0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan6 halaman

Contoh Oposisi dan Silogisme Logika

Diunggah oleh

afif ardiansyah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan6 halaman

Contoh Oposisi dan Silogisme Logika

Diunggah oleh

afif ardiansyah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS KE 3 TUTORIAL ONLINE

LOGIKA (ISIP4211)

DIKERJAKAN OLEH :

Nama : AFIF ARDIANSYAH

NIM : 049737165

Prodi : 72/ Ilmu Komunikasi

Semester : 3 (Tiga)

Mata Kuliah : LOGIKA (ISIP4211)

UPBJJ : Jakarta

UNIVERSITAS TERBUKA

Jalan Pondok Cabe Udik, Kecamatan Ciputat

Kota Tangerang selatan, Banten, 15418


Soal

1. Buatlah masing-masing satu contoh oposisi kontrarik, subkontrarik, kontradiktorik,


subalterna super-implikasi dan subalernasi sub-implikasi!

2. Buatlah masing-masing satu contoh silogisme beraturan Sub-Pre, Bis-Pre, Bis-Sub, dan
Pre-Sub!

3. Carilah satu contoh penalaran tautologi!

Jawaban

1. a. Oposisi Kontrarik:

- Definisi: Dua proposisi yang saling bertentangan, tetapi masih memungkinkan untuk
keduanya salah.

- Contoh: "Semua burung dapat terbang" dan "Tidak ada burung yang dapat terbang".

b. Oposisi Subkontrarik:

- Definisi: Dua proposisi yang saling bertentangan, tetapi memungkinkan untuk keduanya
benar.

- Contoh: "Beberapa mahasiswa lulus dengan nilai A" dan "Beberapa mahasiswa tidak lulus
dengan nilai A".

c. Oposisi Kontradiktorik:

- Definisi: Dua proposisi yang saling bertentangan, di mana jika satu proposisi benar, maka
yang lain harus salah, dan sebaliknya.

- Contoh: "Semua orang menyukai es krim" dan "Tidak semua orang menyukai es krim".
d. Super-Implikasi:

- Definisi: Jika proposisi A benar, maka proposisi B juga benar, tetapi jika proposisi B benar,
tidak selalu berarti proposisi A benar.

- Contoh: "Jika seseorang adalah mahasiswa, maka orang itu memiliki status pelajar" (A super-
implikasi B).

e. Sub-Implikasi:

- Definisi: Jika proposisi A benar, maka proposisi B juga benar, dan jika proposisi B benar,
maka proposisi A juga benar.

- Contoh: "Jika seseorang adalah laki-laki, maka orang itu adalah manusia" (A sub-implikasi
B).

2. a. Silogisme Sub-Pre:

- Definisi: Silogisme yang premis minornya berupa proposisi parsial (beberapa) dan premis
mayornya berupa proposisi universal (semua).

- Contoh:

- Premis Besar: Semua kucing adalah mamalia.

- Premis Kecil: Beberapa hewan peliharaan adalah kucing.

- Kesimpulan: Beberapa hewan peliharaan adalah mamalia.

b. Silogisme Bis-Pre:

- Definisi: Silogisme yang premis besarnya dan premis kecilnya berupa proposisi universal
(semua).
- Contoh:

- Premis Besar: Semua buku adalah barang.

- Premis Kecil: Semua buku adalah bacaan.

- Kesimpulan: Semua bacaan adalah barang.

c. Silogisme Bis-Sub:

- Definisi: Silogisme yang premis besarnya dan premis kecilnya berupa proposisi parsial
(beberapa).

- Contoh:

- Premis Besar: Beberapa mahasiswa adalah atlet.

- Premis Kecil: Beberapa atlet adalah juara.

- Kesimpulan: Beberapa mahasiswa adalah juara.

d. Silogisme Pre-Sub:

- Definisi: Silogisme yang premis mayornya berupa proposisi universal (semua) dan premis
minornya berupa proposisi parsial (beberapa).

- Contoh:

- Premis Besar: Semua bunga adalah tumbuhan.

- Premis Kecil: Beberapa mawar adalah bunga.

- Kesimpulan: Beberapa mawar adalah tumbuhan.

3. Penalaran Tautologi
Penalaran tautologi adalah suatu bentuk penalaran di mana kesimpulan yang dihasilkan
sudah terkandung dalam premisnya. Tautologi dapat disimbolkan dengan lambang (B). Berikut
adalah contoh penalaran tautologi:

Contoh 1

- Premis 1: "Hujan adalah air yang turun dari langit."

- Premis 2: "Hujan adalah air."

- Konklusi: "Hujan adalah air yang turun dari langit."

Dalam contoh ini, konklusi "Hujan adalah air yang turun dari langit" sudah terkandung dalam
premis pertama "Hujan adalah air yang turun dari langit." Oleh karena itu, penalaran ini adalah
tautologi.

Contoh 2

- Premis 1: "Harga tiket masuk Candi Borobudur akan dinaikkan."

- Premis 2: "Harga tiket masuk Candi Borobudur akan dinaikkan."

- Konklusi: "Harga tiket masuk Candi Borobudur akan dinaikkan."

Dalam contoh ini, konklusi "Harga tiket masuk Candi Borobudur akan dinaikkan" sudah
terkandung dalam premis pertama "Harga tiket masuk Candi Borobudur akan dinaikkan." Oleh
karena itu, penalaran ini juga adalah tautologi.

Contoh Penalaran Tautologi dalam Logika

Berdasarkan buku "Modul Konsep Dasar" *Matematika* *SD*, penalaran tautologi adalah
proposisi majemuk yang benar dalam segala hal, tanpa mempertimbangkan nilai kebenaran
komponen-komponennya. Contoh penalaran tautologi lainnya adalah:

- Premis 1: "Jika hari ini hujan, maka jalanan basah."


- Premis 2: "Hari ini hujan."

- Konklusi: "Jalanan basah."

Dalam contoh ini, konklusi "Jalanan basah" sudah terkandung dalam premis pertama "Jika hari
ini hujan, maka jalanan basah" dan premis kedua "Hari ini hujan." Oleh karena itu, penalaran ini
adalah tautologi.

Sumber :

[1] [Link]
borobudur-dinaikkan/

[2] [Link]

Anda mungkin juga menyukai