SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID
Jalan Buisun Nomor 4 Telepon (0423) 22473 Makale Tana Toraja
LAPORAN RESUME HERMENEUTIKA ALKITAB
NAMA : Samuel Idaman Hulu
Prodi : S1 Teologi
Judul Buku : Metode Penafsiran Alkitab.
Pengarang : A.A. Sitompul.
Penerbit : BPK Gunung Mulia.
Halaman : 1 s/d 388 Jumlah Halaman Buku : 388 Hlm.
RESUME/INTISARI :
Buku ini mencoba menerangkan metode-metode yang telah dikembangkan oleh para
penafsir, baik dalam gereja Kristen Protestan maupun gereja Katolik Roma. Metode kritik
nas, bentuk dan analisis sastra, lisan, bidang kehidupan, peredaksian, pengaruh agama-agama,
tempat dan waktu, relevansi firman hinga tujuan nas dibicarakan dalam buku ini Bersama
conto-contoh yang sederhana.
PL maupun PB meminta suatu penelitian yang khusus untuk dapat mendekati
penertian yang benar dan baik, yaitu Allah berfirman dan bertindak pada masa lampau, dari
masa perjanjian sampai masa penggenapan-Nya. Betapa pentingnya hubungan peristiwa
kejadian, yang sedang berlangsung dalam PL ke dalam PB, dapat kita lihat dari kutipan-
kutipan yang terus dipakai oleh 'jemaat purbakala.
Dengan timbulnya penilaian terhadap waktu atau sejarah yang berhubungan dengan
tanggapan manusia terhadap akal, maka dimu- lailah sesuatu tahap baru, yakni tugas tafsiran
yang berdasarkan "historis-kritis", sebagai salah satu usaha untuk mendekati penger- tian PL.
Apabila PL dipandang sebagai saksi "Firman dan Tindakan Allah", maka sifat-sifat manusia
yang ada di sekitar dunia PL itu dapat kita pelajari kaidah dan tujuannya. Untuk para
penafsir, kaidah tersebut tidak terlepas. Kaidah itu harus berpedoman supaya tetap sesuai
dengan Alkitab. Kewibawaan (otoritas) Alkitab adalah yang pokok untuk ukuran-ukuran
mengerjakan ilmu tafsir.
Hubungan penafsir di dalam meneliti nats tidak cukup hanya dengan pengarang-
pengarang kitabnya (authornya) saja, tetapi lebih dari itu; "hubungan kehidupan" dijumpai
pada manusia sekarang, pada manusia di sepanjang sejarah Alkitab, termasuk sifat-sifat
umum yang dibutuhkan atau yang dihayati sebagai ciptaan Allah. Baik kehidupan yang ada
dalam PL maupun kehidupan yang ada dewasa ini, berada dalam sejarah yang terus mengarah
dan terbuka ke masa depan. Dengan demikian sejarah Israel purbakala bukanlah sejarah yang
berdiri sendiri dalam Alkitab seluruhnya, tetapi berjalan sebagai alat dari sejarah perjanjian di
mana Allah mengarahkan dan memusatkannya dalam kehidupan Yesus Kristus. Unsur
keselamat- an terpenuhi di dalam Kristus dan di dalam sejarah manusia.
Apabila Alkitab pernah dianggap atau dinilai sebagai satu-satu- nya yang bersifat
"Firman Allah" (Ortodoksi), maka melalui pene- muan-penemuan ilmu bangsa-bangsa,
kebudayaan, agama-agama, demikian juga perkembangan kemajuan ilmu bahasa (sastra,
penge- tahuan tentang bahasa Ibrani dan Yunani, dll.) dan arkeologi masa purbakala,
pandangan tentang tanggapan, maka nilai Alkitab menjadi bersifat "Firman Manusia".
Teks kanon" yang sampai ke tangan kita dewasa ini adalah teks Masora yang ditandai
dengan "M", karena teks tersebut dipandang sebagai Masora yang ditradisikan untuk dipakai.
Kata Masora itu sendiri adalah bahasa Aram, yaitu "Mesar" yang artinya adalah:
mentradisikan Masora. Kata tersebut telah dikenal pada masa perte- ngahan hingga akhir
millenium pertama oleh sarjana-sarjana Yahudi.
Telah beratus-ratus tahun sebelumnya, tradisi teks itu dipelihara dengan cermat, hal
itu dapat kita lihat dari tulisan Aristea dan juga oleh tulisan Josephus tentang Kontra
Apionem. Demikian juga kemu- dian kita lihat dari teks-teks yang kita temukan dalam
gulungan Qumran. Juga dapat dilihat kenyataan teks tersebut dipelihara, di- jumpai dalam
papirus "nash". Banyak lagi varian-varian seperti Codex Seperus, Fragmen Genisha Cairo,
Samaritanus, Peshitta dan LXX yang menghunjuk tentang adanya suatu "Vorlage" (pola
dasar) Ibrani yang kadang kala dapat berbeda dari teks Masora. Hal yang menarik adalah juga
karena penemuan Qumran dalam menjelang 50 tahun ini dari gurun pasir Yuda
menampakkan banyaknya teks Alki- tab Ibrani ditemukan dari abad kedua atau pertama
sebelum dan sampai pada abad pertama Masehi. Pada tahun 1967/1977 diterbitkan kitab PL,
disebut Biblia Hebraica Stuttgartensia (BHS) yang di edit oleh K. Elliger dan W. Rudolph.
Setiap peneliti harus membandingkan dan mengumpulkan varian-varian dari setiap
teks yang dapat ditemukan, walaupun ada atau banyak penyimpangan-penyimpangan dari
teks asal. Di sana mereka harus menguji perbedaan-perbedaan terhadap kemungkinan
terjadinya teks. Mereka harus mampu melihat kesalahan penulisan dan korektor pengajaran
yang dogmatis yang juga telah ditemukan pada masa zaman Masora. Selain itu perlu juga kita
perhatikan dalam melaksanakan tugas tafsir yaitu masalah bahasa dalam kritik teks dan alih
bahasa dalam terjemahan juga diperhitungkan ke alam kebudayaan masing-masing.
Menguji nats menurut bentuk bahasanya: jenjang usaha untuk menguji bentuk bahasa
sesuatu nats, kita lakukan melalui pertolongan: (i) Lexicon atau Kamus/Konkordansi, agar
bahan-bahan yang hendak diteliti itu mempunyai pengertian dalam hubungan keseluruhan
nats.
(ii) Tatabahasa/Gramatika, agar susunan kata-kata da- lam kalimat dan susunan kalimat
dalam rangkaian kalimat berdiri dengan baik (unsur sintaksis diperhatikan).
(iii) Irama gaya bahasa (metrik), agar tekanan yang tepat tidak terganggu dalam
bagian-bagian ayatnya. Dalam kalimat yang berbentuk puisi akan dijumpai sifat kali- mat
yang sejajar (parallelismus membrorum), misalnya hal itu sangat nyata dalam Kitab Mazmur
dan Kitab Amsal (Maschal-metrum) atau pada ratapan (Qina- metrum). Bahasa Ibrani
Purbakala selalu cenderung