0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
223 tayangan18 halaman

RPL Bidang Karir

Dokumen ini membahas tentang rencana pelaksanaan layanan bimbingan klasikal mengenai pentingnya perencanaan karir. Rencana ini mencakup tujuan, sasaran, materi, metode, dan evaluasi layanan bimbingan klasikal tersebut.

Diunggah oleh

Nurul Habibah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
223 tayangan18 halaman

RPL Bidang Karir

Dokumen ini membahas tentang rencana pelaksanaan layanan bimbingan klasikal mengenai pentingnya perencanaan karir. Rencana ini mencakup tujuan, sasaran, materi, metode, dan evaluasi layanan bimbingan klasikal tersebut.

Diunggah oleh

Nurul Habibah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)

BIMBINGAN KLASIKAL

“Pentingnya Perencanaan Karir”

DISUSUN OLEH:

NURUL HABIBAH

(220404501003)

DOSEN PENGAMPU:

Drs. Muhammad Anas, M.Si, Akhmad Harum S.Pd, M.Pd

Qawwiyan Fitri S.Pd, M.Pd

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING

JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2023
RASIONAL
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)

BIMBINGAN KLASIKAL

Komponen Layanan Dasar


Bidang Layanan Karir
Topik / Tema Layanan Pentingnya Perencanaan Karir
Fungsi Layanan Pemahaman
Tujuan umum Peserta didik/konseli dapat memahami arti pentingnya perencanaan
karir dalam perjalanan karir di masa depan.
Tujuan Khusus 1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian karir dan
perencanaan karir
2. Peseta didik/konseli dapat memahami tujuan perencanaan
karir
3. Peserta didik/konseli dapat memahami manfaat perencanaan
karir
Sasaran Layanan Kelas X A
Materi Layanan 1. Pengertian karir dan perencanaan karir
2. Tujuan perencanaan karir
3. Manfaat perencanaan karir
Waktu 2 kali pertemuan x 45 menit
Metode / Teknik Ceramah, Curah pendapat, dan Tanya jawab
Media / Alat LCD, Power Point
A. Pelaksanaan
1. Tahap Awal / Pendahuluan
a. Pernyataan tujuan 1. Guru BK / konselor membuka dengan salam dan
berdoa
2. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice
breaking)
3. Menyampaikan tujuan-tujuan khusus yang akan
dicapai
b. Penjelasan tentang 1. Memberikan langkah-langkah kegiatan, tugas
langkah-langkah kegiatan dan tanggung jawab peserta didik
2. Kontrak layanan (kesepakatan layanan), hari ini
kita akan melakukan kegiatan selama 1 jam
pelayanan, kita sepakat akan melakukan dengan
baik
c. Mengakhiri kegiatan Guru BK / Konselor memberikan penjelasan tentang
(konsolidasi) topik yang akan dibicarakan
d. Tahap peralihan (transisi) Guru BK / Konselor menanyakan kesiapan peserta didik
melaksanakan kegiatan, dan memulai ke tahap inti
2. Tahap Inti
1. Kegiatan peserta didik 1. Mengamati tayangan slide PPT (tulisan, gambar,
video)
2. Melakukan Brainstorming / curah pendapat
3. Mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
4. Setiap kelompok mempresentasikan tugasnya
kemudian kelompok lain menanggapinya, dan
seterusnya bergantian sampai selesai
2. Kegiatan Guru BK / 1. Menayangkan media slide powre point yang
Konselor berhubungan dengan materi
2. Mengajak peserta didik untuk
brainstorming/curah pendapat
3. Membagi kelas menjadi beberapa kelompok (6
kelompok)
4. Memberi tugas (untuk diskusi kelompok)
5. Menjelaskan cara mengerjakan tugas
6. Mengevaluasi hasil diskusi peserta didk
7. Membuat catatan-catatan observasi selama proses
layanan
3. Tahap Penutup 1. Peserta didik menyimpulkan hasil kegiatan
2. Peserta didik merefleksi kegiatan dengan
mengungkapkan kemanfaatan dan kebermaknaan
kegiatan secara lisan
3. Guru BK memberi penguatan dan rencana tindak
lanjut
4. Guru BK menutup kegiatan layanan dengan
mengajak peserta didik bersyukur / berdoa dan
mengakhiri dengan salam
B. Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi:
1. Melakukan refleksi hasil, setiap peserta didik
menuliskan di kertas yang sudah disiapkan
2. Mengamati sikap atau antusias peserta didik
dalam mengikuti kegiatan
3. Mengamati cara peserta didik dalam
meyampaikan pendapat atau bertanya
4. Mengamati cara peserta didik dalam memberikan
penjelasan terhadap pertanyaan guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi dengan instrumen yang sudah disiapkan, antara
lain:
1. Evaluasi tentang suasana pertemuan dengan
instrumen: menyenangkan / kurang
menyenangkan / tidak menyenangkan
2. Evaluasi terhadap topik yang dibahas: sangat
penting / kurang penting / tidak penting
3. Evaluasi terhadap cara Guru BK dalam
menyampaikan materi: mudah dipahami/ tidak
mudah / sulit dipahami
4. Evaluasi terhadap kegiatan yang diikuti: menarik
/ kurang menarik / tidak menarik untuk diikuti
LAMPIRAN-LAMPIRAN:

1. Lampiran Materi RPL


2. Lampiran Media Layanan
3. Lampiran Evaluasi Proses
4. Lampiran LKPD
5. Lampiran Evaluasi Hasil
6. Daftar Pustaka
Lampiran 1. Materi RPL

Strategi Perencanaan Karir

a. Pengertian Karir
Surya (1987, dalam Budiman 2004) menyatakan bahwa karir dapat diperoleh
melalui pekerjaan (job) seperti tukang jahit; hobi seperti pebulutangkis; profesi seperti
dokter atau guru; dan dapat diperoleh melalui peran hidup seperti pemimpin masyarakat.
Menurutnya, bekerja sebagai apapun yang terpenting ditandai oleh adanya keberhasilan
dan kemakmuran personal dan financial, maka apa yang individu kerjakan dapat disebut
sebagai karir.
Menurut Healy (1982) karir dapat terjadi pada sepanjang seseorag yang mencakup
sebelum bekerja (preoccupational), selama bekerja (occupational), dan akhir atau seusai
bekerja bekerja (postoccupational). Lebih lanjut ia menjelaskan posisi preoccupational
merupakan posisi yang sangat penting dalam perjalanan karir seseorang, sebab posisi ini
dapat menjadi awal menuju kesuksesan karir. Artinya, jika pada posisi ini individu
mengalami kegamangan karir, maka ia cenderung mengalami masalah dalam menjalani
karirnya. Posisi preoccupational yang dimaksud dimulai dari orientasi karir, pengambilan
keputusan karir yang diwujudkan dengan adanya pilihan pekerjaan tertentu dan memulai
karir dalam bidang pekerjaan tertentu (Healy, 1982).
Berdasarkan uraian-uraian tadi, maka sesuatu disebut karir jika mengimplikasi
adanya:
1) Pendidikan yang diwujudkan dengan keahlian tertentu
2) Keberhasilan
3) Dedikasi atau komitmen
4) Kebermaknaan personal dan financial

Karir terentang sejak sebelum bekerja, ketika bekerja, dan masa-masa


mengakhiri pekerjaan.Karir dapat dipersiapkan sepanjang kehidupan
seseorang (Budiman, 2004).

b. Pengertian Perencanaan Karir


Perencanaan karir adalah aspek penting yang perlu dimiliki oleh siswa dalam
menentukan studi lanjut yang sesuai dengan bakat dan minat siswa. Mathis (2006:343)
mendefinisikan perencanaan karir adalah perencanaan yang fokus pada pekerjaan dan
pengidentifikasian jalan karir yang memberikan kemajuan yang logis atas orang- orang
diantara pekerjaan dalam organisasi. Supriatna (2009:49) mengatakan perencanaan
kariradalah aktivitas peserta didik yang mengarah pada keputusan karir masa depan.
Berry (1997) seorangkonsultan karir mengatakan bahwa merencanakan karir itu
bagaikan seseorang melihat melalui telescope, melihatsesuatu yang jauh kemudian
berusaha meneropongnya dan mengendalikannya untuk terlihat lebih dekat.
Jadiperencanaan karir dapat dikatakan sebagai suatu kemampuan untuk melihat masa
depan, memvisualisasikannyasedemikian rupa untuk menetapkan apa yang kita inginkan
dan ingin kita capai dimasa depan. Perencanaan karir menurut Person dalam Winkel dan
Hastuti (2006:407) suatu cara untuk membantu siswa dalam memilih suatu bidang karir
yang sesuai dengan potensi mereka, sehingga dapat cukup berhasil dalam pekerjaannya.
Simamora (2011:504) mengemukakan bahwa perencanaan karier (career
planning) adalah suatu proses dimana individu dapat mengidentifikasi dan mengambil
langkah-langkah untuk mencapai tujuan- tujuan karir. Perencanaan karir melibatkan
pengidentifikasian tujuan- tujuan yang berkaitan dengan karir dan penyusunan rencana-
rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam proses perencanaan karir individu akan
memperoleh pengetahuan tentang potensi yang ada pada diri yang meliputi keterampilan,
minat, pengetahuan, motivasi, dan karakteristik yang digunakan sebagai dasar dalam
pemilihan karir yang kemudian dilanjutkan dengan menentukan tahapan untuk bisa
mencapai karir yang sudah dipilih.
Diteruskan pula oleh Imamora (2011:504) bahwa, perencanaan karier merupakan
proses untuk, menyadari diri sendiri terhadap peluang-peluang, kesempatan-kesempatan,
kendala-kendala, pilihan-pilihan, dan konsekuensi-konsekuensi, mengidentifikasi tujuan-
tujuan yang berkaitan dengan karier, dan penyusunan program kerja, pendidikan, dan yang
berhubungan dengan pengalaman-pengalaman yang bersifat pengembangan guna
menyediakan arah, waktu, dan urutan langkah-langkah yang diambil untuk meraih tujuan
karier.
Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perencanaan karir
merupakan suatu proses pemilihan sasaran karir serta cara atau tahapan untuk mencapai
sasaran karir tersebut yang didasarkan atas potensi yang dimiliki. Sasaran karir yang dipilih
merupakan pilihan siswa itu sendiri. Proses pemilihan sasaran karir harus
mempertimbangkan potensi yang ada pada diri sendiri. Potensi yang dimaksud meliputi
bakat, minat, kepribadian, kemampuan dalam diri siswa sendiri. Setelah siswa mampu
menentukan sasaran karir kemudian dapat ditentukan cara-cara yang harus dilalui untuk
meraih karir yang telah dipilih.
c. Tujuan Perencanaan Karir
Adapun tujuan perencanaan karir menurut Simamora (2011: 505):
1) Menyadari diri sendiri terhadap peluang-peluang, kesempatan-
kesempatan, kendala-kendala, pilihan-pilihan dan konsekuensi-
konsekuensi
2) Mengidentifikasi tujuan-tujuan yang berkaitan dengan karir
3) Menyusun program kerja, pendidikan dan yang berhubungan dengan
pengalaman-pengalaman yang bersifat pengembangan guna menyediakan
arah, waktu dan urutan langkah-langkah yang diambil untuk meraih tujuan
karir.

Berdasarkan pendapat Simamora terkait dengan tujuan perencanaan karir, dapat


dijelaskan bahwa tujuan perencanaan karir adalah untuk menyadari terhadap adanya
peluang, kesempatan, serta kendala dan pilihan, dan juga mengidentifikasi tujuan-tujuan
yang berkaitan dengan karir, peyusunan program kerja, pendidikan dan pengalaman yang
berifat pengambangan dalam rangka meraih tujuan karir.

Tujuan pentingnya perencanaan karir menurut Dillard, 1985 (dalam Sofwan,


2015:48) adalah sebagai berikut:

1) Memperoleh kesadaran dan pemahaman diri (acquiring self awarness and


understanding)
2) Mencapai kepuasan pribadi (attaining personal satisfications)
3) Mempersiapkan diri untuk memperoleh penempatan dan penghasilan yang
sesuai (preparing for adequate placement)
4) Efisiensi usaha dan penggunaan waktu (efficiently using time and effort)
d. Manfaat Perencanaan Karir
Dillard, 1985 (dalam Sinta, 2010:53) mengungkapkan beberapa manfaat yang
diperoleh siswa jika mampu merencanakan karirnya adalah sebagai berikut:
1) Pengetahuan dan pemahaman tentang diri sendiri akan lebih meningkat
2) Mengetahui berbagai macam dunia karir
3) Cakap untuk membuat keputusan secara efektif
4) Memperoleh informasi yang terarah mengenai karir yang tersedia
5) Cakap memanfaatkan kesempatan karir yang sesuai dengan
kemampuannya

Adanya manfaat dari adanya perencanaan karir yaitu:

1) Pengetahuan dan pemahaman diri sendiri akan meningkat


2) Lebih tangap akan saat dihadapkan pada persoalan sehingga adanya
keputusan yang efektif
3) Memperoleh informasi akan karir yang lebih terarah
4) Tanggap dalam memanfaatkan kapasitas yang ada sesuai dengan
kemampuannya
5) Membuat keragaman dalam dunia kerja pada angkatan kerja yang dimiliki
Lampiran 2. Media Layanan

“Pentingnya Perencanaan Karir”


Lampiran 3. Evaluasi Proses

EVALUASI PROSES

PEDOMAN OBSERVASI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL

A. Identitas
Kelas : XA
Topik Layanan : Pentingnya Perencanaan Karir
Tanggal Layanan : 9 November 2023
B. Bentuk Pengisian
1) Beri tanda centang ( √ ) pada kolom skor sesuai dengan hasil penilaian anda
2) Kolom skor angka 1 = Kurang Baik , 2 = Cukup baik , 3= Baik, 4= Sangat Baik

No. Pertanyaan SKOR


1 2 3 4
1. Peserta didik aktif bertanya dan
menjawab pertanyaan selama
mengikuti layanan bimbingan
klasikal dengan topik “ Pentingnya
Perencanaan Karir”
2. Peserta didik memahami apa saja
yang telah diberikan pada topik
“Pentingnya Perencanaan karir”
3. Peserta didik dapat bekerja sama
dengan teman kelompoknya saat
sesi diskusi dimulai
4. Layanan bimbingan klasikal yang
diberikan sesuai dengan waktu yang
ditentukan
JUMLAH
SKOR
Keterangan:

Skor minimal yang dicapai adalah 1 x 6 = 6, dan skor maksimal adalah 4 x 6 = 24 kategori hasil

a. Sangat baik : 21-24


b. Baik : 17-20
c. Cukup : 13-16
d. Kurang : >6
Lampiran 4. LKPD

“PENTINGNYA PERENCANAAN KARIR”


Lampiran 5. Evaluasi Hasil

PENILAIAN HASIL

ANGKET LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL

A. Identitas
Nama
Kelas / No. Absen
Hari / Tanggal
Topik Layanan
B. Petunjuk Pekerjaan:
1) Beri tanda centang (√) pada kolom skor sesuai dengan hasil penilaian Anda.
2) Pernyataan nomor 1-7 diisi sesuai dengan kondisi diri setelah mengikuti layanan.

Kategori Skor:

Skor 4 : Sangat Baik


Skor 3 : Baik
Skor 2 : Cukup Baik
Skor 1 : Kurang Baik
No. Pertanyaan SKOR
1 2 3 4
1. Saya memahami dengan baik tujuan yang
diharapkan dari materi yang disampaikan
2. Saya memperoleh banyak pengetahuan dan
informasi dari materi yang disampaikan
3. Saya menyadari pentingnya bersikap sesuai
dengan materi yang disampaikan
4. Saya meyakini diri akan lebih baik, apabila
bersikap sesuai dengan materi yang
disampaikan
5. Saya dapat mengembangkan perilaku yang
lebih positif setelah mendapatkan materi
6. Saya dapat mengubah perilaku sehingga
kehidupan saya menjadi lebih baik dan
teratur
Total skor
DAFTAR PUSTAKA

Atmaja, Twi Tandar, ‘Upaya Meningkatkan Perencanaan Karir Siswa Melalui Bimbingan Karir
Dengan Penggunaan Media Modul’, PSIKOPEDAGOGIA Jurnal Bimbingan Dan
Konseling, 3.2 (2014), 57 <https://doi.org/10.12928/psikopedagogia.v3i2.4466>

Fathonah, Nurhani, ‘Penggunaan Metode Genogram Untuk Meningkatkan Kemampuan


Perencanaan Karir’, Prophetic : Professional, Empathy and Islamic Counseling Journal, 2.2
(2019), 279 <https://doi.org/10.24235/prophetic.v2i2.5814>

Komara, Indra Bangkit, ‘Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Prestasi Belajar Dan
Perencanaan Karir Siswa SMP’, PSIKOPEDAGOGIA Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 5.1
(2016), 33 <https://doi.org/10.12928/psikopedagogia.v5i1.4474>

Massie, Renaldy, ‘Pengaruh Perencanaan Karir, Pelatihan Dan Pengembangan Karir Terhadap
Kinerja Pegawai Pada Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara’, Jurnal Berkala Ilmiah
Efisiensi, 15.5 (2015), 635–45

Ozora, D., Suharti, L., & Sirine, H., ‘Potret Perencanaan Karir Pada Mahasiswa’, Jurnal Unisbank,
1.180 (2016), 623–32
<https://www.unisbank.ac.id/ojs/index.php/sendi_u/article/view/4250>

Rai, Ni Gusti Made, Eka Dian Savitri, and Aurelius Ratu, ‘Pengembangan Layanan Pusat Karir
Sebagai Strategi Membentuk Karakter Yang Tangguh Dalam Membangun Perencanaan Karir
Mahasiswa Di Era Revolusi Industry 4.0.’, IPTEK Journal of Proceedings Series, 0.5 (2018),
139 <https://doi.org/10.12962/j23546026.y2018i5.4433>

Lestari, Indah, ‘Meningkatkan Kematangan Karir Remaja Melalui Bimbingan Karir Berbasis Life
Skills’, Jurnal Konseling GUSJIGANG, 3.1 (2017), 17–27
<http://dx.doi.org/10.24176/jkg.v3i1.859>

Anda mungkin juga menyukai