Jaringan Komputer dan Internet 2024
Jaringan Komputer dan Internet 2024
Guru Pembimbing :
Pak Imron Haryadi [Link].,M.M
Oleh:
Kelompok 7
Nama Anggota kelompok 1. Fakhira Shakila Nasution
Nama Anggota kelompok 2. Indah Emilia Rizqi
Nama Anggota kelompok 1. Revaldo Fredly Sitorus
Nama Anggota kelompok 1. Salma Hafizha
1
KATA PENGANTAR
Kelompok 7
2
Daftar Isi
Cover............................................................................................ 1
Kata Pengantar............................................................................ 2
Daftar Isi...................................................................................... 3
Bab. I: PENDAHULUAN........................................................... 4
1.1 Latar Belakang...........................................................................
1.2 Rumusan Masalah......................................................................
1.3 Tujuan Penulisan........................................................................
Bab. II: PEMBAHASAN...............................................................
2.1 Peta Konsep Materi................................................................. 5
2.2 Teknologi Jaringan Komputer................................................. 6
2.3 Komponen Jaringan.............................................................. 19
2.4 Protokol Jaringan.................................................................. 31
2.5 Ip Address.............................................................................. 36
2.6 Topologi Jaringan.......................................................................
2.7 Menggunakan Layanan Jaringan................................................
Bab. III: PENUTUP ......................................................................
3.1 Kesimpulan................................................................................
3.2 Saran...........................................................................................
Daftar Pustaka................................................................................
3
Bab I
Pendahuluan
4
Bab II
PEMBAHASAN
Mengenal
Jaringan
Konfigurasi
Perangkat
Jaringan Jaringan
Komputer dan
Mengoperasikan
internet
Perangkat
Jaringan
Asesmen
5
2.2 Teknologi Jaringan Komputer
Komputer adalah perangkat digital yang dilengkapi dengan komponen
masukan, pemrosesan, dan keluaran. Beberapa perangkat digital yang
dapat dikatakan sebagai komputer, antara lain PC, laptop, tablet, dan
smartphone. Perangkat perangkat tersebut memiliki kemampuan
melakukan perolehan data sendiri (independen), seperti menyimpan
dokumen, memutar video, dan melakukan penghitungan sesuai
dengan perintah user. Konsep kerja perangkat ini disebut dengan
stand alone. Namun, ada kalanya perangkat-perangkat tersebut
membutuhkan perangkat lainnya. Untuk dapat terhubung dengan
perangkat lainnya, setiap perangkat komputer harus terhubung dalam
sebuah jaringan komputer.
1. Prinsip Kerja dan Manfaat Jaringan Komputer
Jaringan komputer atau computer network merupakan sekumpulan
perangkat independen yang saling berhubungan dalam sebuah
protokol yang sama, yang memungkinkan setiap perangkat dapat
saling berkomunikasi dan berbagi pakai data satu sama lainnya.
Contoh komunikasi antarperangkat ini adalah chatting, berkirim surel
(e-mail), berbagi data, dan sebagainya. Secara prinsip, jaringan dapat
dikatakan sebagai proses pengiriman data dari pengirim (sender) ke
penerima (receiver) melalui media komunikasi tertentu.
6
a. Sinyal digital
Sinyal digital adalah gelombang data yang ditransmisikan dalam
bentuk pulsa tegangan yang mereferensikan tinggi rendahnya sinyal.
Terdapat dua jenis pulsa tegangan, yaitu O untuk tegangan rendah dan
1 untuk tegangan tinggi. Dalam berkomunikasi, setiap perangkat
elektronik selalu menggunakan sinyal digital sebagai output tegangan
listrik yang dihasilkan sehingga tidak diperlukan peranti tambahan
seperti modem untuk memodulasinya. Namun, jenis sinyal ini rentan
terhadap gangguan (data loss) apabila ditransmisikan pada area yang
luas (jauh).
b. Sinyal analog
Sinyal analog merupakan data yang ditransmisikan dalam bentuk
gelombang sinusoidal secara kontinu, yang dipengaruhi oleh faktor
amplitudo dan frekuensi. Amplitudo merupakan tinggi rendahnya
sebuah gelombang dalam aliran sinyal analog. Adapun frekuensi
adalah banyaknya getaran atau gelombang per detik dalam sinyal
analog.
Sinyal ini mampu bekerja pada guided transmission media seperti besi
dan tembaga. Selain itu, juga unguided transmission media seperti
udara dan sinar. Kelebihan sinyal analog adalah kemampuan
menjangkau area luas dan jarak jauh sehingga cocok digunakan pada
sistem broadcast pada siaran radio, siaran TV, dan transmisi wi-fi.
Namun kekurangannya, sinyal analog mudah terpengaruh oleh noise
seperti gelombang elektromagnet, cuaca, aliran listrik, dan ketinggian
gedung.
7
Teknologi jarigan komputer memiliki beberapa manfaat dalam
memudahkan pekerjaan manusia, antara lain sebagai berikut.
1) Berbagai pakai informasi dan sumber daya
Jaringan komputer memungkinkan pengguna saling berbagi data dan
sumber daya yang ada, seperti printer, hard disk, dan peranti lainnya.
2) Komunikasi
Memungkinkan pertukaran data dan informasi antarpengguna, seperti
melalui chat dan e-mail.
3) Integrasi data
Data terintegrasi sehingga dapat diakses dari lokasi yang berbeda-
beda.
4) Distributed processing
Membagi dan mendistribusikan pekerjaan pada komputer lain
sehingga apabila terjadi masalah pada salah satu komputer, pekerjaan
masih bisa diakses melalui komputer lainnya.
5) Keteraturan aliran informasi
Data dan informasi dapat diatur dan diolah sesuai kebutuhan.
6) Keamanan data
Meningkatkan dan memperbaiki sistem keamanan data dengan cara
membatasi user yang dapat mengakses data.
7) Koneksitas berbagai jenis dan merek komputer
8
Perangkat dengan merek, jenis, dan standar protokol yang berbeda
tetap dapat saling terkoneksi dan berkomunikasi.
2. Transmisi Data
Proses transmisi data dalam jaringan atau disebut juga komunikasi
data dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu simplex, half duplex,
dan full duplex.
a. Simplex atau sistem komunikasi satu arah
Simplex adalah sistem komunikasi yang hanya memungkinkan
perangkat yang terlibat berfungsi sebagai peralatan penerima data
(receiver device) atau sebaliknya. Contoh perangkat yang menerapkan
sistem ini adalah radio dan televisi.
9
c. Full duplex atau sistem komunikasi dua arah sekaligus
Full duplex merupakan sistem komunikasi dua arah yang mampu
mengirim dan menerima data secara bersamaan. Contoh perangkat
yang menerapkan sistem ini adalah telepon, handphone, dan internet.
10
b.
Transmisi serial
Pada transmisi serial, bit-bit data dikirimkan secara berurutan dan
beruntun dari perangkat pengirim (sender) ke perangkat penerima
(receiver). Meskipun lebih lambat daripada transmisi paralel,
transmisi serial sangat efektif untuk transmisi dengan jarak jangkauan
yang lebih jauh. Contohnya, dalam jaringan komputer, sistem telepon,
VSAT, dan lainnya.
11
Keuntungan metode baseband adalah lebih sederhana topologinya,
murah dalam penerapan dan konfigurasinya karena tidak memerlukan
modem, serta lebih mudah dalam instalasi dan perawatannya.
Kekurangan metode ini adalah jangkauan transmisi data menjadi
terbatas (butuh perangkat tambahan untuk area yang luas), instalasi
sambungan grounding cukup sulit, dan kapasitas transmisi data
terbatas.
b. Teknik pengiriman broadband
Pada teknik pengiriman broadband, data digital dikonversi terlebih
dahulu menjadi data analog. Setelah diterima receiver, data tersebut
kembali dikonversi menjadi data digital. Oleh karena itu, dalam
teknik pengiriman broadband, diperlukan perangkat tambahan berupa
modem (modulator demodulator), yang berfungsi mengonversi data
digital menjadi data analog dan sebaliknya.
Teknik ini memiliki kelebihan, yaitu daya jangkauan yang lebih luas,
kapasitas besar, dan instalasi jaringan lebih murah (untuk koneksi
wireless). Kekurangan teknik ini adalah membutuhkan peranti
tambahan berupa modem, delay transmisi relatif lama, mekanisme
instalasi dan perbaikan infrastruktur jaringan relatif sulit, dan
membutuhkan biaya yang mahal dalam instalasinya (untuk koneksi
dengan kabel).
Kecepatan transfer data dalam jaringan dipengaruhi beberapa aspek,
seperti jenis modem, jenis media, kualitas sambungan transmisi, dan
jarak media yang ditempuh serta banyaknya jumlah sambungan
(media kabel).
Satuan yang digunakan pada masing-masing jenis transmisi adalah
sebagai berikut.
Baud (Bd) : kecepatan modulasi
Bit per detik (bps) : kecepatan sinyal.
Karakter per detik (cps) : kecepatan transmisi.
12
5. Model Layanan Jaringan
Terbentuknya jaringan komputer dapat membantu pengguna dalam
melakukan pekerjaannya. Dalam jaringan, komputer dapat berperan
sebagai pusat layanan ataupun sebagai penerima layanan. Perbedaan
peran komputer tersebut bergantung pada kebutuhan manusia sebagai
penggunanya. Untuk melayani kebutuhan pengguna, terdapat dua
model layanan jaringan komputer, yaitu model peer-to-peer dan klien-
server.
6. Jenis Jaringan Berdasarkan Area
Teknologi dan infrastruktur yang diterapkan dalam jaringan komputer
juga dipengaruhi oleh jangkauan area. Semakin luas area yang dapat
dijangkau, semakin banyak pula perangkat yang dapat terhubung.
Berdasarkan jangkauan areanya, jaringan dapat dibedakan menjadi
empat, yaitu sebagai berikut.
a. PAN (Personal Area Network)
PAN merupakan jaringan dengan daya jangkau area yang terbatas,
biasanya terhubung melalui gelombang radio dengan jarak maksimal
10 m. Dalam beberapa penelitian, ditemukan bahwa teknologi PAN
dapat menjangkau radius 1 mil atau 800 m. Contoh penerapan
teknologi PAN adalah pada mouse wireless yang menggunakan
jaringan bluetooth sebagai perantara input ke komputer. Biasanya,
mouse wireless menggunakan adaptor USB yang akan berkomunikasi
dengan mouse untuk menerima input yang akan diteruskan ke
komputer. Teknologi ini juga diterapkan pada perangkat lainnya,
seperti keyboard, speaker, kamera, dan smartphone. Teknologi ini
semakin banyak diterapkan karena lebih praktis, tanpa harus
menggunakan kabel untuk menyambungkan antarperangkat.
15
1) Kecepatan transfer data tinggi, antara 100 Mbps hingga 1 Gbps
2) Jangkauan lebih luas dibandingkan PAN.
3) Biaya instalasi lebih murah ketika diterapkan pada banyak
perangkat jaringan.
4) Tidak membutuhkan jasa provider untuk menghubungkan
perangkat-perangkat dalam jaringan.
c. MAN (Metropolitan Area Network)
MAN merupakan jaringan komputer dengan jarak atau radius media
transmisi antara 10 hingga 50 km. Secara struktur, MAN terdiri atas
beberapa LAN yang saling terhubung. Teknologi MAN sering
digunakan untuk sambungan jarak jauh antarkantor atau organisasi
yang masih dalam satu sistem manajemen, dengan tujuan untuk
menyinkronkan sistem informasi, memudahkan pengontrolan, dan
membuat sistem yang terpusat.
16
WAN merupakan jaringan dalam skala besar dengan jangkauan
mencakup seluruh dunia. Dengan WAN, setiap perangkat dapat saling
terkoneksi dengan perangkat lainnya di wilayah mana pun, tanpa
adanya batasan jarak. Suatu jaringan dikatakan sebagai WAN, jika
mempunyai panjang media transmisi lebih dari 100 km. Oleh karena
jarak yang jauh tersebut, teknologi jaringan yang cocok digunakan
adalah kabel fiber optic yang dihubungkan melalui sambungan bawah
laut dan sambungan berbasis satelit.
17
Setiap perangkat yang terlibat dalam jaringan komputer mengikuti
standar yang mengatur implementasi teknologi yang digunakan.
Dengan mengikuti standar ini, perangkat yang dengan jenis, merek,
vendor, dan teknologi yang berbeda dapat saling berkomunikasi.
Salah satu standar yang menjadi acuan dalam pengembangan
teknologi jaringan adalah IEEE 802.
18
B. Komponen Jaringan
Agar dapat berfungsi dengan baik, jaringan komputer memerlukan
beberapa komponen yang memiliki fungsi tertentu untuk mendukung
komunikasi jaringan. Beberapa komponen yang digunakan dalam
jaringan komputer, antara lain sebagai berikut.
1. Server
Server merupakan komputer berspesifikasi tinggi yang memiliki
peran utama memberikan layanan pada klien dalam jaringan.
Beberapa layanan yang disediakan server, antara lain sebagai berikut.
a. Berbagi data dengan perangkat klien.
b. Melayani permintaan layanan dari komputer klien.
c. Mengatur pengguna yang memiliki hak akses terhadap server dan
jaringan secara umum.
d. Menjaga keamanan data yang tersimpan dan mencegah dari
serangan yang berkaitan dengan pencurian data atau penggunaan
secara ilegal.
Contoh penerapan server, antara lain server basis data, server web,
server FTP, dan server aplikasi.
19
2. NIC (Network Interface Card)
NIC yang biasa disebut kartu jaringan atau kartu LAN berfungsi
sebagai penghubung satu komputer dengan komputer lainnya dalam
jaringan, yang tersambung dalam media transmisi tertentu, seperti
kabel ataupun nirkabel. Kartu LAN biasanya menggunakan slot PCI,
ISA, Mini PCI, dan PCI Express dan dapat ditancapkan pada slot bus
mainboard.
3. Kartu Wi-fi
Kartu wi-fi adalah versi dari NIC yang menghubungkan komputer-
komputer yang tersambung dengan media transmisi nirkabel, seperti
melalui jaringan wi-fi. Terdapat dua tipe kartu wi-fi, yaitu sebagai
berikut.
a. Kartu wi-fi internal, merupakan kartu jaringan dengan tipe slot
PCI atau PCI Express yang dapat ditancapkan pada slot bus
mainboard.
b. Kartu wi-fi eksternal, merupakan kartu jaringan yang dapat
dipasangkan di luar perangkat komputer dengan menggunakan port
USB.
4. Hub
20
Hub atau sering disebut juga konsentrator adalah perangkat yang
berfungsi sebagai pusat sambungan yang menghubungkan beberapa
perangkat dalam jaringan yang sama. Setiap perangkat yang
terhubung dapat saling bertukar informasi satu sama lain. Hub bersifat
distributor pasif, yang akan membagikan setiap data yang diterimanya
ke semua perangkat yang terkoneksi, tanpa melakukan /penyaringan
atau pengalihan.
5. Switch
Switch memiliki fungsi yang hampir sama dengan hub. Perbedaannya
adalah switch merupakan hub yang bersifat distributor aktif. Selain
mendistribusikan data, switch juga menyimpan MAC address setiap
perangkat yang terhubung sehingga setiap data yang ditransfer akan
diteruskan ke port yang menjadi tujuannya. Dengan demikian, proses
komunikasi menjadi lebih cepat.
6. Router
Router adalah perangkat jaringan yang bertugas mengirimkan paket
data melalui jaringan internet dari sumber data ke tujuannya. Proses
pengiriman paket data tersebut disebut dengan routing. Dalam proses
routing, router akan memilih jalur terbaik untuk mengirimkan paket
data dari IP address asal ke IP address yang dituju.
21
Agar router mengetahui jalur terbaik untuk meneruskan paket data,
router membutuhkan tabel routing yang berisi informasi alamat dan
jarak menuju jaringan yang dituju.
7. Access Point
Access point merupakan perangkat yang berfungsi menerima dan
mendistribusikan data. Perangkat ini berperan sebagai titik pusat
penerima dan pemancar sinyal dari dan menuju perangkat klien.
Berbeda dengan router yang berfungsi mengirimkan paket data,
access point hanya berperan untuk mengoneksikan perangkat yang
ingin terhubung dalam jaringan. Oleh karena itu, perangkat access
point dan router saling berhubungan dalam menjalankan fungsinya.
Pada model terbaru, sering kali fungsi access point dan router
digabungkan dalam perangkat yang sama.
22
8. Modem
Modem adalah perangkat yang berfungsi melakukan modulasi dan
demodulasi. Modulasi adalah proses pengubahan sinyal informasi ke
dalam sinyal pembawa. Sementara demodulasi adalah proses
penyaringan sinyal informasi dari sinyal pembawa.
9. Media Transmisi
Untuk menghantarkan sinyal, baik sinyal digital maupun analog,
diperlukan media yang menjadi penghubung antar perangkat. Jenis
dan tipe sambungan media transmisi akan memengaruhi kecepatan
dan keberhasilan transmisi. Secara garis besar, media transmisi
dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
Guided media merupakan media yang dapat menghantarkan
data melalui konduktor fisik seperti tembaga dan serat kaca.
Contohnya, kabel coaxial, UTP, STP, dan fiber optic.
23
Unguided media adalah jenis media tidak terpandu, yang tidak
memiliki bentuk secara fisik sehingga dalam pemancarannya
membutuhkan gelombang elektromagnetik untuk mentransfer
data. Contohnya, gelombang radio, infrared, bluetooth,
microwave, dan satelit.
a. Media transmisi kabel
Ketika memilih kabel sebagai media transmisi dalam membangun
jaringan, ada tiga aspek yang harus dipertimbangkan, yaitu banyaknya
perangkat yang terhubung, jangkauan dan area jaringan, serta
kecepatan dan lebar bandwidth yang akan digunakan.
24
Kabel ini agak kaku dan tebal serta memiliki keunggulan, yaitu tahan
benturan, angin, hujan, dan tidak mudah terganggu interferensi.
Namun, kabel ini memiliki kekurangan, yaitu harganya lebih mahal
dibandingkan kabel UTP dan cukup sulit untuk dipasang pada
konektor RJ-45. Untuk penggunaan jarak jauh, kabel STP
membutuhkan bantuan device penguat atau repeater.
b) Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
Kabel UTP terdiri atas empat pasang pilinan kabel seperti STP, hanya
saja tidak memiliki pembungkus berlapis sehingga harganya relatif
murah dan terjangkau. Jenis kabel twisted pair sering digunakan
dalam instalasi jaringan berbasis topologi star. Jarak maksimal per
segmen adalah 100 m dan mampu bekerja dengan kecepatan sampai
100 Mbps. Akan tetapi, kabel UTP lebih mudah terpengaruh
interferensi elektromagnetik (EMI) dari perangkat di sekitarnya,
kurang kuat, dan mudah ditekuk sehingga lebih cocok digunakan
untuk sambungan dalam ruangan tertutup.
2) Kabel coaxial
Kabel coaxial terdiri atas tembaga sebagai inti, yang diselubungi
plastik (insulasi), kemudian dilapisi oleh serat tembaga yang berpola
seperti jala ikan dan lapisan terluar berupa insulator jaket. Insulator
tersebut berfungsi sebagai pelindung dari interferensi elektromagnetik
25
(EMI), benturan, guncangan, dan gangguan alam seperti air, panas,
angin, dan pengeroposan.
26
Dibandingkan media transmisi lainnya, kabel fiber optic cukup tahan
terhadap interferensi elektromagnetis.
Kabel ini juga mampu beroperasi dengan kecepatan dan kapasitas
data yang tinggi. Kemampuan yang andal dalam mentransmisikan
data hingga puluhan juta bit digital menjadikan kabel ini pilihan
terbaik untuk membangun jaringan pada area yang sangat jauh dengan
beban yang tinggi. Penggunaan kabel fiber optic memiliki beberapa
keuntungan sebagai berikut.
a) Sinyal-sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa memerlukan
repeater kecuali dalam jarak tertentu.
b) Dalam penggunaan bandwidth, media ini mampu membawa dan
melewatkan paket-paket dengan kapasitas besar.
c) Kemampuan beroperasi pada jaringan kecepatan tinggi hingga
mencapai gigabits per second.
d) Keandalan dan ketahanan yang kuat terhadap inferensi
elektromagnetik yang dihasilkan perangkat-perangkat elektronik
seperti radio, smartphone, atau bahkan kabel- kabel transmisi lain di
sekelilingnya.
Meskipun demikian, kabel fiber optic cukup sulit pemasangannya dan
membutuhkan biaya perawatan yang tidak murah.
Secara umum, kabel fiber optic tersusun dari lima komponen, yaitu
sebagai berikut.
27
a) Core merupakan medium fisik utama yang berfungsi membawa
sinyal data optikal dari pengirim ke penerima. Core terbuat dari serat
kaca dalam satuan mikron yang dilapisi cladding tipis untuk
melindungi sinyal data agar tidak membias keluar. Diameter core
yang semakin besar, akan membuat semakin banyak data yang dapat
dilewatkan dan berpengaruh pada harga yang semakin mahal.
b) Cladding merupakan pelapis core fiber optic yang berguna
memproteksi dari interferensi elektromagnet dan pembiasan cahaya.
c) Coating/plastic shield adalah lapisan plastik yang menyelimuti core
dan cladding dengan ukuran 250 sampai 900 mikron.
d) Strengthening fibers merupakan komponen penguat yang terbuat
dari metal atau karet, yang digunakan untuk melindungi core dari
benturan, tekanan, dan tekukan dari luar.
e) Cable jacket merupakan lapisan terluar dari keseluruhan badan
kabel.
Saat ini, ada beberapa tipe kabel fiber optic yang tersedia di pasaran,
yaitu sebagai berikut.
a) Kabel single mode terdiri atas serat tunggal fiber glass berdiameter
8,3 hingga 10 mikron (1 mikron = 1/250 diameter rambut manusia).
b) Kabel multimode merupakan kabel multiserat fiber glass
berdiameter 50 hingga 100 mikron. Setiap fiber dalam kabel
multimode mampu membawa sinyal data sendiri-sendiri.
c) Plastic optical fiber adalah kabel fiber optic single mode yang
dibungkus isolator plastik dengan harga lebih murah.
b. Media transmisi nirkabel atau wireless
Media transmisi nirkabel dikategorikan sebagai unguided media
karena tidak dapat diukur secara visual ataupun dinyatakan dalam
satuan metrik sehingga tidak memerlukan konduktor fisik seperti
kabel. Media transmisi yang diguanakan adalah radiasi
28
elektromagnetik (listrik dan medan magnet yang terinterferensi) yang
dipancarkan melalui udara terbuka.
Contoh gelombang elektromagnetik adalah mikrogelombang
(microwave), sistem satelit, sinar inframerah, dan laser sistem.
Teknologi nirkabel Cocok digunakan untuk pengguna yang lokasinya
jauh, sulit dijangkau, atau memiliki mobilitas tinggi.
Dalam membangun jaringan nirkabel, ada beberapa faktor yang perlu
dipahami, antara lain sebagai berikut.
1) Dalam instalasi dan konfigurasi, perangkat nirkabel membutuhkan
antena untuk memperkuat pancaran sinyal dan sistem penerimaan
(transmitter dan receiver).
2) Terdapat dua model koneksi gelombang radio, yaitu:
Point-to-point (unidirectional), merupakan koneksi dari satu
perangkat ke satu perangkat lainnya (pointing).
Broadcast (omnidirectioanl), merupakan metode koneksi dari
satu perangkat pemancar yang diarahkan ke segala arah (360°),
contohnya hotspot.
3) Berdasarkan jenis frekuensi gelombang, jaringan nirkabel
dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
Gelombang mikro atau microwave dengan frekuensi antara 2
sampai 40 Ghz.
Gelombang radio dengan rentang frekuensi 30 Mhz sampai 1
Ghz.
Gelombang inframerah.
4) Media transmisi tidak terpandu (unguided) terbagi atas empat
bagian, yaitu:
Gelombang mikro atmosfer Bumi.
Gelombang mikro pada satelit.
Radio broadcast.
Inframerah.
29
C. Protokol Jaringan
Protokol jaringan adalah sekumpulan aturan baku yang ditetapkan
oleh badan standardisasi dunia tentang jaringan dan teknologi
informasi, yang mengatur mekanisme komunikasi data antarmesin
komputer. Saat ini, ada dua model protokol jaringan yang dapat
dgunakan, yaitu sebagai berikut.
1. Model DoD
Model layer DoD dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan Amerika
Serikat atau Department of Defence (DoD) sebagai upaya
meningkatkan strategi pertahanan. DoD membuat riset untuk
menghubungkan pos-pos militer yang berbeda lokasi melalui
jaringan. Untuk itu, dibentuklah sebuah badan riset yang awalnya
dikenal sebagai Advanced Research Project Argency (ARPA), yang
kemudian berkembang menjadi Defence Advanced Research Projects
Agency (DARPA). ARPA berhasil merilis ARPAnet, yang merupakan
jaringan pertama yang menerapkan protokol TCP/IP. Dengan protokol
tersebut, sistem jaringan mampu mengoneksikan berbagai platform
komputer di antara badan resmi pemerintah dan beberapa universitas
di Amerika.
30
2. Model OSI
Model OSI (Open Standard Interconnection) yang dikeluarkan oleh
ISO atau International Standard Organization membagi proses
komunikasi dalam tujuh layer. Prinsip-prinsip yang digunakan bagi
ketujuh layer tersebut adalah sebagai berikut.
a. Jenis layer harus disesuaikan dengan tingkat abstraksi dan fungsi
yang berbeda-beda dalam servisnya.
b. Layer yang dibentuk harus bermanfaat sesuai kebutuhan serta
saling berhubungan dan saling mendukung satu sama lainnya.
c. Kegunaan setiap layer ditentukan melalui mekanisme yang logis
dan rumit dengan ketelitian tinggi sesuai standar protokol
internasional.
d. Batasan dan area operasi layer bertujuan meminimalisasi aliran
informasi yang melewati interface.
e. Jumlah layer harus cukup banyak disesuaikan spesifikasi, proses
kerja, dan kegunaannya sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak
perlu digabung dalam satu layer.
Model OSI memiliki tujuh layer atau lapisan yang dibagi menjadi
application, presentation, session, transport, network, data link, dan
physical layer. Penjelasan singkat mengenai ketujuh layer tersebut
dapat dilihat pada tabel berikut.
31
32
Berdasarkan fungsinya, ketujuh layer dalam model OSI dapat
dikategorikan menjadi dua lapisan, yaitu lapisan atas dan lapisan
bawah.
a. Lapisan atas dari model OSI terkait dengan persoalan aplikasi.
Pada umumnya, lapisan ini hanya diimplementasikan pada aplikasi
yang digunakan oleh pengguna komputer. Lapisan paling atas, yaitu
lapisan aplikasi adalah lapisan penutup sebelum terhubung ke
pengguna. Pengguna akan berinteraksi langsung dengan sistem
melalui lapisan ini.
b. Lapisan bawah dari model OSI mengendalikan persoalan transpor
data. Lapisan fisik dan lapisan data link dimplementasikan ke dalam
hardware dan software. Lapisan-lapisan bawah yang lain umumnya
hanya diimplementasikan dalam software. Lapisan terbawah, yaitu
lapisan fisik adalah lapisan penutup bagi media jaringan fisik
(misalnya jaringan kabel) dan sebagai penanggung jawab bagi
penempatan informasi pada media jaringan.
Standardisasi teknologi jaringan tidak hanya dilakukan oleh OSI saja,
tetapi juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya, seperti ITU
(International Telecommunication Union) tentang telekomunikasi,
CCITT (Comite Consultatif International Telephonique et
Telegraphique) tentang proses komunikasi menggunakan telepon dan
telegraf, ANSI (American National Standards Institute) tentang
pengodean, NCITS (National Committee for Information Technology
Standards), IEEE (Institute Electrical and Electronics Engineers)
tentang standardisasi peralatan telekomunikasi, EIA (Electronic
Industries Association) tentang standardisasi hubungan port serial RS-
232-C.
D. IP Address
IP Address (Internet Protocol Address) merupakan metode
pengalamatan yang diterapkan sebagai identitas pengenal mesin
dalam jaringan, yang terdiri atas barisan angka berbasis desimal atau
heksadesimal dengan standar aturan tertentu, misalnya [Link].
Semua perangkat yang terhubung dalam jaringan wajib memiliki IP
33
address agar dapat terkoneksi dengan sistem jaringan dan perangkat
lainnya.
1. Bilangan Komputer
Dalam IP address dikenal sistem bilangan biner, desimal, dan
heksadesimal. Berikut karakteristik dari ketiga bilangan tersebut.
a. Bilangan biner, merupakan bilangan berbasis 2 yang terdiri atas
angka 0 dan 1. Setiap bilangan pada bilangan biner disebut bit (binary
digit), yang setiap 1 byte sama dengan 8 bit. Contoh penulisan biner
adalah 11110001.
b. Bilangan desimal adalah bilangan yang terdiri atas sepuluh angka,
yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Jenis bilangan inilah yang dipakai
dalam IPv4. Contoh penulisannya adalah 3, 100, dan 84.
c. Bilangan heksadesimal adalah bilangan yang terdiri atas 16 jenis
angka, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, dan F. Huruf A
mewakili angka 10, sedangkan B mewakili 11, C mewakili 12, D
mewakili 13, E mewakili 14, F mewakili 15, Jenis bilangan ini sering
digunakan dalam MAC address dan IPv6. Contoh penulisannya
adalah 7BC dan 56A. Bilangan tersebut dapat dikonversi ke bentuk
bilangan lainnya sesuai kebutuhan.
2. IP Address Versi 4
IP address dalam penggunaannya terdiri atas dua bagian, yaitu
network ID dan host ID. Network ID memperlihatkan alamat network
atau jaringan, sedangkan host ID mengidentifikasikan alamat host
dalam satu network. Syarat terbentuknya sebuah jaringan lokal adalah
jaringan harus dalam satu kelas IP yang sama, memiliki network IP
dan broadcast IP yang sama, dan mempunyai IP host yang berbeda.
Untuk menghubungkan dua jaringan dengan network ID dibutuhkan
router sebagai jembatan penghubungnya.
34
a. Network ID [Link] tidak dapat digunakan untuk pengalamatan
IP address. Hal ini karena IP address ini secara default digunakan
untuk keperluan loopback.
b. Host ID tidak boleh diset pada bit 1 semua (contoh kelas C:
[Link]), karena akan diartikan sebagai alamat broadcast pada
subnet mask [Link]. Broadcast ID merupakan alamat yang
mewakili seluruh anggota jaringan. Sebagai contoh, pengalamatan
Jalan Pahlawan yang memiliki beberapa sub seperti Jalan Pahlawan
Revolusi, Jalan Pahlawan Revolusi I, dan seterusnya. Pengiriman
paket menuju alamat ini akan menyebabkan paket diketahui oleh
seluruh anggota network tersebut.
c. Sebuah network ID dan host ID tidak boleh dikonfigurasikan pada
bit O semua (seluruh bit diset O seperti [Link]). Hal ini karena IP
address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Sebagai
contoh, [Link] akan dianggap sebagai alamat network. Host ID
dalam suatu network harus unik. Artinya, dalam satu network, tidak
boleh ada dua host dengan host ID yang sama untuk mencegah
terjadinya tabrakan data atau perebutan IP yang berakibat sambungan
ke jaringan terputus.
35
IP privat adalah IP address yang tidak digunakan dalam penomoran
alamat komputer karena dicadangkan untuk penggunaan jaringan
lokal yang mencakup tiga segmen terakhir dari IP address untuk
internet.
36
diatur agar konfigurasi IP statis yang telah diterapkan pada komputer
klien tidak terganggu.
E Topologi Jaringan
Topologi merupakan pola hubungan antarterminal atau antarkomputer
dalam jaringan. Pola ini berhubungan erat dengan metode akses dan
media pengirim yang digunakan. Namun, ketika akan membangun
sebuah jaringan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain
ukuran organisasi, tingkat keamanan data, ketersediaan sistem
pendukung, beban traffic jaringan, ketersediaan biaya, dan banyaknya
pengguna.
Ditinjau dari segi keberadaannya, topologi dapat diklasifikasikan
menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.
1. Physical Topology, merupakan bentuk topologi secara fisik yang
menekankan teknik koneksi media transmisi antar-node atau
workstation.
2. Logical Topology, merupakan topologi secara logika yang
menggambarkan model aliran data antar-user dalam jaringan.
37
Adapun jenis topologi yang dapat dipilih untuk membangun jaringan
komputer, antara lain sebagai berikut.
1. Topologi Bus
Pada topologi bus, terminal atau komputer disusun secara serial dalam
sebuah media transmisi utama. Dengan demikian, informasi yang
dikirim akan melewati semua terminal pada jalur tersebut. Jika alamat
yang tercantum dalam data sesuai dengan alamat pada terminal itu,
data atau informasi akan diterima lalu diproses. Jika tidak sesuai, data
akan diabaikan oleh terminal.
Topologi bus atau biasa disebut juga daisy chain tergolong paling
sederhana. Setiap terminal dilengkapi NIC yang terhubung dengan
kabel tunggal coaxial. Topologi ini cocok untuk jaringan skala kecil
karena jumlah terminal dapat ditambah atau dikurangi secara
fleksibel. Kabel yang digunakan adalah RG-58, RG-11(broadband),
RG-62, dan RG-8(baseband). Karakteristik topologi bus, antara lain
sebagai berikut.
a. Sederhana dan mudah dalam instalasi.
b. Transfer data lebih cepat karena menggunakan satu jalur umum
yang terhubung dengan node-node.
c. Potensi terjadi tabrakan data atau collision lebih besar karena sinyal
mengalir dalam dua arah.
d. Jika salah satu segmen kabel putus, seluruh jaringan akan terhenti.
e. Penambahan segmen tidak mengubah model jalur.
38
f. Berupa bentangan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup oleh
terminator dan terdapat node-node sepanjang kabel.
2. Topologi Ring
Secara fisik, topologi ring mirip dengan topologi bus, tetapi kedua
terminal di bagian ujung saling terhubung sehingga membentuk
lingkaran. Pada topologi ring, setiap terminal akan memeriksa
informasi yang melewatinya. Jika data tersebut ditujukan untuknya,
data akan diterima dan diproses. Namun jika tidak, data tersebut akan
diteruskan.
39
3. Topologi Star
Pada topologi star, terdapat terminal pusat atau hub sebagai pengatur
dan pengendali semua komunikasi data yang terjadi dalam jaringan.
Setiap transmisi data akan dilewatkan dan didistribusikan oleh
konsentrator. Topologi ini mudah dalam instalasi dan dilakukan
pengembangan. Selain itu, topologi ini juga cukup mudah dalam
perawatan dan perbaikan jika terjadi kerusakan.
4.
Topologi Lainnya
Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pengguna,
telah banyak dilakukan modifikasi pada topologi yang sudah ada.
Terkadang, modifikasi dilakukan dengan mengombinasikan beberapa
topologi jaringan untuk menghasilkan kualitas layanan jaringan yang
maksimal. Berikut adalah beberapa topologi yang dihasilkan dari
kombinasi topologi bus, ring, dan star.
a. Topologi mesh
40
Pada topologi mesh, setiap komputer dalam jaringan memiliki media
penghubung ke komputer lain secara langsung. Hal tersebut membuat
kecepatan transfer data lebih baik. Namun, kebutuhan media transmisi
kabel yang dibutuhkan juga lebih banyak karena setiap klien
terhubung secara langsung.
b. Topologi tree
Topologi tree merupakan kombinasi topologi star dan topologi bus.
Pada umumnya, hub diletakkan di paling depan dan diikuti beberapa
terminal yang dihubungkan secara serial menyerupai topologi bus.
c. Topologi hybrid
Topologi hybrid merupakan rangkaian beberapa jenis topologi star,
ring, dan bus. Biasanya, diterapkan dalam perusahaan yang telah
menerapkan beberapa jenis topologi jaringan. Kombinasi rangkaian
dilakukan agar topologi yang ada dapat saling terintegrasi satu sama
lain.
41
laboratorium yang telah memiliki akses internet dengan IP address yang telah
ditentukan.
C. -Klik Start Control Panel - Network and Internet and Sharing Center -
Change adapter settings. – Network
d. Klik kanan ikon Ethernet - pilih Properties. Jika ikon tersebut menampilkan
tanda silang merah seperti gambar, berarti interface kartu jaringan belum
terhubung dengan jaringan. Periksa kembali sambungan kabel ke network
interface card.
e. Pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) - Properties atau dobel klik
untuk menampilkan menu konfigurasi IP address versi 4.
f. Selanjutnya, lakukan pengaturan IP address sesuai dengan ketentuan IP dalam
laboratorium komputer sekolah. Dalam contoh ini, menggunakan ketentuan
sebagai berikut
a. IP address: [Link]
b. Subnet Mask: [Link]
c. Gateway: [Link]
d. DNS Server: [Link]
e. Setelah itu, klik OK dan tutup kotak dialog Local Area Connection
Properties.
f. Buka command prompt Windows. Periksa bahwa konfigurasi IP address versi
4 sudah benar dengan mengetikkan perintah ipconfig.
g. Setelah itu, klik OK dan tutup kotak dialog Local Area Connection
Properties.
h. Buka command prompt Windows. Periksa bahwa konfigurasi IP address versi
4 sudah benar dengan mengetikkan perintah ipconfig.
i. Langkah selanjutnya adalah melakukan uji konektivitas jaringan dengan
memasukkan perintah berikut.
1) ping [Link]
Jika ditampilkan pesan "Reply from [Link] ....", hal tersebut
menunjukkan bahwa loopback adapter dalam kondisi baik.
42
2) ping [Link]
Jika ditampilkan pesan "Reply from [Link] ....", hal tersebut
menunjukkan bahwa kartu jaringan lokal dengan IP address [Link] dalam
kondisi baik.
3) ping [Link]
Jika ditampilkan pesan "Reply from [Link]...", hal tersebut
menunjukkan bahwa komputer telah terhubung dengan internet. 4) ping
[Link]
Jika pengujian koneksi dengan host [Link] yang merupakan DNS server
Google telah berhasil dilakukan, seharusnya akan ditampilkan informasi bahwa
komputer dapat terkoneksi dengan server.
2. Mengoneksikan Laptop dengan Hotspot
Hotspot merupakan area atau wilayah tertentu yang terdapat sinyal pemancar
gelombang radio yang memungkinkan pengguna dengan perangkat yang
mampu menangkap wi-fi, seperti komputer, laptop, PDA, notebook, dan
smartphone dapat terhubung dengan internet.
a. Memiliki SSID yang di-broadcast dan dapat dijangkau oleh perangkat klien.
b. Biasanya menggunakan gelombang radio dengan frekuensi 2,4 GHz.
c. Biasanya wi-fi hotspot memiliki autentikasi seperti harus memasukkan
password tertentu ketika terkoneksi dengan SSID wi-fi.
d. Terkadang ada beberapa layanan hotspot yang mewajibkan pengguna untuk
login melalui web browser untuk mengakses internet. Meskipun memudahkan
pengguna terhubung internet, hotspot memiliki kekurangan, yaitu rentan
terjadinya penyadapan. Ada beberapa cara yang dapat dijalankan untuk
mengurangi risiko tersebut, antara lain menggunakan protokol HTTPS,
menjalankan VPN, melakukan update software, menonaktifkan fasilitas sharing,
serta mengaktifkan firewall dan antivirus.
43
ada di internet. Contoh browser adalah Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera,
dan Microsoft Edge. Sebelum dapat mengakses informasi di internet, Anda
harus menginstal web browser pada komputer terlebih dahulu. Anda dapat
melihat penjelasannya dengan memindai QR code di samping.
4. Mengaktifkan Proxy pada Web Browser
Proxy bekerja di antara komputer pengguna dengan server website tujuan.
Setiap request komputer akan dirutekan terlebih dahulu menuju proxy server,
kemudian akan diarahkan kembali menuju server website tujuan. Dengan proxy
server tersebut, akses data menjadi lebih cepat, terproteksi dari gangguan
jaringan, beban bandwidth berkurang, pengelolaan jaringan lebih mudah, dan
identitas alamat komputer sumber lebih terlindungi dari server tujuan. Terdapat
dua tipe web proxy, yaitu sebagai berikut.
a. Transparent, merupakan jenis proxy server yang dilengkapi konfigurasi
firewall pengaturan port proxy sehingga klien tidak perlu melakukan
konfigurasi proxy pada web browser-nya.
b. Non-transparent, merupakan jenis proxy yang hanya mengharuskan pengguna
mengatur konfigurasi port proxy secara manual, yang diarahkan ke server proxy
tersebut.
Penjelasan mengenai cara melakukan pengaturan port proxy pada web browser
dapat dilihat dengan memindai QR code di samping.
5. Mengonfigurasi VPN Client
Virtual Private Network atau VPN merupakan teknologi yang memberikan
akses ke website secara aman dengan cara membungkus paket komunikasi data
dari pengirim ke tujuan. Teknologi ini akan membuat jalur rahasia dalam kanal
jaringan sehingga paket data lebih aman, terenkripsi, dan tidak dapat dilacak.
Untuk menggunakan VPN, Anda harus melakukan konfigurasi VPN client pada
komputer. Penjelasannya dapat dilihat dengan memindai QR code di samping.
6. Chatting dalam Jaringan Lokal
Chatting secara etimologi memiliki pengertian berbicara, bercakap-cakap, dan
mengobrol. Dalam komunikasi digital, chatting merupakan komunikasi yang
memungkinkan pengguna mengirimkan data, baik teks, gambar, audio maupun
video, dengan menggunakan perangkat digital seperti komputer, gadget dan
lainnya. Chatting dapat dilakukan menggunakan aplikasi atau website. Anda
juga dapat melakukan chatting dalam jaringan lokal dengan menggunakan
aplikasi LAN Messenger. Penjelasannya dapat dilihat dengan memindai QR
code di samping.
44
7. Sharing Data
Share merupakan mekanisme membagi resource pada perangkat lain dalam
jaringan, baik berupa data, program, proses, maupun sistem pencetakan dalam
perangkat komputer agar dapat digunakan secara bersama-sama dengan
terminal lainnya dalam jaringan. Selanjutnya, akan dijelaskan langkah-langkah
melakukan konfigurasi sharing data dengan Windows 10.
a. Bentuk kelompok minimal lima anggota dan pastikan komputer dalam
kelompok telah tersambung dengan LAN. Lakukan konfigurasi IP address
dengan network [Link]/24 kemudian periksa konektivitas jaringan
tersebut.
b. Dalam contoh praktik, komputer dengan IP address [Link] akan
dikonfigurasi sebagai komputer sharing dengan folder D:\Software.
C. Selanjutnya, klik kanan folder Software - pilih Properties – klik
tab Sharing - klik tombol Share.
d. Agar folder tersebut dapat diakses oleh semua anggota, tambahkan opsi
Everyone - klik Add - klik Share - klik Done.
e. Untuk membuka folder yang telah di-share sebelumnya pada komputer lain,
tekan kombinasi tombol keyboard Windows + R sehingga muncul jendela Run.
Setelah itu, ketikkan perintah \\[Link].
f. Berikut adalah hasil tampilan sharing dokumen dalam jaringan.
8. Mengakses Samba Server
Pada materi sebelumnya, telah dijelaskan tentang metode sharing data pada OS
Windows 10. Lantas bagaimana jika komputer berbasis Windows akan
mengakses sharing data dalam komputer berbasis Linux? Caranya adalah
dengan memasang sistem Samba dalam server Linux. Samba adalah aplikasi
berbasis protokol SMB yang dapat digunakan untuk melakukan berbagi pakai
sumber data, printer, ataupun resource lainnya dalam jaringan. Langkah-langkah
melakukan sharing data dengan Samba server dapat dilihat dengan memindai
QR code di samping.
45