MAKALAH
METODE PENELITIAN GEOGRAFI
Dosen Pengampuh: Dr. Sunarty Suly Eraku, [Link], M., Pd
DISUSUN OLEH:
Fadli Aripin
451423032
PRODI PENDIDIKAN GEOGRAFI
JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
TAHUN 2024
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL
DAFTAR ISI.............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................1
1.1 Latar Belakang.....................................................................................................1
1.2 Tujuan Penelitian.................................................................................................2
1.3 Rumusan Masalah................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN..........................................................................................3
2.1 Pendekatan Ilmiah, Prinsip dan Etika Penelitian.................................................3
2.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah Penelitian.......................................10
2.3 Berfikir, Variabel Penelitian................................................................................13
2.4 Metode Penelitian.................................................................................................14
2.5 Pengumpulan Data...............................................................................................16
2.6 Metode Analisis Data...........................................................................................17
2.7 Teknik Penyusunan Proposal...............................................................................19
BAB III PENUTUP..................................................................................................21
3.1 Kesimpulan..........................................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................23
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Metode Penelitian Geografi bertujuan untuk memberikan pemahaman
mengenai pentingnya penelitian dalam bidang geografi serta metode yang
digunakan untuk melaksanakan penelitian tersebut. Penelitian geografi
merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan secara sistematis untuk memecahkan
permasalahan yang berkaitan dengan fenomena alam dan sosial di lingkungan
geosfer.
Dalam konteks global saat ini, penelitian geografi menjadi semakin
relevan karena dapat membantu memahami interaksi antara manusia dan
lingkungan. Dengan menggunakan metode yang tepat, peneliti dapat
mengidentifikasi dan menganalisis berbagai masalah, seperti perubahan iklim,
urbanisasi, dan penggunaan sumber daya alam.
Metode yang digunakan dalam penelitian geografi sangat beragam, mulai
dari observasi lapangan, survei, hingga analisis data sekunder. Metode ini harus
dipilih berdasarkan tujuan penelitian dan jenis data yang ingin diperoleh.
Penelitian ini juga harus mempertimbangkan aspek keruangan, yang merupakan
ciri khas dari studi geografi.
Latar belakang ini juga mencakup penjelasan mengenai tujuan penelitian,
yang biasanya meliputi pemahaman lebih dalam tentang fenomena geosfer dan
pengembangan teori serta metodologi yang relevan. Dengan demikian, makalah
1
ini tidak hanya menjelaskan metode yang digunakan, tetapi juga menekankan
pentingnya penelitian geografi dalam konteks yang lebih luas.
1.2 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pendekatan ilmiah, prinsip dan etika penelitian
2. Untuk mengetahui identifikasi masalah dan rumusan masalah penelitian
3. Untuk mengetahui berfikir, variabel penelitian
4. Untuk mengetahui metode penelitian
5. Untuk mengetahui pengumpulan data
6. Untuk mengetahui metode analisis data
7. Untuk mengetahui teknik penyusunan proposal
1.3 Rumusan Masalah
1. Bagaimana pendekatan ilmiah, prinsip dan etika penelitian?
2. Bagaimana identifikasi masalah dan rumusan masalah penelitian?
3. Bagaimana berfikir, variabel penelitian?
4. Bagaimana klasifikasi metode penelitian?
5. Bagaimana pengumpulan data?
6. Bagaimana metode analisis data?
7. Bagaimana teknik penyusunan proposal?
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pendekatan Ilmiah, Prinsip dan Etika Penelitian
2.1.1 Pengertian Pendekatan Ilmiah
Pendekatan ilmiah adalah pendekatan disipliner dan pendekatan ilmu
pengetahuan yang funsional terhadap masalah tertentu. Pendekatan ilmiah
wujudnya adalah metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan prosedur dalam
mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Jadi ilmu merupakan pengetahuan
yang didapat melalui metode ilmiah.
2.1.2 Karakteristik Pendekatan Ilmiah
1. Sistematik
Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan
sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang
kompleks.
2. Logis
Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan
berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut
prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Prosedur penalaran yang
dipakai bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan
umum dari berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur deduktif yaitu cara
berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang
bersifat umum.
3. Empirik
3
Artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-
hari (fakta aposteriori, yaitu fakta dari kesan indra) yang ditemukan atau melalui
hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Landasan
penelitian empirik ada tiga yaitu :
a. Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada
penggolongan atau perbandingan satu sama lain)
b. Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu.
c. Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya
(ada hubungan sebab akibat).
4. Replikatif
Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh
peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan
metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan
definisi operasional variabel menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.
Pendekatan ilmiah memiliki perbedaan dengan pendekatan non ilmiah.
Beberapa perbeaan tersebut diantaranya:
a. Perumusan masalah yang jelas dan spesifik.
b. Masalah merupakan hal yang dapat diamati dan diukur secara empiris.
c. Jawaban permasalahan didasarkan pada data dan fakta.
d. Proses pengumpulan data dan analisis data, serta pengambilan keputusan
berdasarkan logika yang benar
e. Kesimpulan yang di dapat siap atau terbka untuk diuji oleh orang lain
2.1.3 Tahapan Penelitian
4
Sesuai dengan ciri-ciri dari penelitian yaitu analitis, bahwa penelitian
yang dilakukan harus dapat dibuktikan dan diuraikan dengan menggunakan
metode ilmiah dan harus ada sebab akibat antara variabel-variabelnya. Untuk
melaksanakan penelitian diperlukan beberapa tahap yang harus dilakukan.
Terdapat tiga garis besar tahap-tahap penelitian, yaitu tahap perencanaan,
pelaksanaan penelitian dan tahap pelaporan penelitian. Kegiatan penelitian
merupakan suatu proses yangg digunakan untuk memperoleh atau mendapatkan
suatu pengetahuan atau memecahkan permasalahan yang di hadapi yang
dilakukan secara sistematis, dan logis. Tahap-tahap penelitian ini pada umumnya
dilakukan untuk semua jenis penelitian apapun, karena secara garis besar
tahapan-tahapan ini memiliki kesamaan unsur, walaupun terdapat beberapa
perbedaan seperti terjadi pemodofikasian dalam pelaksanaannya oleh peneliti
sesuai dengan kondisi dan situasi yang dihadapi tanpa mengabaikan prinsip-
prinsip umum yang digunakan dalam proses penelitian.
Berikut ini merupakan tahapan – tahapan dalam penelitian.
1. Tahapan Perencanaan
Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti harus melaksanakan
beberapa persiapan yang terdiri dari:
a. Tema/Topik Penelitian
Untuk memilih tema atau topik penelitian, seorang peneliti haus memiliki
kepekaan terhadap kehidupan yang dihadapi. Seorang peneliti dapat memilih
tema dari berbagai sumber seperti:
1) Fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan
5
2) Kajian kepustakaan
3) Informasi yang diberikan oleh pihak lain.
b. Mengidentifikasi Masalah
Pada tahap ini, seorang peneliti harus terlebih dahulu mencari apa
masalah yang akan di teliti.
c. Merumuskan Masalah
Dalam tahapan ini, peneliti membuat rumusan masalah dari penemuan
masalah yang ada berdasarkan masalah-masalah yang akan diteliti. Buatlah
secara operasional dan membuat batasan-batasan masalahnya terutama dalam
menentukan ruang lingkup masalah yang diteliti
d. Mengadakan studi Pendahuluan
Tahapan ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi berkaitan dengan
masalah yang akan diteliti, dengan begitu maka akan diketahui keadaan atau
kedudukan masalah yang akan diteliti. Hasil yang didapat dari studi pendahuluan
berguna untuk menyusun kerangka teoritis tentang pemecahan masalah dalam
bentuk hipotesis yang akan di uji kebenarannya melalui pelaksanaan penelitian
lapangan. Studi pendahuluan dapat dilakukan dengan melakukan studi
dokumenter, kepustakaan dan studi lapangan.
e. Merumuskan Hipotesis
Hipotesa merupakan dugaan sementara yang akan dibuktikan
kebenarannya dari masalah yang sedang di teliti.
f. Menentukan Sampel Penelitian
6
Dalam tahapan ini merupakan untuk menentukan obyek yang akan
diteliti. Keseluruhan obyek yang diteliti disebut sebagai populasi penelitian.
g. Menyusun Rencana Penelitian
Tahap ini merupakan pedoman selama melaksanakan penelitian sebagai
suatu pola perencanaan harus dapat mengungkapkan hal-hal yang berhubungan
dengan kegiatan pelaksanaan penelitian yang memuat hal-hal berikut :
1) Masalah yang diteliti dan alasan mengapa melakukan penelitian
2) Bentuk atau jenis data yang dibutuhkan
3) Tujuan dilakukannya penelitian
4) Manfaat atau kegunaan penelitian
5) Dimana dilakukannya penelitian
6) Jangka waktu pelaksanaan penelitian
7) Organisasi kegiatan dan pembiayaan
8) Hipotesis yang di ajukan
9) Teknik pengumpulan dan pengolahan data
10) Sistematis laporan yang di rencanakan
11) Merumuskan alat penelitian
2. Tahapan Pelaksanaan
Setelah melakukan tahap persiapan, seorang peneliti selanjutnya
melakukan tahap pelaksanaan kegiatan penelitian yang meliputi, pengumpulan
data dan menganalisis data.
a. Pengumpulan Data
7
Pada tahap pengumpulan data didasarkan pada pedoman yang sudah
dipersiapkan dalam rancangan penelitian. Data yang dikumpulkan melalui
kegiatan penelitian dan dijadikan sebagai dasar untuk menguji hipotesis yang
diajukan.
b. Analisis Data
Tahapan ini dilakukan setelah data terkumpul semua kemudian dilakukan
analisis dan hipotesis yang diajukan dan diuji kebenarannya melalui analisis
tersebut. Jika jenis data yang dikumpulkan itu berupa data kualitatif, maka
pengolahan datanya dilakukan dengan cara menarik kesimpulan deduktif-
induktif, namun jika data yang dikumpulkan berupa jenis data kuantitatif atau
berbentuk angka-angka, maka analisis yang digunakan menggunakan analisis
kuantitatif atau statistika sebelum menarik kesimpulan secara kualitatif.
3. Tahapan Penulisan Laporan
WAWPenulisan pelaporan merupakan tahap akhir dari rangkaian proses
penelitian. Tahapan ini yaitu membuat laporan mengenai hasil penelitian secara
tertulis. Laporan secara tertulis perlu dibuat agar peneliti dapat
mengkomunikasikan hasil penelitiannya kepada para pembaca atau penyandang
dana. Untuk kepentingan publikasi, maka penelitian harus dilaporkan kepada
orang-orang yang berkepentingan. Bentuk dan sistematik laporan penelitian dapat
berupa artikel ilmiah, laopran, skripsi, thesis atau disertasi. Tahap laporan
penelitian ini merupakan tahap akhir dalam sebuah proses penelitian.
2.1.4 Pengertian Etika
8
Aristoteles membahas ”etika” sebagai ilmu pengetahuan praktis, berbeda
dengan fisika dan metafisika sebagai ilmu pengetahuan teoretis juga etika itu
berbeda dengan seni dan teknik sebagai ilmu pengetahuan produktif. Sebagai
ilmu pengetahuan praktis, etika mempelajari perilaku manusia dengan tujuan
mengarahkan perilaku yang baik yang diterima oleh masyarakat berdasarkan
paham publik mengenai apa yang secara rasional dan umum dibenarkan. Sebagai
ilmu pengetahuan praktis, etika memberi pedoman bagi perilaku bahwa yang baik
secara publik harus dilakukan dan apa yang secara publik dipahami jahat
dilarang. Perintah dan larangan etis dengan demikian memandu pencapaian
tujuan dari semua jenis aktivitas manusia, kebaikan.
2.1.5 Prinsip – Prinsip Dasar Etika Penelitian
Kewajiban moral dan pemahaman metodologis bagi seorang peneliti
dimaksudkan untuk memastikan bahwa seorang peneliti menjunjung tinggi
rasionalitas publik mengenai apa yang harus dan boleh dilakukan dalam
penelitian:
a. Prinsip menghormati martabat manusia dan hak masyarakat yakni perlakuan
terhadap manusia sebagai individu (unik, identik dengan dirinya sendiri,
tidak ada rangkapnya) dan pribadi (yang memiliki nilai-nilai kultural dalam
memahami dan mengarahkan tujuan hidupnya sendiri). Pengakuan terhadap
otonomi subjek penelitian ini mengharuskan peneliti menghormati hak-hak
privacy dan konfidensialitas subjek terkait latar belakang budaya, status
ekonomi, usia, gender, orientasi seksual,dll., sehingga menghindari
kemungkinkan tindakan yang merugikan subjek penelitian.
9
b. Prinsip berbuat baik (beneficence) yang mewajibkan peneliti secara
maksimal mengusahakan kebaikan terbesar bagi subjek penelitian dan
meminimalkan sebisa mungkin akibat yang merugikan subjek penelitian.
Prinsip ini menyatakan perilaku aktif peneliti mengupayakan kebaikan bagi
subjek penelitian bukan sebuah sikap yang pasif.
c. Prinsip keadilan (fairness) yakni perlakuan yang adil dari peneliti terhadap
semua pihak menurut keterlibatannya dalam penelitian. Beban dan manfaat
yang diperoleh dari kegiatan penelitian dibagi menurut prinsip keadilan
dalam arti fairness.
d. Prinsip integritas keilmuan yang mewajibkan peneliti untuk menjunjung
tinggi objektivitas dan kebenaran yang megharuskan peneliti untuk selalu
bersikap cermat, jujur, teliti, dan terbuka dalam proses penelitian sehingga
menghindarkannya dari bersikap gegabah yang berakibat pelanggaran hak
kekayaan intektual dan hukum.
e. Prinsip kepercayaan dan tanggungjawab yang mewajibkan peneliti
membangun, mendorong, dan menjaga hubungan saling percaya antara
peneliti dengan semua pihak yang terlibat. Kepekaan terhadap hubungan
saling percaya ini menjadi penting untuk mendaptakan dukungan masyarakat
yang mempercayai kredibilitas dan profesionalitas peneliti.
2.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah Penelitian
2.2.1 Identifikasi Masalah
Yang dimaksud dengan mengidentifikasi masalah ialah peneliti
melakukan tahap pertama dalam melakukan penelitian, yaitu merumuskan
10
masalah yang akan diteliti. Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam
penelitian, karena semua jalannya penelitian akan dituntun oleh perumusan
masalah. Tanpa perumusan masalah yang jelas, maka peneliti akan kehilangan
arah dalam melakukan penelitian.
2.2.2 Rumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan hal utama yang ditentukan pada saat
pertama kali akan dilakukan riset. Suriasumantri (2003: 312) menyebutkan bahwa
rumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat
pernyataan-peryataan apa saja yang ingin kita cari jawabannya. Dapat dinyatakan
bahwa perumusan masalah merupakan pernyataan spesifik mengenai ruang
lingkup masalah yang akan diteliti.
Rumusan masalah diperoleh dari identifikasi masalah yang sudah
diajukan. Jika identifikasi masalah masih sangat luas cakupannya, maka rumusan
masalah merupakan masalah spesifik yang sudah dibatasi untuk diteliti lebih
lanjut oleh peneliti.
Dalam rumusan masalah yang dibuat, sudah tergambar dengan jelas
desain penelitian yang akan dilakukan, apakah menggunakan desain kualitatif,
kuantitatif (korelasional, komparasi, dan deskriptif), dan seterusnya.
Bentuk – bentuk Rumusan Masalah penelitian:
a. Rumusan masalah Deskriptif : rumusan masalah yang berkenaan dengan
pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu
variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri)
11
b. Rumusan Masalah Komparatif: rumusan masalah penelitian yang
membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih
sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.
c. Rumusan Masalah Asosiatif: suatu rumusan masalah penelitian yang bersifat
menannyakan hubungan antara dua variabel atau lebih.
1) Hubungan Simetris : suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang
kebetulan munculnya bersama.
2) Hubungan Kausal : hubungan yang bersifat sebab akibat. Variabel
independent (variabel yang mempengaruhi) dan variabel dependent
(variabel yang di pengaruhi).
3) Hubungan interaktif/reciprocal/timbal balik: hubungan yang saling
mempengaruhi.
Langkah – langkah perumusan masalah.
a. Langkah 1: Tentukan fokus penelitian
b. Langkah 2: Cari berbagai kemungkinan faktor yang ada kaitan dengan
focus tersebut yang dalam hal ini dinamakan subfokus.
c. Langkah 3: Dari antara faktor – faktor yang terkait adakan pengkajian mana
yang sangat menarik untuk ditelaah, kemudian tetapkan mana yang dipilih.
d. Langkah 4: kaitkan secara logis faktor – faktor subfokus yang dipilih
dengan focus penelitian.
Rumusan masalah yang baik.
a. Bersifat orisinil, belum ada atau belum banyak orang lain yang meneliti
masalah tersebut.
12
b. Dapat berguna bagi kepentingan ilmu pengetahuan dan terhadap
masyarakat.
c. Dapat diperoleh dengan cara-cara ilmiah.
d. Jelas dan padat, jangan ada penafsiran yang lain terhadap masalah tersebut.
e. Dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
f. Bersifat etis, artinya tidak bertentangan atau menyinggung adat istiadat,
ideologi, dan kepercayaan agama.
2.3 Pengertian Berpikir dalam Penelitian
Berpikir dalam konteks penelitian merujuk pada proses analisis dan
sintesis informasi yang berkaitan dengan variabel-variabel yang diteliti. Proses ini
melibatkan pemahaman tentang bagaimana variabel-variabel tersebut saling
berhubungan dan berkontribusi terhadap fenomena yang sedang diteliti.
Kerangka berpikir yang baik akan membantu peneliti dalam merumuskan
hipotesis dan menentukan arah penelitian.
Variabel penelitian adalah elemen penting dalam setiap penelitian yang
berfungsi sebagai objek pengamatan. Menurut Sugiyono, variabel adalah atribut
atau sifat dari sesuatu (seperti orang, objek, atau kegiatan) yang memiliki variasi
tertentu dan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari lebih lanjut. Variabel ini
dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:
1. Variabel Independen (Bebas: Variabel yang mempengaruhi atau menjadi
penyebab dari variabel lain.
2. Variabel Dependen (Terikat): Variabel yang dipengaruhi oleh variabel
independen.
13
3. Variabel Moderator: Variabel yang mempengaruhi kekuatan atau arah
hubungan antara variabel independen dan dependen.
4. Variabel Intervening: Variabel yang menjadi penghubung antara variabel
independen dan dependen.
5. Variabel Kontrol: Variabel yang dikendalikan untuk mengurangi pengaruh
faktor luar yang tidak diteliti.
Contoh variabel dalam penelitian bisa sangat beragam, tergantung pada
fokus penelitian. Misalnya, dalam penelitian tentang pendidikan, variabel yang
dapat diteliti meliputi:
- Prestasi belajar (variabel dependen)
- Metode pengajaran (variabel independen)
- Motivasi siswa (variabel moderator)
2.4 Pengertian Metode Penelitian
Metode penelitian adalah cara ilmiah yang digunakan untuk
mendapatkan data dengan tujuan tertentu, seperti mendeskripsikan,
membuktikan, mengembangkan, atau menemukan pengetahuan baru. Metode ini
penting untuk memastikan bahwa hasil penelitian yang diperoleh valid dan dapat
dipertanggungjawabkan. Dalam penelitian, pemilihan metode yang tepat sangat
berpengaruh terhadap kualitas dan keakuratan data yang dikumpulkan.
Metode penelitian dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yang
umumnya dikelompokkan berdasarkan pendekatan dan tujuan penelitian. Berikut
adalah beberapa jenis metode penelitian yang umum digunakan:
14
1. Metode Kuantitatif: Metode ini berfokus pada pengumpulan dan analisis data
numerik. Penelitian kuantitatif sering menggunakan instrumen statistik untuk
menguji hipotesis. Contoh metode kuantitatif termasuk survei dan
eksperimen.
2. Metode Kualitatif: Metode ini lebih menekankan pada pemahaman
mendalam terhadap fenomena sosial atau budaya. Data biasanya diperoleh
melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Contoh metode
kualitatif meliputi etnografi, studi kasus, dan fenomenologi.
3. Metode Campuran: Metode ini menggabungkan pendekatan kuantitatif dan
kualitatif untuk mendapatkan data yang lebih komprehensif. Peneliti
menggunakan kedua metode untuk saling melengkapi dan memperkuat hasil
penelitian.
Proses penelitian umumnya meliputi beberapa langkah penting:
1. Identifikasi Masalah: Menentukan masalah yang ingin diteliti.
2. Studi Pustaka: Mengumpulkan informasi dari sumber-sumber yang relevan
untuk memahami konteks penelitian.
3. Perumusan Hipotesis: Menyusun hipotesis yang akan diuji dalam penelitian.
4. Pengumpulan Data: Menggunakan metode yang telah dipilih untuk
mengumpulkan data.
5. Analisis Data: Menganalisis data yang telah dikumpulkan untuk menarik
kesimpulan.
6. Pelaporan Hasil: Menyusun laporan penelitian yang mencakup temuan dan
rekomendasi.
15
2.5 Pengumpulan Data
Pengumpulan dataadalah proses sistematis untuk mengumpulkan
informasi yang diperlukan dalam penelitian. Proses ini bertujuan untuk
mendapatkan data yang valid dan relevan yang dapat mendukung analisis dan
kesimpulan penelitian. Pengumpulan data yang baik sangat penting untuk
memastikan bahwa hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan dan
mencerminkan kenyataan di lapangan.
Terdapat beberapa teknik pengumpulan data yang umum digunakan
dalam penelitian, antara lain:
1. Angket (Kuesioner): Teknik ini melibatkan penyebaran daftar pertanyaan
kepada responden untuk diisi. Angket dapat digunakan untuk mengumpulkan
data kuantitatif dan kualitatif, tergantung pada jenis pertanyaan yang
diajukan.
2. Wawancara: Dalam teknik ini, peneliti melakukan tanya jawab langsung
dengan responden. Wawancara dapat bersifat terstruktur, semi-terstruktur,
atau tidak terstruktur, tergantung pada tujuan penelitian.
3. Observasi: Teknik ini melibatkan pengamatan langsung terhadap objek atau
fenomena yang diteliti. Observasi dapat dilakukan secara partisipatif atau
non-partisipatif, tergantung pada peran peneliti dalam situasi yang diamati.
4. Dokumentasi: Pengumpulan data melalui dokumen atau catatan yang sudah
ada, seperti laporan, arsip, atau data sekunder lainnya. Teknik ini berguna
untuk mendapatkan informasi yang tidak dapat diperoleh melalui wawancara
atau observasi.
16
Proses pengumpulan data biasanya melibatkan beberapa langkah penting:
1. Perencanaan: Menentukan tujuan pengumpulan data dan memilih teknik
yang sesuai.
2. Persiapan Instrumen: Menyusun alat pengumpul data, seperti angket atau
pedoman wawancara.
3. Pengumpulan Data: Melaksanakan pengumpulan data sesuai dengan teknik
yang telah dipilih.
4. Pencatatan dan Penyimpanan: Mencatat data yang diperoleh dan
menyimpannya dengan baik untuk analisis selanjutnya
2.6 Metode Analisis Data
Metode analisis data adalah proses sistematis yang digunakan untuk
mengolah dan menganalisis data yang telah dikumpulkan dalam penelitian.
Tujuan dari analisis data adalah untuk mengubah data mentah menjadi informasi
yang berguna, sehingga peneliti dapat menarik kesimpulan dan membuat
keputusan berdasarkan hasil analisis tersebut. Metode analisis data merupakan
bagian penting dari proses penelitian, karena kualitas analisis akan
mempengaruhi validitas dan reliabilitas hasil penelitian .
Metode analisis data umumnya dibagi menjadi dua kategori besar:
kuantitatif dan kualitatif.
1. Analisis Data Kuantitatif:
Metode ini berfokus pada pengolahan data numerik. Data kuantitatif
biasanya diperoleh melalui survei, eksperimen, atau pengukuran yang
menghasilkan angka.
17
Teknik yang sering digunakan dalam analisis kuantitatif meliputi analisis
deskriptif, analisis inferensial, dan regresi. Analisis deskriptif memberikan
gambaran umum tentang data, sedangkan analisis inferensial digunakan untuk
menarik kesimpulan dari sampel data ke populasi yang lebih besar.
2. Analisis Data Kualitatif:
Metode ini lebih menekankan pada pemahaman mendalam terhadap
fenomena sosial atau budaya. Data kualitatif biasanya diperoleh melalui
wawancara, observasi, atau analisis dokumen.
Teknik analisis kualitatif meliputi analisis tematik, analisis naratif, dan
grounded theory. Analisis tematik, misalnya, digunakan untuk mengidentifikasi
pola atau tema dalam data teks.
Proses analisis data biasanya melibatkan beberapa langkah penting:
1. Pengorganisasian Data: Mengelompokkan dan menyusun data yang telah
dikumpulkan agar lebih mudah dianalisis.
2. Pembersihan Data: Memeriksa dan menghapus data yang tidak relevan atau
tidak valid untuk memastikan kualitas analisis.
3. Analisis Data: Menggunakan teknik analisis yang sesuai untuk mengolah
data. Ini bisa melibatkan penggunaan perangkat lunak statistik untuk analisis
kuantitatif atau teknik manual untuk analisis kualitatif.
4. Interpretasi Hasil: Menafsirkan hasil analisis untuk menarik kesimpulan yang
relevan dengan pertanyaan penelitian.
5. Pelaporan: Menyusun laporan yang menjelaskan metode analisis yang
digunakan, hasil yang diperoleh, dan implikasi dari temuan tersebut.
18
2.7 Teknik Penyusunan Proposal
Teknik penyusunan proposal adalah langkah-langkah sistematis yang
diambil untuk merancang dan menyusun dokumen proposal yang jelas,
terstruktur, dan persuasif. Proposal ini bisa digunakan untuk berbagai tujuan,
seperti pengajuan kegiatan, penelitian, atau proyek. Penyusunan proposal yang
baik sangat penting untuk menarik perhatian pihak yang dituju dan mendapatkan
persetujuan atau dukungan yang diperlukan .
Struktur Umum Proposal
Sebuah proposal umumnya terdiri dari beberapa bagian penting, antara
lain:
1. Judul Proposal: Judul yang jelas dan mencerminkan isi proposal.
2. Latar Belakang: Menjelaskan alasan dan konteks mengapa proposal ini
dibuat. Bagian ini harus mampu menggugah minat pembaca.
3. Tujuan: Menyebutkan tujuan dari kegiatan atau penelitian yang diusulkan.
Tujuan harus spesifik dan terukur.
4. Metode: Menjelaskan metode yang akan digunakan dalam pelaksanaan
kegiatan atau penelitian, termasuk teknik pengumpulan data dan analisis
yang akan dilakukan .
5. Rencana Anggaran: Merinci biaya yang diperlukan untuk melaksanakan
kegiatan, termasuk sumber dana yang akan digunakan.
6. Jadwal Pelaksanaan: Menyusun timeline kegiatan agar pembaca dapat
memahami kapan setiap tahap akan dilaksanakan.
19
7. Penutup: Menyampaikan harapan dan ajakan kepada pembaca untuk
mendukung proposal yang diajukan .
Teknik Penyajian Proposal
Dalam menyusun proposal, penting untuk memperhatikan teknik
penyajian agar proposal mudah dipahami dan menarik. Beberapa hal yang perlu
diperhatikan meliputi:
- Tata Letak: Mengatur layout proposal agar terlihat rapi dan profesional.
- Ilustrasi: Menggunakan gambar, tabel, atau grafik untuk memperjelas
informasi yang disampaikan.
- Pemilihan Bahasa: Menggunakan bahasa yang jelas, lugas, dan sesuai
dengan audiens yang dituju. Hindari penggunaan jargon yang sulit dipahami .
- Format Penulisan: Memperhatikan ukuran huruf, jenis huruf, dan spasi agar
proposal mudah dibaca.
20
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam menyusun makalah tentang berpikir dan variabel penelitian,
penting untuk memahami bahwa berpikir kritis dan sistematis akan membantu
peneliti dalam merumuskan kerangka berpikir yang jelas. Variabel penelitian
yang tepat dan terdefinisi dengan baik akan memudahkan dalam pengumpulan
data dan analisis, sehingga menghasilkan kesimpulan yang valid dan dapat
dipertanggungjawabkan.
Metode penelitian adalah komponen krusial dalam setiap studi ilmiah.
Pemilihan metode yang tepat dan pelaksanaan yang sistematis akan menghasilkan
data yang valid dan reliabel. Dengan memahami berbagai jenis metode penelitian,
peneliti dapat merancang penelitian yang lebih efektif dan memberikan kontribusi
yang berarti dalam bidang ilmu pengetahuan.
Pengumpulan data adalah langkah krusial dalam penelitian yang
mempengaruhi kualitas hasil penelitian. Dengan menggunakan teknik yang tepat
dan mengikuti proses yang sistematis, peneliti dapat memastikan bahwa data
yang diperoleh valid dan dapat diandalkan. Pemahaman yang baik tentang teknik
pengumpulan data akan membantu peneliti dalam merancang penelitian yang
efektif dan efisien.
Metode analisis data adalah komponen krusial dalam penelitian yang
membantu peneliti mengubah data mentah menjadi informasi yang bermanfaat.
Dengan memahami berbagai jenis metode analisis dan mengikuti proses yang
21
sistematis, peneliti dapat menghasilkan kesimpulan yang valid dan dapat
dipertanggungjawabkan. Pemilihan metode yang tepat sesuai dengan jenis data
dan tujuan penelitian akan sangat mempengaruhi kualitas hasil analisis.
Teknik penyusunan proposal yang baik sangat penting untuk memastikan
bahwa proposal yang diajukan dapat diterima dan mendapatkan dukungan.
Dengan mengikuti struktur yang jelas dan memperhatikan teknik penyajian,
penulis dapat menyampaikan ide dan rencana dengan lebih efektif. Proposal yang
disusun dengan baik tidak hanya mencerminkan profesionalisme, tetapi juga
meningkatkan peluang untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
22
DAFTAR PUSTAKA
Sudarto. 1996. Metodologi Penelitian Filsafat. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada
Salam, Burhanudin. 2008. Pengantar Filsafat. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Suriasumantri, Jujun S. 2007. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta:
Pustaka Sinar Harapan
Salam, Burhanudin. 2003. Logika Materiil Filsafat Ilmu Pengetahuan. Jakarta:
PT. Rineka Cipta
23