TUGAS 2
PDGK4106 PENDIDIKAN IPS DI SD
RISMAYULI
NIM 858069536
PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
UPBJJ PONTIANAK
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
2023
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, rasa syukur penulis ucapkan atas kehadirat Tuhan yang telah memberikan
kemudahan sehingga dapat menyelesaikan laporan tugas 2 mata kuliah Pendidikan IPS di SD yang
diampu oleh Ibu Sumiatun, [Link]. dapat terselesaikan pada waktunnya.
Adapun proses penyusunan tugas ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Adanya
motivasi, bantuan berupa referensi, serta bimbingan berbagai pihak pada akhirnya laporan tugas 2
mata kuliah Pendidikan IPS di SD pun dapat diselesaikan oleh penulis dengan cukup baik. Terlepas
dari itu, tidak menutup kemungkinan terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun sangat dibutuhkan oleh penulis.
Akhir kata, penulis ucapkan terima kasih.
PEMBAHASAN
1. Soal: Jelaskan yang dimaksud globalisasi dan tujuan pengajarannya!
Jawab:
Globalisasi adalah suatu gejala di mana tata hubungan internasional lebih disertakan lagi,
terutama dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah dan isu-isu internasional yang
bersifat lintas negara dan lintas budaya. Bagi seorang pelajar, globalisasi memudahkannya untuk
mencari informasi atau ilmu pengetahuan dengan cepat. Globalisasi juga memungkinkan pelajar
untuk menguasai bahasa asing, menumbuhkan kreativitas, serta meningkatkan kemampuan belajar.
Globalisasi mampu menanamkan pengertian bahwa sekalipun mereka berbeda, tetap sebagai
manusia yang memiliki persamaan. Selain itu mengembangkan kemampuan berpikir yang kritis
terhadap masalah-masalah dunia dan keterampilan menganalisis informasi yang diterima serta dapat
memeprsiapkan diri untuk menghadapi kehidupan di masa depan dengan persiapan diri dalam segala
aspek keterampilan dan kemampuan yang mumpuni. Masalah-masalah dan isu-isu tidak selalu
menjadi tanggung jawab suatu bangsa sebagai dampak dari adanya hubungan saling ketergantungan,
tetapi menjadi tanggung jawab bersama sebagai manusia.
Dari tujuan pengajaran globalisasi kita bisa mengambil manfaat dan pelajaran dalam
memecahkan masalah yang sama. Kita sadar tidak hanya masalah pembauran yang dihadapi oleh
beberapa negara, masih banyak masalah dan isu yang lebih besar, seperti urbanisasi, kepadatan
penduduk, pencemaran lingkungan, perdagangan bebas, dan lain-lain. Hal ini bertujuan membentuk
warga negara yang memiliki kepedulian terhadap masalah dan isu global. Ini merupakan sistem yang
sangat interaktif yang telah dan akan terus memiliki implikasi besar bagi masa depan manusia.
2. Soal: Jelaskan hubungan antara aspek-aspek hukum dengan pendidikan IPS!
Jawab :
Aspek hukum merupakan suatu kaidah yang bertugas dalam mengatur segala sesuatu
mengenai tata cara pelaksanaan kegiatan atau aktivitas seseorang. Dalam menanamkan dan
mendistribusikan nilai-nilai yang dikandung dalam aspek-aspek hukum diperlukan suatu sarana atau
cara yang efektif. Salah satunya ialah melalui pengintegrasian aspek-aspek hukum dengan bidang
IPS.
Penggabungan kedua aspek ini akan memberikan kontribusi yang besar terhadap
pembentukan warga negara yang baik karena pada hakikatnya IPS bertujuan untuk membentuk
warga negara yang baik, melalui pemahaman terhadap pengetahuan dan kemampuannya di dalam
berinteraksi secara positif dan aktif dengan lingkungannya. Di dalam interaksi dengan lingkungan
itulah, aspek-aspek tentang hukum, ketertiban, dan kesadaran hukum penting dimiliki oleh siswa
sebagai angota masyarakat. Jika dilihat dari tujuan pembelajaran IPS adalah pengembangan.
Kemungkinan siswa akan peka terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat.
Memiliki sikap positif terhadap perbaikan ketimpangan yang timbul. Semua ilmu sosial
mempunyai objek yang sama, yaitu manusia. Manusia disini bisa berupa individu maupun anggota
kelompok.
Dengam demikian, dapat dibuktikan aspek hukum juga mempunyai hubungan erat dengan
IPS yang sasaran yang diselidiki manusia dalam kehidupan masyarakat. IPS mengambil aspek
hukum yaitumembahas bentuk usaha manusia mengorganisasikan kekuasaan dalam mengatur
manusia dan menyelenggarakan kepentingan rakyat dan bangsa. Hubungan antara aspek-aspek
hukum dengan pendidikan IPS adalah pendidikan IPS berkaitan dengan peraturan-peraturan tingkah
laku dalam masyarakat yang ditetapkan oleh pemerintah. Pendidikan IPS juga mengatur manusia
serta menyelenggarakan kepentingan rakyat
3. Soal: Jelaskan sasaran pendekatan kognitif yang berorentasi proses penelitian!
Jawaban:
Sasaran utama dari pendekatan kognitif yang berorentasi proses penelitian adalah untuk
menjelaskan bagaimana manusia memahami dan menangani masalah. Pendekatan kognitif berfokus
pada proses mental yang menyebabkan pemecahan masalah, kesadaran diri, dan pembelajaran.
Ketika menggunakan pendekatan ini, peneliti mencoba untuk mengidentifikasi dan menganalisis
bagaimana proses mental menyebabkan perilaku. Berikut prosedur baku pendekatan tersebut
kognitif yang berorientasi proses penelitian.
masalah hipotesis data kesimpulan
Pendekatan kognitif yang berorentasi proses adalah pendekatan yang fokus pada proses
berpikir dan kognitif. Pendekatan ini mengkaji bagaimana informasi diproses dan bagaimana
informasi ini dapat mempengaruhi proses berpikir dan keputusan yang diambil. Penelitian
menggunakan pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang proses kognitif
dan bagaimana informasi diproses dan digunakan untuk mengambil keputusan. Pendekatan ini juga
dapat digunakan untuk mengkaji bagaimana informasi dapat mempengaruhi proses berpikir dan
membuat keputusan.
Kesimpulannya, pendekatan kognitif yang berorentasi proses penelitian berfokus pada
bagaimana manusia memahami dan menangani masalah. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi
dan menganalisis bagaimana proses mental menyebabkan perilaku, bagaimana informasi disimpan
dan diproses, dan bagaimana manusia memecahkan masalah secara efektif. Dengan demikian,
pendekatan kognitif yang berorentasi proses penelitian adalah alat yang berguna untuk memahami
bagaimana manusia memecahkan masalah.
4. Soal: Bagaimana kaitan antara emosi, nilai dan sikap serta perilaku sosial dengan tuntutan untuk
menjadi siswa aktor sosial!
Jawaban:
Emosi sebagai setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan
mental yang hebat atau meluap-luap. Nilai adalah suatu jenis kepercayaan yang ada dalam
keseluruhan sistem kepercayaan seseorang, mengenai bagaimana seseorang seharusnya atau
tidak seharusnya berperilaku atau perlu tidak sesuatu dicapai Nilai juga merupakan ukuran untuk
menetapkan baik dan buruk. Nilai dapat dibangun dalam satu tatanan atau sistem yang bisa
merupakan sistem nilai perseorangan atau kelompok. Sikap adalah suatu kondisi kesiapan mental
dan syarat yang terbentuk melalui pengalaman yang memancarkan arah atau pengarah yang
dinamis terhadap respons atau tanggapan individu terhadap objek atau situasi yang dihadapinya.
Emosi, nilai dan sikap, dan perilaku sosial dapat dikembangkan dalam suasana
pembelajaran formal dan informal. Kaitannya antara emosi, nilai dan sikap, dan perilaku sosial
merupakan dimensi sosial dan personal yang perlu dikembangkan dalam pengajaran IPS untuk
membentuk karakter siswa menjadi aktor sosial. Terbentuknya peserta didik sebagai aktor sosial
yang cerdas. Tentu saja semua itu dalam konteks masyarakat Indonesia yang berjiwa
kekeluargaan sesuai nilai-nilai Pancasila. Sebagai aktor sosial seseorang perlu memiliki
kematangan dimensi intelektual. Hal ini dapat disebut dengang pembentukan karakter siswa
merupakan cara paling baik untuk memastikan para siswa memiliki kepribadian dan karakter
yang baik dalam hidupnya.
Pembentukan karakter siswa dalam suatu sistem pendidikan adalah keterkaitan antara
komponen-komponen karakter yang mengandung nilai-nilai perilaku, yang dapat dilakukan atau
bertindak secara bertahap, dan saling berhubungan antara pengetahuan nilai-nilai perilaku
tersebut dengan sikap maupun emosi yang kuat untuk melaksanakannya. Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa pembentukan karakter siswa untuk menjadi aktor sosial adalah proses
yang terkait dengan nilai-nilai perilaku, dan berhubungan dengan sikap atau emosi yang kuat
untuk membentuk suatu karakter unik, menarik, dan berbeda dengan orang lain.
5. Soal: Jelaskan tahap-tahap yang harus dilalui dalam model inkuiri sosial!
Jawaban:
Model inkuiri sosial adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan informasi
tentang sebuah masalah sosial dan mencari solusi yang tepat. Model ini mengacu pada upaya
untuk mengidentifikasi permasalahan, menganalisis faktor yang mendasari, memecahkan
masalah dan mengembangkan strategi untuk mengatasi masalah. Model ini menekankan pada
pemahaman yang mendalam tentang masalah dan peran yang dimainkan oleh berbagai pihak
yang terlibat.
TAHAP-TAHAP YANG HARUS DILALUI DALAM MODEL INKUIRI SOSIAL
MERUMUSKAN
ORIENTASI MERUMUSKAN MASALAH MENGUMPULKAN DATA MENGUJI HIPOTESIS GENERALISASI/KESIMPULAN
HIPOTESIS
1) Tahap Orientasi, siswa mengenal dan mengetahui macam-macam masalah sosial khususnya di
lingkungan sekolah atau sekitar.
2) Tahap Merumuskan Masalah, siswa diminta memilih masalah sosial yang akan dijadikan pokok
bahasan. Masalah dapat bersumber dari peristiwa-peristiwa sosial di kelas, sekolah atau
masyarakat sekitar sekolah.
3) Tahap Hipotesis, dilakukan setelah perumusan dan pembahasan masalah. Fungsi perumusan
hipotesis adalah sebagai acuan dalam usaha menemukan pemecahan masalah.
4) Tahap Mengumpulkan Data, tahap pengujian hipotesis dengan logika konklusif dan
mengembangkan hipotesis dengan implikasi serta asumsi-asumsi.
5) Tahap Menguji Hipotesis, para siswa mengumpulkan data dengan metode yang sesuai. Misalnya,
melalui wawancara, angket dan observasi. Jika data telah terkumpul, kemudian diadakan analisis
data untuk disimpulkan dan ditentukan hipotesis diterima atau ditolak.
6) Tahap Generalisasi, tahap akhir dari model inkuiri sosial. Pada tahap ini telah dapat disusun
afirmasi terbaik dalam pemecahan masalah. Generalisasi yang dihasilkan hendaknya disusun
secara sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Hendracipta, dkk. (2017). Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Penerapan
Model Inkuiri Terbimbing Di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Hidayati. (2004). Bahan Ajar Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar.
Jogjakarta : UNY.
Mulyasa, E. (2012). Manajemen berbasis sekolah: Konsep, strategi, dan implementasi.
Bandung: Rosda.
Rizqi, Y. F. (2020). Implementasi Nilai Karakter Pada Pembelajaran IPS Untuk
Mengantisipasi Isu Global Di Sekolah Menengah Pertama. Historika, 23(1), 41-58.
Sardjiyo, dkk. (2008). Pendidikan IPS di SD. Jakarta : Universitas Terbuka.
Su’ud, A. (2008). Revitalisasi Pendidikan IPS. Semarang : Universitas Negeri Semarang
Press.
Sumaatmaja, N. (2008). Konsep Dasar IPS. Jakarta : Universitas Terbuka.
Wahyuti, S. M. (2015). Pengembangan Keterampilan Sosial Siswa Melalui Pemahaman
Multikultural Dalam Bimbingan Konseling, 2, 26–34. Jurnal.
Ketapang, 15 Mei 2023
Rismayuli