0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
261 tayangan9 halaman

Tugas 2 Ips

Tugas tutorial 2 mata kuliah Pendidikan IPS di SD membahas beberapa poin penting seperti pengertian globalisasi dan tujuan pengajarannya, hubungan antara aspek-aspek hukum dengan pendidikan IPS, sasaran pendekatan kognitif yang berorientasi proses penelitian, kaitan antara emosi, nilai dan sikap serta perilaku sosial dengan tuntutan menjadi siswa aktor sosial, serta tahap-tahap model inkuiri sosial. D

Diunggah oleh

Ari Kurnianingsih
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
261 tayangan9 halaman

Tugas 2 Ips

Tugas tutorial 2 mata kuliah Pendidikan IPS di SD membahas beberapa poin penting seperti pengertian globalisasi dan tujuan pengajarannya, hubungan antara aspek-aspek hukum dengan pendidikan IPS, sasaran pendekatan kognitif yang berorientasi proses penelitian, kaitan antara emosi, nilai dan sikap serta perilaku sosial dengan tuntutan menjadi siswa aktor sosial, serta tahap-tahap model inkuiri sosial. D

Diunggah oleh

Ari Kurnianingsih
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS TUTORIAL 2

PDGK4106 PENDIDIKAN IPS DI SD

RINA
NIM 858071027
PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

UPBJJ PONTIANAK

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS TERBUKA
2023
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, rasa syukur penulis ucapkan atas kehadirat Tuhan yang telah memberikan
kemudahan sehingga dapat menyelesaikan Laporan Tugas Tutorial 2 mata kuliah Pendidikan IPS
di SD yang diampu oleh Bapak Bambang Tejokusumo, [Link]. dapat terselesaikan pada waktunnya.
Dalam proses penyusunan tugas ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Adanya
motivasi, bantuan berupa referensi, serta bimbingan berbagai pihak pada akhirnya Laporan Tugas
Tutorial 2 mata kuliah Pendidikan IPS di SD pun dapat diselesaikan oleh penulis dengan cukup
baik. Terlepas dari itu, tidak menutup kemungkinan terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun sangat dibutuhkan oleh penulis.

Terima Kasih
PEMBAHASAN

1. Jelaskan yang dimaksud globalisasi dan tujuan pengajarannya!


Jawab
Pengertian dari Globalisasi adalah berasal dari frasa “global” yang memiliki arti yang
meliputi seluruh dunia atau secara keseluruhan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
globalisasi adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia yang luas. Globalisasi adalah
penyebar luasan ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang ada di seluruh penjuru dunia sehingga
tidak jelas lagi batas-batas yang jelas dari suatu negara. Sedangkan menurut Anthony Gidens
menyebutglobalisasi sebagai “Time Space Distanciation”, yaitu dunia tanpa batas, ruang dan
waktu bukanlah kendala yang berarti dalam kondisi seperti ini. Dalam aspek lain, Wallerstain,
seorang pelopor teori sistem dunia memandang globalisasi tidak sebatas hubungan lintas batas
negara. Namun globalisasi merupakan wujud kejayaan ekonomi kapitalis dunia yang
digerakkan oleh logika akumulasi kapital. Anderson dalam Kuswaya Wihardit mengatakan
bahwa tidak ada satu pun negara di dunia yang mampu menolak bahkan menghindari
globalisasi, tidak ada pilihan lain, kecuali menyesuaikan diri dengan langkah melakukan
perubahan.
Adapun tujuan dari pengajaran globalisasi yaitu mampu menanamkan pengertian
bahwa sekalipun mereka berbeda, tetap sebagai manusia yang memiliki persamaan. Selain itu
mengembangkan kemampuan berpikir yang kritis terhadap masalah-masalah dunia dan
keterampilan menganalisis informasi yang diterima serta dapat memeprsiapkan diri untuk
menghadapi kehidupan di masa depan dengan persiapan diri dalam segala aspek keterampilan
dan kemampuan yang mumpuni. Masalah-masalah dan isu-isu tidak selalu menjadi tanggung
jawab suatu bangsa sebagai dampak dari adanya hubungan saling ketergantungan, tetapi
menjadi tanggung jawab bersama sebagai manusia. Setiap orang dari segala bangsa harus dapat
bertanggung jawab atas keberlangsungan kehidupan di muka bumi ini.
2. Jelaskan hubungan antara aspek-aspek hukum dengan pendidikan IPS!
Jawab
Aspek hukum adalah keseluruhan norma yang oleh penguasa masyarakat yang
berwenang menetapkan hukumAspek hukum adalah keseluruhan norma yang oleh penguasa
masyarakat yang berwenang menetapkan hukum. Hubungan antara aspek-aspek hukum
dengan pendidikan IPS, Daldjocni (1981) menyatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
berasal dari istilah Social Studies yang berkembang di dunia pendidikan dasar. Bidang ini
mencoba mengkaji berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, IPS
dapat diartikan sebagai penelaahan masyarakat.
Sesuai dengan kompleksitas (kerumitan) dan kemajemukan yang dikandung oleh
berbagai permasalahan yang muncul dalam masyarakat, maka IPS muncul menjadi suatu
bahan kajian yang mencoba menelaah permasalahan dengan menggunakan berbagai segi atau
berbagai sudut pandangan sehingga akan melibatkan berbagai ilmu pengetahuan. Misalnya,
masalah urbanisasi akan dikaji, tidak hanya dari segi geografis (kependudukan), tetapi juga
dari segi ekonomi, sejarah, antropologi, sosiologi, hukum, politik. Melalui kajian yang
interdisipliner ini diharapkan siswa dapat melihat permasalahan secara multidimensional.
Dengan demikian, pembelajaran ini akan membentuk siswa yang memiliki visi
(berpandangan) luas, tidak picik, dan berjiwa demokratis.
Dalam pendidikan dan pengajaran IPS, masyarakat sebagai suatu sistem dapat
dijadikan sebagai suatu paket kegiatan pembelajaran. Pengajaran IPS, di antaranya bertujuan
untuk mengenalkan peserta didik terhadap lingkungannya, bagaimana siswa berinteraksi
dengan lingkungannya, membentuk warga negara yang baik. Berkaitan dengan pengenalan
siswa terhadap lingkungan maka kegiatan IPS dapat dimulai dari lingkungan yang terdekat
sampai yang terjauh. Misalnya, dalam memahami interaksi sosial peserta didik dikenalnya dari
interaksi di antara keluarga, lingkungan RT/RW, Kelurahan/Desa, Kecamatan.
Setelah menyimak dan memahami tentang pengertian IPS, tujuan pendidikan IPS dan
bagaimana mengaplikasikan pendidikan IPS, akan dapat menghubungkan aspek masalah-
masalah hukum, ketertiban dan kesadaran hukum dengan pendidikan IPS, seperti berikut ini.
Di samping itu, melalui pendidikan IPS kita dapat membentuk siswa sebagai warga
negara yang mendukung ketertiban sesuai kaidah-kaidah hukum yang berlaku. Misalnya,
berikut ini. Upaya dalam mensosialisasikan perlunya memelihara lingkungan alam yang sehat
sehingga pendirian pabrik yang tidak memenuhi persyaratan (menimbulkan polusi dan
merusak lingkungan) akan mendapat sanksi hukum. Menanamkan kesadaran hukum dalam diri
peserta didik sebagai wajib pajak.

3. Jelaskan sasaran pendekatan kognitif yang berorentasi proses penelitian!


Jawab
Sasaran utama dari pendekatan kognitif yang berorentasi proses penelitian adalah untuk
menjelaskan bagaimana manusia memahami dan menangani masalah. Dengan menggunakan
pendekatan ini, peneliti dapat mengidentifikasi konsep-konsep kognitif yang berkontribusi
terhadap pemecahan masalah, dan memahami bagaimana kompleksitas dapat mempengaruhi
proses berpikir. Peneliti juga dapat menganalisis bagaimana proses berpikir berubah dengan
berjalannya waktu, serta bagaimana proses berpikir berbeda antara individu.
Selain itu, sasaran pendekatan kognitif yang berorentasi proses penelitian juga mencakup
mengkaji bagaimana manusia mengambil dan menggunakan informasi, menganalisis
bagaimana informasi disimpan, dan bagaimana informasi dapat mempengaruhi proses
berpikir. Ini juga termasuk menganalisis bagaimana manusia menggunakan informasi untuk
menyelesaikan masalah, bagaimana kompleksitas mempengaruhi proses berpikir, dan
bagaimana proses berpikir berbeda antara individu.
Pendekatan ini juga dikenal dengan pendekatan inkuiri atau inquiry approach. Berikut
prosedur baku pendekatan tersebut.

Masalah Hipotesis Data Kesimpulan

Salah satu tujuan utama dari pendekatan kognitif yang berorentasi proses penelitian
adalah untuk memahami cara orang belajar. Dengan memahami cara orang belajar, para
peneliti dapat mengembangkan metode dan strategi untuk membantu individu dalam
pembelajaran mereka. Pendekatan kognitif yang berorentasi proses penelitian juga dapat
membantu para peneliti dalam mengembangkan model pembelajaran yang tepat untuk individu
dan situasi tertentu.
4. Bagaimana kaitan antara emosi, nilai dan sikap serta perilaku sosial dengan tuntutan untuk
menjadi siswa aktor sosial!
Jawab
Terbentuknya peserta didik sebagai aktor sosial yang cerdas (intelligent sosial actor),
Tentu saja semua itu dalam konteks masyarakat Indonesia yang berjiwa kekeluargaan sesuai
nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Sebagai aktor sosial seseorang perlu memiliki
kematangan dimensi intelektual atau intellectual dimension.
Apabila dilihat secara harfiah, emosi (emotion) sebagai setiap kegiatan atau pergolakan
pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat atau meluap-luap. Nilai adalah
suatu jenis kepercayaan yang ada dalam keseluruhan sistem kepercayaan seseorang, mengenai
bagaimana seseorang seharusnya atau tidak seharusnya berperilaku atau perlu tidak sesuatu
dicapai Nilai juga merupakan ukuran untuk menetapkan baik dan buruk. Nilai dapat dibangun
dalam satu tatanan atau sistem yang bisa merupakan sistem nilai perseorangan atau kelompok.
Contohnya, setiap orang memiliki sistem nilai religi yang terbentuk dari pengetahuan
pemahaman pelaksanaan dan komitmen seseorang pada agama yang dipeluknya dengan baik.
Sikap adalah suatu kondisi kesiapan mental dan syarat yang terbentuk melalui
pengalaman yang memancarkan arah atau pengarah yang dinamis terhadap respons atau
tanggapan individu terhadap objek atau situasi yang dihadapinya. Perilaku sosial juga sering
disebut keterampilan sosial (social skills) atau keterampilan studi sosial (social studies skills)
Emosi pada dasarnya bersifat peka dan saling melengkapi dengan rasio yang cenderung
bersifat teliti dan tanggap. Nilai merupakan sesuatu yang berharga dan dipandang berharga
sedang sikap merupakan kecenderungan berbuat. Emosi, nilai dan sikap, dan perilaku sosial
dapat dikembangkan dalam suasana pembelajaran formal dan informal. Kaitannya antara
emosi, nilai dan sikap, dan perilaku sosial merupakan dimensi sosial dan personal yang perlu
dikembangkan dalam pengajaran IPS untuk membentuk karakter siswa menjadi aktor sosial
yang sesungghunya.
5. Jelaskan tahap-tahap yang harus dilalui dalam model inkuiri sosial!
Jawab
Salah satu model yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPS adalah model inkuiri
sosial. Model inkuiri sosial merupakan model pembelajaran yang relative baru dalam studi
social, yang diadopsi dari model pembelajaran inkuiri yang biasanya diterapkan pada ilmu-
ilmu sains.
Melalui model pembelajaran inkuiri sosial peserta didik dilatih untuk berpikir secara
kritis, terutama dalam mempelajari pelajaran IPS, yang salah satunya menuntut peserta didik
untuk kritis terhadap sumber dalam mengungkapkan fakta yang benar Langkah-langkah
pembelajaran dalam model inkuiri sosial sebagai berikut: (1) tahap pertama (orientasi) berisi
kegiatan menetapkan masalah sebagai pokok bahasan yang akan dirumuskan dalam bentuk
pertanyaan; (2) tahap kedua (hipotesis), membuat jawaban sementara dari wawasan yang telah
dimiliki sebelumnya; (3) tahap ketiga (definisi), menjabarkan hipotesis; (4) tahap keempat
(eksploratif), berupa menguji hipotesis dengan menggunakan logika; (5) tahap kelima
(pembuktian), mengumpulkan fakta-fakta dan data yang dibutuhkan; (6) tahap keenam
(generalisasi), yakni membuat kesimpulan dari informasi yang telah didapatkan sebagai
pemecahan atau jawaban terhadap permasalahan yang dapat diterima kebenarannya (Ritiauw
& Salamor, 2016; Salam, 2017).
Contoh:
A. Tahap Orientasi
Langkah yang pertama ini dimaksudkan untuk membina suasana/iklim
pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini guru mengkondisikan agar siswa siap
melaksanakan proses pembelajaran, guru merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir
memecahkan masalah. Misal, siswa menjelaskan topik, tujuan dan hasil belajar yang
diharapkan dapat dicapai oleh siswa.
B. Tahap Merumuskan Masalah
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan
yang mengandung teka-teki. Masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh siswa. Siswa
akan memiliki motivasi belajar yang tinggi manakala dilibatkan dalam merumuskan
masalah yang hendak dikaji. Dengan demikian, guru sebaiknya tidak merumuskan sendiri
masalah pembelajaran, guru hanya memberikan topik yang akan dipelajari, sedangkan
bagaimana rumusan masalah yang sesuai dengan topik yang telah ditentukan sebaiknya
diserahkan kepada siswa.
C. Tahap Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji.
Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Kemampuan atau potensi
individu untuk berpikir pada dasarnya sudah dimiliki sejak individu itu lahir. Potensi
berpikir itu dimulai dari kemampuan setiap individu untuk menebak atau mengira-ngira
(berhipotesis) dari suatu permasalahan. Manakala individu dapat membuktikan
tebakannya, maka ia akan sampai pada posisi yang bisa mendorong untuk berpikir lebih
lanjut.
D. Tahap Eksplorasi/Mengumpulkan Data
Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk
menguji hipotesis yang diajukan. Dalam strategi pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data
merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Proses
pengumpulan data bukan hanya memerlukan motivasi yang kuat dalam belajar, akan tetapi
juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya.
E. Tahap Menguji Hipotesis
Proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau
informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Yang terpenting dalam menguji
hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan.
F. Tahap Generalisasi/Merumuskan Kesimpulan
Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian
hipotesis. Merumuskan kesimpulan merupakan gongnya dalam proses pembelajaran.
Sering terjadi, oleh karena banyaknya data yang diperoleh, menyebabkan kesimpulan yang
dirumuskan tidak fokus terhadap masalah yang hendak dipecahkan. Karena itu, untuk
mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data
mana yang relevan.
DAFTAR PUSTAKA

Desi, Rahayu & Solihin. (2014). Peningkatan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini Melalui
Permainan Tradisional. Antologi UPI.

Hendracipta, dkk. (2017). Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui


Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Di Sekolah Dasar .Jurnal Pendidikan Guru
Sekolah Dasar

Hidayati. (2004). Bahan Ajar Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar.
Jogjakarta : UNY.

Mulyasa, E. (2012). Manajemen berbasis sekolah: Konsep, strategi, dan implementasi.


Bandung: Rosda.

Rizqi, Y. F. (2020). Implementasi Nilai Karakter Pada Pembelajaran IPS Untuk


Mengantisipasi Isu Global Di Sekolah Menengah Pertama. Historika, 23(1), 41-58.

Susanto, A. (2014). Pengembangan Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Jakarta:


Prenadamedia Group.

Ketapang, 12 Mei 2023

Rina

Anda mungkin juga menyukai