NAMA : AINUN MARDHIYAH
NIM : 047868066
MATAKULIAH : PENGANTAR ILMU EKONOMI
TUGAS :2
SOAL
1. A. Apakah yang dimaksud dengan Holding Company?
B. Menurut Anda, seberapa efektifkah upaya yang dilakukan pemerintah melalui
pembentukan Holding Company dalam upaya memaksimalkan efisiensi dan efektivitas
produktifitas atas keberadaan BUMN? Jelaskan mengapa demikian.
2. A. Bagaimanakah peran dan kedudukan BUMN dalam Sistem Perekonomian Indonesia sesuai
yang tercantum dalam PP No 3 Tahun 1983 maupun yang dijelaskan dalam penjabaran
Demokrasi Ekonomi oleh Ikatan Ekonomi Indonesia (ISEI) ?
B. Menurut Sdr, bagaimana langkah pemerintah untuk mengatur dan mengoptimalkan
peran dan kedudukan BUMN dalam perekonomian Indonesia sehingga terjadi
keselarasan, keserasian dan saling berkesinambungan diantara semua pihak pelaku
ekonomi?
3. Dalam kondisi pandemi COVID-19 menurut Anda strategi apa yang paling tepat diambil oleh
pemerintah untuk memperbaiki kinerja perusahaan BUMN agar perannya dalam memberikan
kontribusi bagi perkembangan perekonomian negara pada umumnya dan penerimaan negara
pada khususnya kembali positif? Jelaskan mengapa demikian!
JAWABAN
1. a. Holding Company adalah perusahaan yang memiliki saham mayoritas di beberapa
perusahaan lain. Tujuan utamanya adalah untuk mengendalikan perusahaan-
perusahaan tersebut dan mendapatkan keuntungan dari kepemilikan saham tersebut.
Dengan memiliki saham mayoritas, Holding Company dapat mempengaruhi
keputusan manajemen dan strategi perusahaan-perusahaan tersebut.
b. Efektivitas upaya pemerintah dalam memaksimalkan efisiensi dan efektivitas
produktivitas BUMN melalui pembentukan Holding Company sangat bergantung pada
banyak faktor. Jika manajemen dan strategi yang tepat diterapkan, maka
pembentukan Holding Company dapat menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas BUMN. Namun, jika tidak, maka upaya tersebut mungkin tidak
akan efektif. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa
manajemen dan strategi yang tepat diterapkan dalam pembentukan Holding
Company.
2. a. Berdasarkan PP No 3 Tahun 1983 dan penjabaran Demokrasi Ekonomi oleh Ikatan
Ekonomi Indonesia (ISEI), BUMN memiliki peran dan kedudukan yang sangat penting
dalam sistem perekonomian Indonesia. BUMN berperan sebagai produsen barang
dan/atau jasa yang diperlukan oleh masyarakat untuk mencapai kemakmuran. Selain
itu, BUMN juga berperan sebagai pemimpin pemikiran dan pionir di bidang-bidang
bisnis yang belum tersentuh oleh sektor swasta. Dengan demikian, BUMN memiliki
peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan
nasional.
b. Untuk mengatur dan mengoptimalkan peran dan kedudukan BUMN dalam
perekonomian Indonesia, pemerintah dapat melakukan beberapa langkah. Pertama,
pemerintah dapat mengalokasikan dana investasi kepada BUMN yang terkena
dampak ekonomi, seperti melalui program PEN Investasi Pemerintah atau IP PEN.
Langkah ini bertujuan untuk memperkuat modal BUMN dan meningkatkan kapasitas
produksi dan layanan mereka. Kedua, pemerintah juga perlu melakukan pengawasan
dan evaluasi terhadap kinerja BUMN secara berkala untuk memastikan bahwa BUMN
beroperasi secara efisien dan efektif. Ketiga, pemerintah perlu mendorong kerjasama
antara BUMN dan sektor swasta serta koperasi, untuk menciptakan sinergi dan saling
melengkapi dalam mewujudkan demokrasi ekonomi. Keempat, pemerintah perlu
melakukan reformasi manajemen dan tata kelola BUMN untuk meningkatkan
transparansi, akuntabilitas, dan kinerja BUMN.
3. 1. Strategi Pemulihan Ekonomi: Pemerintah dapat menerapkan strategi pemulihan
ekonomi yang komprehensif, termasuk peningkatan investasi infrastruktur, dukungan
kepada sektor-sektor yang terdampak, dan program stimulasi ekonomi. Ini akan
membantu BUMN untuk pulih dari dampak pandemi dan meningkatkan kinerja
mereka.
2. Diversifikasi Bisnis: BUMN perlu diversifikasi bisnis mereka untuk mengurangi risiko
dan meningkatkan keberlanjutan. Mereka dapat memperluas bisnis mereka ke sektor-
sektor baru yang berkaitan dengan tren dan kebutuhan pasar.
3. Efisiensi Operasional: Penerapan teknologi dan otomatisasi dalam operasional
BUMN dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya produksi. Ini akan
membantu BUMN untuk tetap bersaing di pasar global.
4. Peningkatan Kapitalisasi: Pemerintah dapat melakukan peningkatan kapitalisasi
BUMN melalui investasi tambahan atau penyertaan modal ventura. Ini akan
memberikan sumber daya tambahan bagi BUMN untuk pertumbuhan dan ekspansi.
5. Kerjasama Internasional: BUMN perlu menjalin kerjasama dengan perusahaan
internasional untuk akses pasar global, pengetahuan teknologi, dan sumber daya
lainnya. Ini akan membantu BUMN untuk tumbuh secara signifikan dan meningkatkan
kontribusi mereka terhadap perekonomian negara.
Referensi:
World Bank (2021). Indonesia Economic Update: June 2021. Asian Development Bank
(2020). COVID-19 Crisis Response and Recovery in Indonesia. McKinsey & Company
(2020). Indonesia's economic recovery from COVID-19: A new growth strategy for the
post-pandemic era. International Monetary Fund (2021). World Economic Outlook
Update - January 2021. United Nations Economic and Social Commission for Asia and
the Pacific (2020). Socio-economic impacts of COVID-19 on Asia-Pacific countries and
ways forward to recovery.