TUGAS TUTORIAL II
No Soal Skor
1. Keterampilan proses dalam pembelajaran IPA dapat
mengembangkan kreativitas murid-murid dalam belajar 20
sehingga mereka secara aktif dapat mengembangkan dan
menerapkan kemampuannya. Dengan demikian buatlah
contoh tentang keterampilan proses sains “memformulasi
hipótesis”!
2. Keterampilan proses sains adalah proses pembelajaran yang
dilakukan oleh peserta didik untuk menemukan proses 20
penyelesaian permasalahan yang menghasilkan temuan baru
bagi dirinya sendiri. Bila diberikan pokok bahasan “Bagaimana
Cara Mendapatkan Energi Listrik?” Keterampilan proses apa
yang sesuai dengan topik bahasan di atas bila penerapannya
pada proses pembelajaran IPA di SD, uraikan prosesnya!
3. Pembuatan alat peraga diharapkan menggunakan bahan-
bahan yang murah dan bisa memanfaatkan bahan bekas pakai 20
agar biaya yang dikeluarkan tidak terlalu mahal. Selain itu,
dalam mengajarkan IPA juga diperlukan sesuatu yang dapat
menarik minat peserta didik diantaranya dengan menggunakan
media dan alat peraga. Hal ini agar proses pembelajaran lebih
efektif dan efesien. Dari Dari informasi di atas rancanglah alat
peraga & media pendidikan dengan topik: “Bagaimana Cara
Mendapatkan Energi Listrik?”
4. Alat peraga adalah benda/alat yang di gunakan untuk
memperagakan fakta, konsep, prinsip tertentu agar tampak 20
lebih konkret. Alat bantu adalah benda/alat yang di gunakan
guru untuk mempermudah tugas dalam mengajar. Anda
sebagai guru biasa menggunakan Media dan alat peraga
dalam pembelajaran IPA. Setelah menggunakan alat tersebut,
uraikanlah kelebihan dan keterbatasan media dan alat peraga
dalam pembelajaran IPA tersebut!
5. Merakit atau menggabungkan sejumlah konsep dalam
beberapa bidang studi yang berbeda dengan harapan siswa 20
akan belajar dengan baik. Rancanglah Pembelajaran sains
Terintegrasi pada kelas IV SD, dengan topik “Daerahku dan
Kekayaan Alamnya”.
Jawaban
1. Contoh Memformulasi Hipotesis dalam Pembelajaran IPA
Topik: Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Pertumbuhan Tanaman
Tujuan: Mempelajari pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan tanaman.
Alat dan Bahan:
2 pot kecil
2 bibit tanaman yang sama jenisnya
Tanah
Pupuk
Air
Lampu LED dengan intensitas berbeda (misalnya, 50 watt dan 100 watt)
Penggaris
Catatan
Langkah-langkah:
1. Siapkan 2 pot kecil dan isi dengan tanah yang sama.
2. Tanam bibit tanaman yang sama jenisnya pada masing-masing pot.
3. Siram kedua pot dengan air secukupnya.
4. Letakkan satu pot di bawah lampu LED 50 watt dan pot lainnya di bawah lampu LED 100 watt.
5. Pastikan kedua pot mendapatkan air secukupnya secara teratur.
6. Catat dan amati pertumbuhan tanaman pada kedua pot setiap hari selama 2 minggu.
7. Hitung tinggi tanaman pada akhir pengamatan.
Hipotesis:
Tanaman yang diletakkan di bawah lampu LED 100 watt akan tumbuh lebih tinggi daripada tanaman yang
diletakkan di bawah lampu LED 50 watt.
Hal ini dikarenakan intensitas cahaya yang lebih tinggi dari lampu LED 100 watt membantu tanaman melakukan
fotosintesis lebih optimal, sehingga mendorong pertumbuhannya.
Pertanyaan:
Faktor lain apa yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman?
Bagaimana cara mengukur intensitas cahaya?
Apa yang akan terjadi jika intensitas cahaya terlalu tinggi atau terlalu rendah?
Diskusi:
Berdasarkan hasil pengamatan, apakah hipotesis yang diajukan terbukti? Jelaskan alasannya.
Apa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil pengamatan?
Kesimpulan apa yang dapat diambil dari percobaan ini?
Kesimpulan:
Melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar bagaimana merumuskan hipotesis berdasarkan observasi dan pengetahuan
mereka tentang sains. Hipotesis ini kemudian dapat diuji melalui percobaan dan dikonfirmasi atau ditolak berdasarkan
hasil pengamatan. Keterampilan ini penting untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa
dalam belajar IPA
2. Topik: Bagaimana Cara Mendapatkan Energi Listrik?
Tujuan: Memahami berbagai cara untuk mendapatkan energi listrik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Keterampilan Proses Sains yang Relevan:
1. Mengidentifikasi Masalah:
o Siswa diajak untuk mengidentifikasi kebutuhan energi listrik dalam kehidupan sehari-hari.
o Contoh pertanyaan: "Dari mana asal energi listrik yang kita gunakan di rumah?" "Bagaimana cara
menghasilkan energi listrik tanpa menggunakan bahan bakar fosil?"
2. Merumuskan Hipotesis:
o Berdasarkan pengetahuan dan pengamatan awal, siswa diajak untuk merumuskan hipotesis tentang
cara-cara mendapatkan energi listrik.
o Contoh hipotesis: "Energi listrik dapat dihasilkan dari sumber energi terbarukan seperti matahari, angin,
dan air."
3. Mengumpulkan Data:
o Siswa melakukan riset dan mengumpulkan informasi tentang berbagai cara untuk mendapatkan energi
listrik, seperti energi kinetik, energi potensial, energi matahari, energi angin, energi air, dan energi
nuklir.
o Sumber informasi dapat berupa buku, internet, video edukasi, dan kunjungan ke pembangkit listrik.
4. Menganalisis Data:
o Siswa menganalisis data yang dikumpulkan untuk memahami kelebihan dan kekurangan dari setiap cara
mendapatkan energi listrik.
o Contoh analisis: "Energi matahari merupakan sumber energi terbarukan yang bersih dan ramah
lingkungan, tetapi membutuhkan biaya awal yang tinggi untuk pemasangan panel surya."
5. Menarik Kesimpulan:
o Berdasarkan analisis data, siswa menarik kesimpulan tentang cara-cara yang paling efektif dan efisien
untuk mendapatkan energi listrik di daerah mereka.
o Kesimpulan dapat berupa poster, presentasi, atau laporan tertulis.
6. Mengkomunikasikan Hasil:
o Siswa mempresentasikan hasil temuan mereka di depan kelas atau komunitas sekolah.
o Presentasi dapat disertai dengan demonstrasi sederhana tentang cara kerja energi listrik.
Penerapan dalam Pembelajaran IPA di SD:
Pembelajaran kooperatif: Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk meneliti satu cara
mendapatkan energi listrik.
Eksperimen sederhana: Siswa melakukan eksperimen sederhana untuk menunjukkan prinsip kerja energi listrik,
seperti membuat generator sederhana dari magnet dan kawat.
Kunjungan lapangan: Siswa mengunjungi pembangkit listrik atau instalasi energi terbarukan untuk melihat
langsung proses produksi energi listrik.
Proyek kreatif: Siswa membuat proyek kreatif yang menunjukkan bagaimana mereka dapat menghemat energi
listrik di rumah atau sekolah.
3. Tujuan:
Memahami berbagai sumber energi listrik dan cara kerjanya.
Meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa tentang energi listrik.
Mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memahami konsep energi listrik.
Alat Peraga:
1. Model Pembangkit Listrik Tenaga Air Sederhana:
Bahan:
o Botol plastik bekas
o Selang plastik
o Kincir air mini
o Dinamo kecil
o Lampu LED
o Air
o Papan kayu
Cara Membuat:
1. Potong botol plastik menjadi dua bagian.
2. Pasang selang plastik pada bagian bawah botol plastik.
3. Pasang kincir air mini pada ujung selang plastik.
4. Hubungkan dinamo kecil ke kincir air mini.
5. Hubungkan kabel dinamo ke lampu LED.
6. Pasang botol plastik yang sudah dimodifikasi pada papan kayu.
7. Tuangkan air ke dalam botol plastik dari atas.
8. Kincir air akan berputar dan menghasilkan energi listrik yang dinyalakan oleh dinamo.
9. Lampu LED akan menyala sebagai indikator bahwa energi listrik telah dihasilkan.
2. Panel Surya Sederhana:
Bahan:
o Karton bekas
o Kertas timah
o Kabel tembaga
o Lampu LED kecil
o Baterai
o Senter
Cara Membuat:
1. Lapisi karton bekas dengan kertas timah.
2. Hubungkan kabel tembaga ke kertas timah pada dua sisi yang berbeda.
3. Hubungkan kabel tembaga ke lampu LED.
4. Arahkan panel surya (karton yang dilapisi kertas timah) ke arah sinar matahari.
5. Lampu LED akan menyala jika terkena sinar matahari yang cukup.
6. Bandingkan kecerahan lampu LED saat terkena sinar matahari dengan saat tidak terkena sinar
matahari.
3. Permainan Papan "Energi Listrik":
Bahan:
o Karton bekas
o Kertas warna
o Dadu
o Pion
o Kartu soal tentang energi listrik
Cara Membuat:
1. Buat papan permainan di atas karton bekas.
2. Bagi papan permainan menjadi beberapa kotak yang mewakili berbagai sumber energi listrik
(misalnya, air, matahari, angin, batubara, gas alam).
3. Buat kartu soal tentang energi listrik dengan berbagai tingkat kesulitan.
4. Siapkan dadu dan pion untuk setiap pemain.
5. Pemain bergiliran melempar dadu dan memindahkan pion mereka di papan permainan.
6. Saat mendarat di kotak tertentu, pemain harus menjawab pertanyaan tentang energi listrik
yang sesuai dengan kotak tersebut.
7. Pemain yang paling banyak menjawab pertanyaan dengan benar adalah pemenangnya.
Media Pendidikan:
1. Video Animasi tentang Sumber Energi Listrik:
Buat video animasi yang menjelaskan berbagai sumber energi listrik dan cara kerjanya dengan cara
yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa.
Gunakan animasi yang colorful dan narasi yang jelas dalam video animasi.
Sisipkan contoh-contoh konkret tentang penggunaan energi listrik dalam kehidupan sehari-hari.
2. Presentasi Interaktif tentang Energi Terbarukan:
Buat presentasi interaktif yang menjelaskan tentang energi terbarukan, seperti energi matahari, angin,
dan air.
Gunakan gambar, grafik, dan video dalam presentasi interaktif.
Ajak siswa untuk berdiskusi dan bertukar ide tentang energi terbarukan.
3. Eksperimen Sederhana tentang Energi Listrik:
Lakukan eksperimen sederhana tentang energi listrik, seperti membuat baterai kentang, menghasilkan
listrik statis, dan membangun generator sederhana.
Ajak siswa untuk terlibat dalam eksperimen dan mengamati hasilnya.
Bantu siswa untuk memahami prinsip-prinsip ilmiah di balik eksperimen.
4. kelebihan dan keterbatasan media dan alat peraga dalam pembelajaran IPA
Kelebihan:
1. Memperjelas konsep dan prinsip abstrak: Media dan alat peraga dapat membantu siswa memahami konsep dan
prinsip abstrak dalam IPA dengan cara yang lebih konkret dan mudah dipahami.
Contoh: Penggunaan model anatomi tubuh manusia dapat membantu siswa memahami struktur dan fungsi organ tubuh
manusia dengan lebih baik.
2. Meningkatkan minat dan motivasi belajar: Media dan alat peraga yang menarik dan interaktif dapat meningkatkan
minat dan motivasi belajar siswa.
Contoh: Penggunaan video animasi tentang proses fotosintesis dapat membuat siswa lebih tertarik untuk mempelajari
topik tersebut.
3. Membantu siswa dalam mengamati dan meneliti: Media dan alat peraga dapat membantu siswa dalam mengamati
dan meneliti objek dan fenomena alam dengan lebih detail.
Contoh: Penggunaan mikroskop dapat membantu siswa mengamati struktur sel tumbuhan dan hewan dengan lebih
detail.
4. Meningkatkan partisipasi dan interaksi siswa: Media dan alat peraga dapat mendorong partisipasi dan interaksi
siswa dalam proses pembelajaran.
Contoh: Penggunaan permainan edukasi tentang energi terbarukan dapat membuat siswa lebih aktif dan terlibat dalam
pembelajaran.
5. Membantu siswa dalam mengingat dan memahami informasi: Media dan alat peraga dapat membantu siswa dalam
mengingat dan memahami informasi dengan lebih baik.
Contoh: Penggunaan peta konsep tentang klasifikasi makhluk hidup dapat membantu siswa mengingat ciri-ciri dan
perbedaan antar kelompok makhluk hidup.
Keterbatasan:
1. Biaya: Pembuatan dan pembelian media dan alat peraga dapat memakan biaya yang cukup mahal.
2. Keterampilan guru: Penggunaan media dan alat peraga yang efektif membutuhkan keterampilan dan pengetahuan
yang memadai dari guru.
3. Ketersediaan: Tidak semua media dan alat peraga tersedia dengan mudah di pasaran.
4. Keterbatasan waktu: Penggunaan media dan alat peraga dalam pembelajaran membutuhkan waktu dan persiapan
yang matang.
5. Keterbatasan ruang: Penggunaan media dan alat peraga tertentu membutuhkan ruang yang cukup luas.
6. Keterbatasan kemampuan siswa: Tidak semua media dan alat peraga cocok untuk semua siswa. Guru perlu
mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan siswa dalam memilih media dan alat peraga yang tepat.
5. Pembelajaran Sains Terintegrasi Kelas IV SD: "Daerahku dan Kekayaan Alamnya"
Tujuan:
Meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep-konsep sains yang terkait dengan daerah dan kekayaan
alamnya.
Mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif siswa.
Meningkatkan rasa cinta dan kepedulian siswa terhadap lingkungan hidup.
Tema:
Kekayaan Alam:
o Sumber daya alam hayati (flora dan fauna)
o Sumber daya alam non-hayati (air, mineral, energi)
o Pemanfaatan sumber daya alam
o Konservasi sumber daya alam
Lingkungan Hidup:
o Pencemaran lingkungan
o Bencana alam
o Upaya pelestarian lingkungan
Kegiatan Pembelajaran:
1. Pendahuluan (10 menit):
Guru mengawali pembelajaran dengan menanyakan pengetahuan awal siswa tentang daerah dan kekayaan
alamnya.
Guru menunjukkan gambar atau video tentang keindahan alam di daerah setempat.
Guru memotivasi siswa untuk mempelajari lebih lanjut tentang daerah dan kekayaan alamnya.
2. Kegiatan Inti (60 menit):
a. Peta Konsep (20 menit):
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil.
Setiap kelompok diminta untuk membuat peta konsep tentang kekayaan alam di daerahnya.
Peta konsep harus memuat informasi tentang jenis sumber daya alam, manfaat sumber daya alam, dan potensi
bahaya yang dapat ditimbulkan oleh eksploitasi berlebihan sumber daya alam.
b. Diskusi Kelompok (20 menit):
Setiap kelompok mempresentasikan peta konsepnya di depan kelas.
Guru memfasilitasi diskusi antar kelompok untuk membahas informasi yang telah dipaparkan.
Guru menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam dan sumber daya alam.
c. Eksperimen Sederhana (20 menit):
Siswa melakukan eksperimen sederhana untuk mendemonstrasikan konsep-konsep sains yang terkait dengan
kekayaan alam.
Contoh eksperimen:
o Menguji kualitas air di sungai atau sumber air lainnya.
o Mengamati pertumbuhan tanaman dengan pupuk organik dan pupuk kimia.
o Membangun model sederhana untuk menjelaskan fenomena alam seperti erosi tanah atau pencemaran
udara.
3. Penutup (20 menit):
Guru merangkum poin-poin penting yang telah dipelajari dalam pembelajaran.
Siswa diminta untuk membuat refleksi tentang pembelajaran yang telah mereka ikuti.
Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif dan kreatif dalam pembelajaran.
Penilaian:
Penilaian dilakukan secara terus menerus selama proses pembelajaran.
Aspek penilaian meliputi:
o Partisipasi aktif dalam diskusi
o Kemampuan membuat peta konsep
o Hasil eksperimen
o Refleksi pembelajaran
Sumber Belajar:
Buku teks sains kelas IV SD
Modul pembelajaran sains terintegrasi
Internet
Ensiklopedia
Video edukasi