0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan9 halaman

Tugas 1

[Ringkasan] Teks tersebut membahas tentang manajemen proyek, termasuk definisi manajemen proyek, konsep dasar manajemen proyek, perbedaan antara manajemen proyek dan operasional, serta tahap-tahap siklus proyek. Secara khusus, teks tersebut menjelaskan bahwa manajemen proyek berfokus pada pengelolaan proyek unik dengan batasan waktu, sedangkan manajemen operasional berfokus pada operasi berkelanjutan tan

Diunggah oleh

lyta
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan9 halaman

Tugas 1

[Ringkasan] Teks tersebut membahas tentang manajemen proyek, termasuk definisi manajemen proyek, konsep dasar manajemen proyek, perbedaan antara manajemen proyek dan operasional, serta tahap-tahap siklus proyek. Secara khusus, teks tersebut menjelaskan bahwa manajemen proyek berfokus pada pengelolaan proyek unik dengan batasan waktu, sedangkan manajemen operasional berfokus pada operasi berkelanjutan tan

Diunggah oleh

lyta
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS 1 MANAJEMAN PROYEK

NAMA : MAULITA SARI


NIM : 043008191

1. Uraikan mengenai hakikat manajemen proyek

secara sederhana Manajemen adalah aktifitas yang dilakukan oleh seorang, orang tersebut kita
sebut sebagai Manajer. Namun, praktik dan pengertian formalnya tidak sesederhana itu,
perhatikan lingkungan sekitar kita, untuk tiap proses pembangunan pekerjaan konstruksi
disekitar kita, atau di pertokoan dan kantor atau cabang penghasil barang/jasa, terdapat aktifitas
terkoordinir yang menyatukan pekerja, pimpinan entah disebut sebagai bos, kasubag, mandor,
juragan, atau apapun, tak lupa juga terdapat peralatan untuk bekerja, dalam manajemen juga ada
aktifitas yang bersifat administratif, ada aktifitas harian, kemudian tempat untuk pusat aktifitas
maupun cabang dengan identitas dan hal lainnya secara fisik.

Pertemuan atau rapat atau brainstorming atau apapun istilahnya dilakukan untuk mengendalikan
sesuatu, hal yang rutin antar unsur-unsur Sumber Daya Manusia, dilanjutkan aktifitas masing-
masing dan pengawasan berkala dan melekat yang dilakukan oleh pimpinan, arahan pimpinan
selaku “bos” dan “turun tangan” dari pimpinan juga terkadang dilakukan dan seterusnya, hal ini
dengan berbagai variasi nya merupakan aktifitas manajemen secara umum.
Aktifitas manajemen merupakan serangkaian terintegrasi fungsi perencanaan dan evaluasi atas
proyek/kegiatan. Antara fungsi perencanaan dan fungsi pengendalian termasuk monitoring dan
evaluasi proyek sangat reat. Jaika pada fungsi perencanaan proyek sudah ada ketidakakuratan
prediksi, baik prediksi analisa lingkungan maupun analisa dan identifikasi kebutuhan maka
proyek tersebut akan terkendala dan tidak optimal berjalan.]

Inakurasi atau ketidakakuratan identifikasi kebutuhan termasuk prediksi/forecasting akan


menimbulkan situasi ambiguitas atau ketidakjelasan apa yang menjadi standar dari apa yang
harus dikerjakan sebagai indikator kinerja dari proyek. Intinya sebagai bagian dari manajemen
dan pengendalian proyek, secara hakikat manajemen, evaluasi adalah bagian dari pengendalian
proyek yang merupakan fungsi yang menjalankan penelitian, penyelidikan, penilaian hasil
kinerja maupun proses tahapan pekerjaan proyek dan/atau fungsi analisis apakah fungsi-fungsi
pekerjaan proyek sudah berjalan atau sesuai dengan apa yang telah ditetapkan dalaam
perencanaan proyek.

Fungsi pengorganisasian proyek menyangkut berbagai permasalahan mengenai pengelolaan


SDM, material termasuk mesin dan lainnya, administrasi dan aktifitas manajemen termasuk
sarana prasarana administrasi serta lainnya, bagaimana pekerjaan dan fungsi dalam sebuah
proyek di chunkling / potong kecil-kecil kemudian hasil dari unit tersebut disatukan dan
mencapai tujuan dari proyek yang menjadi sasaran keberhasilan.

Fungsi Manajemen Proyek berbeda dengan fungsi Manajemen Pengadaan Barang/Jasa, karena
Manajemen Proyek menyangkut beberapa hal berkaitan dengan kepemimpinan proyek, pola dan
proses serta penciptaan saluran komunikasi dalam organisasi proyek serta hubungan organisasi
proyek dengan lingkungan internal yang termasuk di dalamnya hubungan internal antara fungsi
manajemen lainnya seperti keuangan, pengadaan, dsb, selain itu juga ada lingkungan eksternal
dari proyek itu sendiri, di dalam fungsi penggerakan proyek maka disinilah peran pemimpin
proyek menjadi krusial dan strategis untuk kemana arah organisasi dan pekerjaan proyek akan
dibawa.

Dengan demikian dalam aktifitas manajemennya internalisasi nilai-nilai organisasi dan


sosialisasi maupun penyelarasan dengan internalisasi nilai-nilai organisasi proyek sangat
bergantung pada peran pemimpin, disinilah manajemen mendorong penciptaan nilai, inovasi,
kreatifitas, profesionalisme, pembelajaran, integritas, rasa peduli, empati, dan loyalitas
merupakan nilai yang dipegang bersama dalam hakikat manajemen dalam konteks manajemen
proyek yang perlu dikembangkan dengan baik dari keteladanan sang pimpinan proyek sebagai
pimpinan dan pengarah proyek.

2. Jelaskan mengenai konsep manajemen proyek

Secara umum, Anda dapat mengetahui konsep dasar tentang manajemen proyek. Secara khusus
Anda dapat memahami dan menjelaskan:

1. definisi manajemen;
2. efektivitas dan efisiensi dalam manajemen;

3. fungsi-fungsi atau prinsip-prinsip manajemen;

4. tingkatan manajemen;

5. peranan manajer;

6. keahlian manajer;

7. definisi proyek;

8. manajemen proyek;

9. sumber proyek;

10. filosofi dan unsur-unsur manajemen proyek;

11. pengaruh tren perubahan lingkungan terhadap praktik manajemen proyek

3. Perbedaan antara Manajemen Proyek dan Operasional

Dalam dunia bisnis, manajemen proyek dan operasional adalah dua disiplin yang berbeda
namun saling melengkapi. Keduanya memiliki tujuan yang berbeda dan metode yang berbeda
dalam mengelola kegiatan bisnis. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan perbedaan antara
manajemen proyek dan operasional, serta memberikan contoh untuk memperjelas perbedaan
tersebut.

 Definisi: Manajemen proyek berkaitan dengan mengelola proyek yang unik, terbatas pada
waktu tertentu, dengan tujuan untuk mencapai hasil yang jelas. Manajemen proyek melibatkan
perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pengawasan kegiatan proyek mulai dari awal
hingga akhir. Di sisi lain,
 manajemen operasional berkaitan dengan mengelola operasi harian suatu organisasi untuk
mencapai tujuan jangka panjang. Ini melibatkan pengelolaan proses rutin, sumber daya, dan
kegiatan operasional yang berkelanjutan.Contoh Manajemen Proyek: Pembangunan gedung
baru, peluncuran produk baru, pengembangan aplikasi perangkat lunak.Contoh Manajemen
Operasional: Manajemen produksi di pabrik, manajemen rantai pasokan, manajemen layanan
pelanggan.

 Waktu: Manajemen proyek berfokus pada waktu terbatas, mulai dari awal hingga akhir proyek.
Ini melibatkan perencanaan jadwal, penentuan tenggat waktu, dan pengendalian waktu untuk
mencapai tujuan proyek tepat waktu. Di sisi lain,
 manajemen operasional berfokus pada kegiatan operasional yang berkelanjutan tanpa batasan
waktu yang jelas. Tujuannya adalah menjaga operasi yang efisien dan efektif sepanjang
waktu.Contoh Manajemen Proyek: Proyek pengembangan situs web dengan batas waktu
penyelesaian selama 3 bulan.Contoh Manajemen Operasional: Manajemen produksi pabrik yang
berjalan secara terus-menerus setiap hari.

 Tujuan: Tujuan manajemen proyek adalah mencapai hasil yang jelas dan terukur dalam batas
waktu yang ditentukan. Hal ini melibatkan mencapai target kualitas, waktu, dan biaya yang telah
ditetapkan. Sementara itu, tujuan
 manajemen operasional adalah mencapai efisiensi dan keberlanjutan dalam menjalankan
operasi harian. Fokusnya adalah pada peningkatan produktivitas, pengendalian biaya, dan
peningkatan kualitas dalam jangka panjang.Contoh Manajemen Proyek: Membangun gedung
perkantoran dengan kualitas yang tinggi dalam batas waktu dan anggaran yang ditetapkan.
Contoh Manajemen Operasional: Meningkatkan efisiensi produksi pabrik dengan mengurangi
limbah dan meningkatkan produktivitas.

 Unik vs. Berkelanjutan: Manajemen proyek terkait dengan proyek-proyek unik yang memiliki
awal dan akhir yang jelas. Setiap proyek memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri yang
memerlukan perencanaan dan pengelolaan yang khusus. Di sisi lain,
 manajemen operasional berkaitan dengan kegiatan berkelanjutan yang berulang dan dilakukan
secara terus-menerus. Hal ini melibatkan proses rutin dan pengelolaan sumber daya yang stabil.
Contoh Manajemen Proyek: Proyek renovasi bangunan yang unik dengan tujuan mengubah
tampilan dan fungsi bangunan. Contoh Manajemen Operasional: Manajemen rutin gudang yang
melibatkan pengaturan stok, pemrosesan pesanan, dan pengiriman barang setiap hari.

 Tingkat Risiko: Manajemen proyek biasanya melibatkan tingkat risiko yang lebih tinggi
dibandingkan dengan manajemen operasional. Karena proyek-proyek unik, mereka sering kali
melibatkan ketidakpastian dan tantangan yang harus diatasi. Manajemen proyek mengharuskan
identifikasi dan mitigasi risiko secara proaktif. Sementara itu,
 manajemen operasional lebih fokus pada pengelolaan risiko rutin dan pengendalian
kualitas.Contoh Manajemen Proyek: Proyek konstruksi yang menghadapi risiko seperti cuaca
buruk, keterlambatan pasokan bahan, atau perubahan peraturan. Contoh Manajemen
Operasional: Manajemen risiko rutin dalam rantai pasokan untuk meminimalkan keterlambatan
pengiriman dan kekurangan stok.

Dalam kesimpulan, Perbedaan antara Manajemen Proyek dan Operasional yang signifikan dalam
hal tujuan, waktu, keberlanjutan, dan risiko. Memahami perbedaan ini penting untuk menerapkan
pendekatan yang tepat dalam mengelola proyek dan operasi harian suatu organisasi. Keduanya
saling melengkapi dan diperlukan untuk mencapai keberhasilan jangka pendek dan jangka
panjang dalam dunia bisnis.

4. TAHAP SIKLUS PROYEK

Pada perkembangan selanjutnya, tahap pertama dari UNIDO, yaitu tahap persiapan, diperinci
lebih lanjut menjadi tahap konseptual, dan definisi. Tahap definisi ini juga sering pula disebut
sebagai tahap perencanaan dan pemantapan (PP), karena dua kegiatan tersebut sangat dominan
dalam tahgap definisi. Dengan demikian, jika mengikuti pembagian dari UNIDO, siklus sebuah
proyek memiliki tiga tahap yaitu :
1. Tahap konseptual
2. Tahap definisi atau tahap perencanaan dan pemantapan (PP)
3. Tahap implementasi

A. Tahap Konseptual
Periode ini terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu menyusun dan merumuskan gagasan,
menganalisis pendahuluan dan melakukan studi kelayakan. Salah satu kegiatan utama
yang bersifat menyeluruh (comprehensive) dalam tahap ini mencoba menyoroti segala
aspek mengenai layak tidaknya suatu gagasan untuk direalisasi, disebut studi kelayakan.
Dibandingkan pengkajian yang dilakukan sebelumnya, studi kelayakan mempunyai
lingkup dan aspek pengkajian yang lebih luas, mendorong potensi yang positif, dan
menaruh perhatian khusus terhadap kendala dan keterbatasannya.
B. Tahap PP/Definisi
Telah disebutkan sebelumnya bahwa pada masa permulaan siklus proyek, usaha
ditunjukan untuk mengidentifikasi dan merumuskan gagasan, mengembangkan menjadi
alternatif, lengkap dengan indikasi lingkup kerja, jadwal dan biaya. Meskipun lingkup
kerja, jadwal dan biaya. Meskipun demikian, semua itu masih dalam taraf konseptual.
Artinya, pengkajian sudah melebar dan meluas mencangkup aspek yang mempunyai
keterkaitan erat antara gagasan dengan peluang yang tersedi, tetapi belum cukup
memdalam untuk dapat dipakai sebagai dasar dalam mengambil keputusan final
mengenai jadi tidsaknya menanam investasi atau melaksanakan proyek. Oleh karena itu
perlu diadakan pengkajian yang lebih mendalam agar dapat ditarik kesimpulan yang
mantap.
C. Tahap Implementasi
Komponen kegiatan utama dalam tahap ini berbeda dari proyek ke proyek. Namun, untuk
proyek-proyek E-MK, umumnya terdiri dari kegiatan-kegiatan desain engineering terinci
dari fasilitas yang hendak dibangun, desain engineering produk, pengadaan material dan
peralatan, manufaktur (pabrikasi), dan instalasi (konstruksi). Kegiatan desain engineering
terinci merupakan tindak lanjut jenis pekerjaan yang sama yang telah dirintis di tahap
terdahulu.
Tajhap implementasi terdiri dari kegiatan sebagai berikut :
 Mengkaji lingkup kerja proyek, kemudian membuat program implementasi dan
mengkomunikasikan kepada peserta dan penanggung jawab proyek
 Melakukan pekerjaan desain engineering terinci, pengadaan material dan
peralatan, pabrikasi, instalasi (konstruksi)
 Melakukan perencanaan dan pengendalian pada aspek biaya, jadwal, dan mutu
kegiatan lain yang tidak kalah penting ialah memobilisasi tenaga kerja, melatih
dan melakukan pengawasan
 Menutup proyek, ini termasuk kegiatan inpeksi akhir, uji coba, start-up, dan
praoperasi
 Menyerahkan hasil proyek kepada pemilik.
 Menyelesaikan masalah asuransi, klaim, dan keuangan proyek.
D. Tahap Operasi atau Utilisasi
Tahap operasi atau utilisasi atau aplikasi tidak termasuk dalam siklus proyek, tetapi sudah
merupakan kegiatan operasional. Di cantumkan disini hanya untuk memperjelas batas
kegiatan-kegiatan yang bersangkutan, yaitu dimana kegiatan proyek berhenti dan
organisasi operasi mulai bertanggungjawab atas operasi dan pemeliharaan instalasi atau
produk hasil proyek.

5. Aspek-aspek ini saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Gittinger (1986) menyatakan
ada 6 (enam) aspek yang harus dipertimbangkan:

1. Aspek Teknis, yaitu hal-hal yang berhubungan dengan penyediaan input dan output dari
barang dan jasa yang akan digunakan serta dihasilkan di dalam suatu proyek. Analisis secara
teknis akan menguji hubunganhubungan teknis yang mungkin dalam suatu proyek yang
diusulkan. Misalnya dalam proyek pertanian, keadaan tanah di daerah proyek dan potensinya
bagi pembangunan pertanian; ketersediaan air baik secara alami (hujan dan penyebaran hujan)
maupun kemungkinan untuk pembangunan irigasi; varietas benih tanaman dan ternak;
pengadaan produksi; potensi dan keinginan penggunaan mekanisasi. Analisis secara teknis juga
akan menguji fasilitas-fasilitas pemasaran dan penyimpanan (storage) yang dibutuhkan untuk
menunjang pelaksanaan proyek, dan pengujian sistem-sistem pengolahan yang dibutuhkan.

2. Aspek Institusional – Organisasi – Manajerial, yaitu hal-hal yang berkenaan dengan


pertimbangan mengenai sesuai tidaknya proyek tersebut dengan pola sosial budaya masyarakat
setempat. Apakah proyek mempertimbangkan gangguan yang akan dirasakan oleh petani-petani
yang terbiasa dengan pola lama? Jika ya, ketentuan apa yang telah dibuat untuk membantu
mereka berpindah ke pola baru? Sistem komunikasi apa yang ada untuk memberikan informasi
baru kepada petani dan mengajarkan dengan keahlian baru? Selain itu, untuk dapat dilaksanakan
suatu proyek harus disesuaikan secara tepat dengan struktur kelembagaan yang ada di daerah
tersebut. Susunan organisasi proyek tersebut sesuai dengan prosedur organisasi setempat; dan
didukung oleh keahlian staf yang ada mempunyai kemampuan untuk menangani proyek.

3. Aspek Sosial, yaitu menyangkut dampak sosial dan lingkungan yang disebabkan adanya input
dan output yang akan dicapai dari suatu proyek seperti distribusi pendapatan dan penciptaan
lapangan kerja.

4. Aspek Komersial, yaitu berkenaan dengan rencana pemasaran output yang dihasilkan proyek
maupun rencana penyediaan input yang dibutuhkan untuk kelangsungan dan pelaksanaan
proyek. Berkaitan dengan pemasaran output, hal-hal yang harus diperhatikan adalah ke mana
produk akan dijual? Apakah pasar cukup luas untuk menyerap output yang dihasilkan proyek?
Berapa share pasar yang akan dikuasai produk hasil proyek? Sementara berkaitan dengan
penyediaan input adalah apakah saluran pasar untuk input tersedia dengan kapasitas sesuai
dengan yang diperlukan? Bagaimana pembiayaan untuk penyedia input dan bagi petani sebagai
pembeli input?

5. Aspek Finansial, yaitu berkenaan dengan pengaruh-pengaruh finansial proyek terhadap peserta
yang tergabung/terlibat dalam proyek. Selain itu yang berkaitan dengan administrasi proyek
seperti berapa besar dana investasi yang dibutuhkan dan kapan dibutuhkannya? Bagaimana
dengan biaya operasional jika proyek mengalami hambatan? Apakah biaya-biaya ini tergantung
kepada alokasi anggaran atau apakah proyek dapat memberikan hasil yang dapat menutupi biaya
administrasi?
6. Aspek Ekonomi, yaitu berkenaan dengan kontribusi proyek terhadap pembangunan
perekonomian dan berapa besar kontribusinya dalam menentukan penggunaan sumber daya yang
diperlukan. Sudut pandang dalam analisis ekonomi ini adalah masyarakat secara keseluruhan.

Anda mungkin juga menyukai