100% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
3K tayangan13 halaman

Program - Lengkap - KKG 2024

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen membahas latar belakang dan tujuan pembentukan Kelompok Kerja Guru (KKG) di Gugus 1 Kecamatan Sabbangparu untuk meningkatkan profesionalisme dan mutu pendidikan. 2. KKG bertujuan meningkatkan kompetensi guru, mutu pembelajaran, dan pendidikan secara berkelanjutan melalui berbagai program dan kegiatan. 3. Program dan kegiatan KKG dihar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
3K tayangan13 halaman

Program - Lengkap - KKG 2024

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen membahas latar belakang dan tujuan pembentukan Kelompok Kerja Guru (KKG) di Gugus 1 Kecamatan Sabbangparu untuk meningkatkan profesionalisme dan mutu pendidikan. 2. KKG bertujuan meningkatkan kompetensi guru, mutu pembelajaran, dan pendidikan secara berkelanjutan melalui berbagai program dan kegiatan. 3. Program dan kegiatan KKG dihar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Merdeka belajar yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan cukup
memberikan ruang kepada guru untuk melakukan perbaikan mutu pendidikan. Peningkatan
mutu pendidikan seharusnya didahului dengan mutu pembelajaran. Salah satu langkah yang
dapat dilakukan untuk meningkatan mutu pendidikan adalah dengan meningkatkan kualitas
guru. Hal ini juga telah sering dilakukan sebelumnya dan akan terus berkesinambungan. Guru
adalah tenaga pendidik professional yang memiliki tugas utama merencanakan,
melaksanakan, mengevaluasi dan melakukan refleksi serta tindak lanjut dengan
memperhatikan kebutuhan peserta didik. Guru merupakan faktor yang sangat penting dalam
pengelolaan pembelajaran.
Revolusi industri 4.0 yang telah didengungkan sejak beberapa waktu lalu, merupakan
tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Salah satu mutu pendidikan juga ditentukan oleh
kemampuan guru menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Di sinilah pentingnya
perubahan pola pikir (mindset) dan pola tindak (actionset) bagi guru. Terutama terkait dengan
implementasi kurikulum pendidikan yang dijalankan. Kecakapan yang harus dimiliki oleh
guru haruslah relevan dengan peningkatan mutu pendidikan itu sendiri. Artinya adalah guru
perlu terus meningkatkan keprofesiannya secara berkelanjutan melalui wadah dan kegiatan
yang mendukung terwujudnya mutu pembelajaran yang berimplikasi langsung pada mutu
pendidikan.
Kaitannya dengan peningkatan profesionalieme guru, menjadi keharusan bahwa guru
dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan mutu pembelajaran sesuai
dengan standar proses (Permendiknas nomor 41 tahun 2007) dan Permenpan RB no. 16 tahun
2009. Tujuannya adalah terwujudnya mutu proses pendidikan dan pembelajaran yang
meningkat. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya hasil belajar peserta didik. Baik
berupa aspek kognitif, afektif dan psikomotor.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen,
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan
Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru mengamanatkan bahwa guru
wajib memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau D-IV, kompetensi, dan sertifikat
pendidik. Selain itu, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, guru harus
meningkatkan kompetensinya secara berkelanjutan.
Dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru sebagaimana yang dimaksud, perlu
adanya wadah pembinaan guru yang mandiri dan profesional dan mampu menampung
aspirasi dan potensi guru dan pembelajaran. Selain itu, wadah tersebut dapat dijadikan rumah
guru untuk bermusyawarah untuk mencari solusi alternatif terhadap persoalan pembelajaran
yang terjadi di kelas atau di sekolah. Sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku,
bahwa Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan wadah bagi guru di tingkat Gugus.
1
Urgensi KKG dalam pengembangan profesionalisme guru sejalan dengan analisis
kebutuhan guru yang terus dilakukan oleh pemerintah. Pemerintah terus memberikan
kesempatan kepada guru untuk belajar dan mampu mengatasi masalah pemebelajaran yang
terjadi. Dengan KKG, diharapakan guru lebih aktif, kreatfi, inovatif dan semakin professional
dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Berdarsarkan kondisi realitas tersebut, maka KKG gugus 1 Kecamatan Sabbangparu
yang dibentuk sesuai dengan mekanisme dan prosedur operasional standar yang ditentukan
oleh peraturan dan perundangan, menjadi sangat bermakna keberadaannya. KKG Gugus
Kecamatan Sabbangparu adalah wadah para guru gugus Kecamatan Sabbangparu untuk
meningkatkan profesionalismenya dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Maka, sesuai
dengan harapan dan tantangan pendidikan masa kini dan mendatang, KKG Gugus perlu
merencakan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan secara koprehensif dan
berkesinambungan.
B. Tujuan
Berdasarkan uraian di atas maka dapat dikemukakan bahwa tujuan yang
hendak dicapai dalam program kegiatan KKG ini, antara lain sebagai berikut.
a. Tujuan Umum
1. Untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas melalui peningkatan kompetensi,
kualifikasi, dan kinerja guru.
2. Untuk meningkatkan mutu dan profesional guru secara berkelanjutan yang dapat
mengubah paradigma pembelajaran kepada arah merdeka belajar yang bermutu.
3. Untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia melalui peningkatan kualitas
pendidikan di sekolah.

b. Tujuan Khusus
1. Memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal, khususnya penguasaan
substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, pemetaan SK/KD, penyusunan
bahan-bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran,
memaksimalkan pemakaian sarana/prasarana belajar, memanfaatkan sumber belajar dan
pelaksanaan KBM.
2. Meningkatkan kompetensi keprofesian berkelanjutan guru melalui kegiatan-kegiatan di
tingkat KKG yang meliputi; kegiatan pengembangan diri, penyusunan KTI dan
pembuatan Karya Inoivatif pembelajaran.
3. Memberi kesempatan kepada anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja untuk
berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik dalam kegiatan
diseminasi karya guru.
4. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mengaplikasikan pendekatan
pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih profesional bagi peserta kelompok kerja
atau musyawarah kerja guru.
2
5. Memberdayakan dan membantu anggota kelompok kerja dalam melaksanakan tugas-
tugas pembelajaran di sekolah.

3
6. Membantu guru memecahkan/mendiskusikan permasalahan yang diperoleh guru di
lapangan pada saat melaksanakan tugas sehari-hari serta menemukan solusi alternatifnya.
7. Meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran yang tercermin dari
peningkatan hasil belajar peserta didik.
C. Sasaran
Sasaran Program dan Kegiatan ini adalah guru-guru sekolah dasar di wilayah gugus
01 Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Sekolah yang berada di wilayah gugus 01 Kecamatan Sabbangparu, antara lain:
1. UPTD SD Negeri 84 Wallenae
2. UPTD SD Negeri 88 Wallenae
3. UPTD SD Negeri 86 Talotenreng
4. UPTD SD Negeri 286 Talotenreng
5. UPTD SD Negeri 221 Sompe
6. UPTD SD Negeri 285 Sompe
7. UPTD SD Negeri 204 Sompe

D. Hasil yang Diharapkan


1. Kompetensi guru yang semakin meningkat menuju guru profesional
2. Kinerja guru semakin baik dan akan diimbaskan kepada guru lainnya.
3. Menguasai dan mampu mengimplementasikan Kurikulum 2013 dan merdeka belajar
4. Mampu dan terampil dalam menyampaikan isi Kurikulum berbasis kompetensi dalam
standar proses
5. Memiliki kemampuan dalam mengimplementasikan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif
dan Menyenangkan serta berorientasi kepada peserta didik.
6. Guru dapat mengelola kelas dengan lebih baik
7. Membina hubungan timbal balik antara SD Inti dan Imbas.

E. Manfaat
1. Bagi Siswa
a. Memiliki peluang untuk mengikuti pembelajaran yang menyenangkan, bermakna dan
bermutu sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan
b. Meningkatkan prestasi belajar siswa melalui proses pembelajaran yang bermutu
c. Terpenuhinya kebutuhan belajar dan memiliki keterampilan yang memadai
d. Menjadi out put pendidikan yang berkualitas dan memiliki kecakapan yang dibutuhkan
2. Bagi Guru
a. Memiliki peluang untuk meningkatkan kompetensinya sesuai dengan standar Nasional
Pendidikan melalui berbagai kegiatan di KKG
b. Meningkatkan keprofesionalan guru secara koprehensif dan berkesinambungan
c. Menghasilkan angka kredit sebagai penghargaan bagi guru

4
d. Memahami masalah dan solusi alternatifnya

3. Bagi Sekolah
a. Memiliki guru-guru yang professional dan mampu meningkatkan mutu pendidikan di
sekolah sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan
b. Meningkatnya efektifitas kegiatan belajar di sekolah
c. Meningkatnya mutu pendidikan di sekolah
d. Dapat memperbaiki pola pelaksanaan kegiatan pendidikan yang lebih maju

4. Bagi KKG
1. Dapat memberdayakan guru-guru di sekolah, terutama di wilayah gugus
2. Mewujudkan guru-guru yang kompeten, professional, dan mampu meningkatkan mutu
pembelajaran di sekolah sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan
3. Sarana musyawarah dan berbagi kelebihan malalui kegiatan diseminasi
4. Terwujudnya kebersamaan guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya

5
BAB II
PROGRAM KEGIATAN

A. Visi
Terwujudnya tenaga pendidik yang profesional dsn memliki kompetensi memadai dalam
mewujudkan merdeka belajar menuju pendidikan yang bermutu

B. Misi
1. Meningkatkan kompetensi guru yang memiliki pengetahuan yang luas dan berkembang
yang relevan dengan proses pembelajaran yang dilaksanakan
2. Meningkatkan kemampuan guru memilih dan menggunakan berbagai metode di dalam
proses belajar mengajar yang diselenggarakannya.
3. Meningkatkan Mutu Pembelajaran melalui pengembangan keprofesian guru secara
berkelanjutan
4. Mewujudkan mutu pendidikan di sekolah yang lebih baik dan relevan dengan tuntutan
perkembangan zaman

B. Dasar Hukum
1. Keputusan Dirjen Dikdasmen No. 079/C/K/1993 tentang Pedoman SPP Guru melalui
Pembentukan Gugus di Sekolah Dasar
2. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
4. Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
5. Peraturan Mendiknas RI No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Satuan Pendidikan
Dasar dan Menengah.
6. Peraturan Mendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.
7. Peraturan Mendiknas No. 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas
8. Peraturan Mendiknas No. 13 tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/ Madrasah
9. Peraturan Mendiknas No. 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Guru
10. Peraturan Mendiknas No. 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan
11. Peraturan Mendiknas No. 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian
12. Peraturan Mendiknas No. 24 tahun 2007 tentang Sarana Prasarana
13. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru

6
C. Identifikasi Kebutuhan Peningkatan Kompetensi guru
NO Masalah (Gejala) Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah
.
(1) (2) (3) (4)
1. Minimnya persiapan Kurangnya koordinasi Persiapan Ujian Sekolah
beberapa guru terkait guru dalam gugus dalam
US rangka menyiapkannya
dengan lebih baik
2. Perlunya peningkatan Relatif kurang adanya Peningkatan Kompetensi guru
kompetensi guru forum ilmiah bagi guru
3. Perlunya persiapan Kurangnya koordinasi Persiapan Penilaian Akhir
yang lebih matang guru dalam gugus dalam Tahun
PAT rangka menyiapkannya
dengan lebih baik
4. Perlunya peningkatan Relatif kurang adanya Pengembangan karya inovatif
kompetensi guru forum ilmiah bagi guru, pembelajaran (PKB)
terutama berkaitan dengan
pengemabngan karya
inovatif pembelajaran
5. Adanya perangkat Jarangnya komunikasi Penyusunan perangkat
pembelajaran yang dalam gugus terkait pembelajaran
perlu penyempurnaan penyusunan perangkat
pembelajaran secara
bersama
6. Perlunya peningkatan Relatif kurang adanya PKB : Penelitian Tindakan
kompetensi guru dalam forum ilmiah bagi guru Kelas (PTK)
kegiatan penelitian dalam bidang kegiatan
penelitian
7. Perlunya peningkatan Relatif kurang adanya Diseminasi Karya Inovatif
kompetensi guru dalam forum ilmiah bagi guru Pembelajaran (PKB)
kegiatan presentasi KTI untuk mempresentasikan
KTI nya
8. Perlunya peningkatan Relatif kurang adanya Pengembangan guru berkarya
kompetensi guru dalam forum ilmiah bagi guru
bidang literasi dalam bidang literasi
9. Kurang maksimalnya Tidak adanya kegiatan Metode Dongeng
guru menguasai metode pelatihan terkati dengan
mendongeng metode mendongeng

D. Program (KKG) Gugus 1 Kecamatan Sabbangparu


1. Program Jangka Panjang (5 Tahun)
a. Program Rutin
1) Diskusi permasalahan pembelajaran.
2) Penyusunan program tahunan.
3) Penyusunan program semester.
4) Penyusunan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
5) Pembuatan alat peraga.

7
6) Penyusunan Perangkat Pembelajaran (RPP, SILABUS, KKM, Pemetaan SK/KD)
7) Membahas berbagai metode pembelajaran.
8) Penyusunan kisi-kisi soal semester.
9) Penyusunan soal-soal try out Ujian Nasional.
10) Pembahasan materi dan pemantapan menghadapi Ujian Nasional.
11) Mengadakan studi banding ke sekolah-sekolah yang berprestasi.
12) Pembinaan oleh Pengawas dan Pengurus Gugus

8
b. Program Pengembangan
1) Pelatihan penetapan perhitungan angka kredit.
2) Pelatihan tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
3) Pelatihan penulisan karya tulis ilmiah.
4) Diseminasi hasil penelitian
5) Peer coaching (Pelatihan bersama guru menggunakan media ICT)
6) Lesson study (Kerjasama antar guru untuk memecahkan masalah pembelajaran)
7) Publikasi ilmiah (jurnal ilimiah dan buku karya)

2. Rincian Program Jangka pendek (1 tahun)


a. Program Rutin
1. Perumusan Program Gugus
2. Persiapan Ujian Sekolah
3. Persiapan Penilaian Akhir Tahun
4. Penyusunan perangkat pembelajaran
5. Reviu dan Analisis Program
b. Program Pengembangan
1. Peningkatan Kompetensi Guru (Literasi dan Numerasi)
2. Pengembangan karya inovatif pembelajaran (PKB)
3. PKB : Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
4. Diseminasi Karya Inovatif Pembelajaran (PKB)
5. Pengembangan Kompetensi Guru Berkarya
6. Metode Dongeng/ Bercerita

9
2. Rencana Program dan Kegiatan KKG Gugus 1 Kecamatan Sabbangparu Tahun 2024
No Jenis Kegiatan Waktu Materi kegiatan Pelaksana Sasaran Tempat Pemateri Keterangan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1. Merumuskan Kamis, 17 Pembuatan program KKG Ketua Gugus 01 KKG
Program KKG Februari 2024 gugus 01 Pengurus harian
Gugus 01 KKG
2. Persiapan Ujian Jumat, 9 Pembuatan Naskah Ujian Koordinator kelas Guru kelas VI
Sekolah Maret 2024 Praktik Seluruh MAPEL tinggi Guru Mapel
Persiapan menghadapi ujian
sekolah

3. Peningkatan Sabtu, 6 April Literasi dan Numerasi Koordinator kelas Guru kelas rendah
Kompetensi guru 2024 rendah

4. Persiapan Penilaian Sabtu, 11 Mei Penyusunan kisi-kisi soal Koordiantor kelas Guru Kelas dan
Akhir Tahun 2024 PAT Guru Mapel
Penyusunan Instrumen
Penilaian

5. Pengembangan Sabtu, 8 Juni Workshop pembuatan alat Koordinator kelas Guru kelas tinggi
karya inovatif 2024 peraga sederhana tinggi
pembelajaran Penyusunan laporan karya
(PKB) ilmiah inovasi pembelajaran

10
6. Penyusunan Sabtu, 27 Juli Workshop penyusunan Koordinator kelas Guru kelas
perangkat 2024 perangkat pembelajaran
pembelajaran

7. PKB : Penelitian Sabtu, 24 Wokshop Penyusunan Koordinator kelas Guru kelas


Tindakan Kelas Agustus 2024 laporan PTK Guru Mapel
(PTK)

8. Diseminasi Karya Sabtu, 14 Seminar Publikasi Ilmiah Koordinator kelas Guru kelas tinggi
Inovatif September Karya Inovatif tinggi
Pembelajaran 2024 Pembelajaran
(PKB)
9. Pengembangan Sabtu, 19 Menulis artikel ilmiah Koordinator kelas Guru kelas
guru berkarya Oktober 2024 Publikasi Ilmiah Guru Mapel

10. Metode Dongeng/ Sabtu, 16 Workshop Mendongeng Koordinator kelas Guru kelas rendah
Bercerita November rendah
2024
11. Reviu dan Analisis Sabtu, 14 Reviu Program satu tahun Pengurus KKG Pengurus KKG
Program Desember Analisis Program tahun
2024 berikutnya

11
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Merujuk pada merdeka belajar yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, maka saat ini cukup memberikan ruang kepada guru untuk melakukan
perbaikan mutu pendidikan melalui KKG ini. Maka, kesadaran tanggung jawab untuk
mengembangkan diri dan keinginan untuk meningkatkan kualitas diri menajdi guru
profesional adalah sebuah keniscayaan.
Pada gilirannya bermuara pada upaya peningkatan kualitas pendidikan di Sekolah
Dasar, maka eksistensi KKG perlu diperkuat dan didukung oleh semua pihak terkait: guru,
kepala sekolah, pengawas, pengurus gugus, dan dinas pendidikan. Sehingga keberadaan dan
peran KKG akan menghasilkan tenaga pendidik yang profesional dan mutu pembelajran yang
lebih baik. Program dan kegiatan ini adalah upaya untuk mewujudkan visi dan misi yang
telah ditetapkan.

B. Rekomendasi
Untuk meningkatkan pelaksanaan kegiatan program KKG, maka direkomendasikan
sebagai berikut.
a. Setiap guru di gugus 01 yang secara langung menjadi anggota KKG Gugus 1 Kecamatan
Sabbangparu supaya melaksanakan seluruh program dan kegiatan sesuai dengan
perannya masing-masing.
b. Kepala Sekolah dan Pengawas yang secara langsung sebagai pengurus gugus 01
Kecamatan Sabbangparu supaya senantiasa melakukan pendampingan, dukungan,
pembinaan, arahan dan penguatan untuk terlaksananya program dan kegiatan yang telah
dicanangkan.
c. Pihak terkait, Dinas Pendidikan yang membawahi seluruh lembaga satuan pendidikan
sekolah dasar di Kabupaten Wajo, termasuk gugus 1 Kecamatan Sabbangparu supaya
senantiasa memberikan pendampingan, dukungan, pembinaan, arahan dan penguatan
untuk terlaksananya program dan kegiatan yang telah dicanangkan.

12
13

Anda mungkin juga menyukai