Nama : Chindy Ayu Rosaline
Nim : 044444572
ADPU4334-4
NASKAH TUGAS MATA KULIAH
UNIVERSITAS TERBUKA
SEMESTER: 2023/2024 Ganjil (2023.2)
Fakultas : FHISIP/Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Kode/Nama MK : ADPU4334/Kepemimpinan
Tugas :3
No. Soal
1. Pemimpin yang mampu melakukan peran pengendalian secara efektif berarti ia mampu
mempertahankan rasa pengendali secara kuat , apapun situasi dan kondisi organisasinya bahkan jika
organisasinya mengalami krisis akibat pergolakan lingkungan luar dan dalam organisasinya. Dikatakan
bahawa peran pengendalian organisasi yang melekat pada pemimpin terdapat empat aspek
1. perumusan atau pendefinisian masalah dan pemecahanya
2. pendelegasian wewenang
3. uraian kerja
4. manajemen konflik
Jika anda menjadi seorang Pemimpin (leadership) bagaimana peran anda dalam menyelesaikan suatu
konflik pada suatu organisasi jika dilihat dari ke empat (4) aspek diatas?
2. Siasat unggulan sangat diperlukan bagi perempuan untuk menduduki posisi sebagai pemimpin dipasar
Global . Hal ini disebabkan oleh beberapa situasi dan kondisi budaya, sosial dan politik yang
menghambat kesempatan dan perkembangan karir kepepmimpinan perempuan. Di era globalisi dari
dimensi agama dan sosial , kedudukan perempuan sebagai pemimpin dalam ajaran agama dan dalam
komunitas sosial manapun mendapatkan tempat yang sama.
Bagaimana pandangan anda tentang konsep kepemimpinan perempuan dalam organisasi sosial ?
Implementasikan peranan perempuan dalam ruang lingkup organisasi sosial diseitar anda!
3. Sejalan dengan fenomena sosial saat ini masyarakat enggan bila berurusan dengan birokrasi
pemerintah, keberadaan karakteristik tersebut menyebabkan munculnya beberapa implikasi negatif,
seperti dalam aspek politis, terjadi penurunan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap aparat
pemerintah.
(Petunjuk :
1. Sebutkan dan jelaskan beberapa karakter yang menyebabkan masyarakat alergi jika berhadapan
dengan birokrasi pemrintah !
2. sebutkan tokoh- tokoh penting Negara yang berpengaruh terhadap kelangsungan birokrasi
pemerintahan di Indonesia. Kemudian kontribusi apa yang sudah diberikan kepada Negara
Indonesia!
4. Jelaskan berdasarkan pemahaman anda mengapa setiap organisasi perlu adanya perubahan organisasi
secara berkala?siapa yang berhak melakukan perubahan organisasi tersebut?kemudian factor apa saja
menurut penilaian anda yang paling berpengaruh dalam melakukan perubahan organisasi?(analisis bisa
dilakukan berdasarkan melihat fenomena organisasi di tempat anda bekerja atau di lingkungan sekitar
anda)
JAWABAN :
1. Sebagai seorang pemimpin, peran saya dalam menyelesaikan konflik dalam suatu organisasi akan
melibatkan keempat aspek yang telah disebutkan sebelumnya. Berikut adalah pendekatan yang akan
saya ambil dalam menyelesaikan konflik:
1. Perumusan atau pendefinisian masalah dan pemecahannya: Saya akan memulai dengan
mengidentifikasi akar permasalahan yang menyebabkan konflik. Saya akan mendengarkan semua pihak
yang terlibat untuk memahami perspektif mereka dan mencari solusi yang saling menguntungkan. Saya
akan menggunakan pendekatan yang objektif dan berfokus pada mencapai kesepakatan yang adil dan
berkelanjutan.
2. Pendelegasian wewenang: Jika konflik melibatkan tim atau departemen yang berbeda, saya akan
mendelegasikan wewenang kepada pemimpin atau anggota tim yang terlibat untuk mencari solusi. Saya
akan memberikan mereka kepercayaan dan dukungan yang diperlukan untuk menyelesaikan konflik
dengan cara yang terbaik bagi organisasi.
3. Uraian kerja: Saya akan memastikan bahwa tugas dan tanggung jawab setiap individu atau tim
terdefinisi dengan jelas. Hal ini akan membantu menghindari konflik yang disebabkan oleh
ketidakjelasan peran dan harapan. Saya akan memastikan bahwa semua anggota organisasi memahami
peran mereka dan memiliki sumber daya yang cukup untuk melaksanakan tugas mereka dengan baik.
4. Manajemen konflik: Saya akan mengadopsi pendekatan yang kolaboratif dalam menangani konflik.
Saya akan mendorong komunikasi terbuka dan jujur antara semua pihak yang terlibat. Saya akan
memfasilitasi dialog yang konstruktif dan mencari solusi yang menguntungkan semua pihak. Jika
diperlukan, saya akan melibatkan mediator atau ahli yang dapat membantu dalam menyelesaikan konflik
dengan cara yang adil dan berkelanjutan.
Dalam semua aspek ini, saya akan berusaha untuk mempertahankan rasa pengendalian yang kuat dan
tetap tenang dalam menghadapi konflik. Saya akan menjadi contoh yang baik bagi anggota organisasi
dalam menyelesaikan konflik dengan cara yang profesional dan bermartabat.
2. Konsep kepemimpinan perempuan dalam organisasi sosial mengacu pada peran dan kontribusi
perempuan dalam memimpin dan mengelola organisasi yang bertujuan untuk mencapai perubahan sosial
yang positif. Perempuan memiliki keunikan dan perspektif yang berbeda dalam memimpin, yang dapat
membawa keberagaman, inklusi, dan pemecahan masalah yang inovatif dalam organisasi sosial.
Implementasi peran perempuan dalam organisasi sosial dapat dilakukan melalui beberapa cara, antara
lain:
1. Mendorong partisipasi aktif perempuan: Organisasi sosial harus menciptakan lingkungan yang
inklusif dan memberikan kesempatan yang adil bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam pengambilan
keputusan dan kepemimpinan. Ini dapat dilakukan melalui program pelatihan, mentoring, dan dukungan
untuk pengembangan keterampilan kepemimpinan perempuan.
2. Membangun jaringan dan kolaborasi: Perempuan dalam organisasi sosial dapat membangun jaringan
dan kolaborasi dengan organisasi lain, baik lokal maupun internasional. Ini dapat membantu dalam
pertukaran pengetahuan, sumber daya, dan dukungan untuk mencapai tujuan bersama.
3. Mempromosikan kesetaraan gender: Organisasi sosial harus memperjuangkan kesetaraan gender dan
menghilangkan diskriminasi terhadap perempuan. Ini dapat dilakukan melalui kebijakan yang adil,
penghapusan stereotip gender, dan memastikan akses yang setara terhadap peluang dan sumber daya.
4. Membangun kapasitas dan kemandirian: Organisasi sosial dapat memberikan pelatihan dan
pendidikan kepada perempuan untuk membangun kapasitas mereka dalam kepemimpinan dan
manajemen. Ini akan membantu perempuan untuk menjadi lebih percaya diri dan efektif dalam peran
kepemimpinan mereka.
5. Mendorong perubahan sosial: Perempuan dalam organisasi sosial dapat memainkan peran penting
dalam memperjuangkan perubahan sosial yang lebih adil dan inklusif. Mereka dapat memobilisasi
masyarakat, mengadvokasi kebijakan yang progresif, dan memperjuangkan hak-hak perempuan.
Implementasi peran perempuan dalam organisasi sosial akan membawa manfaat yang signifikan, seperti
meningkatkan representasi perempuan dalam pengambilan keputusan, memperkuat keberagaman dan
inklusi, serta menciptakan dampak sosial yang lebih luas.
3. 1. Beberapa karakter yang menyebabkan masyarakat alergi jika berhadapan dengan birokrasi
pemerintah adalah:
a. Lambat dan tidak efisien: Birokrasi pemerintah sering kali dianggap lambat dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat. Proses yang panjang dan berbelit-belit membuat masyarakat merasa
frustasi dan kehilangan kepercayaan terhadap aparat pemerintah.
b. Korupsi: Korupsi merupakan masalah serius dalam birokrasi pemerintah. Praktik korupsi yang
melibatkan oknum aparat pemerintah membuat masyarakat merasa tidak percaya dan enggan berurusan
dengan birokrasi.
c. Biaya yang tinggi: Beberapa proses birokrasi pemerintah sering kali memerlukan biaya yang tinggi,
seperti biaya administrasi, biaya pengurusan dokumen, atau biaya suap. Hal ini membuat masyarakat
merasa terbebani dan enggan berurusan dengan birokrasi.
d. Ketidakjelasan aturan: Kadang-kadang aturan yang berlaku dalam birokrasi pemerintah tidak jelas
atau ambigu. Hal ini membuat masyarakat kesulitan memahami dan mengikuti prosedur yang ada.
2. Beberapa tokoh penting Negara yang berpengaruh terhadap kelangsungan birokrasi pemerintahan di
Indonesia beserta kontribusinya adalah:
a. Soekarno: Sebagai Presiden pertama Indonesia, Soekarno memiliki peran penting dalam membangun
birokrasi pemerintahan di Indonesia. Ia menginisiasi pembentukan Kementerian-Kementerian dan
lembaga-lembaga pemerintah yang menjadi dasar birokrasi pemerintahan hingga saat ini.
b. Soeharto: Sebagai Presiden kedua Indonesia, Soeharto memiliki peran dalam mengembangkan
birokrasi pemerintahan yang kuat dan terpusat. Ia mengimplementasikan sistem birokrasi yang disebut
"Sistem Pemerintahan Pancasila" yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas
pemerintahan.
c. Joko Widodo: Sebagai Presiden saat ini, Joko Widodo memiliki fokus pada reformasi birokrasi. Ia
telah meluncurkan berbagai program untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, seperti program
"One Stop Service" dan "Online Single Submission". Kontribusinya adalah mempercepat proses
birokrasi dan meningkatkan transparansi dalam pemerintahan.
d. Sri Mulyani Indrawati: Sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memiliki peran penting
dalam mengelola keuangan negara dan memperbaiki tata kelola keuangan pemerintah. Kontribusinya
adalah dalam memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian keuangan negara, serta memperbaiki
transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan pemerintah.
4. Setiap organisasi perlu melakukan perubahan secara berkala karena lingkungan bisnis dan kebutuhan
pelanggan terus berubah. Jika organisasi tidak beradaptasi dengan perubahan tersebut, mereka dapat
tertinggal dan kehilangan daya saing. Perubahan organisasi juga diperlukan untuk meningkatkan
efisiensi, produktivitas, dan inovasi dalam organisasi. Siapa yang berhak melakukan perubahan
organisasi tergantung pada struktur organisasi dan kebijakan yang ada. Biasanya, perubahan organisasi
diinisiasi oleh manajemen puncak atau pemilik organisasi. Namun, dalam beberapa kasus, perubahan
juga dapat dimulai oleh karyawan atau kelompok kerja yang merasa ada kebutuhan untuk perubahan.
Beberapa faktor yang paling berpengaruh dalam melakukan perubahan organisasi adalah:
1. Perubahan kebutuhan pelanggan: Jika pelanggan menginginkan produk atau layanan baru, organisasi
perlu beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Misalnya, dengan adanya perkembangan
teknologi, pelanggan mungkin mengharapkan adanya layanan online atau aplikasi mobile.
2. Perubahan teknologi: Kemajuan teknologi dapat mempengaruhi cara kerja organisasi. Organisasi perlu
mengadopsi teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. Misalnya,
penggunaan sistem manajemen informasi yang lebih canggih atau otomatisasi proses produksi.
3. Persaingan pasar: Jika pesaing mengadopsi strategi baru atau menawarkan produk yang lebih baik,
organisasi perlu melakukan perubahan untuk tetap bersaing. Misalnya, mengembangkan produk baru
atau meningkatkan kualitas produk yang ada.
4. Perubahan regulasi: Perubahan dalam peraturan atau kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi
operasional organisasi. Organisasi perlu beradaptasi dengan perubahan tersebut agar tetap mematuhi
aturan dan regulasi yang berlaku.
5. Perubahan budaya organisasi: Jika organisasi ingin menciptakan budaya yang lebih inklusif,
kolaboratif, atau inovatif, perubahan organisasi mungkin diperlukan. Misalnya, mengadopsi gaya
kepemimpinan yang lebih terbuka atau memperkenalkan program pelatihan dan pengembangan
karyawan.
Analisis ini didasarkan pada pemahaman umum mengenai perubahan organisasi dan dapat bervariasi
tergantung pada konteks organisasi dan lingkungan kerja.
Sumber Referensi :
BMP ADPU4334
https://pustaka.ut.ac.id/lib/adpu4334-kepemimpinan-edisi-2/
http://repository.unas.ac.id/16/1/Pengendalian-Dalam-Organisasi.pdf
https://psw.ugm.ac.id/2017/09/18/kepemimpinan-perempuan-di-indonesia/
https://biroorganisasi.jogjaprov.go.id/v1/kepercayaan-publik-terhadap-pemerintah/
http://etheses.uin-malang.ac.id/1844/6/08410037_Bab_2.pdf
1 dari 1