DUKUMENTASI PENCAPAIAN STASE ASUHAN
KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA
(LOGBOOK)
Program Studi : Profesi Bidan
Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan keluarga berencana
Kode Mata Kuliah : Bd. 707
Beban SKS : 2 SKS
Semester : I
Tempat Praktek : PMB Bdn. Herlinda Puspita Sari, S.Tr.,Keb
Waktu/ Periode : 12 Februari-02 Maret 2024
Nama Peserta Didik : RUSLAH
NIM : 2315901053
Kelas :A
Dosen Pembimbing Lahan : Alis Nur Diana, S.ST, M.Kes.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
STIKES NGUDIA HUSADA MADURA
TAHUN 2024
Proses Pencapaian
Tanda Tangan
Keterampilan
No Kompetensi Hari/Tanggal Komentar Pembimbing Pembimbing
Pelaksanaan Bimbingan Mandiri Pembimbing Lapangan Lahan /
(B) (M) (CI) Institusi
1. Melakukan pengkajian M
pada keluarga berencana
2. Menjelaskan tentang M
jenis kontrasepsi
3. Memberikan konseling M
tentang keluarga
berencana
4. Memberikan konseling M
tentang penanganan cara
sederhana yang bisa
dilakukan dirumah unuk
atasi efek samping pasca
KB
5. Melakukan pencatatan M
dan pelaporan
STASE
ASUHAN KEBIDANAN PADA
KELUARGA BERENCANA
Nama Mahasiswa : RUSLAH
NIM : 2315901053
Ruang : PMB Bdn. Herlinda Puspita Sari, S.Tr.,Keb
Tanggal Praktik :
12 Februari- 2024
Pembimbing : Alis Nur Diana, S.SiT, M.Kes.
1 askeb SOAP, Laporan Harian, Daftar Prefensi
Berkas Yang Dikumpulkan : Mahasiswa, Jurnal Refleksi Kritis dan Jurnal
EBP.
Hari, Tanggal Penyerahan : Februari 2024
Penerima : Alis Nur Diana, S.ST, M.Kes.
DAFTAR PRESENSI MAHASISWA
NAMA : RUSLAH
NIM : 2315901053
RUANGAN : PMB
PKM/ RS : PMB Bdn. Herlinda Puspita Sari, S.Tr.,Keb
NO RUANGAN HARI/TGL DATANG PULANG PARAF PARAF CI
MHS
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
LAPORAN KEGIATAN HARIAN
NAMA : RUSLAH
NIM : 2315901053
RUANGAN : PMB
PKM/ RS : PMB Bdn. Herlinda Puspita Sari, S.Tr.,Keb
HARI/TGL : 12 Februari-02 Maret 2024
TTD
NO PUKUL KEGIATAN
PEMBIMBING
1 11.00 Melakukan anamnesa pada pasien
2 11.05 Memeriksa tanda –tanda vital pasien
3 11.20 Menjelaskan pada pasien tentang
keluarga berencana
4 11.30 Memberi KIE tentang efek samping
pasca KB
5 11.35 Meberikan konseling tentang cara
mengatasi efek samping pasca KB
6 11.45 Menganjurkan pasien mengkonsumsi
daun kopi untuk atasi tekanan darah
tinggi
ASUHAN KEBIDANAN PADA KELUARGA BERENCANA
DENGAN AKSEPTOR KB SUNTIK DENGAN EVIDANCE
BASED PRACTICE KONSUMSI JUS MENTIMUN
UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH TINGGI DI
PMB BDN. HERLINDA PUSPITA SARI, S.TR.,KEB
Disusun oleh:
Nama : RUSLAH
NIM : 2315901053
Kelas : A
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
STIKES NGUDIA HUSADA MADURA
2024
LAPORAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA KELUARGA BERENCANA
DENGAN AKSEPTOR KB SUNTIK DI PMB
BDN. HERLINDA PUSPITA SARI, S.TR.,KEB
Disusun guna Memenuhi Persyaratan Ketuntasan
Stase Asuhan Kebidanan Pada Keluarga Berencana
Program Studi Pendidikan Profesi Bidan
Disusun oleh:
Nama : RUSLAH
NIM : 2315901053
Kelas : A
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
STIKES NGUDIA HUSADA MADURA
2024
HALAMAN PERSETUJUAN
LAPORAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA KELUARGA BERENCANA DENGAN
AKSEPTOR KB SUNTIK DAN EVIDANCE BASED PRACTICE
KONSUMSI JUS MENTIMUN UNTUK MENURUNKAN TEKANAN
DARAH TINGGI DI PMB BDN. HERLINDA PUSPITA SARI, S.TR.,KEB
Disusun Oleh :
NAMA : RUSLAH
NIM : 2315901053
Tanggal Pemberian Asuhan : 17 Februari 2024
Disetujui :
Pembimbing Institusi
Tanggal : 17 Februari 2024 (Alis Nur Diana, S.SiT, M.Kes)
Di : PMB Herlinda, NIDN: 0729068502
Pembimbing Kasus
Tanggal : 17 Februari 2024 (Bdn.Herlinda Puspita Sari,S.Tr.,Keb)
Di : PMB Herlinda NIP: 198406272017042008
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya
yang dilimpahkan,sehingga penyusun dapat menyelesaikan Asuhan Kebidanan
selama di Ruangan PMB Bdn.Herlinda Puspita Sari,S.Tr.Keb Penyusunan Asuhan
Kebidanan ini merupakan tugas terstruktur di Program Studi Profesi Bidan
STIKES Ngudia Husada Madura untuk memenuhi target yang telah
ditetapkan.Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak
yang telah membantu dalam penyusunan Asuhan Kebidanan ini. Penyusun
menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat dalam penyusunan
Asuhan Kebidanan ini. Untuk itu penyusun mengarapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun dari para pembaca demi peningkatan penyusunan Asuhan
Kebidanan selanjutnya.
Bangkalan, 17 Februari 2024
RUSLAH
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri
untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran
yang memang sangat diinginkan, mengatur interval kehamilan, dan
mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri
serta menentukan jumlah anak dalam keluarga. KB mempunyai peranan
dalam menurunkan resiko kematian ibu melalui pencegahan kehamilan,
melalui pendewasaan usia hamil, dan menjarangkan kehamilan atau
membatasi kehamilan bila anak dianggap sudah cukup. Setiap wanita berhak
memperoleh informasi dan mempunyai akses terhadap metode KB yang
mereka inginkan, meliputi keefektifan, keamanan, keterjangkauan, dan juga
metode-metode pengendalian kehamilan yang tidak bertentangan dengan
hukum dan perundang-undangan yang berlaku.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan permasalahan
sebagai berikut:
1. Bagaimana konsep dasar keluarga berencana?
2. Bagaimana konsep dasar KB suntik?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui konsep dasar keluarga berencana
2. Mengetahui konsep dasar KB suntik
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Dasar Kontrasepsi
2.1.1 Pengertian kontrasepsi
Kontrasepsi adalah pencegahan terbuahinya sel telur oleh sel sperma
(konsepsi) atau pencegahan menempelnya sel telur yang telah dibuahi ke
dinding rahim (Sari, 2011).
2.1.2 Cara kerja kontrasepsi
Cara kerja kontrasepsi adalah sebagai berikut:
a. Pada kontrasepsi non hormonal seperti alat kontrasepsi dalam rahim
(AKDR) yaitu tembaga dalam konsentrasi kecil yang dikeluarkan ke
dalam rongga uterus selain menimbulkan reaksi radang, juga
menghambat khasiat anhidrase karbon dan fosfatase alkali, sehingga
AKDR mengeluarkan hormon juga menebalkan lendir serviks sehingga
menghalangi pasasi sperma.
b. Pada kontrasepsi hormonal seperti pil, suntik, dan implan yaitu dengan
mempengaruhi ovulasi, perjalanan ovum, atau implantasi.
c. Ovulasi dihambat melalui pengaruh estrogen terhadap hipotalamus dan
selanjutnya menghambat FSH dan LH sehingga maturasi folikel de
graaf terganggu.
2.1.3 Jenis metode kontrasepsi
Menurut Wiknjosastro (2005) terdapat beberapa jenis metode
kontrasepsi, yaitu:
a. Kontrasepsi tanpa menggunakan alat atau obat
1) Senggama terputus
2) Pembilasan pasca senggama
3) Perpanjangan masa menyusui anak
4) Pantang berkala
b. Kontrasepsi secara mekanis untuk pria
1) Kondom
c. Kontrasepsi secara mekanis untuk wanita
1) Diafragma vaginal
2) Cervical cap
d. Kontrasepsi dengan obat spermatisida
1) Suppositorium
2) Jelly
3) Tablet busa
4) C- film
e. Kontrasepsi hormonal
1) Pil
2) Suntik
3) implan
f. Kontrasepsi dengan AKDR
g. Kontrasepsi mantap
1) Tubektomi
2) Vasektomi
2.2 Konsep Dasar Kontrasepsi suntik
2.2.1 Pengertian alat kontrasepsi suntik
Kontrasepsi suntik adalah alat kontrasepsi yang disuntikan ke
dalam tubuh dalam jangka waktu tertentu, kemudian masuk ke dalam
pembuluh darah diserap sedikit demi sedikit oleh tubuh yang berguna
untuk mencegah timbulnya kehamilan. (Hanafi, 2012)
2.2.2 Jenis alat kontrasepsi suntik
Jenis alat kontrasepsi menurut (Baziad, 2002) adalah :
1) KB Suntik 3 Bulan
KB suntik 3 bulan menggunakan Depo Medroksi Progesteron Asetat
(DMPA) yang mengandung 150 mg DMPA yang diberikan tiap 3
bulan dengan cara disuntik Intro Muskuler
2) KB suntik 1 bulan
Suntikan kombinasi mengandung hormone esterogen dan progesteron,
yang diberikan satu bulan sekali. (Baziad, 2002)
2.2.3 Efektivitas KB Suntik
Efektivitas KB suntik menurut (Saefuin, 2010) adalah :
1) KB suntik 3 bulan
Jenis kontrasepsi ini pada dasarnya mempunyai cara kerja
seperti pil. Untuk suntikan yang diberikan 3 bulan sekali, memiliki
keuntungan mengurangi resiko lupa minum pil dan dapat bekerja
efektif selama 3 bulan. Efektif bagi wanita yang tidak mempunyai
masalah penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, trombosis atau
gangguan pembekuan darah serta riwayat stroke. Tidak cocok buat
wanita perokok. Karena rokok dapat menyebabkan peyumbatan
pembuluh darah. Kontrasepsi suntik tersebut memiliki efektivitas yang
tinggi, dengan 0,3 kehamilan per 100 perempuan tiap tahun. Asal
penyuntikan dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang telah
ditentukan. (Saefudin, 2010)
2) KB suntik 1 bulan
Kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi sementara, macam-macam
suntikan tersebut telah dibuktikan sangat baik, dengan angka
kegagalan kurang dari 0,1 % per 100 wanita selama tahun
2.2.4 Cara Kerja KB Suntik
Secara umum kerja dari KB suntik progestin menurut (Hanafi,
2012) adalah sebagai berikut.
1) Mencegah ovulasi, kadar progestin tinggi sehingga menghambat
lonjakan luteinizing hormone (LH) secara efektif
2) Lendir serviks menjadi kental dan sedikit, mengalami penebalan
mukus serviks yang mengganggu penetrasi sperma. Perubahan -
perubahan siklus yang normal pada lendir serviks. Secret dari serviks
tetap dalam keadaan di bawah pengaruh progesteron hingga
menyulitkan penetrasi spermatozoa.
3) Membuat endometrium menjadi kurang layak atau baik untuk
implantasi dari ovum yang telah di buahi, yaitu mempengaruhi
perubahan-perubahan menjelang stadium sekresi, yang diperlukan
sebagai persiapan endometrium untuk memungkinkan nidasi dari
ovum yang telah di buahi.
4) Menghambat transportasi gamet dan tuba, mungkin mempengaruhi
kecepatan transpor ovum di dalam tuba fallopi atau memberikan
perubahan terhadap kecepatan transportasi ovum (telur) melalui tuba
(Hanafi, 2012)
2.2.5 Kekurangan dan Kelebihan KB Suntik
Kekurangan kontrasepsi suntikan progestin :
1) Sering ditemukan gangguan haid seperti :Siklus haid yang memendek
atau memanjang, Perdarahan yang banyak atau sedikit,
2) Ketergantungan klien terhadap pelayanan kesehatan (klien harus
kembali untuk mendapatkan suntikan ulang).
3) Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya.
4) Penambahan berat badan
5) Tidak melindungi diri dari PMS atau HIV/AIDS.
6) Terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian.
7) Terlambatnya pemulihan kesuburan bukan karena kerusakan/kelainan
pada organ genetalia melainkan karena belum habisnya pelepasan obat
suntikan.
8) Terjadinya perubahan pada lipid serum dalam penggunaan jangka
panjang.
9) Pada penggunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan
tulang (densitas).
10) Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan
pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi, sakit kepala,
nervositas, jerawat.
2.2.6 Kelebihan pada penggunaan kontrasepsi suntik
Kelebihan pada penggunaan kontrasepsi progestin :
1) Tidak mengganggu hubungan seksual.
2) Tidak mengandung estrogen, sehingga tidak berdampak serius
terhadap penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah.
3) Dapat digunakan sebagai metode jangka panjang.
4) Tidak mempengaruhi produksi ASI.
5) Klien tidak perlu menyimpan obat suntik.
6) Dapat digunakan oleh perempuan yang berusia lebih dari 35 tahun
sampai perimenopause.
7) Mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik.
8) Menurunkan kemungkinan penyakit jinak payudara.
9) Mencegah penyebab penyakit radang panggul.
10) Menurunkan krisis anemia bulan sabit (sickle cell)
2.3 Manajemen asuhan kebidanan pada keluarga berencana
A. DATA SUBJEKTIF
Identitas: berisi tentang nama pasien dan penanggung jawab pasien, umur, agama,
pendidikan, pekerjaan, suku bangsa dan alamat
1. Keluhan utama : keluhan yang dialami ibu saat ini
2. Riwayat kesehatan reproduksi
Riwayat perkawinan
Berisi riwayat perkawinan ibu seperti usia saat menikah dan lama
perniakahan
Riwayat obstetric
a. Riwayat menstruasi
Menarche : usia saat menstruasi pertama kali
Siklus mens : siklus saat menstruasi
Lama : lamanya menstruasi
Sifat : sifat darah apakah encer atau ada gumpalan
Flour albus : terjadi atau tidak
Dismenorea : terjadi atau tidak
HPHT : berisi hari pertama haid terakhir
3. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Berisi tentnag riwayat kehamilan tentang kehamilan ke berapa, riwayat
persalinan berisi tentang tanggal persalinan sebelumnya, usia kehamilan
saat perslainan sebelumnya, berat badan bayi saat lahir dan komplikasi
persalinan yang lalu, nifas yang lalu tentang riwayat laktasi
4. Riwayat kontrasepsi yang digunakan
Berisi tentang jenis kontrasepsi yang digunakan sebelumnya, lamanya,
serta tangga dimulai dan berhenti.
5. Riwayat kesehatan
a. Riwayat kesehatan dahulu
Berisi riwayat penyakit yang dimiliki ibu seperti penyakit jantung,
hipertensi, asma, DM, ginjal, batuk lama (TBC atau difteri), hepatitis,
IMS dan HIV/AIDS.
b. Riwayat kesehatan sekarang
Berisi riwayat penyakit yang dimiliki ibu saat ini seperti penyakit
jantung, hipertensi, asma, DM, ginjal, batuk lama (TBC atau difteri),
hepatitis, IMS dan HIV/AIDS.
c. Riwayat kesehatan keluarga
Berisi riwayat penyakit yang dimiliki keluarga ibu saat ini seperti
penyakit jantung, hipertensi, asma, DM, ginjal, batuk lama (TBC atau
difteri), hepatitis, IMS dan HIV/AIDS.
6. Pola kebutuhan sehari-hari
1. Nutrisi : kebiasaan makan dan minum ibu dalam sehari-hari meliputi
jumlah dan porsi makan
2. Eliminasi : berisi frekuensi BAB dan BAK ibu dalam sehari-hari
3. Aktivitas pekerjaan : kegiatan yang dilakukan ibu dalam sehari
4. Istirahat : lama jam tidur siang atau malam yang biasa ibu lakukan
5. Hygiene : kebiasaan membersihkan diri ibu dalam sehari seperti
mandi dan mengganti pakaian
7. Keadaan psiko,sosio dan spiritual : berisi tentang Tanggapan keluarga
terhadap KB, Pengetahuan tentang KB dan Kesiapan ekonomi terhadap
KB
B. DATA OBJEKTIF
1. Pemeriksaan umum
a. Keadaan umum : baik jika klien memperlihatkan respon yang baik
terhadap lingkungan dan orang lain, serta secara fisik pasien tidak
mengalami ketergantungan dalam berjalan
b. Kesadaran : composmentis jika Kesadaran penuh dengan
memberikan respon yang cukup terhadap stimulus yang diberikan.
c. TTV dalam batas normal yaitu :
TD: 110/80-120/90 mmHg
Nadi:60-100 x/menit
RR :16-24 x/menit
Suhu :36,5-37,5ºC
d. BB sebelum KB : berat badan ibu sebelum menggunakan kontrasepsi
e. BB saat ini : berat badan ibu saat ini
f. TB : Normalnya ≥145 cm
g. Lila : Normalnya ≥ 23,5 cm
2. Pemeriksaan fisik atau status present
a. Kepala : normalnya rambut hitam, kepala simetris
b. Muka : normalnya muka tidak ada odema dan cloasma
c. Mata : normalnya conjungtiva kemerahan, sklera putih
d. Hidung : normalnya hidung simetris
e. Telinga : normalnya telinga tidak keluar cairan berbau
f. Mulut : normalnya mulut simetris, gigi tidak ada caries,
lidah tidak kotor, gusi tidak bengkak
g. Leher : normalnya tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
dan kelenjar getah bening, vena jugularis eksterna tidak ada
pembesaran
h. Dada : normalnya Dada (payudara) : simetris, tidak ada
benjolan abnormal
i. Ketiak : normalnya tidak ada benjolan abnormal
j. Abdomen : normalnya Simetris, tidak ada bekas luka operasi,
tidak ada linea gravidarum, ada striae gravidarum
k. Genetalia : normalnya Vagina : (bersih, tidak ada tanda
chadwick, tidak ada kelainan, tidak ada flour albus, tidak ada odema,
tidak ada varises, tidak ada bekas luka, tidak ada infeksi,tidak ada
pembesaran kelenjar bartholini, tidak ada pembesaran kelenjar skene).
l. Ekstremitas : normalnya Tidak ada odema, tidak ada kelainan,
tidak varices, warna kuku putih, reflek patella +
m. Anus : normalnya tidak ada hemoroid
3. Pemeriksaan penunjang: pemeriksaan laboratorium yang dilakukan sesuai
dengan indikasi yang diperlukan
C. ASSESMENT
Diagnosa kebidanan : berisi diagnosa kebidanan pada keluarga berencana
D. PLAN
Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang telah
diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar telah
dipenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana rencana tersebut dapat
dianggap efektif dalam pelaksanaannya
BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA AKSEPTOR KB
SUNTIK DI PMB BDN.HERLINDAPUSPITA SARI,S.TR.,KEB
PENGKAJIAN
Tanggal : 17 Februari 2024
Waktu : 11.00 WIB
IDENTITAS
Identitas pasien Penanggung jawab
Status : Suami
1. Nama : Ny. H 1. Nama : Tn. H
2. Umur : 36 tahun 2. Umur : 37 tahun
3. Agama : Islam 3. Agama : Islam
4. Pendidikan : SMP 4. Pendidikan : SMP
5. Pekerjaan : IRT 5. Pekerjaan : Sopir
6. Suku bangsa : Madura/Indonesia 6. Suku bangsa : Madura/Indonesia
7. Alamat : Kolla 7. Alamat : Kolla
I. DATA SUBJEKTIF
1. Keluhan Utama
Ibu mengatakan ingin suntik KB 1 bulan
2. Riwayat Kesehatan Reproduksi
a. Riwayat Perkawinan
Kawin 1 kali, penikahan ke-1, umur saat menikah 25 tahun,
lamanya pernikahan 11 tahun.
b. Riwayat Menstruasi
Menarche : usia 11 tahun
Siklus menstruasi : Teratur
Lama : 7 hari
Sifat darah: encer.
Bau : amis
Flour albous : tidak
Disminorhee: ya
Banyaknya : 100 cc.
c. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang Lalu
Persalinan Nifas
Hamil Jenis Komplikasi
Tgl Perdara
ke UK persalin Penolong Ibu Bayi JK BB lahir Laktasi Komplikasi
lahir han
an
1 20/1 38 spontan Bidan Tid Tidak L 3000 Tidak Ya Tidak
2/20 ak ada
22 ada
d. Riwayat kontrasepsi yang digunakan
Jenis Mulai memakai Berhenti/ganti cara
No. kontrasepsi Tgl Oleh Tempat Keluhan Tgl Oleh Tempat Alasan
Suntik 10/1/2024 Bidan Puskesmas -
e. Riwayat kesehatan
1. Penyakit sistemik, menurun, menular yang pernah/sedang diderita
Ibu dalam keadaan sehat, tidak sedang atau pun pernah menderita
penyakit jantung, hipertensi, asma, DM, ginjal, batuk lama (TBC atau
difteri), hepatitis, IMS dan HIV/AIDS.
2. Penyakit yang pernah/ sedang diderita keluarga
Keluarga dalam keadaan sehat, tidak sedang atau pun pernah menderita
penyakit jantung, hipertensi, asma, DM, ginjal, batuk lama (TBC atau
difteri), hepatitis, IMS dan HIV/AIDS.
f. Kebutuhan Fisik
1. Nutrisi : Makan 3 kali sehari dengan porsi sedang, terdiri dari nasi,
ayam, telur, daging, jarang mengkonsumsi buah dan sayur. Minum air
putih 8-9 gelas sehari. Tidak ada pantangan/alergi makanan
2. Eliminasi: BAB 1-2 hari sekali, kadang-kadang keras, warna kuning
khas, tidak ada keluhan sakit saat BAB. BAK 5-7 kali sehari, tidak
nyeri saat berkemih.
3. Istirahat : Jarang tidur siang dan pada malam hari tidur 7-8 jam.
4. Hygiene : Mandi 2 kali sehari, gosok gigi 2 kali sehari, ganti
celanadalam 2-3 kali/hari atau setiap kali basah. Setelah BAK atau
BAB dikeringkan menggunakan tisu.
5. Keadaan Psiko, Sosio, ekonomi dan Spiritual
a. Tanggapan keluarga terhadap KB
Keluarga menyetujui ibu untuk mengikuti kontrasepsi KB suntik
b. Pengetahuan tentang KB
Ibu mengetahui tentang KB dari bidan beserta dengan keuntungan
dan kerugian yang akan di alami
c. Kesiapan ekonomi terhadap KB
Ibu memiliki cukup uang untuk mengikuti kontrasepsi KB suntik
II. DATA OBJEKTIF
1. Pemeriksaan Umum
a. Keadaanumum : Baik
Kesadaran : Composmentis
b. Tanda – Tanda Vital
Tekanan Darah : 140/90 mmhg RR : 22 x/menit
Suhu : 36,50C Nadi : 78 x/menit
c. Berat Badan:
Sebelum KB 47 kg, kunjungan lalu 53 kg, kunjungan ini 53 kg.
Tinggi badan 152 cm
d. IMT = 21,6
2. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala : rambut hitam, muka tidak ada odema dan cloasma, sklera
putih, conjungtiva kemerahan, hidung simetris, mulut simetris, gigi
tidak ada caries, lidah tidak kotor, gusi tidak bengkak, telinga tidak
keluar cairan berbau)
b. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar getah
bening, vena jugularis eksterna tidak ada pembesaran
c. Dada (payudara) : simetris, tidak ada benjolan abnormal
d. Abdomen
1) Inspeksi
Simetris, tidak ada bekas luka operasi, tidak ada linea
gravidarum, ada striae gravidarum
2) Palpasi
Tidak teraba benjolan abnormal
3) Auskultasi:
Bising usus normal
e. Ekstremitas
Tidak ada odema, tidak ada kelainan, tidak varices, warna kuku
putih, reflek patella +
f. Genetalia eksterna dan anus
Vagina : tidak terkaji
3. Pemeriksaan laboratorium : tidak dilakukan
III.ANALISIS DATA
Ny. H dengan akseptor KB suntik 1 bulan
IV. PENATALAKSANAAN
Tanggal : 17 Februari 2024
1. Memberitahu ibu tentang kondisi ibu tekanan darah 140/90 mmHg, ibu
mengerti
2. Memberitahu ibu tentang keuntungan dan kerugian dari kb suntik 1
bulan, ibu mengerti
3. Menyiapkan alat KB suntik 1 bulan dan kapas alkohol, Sudah
dilakukan
4. Memberikan ibu injeksi KB suntik 1 bulan, sudah dilakukan
5. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi jus mentimun untuk
menurunkan tekanan darah tinggi, ibu bersedia
6. Menganjurkan ibu kembali tanggal 14-03-2024 atau jika ada keluhan,
ibu bersedia
Di Praktekkan,17 Februari 2024
RUSLAH
Mengetahui
Pembimbing Akademik Pembimbing Praktik
Alis Nur Diana, S.SiT.,M.Kes Bdn.Herlinda Puspita Sari,S.TR.,Keb
DOKUMENTASI
BAB IV
PEMBAHASAN
Kontrasepsi adalah upaya mencegah kehamilan yang bersifat sementara
ataupun menetap. Kontrasepsi dapat dilakukan tanpa menggunakan alat atau
dengan alat dan bisa dengan operasi. Penggunaan kontrasepsi dapat dijadikan
salah satu alat untuk menekan jumlah penduduk serta meningkatkan kesehatan ibu
dan anak. Saat ini banyak tersedia metode atau alat kontrasepsi baik itu
kontrasepsi hormonal maupun non hormonal. Semua metode kontrasepsi
mempunyai efek samping yang harus diketahui oleh akseptor sebelum
memakainya. Dengan adanya bermacam-macam jenis alat kontrasepsi yang ada,
sehingga seorang ibu harus menentukan pilihan kontrasepsi yang dianggap sesuai.
Kontrasepsi hormonal jenis KB suntikan ini di Indonesia semakin banyak dipakai
karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relatif murah
dan aman. Calon akseptor KB suntik sebaiknya perlu diberikan penjelasan,
tentang keuntungan dan kerugian kontrasepsi suntikan. Apabila akseptor kb suntk
mengalami tekanan darah tinggi, akseptor dapat mengkonsumsi jus mentimun
untuk mengurangi tekanan darah tinggi. Menurut penelitian dari
(Christine,Ivana,Martini 2021) bahawa kandungan mentimun mampu membantu
menurunkan tekanan darah, karena mentimun mengandung kalium, magnesium
dan fosfor yang efektif mengobati hipertensi, mentimun yang bersifat diuretic
karena kandungan airnya yang tinggi sehingga membantu menurunkan tekanan
darah tinggi.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Selama pelaksanaan asuhan kebidanan pada Ny.“S” dengan kb suntik 1
bulan. Dalam melaksanakan asuhan kebidanan ini pasien mempunyai
pengaruh terhadap palaksanaan asuhan ke bidan antara lain :
1. Ibu pasien memberikan kepercayaan kepada petugas
2. Keterbukaan ibu pasien dalam mengungkapkan masalah kepada
petugas
5.2 Saran
a. Untuk Tenaga Kesehatan
1. Menggunakan komunikasi dengan tepat dan jelas
2. Menunjukkan sikap bersedia mau membantu pasien
3. Memberikan motivasi atau dukungan
b. Untuk ibu pasien
1. Hendaknya ibu mencari tahu tentang apa saja efek samping
penggunakan kontrasepsi suntik 1 bulan.
2. Hendaknya mau kontrol ke Bidan setelah 1 minggu lagi atau jika
ada keluhan
DAFTAR PUSTAKA
Manuaba, IAC, Manuaba, IBGF, & Manuaba, IBG. (2010). Ilmu Kebidanan,
Penyakit Kandungan Dan KB Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.
Saifuddin, AB, Affandi, B, Baharuddin, M, & Soekir, S. (2006). Buku
Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo.
Wijoyo, Y. (2010). Alat Kontrasepsi Pengetahuan Praktis. Jakarta: Univ. Sanata
Dharma.
Wiknjosastro, H, Saifuddin, AB, & Rachimhadhi, T. (2005). Ilmu Kandungan.
Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
LEMBAR BIMBINGAN
NAMA : RUSLAH
NIM : 2315901053
RUANGAN : PMB
PKM/ RS : PMB Bdn.Herlinda Puspita Sari,S.Tr.,Keb
NO HARI/TANGGAL NAMA MASUKAN TTD
PEMBIMBING PEMBIMBING
JURNAL REFLEKSI KRITIS
PEMBELAJARAN PRAKTIK KEBIDANAN KELUARGA
BERENCANA
Disusun oleh:
RUSLAH
2315901053
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
STIKES NGUDIA HUSADA MADURA
2024
JURNAL REFLEKSI KRITIS
PEMBELAJARAN PRAKTIK KEBIDANAN KELUARGA
BERENCANA
Nama Mahasiswa : RUSLAH
NIM : 2315901053
Periode :1
Pembimbing Prodi : Alis Nur Diana,S.SiT.,M.Kes
A. Harapan akan Proses Pembelajaran Klinik
Kenapa saya mempelajari materi ini ?
Dengan adanya jurnal ini saya mengetahui tentang efek samping apa saja yang
terjadi pasca pemakaian kontrasepsi suntik 1 bulan
Apa yang saya siapkan dalam mempelajari topik ini?
Menyiapkan referensi lain tentang materi yang berkaitan dengan jurnal yang saya
baca
Apa yang saya harapkan dalam mempelajari topik ini ?
Saya berharap dengan adanya jurnal ini saya bisa menambah pengetahuan tentang
bagaimana rebusan daun kopi dapat mengatasi tekanan darah tinggi pada akseptor
KB suntik 1 bulan
Apa yang perlu saya perhatikan dalam mempelajari topik ini ?
Bagaimana perencanaannya?
- Bagaimana mengenali tekanan darah tinggi pada akseptor KB suntik 1 bulan
- Menambah pengetahuan ibu tentang bagaimana mengenali tekanan darah tinggi
pada akseptor KB suntik 1 bulan
B. Refleksi Kritis dari Materi yang Dipelajari
Sebutkan Learning outcome yang tertera pada panduan:
Memberikan asuhan kebidanan pada akseptor KB suntik 1 bulan
Bagi saya, satu hal yang paling penting dalam learning outcome tersebut adalah:
Dapat menambah pengetahuan ibu tentang pentingnya mengetahui bagaimana
tekanan darah tinggi yang biasa terjadi pasca pemakaian KB suntik 1 bulan
Saya mengidentifikasi sumber informasi menarik dalam topik pembelajaran ini
adalah:
Jus mentimun dapat mengatasi tekanan darah tinggi pada akseptor kb suntik 1
bulan
Learning outcome yang paling saya butuhkan untuk terus saya kerjakan adalah :
Pemberian edukasi pada akseptor KB sangat penting dilakukan untuk menambah
pengetahuan ibu tentang bagaimana mengenali darah tinggi ada akseptor kb suntik
Metode penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus
Saya akan mengembangkan pembelajaran saya di bidang ini melalui :
Studi kasus ditempat pembelajaran klinik.
Selama pembelajaran klinik, masalah-masalah yang menghalangi proses
pembelajaran saya adalah:
Menurut ibu tekanan darah tinggi tidak usah diturunkan selama tidak ada keluhan
Masalah-masalah yang saya temui selama proses pembelajaran klinik pada topik
ini adalah, dan Saya berencana untuk membahasnya melalui:
Dengan adanya masalah diatas saya akan berusaha untuk memberikan edukasi
pada ibu tentang bagaimana mengatasi darah tinggi pada akseptor KB suntik 1
bulan
A. Refleksi Kritis pada Pembelajaran melalui Literatur dengan menggunakan
Lembar Kerja EBM (Evidence Based Medicine) Terapi
1. Apakah hasil penelitian valid?
Apakah pasien pada penelitian Ya
dirandomisasi?
Apakah cara melakukan randomisasi Ya
dirahasiakan?
Apakah follow-up kepada pasien cukup Ya
panjang dan lengkap?
Apakah pasien dianalisis di dalam grup Ya
di mana mereka dirandomisasi?
Apakah pasien, klinisi, dan peneliti Ya
blind terhadap terapi?
Apakah grup pasien diperlakukan Ya
sama, selain dari terapi yang
diberikan?
Apakah karakteristik grup pasien sama Tidak
pada awal penelitian, selain dari terapi
yang diberikan?
2. Apakah hasil penelitian penting?
Seberapa penting hasil penelitian ini? Sangat penting
Seberapa tepat estimasi dari efek terapi? Cukup tepat
Relative Risk Absolute Risk Number
Reduction (RRR) Reduction Needed to
(ARR) Treat (NNT)
CER EER CER-EER/ CER CER-EER 1/ARR
95% CI
95% CI = +/- 1,96 √[CER x (1-CER)/ #pasien kontrol + EER x (1-EER)/ # pasien
eksperimen]
3. Apakah hasil penelitian yang valid dan penting tersebut applicable (dapat
diterapkan) dalam praktek sehari-hari?
Apakah hasilnya dapat diterapkan kepada pasien kita?
Apakah karakteristik pasien kita sangat Tidak
berbeda dibandingkan pasien pada
penelitian sehingga hasilnya tidak dapat
diterapkan?
Apakah hasilnya mungkin dikerjakan di Ya
tempat kerja kita?
Apa kemungkinan benefit dan harm dari terapi tersebut?
Metode I: f Risiko terhadap pasien kita, relatif
terhadap pasien pada penelitian
Diekspresikan dalam bentuk desimal:
0,5
NNT/f = 2/0,5 = 4
(NNT bagi pasien kita)
Metode II: 1/ (PEERxRRR) PEER (patient’s expected event rate)
adalah event rate dari pasien kita bila
mereka menerima kontrol pada
penelitian tersebut = 0,5
1/ (PEERxRRR) = 1/ 0,5= 2
(NNT bagi pasien kita)
Apakah value dan preferensi pasien dipenuhi dengan terapi ini?
Apakah kita dan pasien kita Ya
mempunyai penilaian yang jelas dan
tepat akan value dan preferensi pasien
kita?
Apakah value dan preferensi pasien kita Ya
dipenuhi dengan terapi yang akan kita
berikan?
f adalah faktor dorongan. f merupakan perkiraan berapa tinggi atau rendahnya
risiko kematian pasien kita dibandingkan pasien pada penelitian. Bila pasien kita
kemungkinan meninggalnya 2 kali lebih besar dibandingkan pasien pada
penelitian, maka besar f adalah 2. Bila pasien kita kemungkinan meninggalnya 2
kali lebih kecil dibandingkan pasien pada penelitian, maka besar f adalah 0,5.
B. Evaluasi Pembelajaran
Topik: Jus mentimun atasi darah tinggi Tanggal: 17 Februari 2024
Jenis pemeriksaan, dan lingkup tindakan/asuhan :
Asuhan kebidanan diberikan pada akseptor KB suntik 1 bulan
Informasi/ keterampilan yang baru bagi saya
Jus mentimun dapat mengatasi darah tinggi pada akseptor kb suntik 1 bulan
Bagaimana hal ini bisa berguna ?
Daun kopi memiliki kandungan senyaawa yang dapat menurunkan tekanan darah
tinggi pada akseptor kb suntik
Sesi pembelajaran ini membuat saya berfikir tentang:
Bagaimana jus mentimun dapat mengatasi darah tinggi pada akseptor kb suntik 1
bulan
Kontribusi saya dalam pembelajaran ini adalah:
Saya akan memberikan edukasi kepada ibu tentang pentingnya mengkonsumsi jus
mentimun untuk mengatasi darah tinggi pada akseptor kb suntik 1 bulan
Pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi
Bagaimana cara mengatasi darah tinggi pada akseptor kb suntik 1 bulan
Tindak lanjut yang akan saya lakukan adalah
Memberikan penyuluhan kepada ibu tentang bagaimana mengatasi darah tinggi
pada akseptor kb suntik 1 bulan.