0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
574 tayangan20 halaman

Tugas 2 Surat Tuntutan Praktik Pengalaman Beracara UT

1. Terdakwa dituntut atas tuduhan membunuh korban Bebek dengan menusuknya berulang kali menggunakan pisau lipat hingga menyebabkan kematian, serta mencuri barang milik korban setelahnya. 2. Keterangan saksi dan barang bukti menguatkan adanya perbuatan pidana tersebut oleh terdakwa. 3. Jaksa meminta hukuman seberat-beratnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Diunggah oleh

nadia.dermaster
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
574 tayangan20 halaman

Tugas 2 Surat Tuntutan Praktik Pengalaman Beracara UT

1. Terdakwa dituntut atas tuduhan membunuh korban Bebek dengan menusuknya berulang kali menggunakan pisau lipat hingga menyebabkan kematian, serta mencuri barang milik korban setelahnya. 2. Keterangan saksi dan barang bukti menguatkan adanya perbuatan pidana tersebut oleh terdakwa. 3. Jaksa meminta hukuman seberat-beratnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Diunggah oleh

nadia.dermaster
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEJAKSAAN NEGERI BANDAR LAMPUNG

P-29
“UNTUK KEADILAN

SURAT TUNTUTAN
No. Reg. Perkara : PDM - 024 /Lampung /2/2024.

PENDAHULUAN:

Majelis Hakim Yang Terhormat,


Penasehat Hukum yang kami hormati,
Para hadirin yang berbahagia.

Tiada kata yang lebih layak kita ucapkan kecuali puji syukur kehadiran Tuhan Yang
Maha Kuasa karena atas rahmat dan karunia-Nya kita masih diberi kesempatan dan kesehatan
berkumpul dan dapat hadir menjalani proses persidangan yang merupakan sebagian dari tugas
dan tanggung jawab kita sebagai aparat penegak hukum. Persidangan ini dapat berlangsung
dengan aman, tertib dan lancar karena Majelis Hakim khususnya Ketua Majelis telah bersikap
arif dan bijaksana dalam memimpin persidangan, sehingga mendekati akhir pemeriksaan perkara
dan kini tibalah saatnya Penuntut Umum menyampaikan Tuntutannya berdasarkan fakta-fakta
yang terungkap dipersidangan.

Kami juga menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada Penasehat Hukum
Terdakwa yang telah ikut serta memperlancar jalannya persidangan. Kami yakin dan percaya
bahwa meskipun posisi penasihat Hukum bersebrangan dengan kami selaku Penuntut Umum
tetapi di persidangan ini mempunyai tujuan yang sama yaitu sama-sama berusaha untuk mencari
dan menemukan kebenaran materil.

Demikian pula, penghargaan dan rasa terima kasih kami sampaikan kepada para hadirin
yang dengan sabarnya mengikuti jalannya persidangan serta menghormati jalannya proses
persidangan ini sehingga persidangan dapat berlangsung dengan tertib, aman dan lancar.
Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung dengan memperhatikan
hasil pemeriksaan siding dalam perkara atas nama Terdakwa :

Nama Lengkap : Monkey D Ayam Alias Ayam Bin Monkey D Dragon


Tempat lahir : Jakarta
Umur/tanggal lahir : 23 Tahun / 21 April 2001
Jenis kelamin : Laki-Laki
Kebangsaan : INDONESIA
Tempat tinggal : Jl. Kerajaan Goa Timur, Kec. East Blue

Agama : Katholik
Pekerjaan : Mahasiswa

Berdasarkan Surat Penetapan Hakim/Hakim Ketua Pengadilan Negeri Bandar Lamoung


Nomor :Reg. Perkara : 352/[Link]/X/2024/[Link] dan Surat Pelimpahan Perkara
Acara Pemeriksaan Biasa Nomor : B-300 / 0.3.10 / Ep.1 / 10 / 2024 terdakwa dihadapkan ke
depan persidangan dengan dakwaan :------------------------------------------------------------------------
--------

KESATU
-----Bahwa Terdakwa Monkey D Ayam Alias Ayam Bin Monkey Dragon pada hari Rabu
tanggal 02 Februari 2023, atau setidak – tidaknya masih dalam bulan Februari 2024,
bertempat di Indekos yang beralamat di JL. Kerajaan Goa Barat IV atau setidak-tidaknya
pada suatu tempat dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Tanpa hak
memiliki, menyimpan, atau membawa senjata penikam atau senjata penusuk tanpa ada
izin dari pihak yang berwenang, perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa dengan cara-
cara sebagai berikut : ------------------------------------------------------------------------
-------- Pada waktu dan tempat sebagaimana diuraikan diatas, terdakwa datang ke kost
Bebek pada hari Rabu tanggal 02 Februari 2024 dengan menyiapkan pisau lipat yang
awalnya disimpan di dalam jok motornya, lalu Ketika terdakwa sampai di Kost Bebek
pisau lipat tersebut disimpan oleh terdakwa di dalam saku celana nya. Setelah berada di
dalam kamar kost, terdakwa mengajak Bebek untuk mengobrol santai. Setelah dirasa
situasi nya sudah pas terdakwa mengelabui Bebek untuk berpura-pura ingin pulang ke
rumah, lalu terdakwa mengeluarkan pisau dari dalam saku celananya dan menusuk
korban. Karena merasa terancam. Bebek sempat memberikan perlawanan terhadap aksi
yang dilakukan terdakwa dengan cara mengigit tangan Terdakwa. Namun terdakwa
menikam leher dan dada Bebek berulang kali sehingga Bebek tumbang dan kehilangan
nyawanya.

Akibat dari perbuatan terdakwa tersebut diatas, korban Bebek menderita luka berat di
bagian leher dan dada yang menyebabkan korban meninggal dunia sebagaimana Visum
Et Repertum No. 00589/VR.0016/III/2024 tanggal pemeriksaan 03 Februari 2024 dan
ditanda tangani tanggal 15 Februari oleh dr. Trafalgar D Water Law, Sp.B Dokter pada
Rumah Sakit Bethesda Lampung
---------Bahwa perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana
menurut ketentuan Pasal 2 Ayat (1) Darurat No.12 tahun 1951 ------------------------------------
------------------------------------
KEDUA
-----Bahwa Terdakwa Monkey D Ayam Alias Ayam Bin Monkey Dragon pada hari Rabu
tanggal 02 Februari 2023, atau setidak – tidaknya masih dalam bulan Februari 2024,
bertempat di Indekos yang beralamat di JL. Kerajaan Goa Barat IV atau setidak-tidaknya
pada suatu tempat dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Tanjung Karang, dengan sengaja
dan dengan rencana menghilangkan nyawa orang lain, perbuatan tersebut dilakukan oleh
terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut : -----------------------------------------------------------
-------------
-------- Pada waktu dan tempat sebagaimana diuraikan diatas, terdakwa datang ke kost
Bebek pada hari Rabu tanggal 02 Februari 2024 dengan menyiapkan pisau lipat yang
disimpan oleh terdakwa di dalam saku celana nya. Setelah berada di dalam kamar kost,
terdakwa mengajak Bebek untuk mengobrol santai. Setelah dirasa situasi nya sudah pas
terdakwa mengelabui Bebek untuk berpura-pura ingin pulang ke rumah, lalu terdakwa
mengeluarkan pisau dari dalam saku celananya dan menusuk korban. Karena merasa
terancam. Bebek sempat memberikan perlawanan terhadap aksi yang dilakukan terdakwa
dengan cara mengigit tangan Terdakwa. Namun terdakwa menikam leher dan dada Bebek
berulang kali sehingga Bebek tumbang dan kehilangan nyawanya . Lalu untuk
meninggalkan jejak, terdakwa membungkus Bebek dengan plastic besar lalu dilapisi
dengan sprei kasur dan ditaburi dengan pengawet serta wewangian agar jasad tidak
mudah membusuk. Setelah 2 minggu dari kejadian tersebut, keluarga Bebek mengunjungi
kamar kost nya karena khawatir Bebek tidak bisa dihubungi. Karena pada saat kunjungan
ke kamar kost Bebek tidak ada respon maka keluarga Bebek menghubungi pemilik kost
untuk membuka pintu kamar kost Bebek dan menemukan plastic besar berisi jasad Bebek

Akibat dari perbuatan terdakwa tersebut diatas, korban Bebek menderita luka berat di
bagian leher dan dada yang menyebabkan korban meninggal dunia sebagaimana Visum
Et Repertum No. 00589/VR.0016/III/2024 tanggal pemeriksaan 03 Februari 2024 dan
ditanda tangani tanggal 15 Februari oleh dr. Trafalgar D Water Law, Sp.B Dokter pada
Rumah Sakit Bethesda Lampung
---------Bahwa perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana
menurut ketentuan Pasal 340 KUHP --------------------------------------------------------------------
----
DAN

KETIGA
-----Bahwa Terdakwa Monkey D Ayam Alias Ayam Bin Monkey Dragon pada hari Rabu
tanggal 02 Februari 2023, atau setidak – tidaknya masih dalam bulan Februari 2024, bertempat di
Indekos yang beralamat di JL. Kerajaan Goa Barat IV atau setidak-tidaknya pada suatu tempat
dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Tanjung Karang, telah mengambil barang sesuatu,
yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara
melawan hukum, perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut :
------------------------------------------------------------------------
-------- Pada waktu dan tempat sebagaimana diuraikan diatas, setelah berhasil memastikan
bahwa korban yaitu Bebek sudah tidak bernyawa. Terdakwa mengambil barang-barang
milik korban, yaitu satu buah Laptop Macbook, satu buah dompet dan satu buah ponsel
-----------Bahwa perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana
menurut ketentuan Pasal 362 KUHP ------------------------------------------------------
FAKTA PERSIDANGAN

Sesuai dengan pasal 184 (1) KUHAP telah menyebutkan alat-alat bukti yang sah menurut
Undang-Undang yaitu Keterangan Saksi-saksi, Keterangan Ahli, Surat, Petunjuk, keterangan
Terdakwa dan barang bukti sebagai berikut :

KETERANGAN SAKSI-SAKSI :

A. Saksi Steve Harrington, didepan persidangan pada pokoknya menerangkan sebagai


berikut :
- Bahwa, saksi saat pemeriksaan sekarang ini dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.
- Bahwa, saksi bersedia untuk didengar keterangaannya sebagai saksi dan saksi akan
memberikan keterangan dengan yang sebenarnya.
- Bahwa, saksi jelaskan bahwa saat ini saksi tinggal di Indekost, yang beralamat di JL.
Kerajaan Goa Barat IV yang mana adalah tetangga dari Bebek
- Bahwa, saksi mengenal Ayam sebagai teman dari Bebek karena Ayam sering datang
ke kamar kost Bebek
- Bahwa, saksi pada tanggal 02 Februari 2024, melihat Ayam datang mengunjungi
kamar kost Bebek
- Bahwa, saksi juga mengenal Beruang kekasih dari Bebek karena sering menginap di
kost Bebek
- Bahwa, Ayam pernah bercerita kepada saksi saat ini Ayam sedang mencari pekerjaan
sampingan untuk tambahan bayar kost Ayam yang menunggak dan tagihan pinjaman
online yang menunggak

B. Saksi Nanami Kento didepan persidangan pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa, saksi pada saat pemeriksaan sekarang ini saksi dalam keadaan sehat jasmani
dan rohani.
- Bahwa, saksi bersedia untuk didengar keterangaannya sebagai saksi dan saya akan
memberikan keterangan dengan yang sebenarnya.
- Bahwa, saksi jelaskan bahwa saat ini saksi tinggal di Indekost, yang beralamat di JL.
Kerajaan Goa Barat IV yang mana adalah tetangga dari Bebek
- Bahwa, Saksi sering melihat Ayam datang ke kamar kost Bebek beserta Berunag
kekasih dari Bebek
- Bahwa, Saksi pada tanggal 02 Februari 2024, melihat Ayam keluar dari parkiran
Indekost membawa sepeda motor milik Ayam

C. Saksi Nefertari D Vivi, didepan persidangan pada pokoknya menerangkan sebagai


berikut :
- Bahwa, saksi pada saat pemeriksaan sekarang ini saksi dalam keadaan sehat jasmani
dan rohani
- Bersedia untuk didengar keterangaannya sebagai saksi dan saya akan memberikan
keterangan dengan yang sebenarnya.
- Bahwa, saksi jelaskan bahwa saat ini saksi sebagai pemilik dari Indekost
- Bahwa, saksi selain itu saksi juga menjalankan usaha Restoran, tetapi saksi lebih
banyak menghabiskan waktu untuk mengelola kost miliknya, karena dalam
mengelola kost saksi bisa kerjakan dirumah dan saksi awasi dari rumah, karena saksi
memiliki manager Restoran yang telah saksi percayai.
- Bahwa, saksi hanya memiliki satu orang anak.
- Setahu saksi suami saksi tidak Memiliki usaha lain.
- Bahwa, yang saksi ketahui Ayam itu adalah teman dari Bebek. Ayam dan Beruang
juga sering menginap di kamar kost Bebek.
- Saksi tidak mengetahui pertemuan antara mereka pada tanggal 02 Februari 2024
karena harus datang ke Restoran.
- Bahwa, yang saksi ketahui Ayam memiliki sikap yang baik dan sopan jika betemu
dengan nya.

PETUNJUK :

Bahwa mengenai alat bukti petunjuk diatur pada Pasal 188 KUHAP yang berbunyi :
1) Petunjuk adalah sebuah perbuatan, kejadian atau keadaan, yang karena persesuaian, baik
antara yang satu dengan yang lain, maupun dengan tindak pidana itu sendiri, terjadi suatu
tindak pidana dan siapa pelakunya.
2) Petunjuk sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat diperoleh dari :
1. Keterangan Saksi;
2. Surat;
3. Keterangan Terdakwa;
Bahwa berdasarkan alat-alat bukti yang diperoleh di persidangan baik melalui alat bukti
Keterangan Saksi-Saksi, alat bukti Keterangan Terdakwa, alat bukti surat yang diperkuat dengan
barang bukti maka telah diperoleh lagi alat bukti dalam persidangan yaitu alat bukti PETUNJUK
yang membuktikan bahwa terdakwa Monkey D Ayam telah melakukan tindak pidana umum
yaitu “Dengan sengaja dan dengan rencana menghilangkan nyawa orang lain” sebagaimana
diatur dalam dakwaan kedua dan diancam pidana menurut ketentuan Pasal 340 KUHP

Bahwa telah terdapat persesuaian diantara keterangan saksi-saksi dengan yang lainnya tentang
perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa, keterangan mana masing-masing pada pokoknya ada
yang dibenarkan oleh terdakwa sehingga telah diperoleh petunjuk, terdakwa adalah pelaku tindak
pidana sebagaimana diuraikan dalam surat dakwaan tersebut diatas.

KETERANGAN TERDAKWA :

Terdakwa Monkey D Ayam di depan persidangan pada pokoknya menerangkan antara lain
sebagai berikut :

- Bahwa, Terdakwa sekarang ini dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, dan bersedia
diperiksa dan didengar keterangannya serta akan memberikan keterangan yang sebenar –
benarnya.
- Bahwa, terdakwa akan di damping oleh Eustass Captain Kid, SH., MH.
- Bahwa, terdakwa bersedia untuk memberikan keterangan yang sebenar-benarnya.
- Bahwa, saudara Bebek merupakan teman satu kampusnya.
- Bahwa, terdakwa melakukan pembunuhan karena terdakwa iri terhadap kesuksesan yang
dicapai oleh Bebek serta faktor ekonomi.
- Bahwa, terdakwa iri dengan kesuksesan Bebek dann terlilit bayar kostan serta ttunggakan
hutang pinjol.
- Bahwa, terdakwa melakukan aksi pembunuhan karena terinspirasi dari serial Netflix yang
ditonton nya. Yaitu Narchos.
- Bahwa, benar terdakwa menyiapkan pisau lipat sebagai alat untuk mengeksekusi Bebek.
- Bahwa, benar terdakwa melakukan penusukan berulang pada bagian tubuh Bebek.
- Bahwa, setelah melakukan pembunuhan. Terdakwa membungkus tubuh Bebek ke dalam
plastic besar lalu dilapisi sprei kasur dan ditaburi pengawet serta wewangian agar jasad
Bebek tidak mudah membusuk.
- Bahwa benar, terdakwa mengambil barang-barang milik Bebek yaitu berupa laptop
Macbook, dompet, dan ponsel.
- Bahwa, Keterangan terdakwa sudah cukup serta keterangan yang terdakwa berikan adalah
yang sebenarnya serta dapat terdakwa pertanggung jawabkan kebenarannya.

BARANG BUKTI
Barang bukti yang diajukan di depan Persidangan berupa :
a. Berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Polda Metro Jaya DKI Jakarta dengan Nomor Sp-
Sita/529/VIII/2024/DitReskrimsus, tanggal 10 Februari 2024, telah melakukan Penyitaan
terhadap barang milik tersangka Monkey D Ayam berupa:
- 1 (satu) buah Pisau Lipat
b. Berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Polda Metro Jaya DKI Jakarta dengan Nomor SP-
Sita/532/IX/2024/DitReskrimsus, tanggal 11 Februari 2024, telah melakukan Penyitaan
terhadap barang milik korban Bebek, berupa:
- 1 (satu) Unit Laptop Macbook milik Bebek;
- 1 (satu) Unit Dompet milik Bebek
- 1 (satu) Unit Ponsel milik Bebek

ANALISIS FAKTA :
Bahwa dari fakta-fakta persidangan yang telah kami uraikan di atas tadi, maka dapatlah kami
simpulkan sebagai berikut:
• Bahwa Terdakwa merupakan teman satu kampus Bebek
• Bahwa terdakwa melakukan aksinya dikarenakan factor iri dan alasan ekonomi.
• Bahwa terdakwa iri dengan kesuksesan korban dan terlilit untuk bayar kostan
serta tunggakan hutang pinjol.
• Bahwa pada hari Rabu tanggal 02 Februari 2024 terdakwa datang sendiri ke kost
korban menggunakan sepeda motor miliknya.
• Bahwa pada sebelum datang ke kost Bebek, terdakwa menyiapkan sebuah pisau
lipat sebagai alat untuk mengeksekusi Bebek yang disimpan di dalam jik motor
nya.
• Bahwa setelah terdakwa sampai di kost Bebek, terdakwa menyimpan pisau lipat
tersebut di dalam kantong celananya.
• Bahwa terdakwa setelah berada di dalam kamar kost Bebek, mengobrol seperti
biasa yang dilakukan pada saat terdakwa main ke kost bebek.
• Bahwa terdakwa sempat berpura-pura hendak pulang, lalu mengeluarkan pisau
dan dari dalam kantong celananya. Selanjutnya ditusukan ke bagian badan
Bebek.
• Bahwa Bebek sempat melawan dengan cara mengigit tangan terdakwa, Namun
terdakwa menikam leher dan dada Bebek berulang kali hingga tumbang.
• Bahwa terdakwa membungkus Bebek dengan plastik besar lalu dilapisi dengan
sprei kasur, dan ditaburi pengawet serta wewangian agar jasad Bebek tidak
mudah membusuk.
• Bahwa terdakwa mengambil barang-barang milik Bebek. Yaitu satu buah laptop
Macbook, satu buat dompet dan satu buah ponsel.
• Bahwa setelah 2 minggu Bebek tidak ada kabar,karena khawatir keluarga bebek
mengunjungi kost Bebek.
• Bahwa pada saat kunjungan tidak ada respon dari Bebek, maka keluarga Bebek
menghubungi pemilik kost dan berhasil membuka kamar kost Bebek.
• Bahwa pada saat dibuka ditemukan kantong plastik berisi Jasad Bebek.
• Bahwa beberapa saksi yaitu tetangga Bebek memberikan keterangan bawah
bebek sering mengajak beruang yaitu pacar Bebek menginap selain Ayam.
• Bahwa menurut beberapa saksi hubungan Bebek dan Ayam baik-baik saja tidak
ada pertikaian

ANALISA YURIDIS :

Majelis Hakim dan Penasehat Hukum yang kami hormati,


Sidang Pengadilan yang kami muliakan.

Dengan selesainya kami menguraikan pembuktian perbuatan yang didakwakan


kepada TERDAKWA, maka kami akan melanjutkan dengan uraian pembuktian yuridis
yang merupakan materi pokok dari seluruh tuntutan pidana kami, yaitu tindak pidana
apakah yang telah dilakukan oleh TERDAKWA dan apakah TERDAKWA bersalah atas
tindakan pidana tersebut.
Berdasarkan fakta-fakta hukum yang diperoleh dalam persidangan ini, akan kami
bukikan apakah perbuatan TERDAKWA MONKEY D AYAM telah memenuhi unsur-
unsur dan pasal-pasal yang didakwakan sebagaimana termuat dalam Surat Dakwaan yaitu
:
KESATU : Melanggar Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No. 12 tahun 1951.

KEDUA : Melanggar Pasal 340 KUHP


Dan

KETIGA : Melanggar Pasal 362 KUHP

Sebagaimana telah diuraikan di atas TERDAKWA MONKEY D AYAM yang


telah didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaan yang disusun secara Kumulatif
maka kami akan membuktikan dakwaan-dakwaan tersebut.
Pada Dakwaan Kesatu TERDAKWA MONKEY D AYAM telah didakwa
melakukan tindak pidana kepemilikan senjata tajam sebagaimana dimaksud dalam Pasal
2 Ayat (1) UU Darurat No. 12 tahun 1951 dengan rumusan selengkapnya adalah sebagai
berikut
“ Dalam pengertian senjata pemukul, senjata penikam atau senjata penusuk dalam pasal
ini, tidak termasuk barang-barang yang nyata-nyata dimaksudkan untuk dipergunakan
guna pertanian, atau untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga atau untuk kepentingan
melakukan dengan syah pekerjaan atau yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai
barang pusaka atau barang kuno atau barang ajaib (merkwaardigheid).”
Berdasarkan rumusan diatas, maka Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No.12 tahun
1951 mengandung unsur-unsur :
1. Barang siapa;
2. Tanpa hak menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai
dalam miliknya, atau menyimpan sesuatu;
3. Senjata penikam atau senjata penusuk.
Ad. 1. Unsur “Barang siapa”
Bahwa unsur “barang siapa” memberikan arah atau menunjuk kepada siapa subyek
hukum yaitu orang atau manusia dan badan hukum, apakah orang atau manusia itu
sebagai seorang laki-laki atau seorang Perempuan, warga negara Indonesia atau warga
negara asing tidak terkecuali sepanjang perbuatan yang didakwakan dapat dipertanggung
jawabkan kepadanya.
Bahwa mengenai kemampuan bertanggung jawab subyek hukum tersebut, Memory
Van Toelichting menegaskan bahwa unsur kemampuan bertanggung jawab tidak perlu
dibuktikan, karena unsur ini dianggap terdapat pada setiap orang yang melakukan
perbuatan yang melanggar undang-undang, sebagai unsur yang diam pada setiap delik,
unsur mana baru dibuktikan jika ada keraguan tentang seorang yang melakukan delik.
Bahwa sebagai subyek hukum, setiap orang haruslah memenuhi kriteria subyektif
maupun kriteria obyektif.
Bahwa sesuai dengan kenyataan yang terungkap dipersidangan, identitas
TERDAKWA MONKEY D AYAM telah dibenarkan di persidangan dan merupakan
subyek hukum yang telah dewasa dan mempunyai identitas yang jelas, sehingga
TERDAKWA MONKEY D AYAM telah memenuhi criteria secara obyektif berkenaan
dengan kedewasaan dan kecakapan dalam mengerti dan memahami akan apa yang
dilakukannya yang sepatutnya harus dapat pula dipertanggungjawabkannya secara moral
dan hukum.
Dengan demikian, unsur “Barang siapa” telah terpenuhi serta terbukti secara sah dan
meyakinkan menurut hukum.

Ad. 2. Tanpa hak menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau


mempunyai dalam miliknya, atau menyimpan sesuatu.
Bahwa rumusan “Tanpa hak menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya
atau mempunyai dalam miliknya, atau menyimpan sesuatu.” dalam Pasal 2 Ayat (1) UU
Darurat No.12 tahun 1951 dapat dianggap sebagai perbuatan melawan hukum karena
bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku dan tidak sesuai dengan norma-
norma kehidupan sosial dalam masyarakat, sehingga perbuatan tersebut dapat dipidana.
Bahwa “Tanpa hak” adalah pada diri seseorang tidak ada kekuasaan, kewenangan,
pemilikan, kepunyaan itu baru ada pada diri seseorang setelah ada izin (sesuai Undang-
undang yang membolehkan untuk itu,
tata tertib dalam pergaulan masyarakat yang dicita-citakan oleh masyarakat.
Bahwa dari uraian rumusan “Tanpa hak menguasai, membawa, mempunyai
persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, atau menyimpan sesuatu.” tersebut
diatas, akan diuji apakah TERDAKWA MONKEY D AYAM yang dihadapkan ke depan
persidangan ini secara yuridis memenuhi unsur “dengan sengaja tidak menyetorkan pajak
yang telah dipotong atau dipungut” berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di
persidangan sebagai berikut :
- Dari penyelidikan pihak kepolisian, ditemukan satu buah pisau lipat pada TKP
kamar kost Bebek.
- Bahwa berdasarkan keterangan TERDAKWA MONKEY D AYAM yang
diperiksa di muka persidangan, menyatakan bahwa benar terdakwa menggunakan
pisau lipat untuk mengeksekusi Bebek.
Dengan demikian, unsur “Tanpa hak menguasai, membawa, mempunyai persediaan
padanya atau mempunyai dalam miliknya, atau menyimpan sesuatu.” telah terpenuhi
serta terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum.

Ad. 3. Senjata penikam atau penusuk


Bahwa rumusan “Senjata penikam atau penusuk” dalam Pasal 2 Ayat (1) UU
Darurat No.12 tahun 1951 pengertian senjata pemukul, senjata penikam atau senjata
penusuk dalam Pasal ini, tidak termasuk barang-barang yang nyata dimaksudkan untuk
dipergunakan guna pertanian, atau untuk pekerjaan rumah tangga atau untuk kepentingan
,elakukan dengan syah pekerjaan atau yang nyata mempunyai tujuan sebagai barang
pusaka atau barang kuno atau barang ajaib (merkwaardigheid)
Bahwa untuk membuktikan unsur “Senjata penikam atau penusuk” akan kami
kemukakan analisa fakta hukum sebagai berikut :
- Korban Bebek menderita luka tikaman di bagian leher dan dada yang
menyebabkan korban meninggal dunia sebagaimana Visum Et Repertum No.
00589/VR.0016/III/2024 tanggal pemeriksaan 03 Februari 2024 dan ditanda tangani
tanggal 15 Februari oleh dr. Trafalgar D Water Law, Sp.B Dokter pada Rumah Sakit
Bethesda Lampung

Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka Dakwaan Kesatu Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat
No.12 tahun 1951 telah terbukti secara sah dan meyakinkan.

Majelis Hakim dan Penasehat Hukum yang kami hormati,


Sidang Pengadilan yang kami muliakan.
Pada Dakwaan Kedua TERDAKWA MONKEY D AYAM telah didakwa
melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam pasal 340 KUHP,
dengan rumusan selengkapnya adalah sebagai berikut :
“Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas
nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati
atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh
tahun”.
Berdasarkan rumusan diatas, maka pasal 340 KUHP mengandung unsur-unsur :
1) Barang siapa;
2) Sengaja;
3) Dengan rencana lebih dahulu;
4) Merampas nyawa orang lain.

Ad. 1. Unsur “Barang siapa”


unsur “barang siapa” memberikan arah atau menunjuk kepada siapa subyek hukum
yaitu orang atau manusia dan badan hukum, apakah orang atau manusia itu sebagai
seorang laki-laki atau seorang Perempuan, warga negara Indonesia atau warga negara
asing tidak terkecuali sepanjang perbuatan yang didakwakan dapat dipertanggung
jawabkan kepadanya.
Bahwa mengenai kemampuan bertanggung jawab subyek hukum tersebut, Memory
Van Toelichting menegaskan bahwa unsur kemampuan bertanggung jawab tidak perlu
dibuktikan, karena unsur ini dianggap terdapat pada setiap orang yang melakukan
perbuatan yang melanggar undang-undang, sebagai unsur yang diam pada setiap delik,
unsur mana baru dibuktikan jika ada keraguan tentang seorang yang melakukan delik.
Bahwa sebagai subyek hukum, setiap orang haruslah memenuhi kriteria subyektif
maupun kriteria obyektif.
Bahwa sesuai dengan kenyataan yang terungkap dipersidangan, identitas
TERDAKWA MONKEY D AYAM telah dibenarkan di persidangan dan merupakan
subyek hukum yang telah dewasa dan mempunyai identitas yang jelas, sehingga
TERDAKWA MONKEY D AYAM telah memenuhi criteria secara obyektif berkenaan
dengan kedewasaan dan kecakapan dalam mengerti dan memahami akan apa yang
dilakukannya yang sepatutnya harus dapat pula dipertanggungjawabkannya secara moral
dan hukum.
Dengan demikian, unsur “Barang siapa” telah terpenuhi serta terbukti secara sah dan
meyakinkan menurut hukum.

Ad.2. Unsur Sengaja


“Sengaja” adalah perbuatan yang memiliki kehendak dan keinsyafan untuk
menimbulkan akibat tertentu yang telah diatur dalam perundang-undangan yang didorong
oleh pemenuhan nafsu (motif)
Bahwa dari uraian rumusan “Sengaja” tersebut diatas, akan diuji apakah
TERDAKWA MONKEY D AYAM yang dihadapkan ke depan persidangan ini secara
yuridis memenuhi unsur-unsur dimaksud berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di
persidangan sebagai berikut :
• Bahwa terdakwa sekarang dalam keadaan sehat jasmani dan Rohani pada saat
melakukan aksinya.
• Bahwa pelaku dengan sadar dan sengaja serta dengan rencana terlebih dahulu
untuk melakukan pembunuhan terhadap Bebek.
• Bahwa terdakwa dengan sengaja membawa pisau lipat sebagai alat untuk
mengeksekusi Bebek.
• Bahwa terdakwa dengan sengaja mengeluarkan pisau lipat tersebut dengan
maksud untuk menikam Bebek.
• Bahwa kerika Bebek memberikan perlawanan, terdakwa menikam bagian leher
dan dada yang menyebabkan Bebek tumbang.
Dengan demikian, unsur “Sengaja” telah terpenuhi serta terbukti secara sah dan
meyakinkan menurut hukum.

Ad. 3. Unsur Dengan rencana terlebih dahulu


Rumusan “Dengan rencana terlebih dahulu” diartikan terdapat waktu jeda antara
perencanaan dengan Tindakan yang memungkinkan adanya perencanaan secara
sistematis terlebih dahulu lalu baru diikuti dengan Tindakan nya. Merampas nyawa orang
lain
Bahwa dari uraian rumusan “Dengan rencana terlebih dahulu” tersebut diatas,
akan diuji apakah TERDAKWA MONKEY D AYAM yang dihadapkan ke depan
persidangan ini secara yuridis memenuhi unsur-unsur dimaksud berdasarkan fakta-fakta
yang terungkap di persidangan sebagai berikut :
- Dari penyelidikan pihak kepolisian, ditemukan satu buah pisau lipat pada TKP
kamar kost Bebek.
- Bahwa berdasarkan keterangan TERDAKWA MONKEY D AYAM yang
diperiksa di muka persidangan, menyatakan bahwa benar terdakwa melakukan
tindak pidana berdasarkan serial Netflix yang ditonton nya. Yaitu Narchos dan
menyiapkan rencana pembunuhan Bebek.
- Bahwa berdasarkan keterangan TERDAKWA MONKEY D AYAM yang
diperiksa di muka persidangan, menyatakan bahwa benar terdakwa menyiapkan
satu buah pisau lipat yang disimpan di dalam jok motor untuk menikam Bebek.
Dengan demikian, unsur “Dengan rencana terlebih dahulu” telah terpenuhi serta
terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum.

Ad. 4. Unsur “Merampas nyawa orang lain”


Rumusan unsur “Merampas nyawa orang lain”, yang dilakukan dengan sengaja
untuk menghilangkan / merampas jiwa orang lain adalah pembunuhan. Perbuatan yang
mana yang dapat merampas / menghilangkan jiwa orang lain, menimbulkan beberapa
pendapat yakni:
- Teori Aequivalensi dari Von Buri yang disebut juga Teori Conditio Sine Qua Non
yang menyamaratakan semua factor yang turut serta menyebabkan suatu akibat.
- Teori Adaequate dari Van Kries yang juga disebut dengan teori keseimbangan
yakni perbuatan yang seimbang dengan akibat.
- Teori Individualis dan Teori Generalis dari Dr. T. Trager yang pada dasarnya
mengutarakan bahwa yang paling menentukan terjadinya akibat tersebut itulah
yang menyebabkan, sedang menurut Teori Generalisasi, berusaha memisahkan
setiap aktor yang menyebabkan akibat tersebut.

Bahwa dari uraian rumusan “Merampas nyawa orang lain” tersebut diatas, akan diuji
apakah TERDAKWA MONKEY D AYAM yang dihadapkan ke depan persidangan ini
secara yuridis memenuhi unsur-unsur dimaksud berdasarkan fakta-fakta yang terungkap
di persidangan sebagai berikut :
• Bahwa terdakwa melakukan penusukan secara berulang kepada Bebek yang
menyebabkan Bebek kehilangan nyawanya,
• Korban Bebek menderita luka tikaman di bagian leher dan dada yang menyebabkan
korban meninggal dunia sebagaimana Visum Et Repertum No. 00589/VR.0016/III/2024
tanggal pemeriksaan 03 Februari 2024 dan ditanda tangani tanggal 15 Februari oleh
dr. Trafalgar D Water Law, Sp.B Dokter pada Rumah Sakit Bethesda Lampung

Bahwa berdasarkan fakta yang terungakp di persidangan, telah terbukti


TERDAKWA MONKEY D AYAM melakukan penusukan terhadap Bebek yang
menyebabkan Bebek kehilangan nyawanya.
Dengan demikian, unsur “Merampas nyawa orang lain.” telah terpenuhi serta
terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum.
Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka Dakwaan Kedua Pasal 340 KUHP telah
terbukti secara sah dan meyakinkan.

Majelis Hakim dan Penasehat Hukum yang kami hormati,


Sidang Pengadilan yang kami muliakan.
Pada Dakwaan Ketiga TERDAKWA MONKEY D AYAM telah didakwa
melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam pasal 362 KUHP,
dengan rumusan selengkapnya adalah sebagai berikut :
“Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian
kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam
karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling
banyak Rp900 ribu”.
Berdasarkan rumusan diatas, maka pasal 340 KUHP mengandung unsur-unsur :
1. Barang siapa;
2. Perbuatan mengambil barang sesuatu kepunyaan orang lain;

Ad. 1. Unsur “Barang siapa”


unsur “barang siapa” memberikan arah atau menunjuk kepada siapa subyek hukum
yaitu orang atau manusia dan badan hukum, apakah orang atau manusia itu sebagai
seorang laki-laki atau seorang Perempuan, warga negara Indonesia atau warga negara
asing tidak terkecuali sepanjang perbuatan yang didakwakan dapat dipertanggung
jawabkan kepadanya.
Bahwa mengenai kemampuan bertanggung jawab subyek hukum tersebut, Memory
Van Toelichting menegaskan bahwa unsur kemampuan bertanggung jawab tidak perlu
dibuktikan, karena unsur ini dianggap terdapat pada setiap orang yang melakukan
perbuatan yang melanggar undang-undang, sebagai unsur yang diam pada setiap delik,
unsur mana baru dibuktikan jika ada keraguan tentang seorang yang melakukan delik.
Bahwa sebagai subyek hukum, setiap orang haruslah memenuhi kriteria subyektif
maupun kriteria obyektif.
Bahwa sesuai dengan kenyataan yang terungkap dipersidangan, identitas
TERDAKWA MONKEY D AYAM telah dibenarkan di persidangan dan merupakan
subyek hukum yang telah dewasa dan mempunyai identitas yang jelas, sehingga
TERDAKWA MONKEY D AYAM telah memenuhi criteria secara obyektif berkenaan
dengan kedewasaan dan kecakapan dalam mengerti dan memahami akan apa yang
dilakukannya yang sepatutnya harus dapat pula dipertanggungjawabkannya secara moral
dan hukum.
Dengan demikian, unsur “Barang siapa” telah terpenuhi serta terbukti secara sah dan
meyakinkan menurut hukum.
Ad.2. Unsur Perbuatan mengambil barang sesuatu kepunyaan orang lain
“Perbuatan mengambil barang sesuatu” Barang di sini adalah segala sesuatu yang
berwujud, termasuk pula binatang (manusia tidak termasuk). Dalam pengertian barang,
termasuk pula “daya listrik” dan “gas”, meskipun tidak berwujud, akan tetapi dialirkan di
kawat atau pipa. Lalu, barang ini tidak perlu mempunyai harga ekonomis. Yang dimiliki
secara legal oleh orang lain
Bahwa dari uraian rumusan “Perbuatan mengambil barang sesuatu kepunyaan
orang lain” tersebut diatas, akan diuji apakah TERDAKWA MONKEY D AYAM yang
dihadapkan ke depan persidangan ini secara yuridis memenuhi unsur-unsur dimaksud
berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan sebagai berikut :
• Bahwa pada saat olah TKP, barang-barang korban yaitu satu buah laptop
Macbook, satu buah dompet dan satu buah ponsel tidak ada di tempat.
• Bahwa berdasarkan keterangan TERDAKWA MONKEY D AYAM yang diperiksa di muka
persidangan, menyatakan bahwa benar terdakwa mengambil barang-barang milik
Bebek yang ada di lokasi
Dengan demikian, unsur “Perbuatan mengambil sesuatu kepunyaan orang lain”
telah terpenuhi serta terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum

Majelis Hakim dan Penasehat Hukum yang kami hormati,


Sidang Pengadilan yang kami muliakan.

Berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas, maka Jaksa Penuntut Umum


berkesimpulan bahwa unsur tindak pidana umum yang didakwakan kepada diri terdakwa
telah terbukti secara sah dan meyakinkan, yaitu “Tanpa hak memiliki, menyimpan, atau
membawa senjata penikam atau senjata penusuk tanpa izin dari pihak yang
berwenang” sebagaimana diatur dalam dakwaan kedua dan diancam pidana menurut
ketentuan Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No.12 tahun 1951 DAN “dengan sengaja dan
dengan rencana menghilangkan nyawa orang lain” sebagaimana diatur dalam Pasal
340 KUHP SERTA “Telah mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau
kepunyaan orang lain dengan maksud dimiliki secara melawan hukum”
sebagaimana diatur dalam Pasal 362 KUHP.
Sebelum sampai pada Tuntutan Pidana umum atas diri terdakwa, maka
perkenankanlah kami untuk menyampaikan hal yang dijadikan pertimbangan atas
Tuntutan Pidana Khusus yaitu :
Sebelum sampai pada Tuntutan Pidana Khusus atas diri terdakwa, maka
perkenankanlahkami untuk menyampaikan hal yang dijadikan pertimbangan atas
Tuntutan Pidana Khusus yaitu :
Hal yang memberatkan :
1. Perbuatan terdakwa menyebabkan Bebek kehilangan nyawanya.
2. Terdakwa sering tidak berterus terang selama proses pemeriksaan dan terdakwa juga
memberikan keterangan berbelit-belit sehingga mempersulit jalan nya pemeriksaan
Hal yang meringankan :
1. Terdakwa berlaku sopan saat persidangan.
Berdasarkan uraian-uraian tersebut diatas, kami selaku Jaksa Penuntut Umum dalam
perkara ini dengan memperhatikan ketentuan Undang-undang yang bersangkutan :

MENUNTUT
Supaya Majelis Hakim Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Barat yang memeriksa
dan mengadili perkara memutuskan :
1. Menyatakan terdakwa MONKEY D AYAM bersalah melakukan tindak pidana umum
“Tanpa hak memiliki, menyimpan, atau membawa senjata penikam atau senjata
penusuk tanpa izin dari pihak yang berwenang” sebagaimana diatur dalam dakwaan
kedua dan diancam pidana menurut ketentuan Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No.12
tahun 1951 DAN “dengan sengaja dan dengan rencana menghilangkan nyawa
orang lain” sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP SERTA “Telah mengambil
barang sesuatu, yang seluruhnya atau kepunyaan orang lain dengan maksud
dimiliki secara melawan hukum” sebagaimana diatur dalam Pasal 362 KUHP.
2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa TARNAMA KEVIN NAINGGOLAN
dengan pidana penjara selama 20 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam
tahanan sementara dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar
Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah).
3. Memerintahkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan
seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;
4. Memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan;
5. Menetapkan barang bukti berupa :
- 1 (satu) buah laptop Macbook
- 1 (satu) buah dompet
- 1 (satu) buah ponsel
- 1 (satu) buah pisau lipat.
- 1 (satu) buah sprei kasur
6. Menyatakan supaya Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000,- (lima
ribu rupiah).

Demikian surat tuntutan ini dibacakan dan serahkan dalam sidang pada hari ini.

Jakarta, 11 September 2024


JAKSA PENUNTUT UMUM

Nadi a Ra hma h A nni sa , SH.

JAKSA MUDA
NIP.19800200278143798561430

Anda mungkin juga menyukai