REPLIK JAKSA PENUNTUT UMUM ATAS PEMBELAAN
PENASEHAT HUKUM
TERDAKWA RIKO PRATAMA ALIAS IKO
DALAM PERKARA PIDANA DENGAN NOMOR REGISTER
PDM/87/II/2021
Yth. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bukit Tinggi
Yth. Saudara Penasihat Hukum
IDENTITAS TERDAKWA:
Nama : Riko Pratama Alias Iko
Tempat lahir : Bukit Tinggi
tanggal lahir : 28 september 1998
Umur : 26 Tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat tinggal : [Link] No 98,kubang putiah ,Kecamatan
Lubuklandau,Kabupaten Agam ,Provinsi Sumatra Barat.
Agama : Islam
Pekerjaan : Wiraswasta
Sebelumnya marilah kita bersama-sama memanjatkan Puji Syukur kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa, yang telah memberikan berkat dan rahmat-Nya pada kita semua,
sehingga dapat bertemu di ruang sidang yang mulai ini dalam keadaan sehat walafiat.
Pada kesempatan ini kami ucapkan terima kasih pada sidang Majelis Hakim
Pengadilan Negeri Bukit Tinggi memeriksa dan mengadili perkara ini, yang telah
memberikan kesempatan kepada kami, Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini,
untuk mengajukan tanggapan atas pembelaan saudara penasehat hukum terdakwa
Wahyudin yang dihadapkan ke depan persidangan ini dengan dakwaan melakukan
tindak pidana Pencurian sebagai mana diatur dalam Pasal 362 jo 363 ayat (3) KUHP.
Setelah kami mempelajari dan mencermati pembelaan saudara penasehat hukum
terdakwa Riko Pratama Alias Iko , maka kami akan mengajukan tanggapan sebagai
berikut:
1. Bahwa Jaksa Penuntut Umum tidak sependapat dengan saudara Penasehat
Hukum yang dalam pembelaannya menyatakan bahwa Surat Dakwaan yang
dibuat oleh Jaksa Penuntut Umum adalah eror in personal atau terdapat
kesalahan dalam penulisan nama terdakwa.
2. Bahwa Jaksa Penuntut Umum dalam penulisan surat dakwaan sudah sesuai
dan lengkap berdasarkan pada Pasal 143 ayat (2) huruf a KUHAP yang
berbunyi: “Penuntut Umum membuat Surat Dakwaan yang diberi tanggal dan
ditandatangani serta berisi Nama Lengkap, Tempat Tanggal lahir, Umur,
Jenis Kelamin, Kebangsaan, Tempat Tinggal, Agama, dan Pekerjaan
Terdakwa”.
3. Mengenai adanya perbedaan penulisan huruf Y dan I adalah merupakan
kesalahan pengetikan semata yang tidak berakibat batalnya Surat Dakwaan,
hal ini sesuai dengan Putusan H.R 17 Februari 1983 N.J 1939 No. 118
Kesalahan Nama.
4. Untuk segala sesuatu yang berkenaan dengan kesalahan penulisan nama itu
hanya eror printing saja.
5. Bahwa Jaksa Penuntut Umum dalam penulisan dakwaan berdasarkan tindak
pidana Pencurian sebagaimana diatur dalam Pasal 362 jo 363 ayat (3) KUHP.
Pada Pasal 362 KUHP berbunyi: “Barang siapa mengambil sesuatu barang, yang sama
sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang lain, yang sama sekali atau sebagian
termasuk kepunyaan orang lain, dengan maksud akan memiliki barang dengan melawan
hak, dihukum, karena pencurian, dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun
atau denda sebanyak- banyaknya Rp 900,-”
Pasal 363 ayat (3) KUHP berbunyi: “Pencurian pada waktu malam dalam sebuah rumah
atau perkarangan yang tertutup yang ada rumahnya, dilakukan oleh orang yang ada disitu
tiada dengan setahunya atau bertentangan dengan kemauannya orang yang berhak (yang
punya).
Majelis Hakim yang terhormat,
Saudara Penasehat Hukum yang terhormat,
Berdasarkan pada hal-hal yang telah kami uraikan di atas, maka kami selaku Jaksa
Penuntut Umum dalam perkara ini berkesimpulan dan berpendapat bahwa:
1. Surat Dakwaan dalam perkara ini sudah disusun secara cermat, jelas, dan lengkap,
sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
2. Pledoi dari Penasehat Hukum tidak ditopang oleh dasar-dasar hukum dan
argumentasi yang meyakinkan.
3. Dan dakwaan terhadap perkara tindak pidana Pencurian sebagaimana telah diatur
dalam Pasal 362 jo 363 ayat (3) KUHP.
Dengan demikian kami menyatakan tetap pada tuntutan pidana sebagaimana telah kami
bacakan pada sidang sebelumnya. Akhirnya, pertimbangan selanjutnya kami serahkan
sepenuhnya kepada Sidang Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bukit Tinggi yang
memeriksa dan mengadili perkara ini.
Bukit Tinggi, 10 November 2021
JAKSA PENUNTUT UMUM,
AKSARA, S.H.,MH