Hukum pidana ekonomi
1.Dalam menanggulangi tindak pencucian uang, pemerintah Indonesia membentuk lembaga
yang dinamakan:
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)
2. Tindak pidana lingkungan hidup tidak hanya terbatas pada tindak pidana lingkungan hidup
yang diatur dalam UU No 23 Tahun 1997 tetapi juga termasuk beberapa tindak pidana yang
mempunyai dampak terhadap ligkungan hidup yang diatur dalam:
UU No. 11 Tahun 1974 tentang Pengairan Pasal 15 ayat (1) (2) (3)
UU No. 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian.
PP No. 22 Tahun 1982 tentang Tata Pengaturan Air
3. Korupsi yang dilakukan oleh karyawan dan pegawai rendahan pada umumnya korupsi yang
mereka akukan mulai dari mencuri peralatan kantor, memeras pelanggan, menerima suap sampai
mengorupsi waktu kerja, secara sosiologis merupakan korupsi yang disebabkan oleh :
Korupsi karena kebutuhan
4. Seseorang penjual menjual sekuritas dimana penjual sebenarnya tidak memiliki sekuritas
tersebut, atau menjual sekuritas yang dipinjam dari pihak lain, kegiatan ini sangat riskan karena
setiap kenaikan harga saham merupakan kerugian bagi investor, dikenal dengan istilah :
Shortsale
5. Istilah culpose delicten, adalah:
Tindak Pidana tidak sengaja
6. Penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan dalam perkara tindak pidana
korupsi harus didahulukan dari perkara lain guna penyelesaian secepatnya, ketentuan tersebut
diatur dalam 3.Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Bab IV tepatnya pada pasal ?:
Pasal 25
7. Tindak pidana Korupsi mensyaratkan adanya kerugian negara secara eksplisit diatur dalam
Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3, dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat ....
4 Tahun
8. Jenis Tindak Pidana menurut Andi Hamzah dibedakan atas dasar-dasar tertentu, pembedaan
dengan istilah tindak pidana formil (formeel Delicten) dan Tindak pidana materil (materiil
Delicten), disebut pembedaan dengan cara:
Menurut cara merumuskan
9. Bentuk-Bentuk tindakan tata tertib yang diatur dalam Undang-undang Tindak Pidana
Ekonomi, kecuali:
Perbuatan Pidana di lingkungan bisnis
10. Penyampaian laporan kepada Bank Indonesia (sebagai bank sentral) secara periodic dengan
data yang tidak benar dikenal dengan istilah :
Window Dressing
11. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009, mengatur tentang:
Perpajakan
12. Dalam Rencana Pembangunan Masa Orde Lama pemerintah membuat suatu perencanaan
beberapa sektor ekonomi dan diberi nama Plan Produksi Tiga Tahun RI, perencanaan ditujukan
terhadap bidang- bidang, kecuali:
Teknologi dan Informasi
13. Undang-Undang Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang diatur
dalam:
Undang-Undang No 8 tahun 2010
14. Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Negara Adidaya yakni The independent use the
criminal sanction: The dependent-direct use of the criminal sanction; The dependent – indirect
approach of the criminal sanction; The preventive uses of the crimanl sanction , pendapat
tersebut dikemukakan oleh:
Harkristuti Harkrisnowo
15. Jenis sanksi yang termuat dalam UU Perbankan terdapat 2 jenis sanksi, yaitu:
Sanksi Pidana dan Sanksi Administrasi
16. Kejahatan Tidak mendaftarkan diri atau melaporkan usahanya, merupakan bentuk kejahatan
pajak, yang dilakukan oleh:
Wajib Pajak
17. Proses Pemilikan harta benda dan kekayaan secara licik atau dengan penipuan dan beroperasi
secara diam-diam (tersembunyi) dan sering dilakukan oleh perorangan yang memiliki status
sosial dan ekonomi yang tinggi, termasuk ciri-ciri penting dari :
Economic Crime
18. Undang-Undang yang mengatur mengenai 2 (dua) jenis sanksi yang dikenakan terhadap
pelaku Tindak Pidana Lingkungan Hidup diatur dalam:
UU No. 23 Tahun 1997 Jo UU No. 32 Tahun 2009
19. Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dalam ketentuan pidana mengenai
perbuatan menghimpun dana tanpa izin diatur dalam pasal:
46
20. Undang-Undang Tindak Pidana Lingkungan Hidup mengatur tentang 2 (dua) macam delik
tindak pidana, berupa :
Delik kesengajaan dan Delik kealpaan
21. Ketentuan Pasal 3 UUTPE memperluas ketentuan Pasal 2 KUHP, Berarti menanggung
konsekuensi, kecuali :
Tindak Pidana ekonomi merupakan tindak pidana yang tidak berdiri sendiri
22. Salah satu upaya pemerintah untuk mencegah Tindak Pidana Pencucian Uang dan
mengetahui perbuatan yang berasal dari Tindak Pidana Pencucian Uang, maka dibentuklah Pusat
Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dasar hukum pembentukan PPATK
adalah :
Undang-Undang No 15 Tahun 2002 Jo UU No 25 Tahun 2003
23. Berdasarkan Undang-Undang 7 Tahun 1992 Jo Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 Pasal
52 ayat 2, mengatur tentang sanksi administratif, dibawah ini yang bukan termasuk Sanksi
administratif sebagaiaman penjelasan Pasal 52 ayat 2, adalah :
pemberhentian pengurus bank dan selanjutnya menunjuk dan mengangkat pengganti sementara
sampai Rapat Umum Pemegang Saham atau Rapat Anggota Koperasi mengangkat pengganti
yang tetap tanpa melalui persetujuan Bank Indonesia;
24. Adapun jenis kejahatan di bidang perpajakan, antara lain sebagai berikut, kecuali:
Menyetorkan kelebihan pajak
25. Asas yang merupakan hasil pemikiran Pada Abad 19 dimana menjelaskan bahwa badan-
badan hukum tidak dapat melakukan tindak pidana, dikenal dengan istilah asas....
Societas delinquere non potest
26. Dalam hukumpidana dikenal adanya istilah, Nullum crimen sine poena legali, adigum
tersebut bermakna:
Tidak ada perbuatan pidana, kalau tidak ada hukuman yang berdasarkan Undang-undang
27. Tindak pidana perbankan adalah pelanggaran terhadap ketentuan perbankan yang diatur dan
diancam dengan pidana berdasarkan undang-undang perbankan, undang-undang yang mengatur
dan berhubungan dengan perbankan adalah, kecuali :
Undang- Undang Nomor 15 Tahun 2003
28. Viciarious liability adalah ........
Prinsip pertanggungjawaban pengganti
29. Pendapat pakar hukum pidana tentang kesalahan (schuld) “Kesalahan adalah keseluruhan
syarat yang memberikan dasar untuk adanya pencelaan pribadi terhadap pelaku hukum pidana”
adalah pendapat hukum dari .........
Metzger
30. Dalam Undang-Undang Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang,
definisi Transaksi Keuangan adalah:
Transaksi untuk melakukan atau menerima penempatan, penyetoran, penarikan,
pemindahbukuan, pentransferan, pembayaran, hibah, sumbangan, penitipan, dan/atau penukaran
atas sejumlah uang atau tindakan dan/atau kegiatan lain yang berhubungan dengan uang.
31. Buku II dalam KUHP Indonesia mengatur jenis tindak pidana...
Pelanggaran
32. Pembinaan di bidang hukum acara memungkinkan hukum material itu dapat merealisasikan
dirinya dengan baik ke dalam pengertian hukum acara ini termasuk tidak hanya ketentuan-
ketentuan hukum perundang-undangan, melainkan juga semua prosedur penyelesaian yang
disetujui oleh para pihak yang bersengketa, misalnya bentuk-bentuk arbitrasi, konsiliasi, dan
sebagainya. Apabila diharapkan, kesemua lembaga tersebut hendaknya dapat bekerja secara
efisien, bahwa kehidupan ekonomi itu ingin mencapai tingkatannya yang maksimum, penjelasan
tersebut merupakan salah satu konsep dalam ilmu hukum yang mempunyai pengaruh bagi
perkembangan ekonomi, konsep diatas dikenal juga dengan konsep?:
Kemampuan Procedural
33. Terdapat dua corak dari “ economic crime”, pertama adalah Consist of crime committed by
businessman as an adjunk to their regular business activities kedua yaitu :
The provision of illegal goods and services of provision of goods and services is an illegal
manner
34. Upaya menggunakan harta kekayaan yang telah tampak sah, baik untuk dinikmati langsung,
diinvestasikan ke dalam berbagai bentuk kekayaan material maupun keuangan, dipergunakan
untuk membiayai kegiatan bisnis yang sah, ataupun untuk membiayai kembali kegiatan tindak
pidana, Hal tersebut merupakan tahapan pencucian uang yang dinamakan:
Integrations
35. Tipe kejahatan ekonomi yaitu melakukan kejahatan yang dilakukan dalam rangka
kepentingan individu, contoh kejahatan tersebut adalah:
Credit card frauds
36. Kitab Undang-undang Hukum Pidana Pasal 103, mengatur tentang:
Tindak Pidana Khusus
37. Berikut ini pendapat beberapa pakar mengenai arti istilah “business crime” yaitu “Business
crime as conduct of corporation, or individuals acting on behalf of the corporation, that is
proscribed by law”, pendapat tersebut dikemukakan oleh :
Braithwaite