0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
540 tayangan5 halaman

Diskusi

Terima kasih atas tanggapan dan masukannya. Saya mengapresiasi partisipasi aktif Anda dalam tuton ini. Beberapa poin penting yang saya tangkap: 1. Tuton ini bermanfaat bagi Anda untuk memperdalam pemahaman tentang media dan sumber belajar di TK, sekaligus mendukung proses belajar mengajar Anda sebagai guru. 2. Diskusi dan tugas-tugas memberi wawasan luas tentang pengelolaan pembelajaran dan pengembangan diri se

Diunggah oleh

serapatmawati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
540 tayangan5 halaman

Diskusi

Terima kasih atas tanggapan dan masukannya. Saya mengapresiasi partisipasi aktif Anda dalam tuton ini. Beberapa poin penting yang saya tangkap: 1. Tuton ini bermanfaat bagi Anda untuk memperdalam pemahaman tentang media dan sumber belajar di TK, sekaligus mendukung proses belajar mengajar Anda sebagai guru. 2. Diskusi dan tugas-tugas memberi wawasan luas tentang pengelolaan pembelajaran dan pengembangan diri se

Diunggah oleh

serapatmawati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Saya berpendapat bahwa evaluasi terhadap keberhasilan penerapan otonomi daerah dalam

bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat dipahami melalui beberapa sudut
pandang.
Meskipun terdapat sejumlah perkembangan positif, namun ada juga beberapa tantangan yang
perlu diatasi untuk memastikan efektivitas penuh dari sistem otonomi daerah. Pertama-tama,
perlu diakui bahwa otonomi daerah memberikan keleluasaan kepada pemerintah daerah untuk
mengelola sumber daya dan mengambil keputusan sesuai dengan kebutuhan lokal. Ini dapat
meningkatkan responsifitas pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat setempat dan
mempercepat pembangunan di tingkat daerah. Namun, ada beberapa aspek yang masih
menjadi perhatian. Salah satunya adalah disparitas antara daerah yang maju dan daerah yang
masih tertinggal dalam hal pembangunan. Beberapa daerah mungkin belum sepenuhnya mampu
mengelola otonominya dengan efektif karena keterbatasan sumber daya manusia dan keuangan.
Selain itu, terdapat isu-isu terkait korupsi di beberapa daerah yang dapat
menghambat pelaksanaan otonomi daerah secara optimal. Selain itu, terdapat kendala dalam
harmonisasi antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Beberapa regulasi yang dikeluarkan
oleh pemerintah pusat mungkin tidak selaras dengan kebutuhan dan karakteristik khusus suatu
daerah. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan koordinasi antara
pemerintah pusat dan daerah agar otonomi daerah dapat berjalan dengan lebih efektif. Selain itu,
partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan juga perlu diperkuat. Dengan
melibatkan masyarakat secara aktif, kebijakan yang dihasilkan akan lebih mencerminkan
kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat. Dalam rangka meningkatkan keberhasilan otonomi
daerah, diperlukan pemantauan yang ketat, evaluasi berkala, dan perbaikan berkelanjutan
terhadap sistem tersebut. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, perlu bersinergi untuk
mengatasi hambatan-hambatan yang muncul dan memastikan bahwa otonomi daerah benar-
benar memberikan manfaat yang maksimal bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat
Indonesia secara keseluruhan. Demikianlah pembahasan dari soal Otonomi daerah dalam bingkai
NKRI merupakan salah satu kebijakan besar yang berarti adanya pemecahan kewenangan antara
pemerintah pusat dan daerah, sudah terjawab dengan lengkap.
1. Perencanaan

- Dalam kegiatan fisk motoric di TK sebenarnya dalam kegiatan setiap hari sudah
banyak melatih anak didik TK, dalam pengalaman saya setiap hari saya sudah
melakukan Latihan fisik motoric halus dan kasar pada anak usia 4-5 tahun, namun
terkadang memang tanpa perencanaan, saya mendadak mendapat ide dan di luar
RPPH bisa saja saya mengajak anak bermain bola, berlari memindahkan bola,
bermain di lapangan sekolah, bermain di pasir dan lainnya.
- Pertanyaan saya saat ini, seberapa pentingkah perencanaan fisik motoric itu di TK ?

2. Pelaksanaan

- Dalam pelaksanaan fisik motoric selalu saya laksanankan setelah selesai jam
pembelajaran yaitu saat anak sudah selesai makan dan jam ini sebenarnya jam
bermain, namun saya pakai melatih fisik motoric anak dengan bermain dan saya
menentukan kegiatannya atau terkadang saya memberikan permainan yang melatih
motoric anak dan anak saya beri kebebasan bermain.
- Apakan dalam program Latihan motoric di TK harus terprogram kapan harus di
laksanankan ?

3. Pengamatan fisik motoric yang saya lakukan saat ini dengan:

- Cataan anekdot
- Potofolio
- Pengamatan, observasi langsung

Dari ke 3 penilaian tersebut, manakah yang terbaik ?


B. Jawablah pertanyaan ini untuk membantu meningkatkan kualitas tuton MK Profesionalitas
Guru PAUD:

1. Apa alasan Anda mengikuti tutorial online (tuton) matakuliah ini? Apakah petunjuk untuk
mengikuti tuton ini mudah Anda pahami dan lakukan? Jelaskan alasan jawaban Anda,

B. 1 Alasan saya

[Link] manfaat Anda mengikuti tuton ini?

[Link] yang Anda pelajari dari mengikuti tuton ini? dan dimana kesulitan Anda dalam mengikuti
tuton matakuliah ini?

[Link] mahasiswa UT, apakah Anda merasa bahwa tuton ini sesuai untuk guru yang juga
mahasiswa UT yang sedang belajar di UT yang menggunakan sistem belajar jarak jauh
(SBJJ)? Pahamkah Anda dengan SBJJ di UT?

[Link] tuton matakuliah Media dan Sumber BelajarTK ini dapat membantu Anda
memahami isi matakuliah Media dan Sumber Belajar TK

[Link] materi inisiasi yang diberikan dalam tuton ini dapat Anda pahami, bermanfaat dan
dapat membantu Anda memahami materi matakuliah Media dan Sumber Belajar TK? Jelaskan
jawaban Anda

[Link] topik diskusi yang diberikan dalam tuton ini dapat Anda pahami, bermanfaat dan dapat
membantu Anda memahami materi matakuliah Media dan Sumber Belajar TK dan memberi
wawasan lebih luas tentang menjadi guru PAUD yang profesional? Jelaskan jawaban Anda

[Link] materi tugas 1,2 da 3 yang diberikan dalam tuton ini dapat Anda pahami, bermanfaat
dan dapat membantu Anda memahami materi matakuliah Media dan Sumber Belajar TK dan
memberi wawasan lebih luas tentang menjadi guru PAUD yang profesional? Jelaskan jawaban
Anda

[Link] masukan apa kekurangan dan kelebihan tuton MK ini?

C. Menurut Anda bagaimanakah pengelolaan sumber belajar yang baik yang telah Anda lakukan
di sekolah Anda? Berikan contoh pengelolaan yang sering Anda gunakan. Jangan lupa tuliskan
nama olah Anda.

1. Menanamkan nilai kejujuran pada anak dengan menggunakan jupitan jemuran

Dari dalam video tersebut guru menanamkan nilai kejujuran pada anak dengan cara
menggunakan jepitan jemuran pada tugasnya. Dalam video ini guru meminta anak untuk
meletakkan tugas yang sudah selesai di mejanya. Dan guru menegaskan kembali dengan
pertanyaan mengerti…… Semua anak serentak mengatakan mengerti. Dengan menggunakan car
aini anak menjadi lebih teratur dan tertib. Cara ini menurut saya sangat menarik dalam
menanamkan nilai kejujuran pada anak. Dalam kegiatan selanjutnya guru memberukan tugas
membentuk plastisin dan memberikan tanggapan yang positif.

2. Menenamkan nilai kejujuran anak dengan cerita moral :

Kegiatan yang dilakukan dalam video ini dengan memberikan :

- Pengetahuan tentang kebaikan (Knowing the goodness)


- Merasakan, mencintai kebaikan (Loving the goodness)
- Melakukan perbuatan baik (Acting the goodness)

Pada saat ini salah satu cara yang dilakukan dengan memberikan cerita tentang “Aku Anak
Jujur” Kisah ini bercerita tentang anak yang tidak sengaja memecahkan gelas. Dalam video
tersebut guru memberikan penjelasan pada anak untuk selalu jujur. Dalam vuideo ini guru
melibatkan anak pada kisah salifa dan guru menggunakan media buku bergambar dan
interaktifitas. Dengan metode ini anak menjadi lebih memahami makna kejujuran, penanaman
cerita kejujuran sejak usia dini akan membantu perkembangan anak untuk selalu hidup dalam
kejujuran.

B. 1 Alasan saya mengikuti tuton mata kuliah ini karena dalam semester ini memanga ada mata
kuliah ini, dalam pembelajaran ini saya menjadi lebih memahami Media dan sumber belajar di
TK. Dalam mengajar anak-anak usia dini berumur 4-5 tahun menjadi lebih mudah bagi saya
dengan Media pembelajaran di tambah lagi dengan pengetahuan dari berbagai sumber dalam
mata kuliah ini, saya sangat merasa terbimbing lebih memahami media dan sumber belajar.

2. Mengikuti tutorial dalam senester ini bagi saya sangat bermanfaat di mana saya dapat
mengajar sambil menimba ilmu. Dalam pembelajaran jarak jauh iini saya dapat mengikutoi
pembelajaran dengan menggunakan koneksi internet saja tanpa harus datang ke tempat kuliah
pada umumnya.

3. Yang saya pelajari dalam tuton ini adalah materi yang di sediakan, diskusi, pengerjaan tugas.

4. Sebagai mahasiswa UT, saya merasa bahwa tuton ini sesuai untuk guru yang juga mahasiswa UT yang
sedang belajar di UT yang menggunakan sistem belajar jarak jauh karena sangat memudahkan mahasiswa
untuk belajar.

5. tuton matakuliah Media dan Sumber BelajarTK ini dapat membantu Anda memahami isi matakuliah
Media dan Sumber Belajar TK dengan cara membaca materi yang di sampaikan, menjawab pertanyaan
diskusi dan mengerjakan tugas dalam bentuk video.

6. Materi inisiasi yang diberikan dalam tuton ini dapat saya pahami, bermanfaat dan dapat membantu
saya memahami materi matakuliah Media dan Sumber Belajar TK dengan langsung membuat media
pembelajaran sendiri, selain itu ada praktik langsung dengan anak berdasarkan RPPH dan media yang
saya buat. Selainitu lewat pengalaman membuat media saya menjadi lebih berfikir kreatif dalam
menggunakan dan membuat media sendiri.
7. ya topik dalam diskusi ini sanagat membantu saya untuk menjadi guru yang professional dalam
bidangnya.

8. Tugas sangat membantu saya untuk dapat berfikir kreatif dan mendapat wawasan yang lebih luas
menjadi guru paud.

9. Masukan saya semoga kedepannya lebih memberikan materi yang lebih luas lagi dan memberikan cara
membuat media yang kreatif.

C. Pengolahan sumber belajar yang baik yang sudah saya lakukan di kelas saya ialah membuat media
pembelajaran berhitung, merajut, mengenal huruf dengan media yang sederhana.

D. Tantangan dalam pelaksanaan kurikulum merdeka ialah kesiapan guru sebagai pembawa perubahan di
kelas, dukungan sekolah dalam memberikan fasilitas yang baik berupa materil maupun non – materil dan
keragaman siswa di dalam kelas.

Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai