Judul Perancangan Aplikasi Pemilihan Kepala Desa Dengan Metode UX
Design Thinking (Studi Kasus: Kampung Kuripan)
Jurnal Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi (JTSI)
Vol. & Hal. Vol. 2, No. 2, : 52 - 60
Tahun Juni 2021
Penulis Feri Fariyanto, Suaidah Suaidah, Faruk Ulum
Tanggal Review 27 Februari 2024
Reviewer Luthfi Dwi Syah Putra (202010370311507)
Abstrak Artikel ini membahas perancangan aplikasi pemilihan kepala desa dengan
metode UX Design Thinking untuk memudahkan pemilih yang merantau
dalam memberikan suara di Kampung Kuripan. Metode ini melibatkan
tahap Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Testing. Hasil pengujian
menunjukkan prototipe aplikasi memiliki tingkat kegunaan dan pengalaman
pengguna yang positif. Dengan menggunakan metode design thinking,
penelitian ini membantu dalam mendefinisikan ulang masalah dengan
berfokus pada pengguna, menciptakan banyak ide melalui brainstorming,
serta menggunakan metode prototipe dan pengujian langsung. Studi ini
memberikan wawasan yang berharga dalam pengembangan aplikasi
pemilihan kepala desa yang lebih efektif dan ramah pengguna.
Pendahuluan Artikel ini membahas perancangan aplikasi pemilihan kepala desa dengan
metode UX Design Thinking yang bertujuan untuk memudahkan pemilih
yang sedang merantau dalam memberikan hak suaranya di Kampung
Kuripan. Metode ini melibatkan tahap Empathize, Define, Ideate, Prototype,
dan Testing. Dalam pengujian, prototipe aplikasi ini menunjukkan tingkat
kegunaan dan pengalaman pengguna yang positif. Dengan menggunakan
metode design thinking, penelitian ini membantu dalam mendefinisikan
ulang masalah dengan berpusat pada pengguna, menciptakan banyak ide
melalui brainstorming, serta menggunakan metode prototipe dan pengujian
langsung.
Kajian Dalam artikel "Perancangan Aplikasi Pemilihan Kepala Desa dengan
Pustaka Metode UX Design Thinking (Studi Kasus: Kampung Kuripan)", tinjauan
pustaka menyoroti penggunaan metode design thinking untuk menganalisis
kebutuhan pengguna dalam desain interaktif aplikasi pemilihan kepala desa.
Design thinking memberikan pendekatan berbasis solusi untuk
memecahkan masalah dengan fokus pada pengguna, menciptakan banyak
ide melalui brainstorming, dan menggunakan metode prototipe dan
pengujian langsung. Metode ini membantu dalam mendefinisikan ulang
masalah dengan pusat pada pengguna, sehingga aplikasi yang dihasilkan
dapat lebih efektif dan ramah pengguna.
Metode Metode penelitian yang digunakan dalam artikel "Perancangan Aplikasi
Penelitian Pemilihan Kepala Desa dengan Metode UX Design Thinking (Studi Kasus:
Kampung Kuripan)" melibatkan pengumpulan data melalui observasi,
wawancara, dan studi literatur untuk memperoleh informasi yang diperlukan
dalam mencapai tujuan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode
design thinking (Emphatize, Define, Ideate, Prototype, dan Test) untuk
menganalisis kebutuhan pengguna dalam desain interaktif aplikasi
pemilihan kepala desa di Kampung Kuripan.
Hasil Hasil penelitian dari artikel "Perancangan Aplikasi Pemilihan Kepala Desa
Penelitian dengan Metode UX Design Thinking (Studi Kasus: Kampung Kuripan)"
menunjukkan bahwa prototipe aplikasi pemilihan kepala desa berbasis
mobile yang dirancang dengan metode design thinking dapat memenuhi
kebutuhan pengguna, terutama bagi pemilih yang sedang merantau.
Pengguna membutuhkan aplikasi yang menarik, mudah digunakan, dan
tidak membingungkan, sehingga mereka dapat tetap memberikan suara pada
pemilihan kepala desa. Dengan demikian, aplikasi ini diharapkan dapat
menjadi solusi yang efektif dan ramah pengguna dalam proses pemilihan
kepala desa di Kampung Kuripan.
Kesimpulan Dari artikel "Perancangan Aplikasi Pemilihan Kepala Desa dengan Metode
UX Design Thinking (Studi Kasus: Kampung Kuripan)", dapat disimpulkan
bahwa penggunaan metode design thinking dalam merancang aplikasi
pemilihan kepala desa dapat memberikan hasil yang positif dalam hal
kegunaan dan pengalaman pengguna. Prototipe aplikasi yang dikembangkan
dengan metode ini mampu memenuhi kebutuhan pemilih, terutama bagi
mereka yang sedang merantau. Dengan fokus pada tahap Empathize,
Define, Ideate, Prototype, dan Testing, aplikasi ini diharapkan dapat menjadi
solusi yang efektif dan ramah pengguna dalam proses pemilihan kepala desa
di Kampung Kuripan. Metode design thinking membantu dalam
mendefinisikan ulang masalah dengan berpusat pada pengguna,
menciptakan banyak ide melalui brainstorming, serta menggunakan metode
prototipe dan pengujian langsung, sehingga memberikan wawasan yang
berharga dalam pengembangan aplikasi yang lebih baik dan inovatif.
Kelebihan Salah satu kelebihan dari artikel "Perancangan Aplikasi Pemilihan Kepala
Desa dengan Metode UX Design Thinking (Studi Kasus: Kampung
Kuripan)" adalah penggunaan metode design thinking yang membantu
dalam mendefinisikan ulang masalah dengan berpusat pada pengguna,
menciptakan banyak ide melalui brainstorming, serta menggunakan metode
prototipe dan pengujian langsung. Metode ini memungkinkan pengembang
untuk lebih memahami kebutuhan pengguna dan menciptakan solusi yang
lebih efektif dan ramah pengguna dalam proses pemilihan kepala desa.
Kelemahan Kelemahan dari artikel "Perancangan Aplikasi Pemilihan Kepala Desa
dengan Metode UX Design Thinking (Studi Kasus: Kampung Kuripan)"
adalah kurangnya pembahasan mengenai potensi hambatan atau tantangan
yang mungkin dihadapi dalam implementasi aplikasi tersebut. Informasi
mengenai faktor-faktor yang dapat menghambat keberhasilan atau
penerimaan aplikasi oleh pengguna potensial dapat memberikan wawasan
yang lebih komprehensif dalam perancangan aplikasi tersebut.