0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan25 halaman

Metode Penelitian Geografi Terperinci

Diunggah oleh

Moh Sabil
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan25 halaman

Metode Penelitian Geografi Terperinci

Diunggah oleh

Moh Sabil
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

METODE PENELITIAN GEOGRAFI

Dosen Pengampuh: Dr. Sunarty Suly Eraku, [Link], M., Pd

DISUSUN OLEH:

Fadli Aripin
451423032

PRODI PENDIDIKAN GEOGRAFI

JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

TAHUN 2024
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL
DAFTAR ISI.............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................1
1.1 Latar Belakang.....................................................................................................1
1.2 Tujuan Penelitian.................................................................................................2
1.3 Rumusan Masalah................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN..........................................................................................3
2.1 Pendekatan Ilmiah, Prinsip dan Etika Penelitian.................................................3
2.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah Penelitian.......................................10
2.3 Berfikir, Variabel Penelitian................................................................................13
2.4 Metode Penelitian.................................................................................................14
2.5 Pengumpulan Data...............................................................................................16
2.6 Metode Analisis Data...........................................................................................17
2.7 Teknik Penyusunan Proposal...............................................................................19
BAB III PENUTUP..................................................................................................21
3.1 Kesimpulan..........................................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................23

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Metode Penelitian Geografi bertujuan untuk memberikan pemahaman

mengenai pentingnya penelitian dalam bidang geografi serta metode yang

digunakan untuk melaksanakan penelitian tersebut. Penelitian geografi

merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan secara sistematis untuk memecahkan

permasalahan yang berkaitan dengan fenomena alam dan sosial di lingkungan

geosfer.

Dalam konteks global saat ini, penelitian geografi menjadi semakin

relevan karena dapat membantu memahami interaksi antara manusia dan

lingkungan. Dengan menggunakan metode yang tepat, peneliti dapat

mengidentifikasi dan menganalisis berbagai masalah, seperti perubahan iklim,

urbanisasi, dan penggunaan sumber daya alam.

Metode yang digunakan dalam penelitian geografi sangat beragam, mulai

dari observasi lapangan, survei, hingga analisis data sekunder. Metode ini harus

dipilih berdasarkan tujuan penelitian dan jenis data yang ingin diperoleh.

Penelitian ini juga harus mempertimbangkan aspek keruangan, yang merupakan

ciri khas dari studi geografi.

Latar belakang ini juga mencakup penjelasan mengenai tujuan penelitian,

yang biasanya meliputi pemahaman lebih dalam tentang fenomena geosfer dan

pengembangan teori serta metodologi yang relevan. Dengan demikian, makalah

1
ini tidak hanya menjelaskan metode yang digunakan, tetapi juga menekankan

pentingnya penelitian geografi dalam konteks yang lebih luas.

1.2 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui pendekatan ilmiah, prinsip dan etika penelitian

2. Untuk mengetahui identifikasi masalah dan rumusan masalah penelitian

3. Untuk mengetahui berfikir, variabel penelitian

4. Untuk mengetahui metode penelitian

5. Untuk mengetahui pengumpulan data

6. Untuk mengetahui metode analisis data

7. Untuk mengetahui teknik penyusunan proposal

1.3 Rumusan Masalah

1. Bagaimana pendekatan ilmiah, prinsip dan etika penelitian?

2. Bagaimana identifikasi masalah dan rumusan masalah penelitian?

3. Bagaimana berfikir, variabel penelitian?

4. Bagaimana klasifikasi metode penelitian?

5. Bagaimana pengumpulan data?

6. Bagaimana metode analisis data?

7. Bagaimana teknik penyusunan proposal?

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pendekatan Ilmiah, Prinsip dan Etika Penelitian

2.1.1 Pengertian Pendekatan Ilmiah

Pendekatan ilmiah adalah pendekatan disipliner dan pendekatan ilmu

pengetahuan yang funsional terhadap masalah tertentu. Pendekatan ilmiah

wujudnya adalah metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan prosedur dalam

mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Jadi ilmu merupakan pengetahuan

yang didapat melalui metode ilmiah.

2.1.2 Karakteristik Pendekatan Ilmiah

1. Sistematik

Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan

sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang

kompleks.

2. Logis

Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan

berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut

prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Prosedur penalaran yang

dipakai bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan

umum dari berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur deduktif yaitu cara

berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang

bersifat umum.

3. Empirik

3
Artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-

hari (fakta aposteriori, yaitu fakta dari kesan indra) yang ditemukan atau melalui

hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Landasan

penelitian empirik ada tiga yaitu :

a. Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada

penggolongan atau perbandingan satu sama lain)

b. Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu.

c. Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya

(ada hubungan sebab akibat).

4. Replikatif

Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh

peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan

metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan

definisi operasional variabel menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.

Pendekatan ilmiah memiliki perbedaan dengan pendekatan non ilmiah.

Beberapa perbeaan tersebut diantaranya:

a. Perumusan masalah yang jelas dan spesifik.

b. Masalah merupakan hal yang dapat diamati dan diukur secara empiris.

c. Jawaban permasalahan didasarkan pada data dan fakta.

d. Proses pengumpulan data dan analisis data, serta pengambilan keputusan

berdasarkan logika yang benar

e. Kesimpulan yang di dapat siap atau terbka untuk diuji oleh orang lain

2.1.3 Tahapan Penelitian

4
Sesuai dengan ciri-ciri dari penelitian yaitu analitis, bahwa penelitian

yang dilakukan harus dapat dibuktikan dan diuraikan dengan menggunakan

metode ilmiah dan harus ada sebab akibat antara variabel-variabelnya. Untuk

melaksanakan penelitian diperlukan beberapa tahap yang harus dilakukan.

Terdapat tiga garis besar tahap-tahap penelitian, yaitu tahap perencanaan,

pelaksanaan penelitian dan tahap pelaporan penelitian. Kegiatan penelitian

merupakan suatu proses yangg digunakan untuk memperoleh atau mendapatkan

suatu pengetahuan atau memecahkan permasalahan yang di hadapi yang

dilakukan secara sistematis, dan logis. Tahap-tahap penelitian ini pada umumnya

dilakukan untuk semua jenis penelitian apapun, karena secara garis besar

tahapan-tahapan ini memiliki kesamaan unsur, walaupun terdapat beberapa

perbedaan seperti terjadi pemodofikasian dalam pelaksanaannya oleh peneliti

sesuai dengan kondisi dan situasi yang dihadapi tanpa mengabaikan prinsip-

prinsip umum yang digunakan dalam proses penelitian.

Berikut ini merupakan tahapan – tahapan dalam penelitian.

1. Tahapan Perencanaan

Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti harus melaksanakan

beberapa persiapan yang terdiri dari:

a. Tema/Topik Penelitian

Untuk memilih tema atau topik penelitian, seorang peneliti haus memiliki

kepekaan terhadap kehidupan yang dihadapi. Seorang peneliti dapat memilih

tema dari berbagai sumber seperti:

1) Fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan

5
2) Kajian kepustakaan

3) Informasi yang diberikan oleh pihak lain.

b. Mengidentifikasi Masalah

Pada tahap ini, seorang peneliti harus terlebih dahulu mencari apa

masalah yang akan di teliti.

c. Merumuskan Masalah

Dalam tahapan ini, peneliti membuat rumusan masalah dari penemuan

masalah yang ada berdasarkan masalah-masalah yang akan diteliti. Buatlah

secara operasional dan membuat batasan-batasan masalahnya terutama dalam

menentukan ruang lingkup masalah yang diteliti

d. Mengadakan studi Pendahuluan

Tahapan ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi berkaitan dengan

masalah yang akan diteliti, dengan begitu maka akan diketahui keadaan atau

kedudukan masalah yang akan diteliti. Hasil yang didapat dari studi pendahuluan

berguna untuk menyusun kerangka teoritis tentang pemecahan masalah dalam

bentuk hipotesis yang akan di uji kebenarannya melalui pelaksanaan penelitian

lapangan. Studi pendahuluan dapat dilakukan dengan melakukan studi

dokumenter, kepustakaan dan studi lapangan.

e. Merumuskan Hipotesis

Hipotesa merupakan dugaan sementara yang akan dibuktikan

kebenarannya dari masalah yang sedang di teliti.

f. Menentukan Sampel Penelitian

6
Dalam tahapan ini merupakan untuk menentukan obyek yang akan

diteliti. Keseluruhan obyek yang diteliti disebut sebagai populasi penelitian.

g. Menyusun Rencana Penelitian

Tahap ini merupakan pedoman selama melaksanakan penelitian sebagai

suatu pola perencanaan harus dapat mengungkapkan hal-hal yang berhubungan

dengan kegiatan pelaksanaan penelitian yang memuat hal-hal berikut :

1) Masalah yang diteliti dan alasan mengapa melakukan penelitian

2) Bentuk atau jenis data yang dibutuhkan

3) Tujuan dilakukannya penelitian

4) Manfaat atau kegunaan penelitian

5) Dimana dilakukannya penelitian

6) Jangka waktu pelaksanaan penelitian

7) Organisasi kegiatan dan pembiayaan

8) Hipotesis yang di ajukan

9) Teknik pengumpulan dan pengolahan data

10) Sistematis laporan yang di rencanakan

11) Merumuskan alat penelitian

2. Tahapan Pelaksanaan

Setelah melakukan tahap persiapan, seorang peneliti selanjutnya

melakukan tahap pelaksanaan kegiatan penelitian yang meliputi, pengumpulan

data dan menganalisis data.

a. Pengumpulan Data

7
Pada tahap pengumpulan data didasarkan pada pedoman yang sudah

dipersiapkan dalam rancangan penelitian. Data yang dikumpulkan melalui

kegiatan penelitian dan dijadikan sebagai dasar untuk menguji hipotesis yang

diajukan.

b. Analisis Data

Tahapan ini dilakukan setelah data terkumpul semua kemudian dilakukan

analisis dan hipotesis yang diajukan dan diuji kebenarannya melalui analisis

tersebut. Jika jenis data yang dikumpulkan itu berupa data kualitatif, maka

pengolahan datanya dilakukan dengan cara menarik kesimpulan deduktif-

induktif, namun jika data yang dikumpulkan berupa jenis data kuantitatif atau

berbentuk angka-angka, maka analisis yang digunakan menggunakan analisis

kuantitatif atau statistika sebelum menarik kesimpulan secara kualitatif.

3. Tahapan Penulisan Laporan

WAWPenulisan pelaporan merupakan tahap akhir dari rangkaian proses

penelitian. Tahapan ini yaitu membuat laporan mengenai hasil penelitian secara

tertulis. Laporan secara tertulis perlu dibuat agar peneliti dapat

mengkomunikasikan hasil penelitiannya kepada para pembaca atau penyandang

dana. Untuk kepentingan publikasi, maka penelitian harus dilaporkan kepada

orang-orang yang berkepentingan. Bentuk dan sistematik laporan penelitian dapat

berupa artikel ilmiah, laopran, skripsi, thesis atau disertasi. Tahap laporan

penelitian ini merupakan tahap akhir dalam sebuah proses penelitian.

2.1.4 Pengertian Etika

8
Aristoteles membahas ”etika” sebagai ilmu pengetahuan praktis, berbeda

dengan fisika dan metafisika sebagai ilmu pengetahuan teoretis juga etika itu

berbeda dengan seni dan teknik sebagai ilmu pengetahuan produktif. Sebagai

ilmu pengetahuan praktis, etika mempelajari perilaku manusia dengan tujuan

mengarahkan perilaku yang baik yang diterima oleh masyarakat berdasarkan

paham publik mengenai apa yang secara rasional dan umum dibenarkan. Sebagai

ilmu pengetahuan praktis, etika memberi pedoman bagi perilaku bahwa yang baik

secara publik harus dilakukan dan apa yang secara publik dipahami jahat

dilarang. Perintah dan larangan etis dengan demikian memandu pencapaian

tujuan dari semua jenis aktivitas manusia, kebaikan.

2.1.5 Prinsip – Prinsip Dasar Etika Penelitian

Kewajiban moral dan pemahaman metodologis bagi seorang peneliti

dimaksudkan untuk memastikan bahwa seorang peneliti menjunjung tinggi

rasionalitas publik mengenai apa yang harus dan boleh dilakukan dalam

penelitian:

a. Prinsip menghormati martabat manusia dan hak masyarakat yakni perlakuan

terhadap manusia sebagai individu (unik, identik dengan dirinya sendiri,

tidak ada rangkapnya) dan pribadi (yang memiliki nilai-nilai kultural dalam

memahami dan mengarahkan tujuan hidupnya sendiri). Pengakuan terhadap

otonomi subjek penelitian ini mengharuskan peneliti menghormati hak-hak

privacy dan konfidensialitas subjek terkait latar belakang budaya, status

ekonomi, usia, gender, orientasi seksual,dll., sehingga menghindari

kemungkinkan tindakan yang merugikan subjek penelitian.

9
b. Prinsip berbuat baik (beneficence) yang mewajibkan peneliti secara

maksimal mengusahakan kebaikan terbesar bagi subjek penelitian dan

meminimalkan sebisa mungkin akibat yang merugikan subjek penelitian.

Prinsip ini menyatakan perilaku aktif peneliti mengupayakan kebaikan bagi

subjek penelitian bukan sebuah sikap yang pasif.

c. Prinsip keadilan (fairness) yakni perlakuan yang adil dari peneliti terhadap

semua pihak menurut keterlibatannya dalam penelitian. Beban dan manfaat

yang diperoleh dari kegiatan penelitian dibagi menurut prinsip keadilan

dalam arti fairness.

d. Prinsip integritas keilmuan yang mewajibkan peneliti untuk menjunjung

tinggi objektivitas dan kebenaran yang megharuskan peneliti untuk selalu

bersikap cermat, jujur, teliti, dan terbuka dalam proses penelitian sehingga

menghindarkannya dari bersikap gegabah yang berakibat pelanggaran hak

kekayaan intektual dan hukum.

e. Prinsip kepercayaan dan tanggungjawab yang mewajibkan peneliti

membangun, mendorong, dan menjaga hubungan saling percaya antara

peneliti dengan semua pihak yang terlibat. Kepekaan terhadap hubungan

saling percaya ini menjadi penting untuk mendaptakan dukungan masyarakat

yang mempercayai kredibilitas dan profesionalitas peneliti.

2.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah Penelitian

2.2.1 Identifikasi Masalah

Yang dimaksud dengan mengidentifikasi masalah ialah peneliti

melakukan tahap pertama dalam melakukan penelitian, yaitu merumuskan

10
masalah yang akan diteliti. Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam

penelitian, karena semua jalannya penelitian akan dituntun oleh perumusan

masalah. Tanpa perumusan masalah yang jelas, maka peneliti akan kehilangan

arah dalam melakukan penelitian.

2.2.2 Rumusan Masalah

Perumusan masalah merupakan hal utama yang ditentukan pada saat

pertama kali akan dilakukan riset. Suriasumantri (2003: 312) menyebutkan bahwa

rumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat

pernyataan-peryataan apa saja yang ingin kita cari jawabannya. Dapat dinyatakan

bahwa perumusan masalah merupakan pernyataan spesifik mengenai ruang

lingkup masalah yang akan diteliti.

Rumusan masalah diperoleh dari identifikasi masalah yang sudah

diajukan. Jika identifikasi masalah masih sangat luas cakupannya, maka rumusan

masalah merupakan masalah spesifik yang sudah dibatasi untuk diteliti lebih

lanjut oleh peneliti.

Dalam rumusan masalah yang dibuat, sudah tergambar dengan jelas

desain penelitian yang akan dilakukan, apakah menggunakan desain kualitatif,

kuantitatif (korelasional, komparasi, dan deskriptif), dan seterusnya.

Bentuk – bentuk Rumusan Masalah penelitian:

a. Rumusan masalah Deskriptif : rumusan masalah yang berkenaan dengan

pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu

variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri)

11
b. Rumusan Masalah Komparatif: rumusan masalah penelitian yang

membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih

sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.

c. Rumusan Masalah Asosiatif: suatu rumusan masalah penelitian yang bersifat

menannyakan hubungan antara dua variabel atau lebih.

1) Hubungan Simetris : suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang

kebetulan munculnya bersama.

2) Hubungan Kausal : hubungan yang bersifat sebab akibat. Variabel

independent (variabel yang mempengaruhi) dan variabel dependent

(variabel yang di pengaruhi).

3) Hubungan interaktif/reciprocal/timbal balik: hubungan yang saling

mempengaruhi.

Langkah – langkah perumusan masalah.

a. Langkah 1: Tentukan fokus penelitian

b. Langkah 2: Cari berbagai kemungkinan faktor yang ada kaitan dengan

focus tersebut yang dalam hal ini dinamakan subfokus.

c. Langkah 3: Dari antara faktor – faktor yang terkait adakan pengkajian mana

yang sangat menarik untuk ditelaah, kemudian tetapkan mana yang dipilih.

d. Langkah 4: kaitkan secara logis faktor – faktor subfokus yang dipilih

dengan focus penelitian.

Rumusan masalah yang baik.

a. Bersifat orisinil, belum ada atau belum banyak orang lain yang meneliti

masalah tersebut.

12
b. Dapat berguna bagi kepentingan ilmu pengetahuan dan terhadap

masyarakat.

c. Dapat diperoleh dengan cara-cara ilmiah.

d. Jelas dan padat, jangan ada penafsiran yang lain terhadap masalah tersebut.

e. Dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.

f. Bersifat etis, artinya tidak bertentangan atau menyinggung adat istiadat,

ideologi, dan kepercayaan agama.

2.3 Pengertian Berpikir dalam Penelitian

Berpikir dalam konteks penelitian merujuk pada proses analisis dan

sintesis informasi yang berkaitan dengan variabel-variabel yang diteliti. Proses ini

melibatkan pemahaman tentang bagaimana variabel-variabel tersebut saling

berhubungan dan berkontribusi terhadap fenomena yang sedang diteliti.

Kerangka berpikir yang baik akan membantu peneliti dalam merumuskan

hipotesis dan menentukan arah penelitian.

Variabel penelitian adalah elemen penting dalam setiap penelitian yang

berfungsi sebagai objek pengamatan. Menurut Sugiyono, variabel adalah atribut

atau sifat dari sesuatu (seperti orang, objek, atau kegiatan) yang memiliki variasi

tertentu dan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari lebih lanjut. Variabel ini

dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:

1. Variabel Independen (Bebas: Variabel yang mempengaruhi atau menjadi

penyebab dari variabel lain.

2. Variabel Dependen (Terikat): Variabel yang dipengaruhi oleh variabel

independen.

13
3. Variabel Moderator: Variabel yang mempengaruhi kekuatan atau arah

hubungan antara variabel independen dan dependen.

4. Variabel Intervening: Variabel yang menjadi penghubung antara variabel

independen dan dependen.

5. Variabel Kontrol: Variabel yang dikendalikan untuk mengurangi pengaruh

faktor luar yang tidak diteliti.

Contoh variabel dalam penelitian bisa sangat beragam, tergantung pada

fokus penelitian. Misalnya, dalam penelitian tentang pendidikan, variabel yang

dapat diteliti meliputi:

- Prestasi belajar (variabel dependen)

- Metode pengajaran (variabel independen)

- Motivasi siswa (variabel moderator)

2.4 Pengertian Metode Penelitian

Metode penelitian adalah cara ilmiah yang digunakan untuk

mendapatkan data dengan tujuan tertentu, seperti mendeskripsikan,

membuktikan, mengembangkan, atau menemukan pengetahuan baru. Metode ini

penting untuk memastikan bahwa hasil penelitian yang diperoleh valid dan dapat

dipertanggungjawabkan. Dalam penelitian, pemilihan metode yang tepat sangat

berpengaruh terhadap kualitas dan keakuratan data yang dikumpulkan.

Metode penelitian dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yang

umumnya dikelompokkan berdasarkan pendekatan dan tujuan penelitian. Berikut

adalah beberapa jenis metode penelitian yang umum digunakan:

14
1. Metode Kuantitatif: Metode ini berfokus pada pengumpulan dan analisis data

numerik. Penelitian kuantitatif sering menggunakan instrumen statistik untuk

menguji hipotesis. Contoh metode kuantitatif termasuk survei dan

eksperimen.

2. Metode Kualitatif: Metode ini lebih menekankan pada pemahaman

mendalam terhadap fenomena sosial atau budaya. Data biasanya diperoleh

melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Contoh metode

kualitatif meliputi etnografi, studi kasus, dan fenomenologi.

3. Metode Campuran: Metode ini menggabungkan pendekatan kuantitatif dan

kualitatif untuk mendapatkan data yang lebih komprehensif. Peneliti

menggunakan kedua metode untuk saling melengkapi dan memperkuat hasil

penelitian.

Proses penelitian umumnya meliputi beberapa langkah penting:

1. Identifikasi Masalah: Menentukan masalah yang ingin diteliti.

2. Studi Pustaka: Mengumpulkan informasi dari sumber-sumber yang relevan

untuk memahami konteks penelitian.

3. Perumusan Hipotesis: Menyusun hipotesis yang akan diuji dalam penelitian.

4. Pengumpulan Data: Menggunakan metode yang telah dipilih untuk

mengumpulkan data.

5. Analisis Data: Menganalisis data yang telah dikumpulkan untuk menarik

kesimpulan.

6. Pelaporan Hasil: Menyusun laporan penelitian yang mencakup temuan dan

rekomendasi.

15
2.5 Pengumpulan Data

Pengumpulan dataadalah proses sistematis untuk mengumpulkan

informasi yang diperlukan dalam penelitian. Proses ini bertujuan untuk

mendapatkan data yang valid dan relevan yang dapat mendukung analisis dan

kesimpulan penelitian. Pengumpulan data yang baik sangat penting untuk

memastikan bahwa hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan dan

mencerminkan kenyataan di lapangan.

Terdapat beberapa teknik pengumpulan data yang umum digunakan

dalam penelitian, antara lain:

1. Angket (Kuesioner): Teknik ini melibatkan penyebaran daftar pertanyaan

kepada responden untuk diisi. Angket dapat digunakan untuk mengumpulkan

data kuantitatif dan kualitatif, tergantung pada jenis pertanyaan yang

diajukan.

2. Wawancara: Dalam teknik ini, peneliti melakukan tanya jawab langsung

dengan responden. Wawancara dapat bersifat terstruktur, semi-terstruktur,

atau tidak terstruktur, tergantung pada tujuan penelitian.

3. Observasi: Teknik ini melibatkan pengamatan langsung terhadap objek atau

fenomena yang diteliti. Observasi dapat dilakukan secara partisipatif atau

non-partisipatif, tergantung pada peran peneliti dalam situasi yang diamati.

4. Dokumentasi: Pengumpulan data melalui dokumen atau catatan yang sudah

ada, seperti laporan, arsip, atau data sekunder lainnya. Teknik ini berguna

untuk mendapatkan informasi yang tidak dapat diperoleh melalui wawancara

atau observasi.

16
Proses pengumpulan data biasanya melibatkan beberapa langkah penting:

1. Perencanaan: Menentukan tujuan pengumpulan data dan memilih teknik

yang sesuai.

2. Persiapan Instrumen: Menyusun alat pengumpul data, seperti angket atau

pedoman wawancara.

3. Pengumpulan Data: Melaksanakan pengumpulan data sesuai dengan teknik

yang telah dipilih.

4. Pencatatan dan Penyimpanan: Mencatat data yang diperoleh dan

menyimpannya dengan baik untuk analisis selanjutnya

2.6 Metode Analisis Data

Metode analisis data adalah proses sistematis yang digunakan untuk

mengolah dan menganalisis data yang telah dikumpulkan dalam penelitian.

Tujuan dari analisis data adalah untuk mengubah data mentah menjadi informasi

yang berguna, sehingga peneliti dapat menarik kesimpulan dan membuat

keputusan berdasarkan hasil analisis tersebut. Metode analisis data merupakan

bagian penting dari proses penelitian, karena kualitas analisis akan

mempengaruhi validitas dan reliabilitas hasil penelitian .

Metode analisis data umumnya dibagi menjadi dua kategori besar:

kuantitatif dan kualitatif.

1. Analisis Data Kuantitatif:

Metode ini berfokus pada pengolahan data numerik. Data kuantitatif

biasanya diperoleh melalui survei, eksperimen, atau pengukuran yang

menghasilkan angka.

17
Teknik yang sering digunakan dalam analisis kuantitatif meliputi analisis

deskriptif, analisis inferensial, dan regresi. Analisis deskriptif memberikan

gambaran umum tentang data, sedangkan analisis inferensial digunakan untuk

menarik kesimpulan dari sampel data ke populasi yang lebih besar.

2. Analisis Data Kualitatif:

Metode ini lebih menekankan pada pemahaman mendalam terhadap

fenomena sosial atau budaya. Data kualitatif biasanya diperoleh melalui

wawancara, observasi, atau analisis dokumen.

Teknik analisis kualitatif meliputi analisis tematik, analisis naratif, dan

grounded theory. Analisis tematik, misalnya, digunakan untuk mengidentifikasi

pola atau tema dalam data teks.

Proses analisis data biasanya melibatkan beberapa langkah penting:

1. Pengorganisasian Data: Mengelompokkan dan menyusun data yang telah

dikumpulkan agar lebih mudah dianalisis.

2. Pembersihan Data: Memeriksa dan menghapus data yang tidak relevan atau

tidak valid untuk memastikan kualitas analisis.

3. Analisis Data: Menggunakan teknik analisis yang sesuai untuk mengolah

data. Ini bisa melibatkan penggunaan perangkat lunak statistik untuk analisis

kuantitatif atau teknik manual untuk analisis kualitatif.

4. Interpretasi Hasil: Menafsirkan hasil analisis untuk menarik kesimpulan yang

relevan dengan pertanyaan penelitian.

5. Pelaporan: Menyusun laporan yang menjelaskan metode analisis yang

digunakan, hasil yang diperoleh, dan implikasi dari temuan tersebut.

18
2.7 Teknik Penyusunan Proposal

Teknik penyusunan proposal adalah langkah-langkah sistematis yang

diambil untuk merancang dan menyusun dokumen proposal yang jelas,

terstruktur, dan persuasif. Proposal ini bisa digunakan untuk berbagai tujuan,

seperti pengajuan kegiatan, penelitian, atau proyek. Penyusunan proposal yang

baik sangat penting untuk menarik perhatian pihak yang dituju dan mendapatkan

persetujuan atau dukungan yang diperlukan .

Struktur Umum Proposal

Sebuah proposal umumnya terdiri dari beberapa bagian penting, antara

lain:

1. Judul Proposal: Judul yang jelas dan mencerminkan isi proposal.

2. Latar Belakang: Menjelaskan alasan dan konteks mengapa proposal ini

dibuat. Bagian ini harus mampu menggugah minat pembaca.

3. Tujuan: Menyebutkan tujuan dari kegiatan atau penelitian yang diusulkan.

Tujuan harus spesifik dan terukur.

4. Metode: Menjelaskan metode yang akan digunakan dalam pelaksanaan

kegiatan atau penelitian, termasuk teknik pengumpulan data dan analisis

yang akan dilakukan .

5. Rencana Anggaran: Merinci biaya yang diperlukan untuk melaksanakan

kegiatan, termasuk sumber dana yang akan digunakan.

6. Jadwal Pelaksanaan: Menyusun timeline kegiatan agar pembaca dapat

memahami kapan setiap tahap akan dilaksanakan.

19
7. Penutup: Menyampaikan harapan dan ajakan kepada pembaca untuk

mendukung proposal yang diajukan .

Teknik Penyajian Proposal

Dalam menyusun proposal, penting untuk memperhatikan teknik

penyajian agar proposal mudah dipahami dan menarik. Beberapa hal yang perlu

diperhatikan meliputi:

- Tata Letak: Mengatur layout proposal agar terlihat rapi dan profesional.

- Ilustrasi: Menggunakan gambar, tabel, atau grafik untuk memperjelas

informasi yang disampaikan.

- Pemilihan Bahasa: Menggunakan bahasa yang jelas, lugas, dan sesuai

dengan audiens yang dituju. Hindari penggunaan jargon yang sulit dipahami .

- Format Penulisan: Memperhatikan ukuran huruf, jenis huruf, dan spasi agar

proposal mudah dibaca.

20
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dalam menyusun makalah tentang berpikir dan variabel penelitian,

penting untuk memahami bahwa berpikir kritis dan sistematis akan membantu

peneliti dalam merumuskan kerangka berpikir yang jelas. Variabel penelitian

yang tepat dan terdefinisi dengan baik akan memudahkan dalam pengumpulan

data dan analisis, sehingga menghasilkan kesimpulan yang valid dan dapat

dipertanggungjawabkan.

Metode penelitian adalah komponen krusial dalam setiap studi ilmiah.

Pemilihan metode yang tepat dan pelaksanaan yang sistematis akan menghasilkan

data yang valid dan reliabel. Dengan memahami berbagai jenis metode penelitian,

peneliti dapat merancang penelitian yang lebih efektif dan memberikan kontribusi

yang berarti dalam bidang ilmu pengetahuan.

Pengumpulan data adalah langkah krusial dalam penelitian yang

mempengaruhi kualitas hasil penelitian. Dengan menggunakan teknik yang tepat

dan mengikuti proses yang sistematis, peneliti dapat memastikan bahwa data

yang diperoleh valid dan dapat diandalkan. Pemahaman yang baik tentang teknik

pengumpulan data akan membantu peneliti dalam merancang penelitian yang

efektif dan efisien.

Metode analisis data adalah komponen krusial dalam penelitian yang

membantu peneliti mengubah data mentah menjadi informasi yang bermanfaat.

Dengan memahami berbagai jenis metode analisis dan mengikuti proses yang

21
sistematis, peneliti dapat menghasilkan kesimpulan yang valid dan dapat

dipertanggungjawabkan. Pemilihan metode yang tepat sesuai dengan jenis data

dan tujuan penelitian akan sangat mempengaruhi kualitas hasil analisis.

Teknik penyusunan proposal yang baik sangat penting untuk memastikan

bahwa proposal yang diajukan dapat diterima dan mendapatkan dukungan.

Dengan mengikuti struktur yang jelas dan memperhatikan teknik penyajian,

penulis dapat menyampaikan ide dan rencana dengan lebih efektif. Proposal yang

disusun dengan baik tidak hanya mencerminkan profesionalisme, tetapi juga

meningkatkan peluang untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

22
DAFTAR PUSTAKA

Sudarto. 1996. Metodologi Penelitian Filsafat. Jakarta: PT. Raja Grafindo

Persada

Salam, Burhanudin. 2008. Pengantar Filsafat. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Suriasumantri, Jujun S. 2007. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta:

Pustaka Sinar Harapan

Salam, Burhanudin. 2003. Logika Materiil Filsafat Ilmu Pengetahuan. Jakarta:

PT. Rineka Cipta

23

Anda mungkin juga menyukai