1.
Pengertian Insecure
Insecure adalah perasaan ragu, cemas, dan kurang percaya diri yang dapat
mengganggu berbagai aspek hidup. Seseorang yang mengalami insecure cenderung
memiliki pikiran negatif terhadap dirinya sendiri. Insecure merupakan perasaan yang
normal dan bisa dialami oleh siapa saja. Namun, jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi
ini berisiko menyebabkan gangguan mental
2. Penyebab Insecure
Penyebab insecure cenderung beragam sesuai dengan kepribadian, kondisi
yang dialami, dan lingkungan sekitar. Namun, penyebab umum dari insecure adalah
sebagai berikut:
a. Pernah Mengalami Kegagalan
Salah satu penyebab umum dari insecure adalah pernah mengalami kegagalan
dalam mencapai suatu hal. Bila kegagalan tersebut dilihat dari sudut pandang
negatif, kondisi ini dapat memicu rasa cemas dan rendah diri.
b. Mendapatkan Penilaian yang Kurang Baik
Insecure dapat muncul karena ketidakmampuan seseorang dalam menanggapi
kritikan dengan baik. Alih-alih membangun pribadi menjadi lebih baik, kritikan
tersebut justru turut menimbulkan perasaan tidak aman dan kurang percaya diri.
c. Sifat Perfeksionis
Perfeksionis adalah karakter seseorang yang memiliki standar tinggi terhadap
berbagai macam aspek kehidupan. Jika tidak dikelola dengan baik, sifat
perfeksionis ini membuat ia cenderung menyalahkan diri sendiri ketika tidak
mampu mencapai suatu hal yang memicu perasaan insecure.
d. Pola Asuh Semasa Kecil yang Kurang Tepat
Tanpa disadari, pola asuh orang tua yang kurang tepat juga dapat
menumbuhkan perasaan insecure pada anak. Ketika tidak mendapatkan kasih
sayang dari orang tua, anak cenderung merasa tidak aman, cemas, dan kurang
percaya diri.
3. Ciri-Ciri Insecure
Ciri utama seseorang mengalami insecure adalah muncul perasaan cemas dan
ragu terhadap diri sendiri. Di samping itu, terdapat ciri-ciri lain yang menandakan
seseorang mengalami insecure, yaitu:
a. Rendah Diri
Rendah diri adalah ciri-ciri insecure yang umum terjadi. Saat merasa rendah
diri, orang cenderung akan berpikiran buruk dan tidak percaya dengan
kemampuannya sendiri. Kondisi ini juga mengakibatkan seseorang lebih senang
menyendiri dan menarik diri dari lingkungan sosial.
b. Menghindari Hubungan Dekat dengan Orang Lain
Orang yang mengalami insecure biasanya akan sulit membuka diri dan
menjalin hubungan dengan orang lain. Karena itu, orang yang insecure memilih
untuk menghindar dari hubungan sosial yang lebih intim.
c. Cemas Berlebih
Orang yang insecure akan merasa cemas pada sesuatu yang belum terjadi dan
tertekan terhadap berbagai macam aspek kehidupan, seperti karir, hubungan,
kondisi ekonomi, dan lain sebagainya. Jika dibiarkan begitu saja, perasaan cemas
ini dapat memicu stres dan depresi.
d. Perfeksionis
Insecure kerap menyebabkan seseorang merasa tidak puas dengan pencapaian
pribadi. Karena itu, ia akan bersikap perfeksionis dan ingin menyempurnakan
segala sesuatu untuk memuaskan dirinya.
4. Dampak Insecure pada Kesehatan Mental
Meski umum terjadi, perasaan insecure tidak boleh dibiarkan berlarut-larut
karena bisa berdampak negatif terhadap diri sendiri. Seseorang yang mengalami
insecure cenderung merasa dirinya tidak berharga, enggan bersosialisasi, dan mudah
stres.
Selain itu, insecure yang tidak ditangani dengan tepat juga berisiko
menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan mental, yaitu gangguan kecemasan,
gangguan makan, hingga depresi.
5. Cara mengatasi Insecure
a. Berusaha untuk tetap berpikir positif
Setiap orang punya cara yang berbeda dalam menyikapi suatu hal. Ada orang
yang menyikapi masalah dengan self blaming hingga stres. Namun, ada pula yang
terlihat santai karena bisa ia mengambil sisi positifnya. Hal ini tergantung pada
pola pikir masing-masing orang dan bagaimana mereka memandang suatu
masalah.
Nah, cobalah untuk terus berpikir positif tentang apa pun yang terjadi dalam
hidupmu. Dengan begitu, kamu bisa menyelamatkan diri dari perasaan-perasaan
negatif yang bisa menguras energi. Sebagai contoh, jika temanmu membatalkan
acara secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, hindari rasa kecewa yang bisa
membuat pikiranmu dipenuhi oleh prasangka buruk. Lihatlah sisi baiknya,
misalnya kamu jadi memiliki waktu luang untuk me time.
b. Jangan membandingkan diri dengan orang lain
Sering kali apa yang kita lihat di media sosial nampak sangat indah. Rasanya
sulit bukan untuk tidak membandingkannya dengan apa yang kita punya?
Namun, Membandingkan diri dengan orang lain bukan cara yang tepat untuk
mengoreksi diri. Justru hal ini akan membuatmu menjadi rendah diri dan insecure.
Nah, untuk megatasi insecure, coba kurangi penggunaan media sosial (detoks
sosmed) agar kamu tidak fokus dengan kehidupan orang lain dan tidak
membanding-bandingkan diri. Selain itu, bersyukur dengan segala yang kamu
miliki dan percayalah bahwa setiap orang punya kekurangan serta kelebihannya
masing-masing.
c. Hindari orang-orang yang membuatmu insecure
Pasangan atau teman yang toxic kerap melontarkan komentar negatif yang
tidak membangun. Meskipun alasannya “untuk kebaikanmu sendiri”, alih-alih
membuat semangat, komentar tersebut bisa membuatmu menjadi insecure.
Mulai saat ini, hindari orang-orang yang mengarah pada hubungan toxic, ya.
Temukan lingkungan pertemanan yang dapat mendukungmu serta memberikan
respons positif dan membangun.
d. Lakukan hal yang membuatmu Bahagia
Fokuskan diri pada hal-hal yang dapat membuatmu bahagia dan melupakan
rasa insecure. Kamu bisa memanjakan diri dengan perawatan spa, masker wajah,
dan menghirup uap aromaterapi.
Lakukan kegiatan positif yang membangun, seperti mempelajari skill baru dan
membantu orang lain yang kesusahan, juga dapat membantumu merasa bahwa
dirimu dan semua yang kamu miliki sekarang sudahlah cukup apa adanya.
Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga teratur
dan mengonsumsi makanan bernutrisi. Kedua cara ini juga dapat
memperbaiki mood-mu, dan tentunya membuat kondisi fisik serta penampilanmu
lebih baik sehingga kamu bisa lebih percaya diri.
Ice Breaking
https://wordwall.net/resource/63296856