0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
85 tayangan2 halaman

Contoh Oposisi dan Silogisme Logika

Dokumen ini memberikan contoh oposisi, silogisme beraturan, dan penalaran tautologi. Terdapat enam contoh oposisi dan empat contoh silogisme beraturan serta satu contoh penalaran tautologi.

Diunggah oleh

akuntoshibalaptop
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
85 tayangan2 halaman

Contoh Oposisi dan Silogisme Logika

Dokumen ini memberikan contoh oposisi, silogisme beraturan, dan penalaran tautologi. Terdapat enam contoh oposisi dan empat contoh silogisme beraturan serta satu contoh penalaran tautologi.

Diunggah oleh

akuntoshibalaptop
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Muhammad Syarif Hidayat

NIM : 042949383

UPBJJ : Semarang

1. Buatlah masing-masing satu contoh oposisi kontrarik, subkontrarik, kontradiktorik,


subalterna super-implikasi dan subalernasi sub-implikasi!
2. Buatlah masing-masing satu contoh silogisme beraturan Sub-Pre, Bis-Pre, Bis-Sub, dan
Pre-Sub!
3. Carilah satu contoh penalaran tautologi!

JAWAB

Contoh Oposisi dan Silogisme Beraturan


Oposisi
 Kontrarik: Ketika satu proposisi benar, yang lain salah. Contoh: "Semua manusia adalah
makhluk moral" dan "Tidak semua manusia adalah makhluk moral".
 Subkontrarik: Ketika satu proposisi salah, yang lain benar. Contoh: "Beberapa manusia adalah
makhluk moral" dan "Tidak semua manusia adalah makhluk moral".
 Kontradiktorik: Ketika satu proposisi benar, yang lain pasti salah, dan sebaliknya. Contoh:
"Semua manusia adalah makhluk moral" dan "Tidak ada manusia yang adalah makhluk moral".
 Subalterna: Hubungan antara proposisi universal dan proposisi partikular. Contoh: "Semua
manusia adalah makhluk moral" dan "Beberapa manusia adalah makhluk moral".
 Super-implikasi: Hubungan antara proposisi universal dan proposisi partikular. Contoh: "Semua
manusia adalah makhluk moral" menyiratkan "Beberapa manusia adalah makhluk moral".
 Sub-implikasi: Hubungan antara proposisi partikular dan proposisi universal. Contoh:
"Beberapa manusia adalah makhluk moral" disiratkan oleh "Semua manusia adalah makhluk
moral".

Silogisme Beraturan
 Sub-Pre:
o Premis 1: "Semua manusia adalah makhluk moral."
o Premis 2: "Socrates adalah manusia."
o Kesimpulan: "Socrates adalah makhluk moral."
 Bis-Pre:
o Premis 1: "Semua manusia adalah makhluk moral."
o Premis 2: "Semua guru adalah manusia."
o Kesimpulan: "Semua guru adalah makhluk moral."
 Bis-Sub:
o Premis 1: "Beberapa manusia adalah makhluk moral."
o Premis 2: "Semua guru adalah manusia."
o Kesimpulan: "Beberapa guru adalah makhluk moral."
 Pre-Sub:
o Premis 1: "Semua manusia adalah makhluk moral."
o Premis 2: "Beberapa guru adalah manusia."
o Kesimpulan: "Beberapa guru adalah makhluk moral."
Contoh Penalaran Tautologi
Penalaran tautologi adalah argumen di mana kesimpulannya sudah terkandung dalam premisnya.
Contoh:
 Premis: "Jika hujan turun, maka jalanan basah."
 Kesimpulan: "Jika hujan turun, maka jalanan basah."
Dalam contoh ini, kesimpulan "jalanan basah" sudah terkandung dalam premis "jika hujan turun,
maka jalanan basah", sehingga penalaran ini merupakan tautologi.

Anda mungkin juga menyukai