0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan12 halaman

Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia

Diunggah oleh

anandamaratus24
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan12 halaman

Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia

Diunggah oleh

anandamaratus24
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

SEMINAR MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Dosen Pengampu:
[Link], M.M

Disusun oleh:
Nabila Ayunda Cahyani (NIM. 2021051129)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MAYJEN SUNGKONO MOJOKERTO
TAHUN AKADEMIK 2023/2024
1. RUANG LINGKUP MSDM
1.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Secara garis besar, pengertian sumberdaya manusia adalah
individu yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik institusi
maupun perusahaan dan berfungsi sebagai aset yang harus dilatih dan
dikembangkan kemampuannya. Manajemen Sumberdaya Manusia,
disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur
hubungan dan peranan sumberdaya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh
individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal
sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan
masyarakat. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan
adalah manusia-bukan mesin-dan bukan semata menjadi sumberdaya
bisnis. Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti
psikologi, sosiologi, dll. Menurut Drs. Malayu S. P Hasibuan dalam bukunya,
mendefinisikan MSDM sebagai ilmu dan seni mengatur hubungan dan
peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya
tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.6 Menurut Gauzali, MSDM
merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan organisasi, agar pengetahuan
(knowledge), kemampuan (ability), agar keterampilan (skill) mereka sesuai
dengan tuntutan pekerjaan yang mereka lakukan.7 Sedangkan menurut
Edwin B. Flippo, MSDM adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan
dan pengendalian dari pengadaan, pengembangan, kompensasi,
pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemberhentian karyawan, dengan
maksud terwujudnya tujuan perusahaan individu, karyawan, dan masyarakat.

1.2 RUANG LINGKUP MSDM


Aset utama suatu organisasi adalah orang-orangnya. Memiliki
karyawan yang berbakat, efisien, dan puas berkontribusi pada keberhasilan
suatu organisasi. Jadi, apa sebenarnya ruang lingkup Manajemen Sumber
Daya Manusia dalam suatu organisasi? Manajemen Sumber Daya Manusia
bertanggung jawab atas seluruh siklus hidup masa jabatan karyawan dalam
suatu organisasi. Mulai dari perencanaan perekrutan, kebutuhan, dan
masalah mereka selama masa jabatan hingga saat mereka meninggalkan
perusahaan. Tentu saja, ruang lingkup Manajemen Sumber Daya Manusia
sangat luas dan ekspansif.
Sedarmayanti mengemukakan berkaitan tentang ruang lingkup
manajemen sumber daya manusia (SDM) berdasarkan masa pelaksanaannya
dan tugas pengembangan, kedalam beberapa bagian di antaranya sebagai
berikut:
1) Pre Service Training (Pelatihan Pra Tugas)
Pelatihan yang diberikan kepada calon karyawan yang akan
memulai untuk bekerja, atau karyawan baru yang bersifat
pembekalan, agar mereka dapat melaksanakan tugas yang nantinya
dibebankan kepada mereka.
2) In Service Training (Pelatihan dalam Tugas)
Pelatihan dalam tugas yang dilakukan untuk karyawan yang sedang
bertugas dalam organisasi dengan tujuan meningkatkan kemampuan
dalam melaksanakan pekerjaan.
3) Post Service Training (Pelatihan Purna/Pasca Tugas)
Pelatihan yang dilaksanakan organisasi untuk membantu dan
mempersiapkan karyawan dalam menghadapi pensiun.

1.3 UNSUR – UNSUR MSDM


Tenaga kerja manusia pada dasarnya dibedakan atas tiga
bagian, antara lain:
1) Pengusaha
Pengusaha adalah setiap orang yang menginvestasikan modalnya
untuk memperoleh pendapatan dan besarnya pendapatan itu tidak
menentu tergantung pada laba yang dicapai perusahaan tersebut.
2) Karyawan
Karyawan merupakan kekayaan utama suatu perusahaan, karena
tanpa keikutsertaan mereka, aktivitas perusahaan tidak akan terjadi.
Karyawan berperan aktif dalam menetapkan rencana, sistem, proses,
dan tujuan yang ingin dicapai. Olehnya itu, karyawan diartikan
sebagai penjual jasa (pikiran dan tenaga) dan mendapat kompensasi
sesuai dengan perjanjian.
3) Pemimpin
Pemimpin adalah seseorang yang mempergunakan wewenang dan
kepemimpinannya untuk mengarahkan orang lain serta bertanggung
jawab atas pekerjaan orang tersebut dalam mencapai suatu tujuan.
Kepemimpinan adalah gaya seorang pemimpin mempengaruhi
bawahannya, agar mau bekerja sama dan bekerja efektif sesuai
dengan perintahnya. Menurut John Frech dan Betram Raven dalam
buku Malayu S. P. Hasibuan, faktor yang dapat mendukung manajer
dalam memimpin para bawahannya antara lain sebagai berikut:
 Para karyawan mempunyai kebutuhan yang sama, yaitu
kebutuhan makan, hidup berkelompok, kebutuhan sosial,
kebutuhan kerja sama, dan kebutuhan memperoleh kepuasan
kerja.
 Orang-orang yang bekerja sama dan hidup berkelompok
karena adanya keterbatasan.
 Orang-orang mau bekerja sama karena keinginan untuk
mempertahankan hidup, berkuasa, mendapat pujian, dan
pengakuan.

2. PENTINGNYA MSDM
2.1 Strategi dan Perencanaan Organisasi
Manajemen sumber daya manusia dalam suatu organisasi
penting untuk menyusun strategi alur kerja karyawan serta memperoleh
bakat-bakat terbaik yang sesuai untuk pertumbuhan dan pengembangan
organisasi.
Perencanaan strategi organisasi oleh manajemen SDM
melibatkan:

 Mengantisipasi kebutuhan SDM


 Mengonfirmasi kebutuhan dengan mengevaluasi sumber daya
yang tersedia
 Perencanaan anggaran untuk memenuhi kebutuhan SDM.
 Penempatan Staf
 Perencanaan keterlibatan karyawan
 Menyusun strategi retensi karyawan
 Menyusun kebijakan yang mempromosikan inklusivitas di
tempat kerja
 Menginternalisasi karyawan dalam lingkungan kerja
 Untuk memastikan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan , dll.
2.2 Akuisisi Bakat
Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
penting untuk perekrutan profesional yang berkualitas dan terampil yang
akan berkontribusi pada pencapaian tujuan organisasi.
Manajer SDM bersama dengan generalis dan perekrut SDM
menyeleksi kandidat bagi organisasi yang memenuhi syarat untuk jabatan
yang ditunjuk dan melakukan perekrutan guna memastikan alur kerja
proses bisnis yang berkelanjutan tanpa hambatan apa pun akibat
kekurangan staf.
Akuisisi bakat memainkan peran penting dalam keberhasilan
suatu organisasi, karena produktivitas suatu perusahaan ditentukan oleh
jumlah karyawan yang tepat dan kualitas hasil kerja, yang karenanya
penting untuk mempekerjakan orang yang tepat untuk pekerjaan yang
tepat.
2.3 Retensi Karyawan
Mempertahankan talenta terbaik dalam organisasi adalah hal
yang sulit, yang memerlukan pendekatan yang terfokus dan strategis
yang dapat dicapai dengan melibatkan karyawan dalam tugas-tugas
produktif dan merumuskan kebijakan yang akan meningkatkan dan
menjaga keseimbangan kehidupan kerja.
Peran manajer SDM adalah mempertahankan karyawan dan
mengatasi kesenjangan yang terus ada yang menjauhkan karyawan dari
organisasi. Hal ini membuat manajemen sumber daya manusia sangat
penting bagi organisasi untuk memiliki alur kerja proses bisnis yang
lancar dengan pengawasan dan pengembangan yang tepat.
2.4 Pengembangan Karyawan
Karyawan dianggap sebagai tulang punggung sistem organisasi.
Tempat kerja yang positif tidak hanya berfokus pada pertumbuhan dan
pengembangan diri, tetapi juga meningkatkan kemajuan dan pencapaian
karier karyawan.
Pengembangan karyawan dapat membantu mempertahankan
karyawan karena akan memberi mereka kemajuan karier sekaligus
kepercayaan diri untuk bekerja secara efisien.
Salah satu hal terpenting dari manajemen sumber daya manusia
(SDM) adalah memperhatikan kepentingan karyawan dan memberi
mereka wadah untuk membuktikan keterampilan mereka serta
memastikan pengembangan organisasi secara keseluruhan.
2.5 Keterlibatan Karyawan
Keterlibatan karyawan menentukan keterlibatan karyawan
dalam budaya kerja suatu organisasi. Karyawan yang cenderung lebih
terlibat cenderung lebih condong ke organisasi, sehingga mengurangi
kemungkinan keluar dari perusahaan.
Untuk memastikannya, manajer SDM bertanggung jawab untuk
menyelenggarakan berbagai kegiatan, lokakarya, acara, konferensi, dan
sebagainya untuk meningkatkan dinamika tim dalam organisasi.
Seperti kata pepatah, “Kerja sama tim membuat mimpi menjadi
kenyataan”, keterlibatan karyawan berkontribusi pada pembentukan tim,
sehingga menambah pentingnya manajemen sumber daya manusia dalam
organisasi.
2.6 Manejemen Kinerja
Mengelola kinerja dalam organisasi merupakan peran penting
para manajer dan rekanan SDM untuk mengarahkan upaya karyawan
menuju pencapaian tujuan organisasi.
Di tempat kerja dengan karyawan yang beragam, manajemen
sumber daya manusia (SDM) sangat penting untuk mengelola kinerja
agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan yang akan
meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan organisasi.
2.7 Resolusi Konflik
Berikutnya adalah penyelesaian konflik. Pentingnya manajemen
sumber daya manusia adalah untuk mengurangi konflik yang timbul
karena manajemen yang salah, diskriminasi, bias, taktik pesaing, dan
lain-lain.
Manajer SDM bertanggung jawab untuk menyusun kebijakan
yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi serta berkontribusi
terhadap lingkungan kerja yang positif.
Seorang karyawan menghabiskan sebagian besar waktunya di
tempat kerja, jadi sangat penting bagi kesejahteraan mental dan
profesional mereka untuk bekerja dalam budaya kerja yang positif dan
antusias. Hal ini membuat pentingnya manajemen sumber daya manusia
(SDM) lebih penting untuk menangani konflik dan menetapkan norma
yang akan mengurangi ruang lingkup konflik.
2.8 Peningkatan Kualitas Pekerjaan
Menetapkan tugas yang tepat kepada karyawan yang tepat akan
meningkatkan moral karyawan dan memotivasi mereka untuk mencapai
lebih banyak hal.
Misalnya: Jika seorang manajer SDM ditugaskan melakukan
tugas-tugas seperti pemrosesan penggajian, perencanaan acara, dan
sebagainya, hasilnya akan memadai dan unggul. Sedangkan jika seorang
manajer SDM ditugaskan melakukan pekerjaan administrator atau
generalis SDM, maka kemampuan dan efisiensinya akan menurun
sehingga berdampak buruk pada pertumbuhan organisasi secara
keseluruhan.
Hal ini menjadikan manajemen sumber daya manusia (SDM)
sangat penting untuk mengawasi mutu kerja karyawan di departemennya
masing-masing dan menyelesaikan pertanyaan terkait pekerjaan atau
menangani masalah mereka jika terjadi perbedaan.
2.9 Memastikan Keselamatan dan Keamanan
Memastikan keselamatan dan keamanan karyawan di tempat
kerja menambah pentingnya manajemen sumber daya manusia. Di
tempat kerja dengan banyak orang, menjaga keselamatan karyawan di
lingkungan kerja dari pelecehan, cedera fisik, kebakaran, dll., dan
mengamankan data karyawan dari kebocoran, peretasan, atau malware
merupakan tugas penting manajemen sumber daya manusia.
Manajer SDM bertanggung jawab untuk memastikan,
menyusun, dan menerapkan prosedur kuat yang akan melindungi
kepentingan karyawan, membuat tempat kerja aman bagi mereka untuk
bekerja dengan terus memeriksa langkah-langkah bahaya keselamatan,
dan menjaga kerahasiaan untuk memastikan bahwa data karyawan tidak
terganggu.
2.10 Pelatihan dan Pengembangan
Dalam lingkungan pasar yang berkembang cepat, pentingnya
pelatihan dan pengembangan meningkat untuk meningkatkan efisiensi
dan keterampilan karyawan, sehingga mereka dapat bekerja secara efisien
tanpa kebingungan.
Manajemen sumber daya manusia memainkan peran penting
dalam mengembangkan pengetahuan karyawan dengan menyediakan
lokakarya dan pelatihan yang memadai, serta terus memperbaruinya
dengan perkembangan teknologi dan tren yang sedang berlangsung.
2.11 Mengurangi kesenjangan antara permintaan dan pasokan Sumber
Daya Manusia
Mengurangi kesenjangan antara permintaan dan pasokan
sumber daya manusia sangat penting bagi pertumbuhan dan
pengembangan bisnis yang berkelanjutan. Faktor-faktor yang memicu
kesenjangan antara permintaan dan pasokan sumber daya manusia adalah
dinamika pasar kerja yang terus berkembang, kurangnya keterampilan,
demografi tenaga kerja, dll.
Manajemen SDM menjembatani kesenjangan tersebut dengan
mengadaptasi teknik-teknik yang tepat seperti:
 Kolaborasi dan asosiasi industri
 Otomasi dan peningkatan teknologi
 Transfer pengetahuan
 Bimbingan
 Berjejaring dengan organisasi profesional dan
kelompok bakat untuk mendapatkan akses cepat ke
individu terampil saat dibutuhkan.
 Bakat global yang bersumber dari luar negeri untuk
mengeksplorasi keberagaman, mengutamakan
kreativitas, dan menyambut ide-ide baru dalam tim.
 Menyediakan peningkatan keterampilan dan pelatihan
ulang keterampilan di kalangan tenaga kerja lama dan
baru.
 Menyambut karyawan baru dengan orientasi dan
pelatihan dll.
2.12 Membangun Citra Perusahaan
Membangun citra perusahaan dan mempertahankan reputasinya
merupakan aspek penting dari manajemen sumber daya manusia, yang
menekankan pentingnya HRM dalam alur kerja suatu organisasi.
2.13 Motivasi
Pentingnya manajemen sumber daya manusia dalam perusahaan
semakin kuat jika menyangkut motivasi moral karyawan dan peningkatan
semangat mereka untuk menjadi produktif.
Kelelahan kerja-hidup yang monoton adalah antusiasme
karyawan untuk bekerja secara aktif. Untuk meningkatkan motivasi
mereka, manajer SDM dan generalis merencanakan kegiatan seperti
filantropi perusahaan, kegiatan yang menyenangkan, dll. untuk
mengimbangi minat karyawan di tempat kerja.
Ia juga memastikan adanya pengakuan dan penghargaan yang
adil bagi karyawan yang berprestasi dan pelatihan yang memadai untuk
pengembangan guna mendorong antusiasme dan keinginan karyawan
untuk bekerja.
2.14 Meningkatkan Produktivitas dan Profitabilitas
Profesional manajemen sumber daya manusia meningkatkan
produktivitas karyawan dengan meningkatkan hubungan karyawan
dengan organisasi dan profitabilitas meningkat seiring dengan
melonjaknya efisiensi karyawan.
2.15 Membangun Budaya Kerja yang Sehat
 Kenyamanan Kerja
 Kelola tenaga kerja Anda dari mana saja dengan mudah!
 Membantu karyawan mencapai tujuan yang ditetapkan.
2.16 Kepatuhan dan Mitigasi Resiko
Tim manajemen sumber daya manusia mengurangi risiko
tuntutan hukum, dan konflik dari audiens internal dan eksternal dengan
membuat karyawan mematuhi kebijakan dan prosedur yang penting bagi
pengembangan organisasi.
2.17 Manajemen Penggajian
Memproses penggajian tepat waktu merupakan hal yang
penting karena berfungsi sebagai elemen yang memotivasi karyawan.
Manajemen sumber daya manusia mencakup pemrosesan penggajian dan
pengelolaannya tepat waktu yang meningkatkan dampak pentingnya hal
tersebut.
2.18 Kompensasi dan Tunjangan
sangat penting bagi moral karyawan karena dapat mendorong
efisiensi mereka dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik
sehingga meningkatkan produktivitas organisasi.
2.19 Meningkatnya Koneksi Karyawan
Manajemen sumber daya manusia memiliki kepentingan lebih
besar dalam menghubungkan karyawan dengan organisasi dan
membangun hubungan profesional yang sehat yang selanjutnya akan
meningkatkan produktivitas, retensi karyawan, dan pertumbuhan
organisasi secara keseluruhan.
3. TUJUAN DAN FUNGSI SUATU PERANAN MSDM
3.1 Secara umum, tujuan manajemen SDM mencakup hal-hal berikut:
 Menyediakan sarana kepada manajemen mengenai kebijakan SDM,
guna memastikan organisasi memiliki tenaga kerja bermotivasi
tinggi, berkinerja tinggi, sekaligus dilengkapi dengan sarana untuk
menghadapi perubahan.
 Tujuan lainnya, yakni untuk memelihara dan melaksanakan
kebijakan dan prosedur SDM agar tujuan organisasi terwujud.
 MSDM juga diharapkan dapat mengatasi krisis dan situasi sulit yang
terjadi di antara pegawai. Dengan begitu, tidak terjadi gangguan
dalam mewujudkan tujuan perusahaan.
 Memberikan sarana komunikasi antara karyawan dengan adanya
manajemen organisasi.
 Membantu mengembangkan organisasi secara keseluruhan dengan
memerhatikan SDM.
 Memberikan bantuan dan menciptakan kondisi yang dapat membantu
manajer dalam mencapai tujuannya.
3.2 Fungsi Manajemen SDM
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen SDM
yang paling dasar. Perencanaan yang dimaksud adalah proses
penentuan tujuan dan merencanakan tenaga kerja agar bekerja secara
efektif dan efisien.
Dengan begitu, dapat membantu organisasi dalam mewujudkan
tujuannya.
Perencanaan dilakukan dengan menetapkan program
kepegawaian, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Selain itu, perencanaan juga mencakup menganalisis jabatan
dalam organisasi seperti menentukan tugas, tujuan, keahlian, hingga
kemampuan yang dibutuhkan.
2. Pengorganisasian (Organizing)
Selain perencanaan, manajemen SDM juga memiliki fungsi
pengorganisasian, lho.
Fungsi pengorganisasian sendiri tidak lain adalah pembagian
kerja. Pengorganisasian ini merupakan kegiatan untuk
mengorganisasi semua karyawan yang ada di perusahaan maupun
organisasi.
Misalnya dengan menetapkan pekerjaan yang harus dilakukan,
membagi tugas kepada karyawan, delegasi wewenang, hingga
integrasi dan koordinasi dalam bagan organisasi.
Adanya pembagian tugas dan wewenang ini tentunya untuk
mempermudah koordinasi dalam kepegawaian.
Dengan demikian, tidak terjadi tumpang tindih dalam
pelaksanaan tugas.
3. Pengarahan (Directing)
pengarahan merupakan kegiatan untuk mengarahkan karyawan.
Semua karyawan nantinya akan diarahkan agar bisa bekerja sama
secara efektif dan efisien. Dengan begitu, tujuan dari perusahaan,
karyawan, dan masyarakat akan terwujud.
4. Pengendalian (Controlling)
Pengendalian merupakan kegiatan untuk mengendalikan semua
karyawan di suatu perusahaan atau organisasi. Hal ini dilakukan,
supaya karyawan mau menaati peraturan-peraturan perusahaan dan
bekerja sesuai dengan rencana.
Lalu, bagaimana kalau terjadi penyimpangan atau kesalahan?
Apabila terjadi penyimpangan, tentu saja akan diadakan perbaikan
dan penyempurnaan rencana.
5. Pengadaan Sumber Daya Manusia (Recruitmen)
Pengadaan SDM merupakan kegiatan penarikan, seleksi,
penempatan, orientasi, dan induksi untuk mendapatkan karyawan.
Calon karyawan yang dicari tentu yang sesuai dengan kebutuhan
perusahaan.
Manajemen SDM bertanggung jawab untuk menemukan
kandidat yang memenuhi kualifikasi yang diperlukan untuk posisi
tertentu. Berikut adalah beberapa tugas manajemen SDM:
 Melakukan wawancara dan membaca resume atau CV.
 Melakukan pemeriksaan latar belakang pelamar.
 Mengawasi atau memimpin prosedur pelatihan.
 Menerapkan teknik pelatihan baru.
 Menulis deskripsi pekerjaan, memposting daftar pekerjaan,
dan merekrut kandidat potensial.
 Membuat kesan yang baik atas nama perusahaan.
6. Pengembangan (Development)
Pengembangan merupakan proses peningkatan keterampilan
teknis, teoritis, konseptual, dan moral karyawan.
Setelah menghabiskan waktu untuk merekrut karyawan, tentu
kamu ingin mereka terus tumbuh dan mengembangkan keterampilan
baru, bukan?
Apalagi dengan diadakannya pelatihan, dapat meningkatkan
motivasi karyawan. Umumnya, pengembangan karyawan dilakukan
melalui pendidikan dan pelatihan. Berikut beberapa contoh program
pelatihan:

 Pelatihan komunikasi.
 Pelatihan keterampilan kerja, seperti cara menggunakan
komputer.
 Pelatihan tentang kebijakan dan hukum.
7. Kompensasi (Compesation)
Kompensasi ini diberikan kepada karyawan sebagai imbalan
jasa yang telah diberikan kepada perusahaan. Adapun tujuan
pemberian kompensasi kepada karyawan, yakni:
 Untuk mempertahankan karyawan.
 Menjamin keadilan karyawan.
 Menghargai perilaku yang dibuat karyawan.
 Mengendalikan biaya-biaya.
 Memenuhi peraturan pemerintah.
8. Pengitegrasian (Integration)
Sederhananya, pegintegrasian merupakan kegiatan untuk
menyatukan kepentingan perusahaan dengan kebutuhan karyawan.
Kegiatan ini bertujuan agar tercipta kerja sama yang saling
menguntungkan.
Kita ambil contoh, apabila perusahaan memeroleh laba maka
karyawan dapat memenuhi kebutuhannya melalui pekerjaannya.
Selain itu, pengitegrasian juga bisa dilakukan dengan membuat
program yang dapat mendekatkan pegawai seperti berlibur atau
rekreasi bersama-sama.
Dengan begitu, hubungan antara pegawai dan pemilik
perusahaan bisa lebih harmonis.
9. Pemeliharaan (Maintenance)
Pemeliharaan merupakan kegiatan untuk memelihara atau
meningkatkan kondisi fisik, mental, dan loyalitas pegawai, agar
mereka tetap mau bekerja sampai pensiun.
Dengan kata lain perusahaan harus melakukan pemeliharaan
terhadap karyawan agar mau bekerja sampai pensiun.
Umumnya, perusahaan melakukan beberapa program
kesejahteraan untuk meningkatkan kondisi mental, fisik, hingga
loyalitas karyawan.
10. Kedisiplinan (Discipline)
Kedisiplinan merupakan fungsi manajemen SDM yang
terpenting. Sebab, tanpa kedisiplinan tujuan dari perusahaan akan
sulit tercapai.
Coba kamu bayangkan kalau ada yang tidak mengikuti
peraturan perusahaan. Atau, karyawan yang tidak memiliki keinginan
untuk menaati norma sosial.
Hal ini tentu saja akan menghambat terwujudnya tujuan
perusahaan. Di sini lah, MSDM mempunyai peran penting dalam
mengelola kedisiplinan.
11. Pemberhentian (Separation)
Pemberhentian merupakan putusnya hubungan kerja seseorang
dengan perusahaan. Pasalnya, tidak semua karyawan bisa bekerja
selamanya di suatu perusahaan.
Terkadang, ada masanya perusahaan memutuskan hubungan
kerja dengan karyawannya.
Pemberhentian ini bisa disebabkan oleh banyak hal seperti
keinginan karyawan, keinginan perusahaan, kontrak kerja yang
berakhir, pensiun, dan lainnya.

Anda mungkin juga menyukai