Pembacaan AVO Meter
Pengertian Avometer
Avometer berasal dari kata “AVO” dan “meter”. ‘A’ artinya ampere, untuk mengukur arus
listrik. ‘V’ artinya voltase, untuk mengukur voltase atau tegangan. ‘O’ artinya ohm, untuk
mengukur ohm atau hambatan. Terakhir, yaitu meter atau satuan dari ukuran. AVO Meter
sering disebut dengan Multimeter atau Multitester.
Berikut ini merupakan gambar dari Avometer Analog dan Avometer digital ditunjukkan pada
gambar dibawah ini.
Secara umum, pengertian AVO Meter adalah satuan alat ukur untuk mengukur arus,
tegangan, baik tegangan bolak-balik (AC) maupun tegangan searah (DC) dan hambatan
listrik. Avometer sangat penting fungsinya dalam setiap pekerjaan elektronika karena dapat
membantu menyelesaikan pekerjaan dengan mudah dan cepat. Tetapi sebelum
mempergunakannya, para pemakai harus mengenal terlebih dahulu jenis-jenis Avometer
dan bagaimana cara menggunakannya agar tidak terjadi kesalahan dalam pemakaiannya
dan akan menyebabkan rusaknya Avometer tersebut.
Jenis-Jenis Avometer
Berdasarkan prinsip kerjanya, ada dua jenis Avometer, yaitu Avometer analog
(menggunakan jarum putar/moving coil) dan Avometer digital (menggunakan display digital).
Kedua jenis ini tentu saja berbeda satu dengan lainnya, tetapi ada beberapa kesamaan
1|P a g e Agustus 2024 Achmad Syarifudin& Team
dalam hal operasionalnya. Misal sumber tenaga yang dibutuhkan berupa bateraii DC dan
probe/kabel penyidik warna merah dan hitam.
1. Avometer Digital
Pada Avometer digital, hasil pengukuran dapat terbaca langsung berupa angka-angka
(digit), sedangkan Avometer analog tampilannya menggunakan pergerakan jarum untuk
menunjukkan skala. Sehingga untuk memperoleh hasil ukur, harus dibaca berdasarkan
range atau divisi. Avometer analog lebih umum digunakan karena harganya lebih murah
daripada jenis Avometer digital.
Kunggulan Avometer Digital : hasil baca yang lebih akurat, penggunaan lebih praktis, pada
avometer ini biasanya sudah menggunakan auto polaritas sehingga tidak perlu khawatir jika
salah terminal probe (+) dan (-).
Kelemahan Avometer Ditigal : keadaan baterai yang sebaiknya full karena jika baterai
sampai habis maka tidak bisa digunakan sama sekali atau hasil pengukukuran tidak lagi
akurat.
2. Avometer Analog
Avometer analog menggunakan jarum sebagai penunjuk skala. Untuk memperoleh hasil
pengukuran, maka harus dibaca berdasarkan range dan devisi. Keakuratan hasil
pengukuran dari Avometer analog ini dibatasi oleh lebar dari skala pointer, getaran dari
pointer, keakuratan pencetakan gandar, kalibrasi nol, jumlah rentang skala. Dalam
pengukuran menggunakan Avometer Analog, kesalahan pengukuran dapat terjadi akibat
kesalahan dalam pengamatan (paralaxis).
2|P a g e Agustus 2024 Achmad Syarifudin& Team
Berikut ini bagian-bagaian dari avometer analog ditunjukan pada gambar dibawah ini
Gambar Bagian-bagian Avometer Analog
Keterangan:
a. Sekrup Pengatur Jarum (Meter Korektor), berguna untuk menyetel jarum Avometer ke
arah nol, saat Avometer akan dipergunakan dengan cara memutar sekrupnya ke
kanan atau ke kiri dengan menggunakan obeng pipih kecil.
b. Range Selector Switch adalah saklar yang dapat diputar sesuai dengan kemampuan
batas ukur yang diperguanakan yang berfungsi untuk memilih posisi pengukuran dan
batas ukurannya. Saklar putar (range selector switch) ini merupakan kunci utama bila
kita menggunakan Avometer. Avometer biasanya terdiri atas empat posisi engukuran
yaitu:
1). Posisi (ohm) berarti Avometer berfngsi sebagai ohmmeter, yang terdiri dari tiga batas
ukur yaitu :x1; x10; dan K
2). Posisi ACV (volt AC) berarti Avometer berfungsi sebagai volmeter AC yang terdiri dari
lima batas ukur yaitu :10V; 50V; 250V; dan 1000V.
3). Posisi DCV (Volt DC) berarti Avometer berfungsi sebagai volmeter DC.
4). Posisi DC mA (miliampere DC) berarti Avometer berfungsi sebagai miliampermeter
DC yang terdiri dari tiga batas ukur yaitu: 0,25; 25; dan 500.
Tetapi ke empat batas ukur untuk tipe Avometer yang satu dengan yang lain batas
ukurannya belum tentu sama.
3|P a g e Agustus 2024 Achmad Syarifudin& Team
Keunggulan Avometer Analog : baik digunakan untuk mengukur sinyal yang bersifat
tidak stabil atau fluatuatif. Jika menggunakan avometer digital lebih sulit diukur.
Kelemahan Avometer Analog : saat menggunakan avometer ini harus diperlukan
ketelitian saat pembacaan alat ukur, serta diperlukan kalibrasi dalam penunjukkan
jarum.
Lebih baik Avometer Digital atau Avometer Analog? Pertanyaan ini mungkin sering kepikiran
kepada orang yang ingin membeli Avometer. Kalau menurut kami, seperti yang telah
dijelaskan diatas, semua avometer memiliki kelebihan dan kekurangan. Dan balik kembali
kediri kita mau digunakan avometer tersebut, apakah menggunakan avometer hanya
sekedar hobi untuk otak-atik elektronik tentu saja avometer analog lebih tepat. Apalagi kamu
adalah seorang pelajar, tentu saja harus belajar menggunakan avometer secara manual
terlebih dahulu. Dari segi harga avometer analog sekarang bisa dijangkau untuk kalangan
pelajar, karena harga avometer sekarang lebih murah.
Sedangkan untuk keperluan Industri atau laboratorium mungkin lebih cocok menggunakan
avometer digital, karena tuntutan untuk bekerja secara cepat dan harus disertai akurasi yang
tinggi.
Demikan penjelasan dari kami tentang Pengertian Avometer dan Jenis Avometer yang
lengkap disertai dengan gambar avometer. Semoga dapat bermanfaat. Sekian dan sampai
jumpa pada artikel selanjutnya. Terimakasih.
Pengertian Avometer
4|P a g e Agustus 2024 Achmad Syarifudin& Team
Dalam kehidupan sehari hari tentu tak lepas dari penggunaan listrik dan benda benda
elektronik. Oleh sebab itu, muncul beberapa pekerjaan ataupun industri yang berhubungan
dengan dua hal tersebut.
Biasanya akan membutuhkan alat ukur listrik dalam menjalankan rutinitas dalam bekerja,
salah satunya adalah Avometer.
Alat pengukur arus dan tegangan listrik ini dibandrol dengan harga yang bervariatif. Harga
avometer ini tentu sesuai dengan jenis avo meternya.
Biasanya avometer digital mempunyai harga yang lebih mahal dibandingkan avometer
analog.
Simak ulasan tentang apa itu avometer, jenis, cara kerja serta bagian-bagiannya berikut ini.
Pengertian Avometer
Avometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik, hambatan dan juga
arus listrik.
Avometer mempunyai nama atau sebutan lain, yaitu multimeter karena memang alat ini
multifungsi.
Alat ukur yang satu ini merupakan alat yang paling sering digunakan oleh banyak teknisi.
Hal tersebut dikarenakan kepraktisan yang diberikan oleh alat ini, dimana teknisi bisa
melakukan tiga pengukuran hanya dengan satu alat saja.
jenis avometer
flickr.com
Nama avometer sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari tiga fungsi dari alat ini
sendiri.
Simbol A merupakan Ampere (satuan arus listrik), V merupakan Volt (satuan tegangan
listrik) dan O merupakan Ohm (satuan hambatan listrik).
Selanjutnya ada kata “meter” dimana merupakan satuan dari suatu ukuran.
Jenis Avometer atau Multitester dan Cara Kerjanya
Kira-kira apa perbedaan avometer dan multitester? Sebenarnya yang membedakan hanya
istilah penyebutannya saja.
perbedaan Avometer Digital dan analog
Secara fungsional, avometer atau multitester ini adalah alat pengukur arus dan tegangan
listrik.
5|P a g e Agustus 2024 Achmad Syarifudin& Team
Jika ditinjau dari prinsip kerjanya, maka jenis avo meter dibagi menjadi dua, yaitu analog
dan juga digital.
Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai kedua jenis dari avometer tersebut.
1. Avometer/Multitester Analog
Avometer analog merupakan avometer yang menggunakan jarum sebagai penunjuk ukuran
dari rangkaian listrik yang diukur.
Jenis ini bisa dikatakan sebagai jenis avometer manual dimana anda harus membaca skala
yang ditunjuk jarum untuk mengetahui hasil ukur.
Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat ketepatan pengukuran avometer analog ini
adalah penggunanya sendiri.
Hal ini dikarenakan kemampuan pengguna dalam membaca skala pada layar avometer ini
sangat mempengaruhi hasil yang didapat.
Pengukuran menggunakan avometer analog ini sangat terbatas, karena memiliki tingkat
maksimum ukuran selebar skala pointer.
Walaupun demikian, alat ukur listrik yang satu ini sangat baik untuk mengukur sinyal yang
tidak stabil.
Meski demikian tetap dibutuhkan ketelitian saat mengamati hasil ukuran yang ditunjukkan
oleh jarum.
Jika tidak teliti, maka hasil dari pengukuran bisa saja salah atau kurang akurat.
Prinsip kerja dari jenis analog ini terletak pada kumparan yang ditempatkan diantara dua
kutub magnet.
Nah, kumparan tersebut memiliki jarum yang berguna sebagai penunjuk hasil yang bergerak
saat dialiri listrik.
Listrik tersebut dialiri dari ujung avometer yang berwarna hitam untuk terminal negatif dan
merah untuk terminal positif.
Sebaiknya anda jangan sampai salah menghubungkan ujung avometer ini dengan terminal
objek. Hal ini supaya objek tersebut dapat diukur.
2. Avometer Digital
6|P a g e Agustus 2024 Achmad Syarifudin& Team
Avometer digital merupakan jenis dari avometer yang hasil dari pengukurannya dapat
langsung muncul dalam bentuk angka digital.
cara kerja Avometer Digital
Oleh sebab itu, tingkat keakuratannya lebih tinggi jika dibandingkan dengan avometer
analog.
Tetapi harga dari jenis avo meter yang satu ini lebih mahal, sehingga banyak yang lebih
memilih jenis analog.
Selain memiliki tingkat keakuratan yang tinggi, avometer jenis ini juga memiliki kelebihan
yang lain.
Kelebihan tersebut adalah sudah dilengkapi dengan auto polaritas, sehingga anda tidak
perlu khawatir apabila salah dalam menyambungkan terminal.
Walau demikian, kinerja dari avometer digital sangat bergantung pada kondisi baterai.
Sangat disarankan untuk menggunakan avometer digital dalam kondisi baterai penuh untuk
performa yang maksimal.
Prinsip Kerja Avometer dan Bagian-bagianya
Prinsip kerjanya adalah avometer ini mengambil daya dari baterai agar bisa digunakan.
Alat ini mempunyai dua buah kawat yang digunakan untuk menghubungkan dengan objek
yang akan diukur.
Arus listrik yang mengalir melalui kawat tersebut akan diubah menjadi sebuah informasi
digital dan akan muncul pada layar dalam bentuk angka.
Sedangkan bagian-bagian avo meter terdiri dari beberapa komponen berikut ini:
Meter Korektor
Range Selector Switch
Terminal + dan –
Pointer (Jarum Meter)
Mirror (Cermin)
Scale Meter (Skala Meter)
Zero Adjustment (Pengatur Jarum)
Angka Batas Ukur
Kotak Meter
Dengan memahami prinsip kerjanya, maka anda bisa lebih mudah belajar cara
menggunakan avometer. Semoga artikel ini bisa membantu anda untuk lebih memahami
dan menguasai alat satu ini.
7|P a g e Agustus 2024 Achmad Syarifudin& Team
Assalamu’alaikum sobat teknik indonesia, alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita dapat
belajar bersama lagi, pada kesempatan kali ini kita akan belajar untuk menggunakan
multimeter / avometer / multitester. oke langsung saja kita bahas
Daftar Isi
Cara Mengukur Hambatan dengan Multitester
Cara membaca hasil pengukuran hambatan
Contoh 1
Contoh 2
Contoh 3
Contoh 4
Cara Mengukur Tegangan DC dengan Multitester
Cara membaca hasil pengukuran tegangan DC
Contoh 1
Contoh 2
Contoh 3
Cara Mengukur Tegangan AC dan DCA (DC Ampere) dengan Multitester
Cara Mengukur Hambatan dengan Multitester
Posisikan saklar pemilih multitester pada area ohm (mulai dari skala pengukuran terkecil /
x1)
Set “0” dengan menghubungkan probe positif dan probe negatif, pastikan jarum menunjukan
angka “0” pada baris angka skala pengukuran 0hm, jika tidak menunjukan angka “0” putar
knob pengatur jarum sampai jarum menunjuk angka “0” (jika knob sudah mentok tapi jarum
belum menunjuk angka “0”, kemungkinan battery multimeter hampir habis)
Ukur hambatan menggunakan multitester, jika jarum tidak bergerak / hanya bergerak sedikit
sehingga susah untuk dibaca maka putar saklar pemilih ke skala satu tingkat diatasnya
(x10), jika belum terbaca lagi naikan lagi menjadi (x100) dan seterusnya, jika sudah sampai
x1k dan jarum tetap tidak bergerak itu artinya komponen yang diukur putus (hambatannya
sangat besar / tak terhingga “8”;)
Cara membaca hasil pengukuran hambatan
Lihat angka yang ditunjuk jarum pada deret angka ohm
Lihat skala pada saklar pemilih
Kali-kan angka yang tertunjuk jarum dengan angka pada saklar pemilih
Contoh 1
Contoh 2
Contoh 3
8|P a g e Agustus 2024 Achmad Syarifudin& Team
Contoh 4
Cara Mengukur Tegangan DC dengan Multitester
Sebelum melanjutkan bagian ini perlu kita ketahui tentang perbedaan arus AC dan DC, Arus
DC (Direct Current) adalah arus yang aliran tegangannya searah dari positif ke negatif
sedangkan AC (Alternating Current) / arus bolak balik adalah arus yang aliran teganganya
bolak balik dari positif ke negatif dan sebaliknya secara terus menerus, contoh arus DC
adalah pada battery jam dinding, ciri2nya adalah antara negatif dan positif tidak boleh
terbalik, sedangkan contoh arus AC adalah listrik rumah, cirinya adalah antara positif dan
negatif boleh dibalik, itu tadi sedikit pengantar tentang AC dan DC, selanjutnya mari kita
lanjutkan tentang cara pengukuran menggunakan multitester
Baca Juga Manual Book Honda Vario 110
Sebelum kita melakukan pengukuran, jangan lupa untuk set “0” dengan memutar knob
pengatur jarum sampai jarum penunjuk sejajar dengan angka 0 pada baris angka skala DC,
setelah dilakukan set “0” barulah kita dapat menggunakan multimeter untuk mengukur
tegangan.
Cara membaca hasil pengukuran tegangan DC
Ukur tegangan menggunakan multitester dengan memutar saklar pemilih ke skala
pengukuran DCV pada skala terbesar terlebih dahulu DCV 1000 (untuk menghindari
multitester terbakar akibat tegangan yang diukur melebihi kemampuan multitester, jika jarum
tidak bergerak / hanya bergerak sedikit sehingga susah untuk dibaca maka putar saklar
pemilih ke skala satu tingkat dibawahnya(DCV 250), jika belum terbaca lagi turunkan lagi
menjadi DCV 50 dan seterusnya, jika sudah sampai skala DCV terkecil dan jarum tetap tidak
bergerak itu artinya tidak ada tegangan yang terdeteksi
Lihat angka saklar pemilih
Lihat skala maksimal yang sebanding dengan saklar pemilih untuk mempermudah
perhitungan (contoh : jika saklar penunjuk 1000 maka skala yg dipilih adalah 10, jika saklar
penunjuk 250 maka skala yang dipilih adalah 250, jika saklar penunjuk 50 maka skala yang
dipilih adalah 50)
Lihat angka yang ditunjuk jarum pada deret angka yang segaris dengan skala maksimal
yang kita pilih pada langkah nomor 3
hasil pengukuran adalah angka skala : angka skala maksimal x saklar pemilih (pilih deret
angka yang skala maksimalnya mudah diperbandingkan dengan dengan saklar pemilih)
Contoh 1
Contoh 2
Contoh 3
9|P a g e Agustus 2024 Achmad Syarifudin& Team
Cara Mengukur Tegangan AC dan DCA (DC Ampere) dengan Multitester
Untuk cara membaca dan mengukur tegangan AC ataupun Ampere DC (DCA) maka
langkah yang harus dilakukan adalah sama seperti langkah mengukur tegangan DC / DCV,
hanya saja saklar pemilih diarahkan pada pengukuran ACV / DCA (bukan DCV), sebagai
contoh gambar berikut
Itulah tadi materi tentang cara membaca multimeter analog, semoga artikel kali ini dapat
bermanfaat untuk para pembaca. Jika ada kritik saran atau komentar silahkan sampaikan
PRINSIP KERJA DAN CARA KERJA AVO METER ANALOG
TAGS
ALAT UKUR
Salam Pengetahuan buat sobat sekalian yang saat ini lagi cari referensi buat tugas atau
yang lainnya. Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai Avometer atau disebut
juga Multimeter. Alat ini merupakan alat yang digunakan pada bidang kajian kelistrikan atau
elektronika.
PENGERTIAN
Avometer berasal dari kata ”AVO” dan ”meter”. ‘A’ artinya ampere, untuk mengukur arus
listrik. ‘V’ artinya voltase, untuk mengukur voltase atau tegangan. ‘O’ artinya ohm, untuk
mengukur ohm atau hambatan. Terakhir, yaitu meter atau satuan dari ukuran. AVO Meter
sering disebut dengan Multimeter atau Multitester. Secara umum, pengertian dari AVO
meter adalah suatu alat untuk mengukur arus, tegangan, baik tegangan bolak-balik (AC)
maupun tegangan searah (DC) dan hambatan listrik.
BAGIAN-BAGIAN AVOMETER ANALOG DAN FUNGSINYA
10 | P a g e Agustus 2024 Achmad Syarifudin& Team
1. Meter Korektor, berguna untuk menyetel jarum AVO meter ke arah nol, saat AVO meter
akan dipergunakan dengan cara memutar sekrupnya ke kanan atau ke kiri dengan
menggunakan obeng pipih kecil.
2. Range Selector Switch adalah saklar yang dapat diputar sesuai dengan kemampuan
batas ukur yang dipergunakan yang berfungsi untuk
memilih posisi pengukuran dan batas ukurannya. Saklar putar (range selector switch) ini
merupakan kunci utama bila kita menggunakan AVO meter. AVO meter biasanya terdiri dari
empat posisi pengukuran, yaitu :
- Posisi (Ohm) berarti AVO Meter berfungsi sebagai ohmmeter, yang terdiri dari tiga batas
ukur : x1; x10; dan K.
- Posisi ACV (Volt AC) berarti AVO Meter berfungsi sebagai voltmeter AC yang terdiri dari
lima batas ukur : 10V; 50V; 250V; 500V; dan 1000V.
- Posisi DCV (Volt DC) berarti AVO meter berfungsi sebagai voltmeter DC yang terdiri dari
lima batas ukur : 10V; 50V; 250V; 500V; dan 1000V.
- Posisi DC mA (miliampere DC) berarti AVO meter berfungsi sebagai miliamperemeter DC
yang terdiri dari tiga batas ukur, yaitu: 0,25; 25; dan 500.
Tetapi ke empat batas ukur di atas untuk tipe AVO meter yang satu dengan yang lain batas
ukurannya belum tentu sama.
3. Terminal + dan – Com, terminal dipergunakan untuk mengukur Ohm, AC Volt, DC Volt
dan DC mA (yang berwarna merah untuk + dan warna hitam untuk -).
4. Pointer (Jarum Meter) merupakan sebatang pelat yang bergerak kekanan dan kekiri yang
menunjukkan besaran / nilai.
5. Mirror (cermin) sebagai batas antara Ommeter dengan Volt-Ampermeter. Cermin
pemantul pada papan skala yang digunakan sebagai panduan untuk ketepatan membaca,
yaitu pembacaan skala dilakukan dengan cara tegak lurus dimana bayangan jarum pada
cermin harus satu garis dengan jarum penunjuk, maksudnya agar tidak terjadi
penyimpangan dalam membaca.
6. Scale (skala) berfungsi sebagai skala pembacaan meter.
7. Zero Adjusment adalah pengatur / penepat jarum pada kedudukan nol ketika
menggunakan Ohmmeter. Caranya : saklar pemilih diputar pada posisi (Ohm), test lead +
(merah) dihubungkan ke test lead - (hitam), kemudian tombol pengatur kedudukan 0 diputar
ke kiri atau ke kanan sehingga menunjuk pada kedudukan skala 0 Ohm.
9. Angka-Angka Batas Ukur, adalah angka yang menunjukkan batas kemampuan alat ukur.
10. Kotak Meter, adalah kotak / tempat meletakkan komponen-komponen AVOmeter.
PRINSIP KERJA
11 | P a g e Agustus 2024 Achmad Syarifudin& Team
AVO Meter analog menggunakan jarum sebagai penunjuk skala. Untuk memperoleh hasil
pengukuran, maka harus dibaca berdasarkan range atau divisi. Keakuratan hasil
pengukuran dari AVO Meter analog ini dibatasi oleh lebar dari skala pointer, getaran dari
pointer, keakuratan pencetakan gandar, kalibrasi nol, jumlah rentang skala. Dalam
pengukuran menggunakan AVO Meter Analog, kesalahan pengukuran dapat terjadi akibat
kesalahan dalam pengamatan (paralax).
CARA MEMBACA MULTIMETER / AVOMETER ANALOG
Pada tutorial akan dibahas lebih lengkap mengenai Cara Mudah Untuk Membaca Alat Ukur
Listrik Multimeter / Avometer Analog.
Yang dimaksud Multimeter atau Avometer adalah Alat ukur Listrik yang memungkinkan kita
untuk mengukur besarnya Besaran listrik yang ada pada suatu rangkaian baik itu Tegangan,
Arus, maupun Nilai Hambatan/Tahanan. AVOmeter adalah singkatan dari Ampere Volt Ohm
Meter, jadi hanya terdapat 3 komponen yang bisa diukur dengan AVOmeter sedangkan
Multimeter , dikatakan multi sebab memiliki banyak besaran yang bisa di ukur, misalnya
Ampere, Volt, Ohm, Frekuensi, Konektivitas Rangkaian (putus ato tidak), Nilai Kapasitif, dan
lain sebagainya. Terdapat 2 (dua) jenis Multimeter yaitu Analog dan Digital, yang Digital
sangat mudah pembacaannya disebabkan karena Multimeter digital telah menggunakan
angka digital sehingga begitu melakukan pengukuran Listrik, Nilai yang diinginkan dapat
langsung terbaca asalkan sesuai atau Benar cara pemasangan alat ukurnya.
Mari mengenal bagian-bagian Multimeter atau Avometer agar lebih memudahkan dalam
memahami tulisan selanjutnya :
BAGIAN-BAGIAN AVOMETER
SEKRUP PENGATUR JARUM, Sekrup ini dapat di putar dengan Obeng atau plat kecil,
Sekrup ini berfungsi mengatur Jarum agar kembali atau tepat pada posisi 0 (NOL),
terkadang jarum tidak pada posisi NOL yang dapat membuat kesalahan pada pengukuran,
Posisikan menjadi NOL sebelum digunakan.
TOMBOL PENGATUR NOL OHM. Tombol ini hampir sama dengan Sekrup pengatur jarum,
hanya saja bedanya yaitu Tombol ini digunakan untuk membuat jarum menunjukkan angka
NOL pada saat Saklar pemilih di posisikan menunjuk SKALA OHM. Saat saklar pemilih pada
posisi Ohm biasanya pilih x1 pada skala Ohm kemudian Hubungkan kedua ujung
TERMINAL (Ujung terminal Merah bertemu dengan Ujung terminal Hitam) dan Lihat pada
Layar penunjuk, Jarum akan bergerak ke KANAN (Disitu terdapat angka NOL (0), Putar
tombol pengatur Nol Ohm sampai jarum menunjukkan angka NOL). Proses ini dinamakan
KALIBRASI OhmMeter. Hal ini Muthlak dilakukan sebelum melakukan pengukuran tahanan
(OHM) suatu komponen atau suatu rangkaian.
SAKLAR PEMILIH. Saklar ini harus di posisikan sesuai dengan apa yang ingin di UKUR,
misalnya bila ingin mengukur tegangan AC maka atur/putar saklar hingga menyentuh skala
AC yang pada alat ukur tertulis ACV, Begitu pula saat mengukur tegangan DC, cari yang
tertulis DCV, begitu seterusnya. Jangan Salah memilih Skala Pengukuran. Pada setiap
12 | P a g e Agustus 2024 Achmad Syarifudin& Team
bagian SKALA PENGUKURAN yang dipilih dengan Saklar Pemilih, terdapat Nilai-nilai yang
tertera pada alat ukur, Misalnya Pada Skala Tegangan AC (tertulis ACV pada alat ukur)
tertera skala 10, 50, 250, dan 750 begitu pula pada Skala Tegangan DC (tertulis DCV pada
alat ukur) tertera skala 0.1 , 0.25 , 2.5 , 10 , dst. Apa maksud Skala ini?? Dan Bagaimana
Memilihnya??
Pedoman Memilih SKALA Pengukuran :
Skala tersebut adalah skala yang akan digunakan untuk membaca hasil pengukuran,
Semua skala dapat digunakan untuk membaca, Hanya saja tidak semua skala dapat
memberikan atau memperlihatkan nilai yang diinginkan, misalnya kita mempunyai Baterai 9
Volt DC, kemudian kita mengatur SAKLAR PEMILIH untuk Memilih SKALA TEGANGAN DC
pada posisi 2,5 dan menghubungkan TERMINAL Merah dengan positif (+) baterai dan
Hitam dengan Negatif (-) baterai. Apa yang akan terjadi?? Jarum akan bergerak ke Ujung
Kanan dan tidak menunjukkan angka 9Volt, Mengapa Demikian?? Sebab NILAI MAKSIMAL
yang dapat diukur bila kita memposisikan Saklar Pemilih pada skala 2.5 adalah hanya 2.5
Volt saja, sehingga untuk mengukur Nilai 9Volt maka saklar harus di putar menuju Skala
yang LEBIH BESAR sari NILAI Tegangan yang di Ukur, jadi Putar pada Posisi 10 dan Alat
ukur akan menunjukkan nilai yang diinginkan.Penjelasan Lebih Lengkap Mengenai
MEMBACA ALAT UKUR akan di Bahas selanjutnya pada tutorial ini.
PRINSIP KERJA DAN CARA KERJA AVO METER ANALOG
TAGS
ALAT UKUR
Salam Pengetahuan buat sobat sekalian yang saat ini lagi cari referensi buat tugas atau
yang lainnya. Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai Avometer atau disebut
juga Multimeter. Alat ini merupakan alat yang digunakan pada bidang kajian kelistrikan atau
elektronika.
PENGERTIAN
Avometer berasal dari kata ”AVO” dan ”meter”. ‘A’ artinya ampere, untuk mengukur arus
listrik. ‘V’ artinya voltase, untuk mengukur voltase atau tegangan. ‘O’ artinya ohm, untuk
mengukur ohm atau hambatan. Terakhir, yaitu meter atau satuan dari ukuran. AVO Meter
sering disebut dengan Multimeter atau Multitester. Secara umum, pengertian dari AVO
meter adalah suatu alat untuk mengukur arus, tegangan, baik tegangan bolak-balik (AC)
maupun tegangan searah (DC) dan hambatan listrik.
BAGIAN-BAGIAN AVOMETER ANALOG DAN FUNGSINYA
1. Meter Korektor, berguna untuk menyetel jarum AVO meter ke arah nol, saat AVO meter
akan dipergunakan dengan cara memutar sekrupnya ke kanan atau ke kiri dengan
menggunakan obeng pipih kecil.
2. Range Selector Switch adalah saklar yang dapat diputar sesuai dengan kemampuan
batas ukur yang dipergunakan yang berfungsi untuk
13 | P a g e Agustus 2024 Achmad Syarifudin& Team
memilih posisi pengukuran dan batas ukurannya. Saklar putar (range selector switch) ini
merupakan kunci utama bila kita menggunakan AVO meter. AVO meter biasanya terdiri dari
empat posisi pengukuran, yaitu :
- Posisi (Ohm) berarti AVO Meter berfungsi sebagai ohmmeter, yang terdiri dari tiga batas
ukur : x1; x10; dan K.
- Posisi ACV (Volt AC) berarti AVO Meter berfungsi sebagai voltmeter AC yang terdiri dari
lima batas ukur : 10V; 50V; 250V; 500V; dan 1000V.
- Posisi DCV (Volt DC) berarti AVO meter berfungsi sebagai voltmeter DC yang terdiri dari
lima batas ukur : 10V; 50V; 250V; 500V; dan 1000V.
- Posisi DC mA (miliampere DC) berarti AVO meter berfungsi sebagai miliamperemeter DC
yang terdiri dari tiga batas ukur, yaitu: 0,25; 25; dan 500.
Tetapi ke empat batas ukur di atas untuk tipe AVO meter yang satu dengan yang lain batas
ukurannya belum tentu sama.
3. Terminal + dan – Com, terminal dipergunakan untuk mengukur Ohm, AC Volt, DC Volt
dan DC mA (yang berwarna merah untuk + dan warna hitam untuk -).
4. Pointer (Jarum Meter) merupakan sebatang pelat yang bergerak kekanan dan kekiri yang
menunjukkan besaran / nilai.
5. Mirror (cermin) sebagai batas antara Ommeter dengan Volt-Ampermeter. Cermin
pemantul pada papan skala yang digunakan sebagai panduan untuk ketepatan membaca,
yaitu pembacaan skala dilakukan dengan cara tegak lurus dimana bayangan jarum pada
cermin harus satu garis dengan jarum penunjuk, maksudnya agar tidak terjadi
penyimpangan dalam membaca.
6. Scale (skala) berfungsi sebagai skala pembacaan meter.
7. Zero Adjusment adalah pengatur / penepat jarum pada kedudukan nol ketika
menggunakan Ohmmeter. Caranya : saklar pemilih diputar pada posisi (Ohm), test lead +
(merah) dihubungkan ke test lead - (hitam), kemudian tombol pengatur kedudukan 0 diputar
ke kiri atau ke kanan sehingga menunjuk pada kedudukan skala 0 Ohm.
9. Angka-Angka Batas Ukur, adalah angka yang menunjukkan batas kemampuan alat ukur.
10. Kotak Meter, adalah kotak / tempat meletakkan komponen-komponen AVOmeter.
PRINSIP KERJA
AVO Meter analog menggunakan jarum sebagai penunjuk skala. Untuk memperoleh hasil
pengukuran, maka harus dibaca berdasarkan range atau divisi. Keakuratan hasil
pengukuran dari AVO Meter analog ini dibatasi oleh lebar dari skala pointer, getaran dari
pointer, keakuratan pencetakan gandar, kalibrasi nol, jumlah rentang skala. Dalam
14 | P a g e Agustus 2024 Achmad Syarifudin& Team
pengukuran menggunakan AVO Meter Analog, kesalahan pengukuran dapat terjadi akibat
kesalahan dalam pengamatan (paralax).
CARA MEMBACA MULTIMETER / AVOMETER ANALOG
Pada tutorial akan dibahas lebih lengkap mengenai Cara Mudah Untuk Membaca Alat Ukur
Listrik Multimeter / Avometer Analog.
Yang dimaksud Multimeter atau Avometer adalah Alat ukur Listrik yang memungkinkan kita
untuk mengukur besarnya Besaran listrik yang ada pada suatu rangkaian baik itu Tegangan,
Arus, maupun Nilai Hambatan/Tahanan. AVOmeter adalah singkatan dari Ampere Volt Ohm
Meter, jadi hanya terdapat 3 komponen yang bisa diukur dengan AVOmeter sedangkan
Multimeter , dikatakan multi sebab memiliki banyak besaran yang bisa di ukur, misalnya
Ampere, Volt, Ohm, Frekuensi, Konektivitas Rangkaian (putus ato tidak), Nilai Kapasitif, dan
lain sebagainya. Terdapat 2 (dua) jenis Multimeter yaitu Analog dan Digital, yang Digital
sangat mudah pembacaannya disebabkan karena Multimeter digital telah menggunakan
angka digital sehingga begitu melakukan pengukuran Listrik, Nilai yang diinginkan dapat
langsung terbaca asalkan sesuai atau Benar cara pemasangan alat ukurnya.
Mari mengenal bagian-bagian Multimeter atau Avometer agar lebih memudahkan dalam
memahami tulisan selanjutnya :
BAGIAN-BAGIAN AVOMETER
SEKRUP PENGATUR JARUM, Sekrup ini dapat di putar dengan Obeng atau plat kecil,
Sekrup ini berfungsi mengatur Jarum agar kembali atau tepat pada posisi 0 (NOL),
terkadang jarum tidak pada posisi NOL yang dapat membuat kesalahan pada pengukuran,
Posisikan menjadi NOL sebelum digunakan.
TOMBOL PENGATUR NOL OHM. Tombol ini hampir sama dengan Sekrup pengatur jarum,
hanya saja bedanya yaitu Tombol ini digunakan untuk membuat jarum menunjukkan angka
NOL pada saat Saklar pemilih di posisikan menunjuk SKALA OHM. Saat saklar pemilih pada
posisi Ohm biasanya pilih x1 pada skala Ohm kemudian Hubungkan kedua ujung
TERMINAL (Ujung terminal Merah bertemu dengan Ujung terminal Hitam) dan Lihat pada
Layar penunjuk, Jarum akan bergerak ke KANAN (Disitu terdapat angka NOL (0), Putar
tombol pengatur Nol Ohm sampai jarum menunjukkan angka NOL). Proses ini dinamakan
KALIBRASI OhmMeter. Hal ini Muthlak dilakukan sebelum melakukan pengukuran tahanan
(OHM) suatu komponen atau suatu rangkaian.
SAKLAR PEMILIH. Saklar ini harus di posisikan sesuai dengan apa yang ingin di UKUR,
misalnya bila ingin mengukur tegangan AC maka atur/putar saklar hingga menyentuh skala
AC yang pada alat ukur tertulis ACV, Begitu pula saat mengukur tegangan DC, cari yang
tertulis DCV, begitu seterusnya. Jangan Salah memilih Skala Pengukuran. Pada setiap
bagian SKALA PENGUKURAN yang dipilih dengan Saklar Pemilih, terdapat Nilai-nilai yang
tertera pada alat ukur, Misalnya Pada Skala Tegangan AC (tertulis ACV pada alat ukur)
tertera skala 10, 50, 250, dan 750 begitu pula pada Skala Tegangan DC (tertulis DCV pada
alat ukur) tertera skala 0.1 , 0.25 , 2.5 , 10 , dst. Apa maksud Skala ini?? Dan Bagaimana
Memilihnya??
15 | P a g e Agustus 2024 Achmad Syarifudin& Team
Pedoman Memilih SKALA Pengukuran :
Skala tersebut adalah skala yang akan digunakan untuk membaca hasil pengukuran,
Semua skala dapat digunakan untuk membaca, Hanya saja tidak semua skala dapat
memberikan atau memperlihatkan nilai yang diinginkan, misalnya kita mempunyai Baterai 9
Volt DC, kemudian kita mengatur SAKLAR PEMILIH untuk Memilih SKALA TEGANGAN DC
pada posisi 2,5 dan menghubungkan TERMINAL Merah dengan positif (+) baterai dan
Hitam dengan Negatif (-) baterai. Apa yang akan terjadi?? Jarum akan bergerak ke Ujung
Kanan dan tidak menunjukkan angka 9Volt, Mengapa Demikian?? Sebab NILAI MAKSIMAL
yang dapat diukur bila kita memposisikan Saklar Pemilih pada skala 2.5 adalah hanya 2.5
Volt saja, sehingga untuk mengukur Nilai 9Volt maka saklar harus di putar menuju Skala
yang LEBIH BESAR sari NILAI Tegangan yang di Ukur, jadi Putar pada Posisi 10 dan Alat
ukur akan menunjukkan nilai yang diinginkan.Penjelasan Lebih Lengkap Mengenai
MEMBACA ALAT UKUR akan di Bahas selanjutnya pada tutorial ini.
Cara membaca hasil pengukuran tegangan dengan AVOmeter
Posted on 22 September 2017 by mahrom — Tinggalkan komentar
Alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur tegangan bisa menggunakan Volt meter
atau menggunakan AVO Meter. AVO Meter adalah alat ukur serba bisa karena bisa
mengukur berbagai macam besaran listrik seperti Arus listrik AC/DC, tegangan listrik
AC/DC, mengukur tahanan, mengukur nilai kapasitor, mengukur hfe dan lain sebagainya.
Terdapat dua jenis AVO meter berdasarkan penampilan hasilnya yaitu AVO meter analog
dan AVO meter digital. Yang akan dibahas pada uraian berikut adalah cara pembacaan
tegangan pada alat ukur AVO meter analog.
Bagaimana cara menggunakan AVO meter analog bisa dilihat lebih jelasnya di sini Cara
menggunakan AVO meter analog.
Pada gambar 1 diperlihatkan skala pada AVO meter untuk pengukuran tegangan baik
tegangan AC maupun tegangan DC. Terdapat 3 skala yang bisa digunakan yaitu 0-10V, 0-
50V, dan 0-250V.
Untuk batas ukur terdapat berbagai macam pilihan dengan cara menempatkan selektor
sesuai dengan yang dinginkan. Pada pengukuran tegangan AC terdapat batas ukur 10, 50,
250, dan 1000Volt. Pada pengukuran tegangan DC terdapat batas ukur 0,25, 2,5, 10, 50,
250, dan 1000Volt. Batas ukur kita pilih sesuai dengan perkiraan besarnya tegangan yang
16 | P a g e Agustus 2024 Achmad Syarifudin& Team
akan kita ukur. Hindarkan tegangan yang diukur lebih besar dari batas ukur yang dipilih
karena bisa berakibat jarum penunjuk mentok dan mengakibatkan kerusakan. Sebagai
contoh misalnya kita mau melakukan pengukuran tegangan pada panel 3 fasa. Tempatkan
selektor pada posisi 1000 Volt AC karena tegangan terbesar yang mungkin terjadi pada
panel adalah tegangan fasa ke fasa 380 volt.
Contoh yang lainnya misalnya kita mau mengecek tegangan pada transformator 1 fasa,
tempatkan selektor pada posisi 250 volt AC. Apabila tegangan yang diukur sangat kecil bisa
kita turunkan batas ukurnya dengan menggeser selektor ke batas ukur yang lebih rendah
sehingga pergerakan jarum bisa terbaca harganya.
Untuk pengukuran tegangan DC tempatkan selektor pada area pengukuran tegangan DC.
Pada pengukuran tegangan DC jangan sampai kita terbalik dalam menempelkan colok
pengukur pada terminal tegangan dc yang mau diukur. Colok warna merah ke terminal
positif, colok warna hitam ke terminal negatif.
Pada posisi jarum seperti pada gambar 1, coba dibaca berapa tegangan yang ditunjukan
oleh jarum AVO meter ini apabila kita menggunakan skala yang berbeda yaitu 0-10V, 0-50V,
dan 0-250V dengan posisi dari selektor misalnya berada pada batas ukur 1000V.
17 | P a g e Agustus 2024 Achmad Syarifudin& Team