0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
634 tayangan13 halaman

LKPD Menu

Lembar kerja peserta didik (LKPD) ini membahas tentang perencanaan menu makanan, termasuk pengertian menu, fungsi menu, persyaratan penyusunan menu, dan jenis-jenis menu berdasarkan waktu makan. LKPD ini berisi soal-soal untuk menguji pemahaman siswa tentang konsep-konsep terkait perencanaan menu dan diharapkan dapat membantu siswa memahami proses perencanaan menu yang baik.

Diunggah oleh

ann
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
634 tayangan13 halaman

LKPD Menu

Lembar kerja peserta didik (LKPD) ini membahas tentang perencanaan menu makanan, termasuk pengertian menu, fungsi menu, persyaratan penyusunan menu, dan jenis-jenis menu berdasarkan waktu makan. LKPD ini berisi soal-soal untuk menguji pemahaman siswa tentang konsep-konsep terkait perencanaan menu dan diharapkan dapat membantu siswa memahami proses perencanaan menu yang baik.

Diunggah oleh

ann
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LKPD

(Lembar Kerja Peserta Didik)

Kompetensi Dasar (KD)

3.1 Mendeskripsikan rancangan menu (menu planning)


4.1 Menilai Rancangan menu (menu planning)

Indikator
3.1.1 Menjelaskan (C2) Pengertian Menu
3.1.2 Menguraikan(C3) Fungsi Menu
3.1.3 Mengidentifikasi (C2) persyaratan dalam menyusun menu
3.1.4 Mengklasifikasikan (C3) macam – macam menu sesuai dengan waktu makan
4.1.1 Membuat (P4) perencanaan menu berdasarkan syarat – syarat penyusunan menu
dengan teliti.
4.1.2 Membuat (P4) kartu menu dengan rapi, bersih dan tampak menarik.

Tujuan Pembelajaran

1. Menjelaskan Pengertian Menu


2. Menguraikan Fungsi Menu
3. Mengidentifikasi persyaratan apa saja dalam menyusun menu
4. Mengklasifikasikan macam – macam menu sesuai dengan waktu makan.
5. Membuat perencanaan menu berdasarkan syarat – syarat penyusunan menu
dengan teliti.
6. Membuat kartu menu dengan rapih, bersih, dan tampak menarik.
LKPD 1

Topik Pembelajaran:
3.1 Mendeskripsikan rancangan menu (menu planning)

Peta Konsep
3.1.1 Menjelaskan (C2) Pengertian Menu
3.1.2 Menguraikan(C3) Fungsi Menu
3.1.3 Mengidentifikasi (C2) persyaratan dalam menyusun menu
3.1.4 Mengklasifikasikan (C3) macam – macam menu sesuai dengan waktu makan

Soal Pretest

1. Apa yang kamu ketahui tentang tata cara makan (table manner) dan penataan meja
(table set up)?
2. Apa yang kamu ketahui tentang menu dan jelaskan sejarahnya
3. Pada penataan meja (Table set up), ada berapa macam komposisi menu yang
kamu ketahui? Pilihlah salah satu komposisi menu kemudian buatlah 2 susunan
menu!
4. Menu dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu berdasarkan waktu makan dan jenis
menu, sebutkan macam menu berdasarkan
 Waktu makan
 Jenis menu
5. Dalam merencanakan menu,hal hal apa saja yang harus disesuaikan

Lembar Kerja
No Jawaban
1

3
4

5
Kunci Jawaban :

No Jawaban
1 Tata cara makan, atau yang sering disebut juga sebagai etika makan atau table
manners, adalah seperangkat aturan dan norma yang mengatur perilaku orang
saat makan bersama, baik di rumah maupun di tempat umum. Penataan meja,
atau table setup, mengacu pada cara meja disusun sebelum makan untuk
menciptakan pengaturan yang nyaman dan estetis. Berikut adalah beberapa poin
umum tentang keduanya:

Tata Cara Makan (Table Manners):


 Menjaga Postur Tubuh: Duduk tegak di kursi, siku tidak didudukkan di
meja, dan kaki tidak disilangkan di bawah meja.
 Peralatan Makan: Mulai dari peralatan yang berada di luar, menuju ke
dalam sesuai dengan urutan makanan yang disajikan. Gagang sendok
dan garpu dipegang dengan tangan kiri, pisau dengan tangan kanan.
 Menggunakan Peralatan dengan Benar: Misalnya, memotong
makanan dengan pisau, menggunakan sendok untuk makanan cair, dan
menyisihkan peralatan yang sudah digunakan ke sisi piring.
 Mengunyah dengan Tenang: Hindari suara makan yang keras dan
menjaga mulut tertutup saat mengunyah.
 Berbicara dengan Santun: Hindari berbicara dengan mulut penuh dan
jangan berbicara terlalu keras di meja makan.

Penataan Meja (Table Setup):


 Tablecloth atau Runner: Digunakan untuk melindungi meja dan
memberikan tampilan yang rapi.
 Perabotan Makan: Piring, gelas, sendok, garpu, dan pisau ditempatkan
sesuai dengan urutan makanan yang akan disajikan.
 Tempat Tisu dan Piring Roti: Biasanya diletakkan di sebelah kiri
tempat duduk.
 Gelas: Diletakkan di sebelah kanan tempat duduk, di atas piring.
 Perabotan Tambahan: Misalnya, mangkok, piring kecil untuk saus,
atau sendok sup, jika diperlukan.

2 Menu adalah daftar makanan dan minuman yang tersedia untuk dipesan di sebuah
restoran, kafe, atau tempat makan lainnya. Secara tradisional, menu mencantumkan
pilihan makanan, minuman, dan kadang-kadang harga. Namun, dalam beberapa
restoran, khususnya di restoran kelas atas, menu bisa menjadi karya seni yang
disesuaikan dengan tema, musim, atau kekhasan.

Sejarah Menu:
 Awal Mula: Asal usul menu dapat ditelusuri kembali ke masa Mesir
kuno, ketika prasasti ditemukan yang mencantumkan makanan dan
minuman yang tersedia di kuil-kuil. Namun, menu dalam arti modern
pertama kali muncul di Eropa pada abad ke-16.
 Perkembangan di Eropa: Pada abad pertengahan, restoran-restoran di
Eropa mulai menyajikan hidangan-hidangan tetap dan menyusun daftar
makanan yang tersedia. Menu-menu tersebut sering kali ditulis tangan
dan disimpan dalam buku catatan.
 Pencetakan Menu: Dalam beberapa abad terakhir, dengan
perkembangan industri pencetakan, menu-menu mulai dicetak dan
didistribusikan secara massal. Ini memungkinkan restoran untuk
mencapai lebih banyak orang dan memberikan gambaran yang lebih
jelas tentang pilihan makanan yang tersedia.
 Inovasi Kontemporer: Dalam beberapa dekade terakhir, menu telah
menjadi sarana untuk mengekspresikan kreativitas kuliner. Restoran-
restoran modern sering kali menawarkan menu yang berubah-ubah
sesuai dengan musim, mengikuti tren makanan, atau menampilkan
makanan khas daerah atau budaya tertentu.

3 Dalam penataan meja, terdapat beberapa macam komposisi menu yang umumnya
digunakan, tergantung pada acara atau kesempatan. Beberapa komposisi menu yang
umum meliputi:
1. Menu A’la Carte :Adalah suatu susunan menu, di mana setiap makanan
yang dicantumkan pada daftar makanan tersebut disertai dengan harga
tersendiri. A’la Carte Menu mempunyai karakter / ciri – ciri sebagai berikut :
A’la Carte Menu mencantumkan daftar makanan selengkapnya yang dapat
disediakan oleh restoran tersebut.A’la Carte Menu memberi peluang yang
cukup luas pada pelanggan untuk memilih makanan yang sesuai dengan
selera mereka. Masing – masing makanan diberikan harga secara terpisah
dan tersendiri. Beban harga yang harus dibayar sesuai dengan harga
makanan yang dipesan..Makanan akan dimasak bila dipesan, sehingga
setiap pesanan memerlukan jangka waktu tertentu untuk menunggu hingga
makanan tersebut siap untuk dihidangkan.
2. Table d’hote Menu : Adalah suatu susunan hidangan lengkap ( complete
meal ) dengan suatu harga yang pasti. Jumlah hidangan biasanya terbatas
dan terdiri dari beberapa kelompok hidangan (courses ). Untuk tetap
menjaga kepuasan tamu, maka hotel biasanya mencantumkan beberapa
makanan untuk masing – masing kelompok. Tamu dapat memilih satu
makanan diantara kelompok tersebut, misalnya : pada kelompok pembuka
( appetizer ) tercantum 3 makanan, pada kelompok sop ( soup ) tercantum 3
jenis sop dan demikian juga pada kelompok yang lain.
3. SPESIAL PARTY MENU: Pada hakekatnya adalah Table d’hote Menu,
perbedaannya hanyalah pada tujuan menu tersebut
4. Menu degustation atau tasting menu: Sebuah rangkaian hidangan yang
disajikan secara berurutan, biasanya dalam porsi kecil, yang dirancang oleh
koki untuk memberikan pengalaman kuliner yang lengkap.
5. Menu set atau fixed menu: Sebuah paket hidangan yang telah ditentukan
sebelumnya, biasanya terdiri dari beberapa hidangan pembuka, hidangan
utama, dan hidangan penutup, dengan harga tetap.

4 Berdasarkan Waktu Makan:


 Menu Sarapan (Breakfast Menu):
Biasanya terdiri dari makanan ringan dan minuman untuk
memulai hari, seperti sereal, roti bakar, telur, dan kopi atau teh.
 Menu Makan Siang (Lunch Menu):
Terdiri dari hidangan yang lebih berat daripada sarapan, tetapi
tidak seberat makan malam. Contohnya, sandwich, salad, pasta,
atau hidangan daging ringan.
 Menu Makan Malam (Dinner Menu):
Biasanya merupakan makanan yang lebih substansial dan
dilengkapi dengan hidangan pembuka, hidangan utama, dan
hidangan penutup. Dapat berupa hidangan daging, ikan, atau
vegetarian yang lebih mewah.
 Menu Makanan Ringan (Snack Menu):
Terdiri dari makanan kecil yang biasanya disajikan di antara
waktu makan utama. Contoh makanan ringan termasuk kue,
buah-buahan, kacang-kacangan, atau camilan lainnya.
Berdasarkan Jenis Menu:
 Menu a la carte:
Memungkinkan pelanggan untuk memilih hidangan secara
individual dari daftar makanan yang tersedia.
 Menu Degustation atau Tasting Menu:
Sebuah rangkaian hidangan yang disajikan secara berurutan,
biasanya dalam porsi kecil, yang dirancang oleh koki untuk
memberikan pengalaman kuliner yang lengkap.
 Menu Set atau Fixed Menu:
Sebuah paket hidangan yang telah ditentukan sebelumnya,
biasanya terdiri dari beberapa hidangan pembuka, hidangan
utama, dan hidangan penutup, dengan harga tetap.
 Menu Spesial atau Menu Musiman:
Terdiri dari hidangan yang disesuaikan dengan tema, musim,
atau acara khusus. Misalnya, menu Thanksgiving, menu
Valentine, atau menu musim panas.

5 Merencanakan menu adalah suatu pelayanan makanan orang banyak adalah sustu
pekerjaan yang tidak mudah. Karena setiap orang mempunyai kesuksesan dan
kebiasaan makanan yang berlaian. Maka hendaknya susunan menu untuk usaha
noga disesuaikan dengan kebiasaan makan dan selera umum, atau sebaliknya
maihan di khususkan, misalnya menurut makanan daerah tertentu.Perencanaan
menu dapat dikerjakan oleh suatu kelompok atau seseorang, hal itu tergantung, pada
besar kecilnya usaha boga. Perencanaan menu untuk suatu usaha boga. Perencanaan
menu untuk suatu usaha boga yang kecil biasanya dikerjakan oleh pemimpinnya.
Tetapi apabia usaha boga itu besar, perencanaan menu sebaiknya dikerjakan oleh
suatu kelompok yang terdiri atas tiga orang atau maksimum lima orang. Dengan
demikian diharapkan dapat tersusun macam-macam menu yang bervariasi dalam
hal bahan makanan , rupa, rasa, consistensy makanan.
Pada waktu menyususn untuk suatu usaha boga hendaknya diingat hatl berikut ;
 Kebutuhan zat gizi. Jika usah boga tersebut berupa makanan rantang,
asrama atau rumah yatim piatu atau sejenisnya, tempat konsumen
memperoleh makanan seharihari, maka kebutuhan zat-zat gizi menjadi
tanggung jawab petugas peren cana menu. Ini tidak penting pada usha
boga tersebut seperti restoran dan sebagainya. Kebutuhan zat gizi bagi
seseorang tergantung pada umur, jenis kelamin, berat badan, pekerjaan,
keadaan kesehatan.
 Kebiasaan makan. Hal-hal yang mempengaruhi kebiasaan makan
seseorang ialah agama, daerah, dan susku bangsa. Pada waktu menyusun
menu perlu diperhatikan kebiasaan makan orang yang diberi makan.
Dengan demikian makanan yang dihidangkan dapat dimakan atau terjual
karena sesuai dengan selera.

 Jumlah orang yang diberi makan. Makanan yang disediakan harus sesuai
dengan jumlah orang yang akan diberi makan agar tidak berlebih atau
kurang. Berdasarkan pengalaman biasanya dapat ditentukan jumlah
makanan yang diperlukan sehingga tidak berlebih atau kurang. Jumlah
orang yang diberi makan berpengaruh pada pemilihan jenis makanan
yang mudah cara pengolahannya dan mudah dibagi-bagikan.

 Kecakapan pegawai dan alat-alat yang tersedia. Untuk penyusunan


menu perlu juga diingat kecakapan pegawai dan alat-alat yang tersedia.
Apabila tidak ada pegawai yang pandai membuiat sate, maka tidak perlu
mencantumkan sate pada kartu menu. Demikian pula apabila tidak ada
cetakan wafel sebaiknya tidak dicantumkan wafel pada kartu menu.

 Keuangan yang tersedia. Hal tersebut perlu diketahui oleh penyusun


menu, karena penyusun menu berkewajiban menyesuaikan susunan
menu dengan keuangan yang tersedia.

 Musim dan jenis bahan makanan di pasaran. Pada waktu menyusun


menu perlu diperhatikan musim ,karena biasanya bahan-bahan yang
sedang musim dingin harganya lebih murah. Di samping itu penyusuna
menu harus pula mengetahui bahanbahan yang telah direncanakan dan
disiapkan.

 Kombinasi warna, rasa, bahan makanan dan consistensy makanan harus


baik. Di samping hal-hal yang telah diuraikan di atas susunan menu
hendaknya mempunyai kombinasi warna dan rasa yang sesuai. Sebagai
contoh, janganlah memilih makanan yang berwarna kuning seluruhnya
atau jangan coklat seluruhnya, tetapi pilihlah warna yang bermacam-
macam agar susuna menu menarik. Rasa makanan harus pula berlainan
dalam suatu susuan menu tetapi harus serasi. Jadi hendaknya
diperhatikan agar tidak semua makanan asam atau pedas rasanya. Bahan
makanan yang dipakai harus pula bermacam-macam agar tidak
membosankan. Di samping itu dengan menggunakan macam-macam
bahan makanan diharapkan akan dapat memberikan bermacam-macam
zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Mengenai consistensy makanan
perlu juga diperhatikan, agar susunan menu tidak terdiri atas makanan
yang berkuah atau kering seluruhnya.

 Penggunaan sisa makanan yang tidak terjual dan bahan makanan yang
masih ada. Bahan-bahan tersebut perlu dimanfaatkan agar mencegah
kerugian akibat pembuangan sisa-sisa makanan atau bahan makanan.
Misalnya, jika bubur kacang hijau, tidak habis terjual, dibuat kue kacang
hijau, tidak habis terjual, dapat dibuat kue kacang hijau, atau opor
daging yang tidak laku dapat dibuat empal. Demikian juga dengan daun
kol yang hijau jangan dibuang karena dapat dipergunakan untuk bahan
gado-gado atau pecal. Perlu diperhatikan agar makanan yang dihasilkan
dari bahan makanan tersebut harus baik rupa adan rasanya.

 Jenis makanan. Pada waktu menyusun menu perlu diperhatikan juga


jenis makanan , dan hendaknya dipikirkan pengadaan makanan yang
dapat diolah sehari sebelum diperlukan untuk menyingkat waktu.

 Jenis usaha boga. Hal yang tidak kurang pentingnya yang perlu
diketahui oleh penyusun menu ialah jenis usaha boga. Jenis usaha boga
juga menentukan macam makanan yang dihidangkan. Misalnya
makanan yang dijual di kafetaria berbeda dengan makanan yang dijual
di restoran.
LKPD 2

Topik Pembelajaran :
4.1 Menilai Rancangan menu (menu planning)

Petunjuk Kerja

1. Kerjakan Secara Individu


2. Buka dua link berita di bawah ini
3. Baca dan Cermati setiap informasi yang disampaikan
4. Tulis Setiap Informasi yang dianggap penting
5. Buat rumusan masalah atas informasi tersebut
6. Berikan tanggapan kritis atas informasi berita tersebut
7. Buat menu planning sesuai dengan standart menu planning
8. Buat kesimpulan perbedaan mekanisme pembuatan menu planning

Soal
1. http://tita-im26.blogspot.com/2012/05/tata-boga-penyusunan-menu.html
2. https://id.wikihow.com/Membuat-Menu-Restoran
3. Buatlah menu planning sesuai dengan standart menu planning

Lembar Kerja

No Komponen Jawaban
Artikel 1 Artikel 2
1 Judul: Judul:
Informasi/Data: Informasi/Data

2 Rumusan Masalah

3 Tanggapan
Artikel 1 Artikel 2
Judul: Judul:

4 Kesimpulan
Kunci Jawaban :

No Komponen Jawaban
Artikel 1 Artikel 2
1 Judul: Penyusunan Menu Judul: Membuat Menu Restoran
Informasi/Data: Informasi/Data
 Pengertian menu  Memilih opsi menu
 Jenis – jenis menu  Menentukan menu
 Jenis hidangan  Menentukan draf kasar
 Pedoman penyusunan menu  Memilih tata letak menu
 Penilaian menu

2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana penerapan pembuatan menu planning
2. Bagaimana cara membuat menu yang baik dan benar

3 Tanggapan
Artikel 1 Artikel 2
Judul: Penyusunan Menu Judul: Membuat Menu Restoran
Menu adalah benda pertama yang
 Menu Adalah susunan hidangan yang dilihat pengunjung ketika masuk
disajikan pada waktu makan restoran, dan yang terakhir sebelum
 Adalah daftar hidangan yang mereka menentukan pesanan. Hal ini
disiapkan untuk disajikan sebagai menjadikan menu salah satu alat
makanan pemasaran yang paling berharga.
 Menu berasal dari bahasa Perancis yg Asalkan mengikuti beberapa panduan
berarti kecil / detail dasar, Anda bisa membuat menu
restoran yang elegan dan elok di mata
Hal – hal yang mendasari penyusunan pelanggan!
menu :
 Nilai gizi Memilih opsi menu
 Kebiasaan makan  Pilih konsep restoran
 Keuangan  Tentukan makanan dan
 Tujuan menu disusun minuman dalam menu
 Variasi dan keseimbangan  Tambahkan beberapa
imbangan makanan/minuman mewah atau
 Penyesuaian dengan iklim spesialis
Jenis Jenis Menu  Tawarkan beberapa “hidangan
 Berdasarkan sifat favorit”.
 Berdasarkan caranya  Buat nama makanan/minuman
dalam menu.
 Berdasarkan usaha jasa boga
 Tuliskan semua
Jenis hidangan makanan/minuman menu dalam
lembar sebar ( spreadsheet ).
 Makanan pagi (breakfast menu)
 Urutkan menu secara logis. 
 Brunch menu
Gambarkan setiap hidangan
 Makan siang (luncheon menu)
dalam 10 kata.
 Tea time menu
 Dinner menu Menentukan menu
 Supper menu  Hitung margin kotor dan
persentase markup Sesuaikan
Pedoman Penyusunan Menu harga menu untuk
Penilaian Menu memaksimalkan laba.
 Pertimbangkan pendapatan
ratarata masyarakat di area
restoran.
 Tentukan harga dalam bilangan
bulat, dan jangan bubuhkan
mata uang

Menentukan draft kasar


 Ramban templat menu untuk
mendapatkan inspirasi.
 Pilih skema warna yang cocok
dengan gaya restoran.
 Pilih gaya presentasi yang
cocok dengan konsep restoran.
 Gunakan templat menu untuk
desain yang mudah.
 Pertimbangkan menggunakan
jasa desain grafis.
 Foto makanan untuk membuat
menu yang mengundang selera
makan.
 Kaji kembali foto makanan
untuk menjaga menu tetap
sederhana.

Memilih tata letak menu


 Telaah kembali desain kasar dan
minta pendapat orang lain.
 Tentukan banyaknya menu yang
dibutuhkan berdasarkan jumlah
kursi.
 Lakukan proofread pada menu
sebelum dicetak.
 Cetakmenu Cetak menu
dengan printer berkualitas
tinggi. Jilid atau bungkus menu.

4 Kesimpulan

Mekanisme dalam penyusuanan menu standart harus mematuhi beberapa aspek dan
standart pembuatan menu, karena sangat penting dalam pembuatan menu, , supaya
menu yang di buat tidak terkesan asal asalan dalam dalam pembuatanya.

Anda mungkin juga menyukai