PEMERINTAH KOTA MADIUN
DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 6 MADIUN
JL. Hos Cokroaminoto No.60 Madiun, (0351) 464778 Kota Madiun 63133
e-mail: [email protected]
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2018/2019
A Komponen Layanan Layanan Dasar
B Bidang Layanan Sosial
C Topik Layanan Cara Menumbuhkan Sikap Empati
D Fungsi Layanan Pengembangan
E Tujuan Umum Siswa mampu mengetahui cara menumbuhkan sikap
empati
F Tujuan Khusus 1. Siswa mampu menjelaskan pengertian empati
2. Siswa mampu merumuskan manfaat menumbuhkan
sikap empati
3. Siswa mampu menunjukkan cara menumbuhkan
sikap empati
G Sasaran Layanan Siswa kelas VII F
H Materi 1. Pengertian empati
2. Manfaat menumbuhkan sikap empati
3. Cara menumbuhkan sikap empati
I Waktu 1 x 40 menit
J Sumber 1. Achmad Agung.2014.Empati dan Perilaku
Prososial.Internet.
http://agungachmad21.blogspot.com/2014/06/empati
-dan-prilaku-prososial.html, diakses 1 April 2019,
pukul 14.30 WIB.
2. Alex.2016. Manfaat Empati.Internet. http://work-
scene.com/manfaat-empati/, diakses 1 April 2019,
pukul 15.00 WIB.
3. Dosen Sosiologi.2018.Pengertian Empati, Manfaat,
dan Contohnya.Internet.
http://dosensosiologi.com/pengertian-empati/,
diakses 1 April 2019, pukul 15.15 WIB.
K Metode/Teknik Ceramah dan tanya jawab
L Media/Alat Power point
M Pelaksanaan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
a. Pernyataan 1) Konselor membuka dengan salam dan mengajak
Tujuan siswa berdoa
2) Konselor memberikan ice breaking
3) Konselor menyampaikan tujuan bimbingan klasikal
dengan topik cara menumbuhkan sikap empati
b. Penjelasan 1) Konselor menjelaskan langkah-langkah kegiatan
tentang kegiatan bimbingan klasikal
2) Konselor memberikan penjelasan tentang tugas dan
tanggung jawab siswa dalam kegiatan bimbingan
klasikal
c. Mengarahkan Konselor memberikan penjelasan tentang topik cara
kegiatan menumbuhkan sikap empati
(konsolidasi)
d. Tahap Peralihan 1) Konselor menanyakan kesiapan siswa untuk
(Transisi) melaksanakan tugas
2) Setelah semua siswa menyatakan siap, kemudian
konselor memulai masuk ke tahap kerja
2. Tahap Inti
a. Kegiatan 1) Konselor mengajukan pertanyaan tentang
konselor pengalaman siswa dalam hal menumbuhkan sikap
empati:
2) “Coba kalian sebutkan contoh sikap empati yang
pernah kalian lakukan dalam kehidupan sehari-hari!”
3) Konselor menyampaikan materi cara menumbuhkan
sikap empati melalui tayangan slide power point
4) Konselor melakukan tanya jawab dengan siswa
berkaitan isi materi yang telah disampaikan
5) Konselor memberi kesempatan bertanya kepada
siswa berkaitan dengan materi yang belum mereka
pahami
b. Kegiatan Siswa 1) Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh
konselor
2) Siswa memperhatikan materi yang disampaikan
konselor melalui tayangan slide power point
3) Siswa aktif melakukan tanya jawab terkait materi
yang disampaiakan
4) Siswa mengajukan pertanyaan kepada konselor
terkait materi yang belum dipahami
3. Tahap Penutup
1) Konselor bersama siswa membuat kesimpulan dari
layanan bimbingan yang telah dilaksanakan
2) Konselor memberikan motivasi kepada siswa setelah
mengikuti kegiatan bimbingan klasikal
3) Konselor menjelaskan kepada siswa tentang cara
mengisi angket evaluasi hasil kegiatan bimbingan
4) Konselor membagikan angket evaluasi hasil kegiatan
bimbingan kepada siswa
5) Konselor mengajak siswa untuk berdoa
6) Konselor mengucapkan salam
N Evaluasi
1. Evaluasi Proses Pedoman observasi partisipasi siswa dalam kegiatan
bimbingan klasikal tentang cara menumbuhkan sikap
empati
2. Evaluasi Hasil Angket evaluasi hasil kegiatan bimbingan klasikal
tentang cara menumbuhkan sikap empati
M Dokumentasi 1) Materi cara menumbuhkan sikap empati
2) Lembar evaluasi proses
3) Lembar evaluasi hasil
4) Media power point
5) Dokumentasi
Madiun, April 2019
Mengetahui
Guru Pamong, Mahasiswa PPG,
Sundarti, S.Pd Bestari Nurcahyani, S.Pd
NIP. 196204221983032021 NIP.
Lampiran 1
1. Pengertian Empati
Secara naluriah anak sudah mengembangkan empati sejak bayi. Awalnya
empati yang dimiliki sangat sederhana, yakni empati emosi. Misalnya pada usia 0-1
tahun, bayi bisa menangis hanya karena mendengar bayi lain menangis, barulah di
usia 1-2 tahun, anak menyadari kalau kesusahan temannya bukanlah kesusahan yang
mesti ditanggung sendiri. Walaupun demikian, rasa empati pada anak harus diasah.
Bila dibiarkan rasa empati tersebut sedikit demi sedikit akan terkikis walau tidak
sepenuhnya hilang, tergantung dari lingkungan yang membentuknya.
Banyak segi positif bila kita mengajarkan anak berempati. Mereka tidak
akan agresif dan senang membantu orang lain. Selain itu empati berhubungan
dengan kepedulian terhadap orang lain, tak heran kalau empati selalu berkonotasi
sosial seperti menyumbang, memberikan sesuatu pada orang yang kurang mampu.
Empati berarti menempatkan diri seolah-olah menjadi seperti orang lain.
Mempunyai rasa empati adalah keharusan seorang manusia, karena di sanalah
terletak nilai kemanusiaan seseorang. Oleh karena itu, setiap orang tua wajib
menduplikasikan rasa empati kepada anak-anaknya. Menurut Ubaydillah (2005)
empati adalah kemampuan kita dalam menyelami perasaan orang lain tanpa harus
tenggelam di dalamnya. Empati adalah kemampuan kita dalam mendengarkan
perasaan orang lain tanpa harus larut.
Empati adalah kemampuan kita dalam meresponi keinginan orang lain yang
tak terucap. Kemampuan ini dipandang sebagai kunci menaikkan intensitas dan
kedalaman hubungan kita dengan orang lain (connecting with). Selain itu empati
merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam melakukan hubungan antar pribadi
dengan coba memahami suatu permasalahan dari sudut pandang atau perasaan
lawan bicara. Melalui empati, individu akan mampu mengembangkan pemahaman
yang mendalam mengenai suatu permasalahan. Memahami orang lain akan
mendorong antar individu saling berbagi. Empati merupakan kunci pengembangan
leadership dalam diri individu.
2. Manfaat Menumbuhkan Sikap Empati
a. Menghilangkan sikap egois
Orang yang telah mampu mengembangkan kemampuan empati dapat
menghilangkan sikap egois (mementingkan diri sendiri). Ketika kita dapat
merasakan apa yang di rasakan orang lain, memasuki pola pikir orang lain dan
memahami prilaku orang tersebut, maka kita tidak akan berbicara dan berprilaku
hanya untuk kepentingan diri kita tetapi kita akan berusaha berbicara, berpikir
dan berprilaku yang dapat di terima juga oleh orang lain serta akan mudah
memberikan pertolongan kepada orang lain. Kita akan berhati hati dalam
mengembangkan sikap dan perilaku kita sehari hari, khususnya jika kita berada
pada kondisi yang membutuhkan pertolongan kita.
b. Menghilangkan kesombongan
Salah satu cara mengembangkan empati adalah membayangkan apa yang
terjadi pada orang lain akan terjadi pula pada diri kita. Manakala kita
membayangkan kondisi tersebut maka kita akan terhindar dari kesombongan
atau tinggi hati karena apapun akan bisa terjadi pada diri kita jika tuhan
menghendaki. Kita tidak akan merendahkan orang lain karena kita telah
mengetahui perasaan dan memahami apa yang sebenarnya terjadi, sehingga
orang yang memiliki kemampuan empati akan cenderung memiliki jiwa rendah
hati dan senantiasa memahami kehidupan ini dengan baik.
c. Mengembangkan kemampuan evaluasi dan kontrol diri
Pada dasarnya empati adalah suatu usaha kita untuk melakukan evaluasi
diri sekaligus mengembangkan kontrol diri yang positif. Kemampuan melihat
diri orang lain baik perasaan, pikiran maupun perilakunya merupakan bagian
dari bagaimana kita merefleksikan keadaan tersebut dalam diri kita. Jika kita
telah mempunyai kemampuan ini maka kita telah dapat mengembangkan
kemampuan evaluasi diri yang baik dan akhirnya kita dapat melakukan kontrol
diri yang baik artinya kita akan senantiasa berhati hati dalam melakukan
perbuatan atau memahami lingkungan sekitar kita.
3. Cara Menumbuhkan Sikap Empati
a. Peduli, perhatian dari kita kepada orang lain dalam hal ini adalah komunikan,
sejauh mana komunikasi dapat terbentuk sehingga orang lain dapat merasa
nyaman karena diperhatikan.
b. Berguru, dengan belajar kepada mereka yang telah nyata dianggap memiliki
kemampuan empati yang tinggi, misalnya seorang rohaniawan, psikolog,
maupun dokter di rumah sakit tempat perawat mengabdi.
c. Berlatih, sepandai dan sepintar apapun kalau tidak pernah berlatih maka akan
kalah dengan mereka yang masih pemula tetapi rutin untuk rajin berlatih
mengasah kemampuan empatinya.
d. Berbagi pengalaman, ingatlah bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik dan
melalui pengalaman kita dapat menjadi bijaksana, dengan berbagi pengalaman
dengan sesama rekan sekerja maka diharapkan kita akan lebih tangguh dan
hebat.
Lampiran 2
EVALUASI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL
Topik : Cara Menumbuhkan Sikap Empati
Tujuan : Siswa mampu mengetahui cara menumbuhkan sikap empati
1. EVALUASI PROSES
PEDOMAN OBSERVASI
Identitas
Nama Peserta Didik :
Kelas :
Petunjuk
Beri tanda centang (√) pada kolom skor sesuai dengan hasil penilaian Anda.
No Pernyataan Skor
1 2 3 4
1 Siswa antusias dalam menjawab pertanyaan konselor
terkait materi cara menumbuhkan sikap empati
2 Siswa terlibat aktif dalam menjawab pertanyaan
konselor terkait materi cara menumbuhkan sikap empati
3 Siswa antusias dalam menyimak materi layanan
bimbingan cara menumbuhkan sikap empati
4 Siswa saling mengeluarkan pendapat dalam kegiatan
layanan bimbingan dengan materi cara menumbuhkan
sikap empati
5 Siswa saling menghargai pendapat teman dalam
kegiatan layanan bimbingan dengan materi cara
menumbuhkan sikap empati
6 Siswa terlibat aktif bertanya tentang hal yang belum
dipahami berkaitan dengan materi cara menumbuhkan
sikap empati
7 Layanan terselenggara sesuai alokasi waktu
Total Skor
Skor 4 : sangat baik
Skor 3 : baik
Skor 2 : cukup baik
Skor 1 : kurang baik
Keterangan:
1. Skor minimal yang dicapai adalah 1 x 7 = 7, dan skor tertinggi 4 x 7 = 28
2. Kategori hasil
a. Sangat baik : 22-28
b. Baik : 15-21
c. Cukup : 8-14
d. Kurang :7
Madiun, 18 April 2019
Mengetahui
Guru Pamong, Praktikan,,
Sundarti, S.Pd Bestari Nurcahyani, S.Pd
NIP. 196204221983032021 NIP.
Lampiran 3
2. EVALUASI HASIL
No Pernyataan Skor
1 2 3 4
1 Saya mengerti dengan baik tujuan yang diharapkan
dari materi cara menumbuhkan sikap empati
2 Saya memperoleh banyak pengetahuan dan
informasi dari materi cara menumbuhkan sikap
empati
3 Saya dapat mengetahui pengertian empati
4 Saya dapat mengetahui manfaat menumbuhkan
sikap empati
5 Saya dapat mengetahui cara menumbuhkan sikap
empati
6 Saya merasa senang mengikuti layanan bimbingan
tentang cara menumbuhkan sikap empati
7 Saya merasa kegiatan layanan bimbingan tentang
cara menumbuhkan sikap empati ini bermanfaat
Total Skor
Skor 4 : sangat setuju
Skor 3 : setuju
Skor 2 : kurang setuju
Skor 1 : tidak setuju
Keterangan:
1. Skor minimal yang dicapai adalah 1 x 7 = 7, dan skor tertinggi 4 x 7 = 28
2. Kategori hasil
a. Sangat baik : 22-28
b. Baik : 15-21
c. Kurang : 8-14
d. Tidak :7
Madiun, April 2019
Peserta Didik,
……………………….
Lampiran 4
PEMERINTAH KOTA MADIUN
DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 6 MADIUN
JL. Hos Cokroaminoto No.60 Madiun, (0351) 464778 Kota Madiun 63133
e-mail: [email protected]
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2018/2019
A Komponen Layanan Layanan Dasar
B Bidang Layanan Karir
C Topik Layanan Mengenal Jenis-jenis Profesi
D Fungsi Layanan Pemahaman dan Pengembangan
E Tujuan Umum Siswa mampu mengenali jenis-jenis profesi
F Tujuan Khusus 1. Siswa mampu menjelaskan pengertian profesi
2. Siswa mampu merumuskan jenis-jenis profesi
3. Siswa mampu menerapkan tips memilih profesi
G Sasaran Layanan Siswa kelas VII G
H Materi 1. Pengertian profesi
2. Jenis-jenis profesi
3. Tips memilih profesi
I Waktu 1 x 40 menit
J Sumber 1. Anonim.2019.Pengertian Profesi: Ciri-ciri, Syarat,
Karakteristik, dan Contohnya.Internet.
https://www.maxmanroe.com/vid/karir/pengertian-
profesi.html,diakses 30 Maret 2019, pukul 16.00
WIB.
2. Unknown.2014.RPL BK Karir (Mengenal Jenis-jenis
Profesi).Internet.
http://taufikhermawan75.blogspot.com/2014/06/re
ncana-pelaksanaanlayanan-bimbingan_16.html,
diakses 30 Maret 2019, pukul 16.15 WIB.
3. Slamet, dkk 2016. Materi Layanan Klasikal
Bimbingan dan Konseling untuk SMP-MTs Kelas
8.Yogyakarta: Paramitra.
4. Smille,Bemby.2016.Video Pembelajaran Mengenal
Macam-macam Profesi.Internet.
https://www.youtube.com/watch?
v=6K5D6_OKkX8, diakses 30 Maret 2019, pukul
16.30 WIB.
K Metode/Teknik Ceramah dan tanya jawab
L Media/Alat Power point, video
M Pelaksanaan
4. Tahap Awal/Pendahuluan
b. Pernyataan 1) Konselor membuka dengan salam dan mengajak
Tujuan siswa berdoa
2) Konselor memberikan ice breakning
3) Konselor menyampaikan tujuan bimbingan klasikal
dengan topik mengenal jenis-jenis profesi
c. Penjelasan 1) Konselor menjelaskan langkah-langkah kegiatan
tentang kegiatan bimbingan klasikal
2) Konselor memberikan penjelasan tentang tugas dan
tanggung jawab siswa dalam kegiatan bimbingan
klasikal
c. Mengarahkan Konselor memberikan penjelasan tentang topik
kegiatan mengenal jenis-jenis profesi
(konsolidasi)
d. Tahap Peralihan 1) Konselor menanyakan kesiapan siswa untuk
(Transisi) melaksanakan tugas
2) Setelah semua siswa menyatakan siap, kemudian
konselor memulai masuk ke tahap kerja
5. Tahap Inti
b. Kegiatan 1) Konselor memberikan materi tentang mengenal
konselor jenis-jenis profesi melalui tayangan slide power
point
2) Konselor melakukan tanya jawab dengan siswa
berkaitan dengan isi materi yang disampaikan
3) Konselor menayangkan video yang berhubungan
dengan topik mengenal jenis-jenis profesi
4) Konselor meminta siswa untuk menanggapi isi video
yang ditayangkan
5) Konselor memberi kesempatan bertanya kepada
siswa berkaitan dengan materi yang belum mereka
pahami
c. Kegiatan Siswa 1) Siswa memperhatikan materi yang disampaikan
konselor melalui tayangan slide power point
2) Siswa aktif melakukan tanya jawab terkait materi
yang disampaiakan
3) Siswa memperhatikan video tentang mengenal jenis-
jenis profesi
4) Siswa memberikan tanggapan dari isi video yang
ditayangkan
5) Siswa mengajukan pertanyaan kepada konselor
terkait materi yang belum dipahami
6. Tahap Penutup
1) Konselor bersama siswa membuat kesimpulan dari
kegiatan bimbingan yang telah dilaksanakan
2) Konselor memberikan motivasi kepada siswa untuk
memilih jenis profesi sesuai yang diminatinya
3) Konselor menjelaskan kepada siswa tentang cara
mengisi angket evaluasi hasil kegiatan bimbingan
4) Konselor membagikan angket evaluasi hasil
kegiatan bimbingan kepada siswa
5) Konselor mengajak siswa untuk berdoa
6) Konselor mengucapkan salam
N Evaluasi
4. Evaluasi Proses Pedoman observasi partisipasi siswa dalam kegiatan
bimbingan klasikal tentang mengenal jenis-jenis profesi
5. Evaluasi Hasil Angket evaluasi hasil kegiatan bimbingan klasikal
tentang mengenal jenis-jenis profesi
M Lampiran 1) Materi jenis-jenis profesi
2) Lembar evaluasi proses
3) Lembar evaluasi hasil
4) Media power point
5) Dokumentasi
Madiun, 26 April 2019
Mengetahui
Guru Pamong, Praktikan,
Sundarti, S.Pd Bestari Nurcahyani, S.Pd
NIP. 196204221983032021 NIP.
Lampiran 1
1) Pengertian Profesi
Menurut Peter Jarvis (1983:21), pengertian profesi adalah suatu pekerjaan
yang sesuai dengan studi intelektual atau pelatihan khusus dimana tujuannya untuk
menyediakan pelayanan keterampilan bagi orang lain dengan upah tertentu.
Menurut Hughes E.C (1963), pengertian profesi adalah suatu pekerjaan di bidang
tertentu dimana seorang profesional memiliki pengetahuan lebih baik dari kliennya
mengenai sesuatu yang terjadi pada klien tersebut. Menurut Cogan (1983:21),
pengertian profesi adalah suatu keterampilan khusus yang dalam prakteknya
didasarkan atas suatu struktur teoritis tertentu dari beberapa bagian ilmu
pengetahuan. Menurut Schein E.H (1962), pengertian profesi adalah suatu set
pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari
peran khusus di masyarakat. Menurut Dedi Supriyadi (1998:95), arti profesi adalah
suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntuk keahlian khusus, tanggungjawab, serta
kesetiaan terhadap pekerjaan tersebut. Menurut Doni Keosoema, pengertian profesi
adalah suatu pekerjaan yang memiliki wujud sebagai jabatan dalam hierarki
birokrasi, yang menuntut keahlian serta etika khusus untuk jabatan tersebut serta
pelayanan baku terhadap masyarakat.
Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan
terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi,
profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang
hukum, ekonomi, kedokteran, militer, teknik desainer, tenaga pendidik. Seseorang
yang memiliki profesi tertentu, disebut professional.Namun seiring semakin
familiernya istilah profesi di masyarakat, profesional juga biasa digunakan dalam
sebuah percakapan atau pengistilahan untuk suatu aktivitas yang menerima
bayaran.Hal tersebut untuk menunjukan bahwa aktivitas tersebut tidak “amatir”.
2) Jenis-jenis Profesi
a) Dokter
Dokter adalah seseorang yang karena keilmuannya berusaha menyembuhkan
orang-orang yang sakit. Tidak semua orang yang menyembuhkan penyakit bisa
disebut dokter. Untuk menjadi dokter biasanya diperlukan pendidikan dan
pelatihan khusus dan mempunyai gelar dalam bidang kedokteran.
b) Guru
Guru adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru
umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik.
c) Pilot
Pilot adalah sebutan untuk orang yang mengemudikan pesawat terbang.
Sebagai sebuah profesi yang menuntut keahlian/skill dalam mengemudikan
sebuah pesawat, seorang pilot harus menempuh ujian resmi yang diadakan
oleh sekolah penerbangan. Jika dinyatakan lulus dalam ujian, seorang pilot akan
mendapat sertifikasi terbang, yaitu suatu surat pengakuan kemampuan sang pilot
untuk menerbangkan pesawat dengan tipe/ukuran tertentu.
d) Polisi
Polisi adalah suatu pranata umum sipil yang mengatur tata tertib (orde) dan
hukum. Kadangkala pranata ini bersifat militaristis,seperti
di Indonesia sebelum Polri dilepas dari ABRI. Polisi dalam lingkungan
pengadilan bertugas sebagai penyidik. Dalam tugasnya dia mencari barang
bukti, keterangan-keterangan dari berbagai sumber, baik keterangan saksi-saksi
maupun keterangan saksi ahli.
e) Bidan
Bidan adalah sebutan bagi orang yang belajar di sekolah khusus untuk
menolong perempuan saat melahirkan.
f) Koki
Koki atau juru masak adalah orang yang menyiapkan makanan untuk disantap.
Istilah ini kadang merujuk pada chef, walaupun kedua istilah ini
secara profesional tidak dapat disamakan. Istilah koki pada suatudapur rumah
makan atau restoran biasanya merujuk pada orang dengan sedikit atau tanpa
pengaruh kreatif terhadap menu dan memiliki sedikit atau tanpa pengaruh
apapun terhadap dapur. Mereka biasanya adalah semua anggota dapur yang
berada di bawah chef (kepala koki).
3) Tips Memilih Profesi
a) Kenali Diri Sendiri
Yang paling penting yang harus dilakukan adalah mengenalin diri
sendiri. Tanyakan pada diri sendiri, profesiapa yang disukai dan apa yang
membuat tertarik.
Jangan lupa untuk mencari tahu keterampilan yang dimiliki.Hal ini dapat
membantu dalam mengetahui lebih jauh tentang diri sendiri.
b) Temukan apa yang disukai
Setiap orang memiliki ketertarikan terhadap sesuatu.Mungkin tertarik
mengenai teknologi, atau hal-hal lain yang merupakan ketertarikan diri
sendiri.Buatlah daftar hal yang menarik bagi diri sendiri.Saringlah beberapa hal
yang kalian sukai dari banyaknya hal yang disukai.Buatlah 5 atau 10 daftar hal
yang menarik.Setelah mengetahui ketertarikan diri sendiri, cari taulah profesi
yang sesuai dengan passion Anda.
c) Jangan terpengaruh orang lain
Komentar orang pasti akan selalu ada. Orang-orang akan selalu memiliki
opininya masing-masing terhadap apa yangkalian lakukan atau kerjakan.
Orang-orang akan berkomentar yang bisa berupa dukungan maupun penolakan
dengan apa yang kalian lakukan.Ketika seseorang meremehkan kegemaran
kalian terhadap sesuatu hal, kalian mungkin jadi meragukan diri
sendiri.Hindari hal ini. Jangan pernah ragu dengan apa yang telah dipilih dan
jangan terpengaruh dengan perkataan orang lain.
d) Jangan membandingkan diri dengan orang lain
Jangan pernah membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kadang
memang rumput tetangga lebih hijau daripada rumput milik kita
sendiri.Namun, selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki. Tetaplah fokus
pada diri sendiri, karena dengan begitu akan memudahkan dalam menemukan
passion yang sesungguhnya.
Lampiran 2
EVALUASI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL
Topik : Mengenal Jenis-jenis Profesi
Tujuan : Siswa mampu mengenali jenis-jenis profesi
1. EVALUASI PROSES
PEDOMAN OBSERVASI
Identitas
Nama Peserta Didik :
Kelas :
Petunjuk
Beri tanda centang (√) pada kolom skor sesuai dengan hasil penilaian Anda.
No Pernyataan Skor
1 2 3 4
1 Siswa antusias dalam menyimak materi mengenal jenis-
jenis profesi yang ditayangkan melalui slide power point
2 Siswaantusias memperhatikan video tentang
mengenaljenis-jenis profesi
3 Siswa terlibat aktif dalam memberikan tanggapan isi
video tentang mengenal jenis-jenis profesi
4 Siswasaling mengeluarkan pendapat dalam kegiatan
bimbingan tentang mengenaljenis-jenis profesi
5 Siswasaling menghargai pendapat teman dalam kegiatan
bimbingan tentang materi mengenal jenis-jenis profesi
6 Siswaaktif bertanya tentang hal yang belum dipahami
berkaitan dengan materi mengenaljenis-jenis profesi
7 Layanan terselenggara sesuai alokasi waktu
Total Skor
Skor 4 : sangat baik
Skor 3 : baik
Skor 2 : cukup baik
Skor 1 : kurang baik
Keterangan:
3. Skor minimal yang dicapai adalah 1 x 7 = 7, dan skor tertinggi 4 x 7 = 28
4. Kategori hasil
e. Sangat baik : 22-28
f. Baik : 15-21
g. Cukup : 8-14
h. Kurang :7
Madiun, April 2019
Mengetahui
Guru Pamong, Mahasiswa PPG,
Sundarti, S.Pd Bestari Nurcahyani, S.Pd
NIP. 196204221983032021 NIP.
Lampiran 3
2. EVALUASI HASIL
No Pernyataan Skor
1 2 3 4
1 Saya mengerti dengan baik tujuan yang diharapkan dari
materi tentang mengenal jenis-jenis profesi
2 Saya memperoleh banyak pengetahuan dan informasi
dari materi tentang mengenaljenis-jenis profesi
3 Saya dapat mengetahui pengertian profesi
4 Saya dapat mengetahui jenis-jenis profesi
5 Saya dapat mengetahui tips memilih profesi
6 Saya merasa senang mengikuti layanan bimbingan
tentang mengenal jenis-jenis profesi
7 Saya merasa kegiatan layanan bimbingan tentang
mengenal jenis-jenis profesiini bermanfaat
Total Skor
Skor 4 : sangat setuju
Skor 3 : setuju
Skor 2 : kurang setuju
Skor 1 : tidak setuju
Keterangan:
3. Skor minimal yang dicapai adalah 1 x 7 = 7, dan skor tertinggi 4 x 7 = 28
4. Kategori hasil
a. Sangat baik : 22-28
b. Baik : 15-21
c. Kurang : 8-14
d. Tidak :7
Madiun, April 2019
Peserta Didik,
………………………
Lampiran 4
PEMERINTAH KOTA MADIUN
DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 6 MADIUN
JL. Hos Cokroaminoto No.60 Madiun, (0351) 464778 Kota Madiun 63133
e-mail: [email protected]
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2018/2019
A Komponen Layanan Layanan Dasar
B Bidang Layanan Belajar
C Topik Layanan Cara Meningkatkan Prestasi Belajar
D Fungsi Layanan Pemahaman
E Tujuan Umum Siswa mampu mengetahui cara meningkatkan
prestasi belajar
F Tujuan Khusus 1. Siswa mampu menjelaskan pengertian prestasi
belajar
2. Siswa mampu merumuskan faktor-faktor yang
mempengaruhi prestasi belajar
3. Siswa mampu menerapkan cara meningkatkan
prestasi belajar
G Sasaran Layanan Siswa kelas VII G
H Materi 1. Pengertian prestasi belajar
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi
belajar
3. Cara meningkatkan prestasi belajar
I Waktu 1 x 40 menit
J Sumber 1. Institute Seratus.2018.Internet.
https://www.youtube.com/watch?
v=5KlZHQvhC5c, diakses 30 Maret 2019, pukul
11.15 WIB.
2. Roifah R.2011.Peningkatan Prestasi
Belajar.Internet.
http://eprints.walisongo.ac.id/2374/3/093111199
_bab2.pdf, diakses 30 Maret 2019, pukul 11.10.
3. Sugema Sony.2019.10 Cara Meningkatkan
Prestasi di Sekolah.Internet.
http://sonysugemacollege.com/news-even/137-
10-cara-meningkatkan-prestasi-di-sekolah,
diakses 30 Maret 2019, pukul 11.00 WIB.
K Metode/Teknik Ceramah dan tanya jawab
L Media/Alat Power point, video
M Pelaksanaan
7. Tahap Awal/Pendahuluan
c. Pernyataan Tujuan 1) Konselor membuka dengan salam dan mengajak
siswa berdoa
2) Konselor memberikan ice breakning
3) Konselor menyampaikan tujuan bimbingan
klasikal dengan topik cara meningkatkan
prestasi belajar
d. Penjelasan tentang 1) Konselor menjelaskan langkah-langkah kegiatan
kegiatan bimbingan klasikal
2) Konselor memberikan penjelasan tentang tugas
dan tanggung jawab siswa dalam kegiatan
bimbingan klasikal
c. Mengarahkan Konselor memberikan penjelasan tentang topik cara
kegiatan (konsolidasi) meningkatkan prestasi belajar
d. Tahap Peralihan 1) Konselor menanyakan kesiapan siswa untuk
(Transisi) melaksanakan tugas
2) Setelah semua siswa menyatakan siap, kemudian
konselor memulai masuk ke tahap kerja
8. Tahap Inti
c. Kegiatan konselor 1) Konselor memberikan materi cara meningkatkan
prestasi belajar melalui tayangan slide power
point
2) Konselor melakukan tanya jawab dengan siswa
berkaitan dengan isi materi yang disampaikan
3) Konselor menayangkan video yang berhubungan
dengan topik cara meningkatkan prestasi belajar
4) Konselor meminta siswa untuk menanggapi isi
video yang ditayangkan
5) Konselor memberi kesempatan bertanya kepada
siswa berkaitan dengan materi yang belum
mereka pahami
d. Kegiatan Siswa 1) Siswa memperhatikan materi yang disampaikan
konselor melalui tayangan slide power point
2) Siswa aktif melakukan tanya jawab terkait
materi yang disampaiakan
3) Siswa memperhatikan video tentang cara
meningkatkan prestasi belajar
4) Siswa memberikan tanggapan dari isi video
yang ditayangkan
5) Siswa mengajukan pertanyaan kepada konselor
terkait materi yang belum dipahami
9. Tahap Penutup
1) Konselor bersama siswa membuat kesimpulan
dari layanan bimbingan tentang cara
meningkatkan prestasi belajar
2) Konselor memberikan motivasi kepada siswa
setelah mengikuti kegiatan bimbingan klasikal
3) Konselor menjelaskan kepada siswa tentang cara
mengisi angket evaluasi hasil kegiatan
bimbingan
4) Konselor membagikan angket evaluasi hasil
kegiatan bimbingan kepada siswa
5) Konselor mengajak siswa untuk berdoa
6) Konselor mengucapkan salam
N Evaluasi
6. Evaluasi Proses Pedoman observasi partisipasi siswa dalam kegiatan
bimbingan klasikal tentang cara meningkatkan
prestasi belajar
7. Evaluasi Hasil Angket evaluasi hasil kegiatan bimbingan klasikal
tentang cara meningkatkan prestasi belajar
M Lampiran 1) Materi cara meningkatkan prestasi belajar
2) Lembar evaluasi proses
3) Lembar evaluasi hasil
4) Media power point
5) Dokumentasi
Madiun, 27 April 2019
Mengetahui
Guru Pamong, Praktikan,
Sundarti, S.Pd Bestari Nurcahyani, S.Pd
NIP. 196204221983032021 NIM.
Lampiran 1
2. Pengertian Prestasi Belajar
Pengertian prestasi belajar menurut Winkel, prestasi belajar diartikan sebagai
bukti seseorang telah berhasil dicapai. Bukti pencapaian tersebut merupakan sebuah
hasil yang telah dilalui seseorang dengan usaha-usaha pembelajaran. Menurut
Saifudin Anwar, prestasi belajar diartikan sebagai sesuatu yang bisa dicapai maupun
tak bisa dicapai oleh seseorang. Prestasi belajar tersebut nantinya bisa diperoleh
dengan mengikuti sebuah tes belajar.
Definisi prestasi belajar menurut Udin S. Winataputra adalah sebuah proses
perubahan yang dicapai oleh individu sebagai hasil dari pengalaman. Jadi ini bisa
diartikan jika prestasi belajar adalah pencapaian dari sebuah pengalaman yang sudah
dijalani oleh seseorang. Pengertian menurut para ahli lainnya seperti Thursan Hakim
adalah proses perubahan yang dialami oleh seseorang baik itu perubahan kualitas
dan kuantitas seperti tingkah laku, pengetahuan, sikap, kecakapan dan lain
sebagainya. Jadi prestasi belajar di sini diartikan sebagai perubahan pada diri
seseorang menuju ke hal yang lebih baik. Adapun definisi selanjutnya yaitu dari
Arif Gunarso, mengungkapkan jika prestasi belajar itu diartikan sebagai hasil
maksimal yang telah dicapai oleh seseorang dengan usaha-usaha belajar yang telah
dilaksanakan. Jadi kesimpulannya adalah prestasi bisa didapat dari hasil belajar
yang telah dilalui.
Prestasi belajar memang merupakan sebuah hasil dari pencapaian atau
proses. Belajar sendiri bisa diartikan sebagai sebuah proses baik itu proses di dunia
pendidikan maupun di kehidupan atau pengendalian diri. Pengertian prestasi belajar
secara umum maupun menurut para ahli sebenarnya tidak ada bedanya. Semuanya
mengungkapkan jika prestasi belajar adalah sebuah hasil pencapaian yang telah
dilalui seseorang melalui sebuah proses.
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
a. Faktor Eksternal
Syah (2003) menjelaskan bahwa faktor-faktor eksternal yang
mempengaruhi hasil belajar digolongkan menjadi dua, yaitu :
1) Lingkungan non sosial
Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non sosial adalah gedung
sekolah dan letaknya, alat-alat belajar, rumah tempat tinggal siswa dan
letaknya, keadaan cuaca dan waktu yang digunakan untuk belajar siswa.
Sehingga dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa hubungan antara
pembelajaran dan hasil prestasi siswa bukan hanya bersifat garis lurus, tetapi
bisa bercabang dari faktor-faktor lain. Misalnya faktor internal (faktor dari
dalam siswa), faktor eksternal (faktor dari luar siswa), dan faktor pendekatan
dalam belajar dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.
2) Lingkungan Sosial
Di antara faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar peserta
didik adalah lingkungan sosial. Lingkungan sosial sekolah seperti para guru,
para staf administrasi dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi
semangat belajar seorang peserta didik. Para guru yang selalu menunjukkan
sikap dan perilaku yang simpatik dan suri tauladan yang baik, khususnya
dalam hal belajar, dapat menjadi daya dorong peserta didik dalam hal
belajar. Sedangkan yang termasuk lingkungan sosial siswa adalah
masyarakat, tetangga, dan teman-teman sepermainan di sekitar
perkampungan siswa tersebut. Kondisi masyarakat sangat berpengaruh
terhadap kegiatan belajar siswa.
b. Faktor Internal
Digolongkan menjadi dua golongan yaitu :
1) Aspek Fisiologis
Kondisi jasmani yang menandai tingkat kebugaran organorgan tubuh
dan sendi-sendinya dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa
dalam mengikuti pelajaran. Untuk mempertahankan terus jasmani agar tetap
bugar, peserta didik sangat dianjurkan mengkonsumsi makanan dan
minuman yang bergizi. Selain itu, siswa juga dianjurkan memilih pola
istirahat dan olah raga ringan yang sedapat mungkin terjadwal secara tetap
dan berkesinambungan. Hal ini sangat penting sebab perubahan pola makan-
minum dan istirahat akan menimbulkan reaksi tomus yang negative dan
merugikan semangat mental siswa itu sendiri.
Kondisi organ-organ khusus siswa, seperti tingkat kesehatan indera
pendengar dan penglihat juga sangat mempengaruhi kemampuan siswa
dalam menyerah informasi dan pengetahuan, khususnya yang disajikan di
kelas. Sebagai seorang guru yang professional seyogyanya bekerjasama
dengan dinas-dinas kesehatan untuk memperoleh bantuan pemeriksaan
secara rutin. Upaya lain yang bias ditempuh yaitu menempatkan mereka di
deretan bangku terdepan secara bijaksana. Dengan demikian peserta didik
dapat belajar secara optimal.
2) Faktor-faktor Psikologi
Banyak faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat
mempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan pembelajaran siswa. Namun,
diantara faktor-faktor rohaniyah peserta didik yang pada umumnya
dipandang lebih esensial adalah tingkat kecerdasan/intelegensi siswa, sikap
siswa, bakat siswa, minat siswa dan motivasi siswa.
a) Intelegensi siswa dapat diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik untuk
mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan
cara yang tepat (Reber, 1988).
b) Sikap Siswa adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa
kecenderungan untuk mereaksi atau merespons (response tendency)
dengan cara yang relative tetap terhadap objek orang, barang dan
sebagainya, baik secara positif atau negative.
c) Bakat Siswa secara umum dapat diartikan bahwa bakat (aptitude) adalah
kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai
keberhasilan pada masa yang akan datang (Chaplin, 1972; Reber, 1988).
d) Minat Siswa (Interest) adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi
atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.
e) Motivasi Siswa adalah keadaan internal organism baik manusia atau
hewan yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu.
3. Cara Meningkatkan Prestasi Belajar
1. Jadilah seorang pemimpin
Latihlah rasa tanggung jawabmu. Bila gurumu menyuruhmu untuk
membersihkan kelas Why Not ? terima aja toh itu baik untuk lingkungan kita.
Jangan ragu untuk menerimanya, apalagi itu akan berbuah baik untukmu sendiri.
Ajak beberapa teman kelas kamu untuk membersihkan kelas lalu pimpin
mereka.
2. Mendengarkan penjelasan guru dengan baik
Jawabanlah setiap pertanyaan yang diajukan oleh gurumu. Selama kamu bisa
menjawabnya jawablah dengan baik dan benar. Tapi, kalau pun kamu tidak bisa
itu bukan berarti kamu gagal itu berarti kamu diberitahukan untuk lebih giat lagi
belajar. Jangan menunggu guru untuk memanggilmu untuk menjawab.
3. Jangan malu untuk bertanya
"Malu bertanya sesat di jalan" Pepatah itu sepertinya cukup untuk menjelaskan
point ini. Selalu ajukan pertanyaan yang kamu tak sanggup untuk menjawabnya.
4. Kerjakan selalu PR
Jangan menunggu alasan untuk tidak mengerjakannya. Selalu berusaha lakukan
sendiri walaupun sebenarnya lebih enak bekerja berkelompok. Lakukan tugasmu
ini dengan berkelompok, ini sekaligus melatih kamu pada point pertama.
5. Setiap pulang sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi di ajarkan
Setidaknya satu atau dua pelajaran. Memang setiap pulang sekolah biasanya kita
males untuk mengerjakan point yang satu ini. Terkadang kita lelah saat pulang
sekolah lalu langsung menjatuhkan diri ke kasur yang empuk nan-nikmat. Tapi,
usahakan untuk mengulang pelajaran yang tadi di ajarkan oleh gurumu.
Setidaknya ini berguna pada saat ulangan nanti pelajaran yang nanti di ajarkan
mungkin saja muncul pada saat ulangan.
6. Cukup istirahat
Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin
cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya,
contohnya makan danistirahat. Padahal setelah seharian di sekolah, tak terasa
badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang bisa didapatkan dari
istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat
membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan
dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas!
7. Banyak berlatih pada pelajaran yang kurang di sukai
Memang hal ini sering kita keluhkan. Apabila kamu tidak menyenangi suatu
mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih,
mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa
bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari
kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya.
8. Ikutilah kegiatan eskul yang kita sukai
Cari tahu apa yang kamu sukai dan kamu cocok untuk kamu tekuni. Contohnya
seperti eskul ICT atau Tarung Derajat (Boxer) juga bisa. Cobalah untuk
mengikuti kursus dari kegiatan tersebut sehingga selain belajar pelajaran-
pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran
tambahan di luar sekolah.
9. Cari seorang pembingbing yang baik dan menyenakan serta memotivasi
Orang tua adalah pembingbing yang baik selain guru. Apabila kamu tidak
mengerti pelajaran yang di ajarkan gurumu di sekolah kamu bisa meminta
petunjuk kepada orang tuamu. Selain itu, kalian juga dapat belajar dari teman
yang berprestasi. Cari teman yang baik.
10. Jangan suka mencontek
Hal ini memang menjadi penyakit masyarakat Indonesia pada saat ini. Banyak
koruptor dan para pemimpin yang dangkal pemikirannya akibat mencoba point
yang satu ini. Biasakan untuk tidak mencontek sejak kecil karena bibit ini akan
tumbuh menjadi tunas emas. Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak
berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab
pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu
kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan
benar sehingga ulangan.
Lampiran 2
EVALUASI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL
Topik : Cara Meningkatkan Prestasi Belajar
Tujuan : Siswa mampu mengetahui cara meningkatkan prestasi belajar
1. EVALUASI PROSES
PEDOMAN OBSERVASI
Identitas
Nama Peserta Didik :
Kelas :
Petunjuk
Beri tanda centang (√) pada kolom skor sesuai dengan hasil penilaian Anda.
No Pernyataan Skor
1 2 3 4
1 Siswa antusias dalam menyimak materi cara
meningkatkan prestasi belajar yang ditayangkan melalui
slide power point
2 Siswa antusias memperhatikan video tentang cara
meningkatkan prestasi belajar
3 Siswa terlibat aktif dalam memberikan tanggapan isi
video tentang cara meningkatkan prestasi belajar
4 Siswa saling mengeluarkan pendapat dalam kegiatan
bimbingan tentang materi cara meningkatkan prestasi
belajar yang ditayangkan melalui slide power point
5 Siswa saling menghargai pendapat teman dalam kegiatan
bimbingan tentang materi cara meningkatkan prestasi
belajar yang ditayangkan melalui slide power point
6 Siswa terlibat aktif bertanya tentang hal yang belum
dipahami berkaitan dengan materi cara meningkatkan
prestasi belajar yang ditayangkan melalui slide power
point
7 Layanan terselenggara sesuai alokasi waktu
Total Skor
Skor 4 : sangat baik
Skor 3 : baik
Skor 2 : cukup baik
Skor 1 : kurang baik
Keterangan:
5. Skor minimal yang dicapai adalah 1 x 7 = 7, dan skor tertinggi 4 x 7 = 28
6. Kategori hasil
i. Sangat baik : 22-28
j. Baik : 15-21
k. Cukup : 8-14
l. Kurang :7
Madiun, April 2019
Mengetahui
Guru Pamong, Mahasiswa PPG,
Sundarti, S.Pd Bestari Nurcahyani, S.Pd
NIP. 196204221983032021 NIP.
Lampiran 3
2. EVALUASI HASIL
No Pernyataan Skor
1 2 3 4
1 Saya mengerti dengan baik tujuan yang diharapkan dari
materi cara meningkatkan prestasi belajar
2 Saya memperoleh banyak pengetahuan dan informasi
dari materi cara meningkatkan prestasi belajar
3 Saya dapat mengetahui pengertian prestasi belajar
4 Saya dapat mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi prestasi belajar
5 Saya dapat mengetahui cara meningkatkan prestasi
belajar
6 Saya merasa senang mengikuti layanan bimbingan
tentang cara meningkatkan prestasi belajar
7 Saya merasa kegiatan layanan bimbingan tentang cara
meningkatkan prestasi belajar ini bermanfaat
Total Skor
Skor 4 : sangat setuju
Skor 3 : setuju
Skor 2 : kurang setuju
Skor 1 : tidak setuju
Keterangan:
5. Skor minimal yang dicapai adalah 1 x 7 = 7, dan skor tertinggi 4 x 7 = 28
6. Kategori hasil
a. Sangat baik : 22-28
b. Baik : 15-21
c. Kurang : 8-14
d. Tidak :7
Madiun, April 2019
Peserta Didik,
………………………
LAMPIRAN 4