Proses Pembentukan Alam Semesta dan Penghuninya
Proses Pembentukan Alam Semesta dan Penghuninya
Disusun Oleh :
1. Elsa Julianti
2. Dina Wasilia
3. Harpisa
4. Sartika Handayani
Dengan menyebut nama Allah SWT dan segala puji syukur hanya baginya Tuhan
semesta alam yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya ,Tak lupa juga Doa
1
dan salam terus dicurahkan dan dianugerahkan kepada baginda Nabi Muhammad
SAW, serta keluarga,sahabat dan pengikut beliau.
Maksud penyusunan makalah ini adalah sebagai syarat memenuhi tugas mata
kuliah IAD,IBD,ISD. makalah ini juga menguraikan beberapa materi mengenai
Proses terbentuknya Alam semesta dan penghuninya menurut ilmu
pengetahuan Alam,Barat, dan Al- Qur’an, juga untuk mempermudah
pemahaman kepada kita semua.
Kami berharap semoga makalah yang dibuat ini bisa menambah pengetahuan dan
bermanfaat. Kami selaku penulis makalah ini menyadari bahwa masih banyak
sekali kekurangan, maka dari itu kritik dan saran sangat saya butuh kan untuk
perbaikan makalah ini.
Aamiin
Penulis
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
3
BAB II
PENDAHULUAN
1
Hermanto Halil, Ilmu Alamiyah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar Dalam Perspektif
Islam, (Pamekasan: Duta Media Publishing, 2016), h. 47
2
Abdullah Aly Dan Eny Rahmah, MKDU Ilmu Alamiah Dasar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), h. 38
4
mempelajari micro-cosmos. 3Dengan demikian alam semesta adalah suatu
ruangan yang sangat besar yang didalamnya berisi berbagai macan benda
mulai dari benda yang sangat kecil sampai benda yang sangat besar seperti
atom dan planet, bukan Cuma itu dalam sebuah alam semesta juga terdapat
sebuah kehidupan yang ada didalamnya.
Alam semesta biasa juga disebut jagat raya atau seluruh alam. Ini
adalah semua ruang mulai bumi hingga langit yang lengkap dengan energi
serta materinya. Alam semesta diungkapkan terus mengalami perluasan.
Ilmu pengetahuan telah mengungkap hal tersebut.
The Big Bang merupakan salah satu teori tentang awal pembentukan
jagat raya. Teori ini menyatakan bahwa semua materi di dalam alam
semesta terpadatkan dalam massa satu titik yang mempunyai volume nol
karena gaya gravitasinya sangat besar. Alam semesta yang ada sekarang
muncul dari ledakan massa yang mempunyai volume nol tersebut. Jagat
raya dimulai dari satu ledakan besar dari materi yang densitasnya luar
3
IBID
5
biasa besar dan merupakan ledakan Kosmik yang berasal dari Nebula ini
dan meledak ke segala penjuru dengan mengeluarkan gas-gas. Gas-gas
tersebut kemudian membentuk galaksi-galaksi, bintang-bintang dan
planet- planet. Impilikasinya jagat raya punya awal dan akhir. Teori ini
terus-menerus dibuktikan kebenarannya melalui sejumlah penemuan, dan
diterima oleh sebagian besar astrofisikawan masa kini. Teori ini juga
menganggap bahwa alam semesta ini terjadi akibat dari ledakan segumpal
zat raksasa. Dengan kata lain bahwa alam semesta ini asalnya berupa 1
benda raksasa saja, kemudian pecah akibat tekanan tenaga dalam di
tengah-tengahnya sehingga pecah menjadi berkeping-keping. Kepingan-
kepingan itu menjadi benda-benda alam. Model Big Bang mulai dirintis
sejak ditemukannya perhitungan. oleh Alexandra Friedman, seorang ahli
fisika Rusia, pada tahun 1922, yang menunjukkan ketidakstatisan struktur
alam semesta dan impuls kecil pun mungkin cukup menyebabkan struktur
keseluruhan mengembang atau mengerut menurut Teori Relativitas
Einstein.
Menurut teori ini ada beberapa masa yang penting selama terjadinya
alam semesta, yakni:
6
a. Masa batas dinding planck yaitu masa pada saat alam semesta
berumur 10-43 detik berdasarkan hasil perhitungan Panck.
b. Masa Jify yaitu masa pada saat alam semesta berumur 10- 23 detik,
dengan jari-jari alam semesta 10-13 cm dengan kerapatannya 1055
kali kerapatan air.
c. Masa Quark yaitu masa pada saat alam semesta berumur 10-4 detik.
Pada masa ini partikel-partikel saling bertumpang tindih dan tidak
berstruktur, serta diikuti dengan terbentuknya hadron yang
mempunyai kerapatan 109 ton tiap sentimeter kubik.
e. Masa radiasi yaitu masa alama semesta berumur 1 detik sampai satu
juta kemudian pada saat terbentuknya fusi hidrogen menjadi helium
mempunyai suhu 109 derajat Kelvin. Pada saat usia alam semesta
berumur 105 sampai 106 tahun mepunyai suhu 3000 derajat
Kelvin.
Teori Big Bang juga menjelaskan bahwa alam semesta memiliki siklus
yang berulang. Pada suatu titik, alam semesta akan berhenti mengembang
dan malah menyusut. Semua akan ditarik dan menyisakan lubang hitam
besar. Inilah yang disebut Big Crunch, yang merupakan kelanjutan dari
teori Big Bang. Menurut teori Big Crunch, alam semesta tidak mengalami
akhir karena membentuk sebuah siklus. Ia akan meledak, mengembang,
7
menyusut, lalu menghilang dan terus menerus seperti itu. Dalam kata lain,
alam semesta akan bereinkarnasi.
Teori ini berdasarkan adanya suatu siklus dari alam semesta yaitu
massa ekspansi dan massa kontraksi. Diduga siklus ini berlangsung dalam
jangka waktu 30.000 juta tahun. Pada masa ekspansi terbentuklah galaksi-
galaksi serta bintang- bintangnya. Ekspansi tersebut didukung oleh adanya
tenaga- tenaga yang bersumber dari reaksi inti hidrogen yang pada
akhirnya akan membentuk berbagai unsur lain yang kompleks.
8
3. Teori Creatio Continua (Teori Keadaan Tetap)
Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, Bendi, dan Gold. Mereka
berpendapat bahwa alam semesta ini selamanya ada dan akan tetap ada.
Dengan kata lain alam semesta tidak pernah bermula dan tidak pernah
berakhir (mengingatkan kita pada Al-Razi yang menyatakan materi itu
kekal). Pada setiap saat ada partikel-partikel tersebut kemudian
mengembun menjadi kabut-kabut spiral dengan bintang-bintang dan jasad-
jasad alam semesta. Karena partikel yang dilahirkan lebih besar dari pada
yang lenyap, maka jumlah materi makin bertambah dan mengakibatkan
pemuaian alam semesta. Pengembangan ini akan mencapai titik batas
kritik pada 10 milyar tahun lagi. Tetapi dalam waktu 10 milyar ini akan
dihasilkan kabut-kabut baru. Menurut teori ini, 90% materi alam semesta
adalah oksigen. Dari hidrogen ini akan membentuk helium dan zat
lainnya.Walaupun populer pada awal abad ke-20, teori ini kini ditolak oleh
sebagian besar kosmolog profesional dan ilmuwan lain karena bukti
pengamatan menunjukkan kebenaran model ledakan dahsyat dan usia alam
semesta yang terbatas. Bukti yang dianggap meruntuhkan teori ini adalah
radiasi latar gelombang mikrokosmis yang diprediksi oleh model ledakan
dahsyat.
Kelebihan teori: bahwa alam semesta ini tak berawal dan tak berakhir.
Di mana-mana sama setiap saat. Agar alam semesta selalu dalam keadaan
begitu maka perlu diciptakan bahan baru secara sinambung. Bahan baru ini
menimbulkan tekanan yang memaksa alam semesta memuai secara terus-
9
menerus. Bahan baru tersebut selanjutnya memadat menjadi galaksi untuk
mengisi kekosongan yang ditimbulkan karena pemuaian.
4. Teori Nebular
5. Teori Planettesimal
10
menarik antarbenda itu sendiri, benda-benda kecil tersebut akan bergumpal
menjadi besar dan menjadi panas. Hal ini disebabkan oleh tekanan akibat
akumulasi dari massanya. Teori ini dapat menjawab pertanyaan mengapa
ada satelit-satelit pada Jupiter maupun pada Saturnus yang mempunyai
orbit berlawanan dengan rotasi planet-planet itu.
4
Mawardi dan Nur Hidayah, Ilmu Alamiyah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar.
(Bandung: Pustaka Setia, 2009), h. 28
11
serta diikuti dengan terbentuknya hadronyang mempunyai
kerapatan 10 ton tiap cm kubik.
d. Masa pembentukan lipton yaitu masa pada saat alam semesta
berumur setelah 10 detik.
e. Masa radiasi yaitu masa alam semesta berumur 1 Detik sampai
satu juta kemudian pada saat terbentuknya dusihidrogen menjadi
Helium mempunyai suhu 10 derajat kelvin. Pada saat usia alam
semesta berumur 10 sampai 10 tahun mempunyai suhu 3000
derajat Kelvin.
f. Masa pembentukan glaksi yaitu pada usia alam semesta 10-10
tahun. Pada saat usia ini galaksi masih berupa kabut pilin yang
berputar membentuk piringan raksa.
g. Masa pembentukan tata surya yaitu pada usia 4,6 kali 10 tahun.5
12
Teori ini berdasarkan prinsip kosmulogi sempurna yang
menyatakan bahwa alam semesta dimanapun selalu sama. Berdasarkan
prinsip tersebut alam semesta terjadi aada suatu saat tertentu yang
sudah lalu dan segala sesuatu di alam semesta selalu tetap sama
walaupun galaksi-galaksi saling bergerak menjahui satu sama lain.
Teori ini ditunjang oleh kenyataan bahwa galaksi baru mempunyai
jumlah yang sebanding dengan galaksi sama. Dengan demikian, teori
ini secara ringkas menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi terbentuk
(aahir), tumbuh, menjadi dua dan akhirnya mati. Jadi, teori ini
beranggapan bahwa alam semesta itu tak terhingga besarnya dan tak
terhingga tuanya (tanpa awal tanpa akhir).7
Ketiga teori diatas adalah mengupas habis tentang terciptanya alam
semesta, bukan hanya itu saja ada beberapa hipotesis-hipotesis ilmuan
yang mendasari terbentuknya alam semesta (tata surya) diantaranya
sebagai berikut:
a. Teori Nebula
Teori kabut disebut juga teori nebula, teori nebula pertama kali
dikemukakan oleh emanuel Swedenborg (1688-1772) tahun 1734
dan disempurnakan oleh immanuel kant (1724-1804) pada tahun
1775. Teori kabut (nebula) menceritakan kejadian tersebut dalam 3
(tiga) tahap yaitu:
1) Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas,
kabut yang begitu pekat dan besar.
2) Kabut tersebut berputar dan berpilih dengan kuat, dimana
pemadatan terjadi dipusat lingkaran yang kemudian
membentuk matahari, pada saat yang bersamaan materi
lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari
matahari yang disebut sebagai planet, bergerak mengelilingi
matahari.
7
Abdullah Aly Dan Eny Rahmah, MKDU Ilmu Alamiyah Dasar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), h.
38
13
3) Materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus
melakukan gerakan secara teratur mengeliligi matahari dalam
satu orbit yang tetap dan membentuk susunan keluarga
matahari.8
b. Hipotesis planettisimal
Dikemukakan oleh camberlin dan mouton. Terbentuknya planet-
planet tidak harus dari satu badantetapi diasumsi dari bintang besar.
Lain yang kebetulan sedang lewat dekat bintang dimana tatasurya
kita merupakan bagiannya. Kabut gas dari bintang lain itu sebagian
terpengaruh oleh daya tarik matahari kita dan setelah mendingin
terbentuklah benda-benda yang disebut planettesimal.
c. Teori tidal/pasang surut
Dikemukakan pertama kali oleh james jeans dan Harold jeffreys
(1919). Menurut teori ini planet merupakan percikan dari matahari
yang sampai kini masih Nampak ada. Percikan tersebut disebut
tidal. Tidal yang besar kemudian akan menjadi planetitu
disebabkan oleh adanya dua buah matahari yang bergerak saling
mendekat.
14
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, teori pengetahuan modern
membuktikan bahwa bumi adalah sebagian dari gas yang panas lalu
memisah dan mendingin (membeku) kemudian menjadi tempat yang
layak dihuni manusia. Argumentasi dari teori ini terbentu karena
adanya gunung-gunung atau benda-benda berapi yang berada didalam
perut bumi yang sewaktuwaktu dapat memuntahkan lahar atau benda
lainnya. Al-Qur'an juga mengisaratkan bahwa langit dan bumi tadinya
merupakan satu gumpalan dalam QS. Al-Anbiya Ayat 30, yang artinya:
“dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya
langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu,
kemudian kami pisahkan antara keduanya, dan dari air kami jadikan
segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga
beriman”.9
Prof. Thabbarah menyatakan, "Ini adalah mukjizat Al-Qur'an yang
dikuatkan oleh ilmu pengetahuan modern bahwa alam adalah suatu
kesatuan benda yang berasal dari gas kemudian memisah menjadi
kabut-kabut. Dan matahari terjadi akibat dari pecahan bagian itu."10
Berdasarkan terjemahan dan tafsir Bachtiar Surin (1978:692)
ditafsirkannya bahwa matahari adalah benda angkasa yang menyala-
nyala yang telah berputar mengeliligi sumbunya sejak berjuta-juta
tahun. Dalam peroses perputarannya denagn kecepatan tinggi itu, maka
terlontarlah bingkahan-bingkahan yang akhirnya menjadi bumi dan
beberapa benda angkasa lainnya dari bingkahan matahari itu. Masing-
masing bingkah beredar menurut garis tengah lingkaran matahari,
semakin lama semakin bertambah jauh, hingga masing-masing
menempati garis edarnya. Dan seterusnya akan tetap beredar dengan
teratur sampai batas waktu yang hanya diketahui oleh Allah SWT.
2. Asal Kejadian Cosmos
Jean (Astronom) juga mengatakan bahwa alam ini pada mulanya
adalah gas yang berserakan secara tetatur diangkasa luas, sedangkan
9
Rudy Haryanto, Ilmu Alamiyah Dasar, (Pamekasan: Stain Pamekasan Press, 2010), h. 48
10
Ibnu Mas’ud Dan Joko Paryono, Ilmu Alamiah Dasar, (Bandung: Pustaka Setia, 2009), h. 73
15
kabut-kabut atau kumpulan cosmos-cosmos itu tercipta dari gas-gas
tersebut yang memadat. Sedangkan DR Gamu menjelaskan bahwa,
sesungguhnya alam pada mula kejadiannya itu penuh dengang gas
yang terbagi-bagi secara teratur, dan dari gas itulah timbullah reaksi.
Teori sebelumnya sudah dijelaskan dalamAl-Qur'an, yaitu QS.
Fushsilat: 11, yang artinya:"Kemudian Dia menunjukkan langit dan
langit itu masih merupakan asap, lalu dia berkata kepadanya dan
kepada kami, "datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan
suka hati terpaksa. Keduanya menjawab, "Kami datang dengan suka
hati".11
11
Rudy Haryanto, Ilmu Alamiyah Dasar(Pamekasan: Stain Pamekasan Press, 2010), h. 51
16
Bumi menempati urutan ke 3 terdekat dengam matahari. ukuran
besarnya hampir aama dengan venus aan bergaris tengah. Bumi
merupakan planet istimewa karena:
a. Jaraknya dengan matahari ridak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh
sehingga udara bumi tidak terlalu panas dan teralalu dingin.
b. Terdapat cairan air di bumi atau samudera dan lautan.
c. Bumi mempunyai atmosfer sehingga aerdapat awan dan hujan.
d. Atmosfer bumi membuat perbedaan suhu antara siang dan malam.
e. Atmosfer bumi mengandung oksigen aehingga terdapat kehidupan
aeperti yang jita kenal sekarang.
f. Atmosfer bumi melindungi kehidupan dari kerusakan akibat sinar
dan partikel dari matahari aang dapat aarusak bumi.12
4. Bintang,
Bintang adalah benda langit luar angkasa yang memiliki ukuran
besar dan memancarkan cahaya sebagai sumber cahaya. Bintang yang
terdekat dengan bumi adalah matahari.
5. Planet
Planet adalahbenda langit yang mengelilingi bintang sebagai pusat
tat surya. Planet tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri namun dapat
memantulkan cahaya. Planet yang dekat dengan bumi dapat kita lihat
setiap hari dengan mata telanjang seperti planet venus yang disebut
orang sebagai bintang fajar.
6. Asteroid
17
bahwa asteroid adalah bongkahan-bongkahan benda-benda angkasa
yang tidak pernah dapat membentuk planet pada waktu sistem tata
surya terbentuk.
7. Meteor
Adalah benda langit yang masuk ke dalam wilayah atmosfer bumi
yang mengakibatkan terjadinya gesekan permukaan meteor dengan
udara dalam kecepatan tinggi. Akibat adanya adanya gesekan yang
cepat tersebut menimbulkan pijaran api dan cahaya yang dari kejahuan
kita melihatnya seperti bintang jatuh.
8. Satelit
Merupakan bagian dari tata surya yang senantiasa mengelilingi
planet. Bersamaan dengan planet yang diputar oleh matahari, satelit
akan ikut mengelilingi bersamaan. Di samping itu, sateliy juga akan
beroutar pada porosnya serta mengitari planet yang diiringinya. Dalam
tat surya, satelit dibagi menjadi dua, pertama adalah satelit alami dan
kedua adalah satelit buatan. Yang dimaksud dengan alami adalah jenis
satelit yang dicipyakan leh tuhan dan bisa bergerak sendiri tanpa
adanya campur tangan manusia.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Alam menurut segi bahasa adalah segala hal yang ada di langit dan di
bumi. Menurut definisi ilmu agama alam/alam adalah segala sesuatu selain Allah.
Alam bukan saja benda-benda angkasa, atau bumi dengan segala isinya, tetapi
juga yang terdapat antara keduanya, bahkan semua yang maujud, baik yang telah
18
diketahui manusia maupun yang belum mereka ketahui.Alam semesta adalah
seluruh ruang waktu tempat kita berada, dengan energi dan materi yang
dimilikinya. Menurut beberapa sumber menyebutkan bahwa, alam semesta adalah
ruang dimana di dalamnya terdapat kehidupan biotik maupun abiotik serta segala
macam peristiwa alam yang dapat diungkapkan maupun tidak.
SARAN
DAFTAR PUSTAKA
Aly Abdullah Dan Rahmah Eny, MKDU Ilmu Alamiah Dasar, (Jakarta: Bumi
Aksara, 2014)
abadi Ghafiki faroek, “ayat-ayat tentang alam”, jurnal pendidikan agama islam,
volume. 02 no. 02, (November 2014),
Halil Hermanto, Ilmu Alamiyah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar
Dalam Perspektif Islam, (Pamekasan: Duta Media Publishing, 2016), h.
47
19
Mas’ud Ibnu Dan Paryono Joko, Ilmu Alamiah Dasar, (Bandung: Pustaka Setia,
2009)
Mawardi dan Hidayah Nur, Ilmu Alamiyah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu
Budaya Dasar. (Bandung: Pustaka Setia, 2009)
Rosmini Mien, Et.Al, Ilmu Alamiah Dasar, (Semarang: Ikip Semarang Press,
1989),
20