0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
837 tayangan4 halaman

T1 - 048419777 - Filsafat Dan Etika Komunikasi

Berdasarkan dokumen tersebut, filsafat berperan penting dalam memahami kompleksitas dunia melalui sistem pemikiran dan analisis logis. Filsafat komunikasi menelaah aspek-aspek komunikasi secara mendalam dan kritis. Pemahaman etika komunikasi dan hakikat komunikasi relevan dalam mencegah perundungan dengan mempromosikan budaya komunikasi yang sehat.

Diunggah oleh

enang Yusuf
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
837 tayangan4 halaman

T1 - 048419777 - Filsafat Dan Etika Komunikasi

Berdasarkan dokumen tersebut, filsafat berperan penting dalam memahami kompleksitas dunia melalui sistem pemikiran dan analisis logis. Filsafat komunikasi menelaah aspek-aspek komunikasi secara mendalam dan kritis. Pemahaman etika komunikasi dan hakikat komunikasi relevan dalam mencegah perundungan dengan mempromosikan budaya komunikasi yang sehat.

Diunggah oleh

enang Yusuf
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama: Fajar Hardiansyah Maulana

Fakultas: Ilmu Komunikasi


Upbjj: Jakarta
Mata Kuliah: Filsafat dan Etika Komunikasi/SKOM4323

Soal:

1. Berdasarkan pengertian filsafat yang sudah Anda pelajari, bagaimana


filsafat sebagai sistem pemikiran berkontribusi dalam memahami
kompleksitas dunia dan fenomena kehidupan manusia? Dan bagaimana
pendekatan analisis logis dalam
2. filsafat membantu kita dalam merumuskan argumen yang kohesif dan
konsekuen dalam menjelajahi persoalan-persoalan filsafat yang
kompleks?
3. Bagaimana Anda memahami definisi Filsafat Komunikasi oleh Onong U.
Effendi yang menyatakan bahwa itu adalah suatu disiplin yang menelaah
pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis, kritis,
dan holistis teori dan proses komunikasi yang meliputi segala aspek kajian
dalam komunikasi? Bisakah Anda memberikan contoh konkret untuk
menjelaskan pernyataan tersebut?
4. Bagaimana Anda melihat relevansi antara pemahaman materi Modul 3
dan Modul 4 tentang etika komunikasi dan hakikat komunikasi dalam
konteks interaksi individu dan kelompok, terutama dalam kasus
perundungan siswa SMA yang akhir-akhir ini viral? Bagaimana konsep-
konsep tersebut dapat diterapkan dalam interaksi individu dan kelompok
untuk mencegah dan menangani kasus-kasus semacam itu?
Jawaban

1. - Filsafat Merupakan Sistem Pemikiran

Dalam sejarah filsafat telah dirumuskan sistem-sistem pemikiran dari Thales,


Anaximanes, Anaximandros, Socrates, Plato, dan Aristoteles. Dengan demikian,
tanpa adanya nama-nama pemikir di atas beserta hasil pemikirannya maka
filsafat tidak dapat berkembang seperti sekarang. Hasil berpikir inilah yang
disebut sistem filsafat.

- Filsafat Merupakan Analisis Logis

Berfilsafat berarti berbicara tentang bahasa dan penjelasan makna-makna yang


terkandung dalam kata dan pengertian. Hampir setiap filsuf memakai metode
analisis untuk menjelaskan arti istilah dan pemakaian bahasa. Analisis terhadap
arti bahasa merupakan tugas pokok dari filsafat. Para tokoh filsafat analitis
berpendapat bahwa tujuan filsafat adalah menyingkirkan kekaburan-kekaburan
dengan cara menjelaskan arti dari sesuatu istilah, baik yang dipakai dalam ilmu
maupun dalam kehidupan sehari- hari. Yang dimaksud dengan menganalisis
adalah menetapkan arti secara tepat dan memahami saling hubungan di antara
arti -arti tersebut.

(Sumber Referensi: BMPSKOM4323/Modul 1, Filsafat dan Etika Komunikasi Edisi


3, Sumarno, Kismiyati El Karimah, Ninis Agustini Damayani, Universitas
Terbuka.)

2. Filsafat memainkan peran penting dalam membantu kita merumuskan


argumen yang kohesif dan konsisten saat menjelajahi persoalan-persoalan yang
kompleks. Melalui analisis logis dan refleksi mendalam, filsafat membantu kita
membangun dasar-dasar yang kuat untuk pemikiran kita dan menyusun
argumen yang dapat dipertahankan dengan baik.

3. Definisi Filsafat Komunikasi oleh Onong U. Effendi menggambarkan disiplin


ini sebagai suatu bidang yang mendalam, menyeluruh, dan kritis dalam
memahami teori dan proses komunikasi dari berbagai sudut pandang. Secara
fundamental, filsafat komunikasi mengajukan pertanyaan-pertanyaan mendasar
tentang sifat, makna, dan tujuan komunikasi, serta metodologi yang digunakan
untuk memahaminya.
Contoh konkret dari pernyataan tersebut adalah ketika filsafat komunikasi
menganalisis fenomena komunikasi seperti perdebatan politik. Dalam konteks
ini, filsafat komunikasi akan menelaah secara holistik bagaimana komunikasi
politik terjadi, apa yang mempengaruhinya, dan bagaimana teori-teori seperti
kekuasaan, legitimasi, dan retorika berperan di dalamnya. Ini melibatkan
pendekatan metodologis yang sistematis dan analitis untuk memahami proses
komunikasi politik secara mendalam, serta kritik terhadap paradigma yang ada
untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.

(Sumber Referensi: [Link]


komunikasi/)

4. Pemahaman etika komunikasi dari Modul 3 dan hakikat komunikasi dari Modul
4 sangat relevan dalam konteks interaksi individu dan kelompok, khususnya
dalam kasus perundungan siswa SMA yang viral. Etika komunikasi membantu
individu memahami pentingnya menggunakan bahasa yang baik, menghindari
penghinaan, dan bertindak dengan hormat dalam interaksi mereka. Hakikat
komunikasi, di sisi lain, menyoroti bahwa komunikasi bukan hanya tentang
penyampaian pesan, tetapi juga tentang pengaruhnya terhadap individu dan
dinamika kelompok.

Dalam kasus perundungan siswa SMA, pemahaman etika komunikasi akan


menegaskan bahwa penggunaan bahasa yang merendahkan, penghinaan, atau
tindakan yang tidak hormat adalah tidak dapat diterima. Ini menggarisbawahi
pentingnya menghormati martabat dan hak-hak individu dalam setiap interaksi.
Hakikat komunikasi juga menunjukkan bahwa setiap tindakan komunikasi
memiliki konsekuensi, baik itu untuk individu yang melakukannya maupun untuk
kelompok tempat interaksi itu terjadi.

Dengan memahami etika komunikasi dan hakikat komunikasi, individu dan


kelompok dapat bekerja sama untuk mencegah perundungan dengan
mempromosikan budaya komunikasi yang positif, membangun empati, dan
memperkuat hubungan yang saling menghormati. Ini memungkinkan untuk
menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua anggota
kelompok, serta memberdayakan individu untuk berperan aktif dalam mencegah
dan menangani kasus-kasus perundungan.

(Sumber Referensi: BMPSKOM4323/Modul 3 dan 4, Filsafat dan Etika


Komunikasi Edisi 3, Sumarno, Kismiyati El Karimah, Ninis Agustini Damayani,
Universitas Terbuka.)

Anda mungkin juga menyukai