CGP
CGP
Aturan dalam sekolah mewajibkan semua siswa untuk mematuhi aturan sekolah, salah satunya adalah panjang rambut siswa lelaki hanya boleh sampai
3cm. Tetapi ada satu siswa lelaki yang telah duduk dibangku kelas IX, melanggar aturan tersebut. hal ini terjadi, ketika masuk sekolah setelah libur semester
ganjil pada Juli tahun 2020, siswa tersebut masuk sekolah dengan rambut yang panjangnya lebih dari 3 cm dan rambutnya diwarnai. Saya selaku wali kelas
memberikan toleransi yaitu berupa pemberian waktu kepada siswa untuk merapikan rambutnya dan mewarnai hitam kembali rambutnya, waktu yang saya
berikan adalah 3 hari. Setelah 3 hari dari perjanjian pertama, kondisi siswa tersebut masih tetap sama, masih rambut panjang lebih dari 3cm dan rambut tetap
berwarna merah, kemudian saya berikan lagi penambahan waktu, yaitu 2 hari. Setelah 2 hari, tidak ada juga perubahan terhadap kondisi rambutnya, rambutnya
masih tetap panjang dan berwarna. Karena siswa tersebut telah diberikan penambahan waktu dan tidak memenuhi 2 kali janjinya, jadi saya sebagai wali kelas
memutuskan untuk memotong rambutnya secara acak dengan panjangnya cuma 3cm. Ini bertujuan untuk menjalankan disiplin sekolah dan supaya tidak ada
kecemburuan sosial terhadap siswa yang mengikuti aturan sekolah dengan baik.
Selama dua minggu siswa tersebut tidak masuk sekolah, dan saya mendengar kabar bahwa orang tua siswa tersebut memutuskan sekolah anaknya, dikarenakan
tidak terima terhadap tindakan guru yang memotong rambut anaknya. keesokan harinya saya meminta orang tua siswa datang kesekolah. Siswa tersebut datang
kesekolah didampingi oleh kedua orang tua dan satu perwakilan dari pihak komite sekolah. Masalah ini menjadi kompleks karena orang tua membawa satu
orang perwakilan komite dan menyudutkan pihak sekolah, bahwa pihak sekolah telah melakukan hal yang salah.
C. sebelum mengambil keputusan apa yang akan saya sampaikan kepada wali murid terhadap kejadian ini, ada beberapa pertimbangan yang saya lakukan,
antara lain :
Pertama yang saya lakukan adalah mencari informasi kepada guru lain bagaiamana sikap siswa tersebut, apakah siswa tersebut sering melakukan sikap atau
perilaku yang kurang baik selama kelas berlangsung pada mata pelajaran lain.
Melihat perilaku siswa selama menjadi siswa di sekolah ini, apakah siswa tersebut sering melakukan pelanggaran atau tidak.
Mencari tau sikap dan cara berteman siswa yang bersangkutan terhadap teman sekelasnya.
Setelah mendapatkan informasi dan fakta-fakta yang mendukung, saya melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan rekan guru terkait kejadian ini. Dan
juga menjelaskan secara rinci bagaimana kejadiannya ini terjadi. Setelah itu, saya juga menyampaikan informasi dan fakta-fakta yang telah saya dapatkan
mengenai sikap dan perilaku siswa tersebut selama disekolah, baik dengan guru, teman sekelas dan bagaiaman perilaku siswa selama dikelas. Hal ini saya
lakukan bertujuan itu kepala sekolah dan rekan guru lainnya dapat memberikan masukkan, saran atau pendapat tentang keputusan yang akan saya berikan
kepada siswa tersebut.
Kemudian, saya memperlihatkan aturan sekolah kepada pihak orang tua dan perwakilan komite, dan menunjukkan sanksi dan poin yang siswa terima ketika
melanggar setiap aturan yang ada. Aturan sekolah ini telah disahkan oleh kepala sekolah. Selanjutnya saya mengumpulkan kebenaran kalau saya telah dua kali
memperingati siswa tersebut untuk potong rambut dan mengembalikan warna rambutnya kembali kewarna semula, kepada teman sekelasnya.
D. Tindakan yang saya lakukan setelah melakukan pertimbangan dan berkoordinasi dengan kepala sekolah dan rekan guru adalah saya meminta siswa yang
bersangkutan untuk membuat surat perjanjian, yang isinya tidak akan lagi melanggar aturan sekolah. Jika terbukti melakukan pelanggaran lagi, siswa siap
diberikan sanksi dan pemberian poin sesuai dengan aturan apa yang siswa langgar. Yang kedua, orang tua dan perwakilan komite mmeinta maaf kepada pihak
sekolah karena telah menuduh pihak sekolah melakukan hal yang semena-mena terhadap anaknya.
Hasil keputusan ini diterima oleh siswa, orang tua siswa dan perwakilan komite dengan baik.
4. A. Ketika menjalani PPG (Program Profesi Guru) pada angkatan II bulan Mei tahun 2021. Pada PPG ini saya sebagai peserta didik selama 4 bulan belajar
bagaimana untuk menjadi guru yang profesional. Dengan waktu belajar yang singkat tersebut, kami harus belajar dan mengerjakan tugas dengan waktu
pengumpulan tugas yang singkat. Pada PPG ini juga, mahasiswa menjalankan PPL (Praktek Kerja Lapangan), PPL ini saya lakukan disekolah tempat saya bertugas.
PPL angkatan II dilaksanakan pada bulan Juli 2021. PPL ini dilaksanakan dengan tiga siklus, pelaksanaan PPL ini divideokan oleh rekan guru. Setiap satu siklus PPL
diberikan durasi 60 menit, rekan guru saya memvideokan kegiatan PPL dari mulai sampai dengan waktu 60 menit habis. Setelah kegiatan tersebut berlangsung,
rekan saya banyak memberikan masukkan bagaiamana saya mengajar pada PPL tersebut antara lain terlalu cepatnya saya menjelaskan tentang materi, terkesan
agak terburu-buru. Intonasinya disesuaikan dengan tempo pengajaran. Ada langkah-langkah yang saya lupa lakukan dan tidak sesuai dengan RPP yang telah saya
buat. Pengajaran yang saya lakukan terkesan masih teacher center, kurangnya interaksi lebih banyak kepada siswa.
Saya sangat berterimakasih kepada rekan saya yang telah memberikan masukkan dan saran kepada saya untuk menjadi guru yang lebih baik lagi dalam proses
belajar mengajar.
B. Cara saya menyikapi masukkan dan saran yang rekan saya berikan, saya menerimanya dengan sangat welcome, karena itu bertujuan untuk memperbaiki cara
saya mengajar didalam kelas. Setelah itu saya melakukan refleksi diri terhadap cara mengajar saya yang telah saya lakukan dikelas, saya juga memutar ulang
video yang telah diambil oleh rekan saya. Melalui video tersebut saya memperhatikan, bagian-bagian atau hal-hal mana saja yang harus saya perbaiki untuk
selanjutnya. Saya juga mencari tau lebih banyak contoh-contoh RPP diinternet untuk membuat RPP lebih baik lagi. Tidak hanya soal RPP saja, saya juga mencari
tau tentang metode, strategi dan cara mengajar yang pas dan sesuai untuk siswa saya dan bisa saya terapkan didalam kelas. Saya jadi sering sharing dengan
rekan kerja lainnya, bagaimana untuk menjelaskan materi dengan lebih baik dan juga bagaimana menciptakan ruangan kelas yang lebih kondusif selama proses
belajar mengajar, dan juga bagaiamana cara memancing siswa untuk menjadi lebih aktif.
C. Hal berbeda yang saya lakukan, saya mencari dan melihat-lihat game-game di youtube yang bisa saya gunakan didalam kelas dan bisa mmebantu saya dalam
proses pengajaran, yang bertujuan untuk membuat siswa lebih semangat dan aktif selama proses pembelajaran. Walaupun cara ini diluar kebiasaan saya dan
terkadang juga menimbulkan rasa kurang nyaman dalam menjalankannya, tapi hal ini harus tetap saya lakukan, karena generasi peserta didik pada zaman saat
ini, tidak bisa hanya disediakan buku dan meminta siswa membaca, atau guru hanya fokus menjelaskan materi dipapan tulis. Tapi proses pembelajaran sekarang
dibutuhkan inovasi, kreativitas dari guru dalam melaksanakan proses pembelajaran agar tujuan yang sudah ditetapkan bisa tercapai dan peserta didik menjadi
lebih aktif dan semangat. Walaupun terkadang dengan menggunakan game, pembelajaran sedikit memakan waktu yang tidak pas sesuai dengan RPP yang telah
disiapkan oleh guru. Disini juga guru dituntut harus pandai dalam pengaturan waktu agar semua materi bisa diajarkan kepada siswa.
D. Setelah saya melaksanakan pembelajaran yang diselingi dengan game, pembelajaran menjadi lebih menarik. Sebagian siswa lebih antusias dan semangat
setelah menjelaskan materi dan diberi sedikit latihan, dan diakhir pembelajaran ditutup dengan game. Siswa pun lebih semangat dalam mendengarkan
penjelasan tetang aturan pada game yang berkaitan dengan materi yang telah dibahas. Siswa yang pasif, menjadi aktif ketika game telah dimulai. siswa yang
jarang berbicara, secara tidak langsung game membuat siswa mau berbicara dan menyebutkan hal yang diminta didialam game. contohnya, ketika saya
mengajarkan bahasa inggris tentang adjective (kata sifat) siswa mampu mengingat beberapa kata sifat dalam bahasa inggris dan mampu membuat kalimat
pendek dengan menggunakan kata sifat. Game juga mampu membuat siswa memikirkan jawaban yang akan mereka berikan. Siswa pun jadi lebih menyukai
materi pembelajaran dan siswa juga menjadi lebih aktif. Karena materi tidak diajarkan secara monoton dan hanya berfokus kepada guru saja.
5.A. Pada bulan Agustus tahun 2019, menyambut HUT RI ke-74. Kepala desa meminta kepada Kepala Sekolah, agar siswa-siswi SMPN Satu Atap Jati Mulya
menjadi petugas pelaksana Upacara bendera dan sebagai pengisi acara. Acara tersebut meliputi paduan suara, pembacaan puisi dan menampilkan tari
persembahan khas Riau dan tari daerah lain. Saya selaku yang diberi kepercayaan membina kesenian dan saya diberikan kesempatan untuk melatih siswa-siswi
dalam mengisi acara tersebut. Berdasarkan hal inilah saya melaksanakan pengembangan kemampuan bernyanyi dan pembacaan puisi kepada siswa siswi.
Hal yang memotivasi saya dalam melakukan pengembangan kemampuan adalah ingin memberikan kesan kepada desa Sungai Agung, bahwa siswa dan siswi
SMP mampu dan siap untuk mengisi acara dan mempunyai kemampuan yang bisa ditampilkan didepan masyarakat ramai.
B. Hal yang menjadi fokus pengembangan saya adalah mengembangkan kemampuan dan keberanian peserta didik untuk tampil dengan semangat dan
penampilan yang sebaik mungkin. Peserta didik yang dipilih untuk mewakili sekolah pada acara HUT RI ke-74 dikantor desa adalah siswa SMP kelas VII dan VIII.
Pertama yang dilakukan adalah melatih seluruh siswa diluar jam sekolah, agar siswa lebih fokus terhadap latihan. Sebelum latihan dimulai, saya meminta izin
kepada kepala sekolah untuk pelaksanaan latihan siswa dimulai setelah pualng sekolah. Saya juga meminta bantuan kepada rekan guru, untuk dapat membantu
saya dalam menyeleksi siswa-siswa yang berbakat. Setelah seluruh siswa-siswi dilatih sebanyak dua kali, kemudian diadakan pemilihan siswa yang akan tampil
untuk mengisi posisi sebagai, paduan suara, pembaca puisi dan tari. Bagi siswa yang telah terpilih, siswa diminta mengikuti latihan 3 kali seminggu setelah jam
pulang sekolah, dan siswa diminta untuk membawa bekal, ini bertujuan untuk memudahkan latihan, sehingga siswa tidak lagi pulang kerumah dulu untuk makan
siang.
C. Dukungan yang saya berikan kepada siswa-siswi yang akan menampilkan penampilannya pada HUT RI ke-74 dikantor desa, saya memberikan dukungan tidak
hanya semangat yang tinggi agar mereka tetap termotivasi untuk mengikuti latihan dan mengeluarkan seluruh kemampuan dan kepercayaan diri yang mereka
miliki. Tetapi masih ada juga siswa yang masih malu-malu dan tidak percaya diri, contohnya pada kelompok paduan suara, karena sudah terbiasa dengan tempo
lagu yang diberikan oleh guru sejak SD, maka sedikit susah untuk saya mengubah atau mengajarkan tempo yang tepat. Pada posisi dirigen mengalami kendala
juga, ketukan yang mereka pelajari ketika duduk dibangku SD belum pas dan belum sesuai dengan ketukan dirigen yang tepat. Oleh sebab itu, latihan tidak
hanya dilakukan sekali dalam sehari latihan, tapi juga dilakukan dua sampai tiga kali latihan. Upaya yang saya lakukan untuk membuat mereka tetap semangat
adalah, tidak menyalahkan mereka dan tetap memberikan semangat dengan kata-kata " kalian pasti bisa dan tetap semangat, ingatlah buatlah bangga orang
tua, walaupun kita hanya melakukan penampilan didesa". Disamping dari motivasi saya juga menampilkan video-video yang berisi tentang kelompok paduan
suara, bagaiaman cara mereka menyamakan suara gerakan, tempo dan irama sesuai dengan lagu yang akan mereka tampilkan. Untuk pembaca puisi saya
memperlihatkan video bagaiamana seseorang membawakan puisi dengan penghayatan yang sesuai dengan lirik yang akan dibacakan.
D. Setelah melalui latihan yang maksimal dan dengan dibantu oleh seluruh rekan guru dalam melatih siswa dan siswi, alhamdulillah hasil yang mereka tampilkan
membayar latihan mereka yang dengan sungguh-sungguh. Penampilannya memuaskan, mereka tampil dengan penuh percaya diri dan dengan penuh semangat.
Baik dari kelompok paduan suara, pembacaan puisi perjuangan yang diiringi oleh lagu perjuangan dan tarian persembahan, penampilan terakhir ditutup dengan
tari tor-tor dari batak, membuat acara meriah dan mereka tampil dengan sangat memuaskan.
Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru Penggerak? Apa yang Anda lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut?
Motivasi saya untuk menjadi guru penggerak adalah untuk meningkatkan kompetensi saya sebagai seorang guru dan menuju guru yang profesional
dalam mengajar dan membina siswa untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Karena setelah melihat teman saya yang telah menjadi CGP,
saya melihat bahwa teman saya melakukan banyak perubahan disekolah ini, salah satu contohnya membagi inovasi baru dalam proses pengajaran,
seperti halnya penggunaan IT, program baru dan workshop tentang pendidikan yang berpihak pada murid.
Hal yang saya lakukan untuk mewujudkan motivasi tersebut, yaitu dengan mencari informasi tentang CGP dari teman yang telah menjadi CGP dan
internet.
Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru Penggerak? Jelaskan alasannya dan berikan contohnya!
Kelebihan yang mendukung peran saya sebagai guru penggerak :
Pertama saya menguasai dalam penggunaan IT, penggunaan IT didalam CGP angakatan angkatan 6 ini sangat begitu diperlukan. Karena
berdasarkan pengalaman teman yang mengikuti CGP, setiap peserta CGP harus mampu dalam menguasai IT, karena setiap tugas diselesaikan
dengan penggunaan IT. seperti halnya dalam editing, pembuatan video, penggunaan canva dan penggunaan powtoon.
Kedua kolaborasi. saya mampu berkolaborasi dengan rekan guru dan bahkan dengan rekan baru yang saya jumpai. seperti halnya ketika pada saat
mengikuti PPG (pendidikan Profesi Guru) saya mampu berkolaboarsi bersama rekan guru yang baru saya temui pada kegiatan tersebut. Kolaborasi
yang kami lakukan pada kegiatan PPG antara lain presentasi tentang mampu yang dilakukan secara kelompok, dimana informasi yang kami
sampaikan adalah informasi yang kami carai melalui internet dan dikumpulkan bersama-sama dan membuat powerpoint secara bersama-sama
melalui diskusi virtual. Setiap anggota kelompok mendapat kesempatan untuk mempresentasikan materi yang telah kami siapkan.
Ketiga pengalaman dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Sebelum saya menjadi guru, saya pernah menjadi salah satu panitia yang bertugas dalam
pemilihan umum ditingkat kecamatan. Disini saya mengikuti berbagai macam pelatihan dan bimtek yang dilaksanakan untuk melaksanakan tugas
sya sebagai panitia pemilihan umum ditingkat kecamatan dan saya menjalankan tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab. pelatihan lain yang
pernah saya ikuti adalah pelatihan untuk menjadi pegawai negari sipil yang biasa disebut dengan pelatihan dasar, dimana peserta diwajibkan untuk
tinggal diwisma selama lebih dari 20 hari. Selama menjalankan pelatihan tersebut saya mengikuti semua aturan dan menjalankan pelatihan tersebut
saya mengikuti dengan penuh tanggung jawab.
Berikan contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang memberikan dampak nyata berdasarkan inisiatif Anda sendiri.
Apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut? (Jawaban Anda harus mencakup waktu kejadian, dampak atas inisiatif Anda, upaya yang
Anda lakukan agar inisiatif tersebut terlaksana, peran Anda dan pihak lain yang terlibat bila ada)
Dengan melihat semakin majunya perkembangan zaman, guru dituntut untuk bisa memaksimalkan penggunaan IT. Berdasarkan hal tersebut, saya
berinisiatif melakukan gerakan pengembangan pemanfaatan penggunaan IT, salah satunya adalah membantu guru menghubungkan jaringan
internet portable dari HP ke Laptop. Manfaatnya agar rekan guru bisa memanfaatkan penggunaan laptop tidak hanya sekedar digunakan sebatas
penggunaan microsoft office saja, melainkan dapat digunakan saat proses pembelajaran baik berupa persentasi, tampilan video, administrasi kelas
dan searching media pembelajaran yang membutuhkan jaringan internet. Kegiatan ini berupa pelatihan kecil saja yang dilakukan, setelah acara
workshop disekolah, pada bulan Oktober tahun 2021, dimana pesertanya terdiri dari guru SMP dan guru SD. Kegiatan ini dilakukan diluar jam
sekolah. Kegiatan ini dilakukan selama satu hari.
Pada kegiatan ini, terlebih dahulu saya menjelaskan manfaat penggunaan IT pada proses pembelajaran, penggunaan video-video yang dapat
membantu proses pembelajaran dikelas, agar kelas menjadi lebih menyenangkan. Untuk melakukan hal tersebut guru tidak harus susah payah
melakukannya, biasanya guru melakukannya dengan cara membrowsing melalui HP, kemudian didownload dan dipindahkan kelaptop melalui
flashdisk atau kabel USB. Hal tersebut bisa dilakukan lebih mudah lagi, hanya dengan cara menghubungkan jaringan internet pada HP ke Laptop,
maka laptop secara otomatis telah tersambung dengan jaringan internet. Jika telah tersambung, rekan guru bisa langsung membrowsing materi ajar
atau video-video yang akan rekan guru gunakan untuk membantu proses belajar mengajar.
Kegiatan ini memberikan dampak yang positif bagi guru, yaitu guru tidak harus susah payah lagi untuk menampilakn video dikelas dan
membrowsing materi ajar, rekan guru tinggal membrowsing materi, ketika muncul materi, guru bisa langsung melakukan copi paste tanpa perlu
mengetik ulang materi tersebut. Dan juga rekan guru bisa lebih mudah dalam menggunakan aplikasi-aplikasi secara online langsung dilaptop.
Gerakan kedua yang saya lakukan adalah membangun rasa kepedulian anak-anak terhadap kebersihan dengan menerapkan denah kebersihan
lingkungan. Denah kebersihan lingkungan, menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa untuk menjaga kebersihan pada lingkungan yang merupakan
area yang harus dijaga. Siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok, dan kelompok-kelompok tersebut diberikan area yang harus mereka jaga.
Gerakan ini juga sangat bermanfaat untuk siswa, karena mengajarkan siswa untuk menjaga lingkungan kelas yang bersih, melakukan gerakan lihat
sampah, ambil dan buang dan juga meletakkan tempat sampah ditempat-tempat yang terjangkau.
Kapan waktu kejadiannya? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu? Pihak mana saja yang Anda minta untuk bekerja sama dan mengapa?
Gambarkan secara jelas!
Berdasarkan SE pemerintah tentang vaksinasi untuk siswa SMP, dimana seluruh siswa-siswi SMP harus melaksanakan vaksin, dan vaksin juga
dilaksanakan sebagai syarat untuk sekolah bisa melakukan pertemuan tatap muka, walaupun hanya tatap muka terbatas. Vaksinasi disekolah ini
dilaksanakan pada bulan Desember 2021, seluruh siswa wajib hadir untuk melaksanakan vaksin, tetapi pada hari pelaksanaan ada beberapa siswa
yang tidak hadir. Diantaranya, siswa kelas VII yang tidak hadir berjumlah 5 orang, dan siswa kelas VIII yang tidak hadir berjumlah 4 orang. Bagi
siswa yang tidak hadir pada hari itu, siswa tersebut diminta untuk melaksanakan vaskin ditempat yang menyediakan fasilitas tersebut.
Ketika awal semester genap dimulai pada bulan Januari, sekolah melakukan pendataan terhadap siswa yang telah melaksanakan vaksinasi.
Didapatkan ada 9 siswa yang tidak mengikuti anjuran untuk vaksin. Sesuai dengan SE yang telah dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten
Kampar, bagi siswa yang belum melaksanakan vaskinasi, tidak boleh mengikuti tatap muka. Siswa tersebut melakukan pembelajaran dengan cara
daring dan siswa tersebut diijinkan untuk pulangagar bisa mencari tempat yang sedang melaksanakan vaksin. Setelah satu minggu siswa yang
belum vaksin melaksanakan daring, sekolah memutuskan untuk memanggil wali murid yang bersangkutan. Dari 9 wali murid yang datang, 8 wali
murid bersedia membawa anaknya ketempat yang menyelenggarakan vaksin, tetapi ada satu wali murid yang bersikeras agar anaknya tidak
melaksanakan vaksin dengan alasan setelah mendengar berita-berita yang beredar diluar kalau vaksin berbahaya. Dengan sikap sebagai seorang
guru dan didampingi oleh wakil kepala sekolah, kami menjelaskan kebeneran tentang vaksin, bahwa vaksin tersebut tidak berbahaya dan tidak
menimbulkan resiko yang sangat besar bagi anak ibu. setelah dijelaskan demikian, wali murid masih belum menerima dengan alasan anaknya sakit
dan takut dipaksa untuk tetap melaksanakan vaksin. Kami berusaha menjelaskan kembali dengan sabar, bahwa sebelum anak ibu divaksin, nanti
ada dokter yang akan memastikan anak ibu bisa atau tidak vaksin, jika anak ibu sakit, maka anak ibu tidak akan dibiarkan oleh dokter untuk
melaksanakan vaksin. Tetapi jika anak ibu dinyatakan sehat dan bisa divaksin, maka anak ibu akan divaksin. Jika anak ibu dinyatakan tidak bisa
divaksin, pihak pelaksana akan memberikan keterangan dan dimohonkan surat keterangan tersebut dibawa kesekolah untuk dijadikan arsip bagi
sekolah.
Tetapi wali murid berdalih tetap tidak ingin melaksanakan vaksin, dan lebih memilih untuk memberhentikan anaknya sekolah daripada harus tetap
melaksanakan vaksin. Setelah mendengar hal demikian, kami berkonsultasi dengan kepala sekolah untuk menemukan solusi yang harus dilakukan
akan hal ini.
Kesulitan apa saja yang Anda hadapi saat bekerja sama? Adakah penolakan ataupun kegagalan yang Anda hadapi dalam situasi tersebut?
Bagaimana respon Anda dalam situasi tersebut? Upaya apa yang Anda lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan?
Kesulitan yang saya hadapi pada saat itu adalah bagaimana saya menyakinkan wali murid yang tetap bersikukuh dengan pendiriannya bahwa
vaksin adalah hal yang menakutkan bagi anaknya dan dapat menimbulkan kematian. Berbagai informasi-informasi yang telah saya berikan tentang
tidak adanya bahaya vaksin terhadap sipenerima, tetapi wali murid tetap tidak mau menerima hal tersebut dan lebih memilih untuk memutuskan
sekolah anak daripada membawa anak untuk vaksin. Wali murid juga tidak mengijinkan anaknya datang kesekolah untuk mengantarkan tugas atau
mengambil tugas, karena takut jika anaknya akan disuntik paksa oleh pihak sekolah. Setelah mendengar hal tersebut, saya masih tetap berusaha
menyakinkan bahwa efek vaksin tidak membahayakan bagi anaknya. Saya meminta bantuan wakil kepala sekolah dan kepala sekolah untuk
menyakinkan wali murid agar mengijinkan anaknya untuk melaksanakan vaksin. Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah membantu dengan
memberikan informasi-informasi yang akurat terkait dengan vaksin.
Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bekerja sama?
Upaya- upaya yang saya lakukan adalah :
Pertama-tama saya berkoordinasi dengan wakil kepala sekolah dan kepala sekolah dengan menunjukkan informasi-informasi yang akurat bahwa
efek dari vaksin tidak membahayakan anak. SE yang telah dikeluarkan oleh dinas tentang wajib vaksinasi bagi siswa yang umurnya telah mencapai
12 tahun.
Kemudian berkoordinasi dengan pihak puskemas untuk menjelaskan tata cara vaksin sebelum melakukan vaksin dan efek dari vaksin yang tidak
membahayakan untuk anaknya.
Berkoordinasi dengan pihak wali murid yang lain yang telah melaksanakan vaksin, dan meminta wali murid lainnya untuk memberitahukan kepada
wali murid yang bersangkutan bahwa tidak ada efek yang membahayakan terhadap anaknya, dan anaknya telah melaksanakan vaksin dalam
keadaan sehat.
Selanjutnya berkoordinasi kepada peserta didik yang lainnya untuk menasehati temannya yang tidak mau vaksin, agar mau melaksanakan vaksin
dan tidak ada efek yang membahayakan terhadap kesehatan. Membujuk temannya tersebut agar jangan mau putus sekolah, karena betapa
sayangnya jika temannya tersebut putus sekolah pada jenjang SMP, apa yang akan dilakukannya untuk kedepannya.
Melakukan koordinasi lebih mendalam kepada wali murid yang bersangkutan tentang vaksinasi yang dianjurkan untuk dilaksanakan oleh seluruh
siswa. Menunjukkan SE yang dikeluarkan oleh dinas dan memperlihatkan keadaan siswa-siswa lain yang telah vaksin tetap dalam keadaan sehat
dan baik, dan tidak ada efek yang membahayakan terhadap kesehatan siswa.
Bagaimana hasilnya?
Hasil yang didapatkan setelah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terhadap masalah ini adalah memberikan waktu kepada wali murid
tersebut untuk memikirkan lebih lanjut tentang pendidikan anaknya, jangan karena hal vaksin, wali murid langsung memutuskan untuk tidak
melanjutkan sekolah sianak. Dan meminta wali murid mencari tempat yang melaksanakan vaksin dalam waktu dekat. Selama siswa belum
melakukan vaksin siswa tetap mengikuti pembelajaran daring dan tetap menjemput dan mengantar tugas kesekolah.
Kapan waktu kejadiannya? Permasalahan, tantangan, atau kompleksitas apa yang Anda hadapi saat itu? Gambarkan secara jelas!
Aturan dalam sekolah mewajibkan semua siswa untuk mematuhi aturan sekolah, salah satunya adalah panjang rambut siswa lelaki hanya boleh
sampai 3cm. Tetapi ada satu siswa lelaki yang telah duduk dibangku kelas IX, melanggar aturan tersebut. hal ini terjadi, ketika masuk sekolah
setelah libur semester ganjil pada Juli tahun 2020, siswa tersebut masuk sekolah dengan rambut yang panjangnya lebih dari 3 cm dan rambutnya
diwarnai. Saya selaku wali kelas memberikan toleransi yaitu berupa pemberian waktu kepada siswa untuk merapikan rambutnya dan mewarnai
hitam kembali rambutnya, waktu yang saya berikan adalah 3 hari. Setelah 3 hari dari perjanjian pertama, kondisi siswa tersebut masih tetap sama,
masih rambut panjang lebih dari 3cm dan rambut tetap berwarna merah, kemudian saya berikan lagi penambahan waktu, yaitu 2 hari. Setelah 2
hari, tidak ada juga perubahan terhadap kondisi rambutnya, rambutnya masih tetap panjang dan berwarna. Karena siswa tersebut telah diberikan
penambahan waktu dan tidak memenuhi 2 kali janjinya, jadi saya sebagai wali kelas memutuskan untuk memotong rambutnya secara acak dengan
panjangnya cuma 3cm. Ini bertujuan untuk menjalankan disiplin sekolah dan supaya tidak ada kecemburuan sosial terhadap siswa yang mengikuti
aturan sekolah dengan baik.
Selama dua minggu siswa tersebut tidak masuk sekolah, dan saya mendengar kabar bahwa orang tua siswa tersebut memutuskan sekolah anaknya,
dikarenakan tidak terima terhadap tindakan guru yang memotong rambut anaknya. keesokan harinya saya meminta orang tua siswa datang
kesekolah. Siswa tersebut datang kesekolah didampingi oleh kedua orang tua dan satu perwakilan dari pihak komite sekolah. Masalah ini menjadi
kompleks karena orang tua membawa satu orang perwakilan komite dan menyudutkan pihak sekolah, bahwa pihak sekolah telah melakukan hal
yang salah.
Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk memahami situasi tersebut secara komprehensif? Peluang dan kesempatan apa saja yang Anda
identifikasi dalam situasi tersebut untuk membantu Anda menghadapinya?
Upaya yang saya lakukan dalam memahami situasi ini adalah :
Pertama sekali ketika wali murid yang bersangkutan datang berserta satu perwakilan komite, saya didampingi oleh wakil kepala sekolah menyapa
dengan baik. Saya menanyakan ada hal apa yang membawa wali murid datang dengan membawa perwakilan satu orang komite. Ternyata orang
tua siswa tersebut tidak menerima rambut anaknya telah dipotong oleh guru, dan orang tuanya menyalahkan guru kenapa melakukan hal demikian
dan tidak memberikan waktu kepada sianak untuk memotong sendiri rambutnya ditempat cukur rambut. Perwakilan komite pun menyalahkan
pihak sekolah yang telah semena-mena untuk memotong rambut siwsa tersebut. Setelah mendengar hal demikian, saya menanyakan apakah bapak
sudah bertanya kepada anak bapak kenapa rambutnya sampai saya potong. pihak orang tua tidak mau mendengar dan menerima hal tersebut. Saya
menjelaskan kepada orang tua, bahwa saya juga sudah 2 kali memperingati dan memberi perjanjian kepada siswa tersebut untuk memotong rambut
dan mengembalikan rambutnya kewarna semula. Tetapi sianak selalu berdalih belum ada waktu untuk melakukannya dan akhirnya saya potong
rambutnya. Dan anak bapak tidak menyampaikan hal demikian kepada bapak, agar bapak tidak menyalahkan dirinya karena rambutnya dipotong
oleh pihak sekolah. Perwakilan dari pihak komite tetap menyalahkan guru dan hanya bilang guru hanya memberikan alasan-alasan saja. Saya
menyampaikan itu bukan hanya sekedar alasan saya , bapak bisa bertanya dengan teman sekelasnya secara langsung, karena saya menyampaikan
hal tersebut didepan kelas.
Pertimbangan-pertimbangan atau alternatif apa saja yang Anda hadirkan dalam membuat keputusan? Informasi apa lagi yang Anda gunakan
untuk memperkuat keputusan Anda?
sebelum mengambil keputusan apa yang akan saya sampaikan kepada wali murid terhadap kejadian ini, ada beberapa pertimbangan yang saya
lakukan, antara lain :
Pertama yang saya lakukan adalah mencari informasi kepada guru lain bagaiamana sikap siswa tersebut, apakah siswa tersebut sering melakukan
sikap atau perilaku yang kurang baik selama kelas berlangsung pada mata pelajaran lain.
Melihat perilaku siswa selama menjadi siswa di sekolah ini, apakah siswa tersebut sering melakukan pelanggaran atau tidak.
Mencari tau sikap dan cara berteman siswa yang bersangkutan terhadap teman sekelasnya.
Setelah mendapatkan informasi dan fakta-fakta yang mendukung, saya melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan rekan guru terkait
kejadian ini. Dan juga menjelaskan secara rinci bagaimana kejadiannya ini terjadi. Setelah itu, saya juga menyampaikan informasi dan fakta-fakta
yang telah saya dapatkan mengenai sikap dan perilaku siswa tersebut selama disekolah, baik dengan guru, teman sekelas dan bagaiaman perilaku
siswa selama dikelas. Hal ini saya lakukan bertujuan itu kepala sekolah dan rekan guru lainnya dapat memberikan masukkan, saran atau pendapat
tentang keputusan yang akan saya berikan kepada siswa tersebut.
Kemudian, saya memperlihatkan aturan sekolah kepada pihak orang tua dan perwakilan komite, dan menunjukkan sanksi dan poin yang siswa
terima ketika melanggar setiap aturan yang ada. Aturan sekolah ini telah disahkan oleh kepala sekolah. Selanjutnya saya mengumpulkan kebenaran
kalau saya telah dua kali memperingati siswa tersebut untuk potong rambut dan mengembalikan warna rambutnya kembali kewarna semula,
kepada teman sekelasnya.
Tindakan apa yang kemudian Anda ambil dan bagaimana hasilnya?
Tindakan yang saya lakukan setelah melakukan pertimbangan dan berkoordinasi dengan kepala sekolah dan rekan guru adalah saya meminta siswa
yang bersangkutan untuk membuat surat perjanjian, yang isinya tidak akan lagi melanggar aturan sekolah. Jika terbukti melakukan pelanggaran
lagi, siswa siap diberikan sanksi dan pemberian poin sesuai dengan aturan apa yang siswa langgar. Yang kedua, orang tua dan perwakilan komite
meminta maaf kepada pihak sekolah karena telah menuduh pihak sekolah melakukan hal yang semena-mena terhadap anaknya.
Hasil keputusan ini diterima oleh siswa, orang tua siswa dan perwakilan komite dengan baik, karena tuduhan yang orang tua dan perwakilan
komite terbukti tidak benar.
Kapan waktu kejadiannya? Masukan atau umpan balik apa yang secara spesifik Anda dapatkan? Apa yang Anda rasakan saat menerima
masukan atau umpan balik tersebut?
Ketika menjalani PPG (Program Profesi Guru) pada angkatan II bulan Mei tahun 2021. Pada PPG ini saya sebagai seorang mahasiswa yang selama
4 bulan belajar bagaimana untuk menjadi guru yang profesional. Dengan waktu belajar yang singkat tersebut, kami harus belajar dan mengerjakan
tugas dengan waktu pengumpulan tugas yang singkat. Pada PPG ini juga, mahasiswa menjalankan PPL (Praktek Kerja Lapangan), PPL ini saya
lakukan disekolah tempat saya bertugas. PPL angkatan II dilaksanakan pada bulan Juli 2021. PPL ini dilaksanakan dengan tiga siklus, pelaksanaan
PPL ini divideokan oleh rekan guru. Setiap satu siklus PPL diberikan durasi 60 menit, rekan guru saya memvideokan kegiatan PPL dari mulai
sampai dengan waktu 60 menit habis. Setelah kegiatan tersebut berlangsung, rekan saya banyak memberikan masukkan bagaimana saya mengajar
pada PPL tersebut antara lain terlalu cepatnya saya menjelaskan tentang materi, terkesan agak terburu-buru. Intonasi yang kurang sesuai dengan
tempo pengajaran. Ada langkah-langkah yang saya lupa lakukan dan tidak sesuai dengan RPP yang telah saya buat. Pengajaran yang saya lakukan
terkesan masih teacher center, karena kurangnya interaksi lebih banyak kepada siswa.
Saya sangat berterimakasih kepada rekan saya yang telah memberikan masukkan dan saran kepada saya untuk menjadi guru yang lebih baik lagi
dalam proses belajar mengajar.
Bagaimana cara Anda menyikapi masukan dan umpan balik tersebut untuk pengembangan diri Anda?
Cara saya menyikapi masukkan dan saran yang rekan saya berikan, saya menerimanya dengan sangat welcome, karena itu bertujuan untuk
memperbaiki cara saya mengajar didalam kelas. Setelah itu saya melakukan refleksi diri terhadap cara mengajar saya yang telah saya lakukan
dikelas, saya juga memutar ulang video yang telah diambil oleh rekan saya. Melalui video tersebut saya memperhatikan, bagian-bagian atau hal-
hal mana saja yang harus saya perbaiki untuk selanjutnya. Saya juga mencari tau lebih banyak contoh-contoh RPP diinternet untuk membuat RPP
lebih baik lagi. Tidak hanya soal RPP saja, saya juga mencari tau tentang metode, strategi dan cara mengajar yang pas dan sesuai untuk siswa saya
dan bisa saya terapkan didalam kelas. Saya jadi sering sharing dengan rekan kerja lainnya, bagaimana untuk menjelaskan materi dengan lebih baik
dan juga bagaimana menciptakan ruangan kelas yang lebih kondusif selama proses belajar mengajar, dan juga bagaiamana cara memancing siswa
untuk menjadi lebih aktif.
Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses pengembangan diri Anda, Hal berbeda apa yang Anda lakukan untuk mendukung
proses pengembangan diri Anda? Adakah cara-cara di luar kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut membuat Anda kurang nyaman
namun mendukung proses pembelajaran Anda?
Hal berbeda yang saya lakukan, saya mencari dan melihat-lihat game-game di youtube yang bisa saya gunakan didalam kelas dan bisa membantu
saya dalam proses pengajaran, yang bertujuan untuk membuat siswa lebih semangat dan aktif selama proses pembelajaran. Walaupun cara ini
diluar kebiasaan saya dan terkadang juga menimbulkan rasa kurang nyaman dalam menjalankannya, tapi hal ini harus tetap saya lakukan, karena
generasi peserta didik pada zaman saat ini, tidak bisa hanya disediakan buku dan meminta siswa membaca, atau guru hanya fokus menjelaskan
materi dipapan tulis. Tapi proses pembelajaran sekarang dibutuhkan inovasi, kreativitas dari guru dalam melaksanakan proses pembelajaran agar
tujuan yang sudah ditetapkan bisa tercapai dan peserta didik menjadi lebih aktif dan semangat. Walaupun terkadang dengan menggunakan game,
pembelajaran sedikit memakan waktu yang tidak pas sesuai dengan RPP yang telah disiapkan oleh guru. Disini juga guru dituntut harus pandai
dalam pengaturan waktu agar semua materi bisa diajarkan kepada siswa.
Bagaimana aplikasi hasil proses pembelajaran yang Anda sebutkan di dalam pekerjaan Anda?
Setelah saya melaksanakan pembelajaran yang diselingi dengan game, pembelajaran menjadi lebih menarik. Sebagian siswa lebih antusias dan
semangat setelah menjelaskan materi dan diberi sedikit latihan, dan diakhir pembelajaran ditutup dengan game. Siswa pun lebih semangat dalam
mendengarkan penjelasan tetang aturan pada game yang berkaitan dengan materi yang telah dibahas. Siswa yang pasif, menjadi aktif ketika game
telah dimulai. siswa yang jarang berbicara, secara tidak langsung game membuat siswa mau berbicara dan menyebutkan hal yang diminta didialam
game. contohnya, ketika saya mengajarkan bahasa inggris tentang adjective (kata sifat) siswa mampu mengingat beberapa kata sifat dalam bahasa
inggris dan mampu membuat kalimat pendek dengan menggunakan kata sifat. Game juga mampu membuat siswa memikirkan jawaban yang akan
mereka berikan. Siswa pun jadi lebih menyukai materi pembelajaran dan siswa juga menjadi lebih aktif. Karena materi tidak diajarkan secara
monoton dan hanya berfokus kepada guru saja.
Kapan waktu kejadiannya? Siapa yang Anda kembangkan? Apa yang memotivasi Anda melakukan pengembangan tersebut?
Pada bulan Agustus tahun 2019, menyambut HUT RI ke-74. Kepala desa meminta kepada Kepala Sekolah, agar siswa-siswi SMPN Satu Atap Jati
Mulya menjadi petugas pelaksana Upacara bendera dan sebagai pengisi acara. Acara tersebut meliputi paduan suara, pembacaan puisi dan
menampilkan tari persembahan khas Riau dan tari daerah lain. Saya selaku yang diberi kepercayaan membina kesenian diskeolah, saya diberikan
kesempatan untuk melatih siswa-siswi dalam mengisi acara paduan suara dan pembacaan puisi. Berdasarkan hal inilah saya melaksanakan
pengembangan kemampuan bernyanyi dan pembacaan puisi kepada siswa siswi.
Hal yang memotivasi saya dalam melakukan pengembangan kemampuan adalah ingin memberikan kesan kepada desa Sungai Agung, bahwa siswa
dan siswi SMP mampu dan siap untuk mengisi acara dan mempunyai kemampuan yang bisa ditampilkan didepan masyarakat ramai.
Hal apa yang menjadi fokus pengembangan? Ceritakan pula cara Anda membangun kesepakatan guna mencapai hasil pengembangan yang
diharapkan.
Hal yang menjadi fokus pengembangan saya adalah mengembangkan kemampuan dan keberanian peserta didik untuk tampil dengan semangat dan
penampilan yang sebaik mungkin. Peserta didik yang dipilih untuk mewakili sekolah pada acara HUT RI ke-74 dikantor desa adalah siswa SMP
kelas VII dan VIII. Pertama yang dilakukan adalah melatih seluruh siswa diluar jam sekolah, agar siswa lebih fokus terhadap latihan. Sebelum
latihan dimulai, saya meminta izin kepada kepala sekolah untuk pelaksanaan latihan siswa dimulai setelah pualng sekolah. Kemudian saya
membuat jadwal latihan, ini bertujuan agar latihan bisa lebih maksimal dan terarah. Saya juga meminta bantuan kepada rekan guru, untuk dapat
membantu saya dalam menyeleksi siswa-siswa yang berbakat. Setelah seluruh siswa-siswi dilatih sebanyak dua kali, kemudian diadakan pemilihan
siswa yang akan tampil untuk mengisi posisi sebagai, paduan suara dan pembaca puisi. Bagi siswa yang telah terpilih, siswa diminta mengikuti
latihan 3 kali seminggu setelah jam pulang sekolah, dan siswa diminta untuk membawa bekal, ini bertujuan untuk memudahkan latihan, sehingga
siswa tidak lagi pulang kerumah dulu untuk makan siang.
Dukungan apa saja yang Anda berikan bagi orang tersebut? Hambatan apa yang Anda temui dan bagaimana cara Anda mengatasinya? Upaya-
upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi orang tersebut?
Dukungan yang saya berikan kepada siswa-siswi yang akan menampilkan penampilannya pada HUT RI ke-74 dikantor desa, saya memberikan
dukungan tidak hanya semangat yang tinggi agar mereka tetap termotivasi untuk mengikuti latihan dan mengeluarkan seluruh kemampuan dan
kepercayaan diri yang mereka miliki. Dan juga dukungan peralatan yang dapat membantu mereka dalam latihan. Tetapi masih ada juga siswa yang
masih malu-malu dan tidak percaya diri, contohnya pada kelompok paduan suara, karena sudah terbiasa dengan tempo lagu yang diberikan oleh
guru sejak SD, maka sedikit susah untuk saya mengubah atau mengajarkan tempo yang tepat. Pada posisi dirigen mengalami kendala juga, ketukan
yang mereka pelajari ketika duduk dibangku SD belum pas dan belum sesuai dengan ketukan dirigen yang tepat. Oleh sebab itu, latihan tidak
hanya dilakukan sekali dalam sehari latihan, tapi juga dilakukan dua sampai tiga kali latihan dalam satu hari. Pada siswa yang membaca puisi,
mengalami sedikit kesulitan dalam hal Intonasi pembacaan syair puisi. Ketika lirik yang membutuhkan intonasi yang lemah dan sedih, siswa tidak
bisa mengeluarkan ekspresi tersebut. Kebanyakan dari siswa dan siswi berkekspresi datar atau biasa saja, mereka belum bisa menghayati lirik syair
dari puisi tersebut.
Untuk membantu mereka tetap semangat dan termotivasi, saya beserta dibantu oleh rekan guru lainnya, mencari video-video tentang pembacaan
puisi dan kelompok paduan suara, agar siswa dan siswi dapat mempelajari kekompakan, tempo dan juga penghayatan yang harus mereka
tampilkan. Semua rekan guru juga turut membnantu dalam meningkatkan dan mengembalikan motivasi mereka yang sempat berkurang.
Bagaimana hasilnya?
Setelah melalui latihan yang maksimal dan dengan dibantu oleh seluruh rekan guru dalam melatih siswa dan siswi, alhamdulillah rasa lelah dan
latihan yang sungguh-sungguh telah terbayar sudah dengan penampilan mereka yang sangat baik. Mereka tampil dengan penuh percaya diri dan
dengan penuh semangat. Baik dari kelompok paduan suara dan pembacaan puisi perjuangan yang diiringi oleh lagu perjuangan membuat acara
meriah dan mereka tampil dengan sangat memuaskan dan juga mereka telah berhasil mensuksekan acara yang telah dibuat oleh Kepala Desa.