PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Pendidikan
Nama Dosen/Tutor :Dewi Devita S.Pd.,M.Pd.
Nama Mahasiswa : Widiya Eka Saputri
Program Studi : S1PGSD
NIM : 877594893
UPBJJ : Palembang
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
FKIP UNIVERSITAS TERBUKA
TAHUN 2023
No Uraian Tugas Tutorial Skor Sumber
Maksimum Tugas
Tutorial
1. Kebijakan pemerintah dalam bidang 30 Modul 5
pendidikan dengan membentuk MKDK4001
kementerian yang mengurus dunia Pengantar
pendidikan pada masa setelah Pendidikan.
kemerdekaan dikenal dengan istilah
demokratisasi yang menjadi KB 1.
kepedulian pemerintah yang terus
dikembangkan menuju pada
Pendidikan yang berkualitas bagi
seluruh masyarakat Indonesia.
Jelaskan tentang wujud nyata
kepedulian pemerintah dalam
demokratisasi pendididikan dimaksud,
masalah yang dihadapi serta upaya
pemecahannya.
2. Dalam mencapai cita-citanya untuk 20 Modul 5
mendirikan sekolah, Ki Hajar MKDK4001
Dewantara meninggalkan medan Pengantar
politik dan memasuki medan Pendidikan.
pendidikan.
KB 3.
Jelaskan Upaya-upaya yang telah
dilakukan oleh Ki Hajar Dewantara
serta sejumlah rintangan yang
dihadapinya untuk mencapai cita-
citanya tersebut.
3. Dalam bahasan tentang Wujud 25 Modul 6
Kebudayaan, pakar sosiologi Talcott MKDK4001
Parson maupun pakar antropologi A. Pengantar
L. Kroeber pernah menganjurkan Pendidikan.
untuk membedakan antara wujud
kebudayaan sebagai suatu sistem dari KB 1.
gagasan-gagasan serta konsep dan
wujud kebudayaan sebagai suatu
rangkaian tindakan serta aktivitas
manusia yang berpola.
Sebutkan dan jelaskan tiga wujud
dimensi kebudayaan dimaksud.
4. Berbagai studi telah dilakukan untuk 25 Modul 6
mengetahui tentang karakteristik- MKDK4001
karakteristik pokok kebudayaan, yang Pengantar
pada akhirnya para ahli antropologi Pendidikan.
telah memperoleh pengertian tentang
karakteristik-karakteristik pokok yang KB 2.
dimiliki bersama oleh semua
kebudayaan.
Sebutkan dan jelaskan secara singkat
tiga karakteristik kebudayaan.
JAWABAN :
1.) Pemerintah mengusahakan terselengeranya pendidikan yang bersifat
demokratis ,yaitu kewajiban belajar sekolah dasar bagi anak-anak yang ber umur
8tahun. Pelaksaan program ini didukung dengan PP No.5 Tahun 1951.Kewajiban
mendapatkan bpendidikan dasar ini rencanakan selama 10 tahun (1950-
1960),Adapun masalah yang muncul di dalam pelaksaan wajib belajar ini adalalh
kekurangan guru dan jumlah sekolah maka berdasarkan keputusan mentri
pendidikan No.5033/Ftanngal 5 juli 1950 didirikan lah kursus pengajar untuk
kursus pengantar kepada kewajiban belajar (KPKPKB)
1. Pembentukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengurus
dan mengembangkan sistem pendidikan nasional.
2. Perluasan akses pendidikan dengan membangun sekolah-sekolah di berbagai daerah,
termasuk di pedesaan.
3. Pengembangan kurikulum pendidikan yang berorientasi pada pembangunan karakter dan
kompetensi peserta didik.
4. Peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru melalui program pelatihan dan sertifikasi.
5. Pemberian beasiswa dan bantuan biaya pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
6. Pengembangan pendidikan vokasi dan kejuruan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja
terampil.
Masalah yang dihadapi dalam demokratisasi pendidikan:
1. Pemerataan akses dan kualitas pendidikan yang belum merata di seluruh wilayah
Indonesia.
2. Keterbatasan anggaran pendidikan dan infrastruktur sekolah di daerah terpencil.
3. Kualitas dan kompetensi guru yang masih perlu ditingkatkan.
4. Kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.
Upaya pemecahan:
1. Meningkatkan anggaran pendidikan dan alokasi dana ke daerah-daerah.
2. Memperluas program pelatihan dan sertifikasi guru.
3. Mengembangkan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
4. Mendorong partisipasi masyarakat dan swasta dalam penyelenggaraan pendidikan.
5. Memanfaatkan teknologi informasi untuk memperluas akses dan kualitas pendidikan.
Secara keseluruhan, pemerintah terus berupaya mewujudkan demokratisasi pendidikan yang
berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia meskipun masih menghadapi berbagai
tantangan.
2.) Upaya-Upaya KI H. Dewantara untuk mencapai cita-cita nya
1.) Ki Hajar Dewantara, seorang pendiri Taman Siswa, meninggalkan politik untuk
memasuki pendidikan dengan tujuan mendirikan sekolah. Upaya-upaya yang
dilakukan Ki Hajar Dewantara termasuk:
3.) Membangun Taman Siswa: Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa, sebuah
sekolah yang berbasis budaya dan agama, untuk memberikan pendidikan yang
lebih luas dan inklusif.
4.) Mengembangkan kurikulum: Ki Hajar Dewantara mengembangkan kurikulum
yang berfokus pada pengembangan karakter dan keterampilan siswa, serta
memperkenalkan budaya dan agama.
5.) Meningkatkan akses: Ki Hajar Dewantara berusaha meningkatkan akses
pendidikan untuk anak-anak muda, terutama dari kalangan masyarakat yang
kurang beruntung.
6.) Rintangan yang dihadapinya termasuk:
7.) Keterbatasan sumber daya: Taman Siswa menghadapi keterbatasan sumber daya,
termasuk dana dan fasilitas.
8.) Perlawanan dari pemerintah: Pemerintah kolonial Belanda menentang Taman
Siswa karena dianggap sebagai gerakan nasionalis.
9.) Keterbatasan infrastruktur: Taman Siswa menghadapi keterbatasan infrastruktur,
seperti keterbatasan ruang dan fasilitas.
3.) a.) Komplek gagasan konsep dan pikiran manusia:Wujud ini di sebut system
budaya,sifatnya abstrak,tidak dapat dilihat dan berpusat pada pikiran-pikiran
manusia yang menganutnya.Sistem budaya yang berasal dari pikiran dan gagasan
manusia pada dasar nya bukan merupakan kepingan-kepingan yang terlepas
melainkan saling berkaitan sesuai dengan asas-asas yang erat hubungan nya
sehingga menjadi system gagasan dan pikiran yang relatif mantap dan kontinu
b.) Komplek aktivitas , berupa aktifitas manusia yang saling berinteraksi bersifat
konkretdapat di amati atau di observasi wujud ini sering di sebut system social.
System social ini tidak dapat melepaskan diri dari system budaya.Apapun bentuk
nya pola-pola aktivitas tersebut ditentukan atau di tata oleh gagasan-gagasan, dan
pikiran-pikiran manusia.Oleh karena manusia sellalu saling berinteraksi maka
pola aktivitas manusia pun dapat mmenimbulkan gagasan,konsep,pikiran
baru,serta tidak mustahil dapat di terima dalam system budaya manusia.
c.) Wujud sebagai benda : Aktifitas manusia saling berinteraksi tidak terlepas
dari penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuan
nya.Aktivitas mansia tersebut menghasilkan benda untuk bebagai keperluan hidup
nya.Kebudayaan dalam bentuk fisik yang konkret,biasa juga disebut kebudayaan
fisik,mulai dari benda yang diam sampai pada benda yang bergerak.
4.) a.) Kebudayaan adalah milik bersama. Ini berarti bahwa suatu tindakan, ide-
ide, atau pandangan-pandangan harus dimiliki, dijalankan, dan dipelihara
bersama-sama oleh sekelompok orang atau suatu bangsa 2. Kebudayaan adalah
hasil belajar. Kebudayaan tidak diwariskan melalui kelahiran (genetik).
b.) Kebudayaan adalah hasil belajar, mengenai kebudayaan hasil belajar
adalah semua unsur kebudayaan adalah hasil belajar dan bukan warisan biologis
atau dibawa sejak lahir. Hasil belajar dapat diperoleh melalui sosialsasi yang
dikenal dalam bentuknya primer (keluarga) dan sekunder (diluar keluarga, seperti
teman, lingkungan, dan media masa).
c.) Kebudayaan Didasarkan pada lambang, Kebudayaan disebut simbolik,
sebab mengekspresikan manusia dan segala upayanya untuk mewujudkan dirinya.
e. Kebudayaan adalah sistem pemenuhan pelbagai kebutuhan manusia. Tidak
seperti hewan, manusia memenuhi segala kebutuhannya dengan cara-cara yang
beradab, atau dengan cara-cara manusiawi.