BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kerangka Teori
1. Pengertian Analisis
Analisis adalah aktivitas yang terdiri dari serangkaian kegiatan seperti
menguraikan, membedakan, memilah sesuatu untuk dikelompokkan kembali
menurut kriteria tertentu dan kemudian dicari kaitannya lalu ditafsirkan
maknanya. Dalam kegiatan manusia, kegiatan analisis tentunya akan selalu ada,
baik dalam kegiatan pembelajaran, penelitian dan pekerjaan lainnya. Analisis
merupakan kegiatan yang dilakukan manusia untuk memeriksa secara rinci yang
akan diuji.
Dimyati dan Mudjiono (2015:203) menyatakan “Analisis merupakan
kemampuan menjabarkan isi pelajaran kebagian-bagian yang menjadi unsur
pokok”.Nana Sudjana (2016:27) menyatakan “Analisis adalah usaha menilai suatu
integritas menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian sehingga jelas hierarkinya dan
susunannya”.Surwanto (2013:24) menyatakan “Menganalisis adalah usaha
mengurai suatu materi menjadi bagian-bagian penyusunannya dan menentukan
hubungan antara bagian-bagian tersebut dengan materi tersebut secara berurutan”.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa analisis adalah
suatu kegiatan untuk menemukan temuan baru terhadap suatu objek yang akan
diteliti ataupun diamati oleh peneliti dengan menemukan bukti-bukti yang akurat
pada objek tersebut.
2. Pengertian Belajar
Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang dilakukan siswa
secara sadar untuk mendapatkan pengetahuan, R.Gagne dalam (Ahmad Susanto
2013:1) menyatakan “Belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses di mana
suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman”. Selanjutnya
E.R. Hilgard dalam (Ahmad Susanto 2013:3) menyatakan “Belajar dapat
didefinisikan sebagai suatu proses di mana suatu organisme berubah perilakunya
sebagai akibat pengalaman”.
5
6
Selanjutnya E.R. Hilgard dalam (Ahmad Susanto 2013:3) menyatakan “Belajar
adalah suatu perubahan kegiatan reaksi terhadap lingkungan. Perubahan kegiatan
yang dimaksud mencakup pengetahuan, kecakapan, tingkah laku dan ini diperoleh
melalui latihan (pengalaman)”.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan belajar merupakan suatu
perubahan tingkah laku yang terjadi pada seseorang dalam keadaan sadar yang
akan membentuk pengetahuannya dengan cara berinteraksi dengan
lingkungannya.
3. Faktor Faktor Penyebab Kesulitan Belajar
Faktor penyebab tumbuhnya kesulitan belajar menurut Muhammedi,dkk
(2017:44) ada 4 faktor penyebab kesulitan belajar anak didik yaitu:
a. Faktor anak didik:
Anak didik adalah subjek yang belajar.kesulitan belajar yang diderita anak
didik tidak hanya yang bersifat menentap tetapi juga yang bisa dibilangkan
dengan usaha tertentu. Faktor dari anak didik antara lain, sebagai berikut:
Intelegensi (IQ) yang kurang baik, minat yang kurang atau tidak sesuai dengan
bahan pelajaran yang dipelajari atau yang diberikan oleh guru, faktor emosional
yang kurang stabil, aktifitas belajar yang kurang, penyesuain soal yang rumit, latar
belakang pengalaman yang pahit, cita-cita yang tidak relevan, latar belakan
pendidikan dengan sistem sosial dan kegiatan belajar dikelas yang kurang baik,
keadaan fisik yang kurang menunjang.
b. Faktor sekolah
Sekolah adalah lembaga pendidikan formal tempat pengabdian guru dan
rumah rehabilitasi anak didik.sekolah ikut terlibat menimbulkan kesulitan belajar
bagi anak didik.Faktor faktor dari lingkungan sekolah yang dapat menimbulkan
kesulitan belajr bagi anak didik adalah sebagai berikut:
1. Guru dan anak didik kurang harmonis.
2. Guru menuntut standart pelajar diatas kemampuan anak.
3. Guru tidak memiliki kecakapan dalam usaha mendiagnosis kesulitan
belajar anak didik.
4. Cara guru mengajar kurang baik.
5. Alat media yang kurang baik.
7
6. Perpustakan sekolah yang kurang memadai.
7. Suasana sekolah yang kurang menyenangkan.
8. Bimbingan dan penyuluhan yang tidak berfungsi.
9. Suasana sekolah yang kurang menyenangkan.
c. Faktor keluarga
Keluarga adalah lembaga pendidikan informal (luar sekolah) yang diakui
keberadaanya dalam dunia penddikan,oleh karena itu ada bebrapa faktor dalam
keluarga yang menjadi penyebab kesulitan belajar anak didik sebagai berikut:
1. Kurangnya kelengkapan alat alat belajar bagi anak dirumah.
2. Kurang nya biaya pendidikan yang disediakan orang tua.
3. Anak yang tidak memiliki ruang dan tempat belajar yang khusus.
4. Ekonomi keluarga yang lemah atau timggi yang membuat anak berlebih-
lebihan.
5. Kesehatan keluarga yang kurang baik.
6. Perhatian orang tua yang kurang memadai.
7. Kebiasaan dalam keluarga yang menunjang.
8. Kedudukan anak dalam keluarga yang menyedihan.
9. Anak terlalu banyak membantu orang tua.
4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Dalam proses pembelajaran banyak faktor yang mempengaruhi hasil
belajar. Seperti yang dinyatakan oleh beberapa ahli berikut ini.
Slameto (2015:54) menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi hasil
belajar sebagai berikut:
a. Faktor Internal
Faktor internal dalah faktor yang ada didalam diri individu yang sedang
belajar. Faktor internal meliputi:
1. Faktor jasmaniah, mencakup diantaranya: kesehatan dan cacat tubuh.
2. Faktor psikologis, diantaranya: inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif,
kematangan dan kesiapan.
3. Faktor kelelahan.
8
b. Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang berada diluar individu yang sedang
belajar. Faktor eksternal meliputi :
1. Faktor keluarga, antara lain : cara orang tua mendidik, relasi antara
anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluaraga,
pengertian orang tua, latar belakang kebudayaan.
2. Faktor sekolah, antara lain:metode mengajar, kurikulum, relasi antara
guru dengan siswa, relasi antara siswa, disiplin disekolah, pelajaran,
waktu standard pelajaran, keadaan gedung metode belajar dan tugas
rumah,
3. Faktor masyarakat, antara lain: kegiatan siswa dalam masyarakat, teman
bergaul, bentuk kehidupan dalam masyarakat dan media massa.
5. Pengertian Mengajar
Mengajar merupakan proses belajar yang dilakukan guru kepada siswanya
supaya siswanya mendapatkan pengetahuan, bimbingan pengarah, dan
keterampilan. Slameto (2015:29) menyatakan bahwa “Mengajar adalah salah satu
komponen dari kompetensi-kompetensi guru, dan setiap guru harus menguasainya
serta terampil melaksanakan mengajar itu”. Nasution dalam (Ahmad Susanto
2013:23) menyatakan “ mengajar merupakan aktivitas komplek yang dilakukan
guru dalam mengorganisasikan atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan
menghubungkannya dengan anak sehingga terjadi proses belajar”. Menurut
Oemar Hamalik (2014:48) menyatakan “Mengajar adalah usaha
mengorganisasikan lingkungan sehingga menciptakan kondisi belajar bagi siswa”.
Dari beberapa pendapat ini dapat disimpulkan mengajar adalah proses
penyampaian pengetahuan dari guru kepada siswanya untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
6. Pengertian Pembelajaran
Dalam proses belajar terdapat sebuah proses antara pelajar dan guru
(pengajar) yang memiliki tugas memberi pelajaran kepada siswa dalam proses
pembelajaran, oleh dari pada itu beberapa para ahli mengemukakan beberapa
pengertian pembelajaran yaitu sebagai berikut:
9
Ahmad Susanto (2013:19) menyatakan “Pembelajaran merupakan bantuan
yang diberikan pendidik agar terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan,
penguasaan, kemahiran, dan tabiat, serta pembentukan sikap dan keyakinan pada
peserta didik”. Sri Anitah W (2009:18) menyatakan “Pembelajaran adalah proses
interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan
belajar”. Karwono dan Heni Mularsih (2017:19) menyatakan “Pembelajaran
merupakan upaya yang dilakukan oleh faktor eksternal agar terjadi proses belajar
pada diri individu yang belajar”.
Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran adalah usaha yang dilaksanakan secara sengaja, terarah dan
terencana dengan tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu untuk
melaksanakan proses belajar mengajar.
7. Pengertian Sikap Menghargai
Sikap adalah segala perbuatan dan tindakan yang berdasarkan pada
pendirian dan keyakinan yang dimiliki. Sikap adalah pernyataan evaluatif
terhadap segala sesuatu, bisa berupa objek, orang atau peristiwa. Sikap
mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu. Sikap mempunyai tiga
komponen utama, yaitu kesadaran, perasaan, dan perilaku.
Menghargai adalah sikap atau salah satu cara untuk memberi penilaian,
menghormati, penentuan atau memandang penting seseorang atau karya
seseorang. Sikap menghargai yaitu sikap yang memberi suatu nilai atas apa yang
telah dilakukan seseorang.
8. Pengertian Keberagaman Budaya
Keberagaman merupakan kondisi dimana dalam masyarakat terdapat
beberapa jenis suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, perbedaan pandangan
dalam politik, tatakrama, kesenjangan ekonomi sampai kesenjangan sosial.
Budaya berasal dari kata budi dan akal. Budi merupakan unsur rohani, sedangkan
daya adalah unsur jasmani manusia. Dengan demikian, budaya merupakan hasil
budi dan daya dari manusia. Kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta, yaitu
buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan
sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal.
10
Herskovits dalam (Herimanto dan Winarno 2016:24) menyatakan
“Kebudayaan sebagai sesuatu yang turun-temurun dari satu generasi ke generasi
yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganik”. Andreas Eppink dalam
(Herimanto dan Winarno 2016:24) menyatakan “Kebudayaan mengandung
keseluruhan pengertian, nilai, norma, relegius, dan lain-lain, ditambah lagi dengan
segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Edward B. Taylor dalam (Herimanto dan Winarno 2016:24) menyatakan
“Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya
terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan
kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota
masyarakat.
Keberagaman budaya adalah ciri khas berupa keunikan, warisan dari
nenek moyang, dan karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang diterapkan
sehari-hari sehingga menjadi suatu kebiasaan. Kebudayaan Indonesia tersebar di
berbagai daerah, tersebar di 33 provinsi yang mempunyai berbagai ciri khas dan
juga karakteristiknya. Kebudayaan tercermin dalam berbagai aspek kehidupan
masyarakat di seluruh Indonesia.
9. Pengertian IPS
Dadang Supardan (2015:17) menyatakan “IPS adalah program
pembelajaran yang bertujuan untuk membantu dan melatih anak didik, agar
mampu memiliki kemampuan untuk mengenal dan menganalisis suatu persoalan
dari berbagai sudut pandang secara komprehensif. Sumantri dalam (Rudy
Gunawan 2013:17) menyatakan “IPS merupakan suatu program pendidikan dan
bukan sub-disiplin ilmu tersendiri, sehingga tidak akan ditemukan baik dalam
nomenklatur filsafat ilmu, disiplin ilmu-ilmu social (social sciene), maupun ilmu
pendidikan. Pusat Kurikulum dalam (H.Wahidmurdi 2017:7) menyatakan “IPS
merupakan mata pelajaran yang bersumber dari kehidupan sosial masyarakat yang
diseleksi dengan menggunakan konsep-konsep ilmu sosial yang digunakan untuk
kepentingan pembelajaran.
11
Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa IPS merupakan
perpaduan dari berbagai bagian konsep atau materi ilmu-ilmu sosial yang disatu
padukan untuk kepentingan program pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
10. Materi
a. Indonesia yang beragam
Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas. Wilayah Indoesia membentang dari
Sabang sampai Marauke. Wilayah tersebut didiami oleh berbagai suku bangsa
dengan keanekaragaman budayanya. Keragaman suku bangsa dan budaya
merupakan kekayaan bangsa kita. Setiap suku dan budayanya, jika disatukan,
akan menjadi kekuatan yang sangat besar.
1. Bhinneka Tunggal Ika
Pada lambing Negara Indonesia, terdapat tulisan Bhinneka Tunggal Ika.
Tulisan tersebut mempunyai makna yang sangat dalam. Bhinneka Tunggal Ika
berarti “berbeda-beda, tetapi tetap satu”. Maksudnya, walaupun bangsa Indonesia
merupakan bangsa yang besar dengan beragam budaya, tetapi tetap merupakan
satu kesatuan yang utuh.
2. Pentingnya Persatuan dalam Keragaman
Banyaknya suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia berpotensi
mengalami perpecahan. Lebih berbahaya lagi jika ada wilayah yang ingin
memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu tidak
boleh terjadi. Untuk menjaga keutuhan Negara, kita harusbersatu. Persatuan harus
diutamakan walaupun kita terdiri atas berbagai suku bangsa dan budaya yang
berbeda keragaman suku bangsa merupakan modal utama dalam mempertahankan
Negara dan bangsa Indonesia.
b. Bentuk-Bentuk keragaman Suku Bangsa dan Budaya
1. Keragaman Suku Bangsa
Keragaman suku bangsa yang kita miliki merupakan kekayaan bangsa
yang tak ternilai. Keragaman yang kita miliki merupakan suatu kekuatan untuk
membangun bangsa. Keragaman yang kita miliki bukan saling bersaing. Justru
keragaman itu untuk mempersatukan kita. Kita tidak boleh membeda-bedakan
suku bangsa. Kita semua adalah bangsa Indonesia dan bersatu membangun
12
Indonesia bersama-sama. Kita harus hidup damai dan berdampingan tanpa melihat
dari suku mana kita berasal.
2. Keragaman Budaya
Bangsa Indonesia memiliki budaya yang beragam. Keragaman budaya
yang dimiliki tercermin dalam kehidupan sehari-hari, misalnya :
a. Bahasa daerah
b. Kesenian daerah
c. Alat musik tradisional
d. Rumah adat
e. Pakaian adat
f. Senjata tradisional
3. Adat dan Kebiasaan Masyarakat
Setiap daerah memiliki kebiasaan yang diyakini dan dipatuhi secara turun-
temurun oleh masyarakatnya. Melaksanakan kebiasaan merupakan bentuk
kepatuhan terhadap nilai-nilai yang berlaku didaerah tersebut. Jika ada anggota
masyarakat yang melanggar adat istiadat maka dikatakan orang itu yang tahu adat.
Orang yang melanggar adat biasanya mendapat sanksi adat. Sanksi yang biasa
diterima asalah dikucilkan dari pergaulan di masyarakat. Kebiasaan-kebiasaan
yang diyakini dan dilaksanakan secara turun-temurun inilah yang disebut adat
istiadat.
c. Menghargai Keragaman Suku Bangsa dan Budaya
1. Cara menghargai Keragaman Suku Bangsa dan Budaya
Indonesia terdiri atas beragam suku bangsa dan budaya. Keragaman
tersebut merupakan kekayaan yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Untuk itu, kita
harus mempertahankan dan melestarikannya. Ada beberapa cara untuk
mengarhagai keragaman di masyarakat.
a. Tidak mencela setiap tradisis atau kebiasaan dari suatu masyarakat.
b. Mendukung setiap kegiatan masyarakat meskipun berbrda dengan
kebiasaan.
c. Tidak membeda-bedakan setiap suku bangsa.
d. Tidak membanggakan suku sendiri.
2. Sikap terhadap Keragaman Suku Bangsa dan Budaya
Keragaman suku bangsa dan budaya merupakan ciri khas masyarakat kita.
Keragaman suku bangsa dan budaya merupakan kenyataan yang hidup dan
13
berkembang dalam masyarakat kita. Kita tidak boleh membeda-bedakan dari
mana kita berasal dan budaya apa yang kita miliki. Keragaman suku bangsa dan
budaya tersebut harus kita manfaatkan untuk menjaga dan memelihara persatuan
dan kesatuan. Apabila persatuan dan kesatuan kita sudah terpelihara, akan tercipta
masyarakat yang aman, tentram, sentosa, dan sejahtera.
B. Pertanyaan Penelitian
1. Bagaimana gambaran pengetahuan siswa tentang Keberagaman Suku dan
Budaya di kelas IV SD Swasta Wijayanta Tigapanah?
2. Apa kesulitan siswa dalam sikap menghargai Keberagaman Suku dan
Budaya di kelas IV SD Swasta Wijayanta Tigapanah?
3. Apa penyebab siswa tidak menghargai Keberagaman Suku dan Budaya di
kelas IV SD Swasta Wijayanta Tigapanah?
C. Definisi Operasional
1. Analisis adalah aktivitas yang terdiri dari serangkaian kegiatan seperti
menguraikan, membedakan, memilah sesuatu untuk dikelompokkan
kembali menurut kriteria tertentu dan kemudian dicari kaitannya lalu
ditafsirkan maknanya.
2. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang dilakukan siswa
secara sadar untuk mendapatkan pengetahuan.
3. Mengajar merupakan proses belajar yang dilakukan guru kepada siswanya
supaya siswanya mendapatkan pengetahuan, bimbingan pengarah, dan
keterampilan.
4. Pembelajaran adalah usaha yang dilaksanakan secara sengaja, terarah dan
terencana dengan tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu untuk
melaksanakan proses belajar mengajar.
5. Sikap menghargai yaitu sikap yang memberi suatu nilai atas apa yang telah
dilakukan seseorang.
14
6. Keberagaman budaya adalah ciri khas berupa keunikan, warisan dari nenek
moyang, dan karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang diterapkan
sehari-hari sehingga menjadi suatu kebiasaan.
7. IPS merupakan perpaduan dari berbagai bagian konsep atau materi ilmu-
ilmu sosial yang disatu padukan untuk kepentingan program pendidikan
dan pembelajaran di sekolah.