Pengertian IP Address – Di zaman modern seperti sekarang ini, kita tidak perlu pergi ke
mana-mana untuk mencari berbagai informasi dan pengetahuan yang kita inginkan. Kita bisa
mengakses informasi apa pun hanya dalam hitungan detik melalui web. Kemudahan ini bisa
kita rasakan dengan adanya koneksi internet dan perangkat yang bisa tersambung dengannya.
Tetapi, apakah kita sudah tahu, kemudahan dengan adanya internet ini bisa terjadi berkat
berbagai macam komponen penting yang saling terhubung dengan baik. Salah satunya yaitu,
Internet Protocol (IP) address yang memungkinkan perangkat kita, baik itu di Personal
Computer (PC), laptop, atau ponsel, untuk terkoneksi dengan internet.
Jika Grameds belum tahu apa sih IP address? Apa fungsi IP Address? Bagaimana cara kerja
IP Address? Apa saja versi IP Address? Adakah perbedaan IP Publik dan IP Privat? Apa
perbedaan IP Dinamis dan IP Statis? Apa itu Shared IP dan Dedicated IP? Bagaimana
ancaman keamanan terkait Alamat IP? Di artikel ini, Grameds bisa menemukan jawabannya!
Daftar Isi
Pengertian IP Address
Apa Fungsi IP Address?
Bagaimana Cara Kerja IP Address?
Apa saja versi IP Address?
o Pertama, IPv4
o Kedua, IPv6
Apa Perbedaan antara IP Publik dan IP Privat?
o 1. IP Publik
o 2. Privat
Apa Perbedaan IP Dinamis dan IP Statis?
o 1. Dinamis
o 2. Statis
Apa itu Shared IP dan Dedicated IP?
o 1. Shared IP
o 2. Dedicated IP
Bagaimana Ancaman Keamanan terkait Alamat IP?
Rekomendasi Buku tentang IP Address
o 1. Jaringan Komputer dengan TCP/IP Edisi Revisi (2015) karya Winarno Sugeng
o 2. Langkah Mudah Membangun Jaringan Komputer (2021) karya Zaenal Arifin
o 3. IpV6 untuk Mendukung Operasi Jaringan dan domain Name System (DNS)
(2019) karya Onno W. Purbo
Rekomendasi Buku & Artikel Terkait
o
Buku Terkait
Materi Terkait Pakaian Adat
Pengertian IP Address
IP Address merupakan serangkaian angka yang menjadi identitas perangkat dan terhubung ke
internet atau infrastruktur jaringan lainnya. Apa fungsinya? Fungsinya bisa diumpamakan
sebagai nomor rumah pada alamat, yakni memastikan agar data dikirimkan ke perangkat
yang tepat. Untuk panjangnya rangkaian angka dimulai dari [Link] hingga [Link].
[Link]/John Schnobrich
Protokol Internet, dalam bahasa Indonesia merupakan semacam alat untuk mengidentifikasi
segala perangkat yang terhubung ke jaringan, baik jaringan internet pada umumnya maupun
lokal.
Perlu kita ketahui bersama, saat kita menggunakan perangkat seperti: laptop, PC, ponsel, atau
bahkan printer. Sebenarnya, di semua perangkat itu memiliki IP address-nya masing-
masing, lho.
Cek di Balik Pena : Beby Chaesara
Perkembangan teknologi yang semakin pesat memunculkan berbagai inovasi-inovasi yang
mempermudah kehidupan manusia. Saat ini kebanyakan atau bahkan hampir semua orang
telah beralih ke media sosial sebagai media untuk berkomunikasi yang efisien dan efektif.
Meskipun begitu, setidaknya setiap orang masih mempunyai dan menggunakan nomor
telepon agar bisa terhubung antar sesama dan bisa terhubung ke aplikasi lainnya,.
Mari kita analogikan bersama jika penjelasan di atas masih belum jelas. Kita bayangkan saja
diri kita dan orang lain merupakan perangkat komputer dan IP address merupakan nomor
telepon masing-masing. Singkatnya, IP address merupakan sebaris angka yang dimiliki setiap
perangkat seperti: komputer, gawai, smartphone, dan lain sebagainya yang terhubung melalui
internet. Angka-angka di setiap perangkat dan digunakan untuk menghubungi satu sama lain
tentunya berbeda-beda.
Kemudian, bagaimana seseorang bisa mengakses situs di internet dengan nomor-nomor yang
berbeda-beda itu? Semua situs yang diakses adalah kumpulan file dan data yang dijalankan
pada server hosting yang disimpan, dalam hal ini adalah perangkat komputer.
Oleh sebab itu, masing-masing website memiliki IP addressnya masing-masing, misalnya
Google menggunakan nomor [Link] sebagai IP Address. Tetapi, ada kemungkinan
bahwa alamat IP situs seseorang akan sama dengan yang dimiliki webmaster lainnya.
Apa Fungsi IP Address?
Adanya IP address berfungsi agar setiap perangkat yang menggunakan koneksi internet bisa
saling menghubungi satu sama lain. Namun, bukan itu saja. Sederetan angka di IP Address
juga mempunyai fungsi lainnya, lho. Selain diumpamakan sebagai nomor telepon, IP address
juga bisa kita umpamakan sebagai nama orang dan alamat rumah. Mengapa diumpamakan
begini?
IP address adalah identitas untuk sebuah komputer dalam suatu jaringan internet. Oleh karena
itu, pemilik sebuah website dapat mengetahui semua IP address yang mengakses situsnya
sendiri. Selanjutnya, IP address berfungsi sebagai alamat pengiriman data ke perangkat yang
kita gunakan. Ketika kita mengakses sebuah situs, sebenarnya ada proses pengunduhan
(download data) data yang dikirim dari situs itu. Proses itu dimungkinkan berkat adanya IP
address.
Saat kita mengunjungi sebuah website, perangkat yang kita gunakan perlu menemukan lokasi
data website tersebut untuk kemudian mengambil datanya dan menyajikannya kepada kita
atau siapa saja yang mengaksesnya. Saat kita membeli barang di marketplace, kita
menuliskan alamat rumah lengkap beserta nomor telepon kita sendiri untuk menerima paket
dari marketplace agar paket sampai dengan tepat? Nah! kira-kira seperti itulah kira-kira
fungsi adanya IP Address. Mungkin tidak disadari, tapi perannya penting banget.
Jika kita ibaratkan, IP address merupakan nomor yang berfungsi untuk memastikan paket
(data) dikirim ke rumah (perangkat) yang tepat. Dengan kata lain, fungsi IP address yaitu
sebagai media komunikasi bagi suatu perangkat agar permintaan untuknya diarahkan ke
tujuan yang tepat melalui jaringan.
Bagaimana Cara Kerja IP Address?
Bagi Grameds yang belum tahu bagaimana cara kerja IP Address, berikut ini penjelasannya:
Komputer yang terhubung ke router jaringan biasanya tersedia oleh penyedia layanan internet
(ISP). Lalu, router akan berkomunikasi dengan server tempat website disimpan untuk
mengakses file yang perlu dikirim kembali ke komputer.
Perangkat seperti komputer dan router mempunyai IP Address bisa dikenali satu sama lain.
Dengan alamat IP Address ini masing-masing perangkat dapat berkomunikasi, mengambil
data, dan mengirimkannya.
Apa saja versi IP Address?
Sekarang ini sudah miliaran website yang tersedia di internet. Belum lagi, jumlah perangkat
yang terhubung dengan internet pastinya lebih banyak dari itu. Oleh karena itu, saat ini ada
dua versi IP address yang biasanya digunakan, dua itu adalah IPv4 dan IPv6.
Pertama, IPv4
Ini merupakan versi IP address yang sudah dipakai sejak internet mulai dimanfaatkan secara
komersial. Versi IPv$ ini juga menjadi versi yang paling banyak digunakan. Bisa jadi, saat ini
kita sedang memakainya.
IPv4 memiliki panjang angka 32 bit dan terdiri dari empat kumpulan angka yang dipisahkan
dengan titik. Kumpulan angka ini masing-masing menjadi representasi desimal dari delapan
digit (bit) angka biner.
Satu baris yang terdiri dari delapan angka biner itu juga disebut sebagai oktet. Setiap oktet
bernilai maksimal 255. Oleh sebab itu, alamat IPv4 ini memiliki rentang dari [Link] sampai
[Link]. Dengan rentang itu, IPv4 bisa menampung hampir 4,3 miliar IP address.
Supaya kita bisa mengilustrasikan penjelasan di atas, di bawah ini merupakan beberapa
contoh alamat IPv4:
16.254.1
146.80.100
168.1.3
16.254.1
Kedua, IPv6
Saat ini, versi IPv6 address belum digunakan meluas, tetapi IPv6 diciptakan disebabkan
kapasitas IPv4 yang makin menipis. IPv6 mempunyai panjang angka 128 bit dan terdiri dari
delapan kumpulan angka dan huruf yang dipisahkan dengan titik dua. Masing-masing
kumpulan angka dan huruf itu adalah representasi desimal dari 16 angka biner.
Oleh karena banyaknya kemungkinan kombinasi angka dan huruf yang ada, IPv6 dapat
menampung [Link].[Link].[Link].456 alamat. Dengan jumlah
yang banyak itu, dunia internet tidak akan kekurangan IP address untuk waktu yang cukup
lama. Salah satu contoh alamat IPv6 yaitu [Link].
Apa Perbedaan antara IP Publik dan IP Privat?
IP address memiliki dua jenis berdasarkan cakupannya, yaitu IP Publik dan IP Privat. Apa
perbedaannya?
1. IP Publik
Seperti namanya, IP address publik bisa diakses lewat jaringan internet. IP address publik
dimiliki oleh segala perangkat yang diperuntukkan untuk khalayak umum. Server website,
server email, dan router Wi-Fi merupakan beberapa contoh device yang menggunakan alamat
IP Publik.
IP address publik dan IP address privat memiliki rentang angka tersendiri dan alokasi untuk
rentang angka IP address jenis publik ini diatur oleh Internet Assigned Numbers Authority
atau (IANA). Jika ada organisasi (misalnya penyedia layanan internet) yang ingin
mendapatkan IP publik, maka harus meminta izin terlebih dahulu ke badan otoritatif terkait.
2. Privat
IP address privat digunakan untuk komunikasi untuk jaringan lokal. Contoh perangkat yang
memiliki alamat IP privat ini yaitu laptop, PC, dan ponsel. Masing-masing device itu bisa
berkomunikasi dengan satu sama lain tidak melalui koneksi internet, tetapi pada jaringan
lokal lainnya seperti Local Access Network (LAN).
Bagaimana komputer bisa mengakses sebuah website jika alamat IP-nya jenis privat? Hal ini
bisa dikarenakan device tersebut melakukannya melalui IP address publik milik router
internet sebagai perantara.
Apa Perbedaan IP Dinamis dan IP Statis?
Penyedia layanan internet sebenarnya memberikan dua jenis IP address, yaitu dinamis dan
statis. Berikut adalah penjelasan atas keduanya.
1. Dinamis
IP address dinamis merupakan jenis yang biasanya dimiliki oleh khalayak umum, termasuk
kita ini. Alamat IP ini diberikan oleh penyedia layanan internet secara gratis, tetapi tidak
bersifat abadi.
Mengapa tidak abadi? Dari ulasan di atas sudah dijelaskan bahwa saat ini jumlah IP address
yang bisa digunakan kian menipis. Oleh karena itu, alamat IP digunakan dengan bergiliran.
Penyedia layanan internet juga yang akan bertanggung jawab atas hal ini. IP address dinamis
bisa berubah satu kali setiap minggu, bulan, atau bahkan tahun. Tetapi, restart perangkat atau
router internet juga bisa menyebabkan pergantian ini.
2. Statis
Sementara itu, IP Address statis justru berkebalikan dengan jenis IP Address dinamis. IP
address statis sudah “di-booking” oleh pihak yang menggunakannya.
Pengguna yang melakukan reservasi pada satu ataupun lebih dari alamat IP termasuk
penyedia layanan web hosting, virtual private network (VPN), dan server file transfer
protocol (FTP). Penyedia layanan itu membutuhkan IP address yang tak berubah karena
layanan akan bergantung padanya. Kita harus membayar sejumlah biaya yang diberikan oleh
penyedia layanan internet untuk mendapatkan IP address yang statis ini.
Apa itu Shared IP dan Dedicated IP?
Jika kita menjalankan satu atau lebih dari satu website, ada dua jenis IP address yang
digunakan server web hosting, yakni Shared IP dan Dedicated IP. Bagaimana penjelasan
keduanya?
1. Shared IP
Dari penjelasan sebelumnya tentang IP publik, sudah tahu bahwa masing-masing dari server
website memiliki satu alamat IP address. Shared IP biasanya tersedia pada server shared
hosting, di mana semua penggunanya berbagi seluruh sumber daya server itu, termasuk IP
address-nya. Bukan hanya itu, semua domain yang dimiliki seorang pengguna juga memakai
alamat IP address yang sama.
2. Dedicated IP
Jika shared IP dipakai bersama-sama untuk semua pengguna pada suatu server, dedicated IP
ini hanya digunakan oleh satu domain saja. Walaupun jenis IP address ini biasanya
ditawarkan pada server dedicated hosting dan cloud VPS hosting, beberapa penyedia layanan
web hosting yang terjangkau/murah memperbolehkan pelanggannya untuk menggunakan
dedicated IP pada server shared hosting.
Bagaimana Ancaman Keamanan terkait Alamat IP?
Satu hal yang harus kita ingat bersama bahwa kita harus selalu melindungi IP address dan
jangan membagikannya kepada siapa pun. Jika alamat IP sampai diketahui hacker atau
penjahat di dunia internet, kita akan berada dalam kondisi yang bahaya.
Walaupun tidak menampilkan informasi yang sensitif, IP address tetap berisiko dimanfaatkan
oleh hacker atau penjahat di internet untuk:
1. Melacak Lokasi dan Aktivitas Anda
IP address dapat menunjukkan geolokasi dan aktivitas internet yang kita lakukan.
Kota atau bahkan alamat kita dan aktivitas transaksi elektronik juga bisa dilacak
dengan alamat ini. Apa akibatnya? kita bisa dibuntuti, dikerjai, atau bahkan
berisiko menjadi korban kejahatan.
2. Rawan Meretas Perangkat
Perangkat kita yang terhubung ke internet lewat alamat IP dan port. Jika
mengetahui IP address kita, hacker bisa memaksa mengambil alih komputer
yang kita gunakan. Dan lebih parahnya lagi, mereka bisa menginstal malware,
kemudian mencuri informasi sensitif dan privasi untuk melakukan tindakan
kriminal dan merugikan kita.
3. Menggunakan Resource atau Melakukan Framing
Apabila IP address kita jatuh ke tangan penjahat, mereka bisa
menyalahgunakannya untuk menjebak. Contohnya, mereka dapat mengunduh
atau mengunggah konten yang tidak baik lewat alamat IP Anda, yang mungkin
akan melanggar syarat dan ketentuan ISP. Ini akan berakibat fatal.
Nah, setelah mengetahui beberapa penjelasan dari artikel tentang IP Address ini, berikut
rangkumannya. IP address merupakan deretan angka yang digunakan oleh semua perangkat
agar berhubungan melalui internet.
Ada dua jenis alamat IP, yaitu IPv4 yang sudah digunakan sejak masa awal internet dan IPv6
yang belakangan ini diciptakan untuk menutup kekurangan kuota di IP address yang semakin
menipis. Selain itu, alamat IP juga dibedakan menjadi beberapa jenis dan kelas. IP address
bermanfaat untuk melakukan koneksi remote dengan device lain dan server.