0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan3 halaman

Kelebihan dan Kelemahan Akuntansi Pertanggungjawaban

Akuntansi pertanggungjawaban memiliki kelebihan seperti memberi kepercayaan kepada manajer, meningkatkan motivasi, dan memudahkan evaluasi kinerja. Namun, sistem ini hanya fokus pada kinerja keuangan dan dapat mengabaikan faktor nonkeuangan. Akuntansi pertanggungjawaban berbasis aktivitas lebih modern karena fokus pada aktivitas kunci untuk mencapai tujuan organisasi.

Diunggah oleh

Aziddin Alwi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan3 halaman

Kelebihan dan Kelemahan Akuntansi Pertanggungjawaban

Akuntansi pertanggungjawaban memiliki kelebihan seperti memberi kepercayaan kepada manajer, meningkatkan motivasi, dan memudahkan evaluasi kinerja. Namun, sistem ini hanya fokus pada kinerja keuangan dan dapat mengabaikan faktor nonkeuangan. Akuntansi pertanggungjawaban berbasis aktivitas lebih modern karena fokus pada aktivitas kunci untuk mencapai tujuan organisasi.

Diunggah oleh

Aziddin Alwi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Izin menjawab pertanyaan kak Hudhal,

Apa kelebihan dan kelemahan dari akuntansi pertanggung jawaban sebagai alat penilaian kinerja?

Dapat dikatakan akuntansi pertanggungjawaban dalam pelaksanaan menggunakan sistem desentralisasi,


dimana akuntansi pertanggungjawaban memberikan wewenang dan tanggung jawab kepada seseorang
atau kelompok untuk mengurusi atau bertanggung jawab terhadap departemennya.

Berikut kelebihan dari akuntansi pertanggungjawaban sebagai alat penilaian kinerja;

 Dapat memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada manajer bawah.


 Meningkatkan motivasi kerja
 Manajer bawah mempunyai informasi yang rinci terkait departemennya
 Dapat memudahkan evaluasi kinerja

Berikut kelemahan dari akuntansi pertanggungjawaban sebagai alat penilaian kinerja;

 Sistem akuntansi pertanggungjawaban hanya mengukur salah satu kinerja manajer pusat
pertanggungjawaban, yaitu kinerja keuangan. Hal ini dapat mengabaikan faktor-faktor non-
keuangan yang juga penting untuk mengukur kinerja, seperti kepuasan pelanggan, kualitas
produk atau layanan, inovasi, dan keberlanjutan.
 Terciptanya konflik, dengan hanya berfokus terkait target yang dibebankan dapat membuat
kegiatan operasional mengabaikan suasana yang kondusif di area kerja.

 Hanya biaya, pendapatan, laba da investasi yang terkendalikan oleh manajer pusat
pertanggungjawaban yang harus dimasukkan ke dalam laporan kinerjanya

Akuntansi pertanggungjawaban berbasis aktivitas (activity-based responsibility


accounting) dan akuntansi pertanggungjawaban tradisional memiliki perbedaan dalam
pendekatan, fokus, dan cara mengukur kinerja organisasi. Berikut adalah perbedaan
utama antara keduanya:

1. Pendekatan:
 Akuntansi Pertanggungjawaban Berbasis Aktivitas: Pendekatan ini lebih modern
dan berfokus pada aktivitas kunci dalam organisasi. Dalam hal ini, aktivitas
diidentifikasi, dianalisis, dan dikelompokkan berdasarkan tujuan organisasi, dan
kemudian biaya dan pendapatan yang terkait dengan aktivitas tersebut diukur.
Hal ini membantu organisasi untuk lebih memahami sumber daya yang
digunakan dalam setiap aktivitas dan mengidentifikasi area yang perlu
ditingkatkan.
 Akuntansi Pertanggungjawaban Tradisional: Pendekatan ini lebih berfokus pada
departemen atau fungsi tertentu dalam organisasi. Kinerja departemen diukur
berdasarkan laporan keuangan tradisional seperti laba rugi dan neraca. Akuntansi
pertanggungjawaban tradisional mungkin tidak memerhatikan kontribusi individu
departemen terhadap keseluruhan tujuan organisasi.
2. Fokus:
 Akuntansi Pertanggungjawaban Berbasis Aktivitas: Fokus utama adalah pada
aktivitas spesifik yang berkontribusi terhadap tujuan strategis organisasi.
Tujuannya adalah mengidentifikasi aktivitas yang paling penting dan mengukur
efisiensi dan efektivitasnya.
 Akuntansi Pertanggungjawaban Tradisional: Fokusnya adalah pada departemen
atau fungsi tertentu, dan pengukuran kinerja lebih cenderung berdasarkan pada
faktor-faktor keuangan seperti pendapatan, biaya, dan laba.
3. Metode Pengukuran Kinerja:
 Akuntansi Pertanggungjawaban Berbasis Aktivitas: Metode pengukuran kinerja
yang digunakan mungkin lebih beragam, termasuk pengukuran non-keuangan
seperti waktu siklus, kualitas, atau produktivitas. Pendekatan ini lebih
komprehensif dalam mengevaluasi kinerja dan dapat memberikan wawasan yang
lebih mendalam tentang efisiensi operasional.
 Akuntansi Pertanggungjawaban Tradisional: Metode pengukuran kinerja lebih
cenderung berdasarkan pada metrik keuangan seperti laba bersih, penjualan,
atau biaya. Ini dapat mengabaikan faktor-faktor kinerja non-keuangan yang
penting.
4. Manajemen Kinerja:
 Akuntansi Pertanggungjawaban Berbasis Aktivitas: Pendekatan ini dapat
mendorong perubahan dalam aktivitas dan proses organisasi karena
memungkinkan manajer untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.
 Akuntansi Pertanggungjawaban Tradisional: Manajemen kinerja dalam
pendekatan tradisional mungkin lebih cenderung untuk mempertahankan status
quo karena fokus pada laporan keuangan.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman kinerja organisasi, beberapa organisasi


mengadopsi campuran dari kedua pendekatan ini. Hal ini memungkinkan mereka untuk
memanfaatkan keunggulan dari masing-masing metode untuk pengukuran dan
pertanggungjawaban kinerja yang lebih komprehensif.

Anda mungkin juga menyukai