0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
636 tayangan13 halaman

Soal Kasus

Diunggah oleh

Nur Ainun
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
636 tayangan13 halaman

Soal Kasus

Diunggah oleh

Nur Ainun
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KUMPULAN SOAL KASUS

Nurahmi
1. Ny.K seorang ibu rumah tangga berusia 35 tahun masuk kerumah sakit dengan diagnosa
dokter : stroke hemoragik, diabetes melitus tipe II, gagal ginjal kronik, hipertensi tidak
terkontrol. Pemeriksaan fisik: pasien tidak sadar, sesak 28x/menit, nadi cepat
110x/menit, tekanan darah 90/60 mmHg, Suhu 36oC dan wajah terlihat pucat. Hasil
laboratorium pasien : Ureum ; 570 mg/dl, Kr; 3,42 mg/dl, GDS 234 mg/dl, Hb 9,7 g/dl,
K 3,5-5,5 mEq/L, Na 152 mEq/L. Selain itu pasien mengalami lemah anggota gerak
tubuh sebelah kanan. Riwayat makan pasien sebelum sakit: suka mengkonsumsi
makanan seperti bakso, mie ayam dan martabak manis 1x seminggu. Selain itu pasien
juga sering mengkonsumi makanan yang manis seperti donat dan minum teh 2x sehari.
Pasien jarang mengkonsumsi sayuran. Berdasarkan hasil wawancara dengan keluarga
pasien didapatkan hasil recall 726,2 kkal, protein 29,6 gr, lemak 14,4 gr, karbohidrat
153,2gr. Riwayat makan pasien saat dirumah sakit: pasien mendapatkan nutrisi enteral
dengan hasil recall 1293 kkal; protein 36,9 gr; lemak 32,4 gr, karbohidrat 213 [Link]
penyakit terdahulu, 2 tahun yang lalu pasien mengalami stroke hemoragik, hipertensi
tidak terkontrol, dan memiliki riwayat diabetes dari kedua orang tua. Pasien belum
pernah mendapatkan edukasi gizi. Obat yang diberikan rumah sakit: Norepinefrin,
metronidazole, citicoline, Ceftadizime, NaCl Kolf dan suntuk insulin per 4 jam.
Berdasarkan hasil pengukuran antropometri didapatkan TB 155 (yang diukur saat pasien
tidur), dan Lila 22,5 cm. Setelah 3 hari mendapatkan perawatan, kondisi Ny.K membaik
dan sudah dapat mengkonsumsi makanan dalam bentuk lunak. Berdasarkan soal kasus
diatas buatlah asuhan gizi terstandar serta susunlah rancangan menu untuk pasien.

Rahmi m
2. Ny. SE Usia 54 tahun dirawat dirumah sakit dengan diagnosa dokter UAP dd Nstemi,
DM tipe 2 tidak terkontrol, Hipertensi, dan hipokalsemia. Hail pengukuran antropometri
didapatkan Tinggi lutut 48 cm, dan LiLA 25 cm. Hasil pemeriksaan labotarorium Hb
10,9 g/dL, Ht: 33,1% MCV:80,7 fL, Ureum 63 mg/dL, Kreatinin 0,53 mg/dL GDS 183
Kalsium darah 8,55 mg/dL, Troponin I : 2,74 ng/dL. Hasil pemeriksaan Fisik : pasien
sadar, sesak dan terlihat pucat. Tekanan darah 190/100 mmHg, Naadi 79x/mnt, respirasi
28x/menit, suhu 37oC. Pasien mengalami DM 2 th yang lalu dan sudah membatasi
makananya. Ny. SE makan hanya 2 kali dalam sehari, makanan pokok berupa nasi
±100gr setiap kali makan, dikonsumsi pada waktu pagi dan sore sedangkan malamnya
hanya mengonsumsi buah dan cemilan seperti tahu goreng, kerupuk, dan [Link]
protein hewani yang sering dikonsumsi [Link] adalah ikan, telur ayam, telur puyuh, dan
udang. Ny. SE suka mengonsumsi sumber protein nabati seperti tahu dan tempe. Sayuran
yang sering dikonsumsi adalah kangkung, labu siam, dan [Link] jarang minum air
putih, suka minum kopi dan teh. Sudah jarang mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan
makanan yang manis-manis. Dirumah lebih sering mengolah lauk hewani dengan cara
digoreng, sayuran dengan cara ditumis, hasill recall didapatkan E=1754 kkal,P= 34,6 gr,
L= 22,8gr, KH 363,3gr. Saat dirumah sakit pasien mendapatkan makanan lunak. Saat
dirumah sakit mengalami penurunan nafsu makan, disertai nyeri dada, mual, dan lemas,
hasil recaal didapatkan E 679,2 kkal, protein 39,9 gr, 10,7 gr, KH 109,7 gr. Obat yang
diberikan rumah sakit Aspilet, Clopidogrel, Simvastatin, MsT (Morfin Sufas), Acarbose,
dan Gliquidone. Berdasarkan soal kasus diatas buatlah asuhan gizi terstandar serta
susunlah rancangan menu untuk pasien.

Annisa dwi
3. An.R usia 15 tahun dirujuk dari puskesmas kerumah sakit karena mengalami gizi buruk.
Pasien mengalami penurunan BB disertai dengan penurunan kekuatan otot. Diagnosa
dokter pasien mengalami Marasmus, TB Paru, Parese Ekst Inferior. Saat dibawa
kerumah sakit pasien mengeluh sesah nafas dan batuk + 1 tahun yang lalu. 3 bulan yang
lalu BB pasien sebesar 25 kg, saat ini berdasarkan pengukuran antropometri didapatkan
panjang depa 158 cm dan BB 20,5 kg. Hasil pemeriksaan fisik dan klinis: pasien sadar,
suhu tubuh 36,9oC, respirasi 26x/menit, Nadi 80x/menit, dan tekanan darah 110/80
mmHg serta Lemah, Wajah marasmic dan iga tampak gambang, pusing berputar, dan
tidak bisa berdiri sejak + 6 tahun yang lalu. Hasil laboratorium: Natrium 132 mEq/L,
Chlorida 89 mEq/L, Gds 95 mg%, dan Hb10,3 gr/[Link] makan pasien saat dirumah:
Pola makan pasien dirumah adalah 2 kali sehari. Pasien menyukai ikan, telur dadar, dan
gulai. Makanan yang tidak disukai adalah ikan lele, belut, dan daging karena sulit untuk
dikunyah. Sejak 1 minggu yang lalu, nafsu makan pasien menurun sehingga hanya
makan bubur kacang hijau, roti isi, teh manis, dan air putih saja hasil perhitungan
didapatkan 495,3 kkal, protein 11,1 gr, lemak 3 gr, KH 106,9 gr. Obat yang dikonsumsi
Ampisilin, cloramfenicol, nebu combivent, ranitidin, ondansetron. Saat dirumah sakit
Nafsu makan pasien menurun disebabkan oleh muntah sehingga asupan pasien
berkurang. Pasien hanya mampu menghabiskan sebagian makanan dari rumah sakit
didapatkan hasil recall 783,8 kkal, P 42,4 gr, lemak 31,8 gr, KH 82 gr. Orang tua pasien;
ayah bekerja sebagai petani dan perokok aktif serta ibu sebagai rumah [Link]
dahulu : Saat An. R berusia 2 tahun, ia terjatuh dan ditimpa oleh lemari karena suka
memanjat lalu ibu hanya membawa anak ke tukang urut untuk diurut saja. Anak terlihat
baik kembali, namun saat usianya 5 tahun anak kembali tertimpa dengan lemari yang
sama. Setelah itu ibu membawa anak ke tukang urut kembali, namun anak menunjukkan
tanda yang berbeda yaitu anak mulai berjalan tidak lurus dan kakinya mulai
membengkok. Setelah itu saat anak berusia 9 tahun, ia memanjat lemari yang sama lalu
ditimpa kembali oleh lemari tersebut hingga pada akhirnya anak mengalami
kelumpuhan/ tidak bisa berjalan sampai saat [Link] soal kasus diatas buatlah
asuhan gizi terstandar serta susunlah rancangan menu untuk pasien.

Nadiyatul
4. Tn.H usia 37 tahun, seorang Narapidana yang dibawa kerumah sakit karena mengalami
demam tinggi. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, pasien dicurigai menderita
HIV karena pernah menggunakan jarum suntik secara bergantian saat mengkonsumsi
narkoba, selain itu pasien juga didiagnosa menderita TB baru. Hasil pemeriksaan
laboratorium: Hb/Er/Hm/Leu:10,4/ 4,03/30,3%/5.080 serta nilai anti HIV (CD4) yang
[Link] mengeluh mual, batuk, sariawan disekitar bibir, wajah tampak pucat dan
terlihat letih. Tekanan darah 100/70 mmHg, Nadi 78x/menit, respirasi 20x/menit, suhu
38,4oC. Obat yang dikonsumsi pasien adalah paracetamol, ambroxol, curcuma.
Kebiasaan makan pasien sebelum sakit makan 2 kali sehari dalam porsi besar. Makan
saat pagi dan sore hari; makan nasi 3 sendok nasi dengan lauk yang lebih suka di goreng,
menyukai sayuran bayam. Siang hari hanya merokok dan minum teh manis, penilaian
asupan zat gizi didapatkan E 1423 kkal, protein, 43,2 gr, lemak 32,4 gr, KH 289,1 gr.
Saat dirumah sakit pasien mendapatkan makanan alam bentuk lunak dan didapatkan hasil
recall 1722,8 kkal, protein 62,1 gr, lemak 34,6 gr, dan karbohidrat 297,5 gr. Berdasarkan
pernyataan pasien, pasien mengalami penurunan BB selama 3 bulan terakhir (58 kg) dan
mengatakan pakaian yang dikenakan terasa longgar. Hasil pengukuran antropometri
didapatkan TB 170 cm. Dan LiLA 25 cm. Berdasarkan soal kasus diatas buatlah asuhan
gizi terstandar serta susunlah rancangan menu untuk pasien.

Auzan
5. Tn.A seorang petani usia 63 tahun mempunyai pola hidup yang tidak baik, mempunyai
kebiasaan merokok 1 bungkus/hari dan tidak sarapan pagi. Tn. A dibawa kerumah sakit
karena keluhan keluar keringat dingin, tidak mau makan > 3 hari dan lemah anggota
gerak kiri, sakit kepala, sesak nafas, dan pelo. Pasien memiliki keluarga yang juga
menderita penyakit jantung. Berdasarkan diagnosa dokter pasien didiagnosa dengan
stroke iskemik dan atrium fibrilase. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD pasien
150/90 mmHg, Nadi 80x/menit, Respirasi 24x/menit, dan suhu 36,5 oC. Hasil
pemeriksaan laboratorium Kolesterol 248 mg/dl, TG 156 mg/dl, HDL 47 mg/dl, LDL
170 mg/dl, Asam urat 8,16 mg/dl. Berdasarkan hasil wawancara dengan keluarga pasien,
pasien tidak pernah sarapan pagi, sebelum berangkat ke sawah Tn.A hanya minum satu
gelas kopi hitam tanpa gula dan menghisap 1 batang rokok. Tn. A makan di waktu siang
dan malam saja. Tn. A sering sekali mengkonsumsi gorengan terutama tahu dan tempe
yang sekaligus juga dijadikan lauk di waktu makan siang. Keterbatasan ekonomi dan
jauhnya jarak rumah dari pasar membuat Tn. A jarang sekali mengkonsumsi ikan, ayam,
dan daging. Tn.A hanya mengkonsumsi lauk hewani lain rata-rata hanya 2 kali seminggu
dan sesekali di waktu menghadiri pesta perkawinan. 2 hari sebelum masuk rumah sakit,
Tn.A menghadiri pesta perkawinan dan mengkonsumsi makanan seperti rendang, gulai
ikan dan rebung, serta uap kacang panjang. Berdasarkan pegakuan keluarga, setelah
pulang dari pesta tersebut, Tn.A mengeluh nyeri kepala dan detak jantung terasa
meningkat. Saat dirumah sakit, [Link] makanan lunak dan didapatkan
persentase asupan E 446,7 kkal, P 16,3 gr, Lemak 6,6 gr, KH 79,9 gr. Saat ini Tn.A
terpasang oksigen, sehingga penilaian antropometri dilakukan dengan pengukuran TL 48
cm dan LiLA 27 cm. Berdasarkan soal kasus diatas buatlah asuhan gizi terstandar serta
susunlah rancangan menu untuk pasien.
Maesy
6. Ny. F seorang ibu rumah tangga berusia 61 tahun dibawa ke IGD rumah sakit oleh
anaknya karena mengeluh nyeri dada kurang lebih 7 jam SMRS, nyeri dada di rasakan
hilang timbul namun 4 jam SMRS nyeri dada bertambah meningkat. Selain itu Ny.F
mengeluh nyeri ulu hati, mual dan keluarnya keringat dingin. Hasil pemeriksaan
laboratorium GDR 422 mg/dl, Ca Darah 9,07 mg/dl, Natrium 120 mEq/L, Kalium 2,7
mEq/L. Berdasarkan diagnosa dokter Ny.F didiagnosa dengan UAP dd Nstemi + DM
Tipe II. Setelah dilakukan wawancara dengan pasien dan keluarga, Ny.F tidak ada
memilki keturunan yang menderita sakit DM, melainkan Ny.F menderita Hipertensi yang
tidak terkontrol. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD 165/107 mmHg, Nadi
75x/menit, RR 22x/menit, Suhu 36,5 oC. Sebelum masuk rumah sakit Ny.F suka
mengkonsumsi makanan yang manis-manis, seperti cake dan donat, setiap pagi Ny.F
selalu minum segelas kopi dengan tambahan 3 sdt gula. Ny.F selalu menambahkan MSG
seperti ajinamoto dan royco saat memasak makanan untuk keluarga, selain itu pasien
juga sering mengkonsumsi makanan yang bergoreng dan dimasak dengan menggunakan
santan kental. Pasien juga sering merasa lapar padahal baru makan 2 jam sebelumnya,
serta sering pipis di malam hari. Saat pengukuran antropometri, pasien mengatakan tidak
mengetahui apakah BB turun atau tidak melainkan beliau merasa baju yang dikenakan
terasa longgar, pasien juga belum pernah mendapatkan konseling gizi sebelumnya.
Karena kondisi pasien, BB dan TB didapatkan dari estimasi pengukuran LiLA 27 cm dan
TL 42,5 cm. Saat dirumah sakit pasien mendapatkan makanan dalam bentuk lunak dan
pasien di cek gula darahnya/4 jam. Hasil recall di dapatkan E =1178 kkal, protein 47 gr,
lemak 33,34 gr dan karbohidrat 175,98 [Link] soal kasus diatas buatlah asuhan
gizi terstandar serta susunlah rancangan menu untuk pasien.

Esi S
7. Ny.K seorang ibu rumah tangga dan pedagang usia 60 tahun, masuk ke rumah sakit
dengan diagnosa medis Diabetes Nefropati komplikasi hipertensi dan hiperurisemia.
Masuk rumah sakit dengan keluhan kesadaran compos mentis, badan letih, tampak pucat
dan mengeluh gatal disekujur tubuh, nafsu makan menurun, mual, muntah, dan BAB
tidak lancar selama kurang lebih 4 hari. Hasil pemeriksaan klinis di dapatkan TD
168/110 mmHg, Nadi 66x/menit, RR 19x/menit, dan suhu 36,5 oC. Ny.K menderita DM
10 tahun yang lalu namun sejak keluar rumah sakit Ny.K belum sepenuhnya mengikuti
anjuran diet yang diberikan Ahli gizi, selain itu Ny.K memiliki riwayat Hiperurisemia
sejak 2 thn yang [Link] pengakuan suami, Ny.K memiliki pola makan yang
tidak teratur, minum teh manis setiap pagi dengan menggunakan gula murni, hampir
setiap hari mengkonsumsi makanan porsi seperti soto, pecal, lotek, mieso, sate, dan mie
ayam. Ny.K jarang mengkonsumsi sayur namun sering mengkonsumsi lalapan seperti
selada dan ketimun. Ny.K selalu memakai Royco untuk ditambahkan kedalam makanan
agar lebih enak, Ny.K selalu makan siang di [Link] obat yang diberikan
candesertan, transfusi PRC, Apidra 3x10, Lantus 3x10, Bicnat 3 x 50, Domperidon,
Loratadine. Saat diruang rawat inap, nafsu makan pasien kurang, hasil recall didapatkan
E=314,8 kkal, P= 4,67 gr, L=10,76 gr, dan KH=50,63 gr. Hasil pemeriksaan
laboratorium Ur 209 mg/dl, Kr 4,96 mg/dl, AU 10,3 mg/dl, GDP 159 mg/dl, GDPP 314
mg/dl, Hb 6,7 gr/dl. Hasil pengukuran antropometri di dapatkan dari estimasi LiLA 29,5
cm dan TL 46 cm. Berdasarkan soal kasus diatas buatlah asuhan gizi terstandar serta
susunlah rancangan menu untuk pasien. Saat ini pasien masih dipantau gula darahnya
setap 6 jam sekali.

Neta
8. Tn.D Seorang penjual Es berusia 67 tahun. Tn.D dirawat dirumah sakit dengan diagnosis
medis Post Exp. Laparatomy ec. Pritonitis generalisata ec. Perforasi gaster. Saat ini Tn.D
dirawat diruang bedah setelah satu hari yang lalu menjalai operasi. Berdasarkan hasil
pengkajian diperoleh data sebagai berikut. LiLA 28 cm, panjang badab 162 cm, pasien
dalam keadaan sadar, tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 84x/menit, RR 20x/menit,
bising usus positif. Data laboratorium sebagai berikut: Leukosit 7.700, Hb 13,9 g/dl,
Trombosit 259.000, Ht 43,6%, Ur 60 mg/dl, Kr 1,43 mg/dl. Kebiasaan makan pasien
sebelum sakit makan 2x sehari. Pasien memiliki riwayat alergi telur, ayam dan ikan laut.
Makanan yang sering dikonsumsi adalah nasi 1 piring tiap kali makan, lauk nabati
( tempe dan tahu 1 potong tiap kali makan), lauk hewani (jeroan, hampir setiap hari
karena pasien sangat suka), sayuran ( pasien sangat suka sayur sawi), pasien sering
mengkonsumsi dan menyukai makana bersantan serta gorengan, buah yang disukai
adalah pisang (jarang mengkonsumsi buah), dan sering mengkonsumsi jamu/ramuan
tradisional (asam urat, beras kencur, pegel linu). Pasien mengaku belum penah
mendapatkan edukasi gizi sebelumnya. Setelah operasi, pasienmendapatkan makanan
cair jernih dengan kandungan energi 400 kkal, Karbohidrat 100 gr, protein 15 gr, lemak
12 gr. Pasien mengkonsumsinya meskipun nafsu makan pasien menurun.

Safira
9. Ny.S usia 40 tahun beragama islam, bekerja sebagai karyawan swasta masuk rumah sakit
dengan keluhan anoreksia, mual, muntah, rasa lelah, pusing, gatal gatal di kulit dan BAK
berwarna kuning keruh dan oliguria (±400 ml). aktivitas pasien dikantor sebagian besar
hanya duduk di depan komputer. Pasien jarang berolahraga, pasien mengaku
mengkonsumi obat sakit kepala dan obat asam urat 3x1 tablet yang dibeli sendiri di
apotek selama hampir dua tahun ini. Diagnosis medis pasin Gagal ginjal akut +
hiperurisemia. Semenjak sakit asupan makan sangat menurun, hasil recall 24 jam
menunjukkan asupan energi hanya 40%, protein 50%, lemak 45% dan karbohidrat 30%.
Hasil pengukuran antropometri, yaitu BB 50 kg, TB 158 cm, LiLA 25,5 cm. Hasil
pemeriksaan laboratorium meliputi ureum 230,8 mg/dl, kreatinin 5,3 mg/dl, kalium 7,5
mEq, Asam urat 7,8, albumin 2,8 g/dl, Hb 9,2 g/dl. Pemeriksaan fisik klinis
menunjukkan RR 18x/menit, tekanan darah 148/100 mmHg, suhu 37°C. kompos mentis,
oedema dikedua ekstrimitas bawah. Tindakan medis yang didapatkan adalah IHD. Terapi
obat yang diberikan injeksi flurosemid. Pasien sebelumnya belum pernah mendapatkan
edukasi gizi. Kebiasaan makan pasien sebelum sakit adalah makan 3x sehari, sarapan
pagi biasanya mengkonsumsi nasi goreng yang dibeli dikantin kantor. Saat makan siang
Ny.S selalu memesan makanan di restoran, selain itu selalu mengkonsumsi minuman
seperti kopi, teh kemasan, fanta, dan minuman bersoda lainnya. Makanan yang selalu
dikonsumsi, untuk protein hewani (ayam, daging, sosis), nabati ( tempe), jarang
mengkonsumsi sayuran, selalu mengkonsumsi buah setiap jam 10 pagi. Saat ini pasien
mendapatkan makanan dalam bentuk lunak.

Agung
10. Ny.W, berusia 44 tahun datang kerumah sakit dengan keluhan nyeri perut di bagian atas
sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Nyeri terasa secara terus menerus dan mual
serta muntah sebanayak 1 kali. Berat badan Ny. W turun sebanyak 10 kg dalam 3 bulan
terakhir. Riwayat penyakit terdahulu adalah batu empedu dan hipertensi, tetapi pasien
belum pernah mendapatkan edukasi gizi mengenai penyakitnya. Pasien bersuku minang,
sosial ekonomi menengah, pekerjaan adalah sebagai ibu rumah tangga , pendidikan
terakhir adalah tamatan sekolah dasar (SD). Hasil pengukuran setengah depa 75 cm dan
LiLA 25,3 cm. hasil laboratorium meliputi bilirubin total 1,4 mg/dl, leukosit 14.000,
ureum 9,9 mg/dl, kalium 3,0 mmol/L , klorida 109 mmol/L, SGOT 92 U/L, SGPT 33
U/L,Kol Total 253 mg/dl, VER (MCV) 76,9 fl. Hasil pemeriksaan klinis TD 132/87
mmHg, RR 20x/menit, Nadi 71x/menit, suhu 36,8°C. pasien sangat menyukai makanan
yang digoreng dan bersantan kental, pasien juga sering menjadikan gorengan sebagai
cemilan. Ny.W hanya menyukai sayuran wortel dan sawi hijau. Ny.W tidak menyukai
telur dan Ikan laut. Setiap seminggu sekali, Ny.W selalu mengkonsumsi makanan porsi
seperti bakso atau mie ayam. Saat dirawat, pasien mengalami penurunan nafsu makan
dan hanya mampu mengahbiskan ¼ porsi makanan yang disediakan oleh rumah sakit
disetiap waktu makan. Asupan makanan pasien mencukupi 475 kkal, protein 25 gr,
lemak 20 gr, dan karbohidrat 120 gr.

Dina
11. Ny. NR usia 58 tahun, pendidikan terakhir SMA beragama hindu dan bekerja sebagai
peinsiunan bank swasta. Suami bekerja sebagai seorang pekerja seni dan mempunyai 2
orang yang sudah berkeluarga. Pasien masuk rumah sakit dengan keluhan nyeri perut,
sesak nafas berat, kemudian dibawa kerumah sakit dan dilakukan pemeriksaan darah
dengan kadar Hb 4,6 g/dl. Sebelum masuk rumah sakit pasien mengeluh nyeri perut
kanan atas, kembung, mules, perih, asupan makan berkurang, sesak nafas jika
beraktivitas, nyeri perut, pusing, badan lelah, buang air besar warna hitam. Pasien
mempunyai kebiasaan minum jamusudah sejak lama sekitar 10 tahun yang lalu, sering
membeli obat sakit kepala di warung, dan mengeluh pegel linu sudah lama. Hasil
pemeriksaan klinis didapatkan tekanan darah 150/80 mmHg, mata konjungtiva anemis,
RR 22x/menit, Nadi 78x/menit, suhu 36,4°C. hasil laboratorium Hb 4,5 g/dl, MCV 14,9
fl MCH 58,5 pg, MCHC 17,6 g/dl, albumin 3,28 g/dl, Fe 15 mg/dl dan Ferritin 18,95
ng/ml. Pola makan pasien sebelum masuk rumah sakit adalah mengkonsumsi makanan
pokok 2-3 kali perhari, lauk hewani (ikan lele 2x/mggu, telur 5x/mggu, dan ayam
2x/mggu)lauk nabati tahu dan tempe dikonsumsi setiap hari, sayuran yang sering
dikonsumsi adalah buncis, kacang panjang, wortel, dan buah yang sering dikonsumsi
adalah jeruk dan pepaya. Selain itu, pasien selalu mengkonsumsi air the manis setiap
pagi dan mengkonsumsi kopi susu 3-4x per minggu. Hasil analisis recall, yaitu energi
1450 kkal, protein 49,5 g, lemak 33,9 gr, karbohidrat 224,13 gr, dan Fe 9 mg. Saat
dirumah sakit pasien tidak mampu menghabiskan makanannya, pasien hanya
mengkonsumsi nasi lunak dan sayur saja. Jumlah asupan energi adalah 356 kkal, protein
7 gr, lemak 3,5 gr, dan karbohidrat 56 gr.

Rini
12. Seoarang anak laki-laki bernama An.M berusia 7 tahun, TB 120 cm, berat badan 22,5 kg,
di rawat di rumah sakit. Masuk rumah sakit 2 hari yang lalu dengan keluhan utama
bengkak seluruh tubuh. Pasien sering mengalami bengkak dan hilang timbul selama
beberapa hari. Menderita sindrom nefrotik sejak 4 tahun yang lalu dan diberikan steroid
sejak diagnosis ditegakkan. Beberapa hari yang lalu pasien mengalami bengkak seluruh
tubuh berkurang setelah diberikan diuretik dan saat ini bengkak hanya terdapat di
periorbital, pipi, dan dagu , BAK lebih sedikit dari biasanya dan warna urine keruh,
mengalami susah BAB (konstipasi). Riwayat penyakit keluarga tidak ada yang pernah
mengalami sakit dan gejala-gejala, seperti yang dialami oleh pasien hanya batu ginjal
saja yang pernah di derita ayah pasien. Hasil pemeriksaan fisik/klinis saat ini: keadaan
umum cukup, suhu 36,5°C, tekanan darah 160/100 mmHg, nadi 98x/menit, abdomen
distended, wajah tanpak pucat (anemis), edema periorbital (sekitar mata), pipi dan dagu.
Hasil pemeriksaan labor: leukosit 2400/ul, Hb 9 g/dl, Ht 26,7%, Trombosit 179.000/ul.
Ur 31,5 mg/dl, Kr 0,42 mg/dl, SGOT 52, SGPT 16, KT 160 mg/dl, albumin 3,2 g/dl. Na
137 mmol, K 2,92 mmol/L, Cl 105 mmol/L, Urine albumin 3+, protein 4+, warna keruh,
urin tampung 450 cc/24 jam. Anamnesis gizi didapatkan bahwa pasien tidak nafsu
makan merasa mual dan mudah lelah. Selama dirumah sakit, nafsu makan menurun,
makanan dari rumah sakit hanya dimakan sedikit. Pasien mengkonsumsi makanan dari
luar berupa mie instan, puding, biskuit, dan kue. Hasil recall saat ini di dapatkan energi
718,78 kkal, protein 24,3 gr, lemak 26,4 gr, dan karbohidrat 96 gram. Pola makan pasien
tidak teratur dan sedikit. Pasien tidak mempunyai pantangan makanan maupun alergi
makanan tertentu, tetapi pasien jarang mengkonsumsi lauk hewani sedangkan lauk
nabatinya tahu dan tempe sering. Pasien juga tidak terbiasa makan sayur. Buah yang
disukai adalah apel dan pir. Pasien sangat menyukai makanan yang digoreng, makanan
manis, asin, dan gurih. Riwayat obat obatan yang diberikan captopril, furosemid,
kortikosteroid, dan albumin.

Liya Putri Rahmaniya


13. [Link] usia 55 tahun masuk rumah sakit karena mengeluh badan terasa lemas, perut
terasa sesak, mual, perut membesar, nafsu makan menurun. Tekanan darah pasien 110/50
mmHg, nadi 82x/menit, 36,8°C dan RR 23x/menit. Hasil laboratorium menunjukkan Hb
10,4 g/dl, Tr 123.000/µl, Ht 31,0%, albumin 2,45 g/dl, bilirubin total 1,66 mg/dl,
bilirubin direk 0,76 mg/dl, bilirubin indirek 0,90 mg/dl, SGOT 80µ/L, SGPT 62µ/L.
Hasil USG pasien menunjukkan bahwa pasien menderita sirosis hepatis dengan
degenerasi maligna disertai splenomegali dengan asites permagna. Oleh dokter, [Link]
didiagnosis menderita sirosis hepatis dan asites permagna. Obat yang diberikan yaitu
propanolol, spinolacton, franexacid. Sebelum masuk rumah sakit, [Link] tidak pernah
menderita penyakit apapun seperti DM, hipertensi, dan lain lain. Hasil pengukuran
menunjukkan asupan energi pasien sebelumnya hanya sebesar 13%, karbohidrat 15%,
protein 2%, dan lemak 18% dari kebutuhan sehari karena pasien selalu merasa kenyang
dan merasa tidak enak saat makan akibat rasa sebah pada perut yang dialami pasien. NY.
TN terbiasa makan 2x/hari dengan porsi nasi 1 centong sekali makan. Lauk yang biasa
dikonsumsi adalah tempe atau tahu yang selalu ada disetiap makan @50 gram. Lauk
hewani yang sering dikonsumsi adalah telur, ikan asin 1-2x/minggu. Pengolahan lauk
lebih sering digoreng. Sayuran yang sering dikonsumsi adalah bayam. , sawi, dan kacang
panjang 50 gram. Buah buahan yang sering dikonsumsi adalah apel dan anggur 3x
seminggu. [Link] biasa mnegkonsumsi kopi sebanyak 3x/hari dan sering mengkonsumsi
jamu jamuan sejak masih muda. [Link] hanya lulusan S. Saat ini pasien tinggal bersama
dengan 1 anak, 1 menantu, dan 1 cucu. Anak bekerja sebagai buruh pabrik. Pasien tidak
bekerja dan pasien belum pernah dapat edukasi gizi.

Chendy tata lestari


14. [Link] seorang laki laki usia 60 tahun, datang ke ahli gizi atas rujukan dokter utuk
mendapatkan konseling gizi. Laki laki seorang pensiunan PNS yang menjadi ketua
takmir masjid ini datang bersama istrinya dengan membawa surat pengantar dan hasil
laboratorium. Sejak 5 tahun yang lalu Tn NN didiagnosis menderita DM tipe 2 dan
tekanan darah sellau diatas normal >150/100 mmHg. Hasil laboratorium AU 9,3 mg/dl,
GDP 180 mg/dl, GDPP 220 mg/dl, HbA1c 8%. Pasien sudah penah konsul ke ahli gizi,
tetapi merasa sulit sekali menghindari makanan manis, gurih, terutama telur asin dan soto
jeroan kesukaannya. Sejak mempunyai cucu, Tn NN juga malas melakukan olahraga
jalan pagi yang dulu sering dilakukan. Saat ini aktivitas sehari-hari hanya duduk-duduk
dengan mengawasi cucu diruma. [Link] tinggal dirumah bersama istri , anak, menantu,
dan seorang cucu. Tn. NN datang kerumah sakit karena sering merasa pusing dan
penglihatan agak kabur. Hasil pengukuran klinis didapatkan tekanan darah 165/80
mmHg, Nadi 80x/menit, RR 18x/mnt, dan suhu 36,5°C. Saat ini obat yag dikonusmi
adalah amlodipin, catopril, mecrodinazde. Hasil pengukuran antropometri tinggi badan
160 cm, dan BB 70 kg. Lingkar perut 105 cm. Tn NN menceritakan sebulan yang lalu
berat badannya sekitar 75 kg, meskipun merasa nafsu makan akhir akhir ini meningkat
dan banyak minum manis. Kebiasaan sarapan nasi jagung, urapan dan kopi sedikit gula,
snack pagi dan sore berupa kue-kue basah, makan siang dan malam biasanya nasi, sayur,
lauk nabati dan hewani. Istrinya menyampaika, Tn NN sering makan siang di warung
soto jeroan dan telur asin kesukaannya sebanyak 2x seminggu. Jika udara agak panas dan
erasa gerah seing membuat sendiri us buah di rumah sambil smbunyi-sembunyi. Hasil
recall eergi 2550 kkal, karbohidrat 330 gr, lemak 99 gr, protein 76,5 gr, gula lebih kurang
45 gr, dan natrium 3300 mg.
Aulia Zahara
15. Tn.A 3 tahun berprofesi sebagai pengelola delaer truk, masuk rumah sakit dengan
keluhan demam dan tubuh lemas selama berkepanjangan kurang lebih 2 minggu sebelum
masuk rumhah sakit. Diagnosis medis menyebutkan TnA mengalami B20 stadium III +
meningitis tuberkulosis + toksoplomosis serebri + kandidiasis oral. Hasil pengukuran
antropometri oleh ahli gizi menunukkan LiLA 22 cm dengan TL 48 cm. Pemeriksaan
fisik klinik menunjukkan keadaan umum GCS 456, kesadaran kompos mentis, tekanan
darah 90/80 mmHg, suhu tubuh 39,3°C, RR 20x/menit, , dan terdapat keluhan berupa
mual, demam, sariawan, pusing, dan tidak nafsu makan dan perut nyeri jika makan
terlalu banyak. Data pemeriksaan laboratorium menunukkan hasil serologi HIV Rapid 1
dan 2 reaktif, leukosit 12.600, Hb 11,0 g/dl. Dari hasil wawancara kebiasaan makan Tn.
A slama ini makan hanya separuh dari porsi makan sebelum sakit (sebelum sakit makan
3-4 kali/hari dengan susunan menu berupa nasi 2 sendok makan, lauk hewani 1 porsi,
lauk nabati 2 porsi, sayur bening atau bersantan ½ mangkok). Asupan makan sekarang
rendah dengan hasil recall 24 jam energi 200 kkal, protein 5 gr, lemak 1 g, dan
karbohidrat 47 gr. Saat ini Tn.A mengkonsumsi obat antara lain cotrimoxazole, Nystatin,
salbutamol, clindamicin, dan N-acetylcysteine. Saati ini pasien tinggal bersama ibunya
dan 1 saudaranya.

Rasyid Avicena
16. Ny.W uisa 65 tahun lemah, nafsu makan menurun sejak 3 bulan yang lalu, sulit menelan,
dan sesak nafas. Diagnosis medis Ny. W adalah Sirosis hati dan hipertensi. Riwayat
penyakit terdahulu pasien adalah hepatitis, Hipertensi, Rematik,Asam lambung. Data
antropometri didapatkan dari pengukuran estimasi dikarenakan pasien tidak bisa berdiri
dan kaki terasa sakit jika diluruskan, LiLA 22 cm dan TL 42 cm. Pasien mengatakan ada
penurunan berat badan yang ditandai dari baju dan celana yang dikenakan terasa longgar.
Hasil pemeriksaa labor Bilirubin 4.1mg/dl, Glubulin 3,39g/dl, SGOT 450u/L, SGPT
65u/L hemoglobin 8,4mg/dl, dan albumin 1,34g/dl. Hasil pemeriksaan fisik klinis adalah
tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 110 x/menit, dan pernafasan 22 x/ menit serta suhu
38,4oC, perut tampak buncit, BAK merah, BAB hitam, dan mata kuning. Ny.W sebelum
sakit makan 2 kali sehari dengan waktu tidak teratur. Dalam sekali makan pasien
mengkonsumsi nasi sebanyak 2 sendok nasi disertai dengan 1 potong protein hewani dan
jarang mengonsumsi protein nabati, kurang mengkosumsi sayur dan buah. Ny. W
mengalami penurunan nafsu makan disertai dengan rasa sakit saat menelan. Hasil recall
E=47,1% P=47,8% L=43,8% KH=45,2%. Hasil recall 1x24 jam dilakukan pada hari
kedua setelah dirawat dirumah sakit. Pasien diberikan makanan saring dan makanan cair.
Nafsu makan pasien menurun diakibatkan sulit untuk menelan dan terasa sesak di dada.
Hasil recall energi 507 kkal, protein 13 gr, lemak 8,1 gr, karbohidrat 95,2 gr. Pasien
adalah ibu yang memiliki 5 anak. Pasien tinggal bersama suami dan anaknya. Suami
bekerja sebagai petani, dan Pasien sendiri seorang petani. Pasien tinggal dirumah sendiri.
Terapi obat yang diberikan Limivudin, Ribavirin dengan interferon, Interferon α.
Nurul Meliza Ulfa
17. An.H usia 9 bulan di rujuk dari puskesmas kerumah sakit karena mengalami gizi buruk
dan TB paru. Pasien adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Pasien tinggal bersama
ayah, ibu, kakak, dan neneknya. Ayah bekerja sebagai petani, dan ibu sebagai ibu rumah
tangga. Saat dilakukan assesment, kesadaran kompos mentis, ibu pasien mengeluh anak
demam, batuk, dan flu. Setengah bulan terakhir ibu pasien mengaku keluhan awal berupa
demam yang naik turun. Perjalanan penyakit :An.H satu bulan yang lalu pasien pernah
demam 3 hari disertai batuk dan flu, ibu membawa pasien ke bidan terdekat dan diberi
obat lalu sembuh. SMRS pasien demam tinggi dan dibawa ke bidan dengan suhu tubuh
38oC dan dianjurkan bidan untuk dibawa kerumah sakit. BB pasien tidak naik sejak umur
0-6 bulan (7 kg), kenaikan BB sampai umur 6 bulan yaitu 2-3 ons per minggu. BB terus
menurun hingga umur 9 bulan menjadi 4 kg. Pasien diketahui memiliki riwayat kontak
langsung dengan penderita batuk yang lama, yaitu Nenek penderita. Nenek penderita
merupakan penderita TB paru. Ayah pasien merupakan seorang perokok [Link] obat
cefotaxim, paracetamol, pedimin, sulfas ferosus, ampisilin, dulcolax suppositoria. Anak
H, lahir memiliki berat badan 2.6 kg, dan ibu melakukan IMD. Saat berumur 9 bulan
asupan SMRS yaitu susu SGM, bubur cerelac serta pemberian [Link] rata-rata
pasien dilakukan dengan menggunakan Recall 1 x 24 jam adalah 463,43 kkal, protein
11,8 gr, lemak 18,19 gr, karbohidrat 36,06 gr. Hasil laboratorium GDS 95 mg/dl, Hb 10
gr/dl, leukosit 13.230. pemeriksaan fisik klinis kesadaran umum compos mentis, suhu
38,4oC, RR 28x/menit, Nadi 120x/menit, An. H rewel, lemah, demam, batuk, tampak
sangat kurus, pucat, perut buncit, rambut berwarna kemerahan, mata cekung, tidak BAB
sejak satu hari yang lalu, dan terpasang NGT (Naso Gaster Tube). Setelah 1 minggu
dirawat kodisi pasien mebaik, NGT sudah dilepas dan refles menelan sudah mulai baik,
dokter dan ahli gizi mengganti diet pasien menjadi ML + F 100 secara bertahap.

Ghina Mardiyati
18. Ny.Y usia 48 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan sesak nafas, edema, gatal pada
kaki dan tangan, lemas, serta terlihat pucat. Pasien adalah seorang ibu rumah tangga.
Pasien tinggal dirumah sendiri bersama suami dan anak-anaknya dan pekerjaannya
sehari-hari adalah Ibu Rumah Tangga. Diagnosa medis DM tipe 2 dengan nefropati,
Hipoalbuminemia, Hipertensi, dan Efusi Pleura. Pasien memiliki riwayat penyakit DM
tipe 2, hipertensi dan asam lambung dan mengalami pembengkakan pada kaki dan
tangan. Terapi obat yang didapatkan furosemide, novarapid, Spironolactone. Hasil
laboratorium Ur 112 g/dl, Kr 1,41 g/dl, GDP 200, GDS 313, Albumin 1,58, Hb 10,8.
Pemeriksaan klinis TD 160/90 mmHg, RR 22x/menit, Nadi 80x/menit, Suhu 36,5 oC.
Hasil recall 24 jam adalah: jam 10 pagi : buah apel ½ potong, makan siang: nasi lunak 1
centong, ikan gulai ½ potong, tahu 1 potong, sayur labu siam wortel 2 sendok. Snack
sore tidak ada, jam 7 malam : nasi lunak 1 centok, ikan gulai 1 ptg, sayur labu siam
wortel 2 sendok. Sebelum sakit Ny.Y sanagt sering mengkonsumsi nasi goreng dan roti
bakar. Ny.Y dalam seninggu bisa mengkonsumsi 6 butir telur, sangat jarang
mengkonsumsi sayur dan buah, serta tidak memiliki riwayat alergi terhadap makanan.
Saat dirumah sakit pasien mendapatkan makanan berupa MS karena pasien tidak mau
makan, namun tetap memaksakan memakan makanannya. Ny.Y dapat menghabiskan ½
porsi bubur putih disetiap waktu makan dan menghabiskan dan 200 cc diabetasol disetiap
waktu makannya. Pengukuran antropometri tidak dapat dilakukan secara langsung,
sehingga digunakan estimasi LiLa dan tinggi lutut, LilA 24 cm, dan TL 4 cm.

Ranita Suri Dewi


19. Ny.M 65 tahun, beragama islam masuk rumah sakit karena penurunan kesadaran,
penurunan nafsu makan, kaki bengkak, sesak napas, dan batuk. Diagnosis medis pasien
adalah Diabetes Mellitus Tipe II; Bronkopneumonia; Hipokalsemia; Hipertensi. Hasil
pemeriksaan lab HGB 10,8 g/dl, HCT 31,1%, WBC 44,68 u/L, PLT 400 u/L, GDR 192
mg/dl, Ca. Darah 6,34 mg/dl. Pemeriksaan klinis meliputi TD 160/70 mmHg, RR
18x/menit, Nadi 86 x/menit, suhu 37oC. pasien belum pernah mendapatkan edukasi gizi.
Sebelum sakit Ny.M tidak membatasi makanannya, makan 3-4 kali sehari, pasien
menyukai jeroan, gulai kambing, babat, daging, telur, belut, dengan olah dalam bentuk
goreng, gulai, kalio. Ny.M jarang mengkonsumsi sayur dan menyukai buah-buahan
seperti durian. Ny.M mengkonsumsi kopi 2 kali sehari, menyukai sate dan bakso.
Menyukai bolu, dan makanan yang manis-manis. Belum dilakukan nya pembatasan
penggunaan garam dan penyedap makanan. Sebelum masuk rumah sakit, Ny.M hanya
mengkonsumsi 1 gelas teh manis dengan tambahan 1 sendok gula pasir, 2 potong
lontong, dan 4 iris mangga. Terapi obat yang diberikan adalah cefotaxim, calcium laktat,
amlodipin, ambroxol. Ny.M memiliki riwayat Diabetes mellitus dari orang tua. Adik dan
kakak Ny. M juga menderita diabetes. Ny.M menderita diabetes mellitus sejak tahun
2013, kurangnya motivasi untuk menjaga dan monitoring diri membuat DM yang
diderita tidak terkontrol. Seiring dengan hal itu, Ny.M juga menderita Hipertensi yang
tidak terkontrol, Ny.M jarang berolahraga akibat DM yang dialami, dan belum
membatasi penggunaan garam. NY.M seorang ibu rumah tangga, suaminya meninggal
dan mempunyai 4 orang anak. Berdasarkan hasil wawancara, pasien mengalami
penurunan berat badan yang dinilai dari pasien merasakan baju dan celana yang
dikenakan terasa longgar. LILA 24 cm, dan TL 47 cm.

Veny Rachinalinda
20. Tn.M seorang petani, usia 60 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan sesak nafas
disertai nyeri dada menjalar ke punggung, sesak, dirasakan mkin berat jika berbaring,
kemudian batuk, dan sembab dikedua kaki sejak seminggu yang lalu. Pasien adalah
Perokok aktif dan bisa menghabiskan ½ bungkus rokok dalam 1 hari. Diagnosis medis
pasien adalah Stemi, Diabetes Melitus, Hipertensi. Hasil pemeriksaan lab meliputi
troponim 1,0, GDS 345, leukosit 13.200, Hb 15,2, Ht 31%, Hm 40,5. Pemeriksaan klinis
meliputi kesadaran compos metis, TD 240/130 mmHg, Suhu 37,2 oC, RR 28x/menit,
Nadi 129x/menit. Pola makan pasien dirumah adalah 3 kali sehari dengan porsi nasi 2
sendok magic. Pasien menyukai ikan kering, ayam, roti dan biscuits. Makanan pantagan
adalah gajeboh. Pasien jarang mengkonsumsi kerupuk, sayur dan buah. Pasien rutin
minum kopi + 2 kali sehari. Belum ada pembatasan penggunaan garam dalam
pengolahan makanan. Saat dirumah sakit Nafsu makan pasien menurun disebabkan oleh
batuk dan sesak nafas sehingga asupan pasien berkurang. Pasien hanya mampu
menghabiskan sebagian makanan dari rumah sakit. Terapi obat yang diberikan Aspilets,
CPG, simvastatin, opilax, netral, NAC. Riwayat penyakit dahulu adalah Diabetes
Mellitus, Hipertensi. Pasien sebelumnya sudah pernah mendapatkan edukasi gizi namun
tidak menerapkannya. Hasll skrining didapatkan bahwa terjadi penurunan berat badan
yang dirasakan dan ditandai dengan baju dan celana yang dikenakan terasa longgar.
Hasil antropometri adalah LiLA 27,5 cm, dan TL 48 cm.

Khairani Yusral
21. [Link] uisa 56 tahun di rawat diruang neurologi karena keluhan penurunan nafsu makan,
gelisah, sesak nafas dan tampak pucat. Hasil pemeriksaan Lab meliputi :
Pemeriksaan Nilai Lab
Ureum 20 mg/dL
Creatinin 2,34 mg/dL
GDR 166 mg%
Hb 9,5 g/dL
HCT 29 %
MCV 79,2 fL
RDW-CV 16,5+ %
WBC 20,45+ 103/uL
EO% 0.0 %
NEUT% 86,7%
LIMPH% 7%
Hasil pemeriksaan klinis TD 180/90 mmHg, Nadi 100x/menit, RR 22x/menit, suhu
tubuh 37,20 C. Data antropometri diperoleh melalui pengukuruan TL dan BB, karena
pasien tidak bisa berdiri dan data BB berdasarkan keterangan suami pasien. BB pasien
ditimbang setiap 2x seminggu (setiap hemodialisa). TB didapatkan berdasarkan
pengukuran Tinggi Lutut (TL) yaitu 48 cm, dan BB 60 kg. pola makan pasien sebelum
sakit adalah Ny. YB memiliki pola makan 3x sehari dengan porsi makan yang lebih
banyak dari RS (250gr), protein hewani 1 porsi (50gr). Protein hewani yang sering
dikonsumsi adalah belut, ikan, telur ayam, dan jeroan (usus) dengan pengolahan
digoreng atau digulai. Ny. YB jarang makan sayuran hijau, tapi sangat suka jengkol dan
petai. Buah yang sering dikonsumsi adalah duku, rambutan, saos, dan durian. Ny. YB
suka makan kerupuk kulit (jangek) dan kerupuk-kerupuk asin. Pagi hari Ny. YB rutin
minum teh manis 1 gelas sedang (200cc), namun Ny. YB jarang minum air putih. Ny.
YB mulai membatasi konsumsi makanan yang asin dan manis dari ±2 tahun yang lalu,
karena kondisi kesehatan menurun dan rutin melakukan HD. Saat dirumah sakit [Link]
mengalami penurunan nafsu makan, dan tidak mampu menghabiskan makanan yang
disajikan oleh rumah sakit. Pasien mencukupi kebutuhannya dengan nimun susu
diabetasol yang dicampurkan dengan sedikit beras merah. Riwayat penyakit dahulu Ny.
YB memiliki riwayat penyakit DM tipe 2, awal di diagnosa pada tahun 2010 dan kadar
gula darah puasa Ny. YB pernah mencapai 203 mg%. Selain DM Tipe 2, Ny. YB juga
menderita hipertensi. Ny. YB rutin melakukan HD 2x dalam seminggu (selasa dan
jumat), rutinitas ini sudah berjalan selama 2 tahun 3 bulan. Sebelumnya Ny. YB pernah
diwarat di ruang rawat inap interne wanita karena penyakit DM Tipe 2 dan sudah pernah
mendapatkan konseling gizi dari ahli gizi. Ny. YB adalah seorang ibu rumah tangga yang
sudah terbiasa mengurusi rumah dan keluarga, semua pekerjaan rumah dilakukan sendiri
tanpa bantuan asisten rumah tangga. Ny. YB dan suami yang merupakan pensiunan guru
SD sudah memiliki 5 orang anak, satu orang anak laki-laki dan empat orang anak
perempuan.

Firstassa Prily Cendani


22. An.M usia 21 bulan masuk rumah sakit karena mengalami mencret sebanyak 6 kali
dalam sehari, demam, sesak. Berdasarkan keluhan tersebut akhirnya pasien dirawat
diruang rawat inap. Hasil pengukuran antropometri didapatkan BB 7,5 kg, dan PB 76
cm. berdasarkan pengakuan ibu, 3 bulan yang lalu BB anak sempat menginjak angka 8
kg. hasil pemeriksaan fisk klinis TD 110/80 mmHg, suhu 38,5 0 C, RR 40x/menit, Nadi
120x/menit, pasien tampak kurus, pucat dan rewel. Karena pasien datang dengan keluhan
batuk yang tak berhenti, maka hasil tes sputum dahak positif TB. Hasil wawancara
bahwa dari keluarga pasien tidaka ada yang mempunyai riwayat TB, berat kecurigaan
bahwa anak tertular dari sang pengasuh. An.M sebelum sakit makan 2 kali sehari dengan
waktu tidak teratur. Dalam sekali makan pasien mengkonsumsi nasi sebanyak 0,5 sendok
nasi disertai dengan lauk telur, pasien kurang mengkosumsi sayur dan buah ditambah
mengkonsumsi susu ¼ botol. An. M mengalami penurunan nafsu makan disertai dengan
rasa sakit sesak didada, sehingga hari pertama di rumah sakit pasien tidak mengkonsumsi
apapun. Saat ini pasien mendapatkan diet F100 + makanan saring sebanyak 2 kali. Terapi
obat yang diberikan, cefotaxim, paracetamol, pedimin sulfa ferosus, ampisilin. Pasien
merupakan anak kedua dari 2 bersaudara, ibu bekerja sebagai guru dan ayah bekerja
sebagai pegawai swasta. Hasil laboratorium meliputi:
Indikator Pengukuran Lab
GDS 95 mg/dl
Hemoglobin 8,5 gr/dl
Leukosit 12230gr/dl
Natrium 138 mEq/L
Albumin 2,0

Anda mungkin juga menyukai