0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3K tayangan2 halaman

Berdasarkan Kasus Diatas

Dokumen tersebut membahas perlindungan hak-hak konsumen berdasarkan kasus yang ada. Meskipun ada UUPK, kasus tersebut dianggap tidak melanggar hukum perlindungan konsumen. Pelaku usaha juga tidak sepenuhnya harus bertanggung jawab atas kerugian konsumen jika sudah sesuai prosedur yang ditetapkan.

Diunggah oleh

anndapu3
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3K tayangan2 halaman

Berdasarkan Kasus Diatas

Dokumen tersebut membahas perlindungan hak-hak konsumen berdasarkan kasus yang ada. Meskipun ada UUPK, kasus tersebut dianggap tidak melanggar hukum perlindungan konsumen. Pelaku usaha juga tidak sepenuhnya harus bertanggung jawab atas kerugian konsumen jika sudah sesuai prosedur yang ditetapkan.

Diunggah oleh

anndapu3
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Berdasarkan kasus diatas, menurut analisa anda, apakah dengan adanya UUPK dapat
memberikan perlindungan yang khusus kepada konsumen ? tidak
2. Menurut analisa anda, apakah kasus diatas merupakan bagian dari pemenuhan hak-
hak konsumen yang diatur dalam peraturan perundang-undangan? tidak
3. Menurut anda berdasarkan kasus diatas, apakah pelaku usaha (PT. Pharos Indonesia
dan PT Medifarma Laboratories ) harus bertanggung jawab semuanya jika ada
konsumen yang dirugikan? Berikan analisis hukum anda! tidak

Jawab :

Konsumen adalah setiap orang yang pemakai barang dan /atau jasa yang tersedia
dalam masyarakat baik bagi kepentingan sendiri, keluarga, orang lain maupun makhluk hidup
lain dan tidak unuk diperdagangkan. Hal ini dapat bersifat dalam segala transaksi jual beli,
secara langsung maupun secara online seperti yang kini kian marak. Walaupun adanya
transaksi yang tidak melalui tatap muka, konsumen tetap berhak untuk mendapatkan barang
yang sesuai dengan pemberitahuan sebelumnya atau barang yang sesuai dengan yang
dijanjikan.

Perlindungan konsumen dibutuhkan untuk menciptakan rasa aman bagi para


konsumen dalam melengkapi kebutuhan hidup. Kebutuhan perlindungan konsumen juga
harus bersifat tidak berat sebelah dan harus adil. Sebagai landasan penetapan hukum, asas
perlindungan konsumen diatur dalam Pasal 2 UUPK 8/1999, dengan penjelasan sebagai
berikut:

Asas Manfaat

Konsumen maupun pelaku usaha atau produsen berhak memperoleh manfaat yang
diberikan. Tidak boleh bersifat salah satu dari kedua belah pihak, sehingga tidak ada salah
satu pihak yang merasakan manfaat ataupun kerugian.

Asas Keadilan

Konsumen dan produsen/pelaku usaha dapat berlaku adil dengan perolehan hak dan
kewajiban secara seimbang atau merata.

Asas Keseimbangan
Sebuah keseimbangan antara hak dan kewajiban para produsen dan konsumen dengan
mengacu pada peraturan hukum perlindungan konsumen.

Asas Keamanan dan Keselamatan

Sebuah jaminan hukum bahwa konsumen akan memperoleh manfaat dari produk yang
dikonsumsi/dipakainya dan sebaliknya bahwa produk itu tidak akan mengganggu
keselamatan jiwa dan harta bendanya.

Asas Kepastian Hukum

Sebuah pemberian kepastian hukum bagi produsen maupun konsumen dalam


mematuhi dan menjalankan peraturan hukum dengan apa yang menjadi hak dan
kewajibannya. Hal ini dilakukan tanpa membebankan tanggung jawab kepada salah satu
pihak, serta negara menjamin kepastian hukum.

Anda mungkin juga menyukai