mendalam baik itu secara historis maupun pengamalannya
dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai pancasila seyogyanya merupakan
landasan dan dasar negara, serta cita-cita dalam melakukan segala sesuatu, baik dalam
kehidupan sehari-hari, kehidupan bermasyarakat maupun bernegara.
Menurut Widjaja (1984 : 4) mengatakan pancasila mengandung nilai-nilai yang
universal (bersifat umum) yang dikembangkan dan berkembang dalam pribadi
manusia sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk
sosial. Selaras dengan pendapat tersebut, Kaelan (2002 : 47) mengatakan bahwa
bangsa Indonesia sebagai kausa materialis dari Pancasila. Pandangan hidup dan
filsafat hidup tersebut merupakan kristalisasi nilai-nilai yang diyakini kebenarannya
PAGE \* MERGEFORMAT 21
oleh bangsa Indonesia yang menimbulkan tekat bagi dirinya untuk mewujudkannya
dalam sikap tingkahlaku dan perbuatannya.

Oleh karena itu, nilai-nilai yang tertuang dalam Pancasila seharusnya tertanam pada
seseorang sejak seseorang tersebut mulai berinteraksi dengan dunia luar. Jika
seseorang dapat menanamkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, maka
seseorang akan dapat menjiwai Pancasila itu sendiri. Dengan demikian implementasi
nilai-nilai Pancasila ini dapat membangkitkan kesadaran akan dirinya atas
tanggungjawab pribadi dan masyarakat. Salah satu contohnya, tanggungjawab yang
harus di laksanakan oleh masyarakat adalah sadar akan hukum yang berlaku saat ini.
Karena dengan kesadaran hokum dapat menciptakan keseimbangan, keselarasan dan
keserasian kehidupan masyarakat atas dasar kesadaran hukum yang berlaku.
Pancasila bukan sekedar symbol persatuan dan kebanggaan bangsa, tetapi, Pancasila
adalah acuan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila tidak
akan memiliki makna tanpa pengamalan. Oleh karena itu, setiap warga masyarakat
wajib mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mengamalkan
nilai-nilai Pancasila tidaklah melihat latar belakang pendidikannya karena
sesungguhnya penanaman dan impelementasi nilai-nilai pancasila dilakukan oleh
seluruh lapisan masyarakat, baik masyarakat yang memiliki latar belakang pendidikan
yang rendah maupun latar belakang yang tinggi.

B. Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi permasalahan yang akan diKaji oleh penulis adalah
Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan global(Studi Analisis Pelajar
SMAN 9 Tanjung Jabung Timur) dengan rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana implementasi nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat bagi pelajar


SMAN 9 Tanjung Jabung Timur
2. Apa faktor pendukung dan penghambat pelajar SMA atau Kehidupan global dalam
mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila?
3. Bagaimana menelaah peluang dan tantangan penerapan Pancasila dalam kehidupan
global
4. Bagaimana cara mengkaji peluang dan tantangan dalam konteks nasional dan
global
5. Bagaimana cara menganalisis peran Pancasila dalam mengatasi berbagai tantangan
6. Bagaimana cara menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam skala nasional dan global

C. Tujuan Pembuatan makalah


1. Untuk mengetahui implementasi nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat bagi
kehidupan global
2. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelajar SMA atau sederajat
dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.
3. auntuk mengetahui cara menelaah peluang dan tantangan penerapan Pancasila
dalam kehidupan global
PAGE \* MERGEFORMAT 21
4. Untuk mengetahui cara mengkaji peluang dan tantangan dalam konteks nasional
dan global
5. Untuk menganalisis peran Pancasila dalam mengatasi berbagai tantangan
6. untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam skala nasional dan global

D. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk pengembangan keilmuan, secara konseptual upaya yang dilakukan
oleh masyarakat dalam mengimplementasikan nilai-nilai pancasila merupakan
hasanah praktis yang dapat memperkaya teori tentang pentingnya penanaman nilai-
nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

PAGE \* MERGEFORMAT 21
BAB ll
PEMBAHASAN

1.1 Keterkaitan Ideologi dengan globalisasi

Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai sejarah dan asas ideologi
yang digunakan dalam aktivitas berbangsa dan bernegaranya, berlainan dengan
negara-negara lain di dunia. Pancasila diangkat menjadi ideologi bangsa Indonesia
dikarenakan oleh nilai-nilai yang tercantum di dalam Pancasila merupakan nilai-nilai
asli dari kepribadian bangsa Indonesia itu sendiri.
Pancasila merupakan dasar negara serta pemikiran hidup bangsa Indonesia dalam
berbangsa dan bernegara dan dijadikan pedoman atau patokan dalam mendirikan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dasar negara yaitu Pancasila tersebut
dapat direalisasikan pada hukum-hukum yang ada di Indonesia dengan
menjadikannya sebagai induk dari semua hukum yang sudah berlaku
di Indonesia. Sementara itu, Pancasila sebagai pemikiran hidup Indonesia digunakan
untuk menjadi sebuah dasar untuk semua masyarakat di Indonesia dalam
aktivitas sehari-hari yang dijalaninya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa
peranan Pancasilaadalah sebagai dasar untuk mengontrol keberlangsungan
ketatanegaraan negara pada bagian ideologi, politik, social budaya, ekonomi, serta
pertahanan dan keamanan. Nilai-nilai pancasila sangat penting untuk warga
negara Indonesia pada saat melakukan aktivitasnya sehari-hari. Karena semua nilai
yang terdapat di dalam pancasila adalah nilai-nilai luhur yang mencirikan atau
menandakan jati diri bangsa Indonesia.Pembukaan Undang Undang Dasar tahun 1945
menunjukan bahwa pancasila yang kedudukannya sebagai ideologi indonesia yang
menjadi inti dari NKRI, dan semua itu harus dijalankan atau diterapkan dengan tetap
pada aktivitas bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Namun seiring berkembangnya zaman, nilai-nilai pancasila mulai luntur dalam
setiap aktivitas yang dilakukan oleh setiap warga negara, terlebih lagi kini sudah
memasuki era globalisasi, dimana pada era ini ilmu pengetahuan serta teknologi sudah
berkembang sangat pesat. Perkembangan teknologi di era globalisasi ini dapat
mengikis nilai-nilai dari pancasila dalam bermasyarakat. Pada era globalisasi, semua
budaya ataupun ideologi yang berasal dari negara luar dapat masuk ke Indonesia
dengan sangat mudah. Globalisasi merupakan gejala mengglobalnya sosio-cultural
antar bangsa sehingga kultur antar bangsa yang ada di Dunia seolah-olah melebur
menjadi kultur dunia (global). Akibatnya hubungan antar bangsa
semakin dekat. Di era globalisasi ini peran pancasila sudah tentu sangat penting guna
untuk menjaga eksistensi kepribadian bangsa Indonesia, karena dengan adanya
globalisasi, batasan-batasan diantara negara seolah tidak terlihat, sehingga
menyebabkan berbagai macam kebudayaan asing dapat masuk dengan mudah ke
masyarakat.
Hal ini dapat memberikan dampak positif serta negatif bagi bangsa Indonesia,
jika kita dapat menyaring dengan baik berbagai hal yang muncul dari dampak

PAGE \* MERGEFORMAT 21
globalisasi, tentunya globalisasi ini akan menjadi suatu hal yang positif karena dapat
menambah wawasan dan dapat mempererat hubungan antar bangsa dan negara di
dunia, sedangkan dampak negatif dari globalisasi sendiri dapat merusak moral bangsa
dan eksistensi kebudayaan di Indonesia. Berdasarkan pernyataan diatas, generasi
muda sebagai pilar bangsa diharapkan dapat memiliki jiwa patriotisme dan
nasionalisme dengan tetap bertahan pada nilai-nilai budaya bangsa Indonesia
meskipun sudah banyak budaya asing yang masuk di negara Indonesia.
Dengan berlandaskan pancasila, diharapkan pengaruh budaya asing bisa disaring
sehingga nantinya generasi muda dapat menjadi generasi yang benar-benar cinta pada
tanah air Indonesia apapun kondisinya. Di era globalisasi ini pancasila sangat
diperlukan dalam usaha membatasi diri untuk memilih budaya mana yang dapat
dipilih serta dapat berguna untuk kehidupan bangsa Indonesia. Selain itu, diperlukan
juga adanya kesadaran untuk menyikapi globalisasi secara bijak, supaya dapat
memberikan pengaruh baik serta manfaat untuk perkembangan dan kemajuan bangsa
Indonesia. Globalisasi adalah siklus yang menggabungkan penyebab, tujuan, dan hasil
rekonsiliasi publik dan social, serta hasil latihan manusia dan non-
manusia. Era perkembangan zaman saat ini juga mengharuskan kita supaya
dapat memperjuangkan kembali dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai dalam
pancasila, supaya kelak generasi penerus bangsa senantiasa mengamalkan nilai luhur
yang tercantum dalam pancasila.

A. Kekuatan dan Kelemahan Masyarakat Indonesia dalam Kehidupan Global

sebagai individu dan bagian dari warga Negara Indonesia dalam kehidupan global
serta menemukan peluang dari tantangan-tantangan yang ada untuk mengusahakan
kehidupan yang lebih baik. Untuk menghadapi tantangan- tantangan tersebut,
diperlukan peran nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menilai tiap tantangan
untuk menemukan peluang yang tepat.

Untuk dapat memahami dan memetakan berbagai tantangan dan peluang terkait
implementasi atau pelaksanaan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan global,
diperlukan model analisis sederhana yang dikenal sebagai analisis SWOT (SWOT
analysis). Analisis SWOT adalah metode analisis perencanaan strategis yang
digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi lingkungan sebuah lembaga, termasuk
negara, baik lingkungan eksternal maupun internal untuk suatu tujuan usaha tertentu.
Analisis SWOT merupakan analisis sederhana yang terbentuk dari empat faktor,
yakni kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan
ancaman (threats) dalam mencapai sebuah tujuan.

Analisis SWOT digunakan dengan cara menganalisis dan mengelompokkan berbagai


hal yang dapat memengaruhi keempat faktor tersebut (SWOT). Dalam hal
kepentingan bangsa Indonesia terkait penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan
global, SWOT dapat dianalisis sebagai berikut.

PAGE \* MERGEFORMAT 21
1. Kekuatan (strengths) yang dimiliki bangsa Indonesia untuk memperoleh
keuntungan dari peluang (opportunities) yang ada.
2. Kelemahan (weaknesses) pada bangsa Indonesia yang dapat mencegah keuntungan
dari peluang (opportunities) yang ada.
3. Kekuatan (strengths) yang dimiliki bangsa Indonesia untuk menghadapi berbagai
ancaman (threats) yang ada.
4. Kelemahan (weaknesses) bangsa Indonesia yang dapat memicu ancaman (threats)
menjadi nyata, bahkan menimbulkan sebuah ancaman baru.

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, bahwa kekuatan dan kelemahan dalam analisis


SWOT merupakan faktor internal, sehingga kajiannya mengenai hal-hal yang dimiliki
oleh bangsa Indonesia dapat menjadi kekuatan dan modal bagi bangsa Indonesia
untuk menghadapi kehidupan global.

1. Kekuatan (Strengths)
Terdapat beberapa hal yang dianggap sebagai kekuatan dan modal bangsa Indonesia
dalam menghadapi kehidupan global, yaitu sebagai berikut.

a. Keberagaman

Indonesia memiliki beragam budaya, bahasa, dan agama yang menciptakan warisan
budaya yang kaya dan di wilayah dengan sumber daya manusia yang beragam. Salah
satu unsur penting yang membentuk identitas suatu bangsa adalah budayanya. Budaya
adalah salah satu aspek esensial yang membentuk identitas bangsa. Di Indonesia,
budaya memiliki peran yang sangat signifikan dalam membentuk kekuatan bangsa.
Beberapa hal yang menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi kekuatan bangsa
Indonesia adalah sebagai berikut.

1) Keberagaman budaya
Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok suku bangsa yang berbicara dalam
berbagai bahasa dan memiliki budaya yang beragam. Keanekaragaman ini menjadi
sumber kekayaan budaya Indonesia yang berperan untuk menciptakan keragaman
seni, musik, tarian, dan kuliner. Keragaman tersebut memberikan daya tarik bagi
wisatawan dan memperkaya budaya Indonesia.
2) Identitas nasional
Budaya adalah salah satu elemen yang mendefinisikan identitas nasional Indonesia.
Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tapi tetap satu), dan semangat gotong
royong merupakan nilai-nilai yang mempersatukan bangsa Indonesia dengan segala
keberagaman budayanya.
3) Perekat sosial
Budaya memainkan peran penting dalam memperkuat ikatan sosial di antara
masyarakat Indonesia. Tradisi seperti gotong royong, silaturahmi, dan perayaan
bersama dapat memperkuat rasa persatuan dan solidaritas.
4) Warisan budaya
PAGE \* MERGEFORMAT 21
Warisan budaya, termasuk situs bersejarah, pura, candi, dan seni tradisional dapat
memperkaya pengetahuan sejarah dan arkeologi serta menjadi sumber kebanggaan
nasional. Mempelajari dan melestarikan warisan budaya adalah upaya untuk
mewariskan nilai-nilai dan pengetahuan kepada generasi selanjutnya.
5) Diplomasi budaya
Budaya juga dapat digunakan sebagai alat diplomasi. Pemerintah Indonesia sering
kali menggunakan seni, tarian, dan kuliner tradisional untuk mempromosikan
hubungan baik dengan negara lain serta mengenalkan budaya Indonesia di tingkat
internasional.
6) Pariwisata
Budaya Indonesia menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara. Destinasi
wisata budaya seperti Borobudur, Bali, dan Yogyakarta telah menarik jutaan
wisatawan ke Indonesia setiap tahunnya. Pariwisata memberikan kontribusi besar
terhadap perekonomian negara.
7) Ekonomi kreatif
Budaya juga berperan dalam pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Seni,
kerajinan, musik, dan industri kreatif lainnya memberikan peluang pekerjaan dan
sumber pendapatan bagi banyak orang. Secara keseluruhan, budaya adalah kekuatan
utama Indonesia dalam membentuk identitas, memperkuat persatuan, dan
mempromosikan negara di tingkat internasional. Keberagaman budaya Indonesia
adalah sumber kekayaan dan potensi besar bagi bangsa Indonesia dalam berbagai
aspek kehidupan.

B. Sumber daya alam


Indonesia kaya akan sumber daya alam, di antaranya sumber daya tambang, hutan,
dan kelautan yang memiliki potensi besar untuk pengembangan ekonomi. Sumber
daya alam merupakan salah satu kekayaan Indonesia yang memiliki potensi besar
dalam membentuk kekuatan bangsa. Indonesia memiliki beragam sumber daya alam
yang berkontribusi signifikan dalam berbagai sektor ekonomi. Sumber daya alam
yang dapat dimanfaatkan untuk kekuatan bangsa Indonesia adalah sebagai berikut.

1) Pertanian
Indonesia memiliki lahan subur yang sangat cocok untuk pertanian, seperti padi,
kelapa sawit, karet, dan jenis tanaman lainnya. Hasil pertanian ini memberikan
kontribusi penting dalam penyediaan pangan domestik dan ekspor produk pertanian.
2) Pertambangan
Indonesia memiliki sumber daya mineral yang melimpah, seperti batu bara, bijih
nikel, timah, tembaga, dan emas. Pertambangan adalah sektor ekonomi yang penting
dan berperan dalam peningkatan pendapatan negara.
3) Perikanan
Lautan Indonesia adalah salah satu wilayah perikanan terbesar di dunia. Sumber
daya perikanan yang melimpah, seperti ikan, udang, dan lobster menjadi sumber
pangan dan pendapatan masyarakat pesisir.
PAGE \* MERGEFORMAT 21
4) Energi terbarukan
Potensi energi terbarukan di Indonesia, seperti panas bumi, tenaga surya, dan tenaga
angin yang sangat besar. Pemanfaatan sumber daya alam bertujuan untuk
menghasilkan energi hijau sebagai langkah penting dalam mengurangi ketergantungan
pada energi fosil dan mengurangi dampak lingkungan.
5) Hutan dan kehutanan
Hutan hujan tropis Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia dan memiliki
keanekaragaman hayati yang tinggi. Hutan ini memiliki potensi dalam penyediaan
kayu, hasil hutan nonkayu, serta layanan lingkungan, seperti pelestarian
keanekaragaman hayati dan mitigasi perubahan iklim.
6) Pariwisata
Keindahan alam Indonesia, termasuk pulau-pulau eksotis, pantal, pegunungan, dan
taman nasional adalah daya tarik bagi pariwisata. Pariwisata adalah salah satu sektor
yang berkembang pesat dan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian
Indonesia.
7) Sumber daya laut
Selain perikanan, laut Indonesia memiliki sumber daya seperti minyak bumi, gas
alam, dan mineral bawah laut, Eksploitasi sumber daya ini menjadi sumber
pendapatan penting bagi negara.

Pemanfaatan sumber daya alam harus diiringi dengan pengelolaan yang


berkelanjutan dan tanggung jawab lingkungan. Selain itu, perlu adanya kebijakan
yang mendukung pemanfaatan sumber daya alam secara adil dan merata bagi seluruh
masyarakat Indonesia. Sumber daya alam yang dikelola dengan baik dapat menjadi
landasan ekonomi dan kekuatan bangsa Indonesia jika digunakan secara bijaksana.

C. Populasi besar

Indonesia merupakan negara dengan populasi penduduk terbesar keempat setelah


Tiongkok, India, dan Amerika Serikat dengan lebih dari 270 juta penduduk. Indonesia
memiliki pasar dalam negeri yang besar dan potensial untuk pertumbuhan bisnis.
Populasi yang besar dapat menjadi salah satu faktor kekuatan bangsa Indonesia jika
dikelola dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal. Terlebih bangsa Indonesia
diperkirakan pada tahun 2030 sampai 2040 akan mendapatkan bonus demografi,
yakni masa ketika penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih besar dibanding
usia nonproduktif (di bawah 15 tahun dan 65 tahun ke atas) dengan proporsi lebih dari
60 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Beberapa hal yang menunjukkan
bahwa populasi yang besar dapat menjadi kekuatan bangsa Indonesia adalah sebagai
berikut.

1) Sumber daya manusia


Populasi yang besar berarti ketersediaan sumber daya manusia berlimpah. Jika
diberdayakan melalui pendidikan dan pelatihan, sumber daya manusia dapat menjadi
kekuatan dalam berbagai sektor ekonomi, termasuk industri, pertanian, pendidikan,
PAGE \* MERGEFORMAT 21
dan kesehatan.
2) Pasar dalam negeri
Populasi yang besar menciptakan pasar dalam negeri yang besar. Hal ini menjadi
daya tarik bagi investor dan produsen karena mereka dapat menjangkau konsumen
dalam skala yang besar di Indonesia dan berpotensi meningkatkan pertumbuhan
ekonomi.
3) Potensi kreatif dan inovasi
Populasi yang besar menciptakan keragaman ide, kreativitas, dan inovasi. Hal ini
dapat membantu dalam pengembangan industri kreatif, seni, budaya, teknologi, dan
sains.
4) Diplomasi dan pengaruh regional
Dengan populasi yang besar, Indonesia memiliki kekuatan diplomasi dan pengaruh
regional yang lebih besar di Asia Tenggara dan dunia. Indonesia dapat menjadi
pemegang kunci dalam berbagai forum internasional dan regional.
5) Keamanan dan pertahanan
Populasi yang besar dapat menjadi sumber daya manusia untuk keamanan dan
pertahanan nasional. Tentara dan aparat keamanan yang kuat dapat membantu
menjaga kedaulatan negara.
6) Tenaga kerja migran
Populasi yang besar juga menciptakan potensi untuk tenaga kerja migran yang
ditempatkan di luar negeri. Remitansi yang dikirim oleh tenaga kerja migran menjadi
sumber pendapatan penting bagi banyak keluarga di Indonesia.

D. Letak geografis strategis


Indonesia terletak di persimpangan lintasan perdagangan global yang menjadikannya
sebagai lokasi strategis untuk investasi dan perdagangan internasional. Letak
geografis Indonesia memiliki peran penting dalam membentuk kekuatan bangsa yang
dapat dijelaskan sebagai berikut.
1) Kawasan maritim
Indonesia terletak di salah satu wilayah maritim terbesar di dunia yang mencakup
ribuan pulau dan memiliki garis pantai yang panjang. Hal ini memberikan potensi
besar dalam hal perdagangan maritim, perikanan, dan pariwisata pantai.
2) Jalur laut strategis Selat
Malaka adalah salah satu jalur laut paling penting di dunia yang menghubungkan
Laut Andaman (Samudra Hindia) dan Laut Natuna (Samudra Pasifik). Indonesia
memegang kendali atas sebagian besar wilayah ini. Hal ini memberikan pengaruh
kepada Indonesia sebagai negara dengan posisi yang strategis dalam perdagangan dan
keamanan maritim regional.
3) Keanekaragaman alam
Letak geografis Indonesia yang luas menciptakan beragam ekosistem dan
keanekaragaman hayati yang tinggi. Hutan hujan tropis, pegunungan, dan pulau-pulau
yang indah adalah daya tarik bagi pariwisata alam dan ekowisata.
4) Potensi energi terbarukan

PAGE \* MERGEFORMAT 21
Letak geografis Indonesia di kawasan tropis memberikan potensi besar untuk energi
terbarukan, seperti tenaga surya, tenaga angin, dan panas bumi. Hal ini dapat
membantu Negara Indonesia beralih ke sumber energi yang berkelanjutan.
5)Hubungan diplomatik regional
Indonesia adalah anggota aktif dalam berbagai organisasi regional, seperti ASEAN
(Association of Southeast Asian Nations). Selain itu, Indonesia memiliki peran
penting dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.
6) Sumber daya alam
Letak geografisnya menjadikan Indonesia memiliki wilayah yang kaya akan sumber
daya alam sehingga memiliki potensi ekonomi yang besar, seperti di sektor pertanian,
perikanan, dan pertambangan. Hal ini dapat membantu Negara Indonesia dalam
pemenuhan kebutuhan pangan, pendapatan ekspor, dan pertumbuhan ekonomi.

e. Pancasila
Pancasila adalah seperangkat prinsip yang menjadi dasar negara dalam berbangsa
dan bernegara, pandangan hidup bangsa (way of life), ideologi bangsa, dan pemersatu
bangsa yang menjadi landasan untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, yakni
masyarakat yang adil dan makmur sesuai amanat UUD NRI Tahun 1945. Pancasila
memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat bangsa Indonesia. Terdapat
beberapa alasan Pancasila dianggap sebagai kekuatan bangsa Indonesia, yaitu sebagai
berikut.

1) Bersatunya keberagaman
Pancasila menghargai keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa di Indonesia.
Dalam hal ini, Pancasila berperan mempersatukan beragam kelompok masyarakat
dalam satu kesatuan nasional. Pancasila menekankan persatuan dalam keragaman
yang menjadi landasan bagi perdamaian dan stabilitas dalam negara dengan penduduk
yang sangat beragam.
2) Keberpihakan pada keadilan sosial
Salah satu prinsip Pancasila adalah keadilan sosial. Prinsip ini mendorong
pemerintah dan masyarakat untuk berusaha menciptakan kondisi sosial yang adil.
Pancasila membantu melindungi hak-hak rakyat serta mendorong distribusi sumber
daya dan kesempatan bagi setiap individu secara merata untuk mengurangi
kesenjangan sosial dan ekonomi.
3) Mempromosikan kebebasan dan demokrasi
Pancasila memberikan dasar bagi sistem demokrasi di Indonesia. Hal tersebut
mencakup hak-hak dasar individu, kebebasan berbicara, dan hak untuk memilih
pemimpin melalui pemilihan umum. Pancasila mendukung sistem politik yang
berdasarkan kehendak rakyat.
4) Kepatuhan terhadap hukum dan kedamaian
Pancasila menekankan pentingnya menjunjung hukum. Hal ini dimaksudkan untuk
mencegah konflik dan kekacauan, serta memberikan dasar hukum untuk menjaga
ketertiban dalam masyarakat.
5)Menghargai kebinekaan budaya
PAGE \* MERGEFORMAT 21
Pancasila mendorong penghormatan terhadap budaya dan tradisi lokal. Hal ini
penting dalam mempertahankan keanekaragaman budaya Indonesia dan mencegah
penghilangan identitas budaya yang berharga.
6)Pendidikan dan pembinaan kebangsaan
Pancasila diajarkan di sekolah sebagai bagian dari pendidikan kebangsaan. Hal ini
membantu membentuk kesadaran nasional dan rasa cinta terhadap tanah air.
7)Kedaulatan dan kemandirian
Pancasila juga mencakup prinsip kemandirian dan kedaulatan negara. Hal ini
mencerminkan semangat kemerdekaan dan kemandirian Indonesia sebagai sebuah
negara.

Pancasila sebagai ideologi negara, bukan hanya sebagai panduan bagi pemerintah,
melainkan juga menjadi landasan moral bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pancasila
memainkan peran penting dalam memperkuat persatuan dan kestabilan di tengah
keberagaman yang luar biasa, serta dalam mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan,
keadilan, dan demokrasi.

2.Kelemahan (Weaknesses)

Selain memiliki kekuatan, terdapat beberapa persoalan yang dapat melemahkan


bangsa Indonesia dalam menghadapi kehidupan global. Persoalan yang menjadi
kelemahan tersebut harus diatasi agar tidak mengganggu proses pembangunan bangsa.
Adapun beberapa kelemahan yang saat ini dimiliki oleh bangsa Indonesia, antara lain
sebagai berikut.

a. Ketidaksetaraan ekonomi
Ketidaksetaraan dalam distribusi kekayaan dan kesempatan ekonomi masih menjadi
masalah yang krusial. Ketidaksetaraan ekonomi merujuk pada ketidakseimbangan
distribusi kekayaan, pendapatan, dan peluang ekonomi di berbagai lapisan masyarakat
atau daerah di Indonesia. Terdapat beberapa aspek penting yang menunjukkan
ketidaksetaraan ekonomi di Indonesia, yaitu sebagai berikut.

1) Pendapatan dan kekayaan yang tidak merata


Sebagian besar kekayaan dan pendapatan terkonsentrasi di tangan segelintir orang
atau perusahaan besar, sedangkan sebagian besar masyarakat Indonesia hidup dalam
kemiskinan atau di bawah garis kemiskinan.
2) Kesenjangan antardaerah
Ketidaksetaraan ekonomi juga tecermin dalam perbedaan pendapatan dan tingkat
perkembangan ekonomi pada setiap wilayah di Indonesia. Misalnya, Pulau Jawa dan
Bali memiliki tingkat perkembangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pulau-
pulau lainnya.
3) Akses layanan dasar terbatas
Orang-orang yang berada di lapisan masyarakat yang kurang beruntung sering kali
memiliki akses terbatas atau bahkan tidak memiliki akses sama sekali terhadap
PAGE \* MERGEFORMAT 21
layanan dasar, seperti pendidikan, perawatan kesehatan, air bersih, dan sanitasi.
4) Tingkat pengangguran dan ketidakpastian pekerjaan
Tingkat pengangguran yang tinggi, terutama di kalangan pemuda, dan
ketidakpastian pekerjaan dapat mengakibatkan kemiskinan dan ketidaksetaraan
ekonomi yang lebih besar. Realitas kemiskinan yang ada membuat masyarakat rentan
terhadap tindak kejahatan dan kriminalitas, baik sebagai pelaku maupun korban. Hal
ini dapat mengganggu keamanan masyarakat dan stabilitas nasional.

Untuk mengatasi ketidaksetaraan ekonomi, pemerintah Indonesia perlu mengambil


berbagai langkah, termasuk kebijakan yang mendukung distribusi kekayaan yang
lebih adil, investasi dalam pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan
keterampilan masyarakat, serta mempromosikan inklusi ekonomi dan kesetaraan
gender. Selain itu, penciptaan lapangan kerja yang lebih banyak dan stabilitas
ekonomi juga dapat membantu mengurangi ketidaksetaraan ekonomi di Indonesia.

b. Infrastruktur yang kurang memadai


infrastruktur transportasi dan energi yang kurang berkembang dapat menjadi
hambatan untuk pertumbuhan ekonomi. Beberapa contoh aspek infrastruktur yang
masih belum memadai, yaitu sebagai berikut.
1) Transportasi dan jaringan jalan
Sebagian besar jalan di Indonesia masih dalam kondisi buruk, terutama di luar Pulau
Jawa. Jaringan transportasi darat yang tidak memadai dapat menghambat pergerakan
barang dan orang, serta meningkatkan biaya logistik.
2) Infrastruktur pelabuhan dan bandar udara
Meskipun ada upaya untuk meningkatkan infrastruktur seperti pelabuhan dan
bandar udara (bandara) di berbagai kota besar, sebagian wilayah masih kekurangan
infrastruktur pelabuhan dan bandara. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan
perdagangan dan pariwisata. Kekurangan infrastruktur tersebut dapat menghambat
pertumbuhan ekonomi, memperlambat pengembangan daerah, dan mengurangi daya
saing Indonesia di tingkat global. Selain itu, ketidakcukupan infrastruktur juga dapat
menyebabkan peningkatan biaya operasional bagi bisnis dan masyarakat.
3) Listrik dan energi
Permasalahan pasokan listrik dan infrastruktur energi masih terjadi pada beberapa
wilayah di Indonesia. Hal ini dapat membatasi pertumbuhan industri dan layanan
yang bergantung pada pasokan listrik dan energi yang stabil.
4) Telekomunikasi
Meskipun ada perkembangan dalam infrastruktur telekomunikasi, akses internet
cepat dan terjangkau masih tidak merata di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dapat
menghambat konektivitas digital dan pertumbuhan ekonomi di era digital.
5) Air bersih dan sanitasi
Beberapa wilayah di Indonesia masih kekurangan akses untuk memperoleh air bersih
yang aman dan fasilitas sanitasi yang memadai. Hal ini dapat menyebabkan masalah
kesehatan masyarakat dan pencemaran lingkungan.
6) Pendidikan dan kesehatan
PAGE \* MERGEFORMAT 21
Infrastruktur pendidikan dan kesehatan juga perlu perbaikan. Kurangnya fasilitas
pendidikan dan kesehatan yang memadai dapat memengaruhi akses masyarakat ke
layanan penting ini.

Untuk mengatasi kelemahan infrastruktur, pemerintah Indonesia telah meluncurkan


berbagai program pembangunan infrastruktur, seperti program pembangunan jalan tol,
pelabuhan, bandara, dan proyek-proyek energi. Investasi dalam infrastruktur tersebut
diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, meningkatkan produktivitas, dan
mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi antara
pemerintah dengan sektor swasta serta pemberdayaan daerah-daerah yang tertinggal
juga merupakan bagian dari upaya untuk mengatasi kekurangan infrastruktur di
Indonesia.

c. Korupsi
Korupsi masih menjadi masalah yang krusial di Indonesia karena dapat menghambat
perkembangan ekonomi dan investasi. Terdapat beberapa hal yang menunjukkan
bahwa korupsi merupakan persoalan yang menjadi ancaman bangsa Indonesia, yaitu
sebagai berikut.
1) Merugikan perekonomian
Korupsi dapat menguras sumber daya negara, mengurangi anggaran untuk program-
program sosial, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang ditujukan untuk
kesejahteraan masyarakat. Dampaknya adalah pertumbuhan ekonomi yang lambat,
ketidaksetaraan ekonomi, dan kemiskinan yang tidak teratasi.
2) Menghambat pembangunan
Korupsi dapat menghambat pembangunan nasional karena mengakibatkan alokasi
investasi, inovasi, dan pertumbuhan sektor swasta tidak berjalan dengan baik. Hal ini
membuat Indonesia sulit untuk mencapai potensinya sebagai negara berkembang.
3) Merusak institusi
Korupsi merusak integritas dan kredibilitas lembaga- lembaga pemerintah, termasuk
kepolisian, kejaksaan, dan sistem peradilan. Hal ini dapat memengaruhi kepercayaan
publik terhadap pemerintah dan hukum.
4) Mendorong ketidaksetaraan
Korupsi dapat menciptakan ketidaksetaraan sosial. Kenyataan ini diukur dari
kemudahan untuk mengakses sumber daya dan koneksi politik antara pihak-pihak
yang memiliki kuasa dengan mereka yang tidak memiliki kekuasaan.
5) Merusak moral dan etika
Korupsi dapat merusak norma sosial dan etika dalam kehidupan bermasyarakat. Hal
ini dapat menciptakan asumsi masyarakat bahwa perilaku koruptif merupakan suatu
hal yang lazim dan dapat diterima.
6) Menyebabkan ketidakpuasan publik
Korupsi telah menjadi sumber ketidakpuasan publik terhadap pemerintah yang
sering kali memicu protes dan tuntutan untuk perubahan.

PAGE \* MERGEFORMAT 21
Pemerintah Indonesia telah berusaha untuk mengatasi korupsi melalui berbagai
langkah, termasuk pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan
reformasi di berbagai sektor. Namun, upaya tersebut masih menghadapi berbagai
tantangan sehingga perlu kerja sama dari seluruh elemen masyarakat untuk mencapai
kemajuan yang signifikan dalam memerangi korupsi dan mengatasi salah satu
kelemahan utama bangsa Indonesia saat ini.

B. Peluang dan Tantangan Masyarakat Indonesia dalam Kehidupan Global

1. Peluang (Opportunities)
Sebagai bangsa yang besar, Indonesia memiliki banyak peluang untuk tampil
sebagai bangsa yang berpengaruh dalam kancah global. Untuk mencapai hal tersebut,
bangsa Indonesia perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang luas dan
mendalam didukung dengan sikap optimis, berpikir positif, serta proaktif terlibat
dalam upaya mengatasi tantangan dan kelemahan yang dimiliki bangsa Indonesia.
Berbekal tersebut, tantangan dan kelemahan dapat diubah menjadi peluang bagi
Indonesia untuk lebih maju. Adapun beberapa peluang yang dapat menjadikan
Indonesia sebagai negara maju, yaitu sebagai berikut.

a. Pertumbuhan ekonomi
Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, terutama pada sektor
manufaktur, teknologi, dan pariwisata.
b. Perdagangan internasional
Indonesia dapat memanfaatkan letak geografisnya untuk mengembangkan
perdagangan internasional dengan negara- negara tetangga dan global.
c. Sumber daya alam dan energi terbarukan
Pengelolaan yang bijak terhadap sumber daya alam dan pengembangan energi
terbarukan dapat menjadi peluang besar bagi Indonesia.
d. Peningkatan kualitas pendidikan
Investasi dalam pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan kualitas sumber daya
manusia.

2. Tantangan atau Ancaman (Threats)


Populasi bangsa Indonesia yang besar dapat menjadi tantangan atau ancaman jika
tidak dikelola dengan baik. Permasalahan seperti kemiskinan, pengangguran, serta
tekanan terhadap sumber daya alam, dan lingkungan dapat mengancam bangsa
Indonesia dalam kehidupan global. Pemerintah Indonesia perlu mengelola populasi
dengan bijak melalui kebijakan pendidikan, kesehatan, dan pembangunan ekonomi
yang inklusif untuk memastikan bahwa populasi yang besar dapat menjadi aset yang
berkelanjutan bagi bangsa Indonesia. Begitu juga dengan letak geografis Indonesia
yang dapat menjadi tantangan, seperti kerentanan terhadap bencana alam, perubahan
iklim, dan isu-isu keamanan maritim. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia perlu
mengelola dan memanfaatkan secara bijak mengenai potensi dari letak geografis
Indonesia, sekaligus menjaga keberlanjutan dan keamanan nasional.
PAGE \* MERGEFORMAT 21
Terdapat beberapa tantangan bangsa Indonesia dalam kehidupan global, yaitu sebagai
berikut.
a. Perubahan iklim: perubahan iklim dapat mengancam keberlanjutan sumber daya
alam dan infrastruktur.
b. Krisis ekonomi global: ekonomi global yang tidak stabil dapat berdampak negatif
pada perekonomian Indonesia.
c. Konflik regional: konflik di kawasan Asia Tenggara dapat memengaruhi stabilitas
politik dan keamanan Indonesia
d. Masalah kesehatan masyarakat: krisis kesehatan seperti pandemi dapat berdampak
signifikan pada ekonomi dan masyarakat Indonesia.

Analisis SWOT berperan penting bagi Indonesia untuk memaksimalkan kekuatan dan
peluangnya sekaligus mengatasi kelemahan dan ancaman yang ada. Hal ini dapat
dilakukan melalui kebijakan yang baik, investasi yang tepat, dan kerja sama
antarpihak yang relevan.

C. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Menghadapi Globalisasi


Sukarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 menjelaskan bahwa selain
disebut sebagai dasar filsafat negara (philosophische grondslag), Pancasila juga
disebut sebagai pandangan hidup bangsa (weltanschauung). Pancasila sebagai
pandangan hidup atau weltanschauung berarti nilai-nilai Pancasila itu ada, tumbuh,
dan berkembang dalam kehidupan, serta menjadi pedoman kehidupan bagi
masyarakat Indonesia. Berbagai kelemahan, tantangan, dan ancaman yang sedang dan
akan dihadapi oleh bangsa dan Negara Indonesia dapat diatasi dengan penerapan sila-
sila Pancasila, yaitu sebagai berikut.

1. Ketuhanan Yang Maha Esa


Sila pertama Pancasila menegaskan bahwa bangsa Indonesia meyakini keberadaan
Tuhan Yang Maha Esa. Sila pertama merupakan pedoman bangsa Indonesia menjadi
bangsa yang berketuhanan melalui keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang
Maha Esa yang tidak hanya berkaitan dengan ibadah atau perayaan keagamaan, tetapi
keimanan dan ketakwaan tersebut juga berperan membentuk pribadi yang berakhlak
mulia. Hal ini dapat dilihat melalui pengamalan ajaran dan nilai agama atau
kepercayaan, seperti toleransi, bersikap adil, bertutur kata yang baik, menjaga
kerukunan, membantu orang lain, dan lain sebagainya.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab


Sebagai bangsa yang religius, bangsa Indonesia meyakini bahwa manusia diciptakan
oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai makhluk yang dikaruniai dengan akal budi.
Pancasila berperan sebagai sumber etika, moral, dan budaya. Sila kedua Pancasila
menegaskan bahwa setiap manusia berhak mendapatkan
perlakuan yang sama sesuai harkat dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan
Yang Maha Esa. Hal tersebut dapat dilihat melalui pengamalan etika dan moral,
seperti tata krama pergaulan, berperilaku adil, menjunjung tinggi hak asasi manusia,
PAGE \* MERGEFORMAT 21
tenggang rasa, dan lain sebagainya.

3. Persatuan Indonesia
Sila ketiga Pancasila menegaskan bahwa bangsa Indonesia merupakan satu kesatuan
utuh yang menempatkan kepentingan serta keselamatan bangsa dan negara di atas
kepentingan pribadi. Satu kesatuan tersebut mencakup politik, ekonomi, sosial, dan
budaya, serta pertahanan dan keamanan. Persatuan bangsa Indonesia dengan segala
keberagamannya tertuang dalam Bhinneka Tunggal Ika. Pengamalan sila ketiga dapat
dilihat melalui semangat kebersamaan dan persatuan seperti hidup rukun, gotong
royong, toleransi, rasa cinta tanah air, solidaritas, rela berkorban untuk kepentingan
negara, dan lain sebagainya.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam


Permusyawaratan/Perwakilan
Sila keempat Pancasila merupakan tuntunan bagi Negara Indonesia dalam
menyelenggarakan demokrasi dengan sistem pemerintahan yang dijalankan oleh
rakyat, serta pemimpin dipilih melalui pemilihan yang adil dan bebas. Demokrasi
yang dimaksudkan tidak hanya untuk mewujudkan keadilan politik (politieke
rechtsvaardigheid), tetapi juga keadilan sosia
l(sociale rechtsvaardigheid). Pengamalan sila keempat dapat dilihat melalui praktik
musyawarah untuk mencapai mufakat, menjadi perwakilan yang adil dan bijaksana
dalam pengambilan keputusan, toleransi terhadap perbedaan pendapat, kesetaraan hak
dan kesempatan, melindungi kelompok minoritas, dan lain sebagainya.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia


Sila kelima Pancasila merupakan perwujudan dari cita-cita bangsa Indonesia, yaitu
masyarakat yang adil dan makmur. Sila kelima menjadi tolok ukur dari keberhasilan
pengamalan keempat sila Pancasila. Pengamalan sila kelima dapat dilihat melalui
pemberian bantuan sosial, penggalangan dana bagi korban bencana, pemberdayaan
ekonomi, perlindungan sosial, pendidikan yang merata, menghormati hak dan
menjalani kewajiban, gotong royong, dan lain sebagainya.
Pengamalan Pancasila tidak hanya dilakukan oleh aparat negara atau golongan
tertentu, tetapi semua komponen bangsa termasuk masyarakat turut andil dalam
pengamalan Pancasila. Lembaga penegakan keadilan dan pemerintahan harus
mengamalkan Pancasila dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, begitu pun
pengamalan Pancasila oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Tantangan Pancasila sebagai Ideologi Negara di Era Globalisasi
Ideologi negara Indonesia di era globalisasi membawa banyak perubahan-
perubahan dalam tatanan dunia internasional yang pengaruhnya langsung
terhadap perubahan-perubahan di berbagai negara lain. Salah satu contoh dampak

PAGE \* MERGEFORMAT 21
dari perubahan-perubahan tersebut adalah adanya kecenderungan memudarnya
nasionalisme bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, bangsa Indonesia perlu
meningkatkan kewaspadaan nasional dan ketahanan mental serta ideologi bangsa
Indonesia. Kemampuan untuk menghadapi tantangan yang sangat dasar akan
mempengaruhi kehidupan nasional, sosial, dan politik, bahkan mental dan
bangsa. Maka pertahanan terakhir adalah keyakinan nasional atas dasar Negara
Pancasika yang sebagai benteng dalam menghadapi tantangan pada era
Globalisasi yang semakin berkembang pada saat ini.
Sebagai identitas dan kepribadian bangsa Indonesia, Pancasila adalah sumber
motivasi dan inspirasi, pedoman dalam berperilaku sekaligus standar
pembenarannya. Dengandemikian gerak ide, pola aktivitas, perilaku, serta hasil
perilaku bangsa Indonesia harus mencontoh pada Pancasila (Untari,
2012:22). Sehingga Pancasila hendaknya dapat memfilter dampak dari globalisasi
yang mampu membawa perubahan besar pada tatanan dunia terutama untuk
masyarakat Indonesia. Dengan berpegang teguh pada Pancasila maka masyarakat
Indonesia dapat mewujudkan nasionalisme Indonesia.
Tantangan Pancasila di era globalisasi yang bisa mengancam eksistensi
kepribadian bangsa, dan sekarang mau tak mau, suka dan tidak suka, bangsa
Indonesia sudah berada pada pusaran arus globalisasi dunia. Akan tetapi perlu
diingat bahwa bangsa dan negara Indonesia tidak semestinya kehilangan jati diri,
karena hidup di antara pergaulan dunia.

2. Implementasi Nilai-nilai Pancasila bagi Generasi Muda di Era Globalisasi

Globalisasi tidak dapat dihindari oleh setiap masyarakat, terutama untuk


masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, perlu penumbuhan kembali terhadap
nilai pancasila bagi generasi muda yang bisa dimulai dari Pendidikan Sekolah
MenengahAtas, bahkan hingga ke Perguruan tinggi.
Implementasi pada nilai-nilai Pancasila di era globalisasi ini dapat diterapkan
mulai dari menumbuhkan sikap nasionalisme.Sikap nasionalisme ini dapat
digali ketika terdapat momentum penting negara, contohnya seperti
peringatan hari sumpah pemuda, peringatan hari kemerdekaan, peringatan hari
pahlawan, serta peringatan hari-hari besar nasional lainnya.
Menumbuhkan semangat nasionalisme yang Tangguh,contohnya semangat
dalam mengukir prestasi, belajar dengan sungguh-sungguh demi nama baik
bangsa dan negara, cinta serta bangga memakai produk-produk dalam negeri,
serta menanamkan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik-baiknya.
Penanaman nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda tidak dapat dilakukan
dengan adanya sebuah paksaan apalagituntutan. Cara yang dianggap cukup
efektif untuk dilakukan adalah dengan pendekatan melalui obrolan atau
percakkapan yang tujuannya berusaha untuk memahami suasana kebatinan anak
muda pada saat ini. Penanaman nilai Pancasila bagi generasi muda perlu
disisipkan dengan harapan bahwa Pancasila kelak dapat membantu kita dalam
mencapai kemajuan dan prestasi sehingga kita dapat mencapai sebuah
PAGE \* MERGEFORMAT 21
kebahagiaan. Penyampaian yang digunakan haruslah atraktif supaya dapat
memotivasi serta menggerakkan kesukarelaan para generasi muda dalam
mengembangkan potensi yang dimilikinya. Penyampaian nilai-nilai
Pancasila bisa dilakukan dengan cara mengemasnya dalam sebuah kegiatan yang
menarik perhatian. Ada berbagai macam cara yang bisa dilakukan, misalnya
adalah dengan melakukan pencerdasan melalui music, olahraga, seni, maupun
bela diri yang dapat disesuaikan dengan kedisiplinan ilmu masing-
masing. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah agar para generasi muda merasa
nyaman dan nilai-nilai yang ingin mereka raih dapat tertanam dengan mudah
di dalam jiwa mereka. Sosialisasi akan nilai Pancasila juga tidak dapat ditentukan
oleh lamanya waktu penyampaian materi. Jika penyampaiannya tidak menarik
dan membosankan, justru hal ini akan membuat para generasi muda merasa bosan
dan kemudian akan menimbulkan rasa kebencian.
Dalam mengimplementasikan kelima nilai Pancasila bagi generasi muda atau
generasi milenial dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu : (1) memiliki saru
agama dan melaksanakan peribadatan sesuai dengan agama yang dianutnya serta
tidak memaksakan kehendak orang lain untuk masuk ke dalam agama yang
dianutnya. Karena setiap orang mempunyai hak untuk memilih agama sesuai
dengan yang dikehendaki dan diyakininya. (2) menghargai segala perbedaan
ditengah masyarakat yang mencakup perbedaan suku, agama, dan ras. Selain hal
itu, kita juga wajib menjaga adab atau tingkah laku, kesopanan, dan budi pekerti
di dalam berbagai situasi dan kondisi. (3) kita perlu mempunyai rasa cinta pada
tanah air guna untuk menjaga persatuan dan kesatuan
dalam bermasyarakat. Perlu juga menumbuhkan kesadaran bahwa kita merupakan
tanah air yang satu, yaitu tanah air Indonesia. (4) turut serta dalam mengawasi
dan menyampaikan serta memberikan saran terhadap penyelenggaraan kedaulatan
rakyat. Selain itu, kita juga perlu mengutamakan
kepentingan bersama dalammengambil sebuah keputusan yang dilakukan secara
musyawarah mufakat. (5) kita haruslah senantiasa memperjuangkan keadilan
baik itu untuk kepentingan pribadi kita, ataupun untuk
kepentingan bersama. Selain itu, kita juga harus ikut membantu orang disekitar
kita yang sedang mengalami kesusahan.
Pancasila dapat diamalkan secara sempurna jika masyarakat bisa
menempatkan diri sesuai dengan kodratnya. Pancasilaharus bertitik tolak dari
manusia. Pancasila harus dapat meberi keyakinan pada manusia, terutama pada
masyarakat dan bangsa Indonesia. Masyarakat Indonesia harus
mempunyai keyakitan dan tekad yang bulat bahwa dengan Pancasila tujuan hidup
manusia akan dapat dengan mudah diraih. Oleh karena
itu, Pancasila harus memahami manusia yang terdiri dari berbagai perbedaan,
tetapi tetap merupakan suatu kesatuan.

3. Dampak tidak adanya Penerapan Nilai Pancasila

PAGE \* MERGEFORMAT 21
Sudah seharusnya para generasi muda Bangsa Indonesia merasa bangga
dengan Pancasila, karena Pancasila itu sendiri merupakan ideologi yang
lengkap. Karena dengan adanya Pancasila yang jauh lebih lengkap tersebut
mampu untuk mengubah Indonesia menjadi semakin lebih baik
lagi. Pancasilamasih ‘jauh bara dari api’, Karena yang terjadi pada sekarang ini
bukanlah penerapan tentang nilai Pancasila, melainkan
pergeseran Pancasila. Ketuhanan saja yang dijadikan pilar utama moralitas suatu
bangsa sudah diganti dengan keuangan. Permusyawaratan sebagai sikap
kekeluargaan sudah berubah menjadi kebrutalan. Selain itu, keadilan sosial juga
berubah menjadi sebuah keserakahan.
Pergeseran makna dari Pancasila itu sendiri selain dari pihak masyarakat, juga
tetap dilakukan oleh para penguasa. Pada masa-masa tertentu
juga, Pancasila telah dijadikan sebagai alat politik untuk para penguasa yang tetap
ingin mempertahankan kekuasaannya. Perilaku dan Tindakan tersebut yang
dilakukan terhadap Pancasila ini turut sangat merubah eksistensi
nilai Pancasila itu sendiri. Pancasila seolah-olah menjadi menakutkan, sehingga
oleh Sebagian besar masyarakat dijadikan sebuah simbol kekuasaan dan
pertahanan salah satu pihak.
Dalam Pancasila juga masih dipengaruhi oleh
beberapa faktorkondisional. Padahal, gugatan terhadap Pancasila sebagai dasar
negara dengan sendirinya akan menjadi gugatan terhadap esensi dan eksistensi
sebagai manusia dan sebagai warga negara Indonesia. Oleh sebab itu, untuk
menghadapi kedua ekstrim tersebut dibutuhkan usaha Bersama guna untuk
menghayati nilai-nilai Pancasila sebagai salah satu warisan budaya bangsa
Indonesia yang bernilai luhur. Pancasila yang merupakan sebuah system filsafat
yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama, bersifat normatif dan ideal,
sehingga dalam melaksanakan pengamalannya merupakan tuntutan batin dan
nalar bagi setiap warga dan Bangsa Indonesia.

4. Dampak positif dan negatif terhadap Pancasila

Perkembangan Globalisasi yang ada pada saat ini selain bisa memberikan banyak
dampak positif serta berbagai kemudahan untuk kehidupan manusia, perkembangan
globalisasi di indonesia juga dapat memberikan berbagai dampak negatif. Oleh sebab
itu, perkembangan globalisasi perlu menyesuaikan dan juga perlu mempertimbangkan
nilai-nilai ideologi bangsa dalam pengembangannya baik dari aspek nilai agama
maupun budaya, semua haruslah relevan dan senantiasa menuju pada nilai-nilai luhur
bangsa supaya tidak merugikan manusia dan merusak susunan kehidupan bangsa.

a. Dampak Positif Globalisasi bagi


Indonesia

(1) Semangat kompetitif

PAGE \* MERGEFORMAT 21
Untuk dapat mengikuti arus globalisasi suatu negara dituntut mampu bersaing
di dunia internasional.
(2) Kemudahan dan kenyamanan hidup
Globalisasi dengan kemajuan di bidang informasi, komunikasi dan transportasi
telah memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat.
(3) Sikap toleransi dan solidaritas kemanusiaan
Informasi mengenai keprihatinan dan juga penderitaan sejumlah manusia di
suatu negara, memotivasi pemerintah di negara lain untuk ikut membantu
meringankan penderitaan yang dirasakan oleh sesamanya.
(4) Kesadaran dalam Kebersamaan
Toleransi dan solidaritas antar bangsa berkembang menjadi kesadaran dalam
kebersamaan untuk mengatas berbagai macam masalah, dimana ancaman dan
bencana bagi keselamatan dunia sebagai satu-satunya planet tempat tinggal
bagi umat manusia.
(5) Menumbuhkan sikap terbuka
Sikap terbuka ini untuk mengenal dan juga menghormati perbedaan,
kelebihan, dalam kehidupan manusia sebagai sebuah individu maupun bangsa
yang hidup di suatu wilayah negara lain.
(6) Globalisasi memberi tawaran baru
Globalisasi memberikan kita sebuah tawaran baru yang berupa kesempatan
untuk dapat mengakses ilmu pengetahuan seluas-luasnya melalui jaringan
internet.
(7) Terbukanya mobilitas sosial
Kemajuan transportasi mendorong mobilitas sosial yang semakin terbuka
dimana jarak tidak lagi menjadi perdebatan atau menjadi sebuah permasalahan.

b. Dampak Negatif Globalisasi bagi Bangsa Indonesia

(1) Pergeseran nilai


Sesuatu yang baru (nilai, teknologi, budaya, dan lainnya) dari asing secara
tidak otomatis dapat diintegrasikan ke dalam keadaan atau kondisi individu
atau masyarakat yang menerimanya.
(2) Pertentangan nilai
Masuknya nilai-nilai baru dan asing yang berbeda atau bahkan bertentangan
dengan nilai-nilai luhur dari pandangan hidup masyarakat
(3) Perubahan gaya hidup (Life style)
(4) Berkurangnya kedaulatan negara
Pemerintah haruslah mengakui dan bekerja di suatu lingkungan dimana
sebagian besar penyelesaian masalahnya perlu dirumuskan dengan
memperhatikan dunia global.

PAGE \* MERGEFORMAT 21
BAB lll
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Pancasila sebagai dasar negara sangat luas peranannya di dalam kehidupan


berbangsa dan bernegara. Seiring perkembangan jaman Pancasila tidak hanya menjadi
yang hanya bertitik tolak di negara Indonesia, tetapi juga beradaptasi dengan
fenomena global dan perubahan yang modern di seluruh aspek. Tranformasi budaya
yang masuk ke Indonesia bisa saja menjadi pemecah belah kesatuan Indonesia yang
dibangun sejak dahulu, tetapi ketika peranan Pancasila masih dipegang teguh oleh
seluruh masyarakat Indonesia hal tersebut bisa terhindari.

Rasa nasionalisme dan patriotisme yang sangat kental ditubuh masyarakat Indonesia
mulai dirasa luntur, maka dari itu bangsa Indonesia perlu meningkatkan rasa
nasionalisme dan patriotisme. Karena rasa nasionalisme dan cinta tanah air dalam
menghadapi pengaruh global dan modern sangat diperlukan. Untuk tumbuh menjadi
bangsa yang besar harus ditanamkan sikap nasionalisme dan cinta tanah air sejak dini,
agar semakin tua bangsa ini semakin kuat juga untuk bertahan dalam menghadapi
permasalahan-permasalahan.

B. Saran
Ideologi negara Indonesia di era globalisasi membawa banyak perubahan dalam
tatanan dunia internasional. Sebagai identitas dan kepribadian bangsa indonesia,
pancasila adalah sumber motivasi dan inspirasi, pedoman dalam berperilaku sekaligus
standar pembenarannya. Tantangan pancasila di era globalisasi yang bisa mengancam
eksistensi kepribadian bangsa Indonesia sudah berada pada pusara arus globalisasi
dunia. Untuk menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh dalam menghadapi
tantangan pancasilaperlu menanamkan nilai-nilai pancasila dengan sebaik-baiknya
dan tidak dapat dilakukan dengan adanya sebuah paksaan apalagi tuntutan.
Perkembangan globalisasi yang ada pada saat ini selain bisa memberikan banyak
dampak positif serta berbagai kemudahan untuk kehidupan manusia, perkembangan
globalisasi di Indonesia juga dapat memberikan dampak
negatif. Semangat kompetitif, kemudahan dan kenyamanan hidup, sikap toleransi
dan solidaritas kemanusiaan, kesadaran dalam kebersamaan, menumbuhkan sikap
PAGE \* MERGEFORMAT 21
terbuka, globalisasi memberi tawaran baru, dan terbukanya mobilitas sosial
merupakan contoh dampak positif dari globalisasi. Adapun dampak negatif dari
globalisasi bangsa Indonesia diantaranya seperti pergeseran nilai, pertentangan nilai,
perubahan gaya hidup, dan yang terakhir adalah berkurangnya kedaulatan negara.

DAFTAR PUSTAKA

Dari
Buku Kelas XII Pendidikan pancasila kurikulum merdeka
Jurnal
Ami, Yolanda., Mahfuza., Hasnah. 2019. "Pancasila Sebagai Dasar Negara". Hlm. 6.
diakses dari: file:///C:/Users/User/Downloads/PPK N%20KELOMPOK
%201%20PGMI- 3%20SEM%205.pdf.

Nasution, Robby. 2017. "Pengaruh Modernisasi dan Globalisasi Terhadap Perubahan


Sosial di Indonesia". Vol.2, diakses dari: file:///C:/Users/User/Downloads/981- 2480-
1-SP.pdf.

Nurwadani, Paristiyanti. 2016. "Pendidikan Pancasila Untuk Perguruan Tinggi"

https://www.slideshare.net/irvandberutu/makalah-pendidikan-pancasila-kajian-nilai-
nilai-pancasila

https://www.slideshare.net/Niadianaintansari/makalah-pendidikan-pancasila-
penerapan-nilai-pancasila-sebagai-pendidikan-karakter

http://nissabatubar.blogspot.com/2015/03/makalah-nilai-nilai-pancasila.html

PAGE \* MERGEFORMAT 21

Common questions

Didukung oleh AI

Indonesia's diverse natural resources, including vast reserves of minerals, fertile agricultural land, and rich marine life, can enhance its global positioning by driving economic growth through exports and sustainable resource management. Strategic development of renewable energy sources like geothermal and solar power can also position Indonesia as a leader in green energy in the region. Moreover, promoting cultural and eco-tourism can capitalize on its natural and cultural wealth, attracting international visitors and investments, thereby bolstering its international standing .

In a globalized world, implementing Pancasila presents the opportunity for Indonesian youth to cultivate a strong national identity and global competence, enabling them to engage internationally while preserving cultural values. However, challenges include resisting foreign cultural influences that may conflict with Pancasila's principles and ensuring that Pancasila remains relevant amid rapidly changing societal norms. Successfully navigating these dynamics requires innovative educational approaches and policies that emphasize both global engagement and national loyalty .

The implementation of Pancasila values affects Indonesian society by acting as a foundation for unity and integrity against the potential negative impacts of globalization. As global influences permeate through cultural and technological exchanges, adhering to Pancasila helps maintain social and cultural stability. Despite the erosion of its values due to external cultural pressures, Pancasila remains vital in promoting social cohesion and patriotism, guiding societal behaviors, and encouraging a balanced adaptation to global changes .

The principles of Pancasila contribute to Indonesia's socio-economic development by promoting justice, social harmony, and unity, which are vital for sustainable development amidst globalization. By emphasizing equitable resource distribution and community welfare, Pancasila supports efforts to alleviate poverty and reduce inequalities. Its focus on consensus and democratic processes encourages inclusive decision-making, essential for economic policies that benefit a broad spectrum of society and promote resilient economic growth .

Education is crucial for the effective implementation of Pancasila in modern Indonesian society as it equips individuals with the necessary understanding and appreciation of its values. Educational programs that integrate Pancasila into curricula ensure that the youth internalize its principles, fostering a sense of national identity and responsibility. Educating citizens on the significance of Pancasila enhances civic engagement and supports the country's efforts to balance traditional values with modern challenges, promoting a cohesive and progressive society .

Indonesia's strategic geopolitical location at a global trade crossroads enhances its economic potential by facilitating international investment and trade opportunities. Its vast maritime zones offer significant economic benefits through maritime trade routes and natural resource exploitation. The country's position as a bridge between Indian and Pacific Oceans further amplifies its role in regional security and economic exchanges, making it an attractive hub for economic activities .

Pancasila is significant in shaping Indonesia’s national policies and identity by providing a foundational ideology that guides governance and societal norms. Amidst global influences, Pancasila helps maintain national unity and cultural integrity by embedding principles of social justice, democracy, and cultural respect into policy frameworks. It serves as both a unifying force and a cultural anchor, ensuring that while Indonesia engages globally, its policies reflect national values and aspirations .

Globalization threatens Indonesia's cultural identity by introducing foreign ideologies and practices that might overshadow local traditions and values. Pancasila can mitigate these threats by serving as a moral compass and framework for filtering external influences, ensuring that Indonesian society distinguishes beneficial global ideas from those potentially erosive to national identity. By fostering a sense of national pride and unity, Pancasila strengthens cultural resilience against global homogenizing trends .

Indonesia's large population is a strength due to its significant workforce potential, large domestic market, and vibrant cultural diversity, which can drive economic growth and innovation. However, it also presents challenges in providing sufficient resources, services, and employment opportunities, necessitating effective governance and sustainable management to ensure that the demographic advantage translates into actual development benefits. Addressing these challenges requires strategic investments in education and infrastructure to harness the population's potential .

Education in Indonesia plays a crucial role in adapting to globalization by providing both intellectual and emotional skills fundamental for navigating cultural and societal shifts. The relatively low educational background of many Indonesians poses a challenge for adapting to the rapid changes brought by globalization. Education is not merely a vehicle for knowledge transfer but also for cultural and social value internalization, such as the values in Pancasila, which are essential for societal adaptation to global influences .

Anda mungkin juga menyukai