NAMA : Iman Budianto, S.
Pd
INSTANSI : SMA NEGERI 1 CINIRU
PENDAMPING : SARAH LISTIANI DEWI
TUGAS PENGEMBANGAN ETIKA DAN KEPRIBADIAN GURU
A. TUJUAN YANG PENTING BAGI SAYA
Pengembangan diri sebagai seorang guru merupakan proses berkelanjutan yang sangat
penting untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan berdampak positif pada pembelajaran
siswa. Berikut adalah beberapa tujuan utama dari pengembangan diri seorang guru:
1. Meningkatkan Kompetensi Profesional
Memperbarui Pengetahuan dan Keterampilan: Pendidikan dan metode pengajaran
terus berkembang, sehingga penting bagi guru untuk selalu memperbarui
pengetahuan dan keterampilan mereka agar tetap relevan dan efektif dalam
mengajar.
Menguasai Teknologi Pendidikan: Dalam era digital, kemampuan untuk
menggunakan teknologi dalam pengajaran menjadi sangat penting. Pengembangan
diri membantu guru untuk menguasai alat dan platform pendidikan yang baru.
2. Memperbaiki Kualitas Pengajaran
Peningkatan Metode Pengajaran: Dengan pengembangan diri, guru dapat
mengeksplorasi dan menerapkan berbagai metode pengajaran yang lebih efektif,
kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pemahaman Mendalam tentang Kurikulum: Guru dapat lebih memahami dan
mengimplementasikan kurikulum dengan cara yang lebih terstruktur dan
menyeluruh, sehingga pembelajaran lebih bermakna bagi siswa.
3. Pengembangan Keterampilan Interpersonal
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi: Pengembangan diri dapat membantu guru
meningkatkan keterampilan komunikasi mereka, baik dengan siswa, rekan kerja,
maupun orang tua siswa, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang
kondusif.
Membangun Hubungan yang Positif: Guru yang terus berkembang cenderung lebih
mampu membangun hubungan positif dengan siswa dan komunitas sekolah, yang
dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
4. Peningkatan Kemampuan Manajemen Kelas
Mengelola Kelas dengan Efektif: Pengembangan diri membantu guru dalam
meningkatkan kemampuan manajemen kelas, termasuk bagaimana menangani siswa
yang beragam, mengatasi masalah perilaku, dan menciptakan suasana belajar yang
teratur.
Menerapkan Strategi Pembelajaran yang Inklusif: Guru dapat belajar bagaimana
menerapkan strategi yang lebih inklusif untuk menangani berbagai kebutuhan belajar
siswa dengan latar belakang yang berbeda-beda.
5. Meningkatkan Motivasi dan Kepuasan Kerja
Mencegah Kebosanan dan Burnout: Pengembangan diri memungkinkan guru untuk
menemukan inspirasi baru dalam profesinya, yang dapat mencegah kebosanan dan
kelelahan kerja (burnout).
Peningkatan Kepuasan Diri: Guru yang terus berkembang cenderung merasa lebih
puas dengan pekerjaan mereka karena mereka merasa lebih kompeten dan dihargai.
6. Kontribusi terhadap Komunitas Pendidikan
Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman: Dengan berkembangnya diri, guru dapat
menjadi sumber inspirasi dan mentor bagi rekan-rekan sesama guru, berkontribusi
pada pengembangan kolektif di komunitas pendidikan.
Terlibat dalam Pengembangan Sekolah: Guru yang berkembang terus menerus
dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan dan praktek sekolah, yang
berdampak positif bagi lingkungan pendidikan secara keseluruhan.
7. Peningkatan Kemampuan Reflektif
Refleksi Terhadap Pengajaran: Pengembangan diri mendorong guru untuk selalu
reflektif terhadap metode pengajaran mereka, memungkinkan mereka untuk
mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan merayakan keberhasilan yang telah
dicapai.
Perencanaan Pembelajaran yang Lebih Baik: Dengan refleksi yang lebih mendalam,
guru dapat merencanakan pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan
kebutuhan serta potensi siswa.
B. TUJUAN YANG PALING PENTING
Yang saya ingin utamakan adalah “Memperbaiki Kualitas Pengajaran”
C. TETAPKAN BATAS WAKTU
Saya akan melaksanakan pada beberapa kali dalam satu semester dengan
mempelajari PMM
D. KEKUATAN YANG DAPAT MEMBANTU
Dalam upaya memperbaiki kualitas pengajaran, ada beberapa kekuatan atau faktor
positif yang dapat membantu seorang guru mencapai tujuan ini. Berikut adalah
beberapa di antaranya:
1. Penguasaan Materi Pelajaran
Pemahaman Mendalam: Penguasaan yang kuat terhadap materi pelajaran
memungkinkan guru menyampaikan informasi dengan jelas, menjawab pertanyaan
siswa dengan tepat, dan memberikan penjelasan yang lebih mendalam atau
kontekstual.
2. Kemampuan Reflektif
Evaluasi Diri: Kemampuan untuk merefleksikan praktik pengajaran, mengevaluasi apa
yang berhasil dan apa yang tidak, serta membuat penyesuaian berdasarkan hasil
refleksi ini adalah kekuatan penting dalam memperbaiki kualitas pengajaran.
3. Kreativitas dalam Pengajaran
Pendekatan Inovatif: Kemampuan untuk menciptakan metode pengajaran yang
menarik dan berbeda dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan membuat
pembelajaran lebih efektif.
4. Penggunaan Teknologi Pendidikan
Pemanfaatan Alat Digital: Menguasai teknologi pendidikan modern memungkinkan
guru untuk memperkaya pembelajaran dengan sumber daya digital, alat evaluasi
online, dan berbagai platform yang mendukung pembelajaran interaktif.
5. Keterampilan Manajemen Kelas
Mengelola Kelas secara Efektif: Keterampilan ini membantu dalam menciptakan
lingkungan belajar yang teratur dan positif, sehingga siswa dapat lebih fokus pada
pembelajaran dan interaksi yang terjadi di kelas lebih produktif.
6. Komunikasi yang Efektif
Hubungan dengan Siswa: Kemampuan untuk berkomunikasi dengan siswa secara
jelas dan mendukung adalah kekuatan yang membantu menciptakan lingkungan
belajar yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan siswa.
7. Pengalaman dan Pembelajaran Berkelanjutan
Pengalaman Praktis: Pengalaman yang telah dimiliki selama mengajar dapat menjadi
sumber kekuatan dalam memperbaiki metode dan strategi pengajaran. Selain itu,
komitmen untuk terus belajar dan berkembang melalui pelatihan, lokakarya, dan
kursus juga sangat membantu.
8. Dukungan dari Komunitas dan Rekan Kerja
Kolaborasi dengan Rekan: Dukungan dari sesama guru, tim pengajar, dan komunitas
sekolah merupakan sumber kekuatan yang signifikan dalam memperbaiki kualitas
pengajaran. Melalui diskusi dan berbagi pengalaman, guru dapat menemukan cara
baru dan efektif untuk mengajar.
9. Motivasi dan Dedikasi Tinggi
Komitmen terhadap Pengajaran: Motivasi dan dedikasi yang tinggi terhadap profesi
guru mendorong guru untuk selalu mencari cara untuk meningkatkan kualitas
pengajaran, terlepas dari tantangan yang dihadapi.
10. Keterbukaan terhadap Umpan Balik
Penerimaan Terhadap Masukan: Kekuatan untuk menerima dan menggunakan
umpan balik dari siswa, rekan kerja, dan supervisor sebagai alat untuk memperbaiki
pengajaran merupakan aspek penting dalam peningkatan kualitas pengajaran.
11. Adaptabilitas
Fleksibilitas dalam Metode: Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan
dalam kurikulum, kebutuhan siswa, atau teknologi baru memungkinkan guru untuk
terus memperbarui dan meningkatkan pendekatan pengajarannya.
12. Passion terhadap Pembelajaran
Semangat untuk Mengajar: Rasa cinta terhadap proses pengajaran dan pembelajaran
mendorong guru untuk selalu memberikan yang terbaik dalam setiap sesi kelas,
sehingga dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.