0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan13 halaman

Makalah Fisdas 8

Diunggah oleh

Murniati N
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan13 halaman

Makalah Fisdas 8

Diunggah oleh

Murniati N
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

FISIKA DASAR

“MAGNET”

DOSEN PENGAMPUH
RINTO SUPPA, S.Si., M.Pd.

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 8
CITRA ASMARA 22.023.55.202.083
MURNIATI 22.023.55.202.052
MUHAMMAD LUTHFI 22.023.55.202.099
AHMAD BILAL AL HAQ 22.023.55.202.068

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ANDI DJEMMA PALOPO
2022/2023
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji bagi Allah Subhanahu Wata’ala yang telah
memberikan rahmat, karunia serta kesempatan dan kesehatan sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini, dengan judul “MAGNET” dalam waktu yang telah
ditentukan. Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan
magnet. Magnet juga dapat diartikan sebagai suatu benda yang memiliki gejala
dan sifat yang dapat mempengaruhi bahan bahan tertentu yang berada di
sekitarnya.
Tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu sebagai salah satu tugas dalam mata
kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari
pembaca demi tercapainya kesempurnaan makalah ini. Kami berharap semoga
Makalah ini dapat bermanfaat untuk berbagai pihak khususnya mahasiswa
sehingga dapat mengetahui demokrasi Indonesia.

Palopo, 18 juni 2023

Penulis
DAFTAR ISI

ii
Halaman Sampul...................................................................................................i

Kata Pengantar.......................................................................................................ii

Daftar isi................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................1

A. Latar Belakang..............................................................................................1
B. Rumusan Masalah........................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................2

A. Pengertian medan magnet.............................................................................2


B. Gaya magnet.................................................................................................3
C. Penerapan gaya magnet................................................................................3

BAB III KESIMPULAN.......................................................................................7

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................8

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Di bumi ini tentunya kita tidak asing dengan benda yang bernama magnet.
Benda yang memiliki medan magnet dan dua kutub ini dapat menarik benda-
benda yang mengandung unsur logam. Kita dapat menemukan magnet dimana
saja, misalnya di toko mainan, toko bangunan, bahkan di bumi yang kita pijak
ini terdapat sumber medan magnet yang sangat banyak. Pada magnet terdapat
dua kutub, yaitu kutub utara yang selalu mengarah ke utara dan kutub selatan
yang selalu mengarah ke selatan. Dan tak jarang kita juga bisa menemukan
magnet di dalam alat-alat elektronik. Biasanya kita melihat magnet dalam
berbagai bentuk, contohnya magnet U (sepatu kuda), magnet batang, magnet
lingkaran, magnet jarum (kompas), dll. Namun sebenarnya magnet yang ada
sekarang ini, hampir semuanya adalah magnet buatan. Magnet sebenarnya
tidak hanya berupa magnet batang, jarum, lingkaran, dll yang biasa kita lihat
pada umumnya. Tetapi magnet juga bisa dibuat dengan cara sederhana dan
tidak membutuhkan bahan-naha tertentu yang rumit seperti pada pembuatan
magnet buatan. Kita hanya membutuhkan bahan-bahan sederhana yang ada di
sekitar kita, dan cara pembuatannya pun tak serumit magnet buatan pabrik.
Selain itu magnet juga sangat berguna bagi manusia. Misalnya saat kita
tersesat di hutan kita dapat menggunakan kompas sebagai penunjuk jalan,
dalam hal ini magnet juga ikut berperan penting. Magnet kulkas digunakan
untuk menyimpan catatan di pintu kulkas. Tidak hanya itu, magnet juga sangat
berguna dalam dunia kesehatan. Sejak dulu magnet sudah digunakan dalam
dunia pengobatan, terutama dalam pengobatan alami (Naturopathy).
RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan magnet?
2. Mengetahui gaya magnet?
3. Penerapan magnet?

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. MAGNET
1. PengertianMagnet
Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan
magnet. Magnet juga dapat diartikan sebagai suatu benda yang memiliki
gejala dan sifat yang dapat mempengaruhi bahan bahan tertentu yang
berada di sekitarnya. Asal kata magnet diduga dari kata magnesia yaitu
nama suatu daerah di Asia kecil. Menurut cerita di daerah itu sekitar 4.000
tahun yang lalu telah ditemukan sejenis batu yang memiliki sifat dapat
menarik besi atau baja atau campuran logam lainnya. Benda yang dapat
menarik besi atau baja inilah yang disebut magnet. Di dalam kehidupan
sehari-hari kata “magnet” sudah sering kita dengar, namun sering juga
berpikir bahwa jika mendengar kata magnet selalu berkonotasi menarik
benda. Untuk bisa mengambil suatu barang dari logam (contoh obeng
besi) hanya dengan sebuah magnet, misalkan pada peralatan perbengkelan
biasanya dilengkapi dengan sifat magnet sehingga memudahkan untuk
mengambil benda yang jatuh di tempat yang sulit dijangkau oleh tangan
secara langsung. Bahkan banyak peralatan yang sering digunakan, antara
lain bel listrik, telepon, dinamo, alat-alat ukur listrik, kompas yang
semuanya
menggunakan bahan magnet. Setiap magnet memiliki dua kutub, yaitu:
utara (N) dan selatan (S). Kutub magnet adalah daerah yang berada pada
ujung-ujung magnet dengan kekuatan magnet yang paling besar berada
pada kutub- kutubnya.
2. Jenis-jenis magnet
Berdasarkan asalnya magnet dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
Magnet alam, yakni magnet yang ditemukan di alam. Bum adalah magnet
alam yang terbesar oleh karena itu bumi memiliki kutub utara dan kutub
selatan sebagai ujung magnetnya. Magnet alam dapat ditemukan pada

2
bebatuan yang mengandung unsur magnet. Batuan yang dapat menarik
benda dari besi itu disebut dengan magnet alam.
Magnet buatan, yakni magnet yang sengaja di buat oleh manusia.
Selanjutnya, berdasarkan sifat kemagnetannya, magnet buatan
dikelompokkan menjadi dua, yakni magnet tetap (permanen) dan magnet
sementara. Magnet tetap adalah magnet yang sifat kemagnetannya tetap
dan terjadi dalam waktu relatif lama. Sebaliknya, magnet sementara adalah
magnet yang sifatnya tisdak tetap atau sementara.
Magnet permanen (tetap) umumnya terbuat dari baja, sedangkan magnet
tidak tetap terbuat dari besi lunak. Disesuaikan dengan kegunaannya,
dewasa ini magnet dibuat dari beberapa jenis logam.
Berdasarkan bahan yang digunakannya itu, magnet dapat dibedakan
menjadi empat tipe:
1. Tipe Magnet Permanen Campuran
Berdasarkan bahan campurannya, magnet permanen campuran dibagi
menjadi Magnet alcomax, dibuat dari campuran besi dan alumunium,
Magnet alnico, dibuat dari campuran besi dan nikel, Magnet triconal,
dibuat dari campuran besi dan kobal
2. Tipe Magnet Keramik
Tipe magnet ini disebut juga magnadur, terbuat dari serbuk ferit dan
bersifat keras serta memiliki gaya tarik kuat.
3. Tipe magnet Besi Lunak
Tipe magnet besi lunak juga disebut dengan stalloy, terbuat dari 96%
besi dan 4% silikon. Sifat kemagnetannya tidak keras atau sementara.
4. Tipe Magnet Pelindung
Tipe magnet ini disebut juga mumetal, terbuat dari 74% nikel, 20%
besi, 5% tembaga dan 1% mangan. Magnet ini tidak keras atau
sementara.
Berdasarkan penggolongan magnet buatan di atas serta kemampuan
bahan menyimpan sifat magnetnya, maka kita dapat menggolongkan
bahan-

3
bahan magnetik dalam magnet keras dan magnet lunak. Sebagai
contoh bahan-bahan magnet keras ialah baja dan alcomax. Bahan ini
sangan sulit dijadikan magnet. Namun demikian, setelah bahan
tersebut dijadikan magnet maka bahan-bahan magnet keras ini akan
menyimpan sifat magnetiknya relatif sangat lama. Karena
pertimbangan atau alasan itulah bahan-bahan magnet keras ini lebih
banyak dijadikan untuk membuat magnet tetap (permanen). Contoh
pemakaiannya adalah untuk membuat pita kaset atau kompas.
Cara Membuat Magnet
Cara membuat magnet antara lain:
1. Digosok dengan magnet lain secara searah.
Menggosokkan magnet permanen pada logam yang ingin dijadikan
magnet. Arah gosokan hanya pada satu arah saja. Kutub magnet
yang dihasilkan pada ujung terakhir penggosok selalu berlawanan
dengan kutub ujung magnet penggosoknya.
2. Induksi magnet.
Induksi. Yaitu dengan mendekatkan magnet permanen pada logam
yang ingin dijadikan magnet.
3. Magnet diletakkan pada solenoida (kumparan kawat berbentuk
tabung panjang dengan lilitan yang sangat rapat) dan dialiri arus
listrik searah (DC). Mengalirkan arus listrik pada logam yang ingin
dijadikan magnet. Sifat magnet yang di hasilkan tidak permanen.
Apabila arus listrik dihentikan, maka sifat magnetnya akan hilang
kembali. Bahan yang biasa dijadikan magnet adalah besi. Besi
lebih mudah untuk dijadikan magnet daripada baja. Tapi sifat
kemagnetan besi lebih mudah hilang daripada baja. Oleh sebab itu,
besi lebih sering digunakan untuk membuat elektromagnet.
Bagian-bagian Magnet
1. Kutub Magnet
Bagian magnet yang mempunyai gaya tarik terbesar disebut kutub
magnet. Magnet selalu mempunyai dua kutub. Hal ini dapat

4
diketahui bila sebuah magnet batang dicelupkan ke dalam serbuk
besi. Di bagian tengah (daerah netral) tidak ada serbuk besi yang
melekat, sedangkan bagian ke ujung makin banyak serbuk besi
yang melekat pada magnet. Bagian yang banyak dilekati serbuk
besi merupakan kutub magnet. Hal ini menandakan, gaya magnet
yang paling besar berada di ujun-ujung magnet. Kutub utara dan
kutub selatan magnet setiap magnet, apapun bentuknya selalu
mempunyai kutub utara dan selatan. Dengan mengamati magnet
jarum yang berputar pada porosnya, misalnya kompas. Dalam
keadaan diam, salah satu ujung magnet akan menunjukan ke arah
utara, sedangkan ujung yang lainya menunjuk ke arah selatan.
Ujung kompas yang menunjuk ke arah utara disebut kutub utara
dan ujung magnet yang mengarah selatan disebut kutub selatan.
2. Sumbu Magnet
Sumbu magnet yaitu garis yang menghubungkan antara kedua
kutub magnet.
3. Magnet elementer
Setiap benda magnetik pada dasarnya terdiri dari magnet-magnet
kecil yang disebut magnet elementer. Magnet elementer adalah
magnet yang paling kecil yang berupa atom. Suatu benda akan
bersifat magnet jika magnet-magnet elementernya mempunyai arah
yang cenderung sama/ beraturan dan benda yang tidak mempunyai
sifat magnet jika magnet-magnet elementernya mempunyai arah
acak (sembarang). Pada sebuah magnet, magnet-magnet
elementernya tersusun rapi dan menunjuk arah yang sama,
sehingga menimbulkan kutub-kutub magnet. Antar magnet
elementer tersebut terdapat gaya tolak-menolak dan gaya tarik-
menarik. Akan tetapi, di bagian ujung magnet hanya terdapat gaya
tolak-menolak. Itulah sebabnya pada ujung-ujung magnet terdapat
gaya magnet paling kuat sedangkan bagian tengahnya lemah. Pada
benda bukan magnet, magnet-magnet elementernya tersusun

5
dengan arah yang berlainan atau arah yang acak sehingga tidak
menimbulkan kutub magnet. Karena arahnya acak, gaya tarik-
menarik dan tolak-menolak antar magnet elementer saling
meniadakan. Itulah sebabnya pada besi bukan magnet tidak
terdapat gaya magnet (sifat magnet).
a. susunan magnet elementer besi/baja sesudah menjadi magnet.
b. susunan magnet elementer besi/baja sebelum menjadi magnet.
3. MEDAN MAGNET
a. Pengertian Medan Magnet
Medan magnet adalah ruang di sekitar magnet yang gaya tarik/tolaknya
masih dirasakan oleh magnet lain. Medan magnet pada umumnya
mengitari bagian-bagian kutub magnet. Medan magnet terdiri dari garis-
garis fluks imajiner yang berasal dari partikel bermuatan listrik yang
bergerak atau berputar. Contohnya partikel proton yang berputar dan
pergerakan elektron yang mengalir pada kawat dalam bentuk sirkuit
elektronik. Secara garis besar ada dua jenis magnet berdasarkan
bagaimana medan magnetnya tercipta, yaitu:
Magnet permanen
Magnet permanen tidak tergantung akan adanya pengaruh dari luar
dalam menghasilkan medan magnetnya. Magnet ini dapat dihasilkan
oleh alam atau dapat dibuat dari bahan feromagnetik (bahan yang
memiliki respon yang kuat terhadap medan magnet).
Elektromagnet
Elektromagnet adalah magnet yang medan magnetnya tercipta karena
adnya arus listrik yang mengalir. Semakin besar arus yang diberikan,
maka semakin besar pula medan magnet yang dihasilkan.
Bentuk Medan Magnet
1. Medan Magnet Pada Kawat Lurus
Bentuk garis medan magnet pada kawat panjang yang dialiri arus listrik
berbentuk lingkaran konsentris mengelilingi kawat tersebut. Arah dari

6
medan magnetnya tegak lurus terhadap kawat dan searah dengan jari-
jari pada tangan kanan yang ditekuk, dan arah arusnya sesuai dengan
arah ibu jari.
2. Medan Magnet Pada Kawat Berbentuk Loop
Arus listrik yang mengalir pada kawat berbentuk loop menghasilkan
medan magnet lebih terpusat pada bagian tengah dibandingkan pada
bagian luar loop
3. Medan Magnet Pada Magnet Batang
Medan magnet pada sebuah batang magnet berbentuk garis tertutup.
Melalui hasil konvensi, arah medan magnet keluar dari kutub utara (N)
menuju kutub selatan (S).
4. Medan magnet pada solenoid
Solenoid adalah kawat berarus listrik berbentuk loop yang biasanya
dililitkan pada inti dari besi sehingga menghasilkan medan magnet.
Medan magnet yang seragam dihasilkan pada pusat solenoid,
sedangkan medan magnet yang terbentuk diluar solenoid lebih lemah
5. Medan magnet pada bumi
Meskipun pola medan magnet bumi mirip dengan medan magnet
batang yang jauh terkubur di dalam bumi. Bumi memiliki banyak
kandungan bijih besi jauh di bawah permukaan bumi, tetapi karena
suhu yang sangat tinggi di dalam inti bumi mencegah magnetisasi
permanen. Para ilmuan mempertimbangkan ahwa sumber medan
magnet bumi berasal dari arus konveksi dalam inti bumi, hal itu
disebabkan oleh peredaran ion atau elektron pada besi cair di inti bumi.
Arah medan magnetnya serupa dengan arah medan magnet pada kawat
berbentuk loop.
BENDA YANG DITARIK MAGNET
Magnet dapat menarik benda lain, beberapa benda bahkan tertarik
lebih kuat dari yang lain, yaitu bahan logam. Namun tidak semua
logam mempunyai daya tarik yang sama terhadap magnet. Besi dan
baja adalah dua contoh materi yang mempunyai daya tarik yang tinggi

7
oleh magnet. Sedangkan oksigen cair adalah contoh materi yang
mempunyai daya tarik yang rendah oleh magnet. Sedangkan oksigen
cair adalah contoh materi yang mempunyai daya tarik yang rendah
oleh magnet. Satuan intensitas magnet menurut sistem metrik Satuan
Internasional (SI) adalah Tesla dan SI unit untuk total fluks magnetik
adalah weber (1 weber/m2 = 1 tesla) yang mempengaruhi luasan satu
meter persegi. Salah satu sifat magnet adalah memiliki gaya tarik.
Artinya apabila magnet di letakkan berdekatan dengan jenis-jenis
logam tertentu akan menarik dan mempertahankan logam tersebut
untuk tetap menempel padanya. Benda-benda logam apa saja yang
ditarik oleh magnet disebut bahan magnetik, sedangkan benda yang
tidak dapat ditarik oleh magnet disebut bahan non magnetik. Benda-
benda yang dapat ditarik dan tidak dapat ditarik oleh magnet di
klasifikasikan menjadi tiga bagian yaitu :
a. Benda yang mengandung Bahan Ferrromagnetik, bahan
Ferrromagnetik adalah bahan yang dapat ditarik kuat oleh magnet.
Contohnya adalah besi, baja, kobalt, dan nikel.
b. Benda yang mengandung Bahan Paramagnetik, bahan Paramagnetik
adalah bahan yang dapat ditarik lemah oleh magnet. Contohnya
adalah alumunium dan platina.
c. Benda yang mengandung Bahan Diamagnetik, bahan Diamagnetik
adalah bahan yang ditolak lemah oleh magnet. Contohnya adalah
seng, bismuth, dan natrium klorida.

8
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari pemaparan diatas maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan
magnet. Magnet juga dapat diartikan sebagai suatu benda yang memiliki
gejala dan sifat
yang dapat mempengaruhi bahan-bahan tertentu yang berada di sekitarnya.
2. Medan magnet adalah ruang di sekitar magnet yang gaya tarik/tolaknya
masih dirasakan oleh magnet lain. Medan magnet pada umumnya mengitari
bagian-
bagian kutub magnet.
3. Benda-benda yang dapat di tarik dan tidak dapat ditarik oleh magnet di
klasifikasikan menjadi tiga bagian yaitu :
a. Benda yang mengandung Bahan Ferrromagnetik, bahan Ferrromagnetik
adalah bahan yang dapat ditarik kuat oleh magnet. Contohnya adalah besi,
baja,
kobalt, dan nikel.
b. Benda yang mengandung Bahan Paramagnetik, bahan Paramagnetik adalah
bahan yang dapat ditarik lemah oleh magnet. Contohnya adalah alumunium
dan
platina.
c. Benda yang mengandung Bahan Diamagnetik, bahan Diamagnetik adalah
bahan yang ditolak lemah oleh magnet. Contohnya adalah seng, bismuth, dan
natrium klorida.

9
DAFTAR PUSTAKA

http://eprints.umsida.ac.id/1728/1/MAGNET%2C%2028-02-2018.pdf

http://eprints.undip.ac.id/41681/2/2._bab_1-3.pdf

https://id.scribd.com/document/398148162/Makalah-Magnet-5-Hartini

10

Anda mungkin juga menyukai