TUGAS 3 STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
NAMA : ST FATIMAH S
NIM : 859560278
MATA KULIAH : STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
PRODI : PGSD
UPBJJ : MAJENE, SULAWESI BARAT
SOAL
1. Bagaimana Anda melaksanakan kegiatan remedial di kelas, jika ya deskripsikan kegiatan
remedial tersebut berdasarkan pendekatan preventif, kuratif dan pengembangan!
Jawaban:
Pelaksanaan kegiatan remedial di kelas adalah bagian penting dari proses pembelajaran
untuk memastikan bahwa semua siswa dapat mencapai standar kompetensi yang telah
ditetapkan. Kegiatan remedial dapat dilaksanakan dengan pendekatan preventif, kuratif,
dan pengembangan. Berikut adalah deskripsi dari masing-masing pendekatan:
Pendekatan Preventif
Pendekatan preventif bertujuan untuk mencegah munculnya masalah belajar sebelum
masalah tersebut menjadi serius. Beberapa strategi yang dapat digunakan antara lain:
Identifikasi Dini: Melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi siswa yang
berisiko mengalami kesulitan belajar. Misalnya, melalui tes diagnostik atau
observasi perilaku belajar siswa.
Pembelajaran Diferensiasi: Menyediakan variasi dalam metode pengajaran yang
disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa, termasuk penggunaan media
pembelajaran yang beragam.
Pemberian Bimbingan: Menyediakan bimbingan dan dukungan secara berkala
bagi siswa yang menunjukkan tanda-tanda kesulitan belajar. Ini dapat berupa tutor
sebaya, kelompok belajar kecil, atau sesi konsultasi individu dengan guru.
Lingkungan Belajar yang Mendukung: Menciptakan lingkungan kelas yang
kondusif untuk belajar, termasuk pengaturan fisik kelas, manajemen kelas yang
efektif, dan hubungan yang baik antara guru dan siswa.
Pendekatan Kuratif
Pendekatan kuratif fokus pada mengatasi masalah belajar yang sudah teridentifikasi.
Beberapa kegiatan remedial yang dapat dilakukan adalah:
Pelajaran Tambahan: Menyediakan waktu tambahan di luar jam pelajaran reguler
untuk membantu siswa memahami materi yang belum dikuasai. Misalnya, melalui
kelas remedial, bimbingan belajar, atau sesi intensif.
Pembelajaran Individual: Memberikan perhatian khusus kepada siswa yang
membutuhkan, dengan materi dan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan
individu. Hal ini bisa berupa sesi satu-satu antara guru dan siswa.
Penggunaan Media Alternatif: Menggunakan alat bantu belajar yang berbeda,
seperti video pembelajaran, permainan edukatif, atau teknologi interaktif untuk
membantu pemahaman siswa.
Latihan Soal: Memberikan latihan soal tambahan yang spesifik pada materi yang
belum dikuasai, serta memberikan umpan balik yang konstruktif.
Pendekatan Pengembangan
Pendekatan pengembangan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa
secara berkelanjutan, termasuk kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar.
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:
Pengembangan Metakognisi: Melatih siswa untuk menyadari dan mengelola
proses belajarnya sendiri, seperti dengan teknik berpikir reflektif atau jurnal
belajar.
Proyek Mandiri: Mendorong siswa untuk mengerjakan proyek yang memerlukan
eksplorasi mendalam dan penerapan konsep-konsep yang telah dipelajari.
Peningkatan Keterampilan Belajar: Melatih keterampilan belajar yang efektif,
seperti teknik membaca cepat, catatan efektif, dan strategi menghadapi ujian.
Pembelajaran Berbasis Masalah: Menggunakan pendekatan pembelajaran yang
menantang siswa untuk memecahkan masalah nyata, yang akan mengembangkan
kemampuan analitis dan kreativitas mereka.
Pengembangan Kemampuan Sosial: Melibatkan siswa dalam kegiatan kelompok
dan diskusi untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi dan komunikasi.
Dengan menggabungkan ketiga pendekatan tersebut, guru dapat menyediakan dukungan
yang komprehensif untuk semua siswa, memastikan bahwa mereka tidak hanya mencapai
standar minimum, tetapi juga terus berkembang dan mencapai potensi maksimal mereka
dalam proses belajar.
2. Silahkan Anda pelajari video berikut melalui link yang telah kami sediakan (Mengklik
judul video). Setelahnya deskripsika ide dan gagasan Anda mengenai video tersebut
dikaitkan dengan materi disiplin kelas?
Jawaban:
Ide dan gagasan saya mengenai video tersebut adalah bahwa metode pendidikan yang
diterapkan di Jepang ini sangat bermanfaat untuk perkembangan karakter anak-anak.
Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan sehari-hari seperti membersihkan dan
menyiapkan makanan, mereka belajar tanggung jawab, kerja sama, dan keterampilan
praktis. Ini tidak hanya mendidik mereka untuk mandiri, tetapi juga memperkuat rasa
kebersamaan dan saling menghargai di antara siswa. Kegiatan seperti ini juga bisa
diterapkan di sekolah-sekolah lain untuk menghasilkan generasi yang lebih mandiri dan
bertanggung jawab.
Kaitannya dengan materi kedisiplinan kelas, berikut adalah ide dan gagasan yang dapat
diambil dari video tersebut:
Pendidikan Karakter dan Kemandirian
Penanaman Nilai Kemandirian: Kegiatan tersebut mengajarkan siswa untuk mandiri
dalam melakukan tugas-tugas sehari-hari. Kemandirian ini bukan hanya terkait
dengan kemampuan teknis, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab terhadap
diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Pembentukan Karakter: Dengan melibatkan siswa dalam tugas-tugas seperti
membersihkan dan merapikan, sekolah membantu membentuk karakter yang
disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap kebersihan dan kerapihan.
Kerja Sama dan Kolaborasi
Kerja Tim: Kegiatan dilakukan secara berkelompok, yang mengajarkan siswa untuk
bekerja sama, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan teman-teman mereka. Ini
penting untuk membangun keterampilan sosial yang baik.
Pengalaman Positif: Respon positif dari siswa, seperti merasa senang karena
melakukan kegiatan bersama-sama, menunjukkan bahwa kerja tim dapat
meningkatkan semangat dan motivasi siswa dalam menyelesaikan tugas.
Pembelajaran Kontekstual
Pembelajaran Praktis: Siswa belajar melalui pengalaman langsung yang relevan
dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ini lebih kontekstual dan bermakna
karena siswa dapat melihat langsung hasil dari usaha mereka.
Keterampilan Hidup: Selain keterampilan akademis, sekolah juga memberikan
perhatian pada keterampilan hidup dasar seperti mencuci piring dan membersihkan
kelas, yang sangat penting untuk kehidupan mandiri di masa depan.
Pengembangan Rasa Hormat dan Apresiasi
Menghargai Usaha: Guru yang berterima kasih kepada siswa atas kerja keras
mereka membantu mengembangkan rasa penghargaan dan apresiasi. Ini juga
mengajarkan siswa untuk menghargai pekerjaan orang lain.
Pentingnya Umpan Balik Positif: Ucapan terima kasih dan apresiasi dari orang
dewasa membantu membangun kepercayaan diri siswa dan memberi mereka rasa
pencapaian.
Integrasi Pendidikan Karakter dalam Kurikulum
Disiplin dan Tanggung Jawab: Kegiatan seperti ini bisa diintegrasikan dalam
kurikulum untuk mengajarkan disiplin dan tanggung jawab secara sistematis dan
terstruktur.
Pembelajaran Holistik: Menggabungkan aspek-aspek akademis dan non-akademis
untuk menciptakan pengalaman belajar yang holistik bagi siswa.
Dengan menerapkan praktik seperti di video tersebut, sekolah tidak hanya mengajarkan
siswa tentang pentingnya kebersihan dan keterampilan hidup, tetapi juga membantu
mereka mengembangkan disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, dan rasa
hormat. Hal ini sangat penting untuk membentuk pribadi yang seimbang dan siap
menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
3. Silahkan Anda pelajari video 'Teachers Need Real Feedback' (klik judul video), paparkan
ide dan gagasan Anda mengenai video tersebut dikaitkan dengan materi yang telah Anda
pelajari pada mata kuliah Strategi Pembelajaran di SD!
Jawaban:
Video "Teachers Need Real Feedback" oleh Bill Gates membahas pentingnya
memberikan umpan balik yang nyata dan konstruktif kepada guru untuk meningkatkan
kualitas pengajaran mereka. Gates menekankan bahwa saat ini banyak guru hanya
menerima umpan balik yang minim, seringkali hanya berupa satu kata seperti
"memuaskan", yang tidak memberikan panduan jelas untuk perbaikan.
Ide dan Gagasan Terkait Strategi Pembelajaran di SD:
Pentingnya Umpan Balik untuk Pengembangan Profesional Guru
Pengamatan dan Evaluasi: Umpan balik yang diberikan melalui pengamatan
langsung di kelas dan evaluasi video dapat membantu guru memahami kekuatan
dan kelemahan mereka. Dengan metode ini, guru dapat melihat praktik terbaik dan
area yang perlu diperbaiki, yang berdampak positif pada pembelajaran siswa.
Survei Siswa: Menggunakan survei siswa sebagai bagian dari umpan balik
memberikan perspektif tambahan mengenai efektivitas pengajaran dari sudut
pandang siswa, yang merupakan penerima langsung dari proses pembelajaran
(Glasp).
Penggunaan Teknologi dalam Evaluasi
Observasi Video: Proyek Measures of Effective Teaching (MET) yang disebutkan
oleh Gates menggunakan video untuk merekam dan mengevaluasi kinerja guru. Ini
bisa diterapkan di SD untuk memberi guru wawasan mendalam tentang cara mereka
mengajar, memungkinkan refleksi diri yang lebih baik dan perbaikan berkelanjutan
(Glasp).
Platform Digital untuk Umpan Balik: Teknologi dapat menyediakan platform di
mana guru dapat menerima dan memberikan umpan balik secara rutin,
memudahkan proses kolaborasi dan peningkatan bersama.
Model Pembelajaran dari Negara Lain
Praktik Terbaik Global: Mencontoh sistem umpan balik dari negara-negara
dengan performa pendidikan tinggi seperti Shanghai, yang memiliki sistem yang
terstruktur untuk membantu guru terus meningkatkan keterampilan mereka melalui
pengamatan kolega dan kelompok belajar mingguan (Glasp).
Pelatihan dan Pengembangan Berkelanjutan: Integrasi sesi pelatihan rutin dan
pengembangan profesional berbasis umpan balik dapat meningkatkan kualitas
pengajaran secara signifikan.
Manfaat bagi Siswa
Peningkatan Kualitas Pengajaran: Guru yang menerima umpan balik yang
konstruktif dan spesifik cenderung lebih efektif dalam mengajar, yang pada
akhirnya meningkatkan hasil belajar siswa.
Lingkungan Belajar yang Lebih Baik: Dengan guru yang terus berkembang dan
meningkatkan keterampilan mengajar mereka, lingkungan belajar di SD menjadi
lebih dinamis dan responsif terhadap kebutuhan siswa.
Implementasi dalam Kurikulum Sekolah Dasar
Untuk mengimplementasikan gagasan ini dalam kurikulum SD, beberapa langkah dapat
diambil:
Program Mentorship: Membentuk program mentorship di mana guru
berpengalaman membimbing guru baru dengan memberikan umpan balik rutin.
Pelatihan Berbasis Video: Menggunakan teknologi untuk merekam sesi mengajar
dan melakukan analisis bersama untuk meningkatkan praktik mengajar.
Umpan Balik Siswa: Mengintegrasikan survei siswa dalam evaluasi guru untuk
mendapatkan perspektif yang beragam mengenai efektivitas pengajaran.
Dengan mengadopsi pendekatan ini, Sekolah dapat menciptakan sistem pembelajaran
yang lebih adaptif dan efektif, memastikan bahwa guru memiliki alat dan dukungan yang
diperlukan untuk terus berkembang dan memberikan pendidikan berkualitas tinggi
kepada siswa.